Melihat Smurfs di Dunia Nyata

Saya penggemar garis keras Amanita Muscaria. Tak pernah bosan saya fotoin mereka. Mungkin followers di instagram saya sudah eneg dengan postingan koleksi foto jamur liar yang satu ini. Kegalauan saya berpisah dengan summer lumayan terhibur dengan kehadiran mereka. Iya…dengan munculnya jamur liar ini pertanda musim gugur akan segera tiba.

Saya sudah pernah menulis lebih detail tentang musim jamur di Dalarna di tulisan sebelumnya

Bisa dibaca di situ juga. Koleksi fotonya lebih lengkap.

IMG_5023

IMG_4921

IMG_4688
Istana Smurfs…Hahaha
IMG_5015
Ini ukurannya besar banget loh. Sendirian dia di depan danau kece itu

IMG_4684

IMG_4687
Rumah Smurfs di dunia nyata

Untuk melihat lebih jelasnya, silahkan klik link video di bawah. Bentuknya lucu lucu.

Anggap saja sedang melihat smurf di dunia nyata.

Lupiner, Cantik Tapi Berbahaya

Setiap musim panas, ada satu jenis tanaman yang menghiasi beberapa wilayah Swedia. Terkhusus di wilayah Dalarna. Beraroma semerbak dan beraneka warna. Cantik.

Di Swedia orang orang menyebutnya Lupiner. Sedangkan asal katanya berasal dari bahasa Latin yaitu Lupinus yang artinya serigala. Dinamai demikian karena keganasan lupiner yang mampu mengekspansi pertumbuhan tanaman di sekitarnya sehingga sulit berkembang.

IMG_8908 (1)

Awalnya gue berpikir jika tanaman ini hanya tumbuh di wilayah dingin. Ternyata tidak. Malah dari beberapa sumber yang gue baca,  di wilayah panas seperti Indonesia pun lupiner bisa dibudidayakan. Dan gue juga baru tau jika lupiner dianggap berbahaya terhadap kelangsungan hidup species lain di sekitarnya. Karena sifat serigalanya itu tadi.

IMG_8913

Beberapa waktu lalu, pemerhati lingkungan di Swedia mulai dibikin resah oleh ekspansi tanaman ini. Dihimbau agar warga yang melihat lupiner sebaiknya segera menebas dan membakarnya agar tidak membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman liar lain yang dianggap lebih nature.

Walaupun dalam kenyataan yang gue lihat, warga tetap membiarkan bunga ini hidup dan menikmati keindahan warna warninya. Emang cantik sih. Ibarat melengkapi keindahan musim panaslah. Apalagi kalau dilihat dari jauh, warna ungunya mirip bunga lavender.

IMG_8898 (1)
Mirip Lavender

Lupiner aslinya berasal dari Amerika Utara dan Selatan. Konon di sana bunga ini sangat terkenal. Selain di Swedia, lupiner juga tumbh subur di wilayah New Zealand, Afrika Utara dan kawasan Mediterania. Konon biji Lupiner bisa dimakan dan sering menjadi suguhan dalam bentuk  cemilan di wilayah mediterania.

IMG_8911

IMG_8909

Lupiner sangat menyukai air. Makanya tanaman ini lebih subur di tanah yang memiliki kandungan air yang banyak. Seperti di pinggiran sungai, pantai dan danau. Sehingga kalau gue lihat, tanaman ini tumbuhnya memang tak jauh jauh dari sekitar air. Tumbuh di pinggir jalanpun karena jalanan berada tak jauh dari sungai atau danau. Atau di sekitar selokan yang ada aliran airnya. Jadi tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat.

IMG_8898

Di wilayah eropa lainnya, lupiner ternyata dibudidayakan untuk dijual di toko bunga. Ahhh so lucky me bisa melihat hamparan mereka dan bisa memetik sepuasnya.

IMG_8915

Saat gue menulis tulisan ini, lupiner lagi banyak banyaknya bermunculan. Dan gue pun tak ingin ketinggalan untuk mengabadikan momen cantik ini dalam bentuk video.

Bisa klik video di bawah …

Dikutip dari berbagai sumber termasuk Wikipedia

Bertabur “Rumah Smurf” di Musim Gugur

Musim gugur sudah terpajang di depan mata. Suhu sudah mulai dingin. Rata rata berkisar 10 derajat celcius. Hari ini sudah mencapai 7 derajat celcius malah. Meskipun seminggu ini hujan dan mendung terus tak tertutup kemungkinan cuaca kembali cerah. Namun yang namanya sentuhan dingin sudah tak terelakkan lagi. Sudah mulai berasa. Kuantitas membuat perapian di rumah pun sudah mulai meningkat belakangan ini.

IMG_1295.jpg

IMG_1090.jpg

IMG_1298

Selain itu, daun pohon birches di sekitar rumah sudah mulai menguning. Bahkan sudah terlihat sedikit berguguran, meskipun belum banyak. Ya ampun…rasanya baru aja kemaren sore nungguin salju menghilang, summernya uda main berlalu aja.

Cara ampuh untuk membuang suntuk akan pergantian musim adalah lebih aktif memotret. Itu yang gue lakukan. Salah satunya ya memotret jamur!

Yup, menjelang hingga pertengahan bulan September, berbagai jenis jamur bermunculan subur di sekitar tempat tinggal gue. Tak hanya di forest tapi juga di sekitar halaman rumah maupun lahan kosong. Jamur jamur biasanya bermunculan dari sela rumput.

IMG_4697 (1).jpg

IMG_1167.jpg

IMG_2074

Kenapa gue harus memotret jamur? apa istimewanya? Hmmm…setidaknya buat gue sih istimewa. Mungkin bagi yang terbiasa benar benar membaca blog ini, sudah tidak asing kalau di setiap cerita gue sering menyinggung hal hal yang berbau dongeng di masa kecil. Iya…gue memang penyuka cerita dongeng klasik. Jamur jamur yang mengingatkan gue akan cerita dongeng.  

Gue lupa kapan tepatnya terakhir kali melihat jamur tumbuh secara liar di Indonesia. Sepertinya sewaktu gue masih duduk di bangku SD atau SMP. Uda lama banget. Yang gue ingat jamur yang sering gue lihat dulu adalah jenis jamur berukuran kecil, berbatang kurus, berwarna kecoklatan dan yang pasti ada payungnya.

IMG_4713.jpg

IMG_2072
Amanita Muscaria
IMG_4688
Istana Smurf

Dulu gue suka menyentuh jamur pakai kaki. Dan begitu tercabut rasanya suka aja. Mungkin karena gampang tercabut itulah yang bikin gue senang. Hahaha.

IMG_4700

IMG_4699

IMG_2075

IMG_1144.jpg
Batangnya montok, payungnya gede. Mirip rumah jamur kan.

Nah  gue juga ga ngerti, semakin hari jamur jamur semakin jarang bahkan nyaris tak pernah terlihat lagi. Sejak mendengar jamur bisa dimakan dan mulai dikembang biakkan secara profesional, sepertinya jamur jamur liar nyaris tidak pernah gue lihat lagi.

IMG_1158.jpg
Amanita Muscaria

Dulu semasa kecil kalau menonton kartun atau membaca buku cerita yang ada rumah rumah jamur, rasanya langsung imajinasi tinggi. Trus suka mikir jamurnya kenapa bisa imut gitu ya. Kok bisa montok. Kok cantik banget?

IMG_1086.jpg
Amanita Muscaria

Ternyata dan ternyata emang beneran ada jamur jamur kayak gitu. Batang payungnya mirip banget dengan cerita dongeng. Montok montok. Hahaha.

Dan itu semua bisa gue lihat menjelang sampai musim gugur tiba. Pokoknya kalau jamur jamur sudah mulai bermuculan tanda tanda musim gugur sudah di depan matalah.

IMG_4693

IMG_4687

IMG_1079.jpgBentuk, corak, ukuran dan warna jamur jamur ini pun bervariasi. Ada yang kecil, besar, hingga besarrrrrrr banget melebihi telapak tangan. Kadang suka geli kalau melihat yang terlalu besar. Warnanya pun macam macam. Ada yang ngejreng dan cenderung gelap. Jamur jamur ini kebanyakan mengalami perubahan warna setelah membesar dan kemudian rusak.

Sepenglihatan gue mereka seperti mengalami metamorfosis. Dari yang mungil, melebar dan semakin melebar, kemudian retak. Ketika mulai rusak pun bentuknya unik unik. Ada yang cenderung aneh dan menyeramkan  tapi ada juga yang malah terlihat cantik.

Sepertinya kerusakan jamur jamur ini kebanyakan diawali karena gigitan binatang kecil di hutan. Entah itu tupai, serangga atau apalah gue kurang tau. Bekas gigitannya jelas terlihat. Kalau gigitan serangga sepertinya membentuk bulatan totol polkadot. Ini masih menurut penglihatan gue sih. Pastinya gue kurang tau juga. Gigitan yang meninggalkan bekas klasik berbentuk totol putih polkadot pada tubuh jamur yang sepertinya menjadi iconic di setiap souvenir maupun dalam cerita komik dan animasi Smurf.

IMG_1585

IMG_1163.jpg
Ini foto tahun lalu. Totolnya mirip banget kan ya seperti dalam buku cerita

Dari sekian jamur yang ada, ada satu jenis jamur yang paling gue tunggu. Dan sepertinya ini adalah jamur yang paling terkenal karena kecantikan warna maupun coraknya. Sangat mirip dan familiar dengan simbol jamur di smartphone dan kartun. Namanya Amanita Muscaria.

IMG_2084

IMG_1190

IMG_2085
Jamurnya pakai rok. Hihihi

Meskipun tergolong jamur beracun, pengguna hestek jamur ini lumayan banyak di instagram dan menjadikannya sebagai objek photograpy. Bahkan tak sedikit yang secara langsung memegang di tangan. Info Wikipedia, racun pada Amanita Muscaria masih sangat langka untuk bisa menyebabkan kematian seseorang. Tapi kalau gue dan suami emang ga berani menyentuh secara langsung.

IMG_4675

IMG_4680

IMG_2071
Jamur mewah. Berliannya banyak. Hahaha

Warna Amanita muscaria juga bervariasi. Ada yang merah menyala, merah muda, kuning kecoklatan bahkan kuning orange. Kalau pas ada totol besarnya, ya ampun mirip banget dengan rumah jamur dalam cerita dongeng. Hahahha. Gemyesssss!

IMG_4694 (1)

IMG_2091

IMG_1587

Dibanding jamur lain, pertumbuhan Amanita Muscaria ini menurut gue lumayan cepat. Apalagi kalau cuaca lembab. Misalnya hari ini bagian payung jamur masih terlihat menguncup dan batangnya juga masih terlihat di dalam tanah, ehhh besoknya tiba tiba udah melebar kayak kerupuk opak dengan batang yang jelas terlihat. Suka amazing ngelihatnya.

IMG_1176

IMG_1210

Di sini gue melampirkan beberapa foto jamur yang gue bidik beberapa hari yang lalu. Selamat berkenalan dengan jamur jamur gue yak! Oh iya, cerita jamur ini bisa dilihat dan sudah tayang di NetTV

IMG_4684

IMG_1297 (1)

IMG_1146

IMG_4709 (1)

Video lengkap penampakan jamur jamur ini, bisa ditonton di channel youtube saya. Silahkan klik link di bawah ini ya.

All About Summer

Summer sama artinya, puas motoin apa saja. Bahkan besi karatan pun bisa jadi objek menarik. Menghasilkan sesuatu yang rustic.

35475755602_769dd6a000_o.jpg
I love this picture

Ada satu hal yang sangat gue suka ketika musim panas tiba. Selain landscapenya, di musim ini sejuta wild flowers berlomba lomba pamer warna. Datang dan pergi silih berganti. Cantik banget. Bahkan selevel rumput pun mampu menghasilkan bunga yang indah.

IMG_9394
Wild flowers every where

So, ini dia Musim Panas gue!

35475761242_4736037eb8_o.jpg
Di Dalarna lumayan sering melihat rumah mungil seperti ini. Dijadikan rumah mainan untuk anak anak. Rumah mainan tapi human size 🙂
35513794071_1c438a449b_o.jpg
Rumput pun terlihat indah
IMG_9344
Bangunan Rustic diantara rumput dan bunga liar
35303377602_6a0ee9c1cb_o.jpg
Wild but beautiful

Sebenarnya, Dandelion pada gambar di bawah, muncul di saat musim semi hingga awal musim panas. Si liar yang tidak disukai warga desa gue. Dianggap mengganggu karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan menyebar ke mana mana. Jika dilihat dari dekat, bunga ini kurang menarik. Tapi di saat tertentu, Dandelion mampu menghibur mata, ketika kompak memenuhi lahan kosong yang luas.

IMG_9371

Ibarat hamparan karpet kuning. Indah.

Dandelion yang unik. Ibarat manusia, muda kuat, tua melemah. Demikianlah Dandelion mulai rapuh ketika warna kuningnya berubah memutih. Gampang tertiup angin. Bahkan oleh sentuhan jari sekalipun.

IMG_9410

Di saat musim panas, sebagian besar warga lumayan senang memetik bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalan, halaman sekitar rumah, bahkan hutan, dan menjadikannya hiasan di teras, atau di tempat tempat yang lumayan rustic. Seperti di depan gudang, di atas tumpukan kayu dan besi tua.

IMG_7444

Bahkan ada juga beberapa jenis bunga liar yang cocok dijadikan hiasan di dalam rumah. Seperti foto di bawah ini. Lumayan kan, ga harus beli di toko bunga. Hahaha.

35475495492_1768601554_o

Ketika Rindu Sang Surya

Hidup di negeri Skandinavia, apalagi seperti desa gue yang letaknya mendekati bagian pertengahan Swedia, yang namanya salju dan suhu ngedrop sudah menjadi santapan sehari hari dikala musim dingin. Datangnya cepat, habisnya lamaaaaaa.

Negara lain masih roman romanan dengan daun maple, desa gue uda kedatangan salju. Ketiban yang lain sudah berhahahihi dengan spring, tempat gue masih aja memutih ceria.

Makanya tak ayal, kalau berbicara musim panas, otak gue uda bayangin matahari nempel di atas kepala terus. Dulu aja, kalau ngelihat bulek bejemur di pantai suka mikir, ngapai ya manggangin kulit panas panas. Sekarang baru benar benar taulah, merindukan matahari itu kaya apa rasanya.

IMG_4848

Musim Panas, Yaiiiiii!

Musim yang paling sempurna. Namanya saja sudah musim panas, tentu suhu udara di musim ini pun relatif lebih panas. Summer adalah musim yang mencukupkan kebutuhan sinar sang surya dibanding musim yang lain. Meskipun tidak sesempurna di wilayah tropis.

Bagi gue pribadi, summer artinya lebih bebas. Lebih bebas beraktifitas di luar rumah dalam kurun waktu yang relatif lama. Bebas keluar modal sendal jepit, kaos oblong, celana pendek, tank top bahkan nyeker pun bisa. Rasanya tubuh gue jauh lebih ringan dibawa melangkah. Tidak banyak printilan tebal yang nyangkut di badan. Meskipun di saat tertentu, kadang kadang gue masih mengenakan jaket. Jaket tipis tepatnya.

IMG_4801.JPG

IMG_4768

Summer juga merupakan musim yang bagi kebanyakan orang, digunakan sebagai ajang untuk berlibur. Cuti kerja sampai bulanan. Bahkan perusahaan pun lumayan banyak yang tidak aktif untuk beberapa minggu. Termasuk kantor suami.

Jelas saja, setelah kurang lebih enam bulan merasakan suhu dingin, minim sinar mentari, saatnya menikmati alam yang terang bahkan sampai malam menjelangMeskipun berlibur di saat summer ada ga enaknya. Manusianya buanyakkk banget. 

IMG_4850.jpg

Biasanya, Summer House menjadi salah satu pilihan tempat berlibur sebagian warga Swedia di musim panas. Selain itu, mobil Caravan juga semakin sering terlihat di musim ini. Seperti di jalanan, kawasan Camping bahkan sampai di tengah hutan. Tak sedikit tempat yang menyewakan lahan, khusus untuk Caravan.

IMG_4800.JPG
Kawasan Camp khusus caravan

Di saat summer, pemandangan alam bisa dibilang sempurna. Semua tumbuhan sudah mekar di musim ini. Beraneka rupa dan warna.  Tumbuh secara bergantian. Namun ada sisi jeleknya juga. Di musim panas, pertumbuhan tanaman sangat aktif. Jadi yang namanya rumput cepat banget meninggi. Harus sering di potong dengan mesin. Belum lagi yang namanya lebah bunga, nyamuk dan lalat lumayan sering muncul. Menimbulkan suara suara yang ga enak di telinga.

Cuma kalau melihat bunga bunga liar yang silih berganti bermunculan, baik itu di pinggir jalan, hutan, halaman atau lapangan luas, sukak! lihat aja foto di bawah, semuanya bunga liar. 

IMG_4790.JPG
Bunga liar Rallaros cakep banget ya

IMG_4783.JPG
Bunga liar Dandeloin

IMG_4764
Rumput liar

IMG_4804
Bunga liar Lupiner tumbuh dimana mana

IMG_4761
Rumput liar dengan bunga putihnya. Ada dimana mana

Ngegrill di halaman rumah, duduk bersama di kursi halaman, makan di luar, memasang payung, menjadi kegiatan yang wajib di saat musim panas. 

Di desa tempat gue tinggal, biasanya beberapa warga menikmati danau di sekitar desa, dengan menggunakan boat kecil sambil memancing. Jadi tidak heran, boat boat yang biasanya di saat winter bersandar di tepi danau, mulai dipakai di saat summer. 

IMG_4779.jpg
Ngegrill

IMG_4781.jpg
Ini yang gue rindu. Makan, ngerujak dan meneguk lemon tea dingin di halaman rumah. 

Ada satu kawasan yang tidak jauh dari desa gue tinggal, yang biasa dipakai sebagai tempat berenang. Layaknya sebuah pantai. Padahal bukan pantai sih.

Cuma kawasan ini memiliki hamparan pasir layaknya bibir pantai gitu. Jadi lumayan enak buat lenje lenje di atas pasir. Yang begini aja pun uda senang mereka. Hahahaha.

IMG_4760.JPG
Memancing di danau dengan menggunakan boat

IMG_4832.jpg
Danau di seberang desa. Tepinya mirip pantai, ada pasirnya. Kalau summer biasanya kami suka ke sini. Penting bisa santai kayak di pantai Bali…. hahaha

IMG_4795.JPG
Ya anggap saja di kuta…daripada benjol

IMG_4796.JPG
Gayaknya uda kayak di pantai beneran
Hal lain yang gue suka di saat summer adalah berkebun. Mulai dari nanam bunga dan sayuran. Hobby baru gue sejak stay di Swedia. Di musim panas, rata rata warga pada suka berkebun. Gue paling suka melihat buah apel bergantungan di pohonnya. Sudah lama pengen nanam apel. Cuma suami gue kurang antusias karena pertumbuhan apel di desa gue kurang bagus.

Apalagi ya….hmmmmm…..kawanan ternak! Pas lihat sapi, domba dan kuda lagi makan rumput gitu. Sukak! *Langsung nyanyi Desaku yang Kucinta.

Siapa yang hobby olahraga? Kalau gue angot angotan. Kadang rajin kadang malas. Apalagi pas winter (baca winter ala desa gue). Tapi kalau summer, gue lumayan rajin.  Hutan menjadi tempat yang wajib kami (gue dan suami) lewati jika berolahraga di musim panas. Berjalan kaki sambil berlari santai, atau juga bersepeda (walaupun naik sepedanya masih kagok gitu…hahaha). Enak banget loh. Lari di tengah alam yang udaranya bersih. Hening. Cuma ada barisan pinus dan danau. Gue cuma bisa mendengar langkah kaki dan napas gue, serta suara burung. Ahhh damailah.

IMG_4799

IMG_4787
Kegitan rutin setiap tahun. Beli bunga tahunan buat ditanam
IMG_4756.JPG
Menanam bunga

Dulu kalau nonton film, kan suka ada tuh adegan olahraga lari sendirian di hutan sepi. Kadang suka mikir, apa iya olahraga harus di tempat sepi kaya gitu? Apalagi kalau filmnya film murder. Yang ada suka mikir, ahhh dasar film, suka cari lokasi yang sengaja dibuat seram. 

Ehhhh, ternyata kehidupan kaya gitu benaran ada. Gue sudah mengalami sendiri. Hutan memang menjadi salah satu tempat favorite bulek kalau berolahraga. 

IMG_4809.JPG
Kalau summer biasanya gue dan suami suka jalan di sekitar hutan ini. Ada danau di sebelahnya. Favorite gue banget tempat ini. Sampai sampai banyakan berhenti buat foto foto daripada olahraganya. Hahaha

Memetik buah blueberry di hutan, juga merupakan salah satu kegiatan rutin gue dan suami di saat summer. Blueberry organik yang tumbuh liar dan banyak banget di sepanjang hutan. Gue bisa sepuasnya memetik blueberry di musim ini. Ga perlu beli mahal mahal. 

Menjalankan hobby photography di saat musim panas paling enak. Kenyang natural light. Hasil photo lebih maksimal. Mana objek photo juga lebih beraneka. Mulai dari landscape hingga bunga bunga. Dimana mana cetar menghijau. Ahhhh, pokoknya summer aku padamulah!

IMG_4806
Sapi. Binatang yang gue suka. Hanya di saat summer gue puas liatin mereka. 

IMG_4770
Warna hijau rumput di musim panas selalu membuat hati sejuk
IMG_4854.jpg
Domba
IMG_4762.JPG
Desa yang asri

IMG_4805
Paan seh foto foto akoh!

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia. 

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Pesta Bunga di Musim Semi

Pergantian musim selalu memiliki warna. Warna dan cerita yang berbeda. Begitu juga dengan musim yang selalu gue tunggu. Spring! 

Tidaklah salah jika pergantian musim dingin ke musim semi gue sebut sebagai pergantian musim yang paling excited. Wajar, setelah kurang lebih enam bulan hidup dengan siang yang lebih pendek dan malam yang lebih panjang, sinar mentari yang terbatas, dingin yang tidak berkesudahan,  tidak ada  bunga, tidak ada rumput, hanya pohon dan ranting  tanpa daun. Semua tanah tertutup oleh salju. Ditambah lagi suasana hening yang bebas dari kicauan burung. Sampai akhirnya ketika matahari semakin rajin menampakkan wajahnya, hari demi hari pun semakin cerah dan terang. Salju mulai mencair. Air danau di sebelah rumah sudah tidak membeku lagi. Aliran airnya mengalir seperti biasa. 

FullSizeRender (32).jpg

Rumput yang tadinya menguning perlahan berubah menjadi hijau muda. Pohon pohon mulai berdiri sempurna, memiliki tunas daun di bagian rantingnya. Dan yang lebih excited lagi, bunga bunga liar mungil dan beraneka warna mulai bermunculan dimana mana. Ahhh, rasanya awesome sekali. Penantian lama yang berujung indah 🌸🌺🌷

Ditambah lagi, keadaan hening yang sebelumnya meraja, mulai berasa ramai oleh kicauan burung, terutama di saat bangun pagi. Ya Tuhan, kedengarannya enak banget di telinga gue.

FullSizeRender (31).jpg

Bangun tidur jauh lebih bersemangat. Pokoknya bener bener menyenangkan. Mungkin karena gue tinggal di lingkungan pedesaan. Jadi berasa banget bedanya.

Di saat winter, gue memang bisa melihat burung, bahkan sengaja diberi makan supaya mereka tidak kelaparan. Tapi mereka tidak mengeluarkan kicauan. Cuma makan. Keadaan alam yang berbeda inilah, yang selalu membuat gue tidak sabar menanti datangnya musim semi.  

Kalau boleh gue bilang,  musim semi bukanlah musim yang paling sempurna untuk mendapatkan hangatnya sinar matahari. Akan tetapi, di musim ini gue sudah merasakan suhu yang lumayan hangat dari hari ke hari. Sudah tidak terlalu dingin. Sudah tidak di bawah nol derajat celcius. Sudah tidak ada yang namanya minus 30an.

img_3092
Bunga liar di musim semi

fullsizerender-31

Bahkan kadang kalau cuaca bersahabat, gue bisa menikmati hari layaknya musim panas. Jaket yang gue pakai pun sudah berbeda. Tidak terlalu tebal. Demikian juga dengan sepatu, tidak perlu boots dengan lapisan bulu tebal di dalamnya. Setidaknya perintilan berat di badan gue lumayan ringan.

Biasanya alam akan memperlihatkan tanda tanda jika satu musim akan segera atau sudah berganti

Tentu saja, semakin terbiasa semakin lumayan mudah merasakan tanda tandanya. Meskipun tanda tanda yang gue tulis di bawah ini bisa saja berubah setiap tahunnya. Tergantung alam bekerja.

Satu bulan sebelum musim semi, biasanya alam sudah memberi tanda. Misalnya: 

  • Dinginnya suhu udara relatif sudah tidak terlalu ekstrem.
  • Bongkahan salju di atap rumah mulai mencair. Suaranya mirip rintik hujan. Tiik..tik..tik. Suka mendengarnya.
  • Memasuki bulan april, biasanya suhu sudah berkisar diantara 5 sampai 11 derajat celcius. Namun bukanlah jaminan suhu ini tidak akan berubah. Bulan April adalah bulan yang suka membuat terkecoh. Dari cuaca yang sangat cerah, tiba tiba berangin, mendung dan hujan. Kemudian cerah lagi, dan mendung lagi. Dan puncaknya, tanpa dimau, salju kembali turun dengan derasnya. Turun di saat sudah memasuki awal spring. Rasanya dalam sehari bisa mengalami empat musim sekaligus. Tipikal cuaca di bulan April. Suka memberi harapan palsu. 
img_3067
Unggas liar di tepi danau. Gue senang banget setiap mereka muncul
  • Unggas liar mulai berdatangan ke lapangan rumput dan tepi danau di sebelah rumah. Kehadiran mereka selalu menjadi tanda mujarab jika musim semi sudah mulai tiba. Mendengar suara mereka, melihat mereka memakan rumput, berenang di danau, ihhh..sukalah!
img_3016
Burung Cuckoo. Selalu mengeluarkan suara Kuk..Kuk. Source: animal-dream.com
  • Sering mendengar suara burung cuckoo. Kuk..kuk..kuk..kuk. Mirip jam antik. Ternyata oleh penduduk desa gue, suara burung ini bisa dijadikan sebagai tanda, kalau musim semi mulai tiba. Jadi selama burung ini masih bersuara, artinya spring belum berakhir sempurna. 
img_3075
Bunga Lilja. Bunga musim semi 
FullSizeRender (33).jpg
Siapa yang tidak senang, bunga mungil ini muncul begitu saja memenuhi rumput
img_3052
Gue lupa namanya, ini juga menjadi salah satu jenis bunga yang mulai muncul di saat musim semi. Tapi bukan bunga liar

Meskipun bulan april bisa disebut sebagai awal datangnya musim semi di banyak wilayah, tapi di desa gue malah relatif  telat. Ketika orang orang sudah menikmati mekarnya bunga dimana mana, gue harus sabar menikmati tanaman yang masih gersang dari sisa winter. Kalaupun ada bunga yang mekar, masih sedikit banget.  Paling yang membuat gue senang adalah,   toko bunga dan supermarket mulai ramai menjual bunga tulip. Setiap melihat tulip, berasa winter segara berakhir.

fullsizerender-33
Tulip. Selalu menghiasi meja rumah

Dua tahun lalu, gue masih berkesempatan melihat bagaimana bunga tulip yang gue tanam tumbuh dan mekar pertama sekali di halaman rumah. Senang luar biasa. Sayangnya setelah itu, umbinya gue cabut semua. Pertumbuhannya tidak terlalu bagus di sekitar tempat tinggal gue. Masih terlalu dingin sepertinya. Kebanyakan gagal dan cuma sebagian saja yang berhasil tumbuh.

Buat gue, musim semi sama artinya dengan Pesta bunga dimulai! Bunga bunga mulai bermekaran. Baik itu yang sengaja ditanam maupun bunga bunga liar. Dan yang paling membuat gue takjub adalah, ketika melihat bunga bunga liar bermunculan dimana mana. Di tepi jalan, di hutan, di sela rumput, satu demi satu muncul silih berganti. Jumlahnya banyak!

fullsizerender-32
Bunga ini tumbuh di samping halaman kosong sebelah rumah. Akhirnya gue mencoba tanam di halaman depan rumah. Berhasil!

Uniknya lagi, rata rata bunga liar tersebut hanya bertahan dalam hitungan minggu. Kurang lebih seminggulah. Kemudian disusul jenis bunga liar yang lain. Bentuknya mungil mungil, warna beraneka ragam. Kuning, merah jambu, biru, ungu, putih. Setiap waktu, ada saja bunga baru yang muncul dari permukaan tanah. 

Sekalipun hanya bunga liar, tapi keindahannya tidak perlu diragukan. Mampu membuat mata segar. Rasanya excited banget setiap melihat pergantian jenis bunga yang muncul. Ciptaan Tuhan memang luar biasa. 

Bunga liar pertama yang muncul di sekitar tempat tinggal gue adalah Tussilago, bunga kecil berwarna kuning (seperti gambar di atas di sebelah bunga tulip). Bunga ini tumbuh secara berkelompok dalam jumlah yang lumayan banyak. Kemudian disusul oleh bunga liar lainnya, seperti Vitsippa, dan Liljekonvalj.

Vitsippa merupakan jenis bunga liar yang sangat identik dengan musim semi di daerah sekitar tempat tinggal gue. Warnanya putih, tumbuh subur memenuhi sepanjang jalan di depan hutan. Cantik sekali jika dilihat dari jauh. 

fullsizerender-34

fullsizerender-32
Vitsippa. Warna putihnya memenuhi jalanan di depan hutan dan jalan raya

Sedangkan Liljekonvalj merupakan salah satu jenis bunga yang digemari di desa gue. Tumbuh liar di hutan. Sebagian warga dulunya sengaja mengambil bunga ini dari hutan, dan menanamnya di halaman rumah mereka. Bentuknya yang mungil dan aromanya yang harum, menjadikan Liljekonvalj sebagai bunga liar elite di saat musim semi.Karena terlalu kecil dan mungil, Liljekonvalj cenderung tidak terlihat diantara rimbun daunnya yang tumbuh rapat. Mirip daun tulip. Dahulu, sebelum libur sekolah dimulai, anak anak suka memetik Liljekonvalj di hutan dan memberikannya kepada guru. Benar atau tidak, dibalik kecantikan dan keharumannya, konon katanya Liljekonvalj mengandung racun yang berbahaya.  

FullSizeRender (31).jpg
Liljekonvalj. Mungilnya seperti bunga melati. Harum

Di saat musim semi, kegiatan menanam bunga di halaman sekitar rumah sudah bisa dimulai. Biasanya bunga yang di tanam adalah jenis bunga yang memang cocok untuk musim ini. Ada beberapa jenis tanaman bunga yang sangat identik dengan musim semi. Salah satunya adalah bunga Pansy.

Bunga dengan beragam warna mulai dari ungu, kuning, biru, merah jambu, coklat, dan putih. Seperti gambar di bawah ini.

Kelopaknya bunganya sangat lembut tapi lumayan kuat berada di suhu relatif dingin. Pansy hanya bertahan sampai di penghujung musim semi.

Sangkin senangnya warga Swedia terhadap pergantian musim dingin ke musim semi, ada satu tradisi besar yang selalu dilaksanakan mereka setiap tanggal 30 April. Namanya Valborgsmässa,  tradisi menyalakan api unggun besar yang dimaknai sebagai tanda berakhirnya musim dingin yang berkepanjangan (kurang lebih selama enam bulan) dan digantikan musim semi  yang lebih hangat dan lebih terang.

Setiap musim memiliki keindahan dan cerita. Hidup setiap waktu lebih bervariasi. Sadar atau tidak, ada perubahan yang ditunggu. Meskipun winter hanya memiliki salju, namun putih salju memberi kesempatan untuk bisa merasakan kehidupan layaknya dalam cerita dongeng. Negeri winter wonderland! Dan cerita dongeng pun berganti dengan suasana  yang lebih berwarna. Warna warni flora yang baru! Ciptaan Tuhan yang luar biasa.fullsizerender-34

“Semua photo di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Terkecuali ada keterangan tertentu seperti gambar burung cuckoo”

fullsizerender-31

Kegiatan dan Hiburan di Saat Winter

Helo, ceritanya masih semangat nih cuap cuap tentang winter. Mumpung masih baru winternya, masih hot buat bahan tulisan. Sebelum hati lelah dan mulai letoi dengan keadaan, jadi dilibaskan aja sekarang. Hahaha.

Tidak bisa dipungkiri kalau winter adalah musim yang terberat dari sekian musim yang ada. Artinya di musim ini ada saat dimana aktivitas tidak sebebas musim yang lain. Contohnya di waktu summer, jika pengen ke halaman rumah, cukup dengan pakaian yang melekat di badan. Kasarnya nyeker pun bisa. Nah, kalau winter kan ga. Kudu jaketan, pakai boots, topi, macam macamlah. Ada hal yang lumayan ribet dikerjakan untuk sesuatu yang sebenarnya simpel. Belum lagi ketika suhu ngedrop, dinginnya asoy banget. Trus gelap dan malam pun terasa sangat panjang. Dan aktivitas sehari hari sebagian besar berjalan seperti biasa.

Namun meskipun begitu, bukan berarti winter ga ada manis manisnya. Pasti adalah. Malah beberapa kegiatan justru ditunggu tunggu ketika musim ini tiba. Kegiatan yang bisa dibilang hanya dilakukan di saat winter saja. Apa saja itu? Langsung aja, ini dia!

A. Bermain Snowscooter

Salah satu kegiatan yang lumayan menghibur di saat winter adalah bermain snowscooter. Setiap tahun gue dan suami rutin menikmati winter dengan benda yang satu ini. Dan untungnya di sebelah rumah ada lahan kosong yang lumayan luas. Sangat cocok buat muter muterin snowscooter. Selain itu, hutan juga bisa menjadi alternatif lain untuk memainkan kendaraan salju ini. Dan itu asik banget.  Apalagi ketika bongkahan salju nempel diantara ranting pinus, diantara jarak pohon yang lumayan berdekatan. Adventurenya berasa banget. Seru!

img_4124

Bermain Snowscooter tidak boleh asal main jeplak. Namanya aktivitas di luar ya. Yang selain dingin, waktunya pun lumayan lama. Apalagi jika tempatnya lumayan jauh  dari rumah. Seperti di hutan misalnya. Wajib mempersiapkan segala keperluan dan printilan winternya. Mulai dari perlengkapan di badan, cek mesin sampai handphone pun harus dibawa. Sudah tidak boleh memakai jeans, kaga mempan lagi. Sudah harus berbahan outdoor khusus. Mengapa? Karena yang namanya apes, datangnya ga pernah diduga.

Sebagai contoh misalnya, pernah ada kejadian (sampai masuk berita tv), ketika seorang ayah dan anak bermain snowscooter di hutan. Sepertinya mereka tidak begitu hapal medannya, kehilangan arah dan akhirnya nyasar. Hitungannya sampai 24 jam lebih kalau ga salah mereka di hutan. Untungnya pas ditemukan keduanya selamat. Itulah sebabnya perlengkapan pakaian sangat penting diperhatikan. Ga bisa pakai yang abal abal lagi. Setidaknya membantu menjaga badan agar tetap terjaga kehangatannya. Kebayang kan berada di hutan  selama 24 jam lebih. Di saat winter pula.

IMG_4117.JPG
Late winter tahun lalu, trip ke sebuah area pegunungan di Dalarna. Tapi jangan bayangin seperti gunung di Indonesia ya. Meskipun begitu, tetap aja membuat gue speechless. Serasa bukan di atas gunung.  Seperti di padang datar berwarna putih. Salju semua dan sangat silau. 

Makanya disarankan, jika bermain snowscooter alangkah baiknya jangan sendiri, sebisa mungkin berdua atau berkelompok. Dan bermainlah di kawasan yang memang khusus diperuntukkan untuk itu. Karena jalur dan tanda tanda jalannya sudah jelas.

Kalau pun harus bermain di hutan, seperti gue dan suami misalnya, dipastikan karena sudah menguasai betul lokasi hutannya. Dan hutan yang kami jalani pun memang hutan yang berada di sekitar desa. Namun bukan berarti jadi anggap remeh ya. Yang namanya mesin, pakaian dan handphone tetap harus diperhatikan dan dipersiapkan baik baik.

Seperti yang gue bilang di atas, bermain snowscooter untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, misalnya ke puncak gunung, sebisa mungkin berbarengan dengan teman yang lain. Selain lebih seru, lebih aman juga. Biasanya jika yang satu sudah melaju lebih jauh, dan teman di belakang dirasa kok tidak muncul muncul, pasti mereka akan menghentikan snowscooternya. Dan jika masih tidak nongol juga, mereka pun akan muter balik untuk mencari tau ada apa. Standard bermainnya memang sudah seperti itu.  Karena sekalipun sudah dipersiapkan dengan matang, yang namanya mesin bisa saja mogok. Pun kemungkinan salah melihat jalur jalan. Karena areanya luas banget kan.

IMG_4126.JPG
Aslinya ketika berdiri di salah satu puncak gunung ini, rasanya Oh My God. Landscapenya luas banget. Cuma ada gunung dan berjuta pohon.
img_3887
Istirahat sambil bakar sosis. Bakar sosis di atas salju itu rasanya sesuatu sekali …hahaha

Bermain snowscooter harus menunggu salju benar benar padat dan agak tebal. Agar Snowscooter bisa berjalan mulus dan cepat, dan tidak merusak mesinnya juga. Sebagai hiburan di saat winter, tidak sedikit pebisnis yang menyewakan kendaraan ini. Jadi bagi yang tidak memiliki snowscooter, bisa tetap having fun. Beberapa wilayah pegunungan dijadikan tempat khusus bermain snowscooter. Dikelola secara profesional, lengkap dengan rambu rambu jalannya. Jalur mana yang boleh dilewati dan mana yang tidak boleh. Seperti gambar di atas.

img_4130
Bermain Snowscooter
IMG_4121.JPG
Lenjeh lenjehnya bukan di sofa. Melainkan di atas danau yang membeku. Keren yak! Hahahah. Gue sempat tertidur. Tapi sebentara aja dan rasanya enak banget.  Tetangga  ampe mendengkur. Gue ga bisa jelasin rasanya gimana. Yang pasti karena waktu itu sudah late winter, jadi tidak terlalu berasa dingin. Jaket aja sempat gue buka. Soalnya matahari terik banget dan rasanya dekat banget ke atas kepala. 

Ketika matahari cerah, tidak sedikit yang menghentikan snowscooter untuk sekedar istirahat. Bahkan sampai rebahan di atas salju. Berjemur! Gue pertama ngelihat sampai terheran heran. Ternyata bukan cuma di pantai, di salju pun hayo aja selagi matahari bersinar oke. Kemungkin karena kawasan pegunungan, jadi matahari berasa dekat banget. Dan memang waktu itu sekitar pertengahan bulan April. Aroma musim semi sudah mulai berasa. Meskipun di atas gunung ketebalan saljunya masih ganas aja.

img_3894
Gue pengen balik lagi ke sini. Jika ingin merasakan nuansa Mount Everest tanpa harus letih mendaki, tempat ini adalah salah satunya. Awan dan matahari serasa dekat banget. Seperti bisa digapai pakai tangan.  Indah banget! Kalau yang di bawah ini, adalah foto ketika gue bermain snowscooter di halaman kosong sebelah rumah dan juga di sekitar hutan dekat desa

Selain untuk hiburan di atas, Snowcooter juga dipakai sebagai alat bantu transportasi sehari hari di saat winter. Misalnya dari rumah ke hutan ataupun sebaliknya. Karena di saat jalanan dilapisi salju tebal, mengendarai snowscooter menjadi pilihan yang tepat, karena kendaraan ini mampu berjalan di atas salju tebal dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan di atas danau membeku sekalipun, lajunya tetap oke.

B. Memancing Ikan

Dulu suka bingung, kok dingin dingin pada betah memancing sih? Tapi memang begitulah  kebiasaan orang di saat winter. Apalagi jika matahari bersinar sedikit centil, danau beku menjadi salah satu tujuan pelipur lara. Menurut gue, point utamanya sih bukan harus mendapatkan ikan,  karena memancing di atas air yang membeku, tidaklah sama dengan memancing di air biasa, sensasinya beda. Kebayang kan memancing dan duduk di atas danau. Frozen lake!

IMG_2809.JPG
Gue, memancing ikan di atas danau. Danau membeku tepatnya. 
img_3903
Memancing ikan di atas danau membeku

This slideshow requires JavaScript.

Dan uniknya lagi, sambil memancing mereka menyalakan kayu bakar. Bahkan  memanggang sosis. Meminum kopi dan ngemil.  Gue juga baru tau setelah melihat dan merasakan sendiri sensasinya. Dan tentunya menjadi pengalaman baru buat gue. Walaupun gue belum paham banget dimana nikmatnya. Berasa excited aja ketika tau kalau gue duduk layaknya di atas tanah, bukan di atas danau. Yuhuii!

IMG_4133.JPG
Orang orang yang duduk memancing

Danau yang bisa dijadikan tempat memancing haruslah danau yang tingkat ketebalan bekunya benar benar aman. Seperti danau yang kami kunjungi, bekuan esnya kurang lebih mencapai 2 meter. Dibutuhkan bor untuk membuat lubang kecil, agar tali pancing bisa masuk ke dalam danau. Dan satu hal, ketika selesai memancing, wajib membersihkan area danau dari benda benda yang membuat kotor.

C. Bermain Kick Sled (Spark Winter)

Kick Sled (Spark Winter) merupakan alat transportasi kayu yang masih dipakai di desa gue. Agar tidak mudah terjatuh atau terpeleset, kick sled dipakai ketika berjalan di atas salju atau es yang licin. Istilahnya ada benda yang dijadikan peganganlah ketika berjalan. Kick Sled bisa juga disebut sepedanya musim dingin. Tinggal mengayuh salah satu kaki, maka Kick Sled bisa meluncur cepat, tanpa harus bersusah payah berjalan di atas es yang licin. Bisa lihat video di bawah ini ya. Lumayan seru sih.

Cuma kalau belum terbiasa seperti gue, pertama make berasa tegang sendiri. Sampai sekarang pun masih sih. Takut ga bisa mengendalikan licinnya es. Yang ada malah terjungkal. Hahaha. Tapi pada prinsipnya asik banget kok kalau berhasil meluncur.

D. Membuat Snowman

Si manusia salju yang menjadi cerita klasik di saat winter. Iconic banget. Rasanya sayang aja gitu, di saat winter tidak membuat snowman. Dan tentunya dengan tangan sendiri. Membuat snowman gampang banget. Tinggal ambil sekepal salju, lalu gulung gulung di atas permukaan salju. Dalam hitungan detik akan berubah menjadi bulatan salju yang besar. Idealnya sih ketika membuat snowman, suhu harus di atas nol derajat. Karena di suhu yang tidak minus, biasanya salju memiliki kandungan air. Tidak terlalu kering dan ringan. Jadi bisa dibentuk. Berikut Video singkat ketika gue membuat snowman.

img_4152

E. Bermain Ski

Selain Hockey, bermain Ski merupakan olahraga musim dingin terfavorite di Swedia. Sepakbola kalah pamor dengan kedua olahraga ini. Di saat winter banyak diselenggarakan pertandingan ski berskala nasional maupun internasional. Bahkan beberapa kawasan wisata justru ramainya malah di musim dingin, karena dipenuhi para penggila olahraga yang satu ini.

img_4176
Restoran di atas pegunungan
img_4178
Di dalam restoran. Suasananya membuat perasaan langsung hangat
IMG_4173.JPG
Barisan cablecar menuju puncak gunung. Restorannya terlihat unik ya. Foto gue zoom. Aslinya jauh banget
img_4169
Gue foto ketika berada di atas cablecar
img_4204
Di atas cable car. Asik asik menegangkan
img_4180
Kawasan puncak, area bermain ski
IMG_4168.JPG
Pengen bisa main ski. Tapi malas latihannya hahahha

Gue lumayan suka mengunjungi wisata bermain ski. Bukan karena mahir bermain ski, melainkan karena pemandangan alamnya bagus bagus. Dan biasanya, tempat seperti ini selalu memiliki restoran di puncak gunung. Gue suka aja makan di restoran kaya gini. seru aja rasanya. Apalagi untuk bisa sampai ke atas, harus menggunakan cable car. Sedikit menegangkan.  Berada di ketinggian dengan kaki menggantung. Dingin pula! Tapi  percaya deh. Puas melihat landscapenya.

F. Menyalakan Lilin

Gue suka banget lilin. Menyalakan lilin di saat winter lumayan sering gue lakukan. Dan bukan hanya gue aja sih, menyalakan lilin di saat winter merupakan kegiatan yang wajar. Filosofinya sih sederhana saja. Winter itu gelap dan dingin. Lilin itu memberi cahaya dan kehangatan. Ketika melihat cahaya lilin,  itu berasa tidak hanya menimbulkan perasaan hangat saja, tapi juga membuat suasana menjadi lebih relax. Di tempat gue, biasanya lilin dipasang di dalam, teras atau halaman rumah.

IMG_4185.JPG

fullsizerender

Jika sebuah rumah memasang lilin di sekitar halaman atau teras, biasanya mereka sedang kedatangan tamu/acara makan malam bersama. Dengan memasang lilin, setidaknya orang lain akan tahu dan mengerti, kalau si pemilik rumah sebaiknya jangan diganggu (bertamu tanpa janjian maksudnya).

Namun tidak selamanya menyalakan lilin di luar rumah diartikan sebagai tanda kalau si pemilik rumah sedang menunggu tamu. Melainkan bertujuan untuk sekedar memberi nuansa yang lebih indah di sekitar luar rumah. Biasanya lilin seperti ini digantung atau dibuat di meja teras dalam ukuran yang lumayan kecil.

IMG_4313.JPG
Biasanya kalau memasang lilin dan ditempatkan di tempat lilin seperti ini, dan diletakin di depan teras rumah, menandakan yang punya rumah lagi kedatangan tamu. Meskipun tidak selamanya juga benar. Contohnya gue, ada ga ada tamu sering gue pasang. Habis gue suka banget dengan lilin. Hahaha

G. Mengeluarkan Perlengkapan Winter

Perlengkapan winter maksudnya di sini seperti jaket, baniehat, long john, kaos kaki, slippers, syal, sarung tangan, boots, sampai celana panjang khusus outdoor. Ketika winter tiba, perlengkapan di atas gue keluarin dari dalam lemari. Untuk jaket gue gantung di gantungan, boots di rak sepatu, sedangkan kaos kaki, long john, baniehat, slippers, sarung tangan, gue keluarin sebagian. Gue masukin ke dalam satu box, sesuai kebutuhan gue aja.

Semua perlengkapan di atas gue taruh di ruangan dekat pintu utama (pintu keluar masuk rumah), dan semuanya disusun saling berdekatan. Jadi jika butuh tidak perlu lagi masuk ke kamar. Atau tidak ada istilah, kaos kaki gue mana, sarung tangan gue dimana? karena semua ditempatkan di ruangan yang sama. Sekalipun dalam kondisi buru buru, uda gampang.

Begitupun ketika pulang ke rumah, buka pintu dan langsung buka boots, jaket, hat, sarung tangan, dan letakin ke tempat masing masing  tanpa harus nenteng jauh jauh ke ruangan lain. Tipikal rumah di Swedia sepertinya kebanyakan seperti ini. Gantungan jaket dan rak sepatu selalu berada di dekat pintu masuk rumah.

Semua perlengkapan di atas bisa dibilang pahlawan di saat winter. Karena tanpa mereka mungkin gue dan orang lain akan merasakan kedinginan yang luar biasa. Ga kebayang kalau sampai di suhu minus ga pakai jaket atau boots. Frozen tra la laNamun  perlengkapan ini jugalah yang kadang membuat bete, malas makenya. Rasanya ribet banget di badan. Berlapis lapis dan tiba tiba merasa bobot badan bertambah berat. Gerrrrr.

img_4236
Biasanya perlengkapan yang kira kira gue perlukan, gue buat di dalam satu box kaya gini. Jadi nyarinya gampang. Kalau mau diganti tinggal ambil aja dari lemari utama

Suhu di saat winter tidak selamanya sama. Bisa berubah ubah. Tapi secara keseluruhan dinginnya tetap berasa. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap perlengkapan winter yang digunakan. Biasanya jika suhu berada diantara 0 sampai dengan 5 derajat celcius, gue masih mengenakan jaket biasa. No sarung tangan. Ga pakai hat pun masih kuat. Apalagi long john no way…hahaha.

IMG_4228.JPG
Sweeter seperti ini gue pakai kalau benar benar dingin. Kalau ga ya ngendap di lemari. Sebagian besar berbahan wool.

Berbeda ketika suhu di bawah nol alias minus, barulah gue memakai jaket hangat, kebanyakan terbuat dari bulu murni seperti bulu angsa. Pengalaman gue sih, jaket berbahan bulu angsa itu lumayan stabil ya. Artinya jaketnya bisa beradaptasi dengan suhu sekitar. Di -2 oke, di -24 bukan berarti jadi kurang hangat. Atau jika di -24 oke bukan berarti di -2 jadi kepanasan makenya. Uda gitu, di badan rasanya tidak terlalu berat. Ga berasa kaya robot makenya. So, meskipun wilayah Dalarna (terutama desa gue) lumayan kejam di saat winter, secara keseluruhan, jaket yang gue pakai selama musim dingin itu tidak ada yang terlalu heboh.

Kecuali kalau gue melakukan aktivitas lebih lama di luar rumah, seperti bermain snowscooter seharian ke gunung, barulah gue memakai jaket khusus. Gue cuma punya satu satunya jenis jaket begini. Terbuat dari bulu angsa juga, tapi dibuat lebih tebal lagi. Berasa kaya robot makenya. Bentuknya seperti gambar di bawah ini, jaket berwarna hijau.

img_3771
Di saat winter yang namanya tetap terlihat menarik bolehlah. Misalnya di saat undangan dinner, acara formil/party, gue biasanya memakai coat berbahan wool. Bagian dalamnya juga dibuat semanis mungkin tapi  tetap hangat dipakai. Demikian juga dengan boots, gue memilih yang bahannya hangat tapi tetap terlihat menarik. Jadi meskipun winter masih bisalah gaya gaya dikit.

Perlengkapan winter yang nempel di badan lumayan berlapis. Jadi wajar suka bikin bete. Kalau suhu ngedrop banget, biasanya untuk bagian badan atas, gue memakai sweeter berbahan wool. Kalau tidak terlalu dingin cukup sweeter tipis. Lalu bagian kaki dan paha memakai long john, dilapisi kaos kaki lagi. Kaos kaki juga bervariasi, bisa katun biasa dan bisa berbahan wool, tergantung suhu.

Kemudian barulah memakai jeans. Tapi sekiranya aktivitas di luar rumah lama banget, celana jeans sudah tidak layak dipakai lagi, karena lumayan menyerap dingin. Jadi sudah harus memakai celana khusus outdoor yang tidak menyerap dingin.

Lanjut memakai boots (dalamnya wajib berbulu). Trus jika diperlukan, gue tambahkan lagi alas kaki  berbahan wool ke dalam boots. Biar makin hangat. Baru badan ditutup jaket. Biar lebih dasyat lagi, lilitkan syal dileher. Dan kepala di tutup hatbanie. Bisa bayangin kan rempongnya. Hahahaha.

Pertama datang ke Swedia, tepatnya ketika berada di Stockholm, waktu itu kalau tidak salah suhunya cuma 2 derajat celcius. Tapi gue udah minta ampun kedinginan. Sampai sampai penampilan gue heboh banget. Muka gue tutup syal, uda kaya ninja! Sampai supir taxi nanya suami, apakah gue baik baik saja atau sedang sakit. Dan begitu suami bilang gue kedinginan, sambil tertawa pak supir bilang 2 derajat celcius itu tidak ada apa apanya. Its nothing! Dan semakin ke sini, memang benarlah adanya. Boro boro dua  decel, minus 32 aja sudah gue rasakan. *kepalkan lengan tangan*

H. Membakar Kayu Untuk Pemanas Ruangan

Kegiatan ini bisa dibilang rutin setiap hari gue lakukan di saat winter. Sebenarnya di musim panas pun gue tetap membakar kayu, tapi kuantitasnya hanya sekali 2 hari. Hanya untuk pemanas air. Itupun paling 1 keranjang doang. Berbeda di saat winter, kuantitas membakar kayu bisa melonjak menjadi  tiga kali dalam sehari. Bahkan bisa 4 kali sehari kalau suhunya mencapai minus 24 lebih. Dan sekali membakar bisa habis 3 keranjang.

IMG_4190.JPG
Kayu bakar di gudang rumah gue. Motonya cuma dari pintu doang.
img_4184
Gudang kecil milik warga desa. Biasanya kalau kebutuhan kayunya sedikit begini, karena rumah hanya ditempati di saat summer saja. Atau si pemlik rumah sudah terlalu tua dan lebih banyak menggunakan listrik untuk pemanas ruangan. Urusan bayar listrik yang mahal ditanggung sendiri. Hahaha

Rumah gue membutuhkan kurang lebih 30 kubik kayu pertahunnya. Memenuhi satu gudang setinggi 3 meter berukuran 3×5 meter.  Salah satu teman di blog, Deny, sempat bertanya, bagaimana keseimbangan pertumbuhan kayu di hutan dengan jumlah pemakaian kayu bakar? Apakah persediaan kayunya tetap cukup, mengingat rata rata warga di desa gue, menghabiskan kayu bakar dalam jumlah yang lumayan banyak setiap tahunnya.

Jawabannya adalah  sangat sangat cukup. Jangankan untuk kayu bakar, dijual ke company pun bisa. Menjadi income warga desa. Karena bisnis utama di desa gue ya jual beli kayu. Walaupun kuantitas jual belinya tidak sering ya. Sebagai contoh, rumah gue menghabiskan 30 kubik kayu pertahun, sementara properti hutan per keluarga bisa mencapai 25-30 ribu kubik. Dan setiap tahunnya, kayu akan mengalami pertumbuhan kurang lebih sebanyak 500 kubik.  Jika harus dibandingkan dengan luas dan perkembangan pertumbuhan satuan kubik kayu setiap tahunnya, pemakaian kayu bakar bisa dibilang nothing. Karena pemakaian kayu tidak dilihat dari jumlah pohonnya, melainkan per satuan kubik kayunya (nulisnya sok mahir banget tentang dunia perkayuan, padahal pak suami yang jelasin dan gue cuma ngetik doang…hahhaha)

I. Membersihkan Salju 

Ini kegiatan yang wajib dilakukan di saat winter. Membersihkan salju. Kalau tidak ya alamat terkurung di dalam rumah. Ga semuanya sih dibersihkan, hanya titik lokasi sekitar halaman yang biasa dilewati saja. Misalnya jalanan di depan teras menuju mobil, gudang dan jalur keluar masuk mobil. Jadi tanah yang tidak dilewati ga perlu dibersihkan. Ga masalah mau setinggi apapun. Toh ga dilewati juga. Dan yang pasti, nantinya tumpukan salju akan mencair dengan sendirinya.

IMG_4193.JPG
Traktor sahabat sejati suami di setiap musim. Termasuk di saat winter

Jika salju turun, bukan lantas harus dibersihkan. Selama masih tipis (ketebalannya belum menggangu) dan aman dilewati, ya tidak perlu dibersihkan. Apalagi jika suhu tidak terlalu rendah, kemungkinan salju akan cepat mencair. Untuk membersihkan salju biasanya suami menggunakan traktor. Lebih cepat dan lebih rapi hasilnya. Alat sodok manual hanya dipakai di area kecil, seperti depan teras. Sedangkan untuk jalanan umum di sekitar desa, petugas pemerintah daerah sudah siap untuk itu. Begitu salju turun, mereka tau kapan akan datang. Jadi jalanan tetap aman bisa dilewati.

J. Memberi Makan Burung Liar

Ketika winter, pohon pohon sebagian besar tidak memiliki daun. Ga ada yang namanya buah, bunga, biji bijian atau apalah yang bisa dimakan burung. Meskipun ada yang bisa mereka makan, mungkin sangat sangat terbatas. Hal inilah yang membuat beberapa warga di desa gue punya kebiasaan memberi makan burung liar.

Tempat makanan burung digantung di pohon atau jendela luar rumah. Lumayan sih, kalau gue duduk di meja dapur, suka aja melihat burung burung liar terbang, hinggap dan makan. Rasanya damai banget bisa melihat burung burung ini sangat jelas dari kaca jendela. Kalau dulu di Jakarta, boro boro melihat burung, suaranya aja kaga pernah gue dengar. Makanya bisa  melihat dengan jelas seperti ini rasanya nikmat banget. Gpplah harus mengeluarkan budget khusus perbulan untuk mereka. Mereka senang, gue pun senang.

Satu hal yang sampai sekarang belum terealisasi, gue pengen merasakan Dogsledding. Seru kayanya ya. Walaupun sedikit takut lihat muka anjingnya. Hahaha. Kurang lebih gitu deh kegiatan kegiatan di saat winter. Mudah mudahan  bacanya ga ngebosenin ya.

Kalau pengen melihat gue bermain snowscooter bisa klik di https://youtu.be/MfSlPxgmfx4

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin dari penulis”

Cerita Winter Dari Negeri Kulkas

Wah…sudah winter lagi aja. Rasanya belum lama menyimpan perlengkapan winter ke dalam lemari dan sekarang sudah harus dikeluarin lagi. How fast the time flies!

Ceritanya suatu pagi gue terbangun. Cek instagram dan terlihat time line penuh dengan quote “Welcome November”. Ternyata sudah masuk bulan November. Kemudian gue membuka gorden jendela kamar. Dan gue pun terkesima dengan pemandangan yang ada di luar. Salju turun!

Meskipun bukan kali pertama melihat salju, tapi tetap saja bikin perasaan gimana gitu. Apalagi datangnya tepat di tanggal 1 November. Saat orang ramai menulis Welcome November dan gue malah kedatangan salju. Di pagi hari pula. Itu rasanya gimana ya. Seperti terbangun di negeri liliput.

IMG_3310 (1).JPG
1 November 2016. Bangun dan melihat ini dari jendela kamar
img_2876
My Winter Wonderland (tahun 2015)
IMG_2873.JPG
My Winter Wonderland (tahun 2016)

Sejujurnya November adalah bulan yang kurang gue suka. Bukan cuma gue, suami dan warga di desa gue pun kurang menyukai hari hari di bulan ini. November ibarat awal bermandikan kegelapan. Sinar matahari mulai terasa pelit. Kebanyakan mendung. Sekalinya matahari bersinar cerah rasanya senang luar biasa.

Di bulan November, siang hari mulai terasa sangat pendek. Tidur gelap dan bangun pun masih gelap. Suka terkecoh dengan waktu. Berasa pukul sembilan malam padahal baru pukul setengah enam sore. Rasanya malam menjadi panjang sekali. Keadaan ini berlangsung sampai berbulan bulan. Meskipun tingkat kegelapannya berangsur angsur  berkurang hingga menjelang musim semi tiba. Pokoknya November merupakan bulan permulaan dimana harus beradaptasi kembali dengan panjangnya malam dan pendeknya siang.

Bisa bayangin di daerah lingkaran artic kutub utara? Contohnya seperti Kiruna Lapland Swedia (daerah paling utara Swedia). Ada masa terutama pada Malam Polar atau Polar Night, warga di sana hidup tanpa adanya siang alias 24 jam nonstop tanpa matahari. Gelap!

Bangun tidur, sarapan, makan siang, makan malam, ngantor, sekolah hingga kembali tidur adanya cuma gelap sepanjang hari. Tapi meskipun begitu gue punya impian bisa mengunjungi Kiruna Lapland Swedia di saat winter. Pengen tau liburan tanpa sinar matahari itu seperti apa rasanya. Kira kira sanggup ga. Sekalian melihat aurora. Amin.

IMG_3284.JPG
Winter tahun 2015 
IMG_2825.JPG
Sebuah desa!

Akibat hari hari yang sangat dominan dengan kegelapan, suka atau tidak suka warga di desa gue lebih memilih salju turun di bulan November. Tanpa salju suasana gelap akan berasa semakin gelap. Warna putih salju mampu memberi efek yang lumayan terang di alam sekitar.

Sebenarnya puncak dari pendeknya siang ini terjadi pada bulan Desember. Apalagi mendekati malam Polar Night di daerah kutub, pukul dua siang pun sudah mulai berasa gelap. Tapi berhubung Desember sangat identik dengan tradisi natal, buat gue pribadi secara tidak langsung membantu mood jadi lebih oke. Banyak hiburan natalnya. Setidaknya bulan ini bisa dilalui dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan.

Apalagi Swedia masih menjalankan tradisi Minggu Adven dimana hampir setiap rumah, gedung perkantoran, toko toko dan rumah sakit, memasang lampu adven berbentuk lilin di setiap jendela. Dari luar terlihat sangat cantik dan semarak lampu lampu lebih berasa. Akibatnya suasana di bulan Desember jadi lebih bersinar.

Selain itu masih ada tradisi lain seperti perayaan Santa Lucia, Julbord hingga konser natal. Belum lagi hunting christmas tree ke hutan, dibawa pulang dan dihias dengan pernak pernik santa. Buat gue itu seru. Inilah alasan meskipun bulan Desember sangat gelap, tapi bisa gue lalui dengan lebih sukacita dibanding November.

Di tempat gue musim dingin yang lumayan berat biasanya jatuh di bulan Januari. Selain dingin yang menusuk tulang, salju juga turun sangat deras. Ketebalannya bisa mencapai paha.

img_3048
Ketika rumah serasa berada di atas langit

img_2815

 

img_3429

img_2823
Winter 2015. Sebuah summer house di tengah hutan. Mirip gambar kartu natal atau kalender.


img_2863

img_3374
Winter 2016
IMG_3368.JPG
Ketika salju menjadi kembang gula. Hahaha.
img_3022
Narnia !!!!
img_2868
Winter 2015
IMG_2998.JPG
Sunset di saat winter itu indah banget. Perpaduan cahaya redup mentari dan salju 
IMG_3423.JPG
Winter 2016. Salju mulai menutupi permukaan danau. Dan nantinya danau ini akan membeku
IMG_3424.JPG
Winter 2016.  Salju di atas danau
IMG_3420.JPG
Winter 2016. Tepatnya tanggal 11 November 2016. Indah sekali ketika matahari luar biasa cerah. 
img_2830
Danau yang sudah membeku. Ketebalan es kurang lebih dua meter

Musim dingin mulai membosankan dan membuat gerah ketika mendekati musim semi. Rasanya lama banget tidak kelar kelar. Hampir setengah tahun. Jenuhnya berasasekali.

Melihat jaket boots rasanya pengen cepat cepat diungsikan ke lemari. Parahnya lagi ketika salju sudah mulai mencair dan hilang dari permukaan tanah, suka kepedean kalau winter telah usai. Dan tiba tiba saljunya nongol lagi dong. Deras pulak!

Dalam hitungan jam sekitar halaman kembali memutih. Dan itu sering terjadi di saat beberapa negara Eropa lain sudah menari nari dengan musim semi. Memble banget rasanya.

img_2801
Winter 2015

Swedia termasuk salah satu negara yang mengalami musim dingin lumayan berat dibanding beberapa negara Eropa lain. Apalagi  di bagian utara Swedia bisa dibilang ekstrem.

Ketika negara lain masih bisa menikmati indahnya warna warni daun maple, di tempat gue malah uda saljuan. Di saat suhu udara negara eropa lain sudah plus derajat celcius, di tempat gue sudah minus 9 derajat celcius.

Sekitar 25 tahun yang lalu, suami gue pernah merasakan minus 40 derajat celcius. Sekali seumur hidup kata dia. Dan gue berharap mudah mudahan jangan terulang lagi. Menurut suami, wajahnya susah digerakin dan terasa sangat kaku ketika berada di luar rumah. Walaupun cuma hitungan menit. Seram.

img_3054
Winter 2014 di daerah Sälen Dalarna. Ketebatalan saljunya sungguh parah. Lihat saja pohon itu sudah seperti kapas. 
img_2997
Masih dari Sälen Dalarna tahun 2014

Sedangkan gue, terakhir kalinya merasakan suhu yang sangat frontal sekitar tahun lalu. Mencapai minus 32 derajat celcius. Untungnya keadaan ini hanya berlangsung 2 atau 3 hari saja. Benar benar kondisi yang lumayan berat. Mood jelek. Hidung gue sensitif berdarah. Bawaannya malas banget. Cepat lelah. Keluar kamar di atas pukul 10 pagi. Dan sekalipun berada di dalam ruangan, tetap saja masih berasa dingin. Kulit gue telat sedikit memakai lotion langsung memutih seperti kulit ular. Jelek banget. Dan gatalnya seperti ditusuk jarum. Sakit.

Kalau ditanya bagaimana rasanya hidup di suhu minus 32, secara keseluruhan gue sudah susah membedakan. Sama ajalah. Dingin dingin juga. Mungkin karena gue kebanyakan di dalam rumah ya.

Atau kalau jalan jalan ke kota paling langsung masuk mobil dan begitu nyampai tujuan langsung masuk  ke dalam gedung. Lagian kalau suhu kejam begini ga perlulah sering keluar kalau ga penting amat. Uda malas juga.

Sebenarnya tubuh manusia cenderung beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketika memasuki musim gugur misalnya, dinginnya lumayan berasa walaupun suhu cuma 10 derajat celcius. Tapi karena saat itu tubuh masih terbiasa dengan hangatnya musim panas ya jadi berasa dingin.

Memasuki winter pun begitu. Berasa semakin dingin karena suhu semakin rendah di bawah nol derajat celcius. Dan begitu seterusnya sampai akhirnya ketika suhu turun frontal tubuh pun tidak terlalu kaget. Paling mood yang diganggu. Itu sudah jelas.

IMG_3373.JPG
Winter 2016
img_3360
Winter 2016

Yang penting sedingin apapun cuaca di luar sana, selama pakaian benar dan lengkap biasanya bisa dilalui. Makanya orang Skandinavia punya pepatah “Det Finns Inget Dåligt Väder, Bara Dåliga Kläder”. Yang bisa dimaknai, “tidak ada yang salah dengan cuaca, yang salah itu pakaiannya”. So jika merasa kedinginan jangan salahkan cuaca tapi pakaiannya yang harus diganti😊

img_3018
Gue dengan jaket super tebal dan topi serigala. Hahaha

Gue pernah melakukan tes sederhana. Sengaja menumpahkan sedikit air di teras rumah. Waktu itu suhu sekitar minus 24 derajat celcius. Kurang lebih 10 menit airnya langsung membentuk butiran es halus. Surprise juga melihatnya. Sehingga tidaklah salah, jika Swedia diberi julukan Negeri Kulkas. Sehari harinya hidup serasa di dalam freezer. Di saat winter warga Swedia memiliki kulkas alam tanpa batas.  Panci berisi makanan menjadi pemandangan yang biasa di meja teras. Dijamin awet😎

img_2806
Winter 2015
IMG_3015.JPG
Sebuah desa. Nyaris tenggelam.
IMG_3051.JPG
Gundukan salju yang dibersihkan
IMG_3050.JPG
Sebuah desa

Kebutuhan akan kayu bakar sangatlah penting bagi warga di desa gue. Terutama di saat winter penggunaannya bisa melonjak drastis. Karena pemanas ruangan bukan berasal dari listrik. Melainkan dari sebuah tabung besar berisi air yang proses pemanasan airnya berasal dari kayu yang dibakar. Selain berfungsi memanaskan air di rumah, tabung besar ini juga berfungsi mengalirkan panas ke seluruh elemen pemanas ruangan.

Kenapa tidak menggunakan listrik? Karena hunian di desa gue bukanlah hunian apartemen melainkan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan rata rata terdiri dari dua lantai alias bertingkat. Yang akibatnya masing masing rumah harus menggunakan banyak elemen pemanas.

Seperti di rumah gue misalnya, ada 9 elemen pemanas. Yang jika menggunakan listrik tentu saja pembayarannya sangat mahal. Listrik hanya digunakan dalam keadaan mendesak saja. Misalnya kalau meninggalkan rumah berhari hari atau tidak sempat membakar kayu.

Sebagai perbandingan jika menggunakan kayu bakar pembayaran listrik kurang lebih mencapai satu juta rupiah lebih. Tapi jika memanaskan air di tabung dengan listrik, pembayaran pun bisa melonjak mencapai sembilan juta rupiah. Berasa banget kan bedanya.

img_3001

Dan berhubung sebagian besar warga desa memiliki lahan hutan sendiri, menggunakan kayu dalam jumlah yang banyak tidak menjadi masalah. Alias tidak perlu beli. Menggunakan elemen pemanas sebanyak itu juga dibutuhkan mempertahankan dinding kayu rumah agar tetap awet dan tidak mudah rusak akibat suhu dingin.

Selama musim dingin setidaknya diperlukan satu gudang kayu. Dipersiapkan di saat musim semi. Jadi begitu winter usai (dengan kata lain bekas dan baunya pun masih tercium), warga desa gue sudah sibuk mempersiapkan stok kayu untuk winter berikutnya. Tujuannya agar kayu bisa mengering di saat summer. Hidup di wilayah yang musim dinginnya lumayan berat, membuat warga di tempat gue sangat tau mempersiapkan segala kebutuhan winter.

img_3311
Kayu pinus siap dibakar. Minimal 3 keranjang sekali membakar. Dan dilakukan minimal 3 kali sehari juga. Jadi sehari paling sedikit ada 9 keranjang kayu bakar yang dibakar. Dan itu bisa lebih jika suhu sangat ngedrop

Menyalakan perapian sudah menjadi keahlian baru buat gue sejak tinggal di Swedia. Di saat winter frekwensi  membakar kayu hampir tidak berhenti setiap hari karena alat pemanas sangat cepat menarik suhu panas dari dalam tabung air. 

Sekali membakar bisa sampai 3 keranjang penuh dan itu dilakukan bisa 3 kali dalam sehari. Namun jika suhu anjlok parah, kuantitas pembakaran pun bisa lebih sering dalam hitungan yang tidak terlalu lama.

Sebenarnya membakar kayu bakar itu asik sih. Punya sensasi sendiri. Feel winternya lebih berasa. Seperti di film film. Apalagi aroma kayu bakar itu khas banget kan. Belum lagi mendengar suara gemericik apinya. Di jaman modern dan canggih seperti sekarang ini, tidak semua bisa melakukannya. Iya toh? 😉

IMG_3026.JPG
Gue menyebutnya rumah santa 
IMG_3003.JPG
Ketika winter boat kecil ini harus dibuat terbalik. Biar tidak rusak
IMG_3005.JPG
Salju di tepian Danau sebelah rumah sebelum akhirnya akan membeku

Lantas bagaimana dengan kegiatan sehari hari? Ya jalan terus seperti biasa. Ngantor, sekolah, belanja, bahkan sampai berolahraga di alam terbuka. Tidak ada yang berubah. Perbaikan jalan atau pemasangan pipa bawah tanah pun menjadi hal biasa jika dikerjakan di saat winter.

Justru di saat musim panas sebagian besar orang malah kurang aktif bekerja. Lebih memilih berlibur. Karena jika semakin tidak ada pergerakan, dinginnya malah lebih berasa. Suami gue lumayan rajin exercise di saat winter. Karena kurang baik juga tidak merasakan udara segar di luar. Yang penting jangan salah kostum aja. Gue aja sih yang masih angot angotan kalau diajak exercise. Hahaha.

IMG_2864.JPG
Di saat winter salah satu kebiasaan beberapa warga di desa gue adalah memberi makan burung liar. Foto ini adalah tempat makanan burung berbentuk rumah. Gue suka melihat mereka dari jendela dapur. Makan dengan lahap.

img_3036

Bahkan bagi pencinta olahraga tertentu musim dingin adalah surganya. Waktunya bermain ski. Bahkan ada beberapa tujuan wisata yang memang ramai hanya di saat musim dingin. Musim dingin pun bisa dihabiskan dengan bermain snow scooter, spark winter, dan membuat snow man. Bermain snow scooter di hutan, di gunung sampai di atas danau yang membeku seru loh. Bahkan memancing di atas frozen lake pun menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari di saat winter.

IMG_2845.JPG
Foto ini gue ambil tahun 2015, ketika berada di cable car pada ketinggian pegunungan di Sälen Dalarna. Tempat orang orang bermain ski. Tapi gue bukan mau bermain ski sih. Cuma pengen makan di restoran satu satunya di puncak gunung ini. Viewnya tralala trilili.  Kece sekali!
img_2809
Gue, duduk dan memancing ikan di atas danau. Danau  yang membeku. Dulu tidak pernah membayangkan bisa duduk di atas danau. Memancing pula. Percayalah, ini  seru sekali!  Memancing di atas danau kebayang ga sih. Haahahha
img_2804
Bermain Snowscooter. Ahhhh ga sabar pengen main lagi. Seru banget naik ini kawan!!
img_2799
Salah satu puncak gunung di Dalarna. Banyak yang bermain Snowscooter di sini

Jadi ga selamanya winter itu menyebalkan. Setidaknya itulah yang gue rasakan sampai sekarang. Dibalik cerita ga enaknya ada bagian yang menyenangkan dari musim ini. Karena winter itu punya salju. Dan salju itu indah.

Mau tau seperti apa salju? Salju ibarat padang putih, sangat kering dan ringan jika berada di suhu yang sangat rendah (dibawah nol derajat celcius). 

Sedikit berbahaya ketika berubah menjadi es. Selain membuat jalanan sangat licin, becek dan kotor, juga rawan terjatuh dan terpeleset (Kalau sudah begini, biasanya gue melekatkan sesuatu di bawah boots. Seperti karet yang ada pakunya. Jadi kalau dipakai, resiko terpeleset lebih kecil. Jalanan pun tidak berasa licin banget).

IMG_3427.JPG
Winter 2016
IMG_2827.JPG
Butiran salju yang halus. Winter 2015

Coba pejamkan mata, bayangin kamu berada di dekat jendela, dan tiba tiba melihat butiran ringan putih seperti kapas, pelan pelan turun melayang di udara. Itu rasanya gimana? Romantis!

Ketika salju sangat kering dan ringan tanpa air, ibarat pasir gampang sekali dihempas dengan kaki. Kondisi seperti ini diakibatkan salju yang terus menerus turun dan suhu terus menerus minus. Akibatnya salju pun tidak bisa dibentuk. Membuat snowman apalagi. Susah!

Namun tumpukan salju akan mengeras jika suhu kadang kadang naik dan turun. Artinya salju sempat mengalami pencairan dan kemudian membeku kembali. Gitu deh! *Penagamatan berdasarkan pengalaman*

IMG_3363.JPG
Lelehan salju yang membeku
img_3370
Keren yak! lelehan salju sedikit demi sedikit mencair, membeku lagi, mencair, membeku lagi, sampai akhirnya memanjang gitu.
img_3425
Sebelah rumah
IMG_3011.JPG
Cakep
IMG_3009.JPG
Ini alasannya mengapa gue masih menyukai winter. 
IMG_2821.JPG
Pohon pohon yang memutih
IMG_3034.JPG
Suka foto ini
IMG_2819.JPG
Winter Wonderland. Impian di masa kecil ketika dulu hanya bisa melihat di cerita kartun, sekarang bisa jelas ada di depan mata

Dibalik cerita ga enaknya sebenarnya winter itu menyenangkan. Musim yang memberi suguhan lukisan alam dan keindahan negeri dongeng dalam dunia nyata. Hanya di saat winterlah gue bisa merasakan indahnya White Christmas, bermain dengan Snowman buatan tangan gue sendiri. Hanya di saat winter jugalah gue bisa merasakan serunya bermain Snowscooter di sebelah rumah, hutan, frozen lake bahkan sampai kepuncak gunung. Dan hanya di saat winter pula gue bisa menguji kekuatan mental dari segala musim yang ada. Iya, hanya di saat winter.  

IMG_2855.JPG
Landscape

IMG_2857.JPG

Salam dari Dalarna.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com, dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”