Ketika Rindu Sang Surya

Hidup di negeri Skandinavia, apalagi seperti desa gue yang letaknya mendekati bagian pertengahan Swedia, yang namanya salju dan suhu ngedrop sudah menjadi santapan sehari hari dikala musim dingin. Datangnya cepat, habisnya lamaaaaaa.

Negara lain masih roman romanan dengan daun maple, desa gue uda kedatangan salju. Ketiban yang lain sudah berhahahihi dengan spring, tempat gue masih aja memutih ceria.

Makanya tak ayal, kalau berbicara musim panas, otak gue uda bayangin matahari nempel di atas kepala terus. Dulu aja, kalau ngelihat bulek bejemur di pantai suka mikir, ngapai ya manggangin kulit panas panas. Sekarang baru benar benar taulah, merindukan matahari itu kaya apa rasanya.

IMG_4848

Musim Panas, Yaiiiiii!

Musim yang paling sempurna. Namanya saja sudah musim panas, tentu suhu udara di musim ini pun relatif lebih panas. Summer adalah musim yang mencukupkan kebutuhan sinar sang surya dibanding musim yang lain. Meskipun tidak sesempurna di wilayah tropis.

Bagi gue pribadi, summer artinya lebih bebas. Lebih bebas beraktifitas di luar rumah dalam kurun waktu yang relatif lama. Bebas keluar modal sendal jepit, kaos oblong, celana pendek, tank top bahkan nyeker pun bisa. Rasanya tubuh gue jauh lebih ringan dibawa melangkah. Tidak banyak printilan tebal yang nyangkut di badan. Meskipun di saat tertentu, kadang kadang gue masih mengenakan jaket. Jaket tipis tepatnya.

IMG_4801.JPG

IMG_4768

Summer juga merupakan musim yang bagi kebanyakan orang, digunakan sebagai ajang untuk berlibur. Cuti kerja sampai bulanan. Bahkan perusahaan pun lumayan banyak yang tidak aktif untuk beberapa minggu. Termasuk kantor suami.

Jelas saja, setelah kurang lebih enam bulan merasakan suhu dingin, minim sinar mentari, saatnya menikmati alam yang terang bahkan sampai malam menjelangMeskipun berlibur di saat summer ada ga enaknya. Manusianya buanyakkk banget. 

IMG_4850.jpg

Biasanya, Summer House menjadi salah satu pilihan tempat berlibur sebagian warga Swedia di musim panas. Selain itu, mobil Caravan juga semakin sering terlihat di musim ini. Seperti di jalanan, kawasan Camping bahkan sampai di tengah hutan. Tak sedikit tempat yang menyewakan lahan, khusus untuk Caravan.

IMG_4800.JPG
Kawasan Camp khusus caravan

Di saat summer, pemandangan alam bisa dibilang sempurna. Semua tumbuhan sudah mekar di musim ini. Beraneka rupa dan warna.  Tumbuh secara bergantian. Namun ada sisi jeleknya juga. Di musim panas, pertumbuhan tanaman sangat aktif. Jadi yang namanya rumput cepat banget meninggi. Harus sering di potong dengan mesin. Belum lagi yang namanya lebah bunga, nyamuk dan lalat lumayan sering muncul. Menimbulkan suara suara yang ga enak di telinga.

Cuma kalau melihat bunga bunga liar yang silih berganti bermunculan, baik itu di pinggir jalan, hutan, halaman atau lapangan luas, sukak! lihat aja foto di bawah, semuanya bunga liar. 

IMG_4790.JPG
Bunga liar Rallaros cakep banget ya

IMG_4783.JPG
Bunga liar Dandeloin

IMG_4764
Rumput liar

IMG_4804
Bunga liar Lupiner tumbuh dimana mana

IMG_4761
Rumput liar dengan bunga putihnya. Ada dimana mana

Ngegrill di halaman rumah, duduk bersama di kursi halaman, makan di luar, memasang payung, menjadi kegiatan yang wajib di saat musim panas. 

Di desa tempat gue tinggal, biasanya beberapa warga menikmati danau di sekitar desa, dengan menggunakan boat kecil sambil memancing. Jadi tidak heran, boat boat yang biasanya di saat winter bersandar di tepi danau, mulai dipakai di saat summer. 

IMG_4779.jpg
Ngegrill

IMG_4781.jpg
Ini yang gue rindu. Makan, ngerujak dan meneguk lemon tea dingin di halaman rumah. 

Ada satu kawasan yang tidak jauh dari desa gue tinggal, yang biasa dipakai sebagai tempat berenang. Layaknya sebuah pantai. Padahal bukan pantai sih.

Cuma kawasan ini memiliki hamparan pasir layaknya bibir pantai gitu. Jadi lumayan enak buat lenje lenje di atas pasir. Yang begini aja pun uda senang mereka. Hahahaha.

IMG_4760.JPG
Memancing di danau dengan menggunakan boat

IMG_4832.jpg
Danau di seberang desa. Tepinya mirip pantai, ada pasirnya. Kalau summer biasanya kami suka ke sini. Penting bisa santai kayak di pantai Bali…. hahaha

IMG_4795.JPG
Ya anggap saja di kuta…daripada benjol

IMG_4796.JPG
Gayaknya uda kayak di pantai beneran
Hal lain yang gue suka di saat summer adalah berkebun. Mulai dari nanam bunga dan sayuran. Hobby baru gue sejak stay di Swedia. Di musim panas, rata rata warga pada suka berkebun. Gue paling suka melihat buah apel bergantungan di pohonnya. Sudah lama pengen nanam apel. Cuma suami gue kurang antusias karena pertumbuhan apel di desa gue kurang bagus.

Apalagi ya….hmmmmm…..kawanan ternak! Pas lihat sapi, domba dan kuda lagi makan rumput gitu. Sukak! *Langsung nyanyi Desaku yang Kucinta.

Siapa yang hobby olahraga? Kalau gue angot angotan. Kadang rajin kadang malas. Apalagi pas winter (baca winter ala desa gue). Tapi kalau summer, gue lumayan rajin.  Hutan menjadi tempat yang wajib kami (gue dan suami) lewati jika berolahraga di musim panas. Berjalan kaki sambil berlari santai, atau juga bersepeda (walaupun naik sepedanya masih kagok gitu…hahaha). Enak banget loh. Lari di tengah alam yang udaranya bersih. Hening. Cuma ada barisan pinus dan danau. Gue cuma bisa mendengar langkah kaki dan napas gue, serta suara burung. Ahhh damailah.

IMG_4799

IMG_4787
Kegitan rutin setiap tahun. Beli bunga tahunan buat ditanam
IMG_4756.JPG
Menanam bunga

Dulu kalau nonton film, kan suka ada tuh adegan olahraga lari sendirian di hutan sepi. Kadang suka mikir, apa iya olahraga harus di tempat sepi kaya gitu? Apalagi kalau filmnya film murder. Yang ada suka mikir, ahhh dasar film, suka cari lokasi yang sengaja dibuat seram. 

Ehhhh, ternyata kehidupan kaya gitu benaran ada. Gue sudah mengalami sendiri. Hutan memang menjadi salah satu tempat favorite bulek kalau berolahraga. 

IMG_4809.JPG
Kalau summer biasanya gue dan suami suka jalan di sekitar hutan ini. Ada danau di sebelahnya. Favorite gue banget tempat ini. Sampai sampai banyakan berhenti buat foto foto daripada olahraganya. Hahaha

Memetik buah blueberry di hutan, juga merupakan salah satu kegiatan rutin gue dan suami di saat summer. Blueberry organik yang tumbuh liar dan banyak banget di sepanjang hutan. Gue bisa sepuasnya memetik blueberry di musim ini. Ga perlu beli mahal mahal. 

Menjalankan hobby photography di saat musim panas paling enak. Kenyang natural light. Hasil photo lebih maksimal. Mana objek photo juga lebih beraneka. Mulai dari landscape hingga bunga bunga. Dimana mana cetar menghijau. Ahhhh, pokoknya summer aku padamulah!

IMG_4806
Sapi. Binatang yang gue suka. Hanya di saat summer gue puas liatin mereka. 

IMG_4770
Warna hijau rumput di musim panas selalu membuat hati sejuk
IMG_4854.jpg
Domba
IMG_4762.JPG
Desa yang asri

IMG_4805
Paan seh foto foto akoh!

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia. 

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Pesta Bunga di Musim Semi

Bagi gue yang tinggal di negara empat musim, pergantian musim selalu memiliki warna dan keindahan yang berbeda. Tidak terkecuali dengan musim Semi (Spring). 

Tidaklah salah, jika pergantian musim dingin ke musim semi, gue sebut sebagai pergantian musim yang ditunggu. Excited.

Wajar, setelah berbulan bulan hidup dengan siang yang lebih pendek dan malam yang lebih panjang, sinar mentari yang terbatas, dingin yang tidak berkesudahan,  tidak ada  bunga, tidak ada rumput,  hanya pohon dan ranting  tanpa daun. Semua tanah tertutup oleh salju. Ditambah lagi suasana hening yang bebas dari kicauan burung.

Dan akhirnya, ketika matahari semakin rajin menampakkan wajahnya, hari demi hari pun semakin cerah dan terang. Salju mulai mencair. Air danau di sebelah rumah sudah mengalir seperti biasa. Tidak membeku lagi.

FullSizeRender (32).jpg

Rumput yang tadinya menguning perlahan berubah menjadi hijau muda. Pohon pohon mulai berdiri sempurna, memiliki tunas daun di bagian rantingnya. Dan yang lebih excited lagi, bunga bunga liar yang mungil dan beraneka warna mulai bermunculan dimana mana. Ahhh, rasanya awesome sekali. Penantian lama yang berujung indah 🌸🌺🌷

Ditambah lagi, keadaan hening yang sebelumnya meraja, mulai berasa ramai oleh kicauan burung, terutama di saat bangun pagi. Ya Tuhan, kedengarannya enak banget di telinga gue.

FullSizeRender (31).jpg

Bangun tidur jauh lebih bersemangat. Pokoknya bener bener menyenangkanlah. Mungkin karena gue tinggal di lingkungan pedesaan ya. Jadi berasa banget bedanya.

Di saat winter, gue memang bisa melihat burung, bahkan sengaja diberi makan supaya mereka tidak kelaparan. Tapi mereka tidak mengeluarkan kicauan, cuma makan. Keadaan alam yang berbeda inilah, yang selalu membuat gue tidak sabar menanti datangnya musim semi.  

Kalau boleh gue bilang,  musim semi bukanlah musim yang paling sempurna untuk mendapatkan hangatnya sinar matahari. Akan tetapi, di musim ini gue sudah merasakan suhu yang lumayan hangat dari hari ke hari. Sudah tidak terlalu dingin. Sudah tidak di bawah nol derajat celcius. Sudah tidak ada yang namanya minus 30an.

img_3092
Bunga liar di musim semi.
fullsizerender-31

Bahkan kadang, kalau cuaca bersahabat, gue bisa menikmati hari layaknya musim panas. Jaket yang gue pakai pun sudah berbeda. Tidak terlalu tebal. Demikian juga dengan sepatu, tidak perlu boots dengan lapisan bulu tebal di dalamnya. Setidaknya perintilan berat di badan gue lumayan ringan.

Biasanya alam akan memperlihatkan tanda tanda jika satu musim akan segera atau sudah berganti.
Tentu saja, semakin terbiasa, semakin lumayan mudah merasakan tanda tandanya. Satu bulan sebelum musim semi, tanda tanda sudah mulai kelihatan. Misalnya: 

  • Suhu udara relatif sudah tidak terlalu rendah.
  • Bongkahan salju di atap rumah mulai mencair, suaranya mirip rintik hujan. Tiik..tik..tik. Suka mendengarnya.
  • Memasuki April, biasanya suhu sudah berkisar diantara 5 sampai 11 Derajat Celcius. Namun, bukanlah jaminan suhu ini tidak akan berubah. Bulan April adalah bulan yang suka membuat terkecoh. Dari cuaca yang sangat cerah, tiba tiba berangin, mendung dan hujan. Kemudian cerah lagi, dan mendung lagi. Dan puncaknya, tanpa dimau, salju kembali turun dengan derasnya. Turun di saat sudah memasuki awal Spring. Rasanya dalam sehari bisa mengalami empat musim sekaligus. Tipikal cuaca di bulan April. Suka memberi harapan palsu. 
img_3067
Unggas liar di tepi danau sebelah rumah. Gue senang banget setiap mereka muncul.
  • Unggas liar mulai berdatangan ke lapangan rumput dan tepi danau di sebelah rumah. Kehadiran mereka selalu menjadi tanda mujarab jika musim semi sudah mulai tiba. Mendengar suara mereka, melihat mereka memakan rumput, berenang di danau, ihhh..sukalah!
img_3016
Burung Cuckoo. Selalu mengeluarkan suara Kuk..Kuk. Source: animal-dream.com
  • Sering mendengar suara burung Cuckoo. Kuk..kuk, mirip jam antik. Ternyata oleh penduduk desa gue, suara burung ini bisa dijadikan tanda, kalau musim semi mulai tiba. Jadi selama burung ini masih bersuara, artinya spring belum berakhir sempurna. 

img_3075
Bunga Lilja,  bunga musim semi di Swedia.

FullSizeRender (33).jpg
Siapa yang tidak senang, bunga mungil ini muncul begitu saja memenuhi rumput.
img_3052
Gue lupa namanya, ini juga menjadi salah satu jenis bunga yang mulai muncul di saat musim semi. Tapi bukan bunga liar.
Meskipun bulan April bisa disebut sebagai awal datangnya musim semi di banyak wilayah, desa gue malah relatif  telat. Ketika orang orang sudah menikmati mekarnya bunga dimana mana, gue harus sabar menikmati tanaman yang masih gersang dari sisa winter. Kalaupun ada bunga yang mekar, masih sedikit banget.  

Paling yang membuat gue senang adalah,   toko bunga dan supermarket mulai ramai menjual bunga tulip. Setiap melihat tulip, hati gue langsung merasa winter akan segara berakhir.

fullsizerender-33
Tulip. Selalu menghiasi meja rumah.

Dua tahun lalu, gue masih berkesempatan melihat bagaimana bunga tulip yang gue tanam tumbuh dan mekar pertama sekali di halaman rumah. Senang luar biasa. Sayangnya setelah itu, umbinya gue cabut semua. Pertumbuhannya tidak terlalu bagus di sekitar tempat tinggal gue. Masih terlalu dingin sepertinya. Kebanyakan gagal dan cuma sebagian saja yang berhasil tumbuh.

Buat gue, musim semi sama artinya dengan Pesta bunga dimulai! Bunga bunga mulai bermekaran. Baik itu yang sengaja ditanam maupun bunga bunga liar. Dan yang paling membuat gue takjub adalah, ketika melihat bunga bunga liar bermunculan dimana mana. Di tepi jalan, di hutan, di sela rumput, satu demi satu muncul silih berganti. Jumlahnya banyak!

fullsizerender-32
Bunga ini tumbuh di samping halaman kosong sebelah rumah. Akhirnya gue mencoba tanam di halaman depan rumah. Berhasil!
Uniknya lagi, rata rata bunga liar tersebut hanya bertahan dalam hitungan minggu. Kurang lebih seminggulah. Kemudian disusul jenis bunga liar yang lain. Bentuknya mungil mungil, warna beraneka ragam. Kuning, merah jambu, biru, ungu, putih. Setiap waktu, ada saja bunga baru yang muncul dari permukaan tanah. 

Sekalipun hanya bunga liar, tapi keindahannya tidak perlu diragukan. Mampu membuat mata segar. Rasanya excited banget setiap melihat pergantian jenis bunga yang muncul. Ciptaan Tuhan memang luar biasa. 

Bunga liar pertama yang muncul di sekitar tempat tinggal gue adalah Tussilago, bunga kecil berwarna kuning (seperti gambar di atas di sebelah bunga tulip). Bunga ini tumbuh secara berkelompok dalam jumlah yang lumayan banyak. Kemudian disusul oleh bunga liar lainnya, seperti Vitsippa, dan Liljekonvalj.

Vitsippa merupakan jenis bunga liar yang sangat identik dengan musim semi di daerah sekitar tempat tinggal gue. Warnanya putih, tumbuh subur memenuhi sepanjang jalan di depan hutan. Cantik sekali jika dilihat dari jauh. 

fullsizerender-34

fullsizerender-32
Vitsippa. Warna putihnya memenuhi jalanan di depan hutan dan jalan raya.
Sedangkan Liljekonvalj merupakan salah satu jenis bunga yang digemari di desa gue. Tumbuh liar di hutan. Sebagian warga dulunya sengaja mengambil bunga ini dari hutan, dan menanamnya di halaman rumah mereka. Bentuknya yang mungil dan aromanya yang harum, menjadikan Liljekonvalj sebagai bunga liar elite di saat musim semi.

Karena terlalu kecil dan mungil, Liljekonvalj cenderung tidak terlihat diantara rimbun daunnya yang tumbuh rapat. Mirip daun tulip. Dahulu, sebelum libur sekolah dimulai, anak anak suka memetik Liljekonvalj di hutan dan memberikannya kepada guru. Benar atau tidak, dibalik kecantikan dan keharumannya, konon katanya Liljekonvalj mengandung racun yang berbahaya.  

FullSizeRender (31).jpg
Liljekonvalj. Mungilnya seperti bunga melati. Harum.

Di saat musim semi, kegiatan menanam bunga di halaman sekitar rumah sudah bisa dimulai. Biasanya bunga yang di tanam adalah jenis bunga yang memang cocok untuk musim ini. Ada beberapa jenis bunga yang sangat identik dengan musim semi. Salah satunya adalah bunga Pansy.

Bunga dengan beragam warna mulai dari ungu, kuning, biru, merah jambu, coklat, dan putih. Seperti gambar di bawah ini.

Kelopaknya bunganya sangat lembut tapi lumayan kuat berada di suhu relatif dingin. Pansy hanya bertahan sampai di penghujung musim semi.

Ada satu tradisi di Swedia dalam menyambut musim semi. Nmanya Valborgsmässa. Tradisi ini serentak dilakukan di akhir bulan April. Dengan membakar ranting ranting kayu dalam jumlah yang banyak bahkan dalam ukuran yang sangat besar. Tradisi menyalakan api ini dimaknai sebagai berakhirnya musim dingin (winter) dan akan digantikan dengan musim yang lebih hangat dan lebih terang.

Setiap musim memiliki keindahan buat gue. Hidup di negara empat musim masing masing memiliki cerita sendiri. Hidup setiap waktu lebih bervariasi. Sadar atau tidak, ada perubahan yang ditunggu. Meskipun winter hanya memiliki salju, namun putih salju memberi kesempatan ke gue untuk bisa merasakan kehidupan layaknya di dalam cerita dongeng. Di Negeri Winter Wonderland. 

Dan cerita dongeng pun berganti menjadi sebuah musim, dengan suasana  yang lebih berwarna. Warna warni flora yang baru! Ciptaan Tuhan yang luar biasa.

Baidewai, musim semi masih beberapa bulan lagi, uda ga sabar aja nulis di blog. Hahaha. Tetap semangat!

fullsizerender-34

“Semua photo di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com.  Terkecuali ada keterangan tertentu”

Salam dari Mora, 

Dalarna, Swedia

 

fullsizerender-31

Kegiatan dan Hiburan di Saat Winter

Helo, ceritanya masih semangat nih cuap cuap tentang winter. Mumpung masih baru winternya, masih hot buat bahan tulisan. Sebelum hati lelah dan mulai letoi dengan keadaan, jadi dilibaskan aja sekarang. Hahaha.

Tidak bisa dipungkiri kalau winter adalah musim yang terberat dari sekian musim yang ada. Artinya di musim ini ada saat dimana aktivitas tidak sebebas musim yang lain. Contohnya di waktu summer, jika pengen ke halaman rumah, cukup dengan pakaian yang melekat di badan. Kasarnya nyeker pun bisa. Nah, kalau winter kan ga. Kudu jaketan, pakai boots, topi, macam macamlah. Ada hal yang lumayan ribet dikerjakan untuk sesuatu yang sebenarnya simpel. Belum lagi ketika suhu ngedrop, dinginnya asoy banget. Trus gelap dan malam pun terasa sangat panjang. Dan aktivitas sehari hari sebagian besar berjalan seperti biasa.

Namun meskipun begitu, bukan berarti winter ga ada manis manisnya. Pasti adalah. Malah beberapa kegiatan justru ditunggu tunggu ketika musim ini tiba. Kegiatan yang bisa dibilang hanya dilakukan di saat winter saja. Apa saja itu? Langsung aja, ini dia!

A. Bermain Snowscooter

Salah satu kegiatan yang lumayan menghibur di saat winter adalah bermain snowscooter. Setiap tahun gue dan suami rutin menikmati winter dengan benda yang satu ini. Dan untungnya di sebelah rumah ada lahan kosong yang lumayan luas. Sangat cocok buat muter muterin snowscooter. Selain itu, hutan juga bisa menjadi alternatif lain untuk memainkan kendaraan salju ini. Dan itu asik banget.  Apalagi ketika bongkahan salju nempel diantara ranting pinus, diantara jarak pohon yang lumayan berdekatan. Adventurenya berasa banget. Seru!

img_4124

Bermain Snowscooter tidak boleh asal main jeplak. Namanya aktivitas di luar ya. Yang selain dingin, waktunya pun lumayan lama. Apalagi jika tempatnya lumayan jauh  dari rumah. Seperti di hutan misalnya. Wajib mempersiapkan segala keperluan dan printilan winternya. Mulai dari perlengkapan di badan, cek mesin sampai handphone pun harus dibawa. Sudah tidak boleh memakai jeans, kaga mempan lagi. Sudah harus berbahan outdoor khusus. Mengapa? Karena yang namanya apes, datangnya ga pernah diduga.

Sebagai contoh misalnya, pernah ada kejadian (sampai masuk berita tv), ketika seorang ayah dan anak bermain snowscooter di hutan. Sepertinya mereka tidak begitu hapal medannya, kehilangan arah dan akhirnya nyasar. Hitungannya sampai 24 jam lebih kalau ga salah mereka di hutan. Untungnya pas ditemukan keduanya selamat. Itulah sebabnya perlengkapan pakaian sangat penting diperhatikan. Ga bisa pakai yang abal abal lagi. Setidaknya membantu menjaga badan agar tetap terjaga kehangatannya. Kebayang kan berada di hutan  selama 24 jam lebih. Di saat winter pula.

IMG_4117.JPG
Late winter tahun lalu, trip ke sebuah area pegunungan di Dalarna. Tapi jangan bayangin seperti gunung di Indonesia ya. Meskipun begitu, tetap aja membuat gue speechless. Serasa bukan di atas gunung.  Seperti di padang datar berwarna putih. Salju semua dan sangat silau. 

Makanya disarankan, jika bermain snowscooter alangkah baiknya jangan sendiri, sebisa mungkin berdua atau berkelompok. Dan bermainlah di kawasan yang memang khusus diperuntukkan untuk itu. Karena jalur dan tanda tanda jalannya sudah jelas.

Kalau pun harus bermain di hutan, seperti gue dan suami misalnya, dipastikan karena sudah menguasai betul lokasi hutannya. Dan hutan yang kami jalani pun memang hutan yang berada di sekitar desa. Namun bukan berarti jadi anggap remeh ya. Yang namanya mesin, pakaian dan handphone tetap harus diperhatikan dan dipersiapkan baik baik.

Seperti yang gue bilang di atas, bermain snowscooter untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, misalnya ke puncak gunung, sebisa mungkin berbarengan dengan teman yang lain. Selain lebih seru, lebih aman juga. Biasanya jika yang satu sudah melaju lebih jauh, dan teman di belakang dirasa kok tidak muncul muncul, pasti mereka akan menghentikan snowscooternya. Dan jika masih tidak nongol juga, mereka pun akan muter balik untuk mencari tau ada apa. Standard bermainnya memang sudah seperti itu.  Karena sekalipun sudah dipersiapkan dengan matang, yang namanya mesin bisa saja mogok. Pun kemungkinan salah melihat jalur jalan. Karena areanya luas banget kan.

IMG_4126.JPG
Aslinya ketika berdiri di salah satu puncak gunung ini, rasanya Oh My God. Landscapenya luas banget. Cuma ada gunung dan berjuta pohon.
img_3887
Istirahat sambil bakar sosis. Bakar sosis di atas salju itu rasanya sesuatu sekali …hahaha

Bermain snowscooter harus menunggu salju benar benar padat dan agak tebal. Agar Snowscooter bisa berjalan mulus dan cepat, dan tidak merusak mesinnya juga. Sebagai hiburan di saat winter, tidak sedikit pebisnis yang menyewakan kendaraan ini. Jadi bagi yang tidak memiliki snowscooter, bisa tetap having fun. Beberapa wilayah pegunungan dijadikan tempat khusus bermain snowscooter. Dikelola secara profesional, lengkap dengan rambu rambu jalannya. Jalur mana yang boleh dilewati dan mana yang tidak boleh. Seperti gambar di atas.

img_4130
Bermain Snowscooter
IMG_4121.JPG
Lenjeh lenjehnya bukan di sofa. Melainkan di atas danau yang membeku. Keren yak! Hahahah. Gue sempat tertidur. Tapi sebentara aja dan rasanya enak banget.  Tetangga  ampe mendengkur. Gue ga bisa jelasin rasanya gimana. Yang pasti karena waktu itu sudah late winter, jadi tidak terlalu berasa dingin. Jaket aja sempat gue buka. Soalnya matahari terik banget dan rasanya dekat banget ke atas kepala. 

Ketika matahari cerah, tidak sedikit yang menghentikan snowscooter untuk sekedar istirahat. Bahkan sampai rebahan di atas salju. Berjemur! Gue pertama ngelihat sampai terheran heran. Ternyata bukan cuma di pantai, di salju pun hayo aja selagi matahari bersinar oke. Kemungkin karena kawasan pegunungan, jadi matahari berasa dekat banget. Dan memang waktu itu sekitar pertengahan bulan April. Aroma musim semi sudah mulai berasa. Meskipun di atas gunung ketebalan saljunya masih ganas aja.

img_3894
Gue pengen balik lagi ke sini. Jika ingin merasakan nuansa Mount Everest tanpa harus letih mendaki, tempat ini adalah salah satunya. Awan dan matahari serasa dekat banget. Seperti bisa digapai pakai tangan.  Indah banget! Kalau yang di bawah ini, adalah foto ketika gue bermain snowscooter di halaman kosong sebelah rumah dan juga di sekitar hutan dekat desa

Selain untuk hiburan di atas, Snowcooter juga dipakai sebagai alat bantu transportasi sehari hari di saat winter. Misalnya dari rumah ke hutan ataupun sebaliknya. Karena di saat jalanan dilapisi salju tebal, mengendarai snowscooter menjadi pilihan yang tepat, karena kendaraan ini mampu berjalan di atas salju tebal dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan di atas danau membeku sekalipun, lajunya tetap oke.

B. Memancing Ikan

Dulu suka bingung, kok dingin dingin pada betah memancing sih? Tapi memang begitulah  kebiasaan orang di saat winter. Apalagi jika matahari bersinar sedikit centil, danau beku menjadi salah satu tujuan pelipur lara. Menurut gue, point utamanya sih bukan harus mendapatkan ikan,  karena memancing di atas air yang membeku, tidaklah sama dengan memancing di air biasa, sensasinya beda. Kebayang kan memancing dan duduk di atas danau. Frozen lake!

IMG_2809.JPG
Gue, memancing ikan di atas danau. Danau membeku tepatnya. 
img_3903
Memancing ikan di atas danau membeku

This slideshow requires JavaScript.

Dan uniknya lagi, sambil memancing mereka menyalakan kayu bakar. Bahkan  memanggang sosis. Meminum kopi dan ngemil.  Gue juga baru tau setelah melihat dan merasakan sendiri sensasinya. Dan tentunya menjadi pengalaman baru buat gue. Walaupun gue belum paham banget dimana nikmatnya. Berasa excited aja ketika tau kalau gue duduk layaknya di atas tanah, bukan di atas danau. Yuhuii!

IMG_4133.JPG
Orang orang yang duduk memancing

Danau yang bisa dijadikan tempat memancing haruslah danau yang tingkat ketebalan bekunya benar benar aman. Seperti danau yang kami kunjungi, bekuan esnya kurang lebih mencapai 2 meter. Dibutuhkan bor untuk membuat lubang kecil, agar tali pancing bisa masuk ke dalam danau. Dan satu hal, ketika selesai memancing, wajib membersihkan area danau dari benda benda yang membuat kotor.

C. Bermain Kick Sled (Spark Winter)

Kick Sled (Spark Winter) merupakan alat transportasi kayu yang masih dipakai di desa gue. Agar tidak mudah terjatuh atau terpeleset, kick sled dipakai ketika berjalan di atas salju atau es yang licin. Istilahnya ada benda yang dijadikan peganganlah ketika berjalan. Kick Sled bisa juga disebut sepedanya musim dingin. Tinggal mengayuh salah satu kaki, maka Kick Sled bisa meluncur cepat, tanpa harus bersusah payah berjalan di atas es yang licin. Bisa lihat video di bawah ini ya. Lumayan seru sih.

Cuma kalau belum terbiasa seperti gue, pertama make berasa tegang sendiri. Sampai sekarang pun masih sih. Takut ga bisa mengendalikan licinnya es. Yang ada malah terjungkal. Hahaha. Tapi pada prinsipnya asik banget kok kalau berhasil meluncur.

D. Membuat Snowman

Si manusia salju yang menjadi cerita klasik di saat winter. Iconic banget. Rasanya sayang aja gitu, di saat winter tidak membuat snowman. Dan tentunya dengan tangan sendiri. Membuat snowman gampang banget. Tinggal ambil sekepal salju, lalu gulung gulung di atas permukaan salju. Dalam hitungan detik akan berubah menjadi bulatan salju yang besar. Idealnya sih ketika membuat snowman, suhu harus di atas nol derajat. Karena di suhu yang tidak minus, biasanya salju memiliki kandungan air. Tidak terlalu kering dan ringan. Jadi bisa dibentuk. Berikut Video singkat ketika gue membuat snowman.

img_4152

E. Bermain Ski

Selain Hockey, bermain Ski merupakan olahraga musim dingin terfavorite di Swedia. Sepakbola kalah pamor dengan kedua olahraga ini. Di saat winter banyak diselenggarakan pertandingan ski berskala nasional maupun internasional. Bahkan beberapa kawasan wisata justru ramainya malah di musim dingin, karena dipenuhi para penggila olahraga yang satu ini.

img_4176
Restoran di atas pegunungan
img_4178
Di dalam restoran. Suasananya membuat perasaan langsung hangat
IMG_4173.JPG
Barisan cablecar menuju puncak gunung. Restorannya terlihat unik ya. Foto gue zoom. Aslinya jauh banget
img_4169
Gue foto ketika berada di atas cablecar
img_4204
Di atas cable car. Asik asik menegangkan
img_4180
Kawasan puncak, area bermain ski
IMG_4168.JPG
Pengen bisa main ski. Tapi malas latihannya hahahha

Gue lumayan suka mengunjungi wisata bermain ski. Bukan karena mahir bermain ski, melainkan karena pemandangan alamnya bagus bagus. Dan biasanya, tempat seperti ini selalu memiliki restoran di puncak gunung. Gue suka aja makan di restoran kaya gini. seru aja rasanya. Apalagi untuk bisa sampai ke atas, harus menggunakan cable car. Sedikit menegangkan.  Berada di ketinggian dengan kaki menggantung. Dingin pula! Tapi  percaya deh. Puas melihat landscapenya.

F. Menyalakan Lilin

Gue suka banget lilin. Menyalakan lilin di saat winter lumayan sering gue lakukan. Dan bukan hanya gue aja sih, menyalakan lilin di saat winter merupakan kegiatan yang wajar. Filosofinya sih sederhana saja. Winter itu gelap dan dingin. Lilin itu memberi cahaya dan kehangatan. Ketika melihat cahaya lilin,  itu berasa tidak hanya menimbulkan perasaan hangat saja, tapi juga membuat suasana menjadi lebih relax. Di tempat gue, biasanya lilin dipasang di dalam, teras atau halaman rumah.

IMG_4185.JPG

fullsizerender

Jika sebuah rumah memasang lilin di sekitar halaman atau teras, biasanya mereka sedang kedatangan tamu/acara makan malam bersama. Dengan memasang lilin, setidaknya orang lain akan tahu dan mengerti, kalau si pemilik rumah sebaiknya jangan diganggu (bertamu tanpa janjian maksudnya).

Namun tidak selamanya menyalakan lilin di luar rumah diartikan sebagai tanda kalau si pemilik rumah sedang menunggu tamu. Melainkan bertujuan untuk sekedar memberi nuansa yang lebih indah di sekitar luar rumah. Biasanya lilin seperti ini digantung atau dibuat di meja teras dalam ukuran yang lumayan kecil.

IMG_4313.JPG
Biasanya kalau memasang lilin dan ditempatkan di tempat lilin seperti ini, dan diletakin di depan teras rumah, menandakan yang punya rumah lagi kedatangan tamu. Meskipun tidak selamanya juga benar. Contohnya gue, ada ga ada tamu sering gue pasang. Habis gue suka banget dengan lilin. Hahaha

G. Mengeluarkan Perlengkapan Winter

Perlengkapan winter maksudnya di sini seperti jaket, baniehat, long john, kaos kaki, slippers, syal, sarung tangan, boots, sampai celana panjang khusus outdoor. Ketika winter tiba, perlengkapan di atas gue keluarin dari dalam lemari. Untuk jaket gue gantung di gantungan, boots di rak sepatu, sedangkan kaos kaki, long john, baniehat, slippers, sarung tangan, gue keluarin sebagian. Gue masukin ke dalam satu box, sesuai kebutuhan gue aja.

Semua perlengkapan di atas gue taruh di ruangan dekat pintu utama (pintu keluar masuk rumah), dan semuanya disusun saling berdekatan. Jadi jika butuh tidak perlu lagi masuk ke kamar. Atau tidak ada istilah, kaos kaki gue mana, sarung tangan gue dimana? karena semua ditempatkan di ruangan yang sama. Sekalipun dalam kondisi buru buru, uda gampang.

Begitupun ketika pulang ke rumah, buka pintu dan langsung buka boots, jaket, hat, sarung tangan, dan letakin ke tempat masing masing  tanpa harus nenteng jauh jauh ke ruangan lain. Tipikal rumah di Swedia sepertinya kebanyakan seperti ini. Gantungan jaket dan rak sepatu selalu berada di dekat pintu masuk rumah.

Semua perlengkapan di atas bisa dibilang pahlawan di saat winter. Karena tanpa mereka mungkin gue dan orang lain akan merasakan kedinginan yang luar biasa. Ga kebayang kalau sampai di suhu minus ga pakai jaket atau boots. Frozen tra la laNamun  perlengkapan ini jugalah yang kadang membuat bete, malas makenya. Rasanya ribet banget di badan. Berlapis lapis dan tiba tiba merasa bobot badan bertambah berat. Gerrrrr.

img_4236
Biasanya perlengkapan yang kira kira gue perlukan, gue buat di dalam satu box kaya gini. Jadi nyarinya gampang. Kalau mau diganti tinggal ambil aja dari lemari utama

Suhu di saat winter tidak selamanya sama. Bisa berubah ubah. Tapi secara keseluruhan dinginnya tetap berasa. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap perlengkapan winter yang digunakan. Biasanya jika suhu berada diantara 0 sampai dengan 5 derajat celcius, gue masih mengenakan jaket biasa. No sarung tangan. Ga pakai hat pun masih kuat. Apalagi long john no way…hahaha.

IMG_4228.JPG
Sweeter seperti ini gue pakai kalau benar benar dingin. Kalau ga ya ngendap di lemari. Sebagian besar berbahan wool.

Berbeda ketika suhu di bawah nol alias minus, barulah gue memakai jaket hangat, kebanyakan terbuat dari bulu murni seperti bulu angsa. Pengalaman gue sih, jaket berbahan bulu angsa itu lumayan stabil ya. Artinya jaketnya bisa beradaptasi dengan suhu sekitar. Di -2 oke, di -24 bukan berarti jadi kurang hangat. Atau jika di -24 oke bukan berarti di -2 jadi kepanasan makenya. Uda gitu, di badan rasanya tidak terlalu berat. Ga berasa kaya robot makenya. So, meskipun wilayah Dalarna (terutama desa gue) lumayan kejam di saat winter, secara keseluruhan, jaket yang gue pakai selama musim dingin itu tidak ada yang terlalu heboh.

Kecuali kalau gue melakukan aktivitas lebih lama di luar rumah, seperti bermain snowscooter seharian ke gunung, barulah gue memakai jaket khusus. Gue cuma punya satu satunya jenis jaket begini. Terbuat dari bulu angsa juga, tapi dibuat lebih tebal lagi. Berasa kaya robot makenya. Bentuknya seperti gambar di bawah ini, jaket berwarna hijau.

img_3771
Di saat winter yang namanya tetap terlihat menarik bolehlah. Misalnya di saat undangan dinner, acara formil/party, gue biasanya memakai coat berbahan wool. Bagian dalamnya juga dibuat semanis mungkin tapi  tetap hangat dipakai. Demikian juga dengan boots, gue memilih yang bahannya hangat tapi tetap terlihat menarik. Jadi meskipun winter masih bisalah gaya gaya dikit.

Perlengkapan winter yang nempel di badan lumayan berlapis. Jadi wajar suka bikin bete. Kalau suhu ngedrop banget, biasanya untuk bagian badan atas, gue memakai sweeter berbahan wool. Kalau tidak terlalu dingin cukup sweeter tipis. Lalu bagian kaki dan paha memakai long john, dilapisi kaos kaki lagi. Kaos kaki juga bervariasi, bisa katun biasa dan bisa berbahan wool, tergantung suhu.

Kemudian barulah memakai jeans. Tapi sekiranya aktivitas di luar rumah lama banget, celana jeans sudah tidak layak dipakai lagi, karena lumayan menyerap dingin. Jadi sudah harus memakai celana khusus outdoor yang tidak menyerap dingin.

Lanjut memakai boots (dalamnya wajib berbulu). Trus jika diperlukan, gue tambahkan lagi alas kaki  berbahan wool ke dalam boots. Biar makin hangat. Baru badan ditutup jaket. Biar lebih dasyat lagi, lilitkan syal dileher. Dan kepala di tutup hatbanie. Bisa bayangin kan rempongnya. Hahahaha.

Pertama datang ke Swedia, tepatnya ketika berada di Stockholm, waktu itu kalau tidak salah suhunya cuma 2 derajat celcius. Tapi gue udah minta ampun kedinginan. Sampai sampai penampilan gue heboh banget. Muka gue tutup syal, uda kaya ninja! Sampai supir taxi nanya suami, apakah gue baik baik saja atau sedang sakit. Dan begitu suami bilang gue kedinginan, sambil tertawa pak supir bilang 2 derajat celcius itu tidak ada apa apanya. Its nothing! Dan semakin ke sini, memang benarlah adanya. Boro boro dua  decel, minus 32 aja sudah gue rasakan. *kepalkan lengan tangan*

H. Membakar Kayu Untuk Pemanas Ruangan

Kegiatan ini bisa dibilang rutin setiap hari gue lakukan di saat winter. Sebenarnya di musim panas pun gue tetap membakar kayu, tapi kuantitasnya hanya sekali 2 hari. Hanya untuk pemanas air. Itupun paling 1 keranjang doang. Berbeda di saat winter, kuantitas membakar kayu bisa melonjak menjadi  tiga kali dalam sehari. Bahkan bisa 4 kali sehari kalau suhunya mencapai minus 24 lebih. Dan sekali membakar bisa habis 3 keranjang.

IMG_4190.JPG
Kayu bakar di gudang rumah gue. Motonya cuma dari pintu doang.
img_4184
Gudang kecil milik warga desa. Biasanya kalau kebutuhan kayunya sedikit begini, karena rumah hanya ditempati di saat summer saja. Atau si pemlik rumah sudah terlalu tua dan lebih banyak menggunakan listrik untuk pemanas ruangan. Urusan bayar listrik yang mahal ditanggung sendiri. Hahaha

Rumah gue membutuhkan kurang lebih 30 kubik kayu pertahunnya. Memenuhi satu gudang setinggi 3 meter berukuran 3×5 meter.  Salah satu teman di blog, Deny, sempat bertanya, bagaimana keseimbangan pertumbuhan kayu di hutan dengan jumlah pemakaian kayu bakar? Apakah persediaan kayunya tetap cukup, mengingat rata rata warga di desa gue, menghabiskan kayu bakar dalam jumlah yang lumayan banyak setiap tahunnya.

Jawabannya adalah  sangat sangat cukup. Jangankan untuk kayu bakar, dijual ke company pun bisa. Menjadi income warga desa. Karena bisnis utama di desa gue ya jual beli kayu. Walaupun kuantitas jual belinya tidak sering ya. Sebagai contoh, rumah gue menghabiskan 30 kubik kayu pertahun, sementara properti hutan per keluarga bisa mencapai 25-30 ribu kubik. Dan setiap tahunnya, kayu akan mengalami pertumbuhan kurang lebih sebanyak 500 kubik.  Jika harus dibandingkan dengan luas dan perkembangan pertumbuhan satuan kubik kayu setiap tahunnya, pemakaian kayu bakar bisa dibilang nothing. Karena pemakaian kayu tidak dilihat dari jumlah pohonnya, melainkan per satuan kubik kayunya (nulisnya sok mahir banget tentang dunia perkayuan, padahal pak suami yang jelasin dan gue cuma ngetik doang…hahhaha)

I. Membersihkan Salju 

Ini kegiatan yang wajib dilakukan di saat winter. Membersihkan salju. Kalau tidak ya alamat terkurung di dalam rumah. Ga semuanya sih dibersihkan, hanya titik lokasi sekitar halaman yang biasa dilewati saja. Misalnya jalanan di depan teras menuju mobil, gudang dan jalur keluar masuk mobil. Jadi tanah yang tidak dilewati ga perlu dibersihkan. Ga masalah mau setinggi apapun. Toh ga dilewati juga. Dan yang pasti, nantinya tumpukan salju akan mencair dengan sendirinya.

IMG_4193.JPG
Traktor sahabat sejati suami di setiap musim. Termasuk di saat winter

Jika salju turun, bukan lantas harus dibersihkan. Selama masih tipis (ketebalannya belum menggangu) dan aman dilewati, ya tidak perlu dibersihkan. Apalagi jika suhu tidak terlalu rendah, kemungkinan salju akan cepat mencair. Untuk membersihkan salju biasanya suami menggunakan traktor. Lebih cepat dan lebih rapi hasilnya. Alat sodok manual hanya dipakai di area kecil, seperti depan teras. Sedangkan untuk jalanan umum di sekitar desa, petugas pemerintah daerah sudah siap untuk itu. Begitu salju turun, mereka tau kapan akan datang. Jadi jalanan tetap aman bisa dilewati.

J. Memberi Makan Burung Liar

Ketika winter, pohon pohon sebagian besar tidak memiliki daun. Ga ada yang namanya buah, bunga, biji bijian atau apalah yang bisa dimakan burung. Meskipun ada yang bisa mereka makan, mungkin sangat sangat terbatas. Hal inilah yang membuat beberapa warga di desa gue punya kebiasaan memberi makan burung liar.

Tempat makanan burung digantung di pohon atau jendela luar rumah. Lumayan sih, kalau gue duduk di meja dapur, suka aja melihat burung burung liar terbang, hinggap dan makan. Rasanya damai banget bisa melihat burung burung ini sangat jelas dari kaca jendela. Kalau dulu di Jakarta, boro boro melihat burung, suaranya aja kaga pernah gue dengar. Makanya bisa  melihat dengan jelas seperti ini rasanya nikmat banget. Gpplah harus mengeluarkan budget khusus perbulan untuk mereka. Mereka senang, gue pun senang.

Satu hal yang sampai sekarang belum terealisasi, gue pengen merasakan Dogsledding. Seru kayanya ya. Walaupun sedikit takut lihat muka anjingnya. Hahaha. Kurang lebih gitu deh kegiatan kegiatan di saat winter. Mudah mudahan  bacanya ga ngebosenin ya.

Kalau pengen melihat gue bermain snowscooter bisa klik di https://youtu.be/MfSlPxgmfx4

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin dari penulis”

Winter di Swedia (Dalarna)

Wah…sudah winter lagi aja. Padahal belum juga  lama menyimpan perlengkapan winter ke dalam lemari, ehhh…sekarang sudah dikeluarin lagi. How fast the time flies!

By the way, tahun ini winter manis banget ke gue. Sukses membuat gue terkesima. Momennya pas banget. Ceritanya pagi itu gue terbangun. Dan seperti biasa di saat bangun, yang pertama gue lakukan adalah mengutak atik  handphone dan  melihat instagram. Biasalah, setiap awal bulan suka banyak yang memposting quote selamat datang atas pergantian bulan, contohnya seperti “Welcome November”. 

Ternyata sudah bulan November sekarang. Bulan yang gue kurang suka sebenarnya. Dan sampai akhirnya, gue bukalah gorden jendela kamar. Meskipun bukan winter pertama buat gue, tapi tetap aja berhasil membuat terpana. Salju turun!

Dan selalu begitu setiap hari pertama turun salju, selalu ada perasaan gimana gitu. Dan tahun ini apalagi, datangnya tepat di tanggal 1 November, di saat orang orang ramai menulis Welcome November, ehhh gue malah kedatangan salju. Di pagi hari pula. Itu rasanya gimana ya. Seperti terbangun di negeri lain. Halah!

IMG_3310 (1).JPG
1 November, bangun, dan melihat ini dari jendela kamar

Sebenarnya gue lumayan sering mengeluhkan November. Bulan yang penuh kegelapan bagi gue. Dan pagi itu sepertinya November hendak menjalain menjalin pertemanan dengan memberi kejutan tepat di awal kedatangannya. Dan sampai sekarang pun, ketika gue menulis tulisan ini, salju masih sering turun (walaupun tidak terlalu deras).

img_2876
My Winter Wonderland (tahun lalu)
IMG_2873.JPG
My Winter Wonderland (tahun ini)

Lantas mengapa gue kurang menyukai bulan November? Sebenarnya bukan hanya gue, suami dan warga di desa gue juga kurang suka kehidupan di bulan ini. November ibarat mandi gelap. Matahari ampun ampunan pelitnya. Kebanyakan mendung. Sekalinya matahari bersinar cerah, itu rasanya senang luar biasa.

Di bulan November, siang hari mulai terasa sangat pendek. Tidur gelap dan bangun pun masih gelap. Suka terkecoh dengan waktu. Berasa pukul sembilan malam ga taunya baru pukul setengah enam sore. Rasanya malam menjadi panjang sekali. Keadaan ini berlangsung sampai berbulan. Meskipun tingkat kegelapannya berangsur angsur akan berkurang sampai menjelang musim semi tiba.

Pokoknya buat gue, November adalah bulan permulaan. Dimana  setiap tahunnya, harus beradaptasi kembali dengan panjangnya malam dan pendeknya siang.

IMG_3284.JPG
Winter tahun lalu, no White Christmas. Tapi seminggu setelah natal, salju pun turun. 

Gue tidak bisa membayangkan kehidupan di Kiruna sana (daerah paling utara Swedia), dimana hari sebagian besar dihabiskan tanpa siang. Terlebih di saat Polar Night, 24 jam lebih mengalami kegelapan. Bangun, makan, ngantor, ke sekolah, sampai kembali tidur, terus gelap.

Tapi meskipun begitu, gue punya impian bisa mengunjungi Kiruna di saat winter. Pengen tau liburan tanpa matahari itu kuat ga. Sekalian melihat aurora, sapa tau rejeki kan. Amin

IMG_2825.JPG
Sebuah desa, desa gue!!!

Meskipun bukan bulan yang tergelap, namun November bisa dibilang awal membiasakan diri dengan suasana yang benar benar gelap dan malam yang lebih panjang.  

Di bulan ini, salju biasanya angot angotan turun. Tanpa salju, suasana gelap akan berasa semakin gelap. Seperti yang gue tulis di atas, suka ga suka, warga desa gue lebih memilih salju turun di bulan November. Karena warna putih salju mampu memberi efek lumayan terang.

img_3048
Ketika rumah serasa berada di atas langit

img_2815

Meskipun Polar Night (hari yang paling gelap di tahun berlangsung) terjadi di bulan Desember, bisa dibilang bulan ini adalah bulannya musim dingin. Sekalipun sangat gelap tapi tidak membosankan seperti bulan November. 


Winter selalu identik dengan salju dan suasana natal. Dan tentunya jauh lebih menyenangkan. Banyak kegiatan menarik di bulan ini. Desember memberi kesempatan gue untuk bisa merasakan suasana White Christmas. 


Apalagi Swedia masih menjalankan tradisi Minggu Advendimana hampir setiap rumah, gedung perkantoran, toko toko dan rumah sakit, memasang lampu adven berbentuk lilin di setiap jendela. Sehingga ketika berjalan atau berada di dalam mobil, cahaya lampu ini bisa dilihat dari setiap jendela bangunan. 

img_3429
Gue foto tanggal 11 November 2016. Surprise banget, matahari sangat cerah. November tahun ini kayanya asik deh. 
IMG_2866.JPG
Winter tahun lalu
img_2823
Winter tahun lalu. Ini sebuah summer house di tengah hutan. Beneran kaya cerita dongeng deh ahhh

Di propinsi Dalarna, tradisi menyalakan lampu adven di Minggu Adven masih dijalankan dengan baik. Serentak  dipasang di minggu pertama bulan Desember. Akibatnya suasana di bulan Desember jadi lebih bersinar.


Belum lagi cahaya lampu lampu yang dililitkan pada pohon pinus, yang sengaja di tempatkan di halaman rumah dalam rangka menyambut natal. Ditambah lagi jika ada saljunya, makin klop. Negeri dongeng Winter Wonderland. Cantik!

Selain itu, masih ada tradisi lain seperti perayaan Santa Lucia, Julbord, sampai konser natal. Belum lagi hunting christmas tree ke hutan, dibawa pulang dan dihias dengan pernak pernik santa. Seru. Inilah alasan mengapa gue menyukai Desember.

img_2863

Di tempat gue, musim dingin yang lumayan berat biasanya jatuh di bulan Januari. Selain dingin yang menusuk tulang, salju juga turun sangat deras. Ketebalannya bisa mencapai paha. Apalagi di tempat tempat yang memang saljunya dibiarkan dan tidak dibersihkan, bisa lebih tebal.

img_3374
Winter 2016
IMG_3368.JPG
Ketika salju menjadi kembang gula hahaha
img_3022
Narnia !!!!
img_2868
Winter 2015
IMG_2998.JPG
Sunset di saat winter itu indah banget. Perpaduan cahaya redup mentari dan salju 
IMG_3423.JPG
Winter 2016. Salju mulai menutupi permukaan danau. Dan nantinya danau ini akan membeku
IMG_3424.JPG
Winter 2016.  Salju di atas danau
IMG_3420.JPG
Winter 2016. Tepatnya tanggal 11 November 2016. Indah sekali ketika matahari luar biasa cerah. Cintahhhh bulan November tahun ini
img_2830
Danau yang sudah membeku. Ketebalan es kurang lebih dua meter. Sehingga berjalan dan bermain snowscooter tidak masalah di atas danau ini. Gue sudah mencobanya. Sungguh menyenangkan. Selain bermain snowscooter, kegiatan lain di atas danau membeku biasanya memancing ikan. Lebih lengkapnya akan gue tulis di tulisan berikutnya

Musim dingin mulai membosankan dan membuat gerah ketika mendekati musim semi. Rasanya lama banget ga habis habis saljunya. Apalagi kepala sudah mulai dicekoki dengan bunga bunga liar. Itu jenuhnya berasa banget.

Melihat jaket boot pengen cepat cepat diungsikan ke lemari. Parahnya lagi nih, ketika salju sudah mulai mencair dan hilang dari permukaan tanah, suka kepedean kalau winter sudah usai. Eh…tiba tiba saljunya nongol lagi dan ga tanggung tanggung, deras banget.

Dalam hitungan jam sekitar halaman kembali memutih. Dan itu pernah terjadi, di saat beberapa negara sudah menari nari dengan musim semi. Ihhh memble banget rasanya.

img_2801
Winter 2015

Swedia termasuk salah satu negara yang mengalami musim dingin lumayan berat dibanding beberapa negara Eropa lainnya. Apalagi  di bagian utaranya, bisa dibilang ekstrem.

Ketika negara lain masih bisa menikmati suhu yang tidak terlalu dingin atau masih menikmati indahnya warna warni daun maple, di tempat gue malah uda saljuan. Di saat negara lain suhu udara berkisar di atas nol derajat celcius, di tempat gue sudah minus 9 derajat celcius.

Sekitar 25 tahun yang lalu, suami gue pernah merasakan minus 41 derajat celcius. Sekali seumur hidup kata dia. Dan gue berharap mudah mudahan jangan terulang lagi. Menurut suami, wajahnya susah digerakin dan terasa sangat kaku ketika berada di luar rumah. Walaupun cuma hitungan menit. Seram.

img_3054
Winter 2014 di daerah Sälen Dalarna. Ketebatalan saljunya sungguh parah. Lihat saja pohon itu sudah seperti kapas. Haha
img_2997
Masih dari Sälen Dalarna tahun 2014

Sedangkan gue, terakhir kalinya merasakan suhu yang sangat frontal sekitar tahun lalu. Mencapai minus 32 derajat celcius. Untungnya keadaan ini hanya berlangsung 2 atau 3 hari saja. Benar benar kondisi yang lumayan berat. Mood jelek. Hidung gue sensitif berdarah. Bawaannya malas banget. Keluar kamar di atas pukul 10 pagi. Dan sekalipun berada di dalam ruangan, tetap saja masih berasa dingin. Kulit gue telat sedikit memakai lotion langsung memutih seperti kulit ular. Jelek banget. Dan gatalnya seperti ditusuk jarum. Sakit.

Kalau ditanya bagaimana rasanya hidup di suhu minus 32? Secara keseluruhan gue sudah susah membedakan. Sama ajalah. Dingin dingin juga. Mungkin karena gue kebanyakan di dalam rumah ya. Yang kalau keluar rumah paling sebatas ke teras dan itu pun pakai buru buru.

Atau jika hendak ke kota, paling langsung masuk mobil dan begitu nyampai ke tujuan langsung masuk  ke dalam gedung. Lagian, kalau suhu kejam begini, ga perlulah sering keluar kalau ga penting amat. Uda malas juga.

Sebenarnya tubuh manusia mengalami proses adaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketika memasuki musim gugur misalnya, dinginnya lumayan berasa walaupun suhu cuma 10 derajat celcius. Tapi karena saat itu tubuh terbiasa dengan hangatnya musim panas ya jadi berasa dingin.

Memasuki winter pun begitu. Berasa semakin dingin karena suhu semakin rendah di bawah nol derajat celcius. Dan begitu seterusnya, tubuh secara bertahap beradaptasi dengan suhu, sampai akhirnya ketika suhu ngedrop banget, jadinya tidak terlalu kaget. Paling mood yang diganggu. Itu sudah jelas.

IMG_3373.JPG
Winter 2016
img_3360
Winter 2016

Artinya jika ditanya, minus 2 dingin ga? ya dingin. Tapi ketika merasakan minus 32, yang minus 2 masih dingin ga?  ya jawabnya tidak terlalu dingin lagi, karena ternyata ada minus 32 yang lebih parah. Kira kira seperti itu logikanya.

Yang penting sedingin apapun cuaca di luar sana, selama pakaian kita benar dan lengkap, pasti kita akan tertolong dengan situasi yang ada.

Makanya orang Skandinavia punya pepatah “Det Finns Inget Dåligt Väder, Det Finns Bara Dåliga Kläder” yang bisa dimaknai, tidak ada yang salah dengan cuaca, yang salah itu pakaiannya. So jika merasa kedinginan, jangan salahkan cuaca, tapi pakaian kamu, coba diganti😊

img_3018
Gue dengan jaket super tebal dan topi serigala. Hahaha

Gue pernah melakukan tes sederhana. Sengaja menumpahkan sedikit air di teras rumah. Waktu itu suhu sekitar minus 24 derajat celcius. Kurang lebih 10 menit, airnya langsung membentuk butiran es halus. Surprise juga melihatnya. Sehingga tidaklah salah, jika Swedia diberi julukan Negeri Kulkas. Di saat winter, gue mempunyai kulkas alam tanpa batas Tinggal letakin aja di meja teras, dijamin awet😎

img_2806
Winter 2015
IMG_3015.JPG
Sebuah desa, nyaris tenggelam. Hihi
IMG_3051.JPG
Gundukan salju yang dibersihkan
IMG_3050.JPG
Sebuah desa, desa gue!!!

Di desa tempat gue tinggal, kebutuhan akan kayu bakar sangatlah penting. Terutama di saat winter, penggunaannya bisa melonjak drastis. Karena pemanas ruangan bukan berasal dari listrik. Melainkan dari sebuah tabung besar berisi air, yang proses pemanasan airnya berasal dari kayu yang dibakar. Selain berfungsi memanaskan air di rumah, tabung besar ini juga berfungsi mengalirkan panas ke seluruh elemen pemanas yang juga berisi air.

Kenapa tidak menggunakan listrik? Karena hunian di desa gue bukanlah hunian apartemen, melainkan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan rata rata terdiri dari dua lantai alias bertingkat. Yang akibatnya, masing masing rumah harus menggunakan banyak elemen pemanas.

Seperti di rumah gue misalnya, ada 9 alat pemanas. Yang jika menggunakan listrik tentu saja pembayarannya sangatlah mahal. Listrik hanya digunakan dalam keadaan mendesak saja, misalnya kalau meninggalkan rumah berhari, atau tidak sempat membakar kayu, maka tabung air dipanaskan dengan listrik.

Sebagai perbandingan, jika menggunakan kayu bakar,pembayaran listrik tidak mencapai 1000 Sek. Tapi jika kami memanaskan tabung dengan listrik, pembayaran pun bisa melonjak mencapai 5000 Sek. Lumayan banget kan bedanya.

img_3001

Dan berhubung sebagian besar warga desa memiliki lahan hutan sendiri, menggunakan kayu dalam jumlah yang banyak tidak jadi masalah. Alias tidak perlu beli. Menggunakan elemen pemanas sebanyak itu juga sangat dibutuhkan untuk  mempertahankan dinding kayu agar tetap awet dan tidak mudah rusak akibat suhu dingin.

Selama musim dingin, diperlukan setidaknya satu gudang berisi potongan kayu yang sudah dipersiapkan di saat musim semi. Jadi begitu winter usai, dengan kata lain bekas dan baunya pun masih tercium, warga desa gue sudah sibuk menyiapkan stok kayu untuk winter berikutnya. Tujuannya agar kayu bisa mengering di saat summer. Jadi semuanya sudah diatur sedemikian rapi.

img_3311
Kayu pinus siap dibakar. Minimal 3 keranjang sekali membakar. Dan dilakukan minimal 3 kali sehari juga. Jadi sehari paling sedikit ada 9 keranjang kayu bakar yang dibakar. Dan itu bisa lebih jika suhu sangat ngedrop

Menyalakan perapian sudah menjadi keahlian baru buat gue sejak tinggal di Swedia. Di saat winter, frekwensi  membakar kayu hampir tidak berhenti setiap hari, karena alat pemanas (heater) sangat cepat menarik suhu panas dari dalam tabung air. 

Sekali membakar bisa sampai 3 keranjang penuh dan itu dilakukan bisa 3 kali dalam sehari. Namun jika suhu anjlok parah, kuantitas pembakaran pun bisa lebih sering dalam hitungan yang tidak terlalu lama. Sebenarnya membakar kayu bakar itu asik sih, punya sensasi sendiri. Feel winternya lebih berasa. Seperti film film. Apalagi aroma kayu bakar itu khas banget kan. Belum lagi mendengar suara gemericik apinya. Di jaman modern dan canggih seperti sekarang ini, tidak semua bisa melakukannya. Iya toh? 😉

IMG_3026.JPG
Rumah santa gue menyebutnya 🙂
IMG_3003.JPG
Ketika winter, boat kecil ini harus dibuat terbalik. Biar tidak rusak.
IMG_3005.JPG
Salju di tepian Danau sebelah rumah. Dan danau ini pasti akan membeku nantinya

Lantas bagaimana dengan kegiatan sehari hari? Ya jalan terus seperti biasa. Ngantor, sekolah, belanja, bahkan sampai berolahraga di alam terbuka. Tidak ada yang berubah. Perbaikan jalan atau pemasangan pipa bawah tanah pun menjadi hal biasa jika dikerjakan di saat winter.

Justru di saat musim panas sebagian besar orang malah kurang aktif bekerja. Lebih memilih berlibur. Karena memang semakin tidak ada pergerakan, dinginnya malah lebih berasa. Suami gue lumayan rajin exercise di saat winter. Karena kurang baik juga tidak merasakan udara segar di luar. Yang penting jangan salah kostum aja. Gue aja sih yang masih angot angotan kalau diajak exercise. Hahaha.

IMG_2864.JPG
Di saat winter salah satu kebiasaan beberapa warga di desa gue adalah memberi makan burung liar. Foto ini adalah tempat makanan burung berbentuk rumah. Gue suka melihat mereka dari jendela dapur. Makan dengan lahap.

img_3036

Bahkan bagi pencinta olahraga tertentu, musim dingin adalah surganya. Waktunya bermain ski. Bahkan ada beberapa tujuan wisata yang memang ramainya di saat musim dingin. Musim dingin pun bisa dihabiskan dengan bermain snow scooter, spark winter, dan membuat snow man.

Hiburan di saat winter (buat gue) ya kegiatan kegiatan yang gue sebut ini. Seru banget loh! Bermain snow scooter di hutan, di gunung sampai di atas danau yang membeku. Bahkan kegiatan memancing ikan di frozen lake pun menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari di saat winter.

IMG_2845.JPG
Foto ini gue ambil tahun lalu, ketika berada di cable car di ketinggian menuju puncak pegunungan di Sälen Dalarna. Tempat orang orang bermain ski. Tapi gue bukan mau bermain ski sih. Cuma pengen makan di restoran satu satunya di puncak gunung ini. Viewnya tralala trilili.  Kece sekali!
img_2809
Gue, duduk dan memancing ikan di atas danau. Danau  yang membeku. Dulu tidak pernah membayangkan bisa duduk di atas danau. Memancing pula. Percayalah, ini  seru sekali! walaupun ga dapat ikan. Memancing di atas danau, kebayang ga sih. Haahahha
img_2804
Bermain Snowscooter. Ahhhh ga sabar pengen main lagi. Seru banget naik ini kawan!!
img_2799
Salah satu puncak gunung di Dalarna. Banyak yang bermain Snowscooter di sini

Jadi ga selamanya winter itu menyebalkan. Setidaknya itulah yang gue rasakan sampai sekarang. Dibalik cerita ga enaknya ada bagian yang menyenangkan dari musim ini. Karena winter itu punya salju. Dan salju itu indah.

Mau tau seperti apa salju? Salju ibarat padang putih, sangat kering dan ringan jika berada di suhu yang sangat rendah (dibawah nol derajat celcius). Dan sedikit berbahaya ketika berubah menjadi es, yang selain membuat jalanan sangat licin, becek dan kotor, juga rawan terjatuh dan terpeleset (Kalau sudah begini, biasanya gue melekatkan sesuatu di bawah boots. Seperti karet yang ada pakunya. Jadi kalau dipakai, resiko terpeleset lebih kecil. Jalanan pun tidak berasa licin banget).

IMG_3427.JPG
Winter 2016
IMG_2827.JPG
Butiran salju yang halus. Winter 2015

Coba pejamkan mata, bayangin kamu berada di dekat jendela, dan tiba tiba melihat butiran ringan putih seperti kapas, pelan pelan turun melayang di udara. Itu rasanya gimana? Romantis!

IMG_3363.JPG
Lelehan salju yang membeku
img_3370
Keren yak! lelehan salju sedikit demi sedikit mencair, membeku lagi, mencair, membeku lagi, sampai akhirnya memanjang gitu.

Ketika salju sangat kering dan ringan tanpa air, ibarat pasir gampang sekali dihempas dengan kaki. Kondisi seperti ini diakibatkan salju yang terus menerus turun dan suhu terus menerus minus. 

Akibatnya kering dan ringan, dan salju pun tidak bisa dibentuk. Membuat snowman apalagi, susah. Namun tumpukan salju akan mengeras jika suhu kadang kadang naik dan turun. Artinya salju sempat mengalami pencairan dan kemudian membeku kembali. Gitu deh! Pengalaman sendiri ngeliatnya. Hahaha

img_3425
Sebelah rumah
IMG_3011.JPG
Cakep
IMG_3009.JPG
Ini alasannya, mengapa gue masih menyukai winter. 
IMG_2821.JPG
Pohon pohon yang memutih
IMG_3034.JPG
Suka foto ini
IMG_2819.JPG
Winter Wonderland. Impian di masa kecil, ketika dulu hanya bisa melihat di cerita kartun, sekarang bisa jelas ada di depan mata

So, winter itu adalah musim yang memberi kesempatan kepada gue untuk bisa merasakan dunia dongeng dalam kehidupan nyata. Winter juga yang memberi kesempatan kepada gue untuk bisa merasakan indahnya White Christmas. Hanya di saat winter gue bisa bermain dengan Snowman buatan tangan gue sendiri. Hanya di saat winter gue merasakan serunya bermain Snowscooter di sebelah rumah, hutan, frozen lake bahkan sampai kepuncak gunung. Dan hanya di saat winter gue bisa menguji kekuatan mental gue dari segala musim yang ada. Iya, hanya di saat winter. Dan winter itu indah kok!

Itu mengapa sampai sekarang gue masih menyukai winter :0

IMG_2855.JPG
Landscape

IMG_2857.JPG

See you in my next story

Salam dari Mora,

Dalarna Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com, dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”

Warna Warni Musim Gugur

Ketika gue menulis tulisan ini, suhu udara di tempat gue berkisar 4 derajat celcius. Lumayan dingin. Mendung, dan matahari tidak kelihatan. Mengakibatkan rawan malas. Bukan karena dinginnya sih, ini bisa di atasi dengan heaterlah. Tapi memang gue kurang suka suasana mendung. Apalagi nanti menjelang winter sampai real winter, yang gelapnya ampun ampunan. Ngebayangin uda migran mendadak.

IMG_9534.JPG

Meskipun temperature udara sudah mulai dingin, tapi di sisi lain musim gugur lumayan nyenengin. Mungkin karena suhu tidak sedingin atau se-ekstrem musim dingin. Bagi sebagian kalangan, termasuk gue, musim gugur adalah saat yang lumayan tepat untuk tampil fashionable. Memakai coat, boots dan syal dengan warna warna khas autum. Modelnya memang terlihat lebih kece dibandingkan pakaian musim dingin. Apalagi bahan bahannya masih terbilang tidak terlalu tebal. Nenteng di badan masih enak. Bahkan berjalan dengan boots bertumit pun, masih lumayan nyaman di musim ini. Sekalipun dipakai berjalan jauh.

img_9481-1
Photography
IMG_9502.JPG
Photography
img_9489
Photography

Tidak sedikit orang yang memakai coat dengan syal tebal, menutupi leher bahkan sampai mendekati dagu, meskipun sebenarnya suhu belum dingin dingin amat. Tapi seperti yang gue bilang tadi, itu adalah bagian dari totalitas mereka untuk mengexplore outfitt agar terlihat modis. Dan memang menyenangkan sih ngelihatnya. Apalagi tau sendiri kan, badan bule lumayan proporsional. Jadi meskipun bukan model,  tetap terlihat menarik. Berjalan (baca jalannya cepat) mengenakan coat, boots dan syal berwarna hitam, lengkap dengan aksesoris topi di kepala. Buat gue itu keren. Tapi kalau gue yang pakai, kok terlihat tidak maksimal ya. Mungkin karena gue terlalu smekot (semeter kotor). Ditambah lagi badan gemuk. Sempurnalah kacaunya. Tapi begitu pun masih doyan aja minta difotoin suami. Haha. Ya sudahlah. Yang penting eksisnya dulu. Bagus engganya belakangan.

IMG_9501 (1).JPG
Model yang membuang jauh rasa tidak percaya diri. Haha

Tidak hanya fashion, musim gugur pun menjadi cantik dengan warna warninya. Mulai dari kuning terang, kuning kecoklatan, merah dan orange. Dan mereka pun terlihat sangat indah ketika berkolaborasi memamerkan warnanya.

img_9514
Taken by me
img_9662
Menguning
IMG_9497.JPG
Kolaborasi warna musim gugur
img_9492
Musim gugur di hutan

Jika menyebut musim gugur, yang teringat pasti daun Maple. Daun yang bisa dibilang menjadi simbol autumn. Sampai instagram pun penuh dengan daun ini sebagai props foto. Jika gue bandingkan dengan daun lain, Maple memiliki daun dengan bentuk dan ukuran yang lebih besar. Warnanya juga ngejreng. Jadi wajar terlihat lebih menarik. Apalagi ketika berguguran di atas tanah, jelas sekali tumpukan daunnya.

img_9470
Daun Maple
IMG_9506.JPG
Cantik
IMG_9469.JPG
Daun Maple
IMG_9251.JPG
Pohon Maple
IMG_9508.JPG
Pohon Maple dan daunnya yang berguguran
img_9538
Satu helai, tapi cantik

Bagi yang hobby photography, termasuk gue, musim gugur adalah waktunya hunting foto. Autumn itu fotogenic banget. Gue bahkan sengaja keliling desa, untuk sekedar foto foto. Sekalian cuci mata juga.

img_9494

Ketika daun mulai menguning, dan refleksinya terlihat di air danau, itu kece banget. Apalagi sewaktu berguguran (bayangin jatuhnya dengan efek slow motion). Romantis! Langsung pengen ngajak suami fine dining. Hahaha.

IMG_9495.JPG
Sebuah desa di musim gugur
img_9541
Refleksi musim gugur
img_9272
Skansen Stockholm
IMG_9504.JPG
Gue moto ini di sore hari, indah sekali

Menjelang pergantian musim, biasanya alam di sekitar selalu memberi tanda. Tak terkecuali musim gugur di desa gue. Mulai dari bunga Ljung yang tumbuh liar di tengah hutan, banyak  dan cantik. Bunga yang bisa dibilang hampir menghiasi teras rumah warga desa. Bahkan sebagian besar toko bunga dan supermarket mulai banyak menjual jenis bunga yang satu ini. Lucunya, penduduk desa gue tidak pernah memakai bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan sebagai hiasan rumah. Ternyata bule juga memiliki cerita legenda. Apabila memetik dan membawa bunga Ljung pulang ke rumah, akan mengalami kejadian sedih (seperti kehilangan keluarga dekat). Jadi lebih baik membeli dari toko saja. Namun terlepas dari cerita legenda tersebut, idealnya memang jangan dipetik ya. Jadi hutannya tetap kelihatan cantik .

img_9476
Bunga Ljung yang gue beli dari toko
IMG_9456.JPG
Bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan
img_9455
Bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan
IMG_9293.JPG
Bunga Ljung yang dijual di toko bunga. Sedikit berbeda, warna dan bentuknya lebih menarik
img_9487
Mossa (Bryophyte), setiap autum gue pasti memetik tanaman hutan ini. Biasanya gue pakai sebagai penghias keranjang atau pot berisi bunga Ljung.
img_9299
Hasil rangkaian tangan gue. Mossa (Bryophyte) gue selipin diantara bunga Ljung. Not badlah ya.
IMG_9474.JPG
Bunga Ljung
IMG_9475.JPG
Bunga Ljung 

Selain Ljung, berbagai jenis jamur pun tak kalah banyak. Tumbuh liar dimana mana. Dengan warna dan bentuk yang lucu. Ukurannya mulai dari yang mungil sampai melebihi telapak tangan. Besar!

IMG_9536.JPG
Amanita Muscaria. Termasuk jenis Toadstool. Ada yang bilang Toadstool itu ya sama dengan Mushrooms, ada juga yang bilang beda jenis. Ga ngerti jugalah. Yang penting gue suka bentuknya. Salah satu jamur tercantik yang pernah gue lihat. Konon jamur ini sangat beracun. Pertama tama bentuknya seperti di gambar ini. Lalu akan melebar seperti gambar di bawah.
IMG_9521.JPG
Toadstool  Amanita Muscaria setelah melebar
IMG_9660.JPEG
Toadstool Amanita Muscaria mulai melengkung dan retak
img_9452
Jenis jamur yang lain
img_9297
Ini juga lucu banget. Numbuh di lapangan rumput yang bersih. Berbaris rapi dan cenderung bertumpuk tumpuk. Jadi gampang banget melihat tumpukannya diantara warna rumput yang hijau 
img_9464
Cakep ya. Kaya jamur di buku cerita

Tanda tanda lain yang lebih berasa adalah, temperatur udara perlahan mulai menurun, kabut tebal mulai sering menghiasi pagi hari, unggas liar yang biasanya ramai di tepi danau tidak kelihatan lagi, dan puncaknya daun daun mulai menguning.

IMG_9524.JPG
Di saat kabut tebal 

Ketika musim gugur benar benar tiba, temperatur udara dipastikan di bawah 10 derajat celcius. Daun daun tidak lagi sekedar berwarna kuning, tapi sudah berubah kecoklatan dan perlahan lahan gugur meninggalkan rumah sementaranya. Batang dan ranting pohon pun kembali hidup tanpa helai daun.

IMG_9509.JPG
The Birches 
img_9520-2
Freezing
img_9512
Freezing. Kalau keadaan sudah begini, biasanya daun daun uda pada rontok semua. tinggal dikit yang nempel di ranting

Tipikal musim gugur di desa gue lumayan nyentrik. Menjelang malam sampai pagi hari, suhu bisa berada di bawah nol derajat celcius. Mencapai minus 7. Akibatnya rumput di sekitar rumah terlihat putih. Bukan karena salju ya, tapi embun yang membeku. Bahkan sisa tanaman di halaman pun seperti memiliki batu permata putih di permukaannya. Frozen!

IMG_9519.JPG
Freezing. Dan uap air di atas danau pun muncul ketika matahari mulai bersinar cerah. 
IMG_9323.JPG
Mawar di halaman gue. Membeku
img_9533
We’re freezing!!

IMG_9661.JPG

Biasanya kalau sudah begini, kabut tebal akan menghiasi permukaan danau di sebelah rumah. Dan menjelang pukul 10 pagi, berujung pada munculnya matahari dengan sinar yang sangat  cerah. Dan suhu pun kembali naik berkisar 5 sampai 7 derajat celcius. Terus terang, gue lebih suka keadaan yang begini. Ngedropnya itu pas gue lagi tidur. Besoknya cuaca sudah cerah kembali.  Tapi kejadian seperti ini tidak terus menerus sih. 

IMG_9482.JPG
Matahari  akan terbit sangat cerah apabila di waktu  malam  sampai pagi subuh, temperatur udara  mencapai minus derajat celcius
img_9465
Desa gue di musim gugur

Semua musim cantik. Buat gue pribadi, merasakan hidup di negara empat musim, berasa tidak monoton. Ada perubahan yang suka atau tidak, ya harus dijalani. Bahkan malah ditunggu.

Dan lagi, hoby photography sangat membantu mengusir kejenuhan. Semua terlihat menjadi menarik jika harus dihubungkan dengan hobby yang satu ini. Pun ketika menuangkannya dalam bentuk ocehan di blog yang sederhana ini. Semoga kalian suka membacanya.

Berikut beberapa foto musim gugur :

IMG_9751.JPG
Just taken by me
IMG_9507.JPG
Taken by me
img_9310
Landscape sebuah desa tidak jauh dari tempat tinggal gue
IMG_9309.JPG
Landscape musim gugur dari sebuah capel di atas bukit.
IMG_9343.JPG
Foto ini gue ambil menjelang musim gugur. Lagi olahraga sore. Kaya lukisan ya
IMG_9342.JPG
Masih dari tempat yang sama. Kece maksimal ya. Suka banget lihat ketenangan airnya. Warna autumnnya belum terlalu kelihatan. Karena selain berkabut, daun daun juga belum total berubah warna
img_9503
Gue pastinya…haha

img_9480

Note: Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. 

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

See you in my next story