Melihat Smurfs di Dunia Nyata

Saya penggemar garis keras Amanita Muscaria. Tak pernah bosan saya fotoin mereka. Mungkin followers di instagram saya sudah eneg dengan postingan koleksi foto jamur liar yang satu ini. Kegalauan saya berpisah dengan summer lumayan terhibur dengan kehadiran mereka. Iya…dengan munculnya jamur liar ini pertanda musim gugur akan segera tiba.

Saya sudah pernah menulis lebih detail tentang musim jamur di Dalarna di tulisan sebelumnya

Bisa dibaca di situ juga. Koleksi fotonya lebih lengkap.

IMG_5023

IMG_4921

IMG_4688
Istana Smurfs…Hahaha
IMG_5015
Ini ukurannya besar banget loh. Sendirian dia di depan danau kece itu

IMG_4684

IMG_4687
Rumah Smurfs di dunia nyata

Untuk melihat lebih jelasnya, silahkan klik link video di bawah. Bentuknya lucu lucu.

Anggap saja sedang melihat smurf di dunia nyata.

Lupiner, Cantik Tapi Berbahaya

Setiap musim panas, ada satu jenis tanaman yang menghiasi beberapa wilayah Swedia. Terkhusus di wilayah Dalarna. Beraroma semerbak dan beraneka warna. Cantik.

Di Swedia orang orang menyebutnya Lupiner. Sedangkan asal katanya berasal dari bahasa Latin yaitu Lupinus yang artinya serigala. Dinamai demikian karena keganasan lupiner yang mampu mengekspansi pertumbuhan tanaman di sekitarnya sehingga sulit berkembang.

IMG_8908 (1)

Awalnya gue berpikir jika tanaman ini hanya tumbuh di wilayah dingin. Ternyata tidak. Malah dari beberapa sumber yang gue baca,  di wilayah panas seperti Indonesia pun lupiner bisa dibudidayakan. Dan gue juga baru tau jika lupiner dianggap berbahaya terhadap kelangsungan hidup species lain di sekitarnya. Karena sifat serigalanya itu tadi.

IMG_8913

Beberapa waktu lalu, pemerhati lingkungan di Swedia mulai dibikin resah oleh ekspansi tanaman ini. Dihimbau agar warga yang melihat lupiner sebaiknya segera menebas dan membakarnya agar tidak membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman liar lain yang dianggap lebih nature.

Walaupun dalam kenyataan yang gue lihat, warga tetap membiarkan bunga ini hidup dan menikmati keindahan warna warninya. Emang cantik sih. Ibarat melengkapi keindahan musim panaslah. Apalagi kalau dilihat dari jauh, warna ungunya mirip bunga lavender.

IMG_8898 (1)
Mirip Lavender

Lupiner aslinya berasal dari Amerika Utara dan Selatan. Konon di sana bunga ini sangat terkenal. Selain di Swedia, lupiner juga tumbh subur di wilayah New Zealand, Afrika Utara dan kawasan Mediterania. Konon biji Lupiner bisa dimakan dan sering menjadi suguhan dalam bentuk  cemilan di wilayah mediterania.

IMG_8911

IMG_8909

Lupiner sangat menyukai air. Makanya tanaman ini lebih subur di tanah yang memiliki kandungan air yang banyak. Seperti di pinggiran sungai, pantai dan danau. Sehingga kalau gue lihat, tanaman ini tumbuhnya memang tak jauh jauh dari sekitar air. Tumbuh di pinggir jalanpun karena jalanan berada tak jauh dari sungai atau danau. Atau di sekitar selokan yang ada aliran airnya. Jadi tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat.

IMG_8898

Di wilayah eropa lainnya, lupiner ternyata dibudidayakan untuk dijual di toko bunga. Ahhh so lucky me bisa melihat hamparan mereka dan bisa memetik sepuasnya.

IMG_8915

Saat gue menulis tulisan ini, lupiner lagi banyak banyaknya bermunculan. Dan gue pun tak ingin ketinggalan untuk mengabadikan momen cantik ini dalam bentuk video.

Bisa klik video di bawah …

Dikutip dari berbagai sumber termasuk Wikipedia

Bertabur “Rumah Smurf” di Musim Gugur

Musim gugur sudah terpajang di depan mata. Suhu sudah mulai dingin. Rata rata berkisar 10 derajat celcius. Hari ini sudah mencapai 7 derajat celcius malah. Meskipun seminggu ini hujan dan mendung terus tak tertutup kemungkinan cuaca kembali cerah. Namun yang namanya sentuhan dingin sudah tak terelakkan lagi. Sudah mulai berasa. Kuantitas membuat perapian di rumah pun sudah mulai meningkat belakangan ini.

IMG_1295.jpg

IMG_1090.jpg

IMG_1298

Selain itu, daun pohon birches di sekitar rumah sudah mulai menguning. Bahkan sudah terlihat sedikit berguguran, meskipun belum banyak. Ya ampun…rasanya baru aja kemaren sore nungguin salju menghilang, summernya uda main berlalu aja.

Cara ampuh untuk membuang suntuk akan pergantian musim adalah lebih aktif memotret. Itu yang gue lakukan. Salah satunya ya memotret jamur!

Yup, menjelang hingga pertengahan bulan September, berbagai jenis jamur bermunculan subur di sekitar tempat tinggal gue. Tak hanya di forest tapi juga di sekitar halaman rumah maupun lahan kosong. Jamur jamur biasanya bermunculan dari sela rumput.

IMG_4697 (1).jpg

IMG_1167.jpg

IMG_2074

Kenapa gue harus memotret jamur? apa istimewanya? Hmmm…setidaknya buat gue sih istimewa. Mungkin bagi yang terbiasa benar benar membaca blog ini, sudah tidak asing kalau di setiap cerita gue sering menyinggung hal hal yang berbau dongeng di masa kecil. Iya…gue memang penyuka cerita dongeng klasik. Jamur jamur yang mengingatkan gue akan cerita dongeng.  

Gue lupa kapan tepatnya terakhir kali melihat jamur tumbuh secara liar di Indonesia. Sepertinya sewaktu gue masih duduk di bangku SD atau SMP. Uda lama banget. Yang gue ingat jamur yang sering gue lihat dulu adalah jenis jamur berukuran kecil, berbatang kurus, berwarna kecoklatan dan yang pasti ada payungnya.

IMG_4713.jpg

IMG_2072
Amanita Muscaria
IMG_4688
Istana Smurf

Dulu gue suka menyentuh jamur pakai kaki. Dan begitu tercabut rasanya suka aja. Mungkin karena gampang tercabut itulah yang bikin gue senang. Hahaha.

IMG_4700

IMG_4699

IMG_2075

IMG_1144.jpg
Batangnya montok, payungnya gede. Mirip rumah jamur kan.

Nah  gue juga ga ngerti, semakin hari jamur jamur semakin jarang bahkan nyaris tak pernah terlihat lagi. Sejak mendengar jamur bisa dimakan dan mulai dikembang biakkan secara profesional, sepertinya jamur jamur liar nyaris tidak pernah gue lihat lagi.

IMG_1158.jpg
Amanita Muscaria

Dulu semasa kecil kalau menonton kartun atau membaca buku cerita yang ada rumah rumah jamur, rasanya langsung imajinasi tinggi. Trus suka mikir jamurnya kenapa bisa imut gitu ya. Kok bisa montok. Kok cantik banget?

IMG_1086.jpg
Amanita Muscaria

Ternyata dan ternyata emang beneran ada jamur jamur kayak gitu. Batang payungnya mirip banget dengan cerita dongeng. Montok montok. Hahaha.

Dan itu semua bisa gue lihat menjelang sampai musim gugur tiba. Pokoknya kalau jamur jamur sudah mulai bermuculan tanda tanda musim gugur sudah di depan matalah.

IMG_4693

IMG_4687

IMG_1079.jpgBentuk, corak, ukuran dan warna jamur jamur ini pun bervariasi. Ada yang kecil, besar, hingga besarrrrrrr banget melebihi telapak tangan. Kadang suka geli kalau melihat yang terlalu besar. Warnanya pun macam macam. Ada yang ngejreng dan cenderung gelap. Jamur jamur ini kebanyakan mengalami perubahan warna setelah membesar dan kemudian rusak.

Sepenglihatan gue mereka seperti mengalami metamorfosis. Dari yang mungil, melebar dan semakin melebar, kemudian retak. Ketika mulai rusak pun bentuknya unik unik. Ada yang cenderung aneh dan menyeramkan  tapi ada juga yang malah terlihat cantik.

Sepertinya kerusakan jamur jamur ini kebanyakan diawali karena gigitan binatang kecil di hutan. Entah itu tupai, serangga atau apalah gue kurang tau. Bekas gigitannya jelas terlihat. Kalau gigitan serangga sepertinya membentuk bulatan totol polkadot. Ini masih menurut penglihatan gue sih. Pastinya gue kurang tau juga. Gigitan yang meninggalkan bekas klasik berbentuk totol putih polkadot pada tubuh jamur yang sepertinya menjadi iconic di setiap souvenir maupun dalam cerita komik dan animasi Smurf.

IMG_1585

IMG_1163.jpg
Ini foto tahun lalu. Totolnya mirip banget kan ya seperti dalam buku cerita

Dari sekian jamur yang ada, ada satu jenis jamur yang paling gue tunggu. Dan sepertinya ini adalah jamur yang paling terkenal karena kecantikan warna maupun coraknya. Sangat mirip dan familiar dengan simbol jamur di smartphone dan kartun. Namanya Amanita Muscaria.

IMG_2084

IMG_1190

IMG_2085
Jamurnya pakai rok. Hihihi

Meskipun tergolong jamur beracun, pengguna hestek jamur ini lumayan banyak di instagram dan menjadikannya sebagai objek photograpy. Bahkan tak sedikit yang secara langsung memegang di tangan. Info Wikipedia, racun pada Amanita Muscaria masih sangat langka untuk bisa menyebabkan kematian seseorang. Tapi kalau gue dan suami emang ga berani menyentuh secara langsung.

IMG_4675

IMG_4680

IMG_2071
Jamur mewah. Berliannya banyak. Hahaha

Warna Amanita muscaria juga bervariasi. Ada yang merah menyala, merah muda, kuning kecoklatan bahkan kuning orange. Kalau pas ada totol besarnya, ya ampun mirip banget dengan rumah jamur dalam cerita dongeng. Hahahha. Gemyesssss!

IMG_4694 (1)

IMG_2091

IMG_1587

Dibanding jamur lain, pertumbuhan Amanita Muscaria ini menurut gue lumayan cepat. Apalagi kalau cuaca lembab. Misalnya hari ini bagian payung jamur masih terlihat menguncup dan batangnya juga masih terlihat di dalam tanah, ehhh besoknya tiba tiba udah melebar kayak kerupuk opak dengan batang yang jelas terlihat. Suka amazing ngelihatnya.

IMG_1176

IMG_1210

Di sini gue melampirkan beberapa foto jamur yang gue bidik beberapa hari yang lalu. Selamat berkenalan dengan jamur jamur gue yak! Oh iya, cerita jamur ini bisa dilihat dan sudah tayang di NetTV

IMG_4684

IMG_1297 (1)

IMG_1146

IMG_4709 (1)

Video lengkap penampakan jamur jamur ini, bisa ditonton di channel youtube saya. Silahkan klik link di bawah ini ya.

All About Summer

Summer sama artinya, puas motoin apa saja. Bahkan besi karatan pun bisa jadi objek menarik. Menghasilkan sesuatu yang rustic.

35475755602_769dd6a000_o.jpg
I love this picture

Ada satu hal yang sangat gue suka ketika musim panas tiba. Selain landscapenya, di musim ini sejuta wild flowers berlomba lomba pamer warna. Datang dan pergi silih berganti. Cantik banget. Bahkan selevel rumput pun mampu menghasilkan bunga yang indah.

IMG_9394
Wild flowers every where

So, ini dia Musim Panas gue!

35475761242_4736037eb8_o.jpg
Di Dalarna lumayan sering melihat rumah mungil seperti ini. Dijadikan rumah mainan untuk anak anak. Rumah mainan tapi human size 🙂
35513794071_1c438a449b_o.jpg
Rumput pun terlihat indah
IMG_9344
Bangunan Rustic diantara rumput dan bunga liar
35303377602_6a0ee9c1cb_o.jpg
Wild but beautiful

Sebenarnya, Dandelion pada gambar di bawah, muncul di saat musim semi hingga awal musim panas. Si liar yang tidak disukai warga desa gue. Dianggap mengganggu karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan menyebar ke mana mana. Jika dilihat dari dekat, bunga ini kurang menarik. Tapi di saat tertentu, Dandelion mampu menghibur mata, ketika kompak memenuhi lahan kosong yang luas.

IMG_9371

Ibarat hamparan karpet kuning. Indah.

Dandelion yang unik. Ibarat manusia, muda kuat, tua melemah. Demikianlah Dandelion mulai rapuh ketika warna kuningnya berubah memutih. Gampang tertiup angin. Bahkan oleh sentuhan jari sekalipun.

IMG_9410

Di saat musim panas, sebagian besar warga lumayan senang memetik bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalan, halaman sekitar rumah, bahkan hutan, dan menjadikannya hiasan di teras, atau di tempat tempat yang lumayan rustic. Seperti di depan gudang, di atas tumpukan kayu dan besi tua.

IMG_7444

Bahkan ada juga beberapa jenis bunga liar yang cocok dijadikan hiasan di dalam rumah. Seperti foto di bawah ini. Lumayan kan, ga harus beli di toko bunga. Hahaha.

35475495492_1768601554_o