Smögen, Wisata Menarik di Kawasan West Coast Swedia

Beberapa tahun lalu, suami pernah mengajak gue untuk menghabiskan liburan musim panas ke wilayah west coast di Västra Götaland propinsi Bohuslän Swedia. Tepatnya tidak begitu jauh dari Smögen, salah satu tempat wisata terkenal di propinsi Bohuslän.

Kebetulan suami mendapat tawaran penginapan dari perusahaan tempat dia bekerja. Tawaran penginapan dengan harga yang relatif murah. Mumpung ada penginapanlah menurut suami. Secara untuk mendapatkan penginapan di Smögen dan sekitarnya rada rada susah. Lumayan turistik.

IMG_6140.jpg

FFD1E5FF-31AC-4176-81CE-D98136D7D09C

IMG_6116

IMG_6092.jpg

Cuma waktu itu gue belum terlalu tertarik berlibur ke kawasan west coast ini. Mending ke luar negeri. Rumput tetangga selalu lebih menggiurkan toh.

Sebenarnya tahun ini pun kami tak ada rencana mengunjungi Smögen. Idenya muncul begitu saja. Jadi beberapa waktu lalu, ceritanya kami lagi menghabiskan weekend di Norwegia. Berhubung karena satu hal dan alasan lain, rencana kami mengunjungi salah satu objek wisata alam di Norwegia batal. Tepatnya kami batalkan.

29825715098_28c9f970b2_o.jpg

IMG_6136

IMG_6135

Sebagai gantinya, kami memutuskan pulang ke Swedia dengan melewati kawasan west coast Swedia. Hitung hitung sekalian merayakan wedding anniversary.

Dan singkat cerita, kami tiba di propinsi Bohuslän. Kota pertama yang kami singgahi adalah Grebbestad. Dan tanpa menunggu lama, hati gue langsung kepincut. Ternyata Swedia punya wajah lain. Bukan cuma hutan. Gue pernah melihat laut di bagian selatan Swedia, tapi kawasan west coast ini beneran seperti melepas rindu gue akan nuansa mediterania. Walau masih jauh dari kata mirip. Paling ga aura dikit dikitnya adalah. Hahaha.

IMG_6251.jpg

IMG_6067

Jadi sejujurnya nih, belakangan ini gue lagi pengen banget liburan di sekitar pantai laut nuansa mediterania. Atau paling ga yang mirip mirip gitulah. Mirip dikit juga ga apa. Secara gue tinggal di daerah hutan kan. Kaga ada lautnya. Kalaupun ada air, paling aliran air danau atau sungai.

41887412170_164eebdff9_o.jpg

Makanya begitu melihat west coast di Swedia, gue beneran sumringah. Dibilang indah luar biasa sih ga juga ya. Kemungkinan besar penyebab kegembiraan gue ya karena bisa melihat wajah laut yang belakangan ini sedang gue idamkan. Wajah laut Mediterania. Dan itu ada di Swedia. Meski terkesan kalau gue terlalu memaksakan. Wong tidak sama. Tapi imajinasi yang terlalu memaksakan itu berefek positif. Mood gue jadi gembira. Gue menikmati liburan dengan sukaria.

Apalagi baru kali ini berkunjung ke kawasan west coast di Swedia. Intinya gue tidak menyangka kalau Swedia punya wisata sekitaran west coast yang lumayan menarik. Alhasil gue gampang terwooooow.

41887412670_b8e17c3334_o.jpg

Sangkin sukanya, imajinasi gue terseret entah kemana. Pas melihat barisan rumah kayu yang dominan berwarna putih, langsung mikir kok mirip rumah di pantai Amerika ya. Padahal ke Amerika aja belum pernah. Duh…plis ya bu, daya khayalnya dikondisikan. Imajinasi yang ga nyambung sama sekali. Hahaha.

Tapi beneran, rumah rumah di kawasan west coast Swedia mostly berwarna putih. Sangat berbeda dibanding rumah rumah di sebagian besar wilayah country side Swedia yang cenderung berwarna merah. Swedia berasa USA. Tuhhh kan ngaco lagi. Hahaha.

IMG_6159.jpg

IMG_6155.jpg
Grebbestad

Trus ya, melihat cafe restorannya pun nyenengin. Padahal kalau dipikir ga jauh beda dengan restoran di Dalarna tempat gue tinggal. Rumah kayu juga. Barangkali karena scenerynya beda. Berasa di kampung nelayan. Ada di sekitar air laut. Jadi seperti melihat hal baru.

Menyantap makanan di atas balkon kayu sambil menatap aliran air laut, melihat hilir mudik kapal layar dan boat, lalu lalang manusia juga. Biarpun ramai tapi tak membuat pusing kepala. Gue sangat menikmatilah. Sukak!

IMG_6152.jpg

IMG_6147.jpg
Sukaaaaaak

Dari Grebbestad, kami memutuskan mencari penginapan. Dan baru kali inilah kami lumayan susah mencari penginapan selama berlibur di Swedia. Penuh semua. Sampai sampai tak sedikit yang menulis penginapan sudah full. Sempat mikir bakal tidur di mobil.

CB21054D-521A-4B4B-8B69-A1A438A18918
Balkon penginapan dengan view kece
IMG_5690.jpg
Paling suka melihat gulungan jerami ini. Ada di samping penginapan

Sampai akhirnya, keberuntungan masih berpihak di tangan kami. Kami mendapat kamar kosong di salah satu B&B dengan view yang lumayan kece. Meski kamar yang tersedia tidak begitu luas, tapi ada kitchen set, meja kecil dan kamar mandi dalam. Uda gitu pemilik penginapan sangat ramah. Ruangan juga bersih, ruangan breakfastnya luas, sofa dan kursi di balkon banyak. Cuma ya itu, harga permalamnya menyamai harga hotel. Dimaklumi.

Malamnya kami memilih dinner di daerah Hamburgsund, tak jauh dari penginapan. Untungnya kami datang di jam yang tepat. Masih dapat meja. Menghadap laut pula. Makan malam di saat musim panas itu serasa makan siang. Matahari tetap terang. Habis bersantap, kami masih punya banyak waktu menikmati sunset. Malam itu malamnya kami. Sayaaaaaa cintah!

IMG_6139
Ini dinner cuma modal air putih doang? Hahaha

Esok paginya kami sengaja bangun lebih cepat. Rencananya akan mengunjungi Smögen. Memilih datang lebih awal, agar manusia yang datang belum terlalu banyak. Kalau tidak, alamat bakalan ramai. Selain itu, kami bisa sampai di rumah tidak terlalu larut.

IMG_6066

Dan ketika tiba di Smögen, dari atas jembatan terlihat pulau pulau dengan bangunan rumah yang lagi lagi dominan berwarna putih. Berbaris rapi dari atas ke bawah. Cantik banget.

IMG_6063.jpg

IMG_6082

29825714588_e9d37674ef_o

Begitu kami mendekat, semakinlah gue jatuh cinta melihat bangunan rumah rumahnya. Mirip rumah di majalah. Rumah rumah yang menghadap laut. Ahhhhh ayok pindah ke sini bang! Rumah rumah ini berdiri di tebing batu. Dari atas ke bawah gitu. Cakeplah!

41883907910_9ff529d7dd_o.jpg
Cinta dengan rumah rumah ini

Jarak masing masing rumah sangat berdekatan. Mostly terpisah gang kecil. Bahkan beberapa rumah terpisah oleh sisa halaman yang sangat sedikit. Jadi jalanannya seperti meraba raba gitu. Sekilas batasan arahnya kurang jelas tapi ternyata gampang ditelusuri. Melewati beberapa anak tangga juga. Percaya deh, rumah rumahnya gemesin banget. Saling berdekatan tapi jauh dari rasa sumpek. IMG_6089

Beda banget dengan desa gue yang jarak satu rumah ke rumah lain lumayan berjauhan dan rata rata memiliki halaman luas. Okelah, di beberapa kota memang ada rumah yang saling berdekatan. Tapi rumah komplek. Kurang asik dilihat. Kalau di Smögen ini beda. Mungkin karena naik turun gitu ya susunan bangunan rumahnya.

IMG_6101.jpg

IMG_6107.jpg

IMG_6096.jpg
Rumah rumah ini merupakan gudang peralatan boat.

Nah, di Smögen ada satu tempat yang dikenal dengan Smögenbryggan. Bisa dibilang iconicnya Smögen ya Smögenbryggan ini. Kalau mau melihat bangunan rumah kayu warna warni yang mengapung di atas air, di Smögenbryggan inilah tempatnya. Rumah kayu yang sekilas terlihat melekat ke batu batu besar di sekitarnya.

Jadi kalau searching smögen di Google, maka rumah warna warni ini yang kebanyakan muncul. Rumah kayu mana yang rata rata berfungsi sebagai gudang kapal.

IMG_6078.jpg

IMG_6093
Batu batunya mirip di pantai Belitung. Banyak banget kan yang gue mirip miripin. Hahaha.
IMG_6070
Rumah kayu warna warni. Iconicnya Smögen

Banyak sekali boat kecil hingga boat besar terpakir di depannya. Selain turis lokal, turis asal Norwegia, Denmark dan Jerman juga banyak yang berlayar ke sini. Sayangnya kami tak lama di Smögen. Gue berjanji akan kembali ke sini. Kelak dan semoga.

IMG_6117

43695578301_6d5c07884b_o.jpg
Toko souvenir

Untuk melihat video Smögen, bisa klik video di bawah ini.

Akhirnya Melihat Heddal Stave Church Norwegia

Pernah mendengar sebutan Stave Church? Itu loh, gereja kayu yang konstruksi kayunya dibangun secara vertikal (tegak berdiri). Stave church bisa ditemui di beberapa negara Nordik dan Eropa Utara. Tapi dipercaya jika Skandinavia adalah negara pertama yang memiliki bangunan gereja seperti ini.

Norwegia adalah sarangnya bangunan bangunan stave church di dunia. Banyak banget. Mencapai ratusan. Dan rata rata umurnya aji gile. Bisa mendekati 1000 tahun. Bayangin, seribu tahun untuk level bangunan kayu loh. Bukan gereja yang terbuat dari bahan batu seperti kebanyakan gereja gereja di wilayah eropa.

IMG_5732 (1).jpeg

Jauh dari bangunan gereja bergaya gothic dan baroque sudah pasti, karena tampilan stave church di bumi viking ini justru mirip rumah tradisional.  Sebagian besar terlihat seperti segi tiga yang menjulang tinggi.

Jika dilihat dari jauh, atap bangunan dan beberapa sisi dinding menyerupai sisik ular. Jadi jangan heran jika di beberapa tower bangunan stave church yang sudah sangat sangat berumur, memiliki hiasan berbentuk kepala naga atau sejenis kepala binatang (gue ga tau pastinya binatang apa).

IMG_5710
Lihat atap dan dinding bagian atasnya. Mirip sisik ular.

Gue pernah membaca sebuah artikel traveling. Gambarnya memperlihatkan keindahan wisata alam Norwegia. Ada stave church di dalam gambar itu. Perpaduan yang bagus. Landscape dan stave church. Alhasil banyak pembaca di tanah air yang bertanya, apakah daerah itu beneran ada atau cuma editan.

IMG_5159.jpeg

IMG_5149.jpeg

Dan gue mau memastikan jika gambar itu benar adanya. Karena di Norwegia memang lumayan mudah melihat bangunan bangunan stave church yang berdiri elok diantara scenery yang indah. Stave church menjadi salah satu destinasi terkenal di Norwegia.

IMG_5691.jpg

IMG_5731.jpg

IMG_5729.jpgDari sekian banyak stave church terkenal di Norwegia, Heddal Stave Church merupakan salah satunya. Berada di daerah Heddal Notodden, Propinsi Telemark, Heddal Stave Church merupakan stave church terbesar di Norwegia dan satu satunya stave church yang memiliki tiga menara sekaligus. Dari Oslo hanya butuh satu jam berkendara.

E9E16F85-1B7D-4738-A4DC-BAE555F73C36.jpeg

Meski bukan kali pertama mengunjungi Norwegia, tapi baru tahun inilah kami berkesempatan melihat Heddal Stave Church. Akhirnya rasa penasaran gue terhadap gereja ini terjawab sudah. Gereja yang unik dan cantik.

IMG_5157.jpeg

Heddal Stave Church pertama sekali dibangun sekitar abad ke 13. Karena kondisinya yang semakin buruk, pada tahun 1950an, seluruh bangunan gereja pernah dibongkar total untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah itu kayu kayu dipasang kembali seperti semula.

Aroma kayu tua sangat tajam menyambut kami ketika memasuki gereja. Suasana di dalam gereja sangat jauh dari kesan gemerlap layaknya gereja gereja kebanyakan di eropa. Gue lumayan terkesima dengan dinding gereja yang dipenuhi lukisan yang sudah mulai pudar. Wajar saja, hampir seribu tahun. Lukisan mana sekilas mirip wallpaper.

IMG_5718.jpg
Dalam gereja. Lukisan yang mulai memudar di dindingnya sekilas mirip wallpaper.

Heddal Stave Church ternyata memiliki cerita legenda. Jadi konon, ada lima orang petani asal Heddal yang ingin membangun gereja di desa mereka. Suatu hari, Raud, salah satu dari lima orang petani tersebut bertemu dengan orang asing.

Singkat cerita, si orang asing tersebut bersedia membangun gereja hanya dalam tempo 3 hari. Tapi dengan catatan, sebelum gereja selesai dibangun, Raud harus memenuhi satu syarat dari tiga syarat yang diajukan.

  • Mengambil bulan dan matahari dari langit
  • Mempersempahkan darah dan nyawanya
  • atau menebak nama si orang asing tadi.  

IMG_5711.jpeg

IMG_5702.jpg

Raud pun memilih syarat nomor 3 karena dianggapnya bukanlah syarat yang terlalu sulit dan berbahaya. Menebak nama.

Pembangunan gereja pun dimulai. Dan sesuai janjinya, orang asing itu sepertinya berhasil membangun gereja hanya dalam tempo tiga hari. Raud akhirnya ketakutan karena belum bisa menebak siapa nama orang asing tersebut.

IMG_5706.jpg

Hingga tanpa disengaja, ketika Raud menebak nebak nama si orang asing sambil berjalan di sebuah lahan luas, tiba tiba dia mendengar suara wanita yang sedang bernyanyi. Dalam nyanyian tersebut, Raud mendengar sebuah nama disebut.

“Hei anakku, besok Finn akan membawakanmu bulan dan matahari, juga jiwa manusia, dan itu akan menjadi mainan yang menyenangkan buatmu” (kira kira artinya begitu). 

IMG_5731.jpg

Mendengar nyanyian itu, Raud menyadari jika si orang asing tersebut adalah seorang Troll. Esok harinya, Raud bertemu dengan si pria asing. Mereka berjalan ke arah gereja. Dan tanpa membuang waktu, Raud langsung memegang salah satu pilar gereja dan berujar “Hei Finn, sepertinya pilar gereja ini kurang lurus”.

Mendengar namanya disebut, si pria asing langsung kaget. Ternyata Raud bisa menebak namanya. Dia pun berbegas marah meninggalkan Raud. Konon, si pria asing yang tak lain merupakan troll dipercaya tinggal di Svintru, sebuah kawasan pegunungan di Norwegia. Ceritanya menarik juga ya. Serasa baca cerita dongeng.

IMG_5725.jpg

Heddal Stave Church berdiri di sekitar scenery yang lumayan mampu mengacuhkan suhu panas kala kami berkunjung. Panas yang nyaris membuat meleleh. Hamparan ladang gandum yang menguning, rumah rumah kayu, alam pedesaan dan pemandangan kuburan di sekitar yang justru menjadi daya tarik lain dari bangunan gereja. Tak berasa horor sama sekali.

Tak jauh dari gereja, pengunjung bisa naik ke atas bukit dimana terdapat open air museum. Bisa duduk santai di sebuah rumah kayu sambil menyantap ice cream atau sepotong cake. View di sekitar open air museum juga lumayan menarik.

IMG_5737
Open air museum tak jauh dari Heddal Stave Church.

Norwegia tak hanya lekat dengan aurora borealis, fyord, terowongan gunung, trolls, farm mountain yang indah, tapi wisata negara ini juga sangat lekat dengan ratusan stave church yang unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

IMG_5746

IMG_5226

Jika ingin melihat tampilan lain dari stave church di Norwegia dan bisa membuat kamu takjub, coba klik di SINI

Pengalaman Pertama Memasuki Sinagoga Yahudi

Josefov (Jewish Quarter) adalah tempat yang terbilang menarik untuk dikunjungi jika berlibur ke kota Praha, republik Ceko. Berkunjung ke Josefov ibarat mengunjungi dua negara, Israel dan Czech Republik. Kalimat sederhananya, Josefov adalah perkampungan kaum yahudi yang sudah ada di kota Praha sejak abad ke 13.

Terletak diantara kawasan old town square dan sungai Vltava, Josefov meliputi beberapa tempat yang hingga saat ini justru menjadi objek wisata menarik di kota Praha yang lumayan ramai didatangi turis. Sebut saja seperti Maisel Synagogue, Pinkas Synagogue, Old Jewish Cemetry, Klausen Synagogue, Ceremonial Hall, Spanish Synagogue hingga old-New Synagoge. Iya, di Josefov terdapat beberapa sinagoga (synagogue), bangunan yang menjadi pusat keagamaan bagi umat yahudi (seperti rumah ibadahlah).

2507781F-7357-4159-9948-0FD2472BE5B4.jpg

Jika ingin melihat semua objek wisata di atas, boleh membeli tiket dalam satu paket. Satu tiket bisa digunakan untuk semua tempat dan sudah termasuk ke R. Guttmann Gallery.

Tapi jika tak berniat melihat semuanya, bisa membeli tiket sesuai tempat yang ingin dimasuki. Kami (gue dan suami) membeli tiket terusan di samping bangunan old-New Synagogue. Kemungkinan semua tiket bisa dibeli di masing masing pintu masuk objek wisata. Tapi gue kurang tau pasti juga.

Tempat pertama yang kami masuki adalah Old-New Synagogue. Selesai dibangun pada tahun 1270, Old-New Synagogue merupakan bangunan bergaya gothic pertama di Praha dan menjadi sinagoga tertua di Eropa yang masih aktif hingga sekarang.

IMG_9854.jpg
Bangunan Old-New Synagogue

Ini adalah pengalaman pertama gue memasuki sinagoga. Begitu masuk, satu buah kippa (topi kecil yang biasa dipakai kaum pria yahudi ketika beribadah) diberikan petugas kepada suami secara cuma cuma. Lucu banget melihat suami memakai kippa. Kurang coock aja di kepala dia.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian gue ketika berada di dalam sinagoga. Gue baru tau kalau kaum yahudi beribadah tidak harus menghadap pemimpin ibadah (Rabi). Bangku bangkunya pun tidak disusun searah menghadap altar, tapi saling berlawanan arah. Dan bagian tengah sinagoga diberi pagar besi berukuran tinggi. Pagar mana dibuat untuk memagari satu benda berbentuk kotak besar yang berisi gulungan kain. Gulungan kain mana merupakan Tanakh atau Torah Scroll (Taurat), salah satu kitab dari tiga kitab yang dimiliki umat Yahudi. 

47EBF761-5C41-4857-B55D-BDAB210BA326
Tanakh yang disimpan di dalam kotak kaca

Berhubung penasaran, akhirnya gue bertanya ke tour guide, kenapa bangku bangku di dalam sinagoga tidak menghadap searah ke altar. Ternyata barulah gue tau, “mendengar” sudah cukup bagi jemaat tanpa harus melihat rabi ketika berbicara. Jadi tidak ada keharusan melihat rabi (semoga gue tidak salah menyimpulkan ya). Bisa melihat contoh dua gambar di bawah ini.

IMG_9864
Tulisan dengan bahasa Ibrani. Sekilas mirip tulisan arab ya

Dari Old-New Synagogue, kami berpindah ke Pinkas Synagogue, sinagoga tertua kedua di Praha. Saat ini hak pengelolaan Pinkas Synagogue dipercaya kepada Jewish Museum di Praha. Sehingga tak ayal, ketika memasuki sinagoga ini, gue lumayan terpana melihat dinding sinagoga yang mostly bertuliskan huruf huruf kecil. Jika dilihat sekilas nyaris tak terbaca oleh mata gue (yang sudah minus).

EA75DFCF-814F-44CE-A8F8-FA64C89552D9.jpg
Salah satu dinding yang dipenuhi tulisan nama nama korban Holocaust

Ibarat wallpaper bermotif huruf,  ternyata goresan huruf huruf itu adalah nama nama dari korban Holocaust. Tepatnya korban Holocaust khusus di republik Ceko. Ya Tuhan, untuk wilayah republik Ceko saja korbannya mencapai 78.000 ribu orang. Sambil melihat huruf huruf di dinding, nalar gue masih sulit membayangkan kalau itu semua adalah nama nama manusia. Bayangkan, nama nama itu ditulis dengan huruf yang sangat kecil. Dengan ukuran sekecil itupun, nyaris memenuhi dinding sinagoga.

Meski hanya goresan nama, tapi mampu bercerita banyak. Huruf nama yang seolah mewakili derita puluhan ribu jiwa yang mati sia sia. Menggiring pilu. Merinding, sedih, dan langsung terbayang entah apa apalah di benak gue. Dari yang gue baca, tak sedikit para korban yang meninggal masih berumur belasan tahun.

ADF1A2A9-8B09-494C-BB7A-641363C87EBD.jpg
Di sini, uraian demi uraian sejarah Holocaust bisa dibaca

Di luar gedung, kami juga melihat beberapa display gambar berikut penjelasan tentang para korban Holocaust. Dan gue membaca sebuah kalimat. Kalimat pendek tapi bermakna dalam. Menyentuh gue banget, “Journeys with No Return”. Ihhh…….sedih ga sih. Ketika kita diiming imingi masa depan dan tempat yang baru, kenyataannya justru menjadi tempat kita meregang nyawa. Merinding.

5AAD39A2-C464-4E23-ADE8-4ED0B2B10FA9.jpg
Journeys with No Return. Pilu.

Selanjutnya kami memasuki Old Jewish Cemetry, sebuah area pemakaman kaum yahudi yang sudah ada sejak abad ke 15 dan menjadi salah satu pemakaman yahudi terluas di eropa. Dari sekian banyak objek wisata di kawasan Josefov, bisa dibilang Old Jewish Cemetry inilah yang paling banyak dikunjungi turis.

IMG_9834 (1).jpg
Pemakaman kaum Yahudi di jaman dulu

Kalau tidak salah menyimpulkan, akibat kekurangan lahan, bangsa yahudi akhirnya menggunakan liang lahat yang sama untuk jenazah yang berbeda. Dan semisal rangka mayat orang terdahulu sudah hancur tak bersisa dan menjadi debu, mereka tidak akan membuang batu nisannya. Konon bangsa yahudi sangat menghormati leluhur mereka, sehingga membongkar batu nisan seperti itu dianggap tabu.

IMG_9840.jpg

IMG_9838.jpg

Untuk mengakali lahan yang terbatas tadi, maka satu liang lahat bisa digunakan untuk mengubur lebih dari satu orang dari generasi yang berbeda. Itulah sebabnya mengapa Old Jewish Cemetry dikenal sebagai pemakaman yang memiliki level. Artinya satu liang lahat bisa memiliki lebih dari satu batu nisan. Nisan pertama atau yang paling tua diposisikan lebih tinggi. Menyusul nisan nisan selanjutnya dengan posisi lebih rendah (semoga gue tidak salah menjelaskan). Old Jewish Cemetry menjadi heritage yang dilindungi di kota Praha.

IMG_9835.jpg

052F9030-257E-4C45-9E92-9C4B5F8EDA22.jpg
Salah satu contoh liang lahat yang memiliki 3 level. Satu liang lahat terdapat 3 batu nisan.

Jika keluar dari area Old Jewish Cemetry, jangan lupa memasuki Ceremonian Hall. Lokasinya masih satu area dengan Old Jewish Cemetry. Dari luar sih terlihat seperti kastil. Bagian dalamnya sudah terlihat tua dan berisi benda benda peninggalan yahudi.

IMG_9868.jpg

IMG_9873
Ceremonian Hall

Sama halnya dengan Ceremonian Hall, ada juga Klausen Synagogue. Bangunan ini pun mostly berisi benda benda yang berhubungan dengan kaum yahudi. Kami juga sempat masuk ke R guttmann Gallery. Berhubung di dalam galeri kurang interest, jadi kami tidak lama di dalam.

IMG_9855.jpg
Klausen Synagogue. Lihat kotak kaca itu, dalamnya terdapat kitab Tanakh dan letaknya selalu di bagian tengah ruangan Sinagoga. 

Nah, yang terakhir ke Spanish Synagogue. Duh……..kalau ini beneran bikin takjub deh. Cakep banget. Sekilas mirip gereja ortodoks. Dindingnya full dengan lukisan art berwarna dominan coklat dan kuning gold. Artistik sekali. Sekilas mirip motif batik juga.

IMG_9830

IMG_9826 (1)

IMG_9820

Kunjungan kami ke Josefov bisa dibilang menambah pengalaman baru tentang kultur budaya umat yahudi yang sebelumnya gue tidak begitu paham. Menariklah untuk dikunjungi. Selalu ada cara untuk lebih mengenal sejarah bangsa lain.

10 Hal Tentang Praha

Sebelumnya gue sudah menulis tentang keindahan kota Praha yang belum mampu mencuri hati gue.  Akan tetapi bukan berarti selama liburan itu gue tidak menikmati liburan sama sekali. Dan sesuai janji, kali ini gue akan menulis tentang apa yang bisa gue ceritakan terkait pengalaman berlibur di kota bertabur kristal ini.

1. Polisi di kota Praha itu nyaris ada di mana mana

Berhubung tinggal di desa kecil, yang kalau berkendara ke kota pun cuma sebatas kota kecil juga, rasa rasanya jarang banget gue melihat polisi. Bahkan selevel kota Stockholm yang notabene sebuah ibukota negara pun jarang. Paling sebatas suara sirene mobil polisi. Sampai sempat mikir, Swedia punya polisi ga sih? Dan ternyata punya. Hahaha.

28838503708_42353424e0_o

Nah, pas di Praha malah sebaliknya. Gampang banget melihat sosok polisi. Dimana mana nyaris ada. Terutama di kawasan yang ramai pelancong. Bahkan mereka melakukan security check di beberapa objek wisata. Para turis wajib membuka tas yang berimbas antrian menjadi panjang banget. Alasan jelasnya gue kurang paham mengapa sampai sedemikian. Jawaban paling mudah ya sudah pasti alasan keamanan. Mengingat beberapa serangan teror di beberapa kota eropa belakangan ini. Dan jumlah turis di Praha itu kan aji gile banyaknya. Logikanya sih rentan sasaran teror. Mungkin itu yang menjadi alasan mereka (menurut pemikiran gue sih). Tapi lebih baik mencegah kan daripada kejadian.

2. Pengemis bersujut

Pengemis tidak hanya ada di negara berkembang, di negara negara barat juga banyak. Termasuk di kota Praha. Tapi gaya meminta minta para pengemis di kota ini lumayan beda menurut gue. Setidaknya baru kali ini gue lihat. Dan itu ada di kota Praha.

Mereka seperti bersujut, tangannya diposisikan ke depan. Lihat gambar di bawah aja ya. Bahkan ada loh yang bersujut sambil menundukkan wajah nyaris ke atas tanah. Gue pertama melihat kok ya miris. Ga tega banget. Pas gue mengulurkan tangan sekedar memberi, terlihat sepasang muda mudi seperti terheran dengan apa yang gue lakukan. Apa salah ya menolong orang lain?

IMG_9503.jpg
Setidaknya masih ada manusia lain yang perduli

Dan ternyata setelah beberapa hari di Praha, pemandangan seperti ini menjadi biasa. Bukan cuma satu, tapi banyak pengemis yang gaya minta mintanya seperti itu. Sepertinya mereka sudah akur dan idem memutuskan gaya meminta yang sedemikian. Tapi terlepas dari apapun masalah dan alasan mereka melakukannya, gue percaya banget kalau mereka juga tidak mau hidup di posisi demikian.

3. Toko permen unik

Jika biasanya permen dijual di dalam kotak tertutup, maka toko permen di Praha lumayan beda. Permennya disusun di atas drum kayu layaknya cemilan. Bentuknya pun lucu lucu. Strawberry, macarons, pizza, lemon, cherry, telor mata sapi, buah pisang dan masih banyak lagi. Toko permen bernama “Captai Candy” ini lumayan cepat mencuri perhatian turis karena konsep jualnya yang berbeda.

Cuma ya itu, harga permennya terbilang mahal. Sampai suami gue ketawa sewaktu selesai membayar di kasir. Cuma duapuluh biji, harga nyaris duaratus ribu rupiah. Sehingga tak ayal, ramainya turis di dalam toko cuma mau motoin doang.

74FFE21A-FC43-4BBE-8937-1BA4E6FDC502.jpg

IMG_9903.jpg

IMG_8253

Ya dimaklumilah, mengingat bentuk permennya artistik banget semua. Kan butuh akal dan tenaga membuatnya. Dalam tokonya juga asik. Berasa di dalam kapal bajak laut. Banyak drum kayunya. Makanya diberi nama captain candy kali ya. Toko permen ini mudah dijumpai di kawasan old town square kota Praha.

4. Trdelnik

Yup, cemilan pastry ini menjadi pemandangan yang sohor banget di Praha. Gampang dicari karena dimana mana nyaris ada yang menjual. Orang orang yang berjalan sambil memegang dan mencicipi trdelnik menjadi pemandangan biasa di kota Praha. Bercitra rasa manis, trdelnik terbuat dari adonan pastry, digulung di kayu, dibakar di atas arang dan ditaburi gula serta walnut.

F028014C-44F4-4D7E-A321-E8F8E05AE2C6.jpg

Kalau mau diberi varian isi juga boleh seperti caramel apel dan cinnamon, nutela, hingga ice cream. Gue sih lebih suka ice creamnya karena rasanya tidak terlalu manis. Untuk rasa dari kulit trdelniknya sendiri, menurut gue biasa aja. Beda dengan suami, dia doyan banget trdelnik ini. Setiap hari dibeli.

5. Makan daging bebek dan Knödel (Knedliky)

Gue lumayan suka makanan di Praha. Apalagi menu di restoran tradisionalnya. Gampang banget nemu daging bebek. Dan mostly disajikan dengan knödel, sejenis dumpling dari bahan roti maupun kentang atau daging dagingan. Bentuknya seperti bakso yang dipotong potong.

41968688784_220603d039_o.jpg
Daging bebek dengan knödel

6. Bir Tradisional

Iyes, Praha punya banyak bir tradisional. Rasanya enak segar. Dan alkoholnya tidak terlalu kuat. Ke Praha rasanya wajib mencoba birnya (bagi yang mau minum ya). Sehingga tak heran, jika salah satu souvenir di kota ini berbentuk gelas berisi bir. Bahkan tempat wisata mengunjungi museum bir, pembuatan permentasi bir hingga berkesempatan merasakan berbagai macam jenis bir menjadi penawaran menarik di banyak brosur wisata di kota Praha.

BEB259EE-69E3-48B9-94E1-77CA29A1B0B2.jpg

IMG_2574.jpg
Souvenir gelas berisi bir

7. Surganya kristal

Czech Republik dikenal memiliki produksi kristal rumah tangga dari wilayah Bohemia. Dan produk kristal dari daerah Bohemia ini bertabur di toko kristal kota Praha. Bikin mata kelilipan sudah pasti. Syantik syantik tapi bukan syoksyantiiik. Bahkan barang barang souvenir pada umumnya terkesan tenggelam oleh kristal yang mendominasi. Harganya pun bervariasi. Tetapi terbilang relatif mahal. Meskipun begitu masih ada yang terjangkaulah. Dan kita diberi sertipikat juga. Kalau mau yang kelas premium juga ada. Harganya membuat lidah pengen jilatin puncak monas (hubungannya???????). Jiwa langsung terhempas passssssssss…….! Layaknya batu mulia, harga menyesuaikan design, tingkat kesulitan pengerjaan dan kualitas batunya.

41812649335_2ee0eaefae_o.jpg

1FBFAE88-F5B0-4C1B-8354-CE58FB90EA6D.jpeg
Salah satu contoh produk kristal dari daerah Bohemia

Dan satu lagi, pencita asesoris kristal berlabel swarovski, bisa jejerit di sini. Buanyak banget dan murahhhhhhhh! Kalau nyampe Indonesia jelas harganya sudah meroket jauh. Meski asalnya dari Austria, tapi swarovski bisa dibilang membanjiri toko toko kristal di kota Praha. Mungkin tuntutan pangsa pasar yang membuat demikian. Gue bukan pencinta asesoris kristal. Tapi pas melihat warna warni kristal di kota Praha lumayan mampu bikin panik. Dan akhirnya gue beli untuk oleh oleh keluarga di tanah air. Lumayanlah harga terjangkau ya kan.

IMG_2570

8. Mobil Antik dan Kereta kuda

Praha sepertinya sangat jeli mengumpulkan pundi pundi dari para pelancong. Sebut saja mobil mobil antik yang hilir mudik membawa turis keliling kota. Dan konon mobil mobil ini bukan mobil antik beneran loh. Melainkan mobil jaman now yang sengaja didesign antik.

Sedangkan untuk kereta kudanya juga tak kalah antik. Mirip kereta kencana. Kereta princes! Hahaha. Gue lumayan tertarik loh naik kereta kuda. Apalagi keliling kota dengan kereta kuda jauh lebih nikmat dibanding bus atau mobil. Karena kereta kuda jalannya lambat. Jadi beneran bisa menikmati pemandangan yang dilewati. Naik kereta kencana melewati lorong kecil, gedung tua bergaya jugen style atau art nouveau. Berasa seperti Meghan Markle dan Prince Harry. Cuma beda kolor aja. Hahaha. Intinya asiklah naik kereta kuda ini. Gue suka. Biayanya kurang lebih sekitar 650 ribu rupiah per satu jam.

28838505928_ffa9f098b0_o.jpg

42712291661_df9d04ea1a_o

10. Cafe restoran

Gue sangat menyukai cafe restoran dengan konsep yang unik dan beda. Vintage, kozy dan banyak bunganya sudah menjadi selera gue. Meski bunga bunga di cafenya tidak terlalu banyak, tapi lumayan juga untuk dijadikan tempat nongkrong. Berikut beberapa contoh cafenya. Nama namanya ga ingat.

28813215948_0bb8f2f9f4_o

42637571092_de59e162b0_o
Ini kece restorannya

Selesai mengunjungi St Vitus Cathedral di kastil Praha, kami pulang melewati sebuah jalan kecil yang kiri kanannya terdapat banyak cafe restoran yang lumayan sanggup membuat hati sumringah. Meski tidak sampai terwow juga. Kebetulan pas kami berjalan di sekitar area ini, turis tidak terlalu banyak. Jadi nyaman aja berjalan di sekitar bangunan tuanya.

42633078632_5b7abe71bf_o.jpg

40877327290_b661a95920_o

Dan sambil berjalan, secara tak sengaja kami melihat segerombolan turis berjalan ke arah jalan kecil. Pas kami lewati, ternyata ada sebuah dinding yang penuh dengan coretan warna. Dinding yang dikenal dengan John Lenon Wall. Ya ampunnnnnnn itu yang pada foto foto bunyak banget silih berganti. Sampai badan ketemu badan. Geli sendiri gue melihat. Hahahha. Tapi ironisnya gue ikutan latah. Ikutan foto juga. Dan lucky banget, pas giliran gue, kiri kanan gue kosong. Hahahha. Mungkin pada males kali ya barengan muka gue fotonya.

BF82385E-F07E-4833-93E0-E6C51E015930

Praha, Kenapa Tak Mampu Mencuri Hatiku?

Praha menjadi salah satu kota yang ingin gue kunjungi sewaktu masih tinggal di Indonesia. Terlebih setelah mendengar pengakuan dari beberapa orang yang gue kenal, tulisan tulisan dan berbagai gambar di internet, ditambah lagi cerita suami, yang mostly menyebut Praha adalah kota yang indah. Jadi, tidaklah salah jika akhirnya gue menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap kota yang memiliki predikat sebagai “kota tercantik di dunia” ini.

28762999408_3b8155cb6d_o.jpg

Ironisnya, meski sudah masuk dalam list liburan, keinginan untuk mengunjungi Praha selalu terkendala oleh alasan alasan yang gue sendiri pun ga ngerti. Sebaliknya, destinasi liburan yang justru tidak masuk dalam agenda malah terealisasi.

Sampai akhirnya, setelah gue mengunjungi Tallin Estonia dan Riga Latvia, perlahan lahan keinginan mengunjungi Praha pun semakin kendor. Buat gue, keindahan kota Tallin dan Riga justru lebih memukau dibanding Praha, yang waktu itu masih gue tau dari internet. Well, selera setiap umat memang berbeda. Penglihatan gue kurang normal barangkali?

41736592005_3fcb974aca_o.jpg

Berbeda dengan gue, suami justru lebih menyukai Praha dibanding Tallin dan Riga.  “Kamu belum melihat Praha secara langsung” begitulah dia meyakinkan gue. Sampai akhirnya gue berpikir ada benarnya juga. Mungkin feelnya akan menjadi berbeda jika melihat secara langsung. Demikianlah akhirnya kami memutuskan liburan ke Praha bulan lalu, yang kalau mau jujur ini pun terealisasi karena ada drama dibaliknya (malas ceritalah).

40828128280_240853fc88_o.jpg

Mendekati hari H, gue tetap kurang bersemangat. Bahkan mencari tau tempat apa saja yang akan kami kunjungi di Praha pun gue tidak antusias. Mungkin karena perjalanan ke Praha harus kami tempuh dengan berpesawat. Sepertinya gue sudah stress duluan.

28763433588_59012a206c_o

Singkat cerita, kami sampai di bandara Havel pukul 10 pagi setempat. Entah mengapa, pas menunggu suami ke toilet, secara tak sengaja gue melihat info tentang mata uang czech republik yang letaknya tak jauh dari money changer.

Ternyata barulah gue tau kalau czech republik memiliki mata uang czech koruna. Bukan euro. Sementara sebelum berangkat ke Praha, kami dengan percaya diri menukar sebagian uang ke mata uang Euro. Hahaha. Geblek!

41737015105_732ce0be74_o.jpg

41737014405_85e3e4dd7f_o.jpg

Suami gue pun ga ngeh. Terakhir kali ke Praha puluhan tahun silam dan dia pikir Czech republik sudah bergabung dengan mata uang Euro. Sungguh terlalu kan (kata bang Roma). Tapi untungnya, transaksi dengan mata uang euro sangat diterima di kota Praha. Jadi ya sudahlah.

Dan seperti yang sudah sudah, kami adalah pasangan pemalas. Awalnya sok berjuang pengen naik bus dari bandara ke hotel. Begitu melihat counter taxi………………ehh malah membelok. Setelah kami hitung, relatif tidak terlalu mahal mengingat jarak antara bandara ke hotel lumayan jauh.

34B64AA7-C885-437A-B348-F6A127D5C27C.jpg

Nah, pas nanya harga, si pegawai menawarkan promo. Jika kami membeli tiket taxi dari bandara ke hotel dan dari hotel ke bandara, maka kami akan mendapat diskon. Kami pun langsung menerima tawaran itu karena memang berencana akan naik taxi juga setelah check out dari hotel.

42636564691_0698ea3070_o.jpg

Sewaktu melakukan penawaran harga, si pegawai counter menyebut dalam mata uang euro. Mungkin agar kami lebih mudah menghitung kali ya. Tapi pas didebet, angka yang muncul dalam bentuk czech kurona. Dan itu nolnya langsung banyak banget kan. Trus suami nanya dong. Si pegawai langsung menjawab kalau nilainya setara dengan nilai euro yang dia sebut sebelumnya. Entah mengapa gue uda mikir jelek. Cuma karena antrian di belakang kami lumayan panjang, dan sopir taxi pun sudah menunggu, akhirnya kami memilih buru buru naik taxi. Pas di dalam taxi, barulah gue hitung. Dan you know what? Ternyata sama aja mak. Kaga ada diskonnya. Hahaha.

41963640104_ff3e70f34e_o.jpg

28762994888_62f89751fc_o.jpg

Duhhh beneran deh boong banget. Biasanya gue paling ga suka dibohongi. Cuma gue mikir gini, diskon kaga diskon memang kami tetap akan naik taxi. Jadi gue ikhlasin. Anggap saja membayar taxi tanpa embel embel diskon. Daripada memble kan. Untung sopir taxinya baik. Selama perjalanan selalu memberi tahu nama nama tempat yang kami lewati. Jadi lumayan membuat mood kembali waras.

41781904415_6dae8afbaf_o

28808417338_20582d5c36_o

Hotel tempat kami menginap letaknya pas di kawasan old town square kota Praha. Jadi kemana kemana lumayan dekat. Berhubung kami tiba masih pagi, kami belum bisa check in. Kami memutuskan mengitari kawasan old town square dengan berjalan kaki. Dan liburan pun dimulai. Welcome to Prague!

IMG_9550.jpg

Dan benar saja, hari pertama di Praha tak mampu membuat gue jatuh cinta. Gue berusaha menikmati suasana kota ini tapi gagal terus. Salah jika gue bilang kalau Praha bukan kota yang cantik. Kota ini memang cantik!

Tapi entah mengapa kurang menarik di mata gue. Kaga ngerti juga. Setidaknya itu yang gue rasakan. Tidak ada yang luar biasa. Gue merasa sama aja dengan kota eropa kebanyakan. Sementara pujian terhadap kota ini luar biasa banget. Dan itu bukan omong kosong belaka. Praha selalu dibanjiri turis. Sampai menyeberang jalan pun susah. Layaknya menonton konser. Dan sukses membuat gue stress di hari pertama itu. Mana Praha waktu itu panasnya minta ampun. Apalagi di area Charles Bridge. Duh, beneran tak bisa menikmati. Suami gue tiba tiba minta balik hotel karena ga tahan dengan panasnya. Mungkin karena terlalu banyak orang juga kali ya. Alhasil kami pun memilih istirahat di hotel.

Tiba malamnya, kami pikir tidak terlalu ramai lagi. Ternyata sama aja. Tak ada perbedaan antara siang dan malam. Praha seolah tak pernah tidur. Sampai pukul 1/2 duabelas malam masih rameeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee banget manusianya. Sangatlah tepat kami memilih menginap di kawasan old town square. Kami bisa nongkrong di cafe dekat hotel tanpa takut sudah larut malam.

3D190D69-D1AB-4D3F-BE4D-2720B089BF70.jpg

Hari kedua, gue mulai bisa menikmati liburan kami. Meskipun gue tetap belum  “terwow”, tapi gue mencoba menikmati setiap lorong jalan yang kami lewati. Menikmati landscape kota Praha yang bisa dilihat dari berbagai penjuru. Dari tower charles bridge, tower gereja, tower kastil, hingga kawasan hill seperti metronom.

F2556E92-88B6-4CD0-ACEC-5C474920B31A.jpg

Gue malah lebih tertarik dengan arsitek bangunan St.Vitus Cathedral yang berdiri pas di tengah kastil Praha. Sampai mikir, kok bisa ya di kehidupan yang nyaris seribu tahun lalu, orang orang bisa mendirikan bangunan sebesar dan sedetail ini. Jaman belum tersentuh teknologi. Jaman serba manual. Gila banget.

40878005360_7e6f14883f_o

Bagian dalam cathedral bisa dilihat secara gratis. Tapi ya itu, sebatas pintu masuknya saja. Tidak boleh melewati tali pembatas. Jika ingin melihat keseluruhan bagian dalam cathedral, harus membeli tiket yang harganya sudah sepaket dengan tiket masuk ke dalam kastil. Kami tidak melihat semua isi kastil. Kurang menarik. Lebih tertarik melihat cathedralnya. Kalau bukan karena cathedral ini, kami uda malas harus ngantri. Parah banget antriannya. Sampai sampai kami membatalkan masuk dan memutuskan kembali esok harinya. Maksudnya agak pagianlah. Ternyata sama saja. Rameeeeeeee!

42637820212_af652aaf28_o

Suasana kota Praha juga dapat dinikmati dengan boat yang berseliweran di sepanjang sungai Vltava. Cuma hati hati dengan agen penjual tiket yang berada di sekitar Charles Bridge. Kami adalah salah satu korban. Si wanita penjual tiket menyebut, kalau kapal akan berangkat pukul 6 sore. Dan kami diberitahu agar menunggu kapal di salah satu dermaga. Dan itu lumayan jauh dari tempat kami membeli tiket.

42636213401_2246cc455f_o.jpg

Mendekati pukul 6 sore, gue melihat seorang pria dan wanita mendekati petugas boat di dermaga. Dan benar saja. Ternyata bukan hanya kami yang menjadi korban. Pasangan ini juga. Menurut keterangan petugas, ternyata sudah tak ada lagi kapal yang berangkat pukul 6 sore. Dan ketika ditanya masalah tiket yang sudah kami beli, dengan entengnya si petugas bilang kalau mereka ga bisa berbuat apa apa. Si pasangan tadi cuma terlihat pasrah gitu. Sama kayak suami gue juga, lebih memilih diam dan menerima takdir. Wah, kalau gue beda mak. Ga terima gue. Kalau si petugas menjelaskan baik baik, gue masih bisa menahan sikap ya. Lah ini terkesan buang badan. Mana ngomongnya ketus gitu.

E8E5FD3C-9598-47A2-A0EB-8C5192066864

4BF58E0F-027A-45D6-9659-A9166540F15E.jpg

Dan dalam hitungan detik, gue pun berubah menjadi tiger, lion, macan, crocodile, serigala, polar bear, atau apalah itu. Dengan suara kenceng, gue pertanyakan tiket yang kami beli, gue bilang kalau mereka menipu, membodohi, tak bertanggung jawab, bla bla….!

Dan eng ing eng…..!!!! si petugas kaget kali ya dengar suara gue. Dan keluarlah pegawai lainnya dari boat. Singkat cerita, kami diover ke dermaga lain. Kami naik boat yang berbeda.

Nah kan! Kadang kadang ga semua masalah bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan lemah lembut. Lupakan itu kalau kalian ketemu jenis manusia kadal. Karena manusia berjenis seperti ini masih banyak berkeliaran di muka bumi. Hantam saja langsung. Hahaha.

Sepertinya mereka gambling. Sukur sukur kalau kami ga bawel. Okelah, mungkin akan berhasil jika korbannya setype suami gue yang malas ribut. Tapi tidak dengan gue. Sejujurnya yang paling bikin gue kesel adalah cara menjawab si petugas yang terkesan ga mau tau. Responsibilty kurang. Gue adalah pribadi sangat tidak suka dibohongi. Merasa dibodohi. Dan kalau gue hanya diam, makin berasa bodohlah gue.

05845E9B-875C-44DF-9019-A8D36C471ADB.jpg

Biarlah foto foto di tulisan ini yang mewakili keindahan kota Praha. Mungkin bagi sebagian besar yang sudah pernah ke kota ini akan berpendapat lain. Tapi setiap orang juga punya selera yang berbeda. Next akan gue tulis sisi lain tentang kota Praha. See ya!

*Semua foto foto di tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com

Menikmati Suasana Roman di Baston Hill Park

Berbicara taman di Eropa, emang uda surganya kali ya. Setiap negara di benua ini rata rata pasti punya taman apik dan bersih. Taman merupakan fasilitas publik yang rasa rasanya wajib ada. Masing masing taman pun punya daya tarik tersendiri.

Seingat gue, belum pernah secara khusus gue mengangkat judul tulisan khusus tentang taman. Paling gue selipin di tulisan yang lain. Berhubung taman yang satu ini lumayan mencuri hati, akhirnya gue angkat ke permukaan deh khusus satu judul.

IMG_7957.jpg

Sebenarnya kota Riga Latvia memiliki beberapa taman yang lokasinya berada di jalur jalan yang sama. Cuma masing masing dipisahkan oleh bangunan saja. Menurut pengamatan gue sih begitu ya. Seperti Esplanade, Vermanes Garden dan yang paling gue suka adalah Baston Hill Garden Parknya. Nah, antara Vermanes Garden dan Baston Hill ini sekilas seperti berada di satu kawasan deh, tapi gue kurang yakin juga. Seingat gue, sewaktu berjalan dari Vermanes Park, bisa conecting ke Baston Hill.

IMG_7936.jpg

IMG_7933.jpg

Sesuai namanya, Baston Hill memiliki area yang agak berbukit. Tapi bukan bukit beneran sih. Cuma agak naik turun gitu tanahnya. Karena bertepatan di musim panas, jadi hamparan rumput di taman ini terlihat cerah banget. Hijaunya mirip karpet.

IMG_7954

IMG_7932.jpg

Secara keseluruhan, penataan tamannya tidak ada yang luar biasa. Sederhana aja. Malah nih, tanaman bunganya pun tidak terlalu banyak. Tapi Baston Hill menjadi terlihat lebih luas justru karena hamparan rumput hijaunya itu. Dan yang bikin makin sempurna, ada aliran sungai kecil di sepanjang pinggiran taman Baston Hill ini. Diantara pohon pohon rindang. Pokoknya berasa nature banget.

IMG_7930
Tuh kan, gembok cintrongnya aja banyak. Hahaha

Taman yang bukan sekedar menawarkan ketenangan, tapi juga suasana romantis. Menurut gue, untuk sebuah taman, rumput hijau yang dibarengi aliran sungai merupakan perpaduan yang paling cocok. Karena ga semua taman ada aliran sungainya kan.

Apalagi, pihak pengelola taman menyediakan perahu kayu kecil yang bisa dinaiki untuk sekedar melepas lelah sehabis mengitari kota Riga. Sembari menikmati keindahan taman dan kota Riga juga.

Perahu ini pelan pelan mengitari aliran sungai kecil di sepanjang pinggiran taman. Ih, gue suka. Peace banget. Melihat orang orang yang duduk santai di pinggiran sungai, membaca, bercengkrama dengan teman atau pacaran (ini gue nebak aja). Emang asik sih tamannya.

IMG_7956

IMG_7955.jpg

IMG_7937

Dari aliran sungai kecil di Baston Hill, perahu kemudian keluar memasuki dan melewati sungai Daugava yang besar. Mirip laut. Udah deh, tinggal nikmati aja bangunan bangunan kota Riga dari sungai ini. Apalagi perahunya ga terlalu gede, dan modelnya masih tradisional. Makin roman roman aja bawaannya kan. Hahaha.

Tepat di seberang jalan Baston Hill, berdiri Freedom Monumen, yang menjadi iconic terkenal di kota Riga. Monumen yang dibangun untuk mengenang para prajurit Latvia yang tewas memperjuangkan kemerdekaan.

IMG_7949

Tak jauh dari monumen, berdiri Nativity Catedral, gereja ortodoks Rusia yang megah. Tidak seperti gereja kebanyakan di Eropa yang bergaya barok klasik, gereja ortodoks Rusia memang sedikit berbeda. Memiliki beberapa kubah yang sekilas mirip kubah mesjid.

IMG_7926.jpg
Nativity Catedral

Di dalamnya ga usah ditanya, meriah dengan lukisan art yang memenuhi dinding gereja. Dan satu lagi, hampir tidak ada kursi, karena jemaat ortodoks selalu beribadah dengan cara berdiri. Tapi sayang, dilarang mengabadikan foto di dalam.

IMG_7962.jpg
Vermanes Garden. Dari sini bisa conecting ke Baston Hill

“Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com” 

Semarak “Art Nouveau” di Kota Riga Latvia

Art Nouveau (New Art) merupakan karya seni yang sangat populer antara abad 19 hingga 20, tepatnya di era tahun 1890 dan 1910. Art Nouveau tidak hanya meliputi seni Arsitektur, melainkan juga Design Interior (dekorasi), dan Gaya Art Internasional (termasuk seni musik, teather, lukisan, ukiran, hingga pahatan). Art Nouveau sendiri sangat identik dengan bentuk bentuk meliuk dan lengkungan yang terinspirasi dari alam, seperti tanaman dan bunga bunga.

IMG_6850

IMG_6849
Beberapa contoh arsitektur bangunan dengan motif Art Nouveau di setiap relief dindingnya

Sehingga tidak heran, jika jenis seni yang satu ini sering memadupadankan anggota tubuh manusia dengan liukan tanaman dan bunga. Karya seni Art Nouveau sebenarnya lumayan mudah dikenali di kehidupan sehari hari. Mulai dari motif di gelas, piring, taplak meja, lemari, karpet, lukisan dinding, bingkai foto, tissue, pot bunga, wallpaper, corak kursi/sofa dan masih banyak lagi. Terkhusus barang antik, biasanya bentuk lengkungan dan liukan Art Nouveau sangat mudah didapati. Karena seperti yang gue sebut di atas, karya seni ini tidak hanya terbatas pada arsitektur bangunan, tapi juga design interior dan model art yang lebih universal.

IMG_7102

IMG_6845

IMG_6859
Kompilasi bentuk Art Nouveau

Sejujurnya, pemahaman akan Art Nouveau baru benar benar gue mengerti setelah memasuki gedung museum Art Nouveau di kota Riga Latvia. Di dalamnya terdapat berbagai macam benda Art Nouveau dengan corak dan bentuk yang sangat mudah dipahami. Khas sekali. Untuk lebih memudahkan, bisa dilihat dari gambar gambar yang gue posting ya.

IMG_7101

IMG_6854
Detail Art Nouveaunya cantik banget. Sampai besi balkonnya juga bergaya Art Nouveau

Kota Riga lumayan terkenal memiliki banyak bangunan berarsitektur Art Nouveau. Setidaknya, 30 persen bangunan Art Noveau berdiri di pusat kota ini. Riga adalah “salah satu” kota yang  memiliki bangunan bergaya Art Nouveau terbanyak di Eropa. Terutama di dua kawasan jalan bernama Alberta dan Elizabetesyang mana kedua jalan ini pun akhirnya ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata di kota Riga.

IMG_6863

IMG_6856

Di kawasan jalan Alberta dan Elizabetes inilah, bisa dilihat betapa kuatnya pengaruh Art Nouveau terhadap arsitektur bangunan di pusat kota Riga dulunya. Sehingga tak heran, dari kedua jalan tersebut, tepatnya di kawasan Alberta, berdiri museum Art Nouveau, yang lagi lagi bangunannya juga bergaya Art Nouveau. Gue sangat merekomen museum ini. Cantik!

IMG_6819
Museum Art Nouveau. Di dalamnya cantik banget semua. Nuansa abad ke 19 sangat kental berasa. Karpet di lantai bermotif Art Nouveau, bingkai foto, semuanya detail menampilkan nuansa Art Nouveau
IMG_6812
Wallpaper Art Nouveau. Jaman sekarang pun motif ini masih dipakai
IMG_6832.jpg
Ini gue foto dari lantai dasar museum. Sebuah tangga di museum yang meliuk berbentuk lingkaran. Lengkap dengan liukan gambar gambar khas Art Nouveau. Sampai pagar besi di tangganya pun bermotif Art Nouveau

IMG_6834.jpg

Dalamnya penuh dengan benda benda yang sudah pasti bernuansa Art Nouveau. Mulai dari tangga museum yang meliuk dari bawah hingga atas, para pegawai yang berpakaian abad ke 19, peralatan rumah tangga, koleksi porcelain, duh bikin gemes.

IMG_6808
Berbagai koleksi porcelain yang aduh duh duh menggemaskan. Corak Art Nouveaunya beneran membuat kalap pengen nyolongin. Hahaha
IMG_6803
Nih, design Art Nouveau di salah satu tea cup porcelain

Dari sinilah gue baru menyadari, benda benda yang sering gue lihat di rumah, ternyata bagian dari Art Nouveau. Contoh kecil, seperti tea cup dan karpet motif bunga, pegangan besi pada laci atau pintu lemari dengan ukiran meliuk. Itu familiar banget kan.

IMG_6806
Hayoo, karpet motif gini familiar banget kan! Demikian juga dengan teko dan kotak kaleng di bawah ini. Penggemar barang antik pasti familiar dengan coraknya

Berada di dalam museum sempat membuat gue terheran, tepatnya katrok. Jadi pas melewati sebuah kaca, tiba tiba muncul seorang pria mengenakan jas, sambil berjalan. Muncul, berjalan dan menghadap ke depan kaca tepatnya.  Sambil bilang “selamat datang”.

IMG_6813

IMG_6823
Lemari dengan ukiran melengkung, tempat lilinnya juga. Akrab banget di mata model yang beginian. Gantungan lampu di bawah ini juga, mirip lampu lampu antik di keraton jawa

Awalnya gue berpikir, kok bisa pas banget sih timingnya ngomong selamat datang. Pas gue lewat pula. Nah, ga lama kemudian, masuk lagi turis lain. Eh, dia nongol lagi dong dan ngucapin kalimat yang sama. Si turis itu juga sama katroknya dengan gue, mereka juga terlihat kaget dan bingung. Alhasil kami jadi liat liatan. Hahaha.

IMG_6814
Hadeh, jatuh cinta dengan sofa ini. Motif Art Nouveaunya bagus banget. Dan taplak meja itu dong, motifnya akrab di mata. Emak gue dulu suka model taplak meja mirip kayak gini. Hahaha

IMG_6815

IMG_6818

Gue kurang tau pasti, sepertinya ada alat sensor di sekitar ruangan. Mungkin dipasang di dekat kaca. Daripada penasaran, gue pun mencoba melewati kaca itu lagi dan berdiri pas di depannya. Ehhh dia muncul dan lagi lagi bilang “selamat datang”. Tuh kan, kayaknya memang ada sensornya. Niat banget kan gue, sampai ngetes kayak gitu. Kurang katrok apa coba. Hahaha.

IMG_6811

IMG_6810

Demikian juga di ruangan lain, ada kaca yang kalau kita mendekat di jarak tertentu, muncul dua orang wanita berpakaian abad ke 19. Bergerak gerak. Jadi serasa nonton film horor Noni Belanda gitu deh. Hahaha.

IMG_6801

IMG_6796
Studio photo, kamera pas di atas pintu dan dinding dindingnya penuh dengan foto abad ke 19 hingga 20

Nah, di museum ini juga tersedia studio foto. Sederhana dan praktis. Dengan merogoh kocek 2 euro, kita sudah bisa memilih pakaian ala abad ke 19 lengkap dengan topi bulu bulu melambai manja. Tinggal ikuti petunjuk. Pertama scan barcot pembayaran di mesin yang tersedia, langsung duduk manis, dan……cekrek!

Otomatis kamera di atas dinding menyala. Udah deh, tinggal print. Dapat 4 buah foto. Satu foto bisa langsung di print di museum, dan tiga foto lainnya bisa di email ke alamat email yang kita sertakan. Mayanlah, buat seru seruan. Kalau mau beli souvenir bermotif Art Nouveau juga bisa. Seperti gambar di bawah ini.

IMG_6829
Souvenir bermotif Art Nouveau
IMG_6792
Museum Art Nouveau di jalan Alberta

To be Continued…

“Semua foto adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”