Melihat Wajah Stockholm dari City Hall Tower

Tahun lalu, gue dan suami berkunjung ke salah satu objek wisata terkenal di Stockholm. Tepatnya di bulan Desember. Tempat yang kami kunjungi adalah Stockholm City Hall. Berhubung musim dingin, akibatnya waktu itu kami tidak bisa memasuki The City Hall Tower, karena tower ini hanya dibuka pada bulan Mei hingga September.

Barulah di bulan Juli tahun ini, sepulang dari kota Riga Latvia, kami memutuskan untuk berkunjung kembali ke City Hall Tower Stockholm. 

IMG_0280.jpg

Sepertinya penggemar City Hall Tower Stockholm terbilang lumayan banyak. Karena ketika hendak membeli tiket, kami harus rela mendapat giliran di pukul tiga sore. Untuk schedule masuk ke dalam tower pun diatur sedemikian. Dimulai pukul 9 pagi hingga hampir pukul 4 sore. Masing masing schedule disusun per 45 menit.

IMG_0282.jpg

Dan untuk sekali masuk dibatasi maksimal hinggal 30 orang. Semuanya harus serentak masuk dan serentak keluar. Waktu yang diberikan pun sangat terbatas yaitu sekitar 30 menit saja. Singkat banget. Paling bisa menikmati viewn cuma 15 menit. Kurang konsentrasi, karena harus explore foto juga kan mak biar bisa dipost di blog. Hahaha. Masa uda ke tempat mainstream ga difoto. Rugi atuh.

IMG_0283.jpg

Untuk naik ke atas tower ada liftnya. Tapi lift hanya mampu memuat 4 orang, dan itupun cuma sampai ke lantai dua atau tiga gue lupa. Akhirnya semua pengunjung memilih naik tangga. Daripada menunggu lift kelamaan. Kecuali gue dan suami berikut sepasang suami isteri, kami memilih naik lift. Berusaha jeli untuk mengambil kesempatan ketika orang orang pada memilih naik tangga. Lumayan menghemat tenaga kan. Hahahha. Dasar pemalas.

IMG_0286.jpg

Yang gue suka dari The City Hall Tower Stockholm sebenarnya bukan pas berada di view point towernya. Sebenarnya landscape kota Stockholm dari atas tower cantik sih, tapi tidak terlalu luar biasa juga. Entah mengapa angle kotanya dari City Hall Tower ini menurut gue kurang fotogenik. Perasaan cakepan jika dilihat dari restoran Gondolen Stockholm. 

Justru yang unik dan menarik adalah bagian pertengahan tower. Ada museumnya. Bagus banget. Beberapa lantai dipenuhi berbagai bentuk patung sampai berukuran besar. Jadi sebelum sampai ke puncak tower, pikiran lumayan teralihkan oleh keindahan museum ini. Jadi ga berasa capek. Tower biasanya identik dengan tangga dan tangga molo kan. Nah City Hall Tower Stockholm ini menurut gue agak beda. Artistik banget di dalamnya. Seperti tidak sedang berada di dalam tower.

IMG_0277.jpg

Menurut gue sih sayang banget pihak pengelola membatasi waktunya cuma setengah jam. Gimana bisa menikmati suasana museum. Tapi mungkin mereka punya alasan kuat ya. Atau kurang baik juga buat kontruksi bangunan ke depannya jika pengunjung terlalu berlama lama di dalam tower.

Dan yang bikin gue salut, towernya bersih banget. Meskipun lorongnya sempit, tapi dinding dan lantainya bersih. Dindingnya dalam jarak sekian meter diberi jendela kaca yang berfungsi untuk memberi asupan cahaya ke dalam lorong tower. Jadi ga berasa gelap dan pengap di dalam.

IMG_0291 (1).jpg

IMG_0289.jpg

Dan lagi, kaki juga ga berasa capek karena mostly hanya melewati lantai yang semakin lama berputar semakin meninggi. Tapi jika dijalani tidak begitu berasa. Paling begitu mendekati puncak tower, ada beberapa anak tangga yang harus dinaiki.
IMG_0290.jpg

Begitu sampai di atas, lumayan sih bisa menikmati view kota Stockholm dari ketinggian meskipun melihatnya tidak sampai membuat terwow. Menjelang 30 menit usai, petugas tower meminta para pengunjung untuk turun karena waktunya sudah selesai.

IMG_0278.jpg

IMG_0279.jpg
Lorong tower

Dan begitupun, mereka mengikuti pengunjung loh sampai ke bawah. Sepertinya untuk memastikan agar tidak ada turis bandel yang tidak langsung turun atau malah nyelip ke museum untuk foto foto. Ada bagusnya juga sih. Karena kalau tidak, bisa bahaya juga. Karena lorong tower relatif kecil. Dikhawatirkan pengunjung yang turun dan yang akan naik bisa saling bertemu. Daripada dehidrasi karena kebanyakan orang di dalam, mending diantisipasi demi kenyamanan pengunjung kan. 

IMG_0288.jpg

Tour Kanal di Stockholm

Sepulang liburan dari Riga, gue dan suami memutuskan untuk stay beberapa hari di Stockholm. Di kesempatan inilah, kami mengunjungi atraksi wisata yang sebelumnya belum pernah kami masuki dan kami coba.

Gue pernah menyinggung di tulisan gue sebelumnya, tentang atraksi wisata kanal boat yang selalu kami naiki di beberapa negara yang pernah kami kunjungi. Tapi lucunya, tour kanal yang di Stockholm malah kami tidak atau belum pernah coba.

Selalu saja tidak sempat atau tepatnya tarsok tarsok terus. Dengan pemikiran, gampanglah, kapan kapan juga bisa. Stockholm ga jauh ini. Sampai akhirnya suami bilang, begitu cantiknya kanal di kota Stockholm kok malah kami ga nyobain tournya.

IMG_0274.jpg

Barulah di musim panas tahun ini, kami berniat mencoba kanal boatnya. Kanal boat di Stockholm sebenarnya terbilang salah satu atraksi wisata yang lumayan diminati. Sepenglihatan gue selalu ramai. Makanya yang ngejual tiket tour kanal bermodel hop on hop off  ini lumayan banyak.

IMG_0262

IMG_1218.jpg

 

IMG_0264

Atraksi Hop on Hop off di kota Stockholm tidak terbatas pada bus, melainkan kapal/boat juga. Bisa jadi karena Stockholm ibarat kota kepulauan. Berdiri di atas belasan pulau. Jadi otomatis banyak aliran kanalnya. Uniknya lagi, tiket hop on hop off  boat kanal di Stockholm mirip tiket terusan tapi dalam kurun waktu 24 jam. Penggunaannya tidak sebatas tour kanal saja, melainkan juga sebagai tiket transportasi antar dermaga. Penumpang boat bisa naik turun kapan saja dalam tenggang waktu 24 jam. Jadi ga harus berada di dalam boat terus.

IMG_1232.jpg

 

IMG_0267.jpg
Salah satu spot wisata terkenal yang dilewati dan bisa langsung turun di dermaganya. “Museum Vasa”.

Di dalam boat sudah tersedia fasilitas headset. Tinggal dengerin aja info tournya dari alat audio ini. Setiap spot/lokasi wisata penting yang dilewati oleh boat, dijelaskan secara detail. Seperti The Royal Palace, Gamla Stan, Vasa Museum, Gröna Lund, dsb.

IMG_1221.jpg

IMG_1229.jpg

Nah, semisal kamu tertarik mengunjungi objek wisatanya, kamu bisa langsung turun di dermaga terdekat. Setidaknya ada 8 dermaga tempat boat berhenti, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Dermaga dermaga inilah yang menjadi akses menuju objek wisata yang dijelasin di dalam audio tadi.

IMG_1222

IMG_0266.jpg

Jika berniat melihat objek wisata yang lain, ya kamu tinggal balik lagi ke dermaga. Tinggal nunjukin tiket dan enjoy di dalam boat. Gitu aja naik turun sesuka hati. Selama hitungannya masih 24 jam.

Menurut gue sih asik ya sistemnya. Tiketnya tidak melulu dipakai untuk tour kanal, tapi including alat bayar transportasi. Seperti ngerasain double trip gitu. Tour kanal oke, lanjut wisata darat juga oke tanpa harus bayar transportasi lagi. Hemat biaya kan. Tapi sekiranya kamu malas turun dan pengen berlama lama di boat juga ga masalah. Suka suka aja. Puas puasin keliling kanal sambil menikmati view kota Stockholm.

IMG_1224.jpg

IMG_1225.jpg
Gröna Alund

Tiket yang kami bayar sekitar 140 Sek perorang. Sudah including biaya masuk Grona Lund Stockholm, sebuah wahana theme park terkenal di Stockholm. Tapi begitupun, kami tak sempat masuk ke dalamnya. Mungkin next time. Biasa loh, gue lebih banyak ngehabisin waktu nongkrong di cafe dan jalan jalan di sekitaran Gamla Stan. Makanya masih banyak tempat yang belum sempat dimasuki. Hahaha. Tarsok deh.

IMG_0269

Merasakan Sensasi Beku di “Ice Bar Stockholm”

Beberapa waktu lalu, gue dan suami memasuki sebuah bar unik yang terletak di kota Stockholm Swedia. Penemuan akan bar ini benar benar tidak disengaja. Ceritanya, ketika hendak liburan ke kota Riga Latvia, kami juga berencana stay tiga hari dua malam di Stockholm.

IMG_8198.jpg

Seperti biasa, atmosfir Stockholm selalu membuat gue antusias. Karena kota ini memang sangat gue suka. Nah, iseng iseng gue coba cari tau tempat apalagi sih yang bisa dikunjungi di Stockholm. Dan sama sekali tidak kepikiran, kalau Ice Bar Stockholm justru salah satu tempat yang direkomendasikan di laman tourist attractions. Langsung gue buka websitenya. Dan ga pake lama, gue pun seketika mupeng di tempat.

IMG_8173.jpg

Singkat cerita, setelah tiba di Stockholm, kami pun membooking tempat. Karena berdasarkan informasi di websitenya, setiap tamu harus booking  dulu paling ga sehari sebelumnya.

Sekilas tentang Ice Bar Stockholm, jika mengutip penjelasan di websitenya, merupakan Ice Bar Permanen pertama di dunia yang dibangun pada tahun 2002 oleh Ice Hotel, sebuah group hotel terkenal dunia yang berada di Lapland Swedia, tepatnya di kawasan Jukkasjarvi, sebuah kawasan yang jaraknya sudah berbatasan langsung ke titik artic Kutub Utara. Salah satu wishlist gue, suatu saat pengen bisa memasuki Ice Hotel di Lapland Swedia ini. Semoga! (Walaupun suka diledekin suami, emang kamu kuat? hahahaha).

Akibatnya, interior Ice Bar Stockholm pun tak jauh jauh dari nuansa Artic. Setidaknya diperlukan sekitar 40 ton es untuk membangun interior di dalam bar yang bersifat permanen sepanjang tahun.

Karena suhu di dalam bar berkisar antara minus 5 hingga 7 derajat celcius, sehingga tak ayal setiap tamu yang berkunjung diwajibkan memakai mantel tebal dan sarung tangan yang sengaja disediakan pihak bar sendiri. 

IMG_8190
Meja dan tempat duduk yang terbuat dari es

Keberadaan pengunjung di dalam bar pun dibatasi, maksimal hanya 40-45 menit saja. Meskipun sebelum 45 menit sudah  banyak yang keluar. Mayan berasalah dinginnya.

IMG_8179
Gelas dari es

Ice Bar Stockholm buka sepanjang tahun, kecuali di bulan Maret hingga awal April, mereka melakukan renewed agar es di dalam bar tetap fresh. Konon, scluptors es di dalam ice bar ini, seperti meja, kursi bahkan sampai gelas minumannya, berasal dari Torne River, sebuah sungai yang berada di wilayah dekat artic kutub utara. Jauh bingit. Jarak antara Stockholm ke Torne River di daerah Lapland Swedia pun bisa dilihat melalui peta Swedia yang terukir di dinding bar yang terbuat dari es. Seperti gambar di bawah ini.

IMG_8185
Lobby dan bayar tiket serta minum di sini. Terbuat dari es juga

Meskipun berstatus bar, Ice Bar Stockholm welcome untuk semua umur termasuk anak anak. Makanya minuman yang tersedia pun tak melulu mengandung alkohol. Non alkohol hingga jus juga tersedia. 

Menurut gue, Ice Bar Stockholm tak sekedar menawarkan hiburan bar dengan segelas minuman di tangan, melainkan juga pengalaman baru. Nongkrong di bar bernuansa kutub, tapi telinga dihentak musik ngebit. Kan keren. Hahaha.

IMG_8178

IMG_8952
Dinding Ice Bar terdapat banyak tulisan yang informatif

Bahkan biar berasa more fun, pihak bar sengaja menyediakan spot khusus agar para pengunjung bisa berfoto. Seperti pahatan es berbetuk kursi dan badan manusia lengkap dengan lubang kepala dan tangan. Tamu tinggal masukin kepala dan tangan ke lubang, udah deh cekrek cekrek.

Untuk tiket masuk dikenai harga sekitar 290 Sek, sudah termasuk minuman alkohol. Sedangkan untuk minuman non alkohol dikenakan 150 sek. Anak di bawah umur sepertinya dikenakan harga tiket yang lebih murah. Tapi berapa harga pastinya, gue lupa.

IMG_8193
Kursi kerajaan es. Silahkan anda duduk dan selfie. Hahaha

IMG_8954

Lokasi Ice Bar Stockholm berada di gedung yang sama dengan Hotel C, tepatnya di jalan Vasaplan, tak jauh dari Stockholm Central Station.

Sweden 2017

Stockholm City Hall

Sebelumnya gue sudah pernah menulis tentang kunjungan kami (gue dan suami) ke Stockholm City Hall beberapa tahun lalu, yang berujung kecewa. Tepatnya ga buka alias tutup.

Dan sampai beberapa kali kunjungan ke kota Stockholm, gedung yang menjadi salah satu tujuan wisata ini pun terlupakan oleh kami. Sampai akhirnya, tepat di bulan Desember 2016 lalu, kami menyempatkan waktu memasuki City Hall yang menjadi kebanggaan kota Stockholm tersebut.

IMG_9097.JPG

Stockholm City Hall merupakan salah satu iconic kota Stockholm dan menjadi tujuan wisata di ibukota Swedia ini. Untuk bisa masuk ke dalamnya tidaklah sembarangan. Harus mengikuti jadwal official guide yang sudah ditetapkan pihak pengelola. Jika beruntung, tidaklah terlalu lama menunggu.

IMG_9078.JPG
Souvenirnya lucu lucu

Lagian kalaupun harus menunggu, masih bisa menikmati pernak pernik atau souvenir lucu, yang dipajang di sekitar pembelian tiket masuk. Kebetulan waktu yang kami perlukan untuk bisa masuk ke dalam, kurang lebih hanya sepuluh menit. Sampai akhirnya kami dipersilahkan masuk. Sebelumnya pengunjung diberi sticker kecil yang ditempelkan di baju dan nantinya begitu masuk, harus diperlihatkan ke petugas yang sudah berdiri di depan pintu masuk.

IMG_9093.JPG

Begitu masuk, langsung terlihat ruangan besar dan luas. Tidak lama kami berhenti di sebuah hall yang dikenal dengan sebutan The Blue Hall. Dari sekian hall yang ada, bisa dibilang The Blue Hall adalah bagian yang paling terkenal dan menjadi main hall Stockholm City Hall.

Karena selain untuk penyelenggaraan event besar lainnya, The Blue Hall juga digunakan sebagai tempat perhelatan The  Great Annual Nobel Banquet atau jamuan makan para peserta Nobel Prize yang famous itu.

IMG_9079.JPG
The Blue Hall, ga ada warna birunya, paling kursinya doang yang berwarna biru.
IMG_9103.JPG
Warna biru kursi kursi ini tidak ada hubungannya dengan pemberian nama The Blue Hall.

Kenapa sampai disebut The Blue Hall? Yang jelas, sebelum dijelaskan oleh si kakak pemandu itu, gue sempat mikir, warna birunya mana? kok ga ada? Cuma dinding batu berwarna merah, berikut barisan kursi berwarna biru yang disusun rapi di tengah hall. Dan gue pikir karena kursi itu dong. Ternyata gue salah total.

IMG_9053.JPG
Contoh perlengkapan table,  untuk acara Annual Nobel Banquet.
IMG_9092.JPG
Suka banget

Konon, sang arsitek Ragnar Östberg, berkeinginan memberikan nuansa biru di semua dinding hall. Tujuannya agar para tamu bisa merasakan nuansa cerah, layaknya langit dan pantai biru di saat summer. Namun begitu bangunan selesai, rencana tersebut sontak berubah. Sang arsitek malah jatuh cinta dengan warna merah asli dari bangunan. Menurutnya lebih berkarakter dan lebih indah. Dan nuansa biru pun seketika ditiadakan.  Meskipun demikian, berhubung dari awal sudah diberi nama The Blue Hall, penggunaan warna merah tersebut tidak merubah namanya. Hingga sampai saat ini, sebutan The Blue Hall tetap eksis dipakai. Berada di dalam The Blue Hall, serasa menjadi bagian dari orang orang penting dunia. *Menghayal tak ketulungan.

IMG_9085.JPG
The Blue Hall dengan dinding berwarna merah. Warna asli bahan batunya.
IMG_9091.JPG
The Blue Hall.

Selanjutnya kami menuju The Golden Hall, ruangan bergelimang emas! Huaaaa…pengen jilatin dindingnya. The Golden Hall biasanya dipakai sebagai tempat berdansa para peserta Nobel prize setelah Nobel Banquet selesai. Berbeda dengan The Blue Hall, sebutan The Golden Hall konsisten sesuai namanya. Seluruh dinding memang dilapisi emas asli. Catet, emas asli ya bukan KaWekk.  Lapisan emas ini terdiri dari 18 juta Gold Mosaik Tiles. Kelihatan gemerlap sudah pasti. *Jadi pengen dansa ala ala princes nyasar.

IMG_9086.JPG
The Golden Hall. Nyokkk jilatin dindingnya…Hahahha.
img_9089-1
Detail Gold Mosaik Tiles di Golden Hall

Terakhir kami dibawa ke sebuah ruangan yang didominasi warna coklat kemerahan. Ruangan yang sampai sekarang masih aktif digunakan sebagai tempat pertemuan anggota Parlemen Stockholm. Gue suka interiornya, bagus. Apalagi bagian atapnya, seperti lukisan. Ruangan ini mengingatkan gue akan anggota perlemen yang suka berdebat. Tapi bukan yang suka berantem.

img_9084
Ruangan Parlemen kota Stockholm yang masih dipakai sampai saat ini.
img_9082
Ruangan Parlemen.
IMG_9083.JPG
Tiba tiba melihat ini jadi pengen duduk sambil kumur kumur ngelantur.
IMG_9080.JPG
Bagus bagian atapnya.

Stockholm City Hall juga terkenal dengan Venue for Wedding Ceremoniesnya. Dilangsungkan hanya di hari sabtu antara pukul 12.00 dan 18.00. Dan uniknya wedding ceremony ini hanya membutuhkan waktu lima menit saja. Kilat banget. Mungkin kalimat yang diucapkan hanyalah “Yessss, kami setuju menikah! Selesai deh. Bagus juga sih, ga pake ribet kan.

img_9098
Ini lagi photo nikahan. 

Makanya tidak heran, ketika berada di halaman luar City Hall, terlihat beberapa pengantin yang sedang melakukan Photo Wedding. Didukung pula dengan bangunan dan view di sekitar City Hall yang memang fotogenik banget. Berada diantara aliran danau Mälaren yang terkenal itu. Cocoklah buat Backround Photography.

img_9099
Stockholm City Hall.
IMG_9102.JPG
View di sekitar Stockholm City Hall diantara aliran danau Mälaren.
img_9095
Stockholm City Hall, pohonnya seperti film horor ya..

So, jika berkunjung ke Stockholm, The City Hall bisa menjadi salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi. See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini, merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com

img_9100

Desember di Stockholm

Baru juga Januari, uda ngomongin Desember!

FullSizeRender (11).jpg

fullsizerender-14

Ini tulisan telat, ga sempat kejar tayang Desember 2016 lalu, jadi ya sudahlah, publishnya sekarang aja. Cerita apa emang? bukan cerita sih, cuma sharing beberapa foto aja. Sayang untuk tidak dihempaskan di blog ini. Itu pun cuma foto ala kadar, namanya juga juru photo abal abal. Kegiatan yang memaksakan diri, dingin dingin masih aja rajin jepret. Habis gimana dong, gue suka.

img_9104
Stockholm
img_8887
Di kawasan Sergels torg
img_9161
Lucu
img_9151
Sehabis nonton konser, sempetin foto

Gue sudah lama pengen melihat kota Stockholm di bulan Desember. Karena dari beberapa kali kunjungan, belum pernah mengunjungi Stockholm di bulan ini. Trus ada apa dengan Desember? Biasalah, gue kan tinggal di desa kecil. Dikelilingi hutan pula. Kadang hati ini haus akan kehidupan kota dengan gemerlap lampu.  Sesekali pengen dong melihat keriaan menyambut natal di sebuah kota besar. Gue pengen melihat ornamen natal dan kilauan lampu di kota Stockholm. Pasti cantik.

img_8891
NK 
img_9133
Stockholm in the Night
fullsizerender
Kungsträdgården
img_9152
NK

Dan meskipun tidak meriah banget, setidaknya wajah Stockholm memang terlihat lebih kecelah. Lebih bertabur lampu. Pohon natal juga lumayan berdiri di beberapa sudut kota. Sayang, tidak ada saljunya.

img_9138
Cakep
img_9107
Stockholm 

Disamping itu, kebetulan kami juga menghadiri pertunjukan konser The Royal Stockholm Philharmonic Orchestra, jadi makin klop.

Berikut foto foto Stockholm di bulan Desember:

img_8886
Sergels torg
img_8866
Love it
FullSizeRender (10).jpg
View dari sebuah kapal
fullsizerender-13
Stockholm in the night
IMG_9163.JPG
View dari sebuah kapal
img_9154
Suka
fullsizerender
Sedikit bokeh
img_8867
Stockholm in the night

img_8863

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com.

img_8910
Senyumlah…setidaknya membuat dunia menjadi lebih indah 🙂

Jumat Sore di M/S Waxholm III

Setiap tahun, rasanya wajib buat gue dan suami, menikmati berbagai jenis menu tradisional, yang disajikan secara prasmanan di jamuan Julbord (Christmas Table). Untuk lebih jelasnya, silahkan baca di sini mengenai tradisi Julbord di Swedia. 

Kali ini kami mencoba menikmati Julbord dengan suasana yang sedikit berbeda. Di kota Stockholm, tepatnya di sebuah restoran kapal. Sengaja memilih kota ini, karena berdua suami, ingin melewati indahnya weekend di Stockholm. Dengan asumsi, menjelang perayaan natal, pasti banyak ornamen natalnya. Jadi sambil menikmati sajian Julbord, sekaligus melihat semarak kota dan sekitarnya. Maklumlah, anak desa 🙂

Sebenarnya, kami ingin menikmati Julbord di malam hari, berhubung penuh, akhirnya suami membooking meja untuk pukul 2 siang. Dan setelah dipikir pikir, waktunya lumayan cocok, karena bisa menikmati keindahan Stockholm  baik di saat terang maupun gelap. Buat gue, melihat gemerlap lampu di saat winter sangatlah tepat. Kilaunya setajam silet. Syeettttttt!!

img_7650
Table Decoration

Ada beberapa kapal yang mengadakan acara Julbord hari itu, tapi kami memutuskan memilih M/S Waxholm III. Kapal yang tidak terlalu besar tapi lumayan nyaman. Tepat pukul 2 siang, kami masuk ke dalam kapal. Ketika pegawai memperlihatkan meja, senang sekali rasanya. Karena dari sekian meja yang ada, gue dan suami dipilihkan meja yang hanya untuk kami berdua, tidak gabung dengan orang lain. Dan letaknya juga paling pojok. Wah, ini area yang lumayan cocok untuk melancarkan aksi foto foto tanpa rasa gusar. Tau aja kalau gue punya niat mulia. Setidaknya privacy sedikit terlindungi. Maaf, ini penting banget soalnya. Hahaha.

Kalau ga salah, ada sekitar 15 sampai 20 menit kami menunggu, sampai kapal bergerak meninggalkan dermaga. Lumayan lapar sih, karena sebelumnya kami sengaja tidak makan siang. Biar puas menikmati menunyalah. Sebelum kapal bergerak, gue menyempatkan waktu untuk mengambil  beberapa foto ala photographer nyasar. Haseeek…lumayan buat pamerin di blog.

IMG_7654.JPG

IMG_7651.JPG

Seperti yang pernah gue tulis sebelumnya, ketika berada di Julbord, disarankan terlebih dahulu menyantap menu olahan ikan. Tidak terkecuali dengan Julbord di Waxholm III, setiap meja sengaja diberi catatan kecil berisi aturan menyantap menu Julbord yang ideal itu seperti apa. Dimulai dan ditutup dengan jenis makanan apa saja.  Mengapa disarankan demikian, gue sudah jelasin di tulisan sebelumnya.

img_7708
Catatan kecil di meja tentang cara ideal memulai santapan menu Julbord. Dimulai dari jenis ikan bernama Sill.

M/S Waxholm III mengenakan harga sekitar 750 Sek perorang. Tapi worth it dengan kepuasan batin yang didapat. Setidaknya buat kami berdua, gue dan suami. Sebelum menyantap menu, kami diberi suguhan Glögg,  minuman tradisional natal yang bercitra rasa dan beraroma rempah, berisi kacang almond dan russin.

img_7652
Minuman khas natal Glögg

Dan tidak lama,  satu persatu menu Julbord dengan manis meluncur di mulut. Hmmm lezat sekali. Sesekali melihat view di luar kapal. Meskipun masih terbilang sore, suasana di luar sudah terlihat gelap. Kilau lampu merubah Stockholm terlihat semakin cantik.

img_7653
Menu olahan ikan. Ini enak banget
img_7655
Menu olahan daging, plus salad dan kentang
img_7656
Menu olahan daging

Secara keseluruhan menu yang disajikan memang enak, terutama olahan ikannya. Biasanya gue hanya memilih olahan ikan salmon, tapi kali ini jenis ikan lain pun gue coba, dan itu gue akui memang enak. Tapi ada beberapa menu yang masih kalah rasa, jika gue bandingkan dengan restoran yang sudah pernah kami coba sebelumnya. Untuk dessert, M/S Waxholm III memang menampilkan berbagai jenis cake, coklat, puding dalam banyak varian. Meskipun tidak semuanya bercitra rasa sempurna.

IMG_7657.JPG
Desserts

Tapi yang jelas, kami sangat menikmati waktu di dalam kapal. Makan enak sambil melihat keindahan Stockolm di saat winter. Buat penikmat makanan non halal, quality time seperti ini bisa menjadi pilihan ketika berada di Stockholm, khususnya di bulan Desember. Jika ingin melihat dan menikmati berbagai jenis makanan tradisional Swedia dalam waktu yang bersamaan, datanglah ke Julbord.  Apalagi diadakan di kapal seperti M/S Waxholm ini, tentu memberi nuansa hiburan yang sedikit berbeda. See you in my next story.

img_7662
View di luar kapal
IMG_7661.JPG
View di luar kapal
img_7658
View di luar kapal

 

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.comDilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”

Tempat Wisata Menarik Yang Bisa dikunjungi di Stockholm

Mungkin bagi beberapa kalangan, Stockholm bukanlah kota wisata sepopuler kota kota besar di wilayah Schengen lainnya. Sebut saja seperti Italia, Perancis, Jerman, Austria, Belgia, Swiss atau Spanyol.

Namun buat gue pribadi, standard keindahan kota di Eropa juga ada pada Stockholm. Bangunan tua? ada. Gereja kuno? ada juga. Museum? apalagi, sampai museum udaranya pun ada. Trus taman kota? ini mah uda wajib adalah ya. Cafe cafe kozy?  bukan cuma kozy, yang rustic dan bernuansa romantis pun ada. Dan satu lagi, istana raja juga adaaaaa!

Ditambah pula Stockholm berada diantara kanal kanal air yang bersih, yang membuat kota ini semakin cantik dan menawan. Sehingga tidak heran jika Stockholm sampai diberi julukan Venice Utara Eropa.

Dan uniknya lagi, Stockholm merupakan kota yang berdiri di atas belasan pulau. Pulau pulau kecil yang saling berdekatan, yang satu dan lainnya hanya sejarak jembatan.

IMG_1097.JPG

Stockholm adalah ibukota sekaligus kota nomor satu terbesar di Swedia. Sebagai capital city, tidak heran Stockholm menjadi pusat perhatian para turis lokal maupun asing. Beberapa tempat wisata menarik bisa dilihat di kota ini. Di saat musim panas, Stockholm menjadi kota yang lumayan crowded. Turisnya ramai banget.

Entah sudah berapa kali berkunjung ke Stockholm, herannya gue tidak pernah merasa  bosan. Mungkin karena kunjungan pertama yang sangat berkesan, setiap ke Stockholm semangatnya ga pernah luntur. Padahal jarak Stockolm dari tempat tinggal gue lumayan jauh.

So, wisata apa saja yang bisa dilihat di Stockholm? Berikut ceritanya!

GAMLA STAN 

Ada seutas tali kuat yang selalu menarik gue untuk datang ke Stockholm. Dan setelah dipikir, dari beberapa kali kunjungan, sepertinya kawasan ini tidak pernah terlewatkan oleh kami (gue dan suami). Kawasan yang terbilang mainstream. 

Apalagi kalau bukan Gamla Stan. Berkunjung ke Stockholm tanpa ke Gamla Stan, ibarat makan rujak tanpa cabe.

Berikut foto bangunan di Gamla Stan

Gamla Stan artinya Kota Tua. Seperti kebanyakan kota di Eropa, Stockholm juga memiliki kawasan Old Town yang berdiri sejak abad pertengahan.

Gue cinta banget dengan Gamla Stan. Selain memiliki bangunan tua, Gamla Stan juga sarat dengan  gang kecil. Gang yang sebagian besar terdiri dari cafe cafe kozy, toko souvenir dan fashion.

Tidak itu saja, ketika berjalan di setiap gang, sesekali mata dan telinga akan terhibur dengan hiburan gratis para seniman jalanan. Gang kecil yang memberi suguhan abad Renaisans. Baik dikala siang maupun malam, Gamla Stan selalu mempesona.

Berada di Gamla Stan seakan melintas waktu dan jaman. Dan tentunya berkesempatan merasakan sensasi kota “Tempoe Doloe”.

img_1096
Gamla Stan
IMG_1088.JPG
Gamla Stan
IMG_0985.JPG
Gamla Stan

Ada satu gang terkecil di Gamla Stan yang sangat terkenal. Yang menjadi kunjungan wajib ketika berada di kota tua ini. Apalagi kalau bukan Mårten Trotzigs Gränd. Gang kecil yang bisa dibilang less than a metre wide. Ga nyampe semeter.

Meskipun terkesan biasa, akan tetapi Mårten Trotzigs Gränd mampu menghipnotis para wisatawan (tidak terkecuali gue), untuk berjalan di lorong gang  yang katanya cuma selebar 90 cm itu.

Di saat summer,  Mårten Trotzigs Gränd jarang terlihat sepi. Ada saja turis yang lewat. Bahkan harus rela ngantri. Padahal kalau dipikir pikir cuma gang biasa. Tapi  kalau bicara liburan, sesuatu yang famous selalu sayang untuk dilewatkan. Dan biar sah juga 😊

Bagian lain yang sekaligus menjadi pusat keramaian di Gamla Stan adalah Stortorget. Big square yang selalu dipenuhi lalu lalang turis. Ngapai aja turis di sini? foto foto! Nongkrong di cafe juga boleh. Atau biar lebih irit, duduk di bangku kayu bahkan di tangga museum Nobel yang terkenal itu. Yang walaupun terkenal, sampai sekarang gue belum pernah masuk ke dalam. Cuma dilewati doang. Maybe someday.

img_0041
Stortorget, bangunan merah dan coklat merupakan iconic

Berada di Gamla Stan, jangan lupa mencoba berbagai macam kelezatan cake dan roti di sebuah toko bakery bernama Sundbergs Konditori. Toko bakery tertua di Stockholm yang sudah berdiri sejak tahun 1785. 

KATEDRAL STOCKHOLM (STORKYRKAN)

Wisata Eropa lumayan identik dengan gereja. Memasuki gereja bukan lagi sebatas urusan ritual agama tertentu. Melainkan kunjungan wisata yang bersifat universal. Sehingga menjadi hal biasa jika pintu pintu gereja di benua ini selalu terbuka untuk publik setiap harinya, sekalipun bukan di jam beribadah. Pun dengan Stockholm, kota yang memiliki beberapa bangunan gereja dan terus terang membuat gue terkesima.

IMG_1192.JPG

Salah satu gereja terkenal di Stockholm adalah Katedral Stockholm (Storkyrkan). Letaknya masih di sekitar Gamla Stan. Kalau ditanya gereja Eropa mana yang pertama sekali gue kunjungi, jawabnya ya katedral Stockholm ini. Jadi wajar jika gue terwow!

Selain untuk kebaktian umum, katedral Stockholm juga dikenal sebagai gereja resmi keluarga kerajaan Swedia. Terutama di saat perayaan besar seperti pernikahan dan baptisan keluarga.

img_1464
Gereja yang megah

Pertama kali mengunjungi katedral Stockholm pada saat musim dingin bulan Januari 2014. Kala itu pengunjung sepi. Gue dan suami pun bisa masuk tanpa dipungut biaya. Berbeda dengan kunjungan kedua di musim panas bulan Juli 2014 (dalam rangka menemani saudara saya yang lagi berkunjung ke Swedia), kami dikenakan biaya masuk. Mungkin karena saat itu pengunjung gereja sangat ramai.

Gereja megah! Perpaduan pilar pilar tinggi dan kokoh, altar indah, sampai dua mahkota besar di sisi kiri kanan ruangan gereja, yang konon menjadi tempat duduk raja dan permaisuri. Dua mahkota inilah yang menurut gue menjadi daya tarik gereja. Mahkota yang identik dengan keluarga raja.

RIDDARHOLM CHURCH 

Masih dari Gamla Stan, kali ini tentang sebuah bangunan gereja tua bernama Riddarholm Church. Meskipun memakai embel embel kata “gereja”, tapi Riddarholm Church hanya dipakai sebagai tempat menyimpan peti jenazah raja raja Swedia terdahulu. Jadi bukan tempat ibadah.

Peti mati berukuran besar, menjadi pemandangan yang biasa di dalam gereja ini. Konon, di bawah lantai gereja juga terdapat makam. Lantainya mirip batu nisan.

img_0044
Di dalam bangunan gereja inilah raja raja Swedia sebelumnya dimakamkan
IMG_1361.JPG
Salah satu peti jenazah raja Swedia
IMG_1359.JPG
Lantai gereja. Konon di bawah lantai gereja ini pun ada makam. Masing masing makam ditandai dengan lantai berbentuk kotak dengan ukiran batu bertuliskan sesuatu di atasnya

THE ROYAL PALACE (KUNGLIGA SLOTTET)

Jika ingin merasakan nuansa dongeng dalam dunia nyata, The Royal Palace (Kungliga Slottet) adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Istana raja Swedia yang juga berada di kawasan Gamla Stan. Sejak tahun 1981, The Royal Palace tidak lagi menjadi tempat tinggal raja dan keluarga. Katanya sih karena terlalu dekat ke pusat perkotaan Stockholm.

The Royal Palace bukanlah istana yang dikelilingi pagar tinggi layaknya Buckingham Palace di London. Jangankan masuk ke halamannya, menikmati keindahan di dalam istana pun bisa. Walaupun harus dipungut biaya. Tapi worth it !

IMG_1178.JPG

Berada di dalam istana tentu saja membuat gue sedikit nanar. Gile aja, cantik banget. Bisa bayangin kan, istana raja kaya apa. Luas dan mewah. Masing masing ruangan memiliki cerita, mulai dari raja raja swedia yang pernah tinggal di istana, dimana kamar, ruang tamu, ruang baca, ruang istirahat sampai ruang makannya, semua bisa dilihat.

Begitupun lukisan, karpet, kursi, jejeran lampu kristal, ruangan meeting raja, meja makan menjamu tamu negara, sampai ruangan berisi nama nama pemimpin dunia yang sudah pernah berkunjung ke istana,  juga ada dan bisa dilihat dengan jelas. Tapi cukup dilihat saja, tidak boleh di jepret.

Bagian lain yang tidak kalah menarik adalah gedung penyimpanan mahkota raja. Yang jelas, mata gue kelilipan tak kala melihat berlian, safir, zamrut dan batu mulia yang melekat di setiap mahkota. Gila ya, perasaan raja raja Eropa selalu identik dengan batu mulia. Kadang suka mikir, kenapa mereka selalu memiliki koleksi berlian dan batu mulia yang gila gilaan. Nemu dimana sih. Hahaha.

Bagi yang suka melihat prajurit ganteng, boleh kok. Pas pergantian pengawal istana. Kegiatan yang bisa dibilang semacam desserts atau appetizer, untuk jenis wisata kaya gini. Hiburan klasik yang sepertinya menjadi  satu paket. Tapi gue ga tau apakah setiap hari diadakan atau tidak. Tapi menurut gue bukan sesuatu yang luar biasa sih. Standard banget. Tidak seseru pergantian pengawal di Buckingham Palace London.

IMG_1353.JPG

Tidak jauh dari The Royal Palace, terdapat bangunan Riksdag atau Swedish Parliament. Gedung parlemen yang terhubung dengan kawasan pedestrian Drottninggatan. Keduanya terhubung oleh sebuah jembatan yang tidak terlalu panjang.  Di sekitar jembatan inilah orang orang sering mengabadikan momen dengan camera, atau sekedar berdiri menikmati keindahan kota Stockholm. Kanal air, bangunan tua, sungguh perpaduan yang sempurna. Menjadikan kawasan di sekitar Riksdag menjadi menawan.

Jangan lupa melangkahkan kaki dan berjalan ke kawasan ini. Dan  cobalah untuk berhenti. Bidiklah satu momen indah dengan latar kota Stockholm diantara kanal air dan bangunan tua.

img_0979
Gedung Parlemen Swedia
img_2448
Sekitar gedung parlemen yang selalu ramai. Banyak turis mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar jembatan
IMG_1469.JPG
Pedestrian di sekitar gedung parlemen
img_2480
View dari jembatan di sekitar gedung parlemen
img_2478
View dari jembatan di sekitar gedung parlemen

Jangan lupa melewati kawasan pedestrian Drottninggatan (Queen Street), nikmati berjalan kaki tanpa harus takut di serempet motor apalagi  dihadang asap knalpot. Kapan lagi bebas berjalan kaki di seluruh bagian ruas jalan. Bahkan di tengah jalan sekalipun.

Drottninggatan dikenal sebagai kawasan crowded. Hampir tiap menit dilewati langkah kaki turis. Terutama di saat musim panas.  Yang doyan shopping, Drottninggatan siap melayani. Banyak toko fashion disepanjang jalan dengan berbagai koleksi brand terkenal.

IMG_1263.JPG
Pedestrian Drottninggatan

DROTTNINGHOLM PALACE

Seperti yang gue jelasin di atas, The Royal Palace bukanlah istana yang dipakai sebagai hunian sehari hari raja Swedia untuk saat ini. Raja Carl XVI Gustav dan ratu Silvia, memilih tempat yang lumayan jauh dari pusat kota Stockholm. Drottningholm Palace adalah Private Residence of the Swedish Royal Family. Di istana inilah raja dan keluarga sehari harinya tinggal.

IMG_2456.JPG

Drottningholm Palace dibangun pada tahun 1662 dan kemudian mengalami renovasi besar besaran. Sampai akhirnya pada tahun 1981, istana ini resmi menjadi tempat kediaman The Swedish Royal Family.

Keunggulan Drottningholm Palace terletak pada keindahan tamannya. Di depan istana terdapat danau besar dan di bagian belakang taman yang sangat luas. Penataan taman sangat rapi. Dominan berwarna hijau. Taman istana juga memiliki labirin kecil yang bisa digunakan sebagai wahana bermain. Tidak jauh dari sekitar istana terdapat sebuah cafe. Bisa singgah sekedar meluruskan otot kaki yang lelah berjalan. Santai sejenak, ditemani secangkir kopi dan sepotong cake, sambil menikmati keindahan danau di depan istana. Damai dan tenang rasanya.

img_2457

IMG_2458.JPG

Pengen tau di dalam istana seperti apa? cukup membeli tiket seharga 100 Sek (kalau sekarang gue kurang tau). Tapi dibanding The Royal Palace, istana Drottningholm terkesan biasa. Ruangan yang bisa dilihat juga terbatas dan tidak banyak isinya.

MUSEUM VASA (VASAMUSEET)

Stockholm memiliki banyak museum bersejarah, diantaranya adalah Museum Vasa, berada di Galärvarvägen 14, Stockholm. Museum Vasa menjadi ada karena history masa lalu. Bermula dari ambisi seorang Gustavus, raja Swedia di masa lampau, yang ingin memperlihatkan kehebatan militernya di mata dunia. Kehebatan militer melawan bangsa Polandia dan Lithuania. Dan ambisi itu pun berlabuh pada pembuatan kapal perang yang tidak terkalahkan. Setidaknya itulah mimpi sang raja kala itu. Proyek raksasa yang dimulai sejak tahun 1626 sampai dengan 1628, melibatkan ratusan orang pekerja dan ribuan kubik kayu.

Cerita tenggelamnya kapal Vasa memiliki kemiripan dengan Titanic. Tenggelam di saat pelayaran perdana. Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 1628, kapal Vasa berangkat menuju perairan Baltik disaksikan ribuan pengunjung yang bersemangat ingin melihat perjalanan perdana kapal. Namun cerita menjadi lain setelah kapal berjalan sejauh 1.300 meter dari dermaga. Tanpa diketahui penyebab pastinya, badan kapal perlahan miring hingga akhirnya tenggelam di perairan laut Baltik. Namun berbagai pendapat pun muncul, salah satunya menyebut beban kapal yang terlalu berat menjadi alasan penyebab tenggelamnya kapal.

Menurut cerita, kapal Vasa sudah dibangun sedemikian sempurna, namun muatan yang melebihi kapasitas memudahkan kapal tenggelam. Bayangkan saja, selain penumpang berjumlah 150 orang, kapal Vasa juga berisi 64 meriam, ditambah senapan dan amunisi. Beban yang tidak sanggup dipikul oleh sebuah kapal kayu di masa itu.

IMG_2566.JPG
Gedung museum Vasa. Foto dari Handphone dan apa adanya aja

Di balik cerita tragisnya, setelah berada di dasar laut kurang lebih selama 300 tahun, usaha pengangkatan kapal ke permukaan laut pun mulai dilakukan pertama sekali pada tahun 1961. Setelah melalui proses panjang dan waktu yang tidak sebentar, kapal Vasa berhasil diangkat dalam kondisi lumayan utuh, mulai dari bangkai kapal, meriam dan peralatan lainnya. Amazing!

Kemudian kapal Vasa ditarik ke pinggiran laut, dan di pinggiran laut inilah  akhirnya museum Vasa dibangun. Sebelum resmi dibuka pada tahun 1990, ribuan orang berdatangan dan menyaksikan proses pendirian museum. Cerita dibalik tragisnya kapal yang berlatar belakang ambisi ini, membuat banyak kalangan tertarik untuk menyaksikan proses pembangunan museum.

IMG_2564.JPG
Gue dengan backround kapal Vasa. Foto  hanya dari handphone.

Penjelasan demi penjelasan di setiap ruangan museum sangat detail. Mulai dari proses penarikan sampai pembersihan kapal, lengkap dengan kliping koran yang super heboh memberitakan penemuan Vasa di masanya. Semua barang yang ditemukan di dalam kapal disimpan dengan rapi, seperti meriam, senapan, peralatan makan para penumpang, pakaian sampai sepatu. Di dalam museum juga disediakan sebuah layar yang memberi efek dimensi (gue sebut gitu aja deh, kurang ingat namanya apa), yang mampu  memperlihatkan  warna asli kapal Vasa sebelum tenggelam. Keren!

Jadi ternyata, warna asli kapal tidak terdiri dari satu warna saja (coklat), melainkan ada warna lain yang ikut meramaikan permukaan dindingnya. Seperti merah, kuning emas dan pink. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini.

IMG_2555.JPG
Miniatur kapal Vasa. Kira kira seperti inilah warna asli kapal
IMG_2401.JPG
Ini adalah pantulan warna asli kapal Vasa yang muncul di layar dimensi. Pantulan langsung dari badan kapal. Padahal warna kapal sekarang sudah berubah coklat seperti gambar di bawah ini. Tapi bisa terlihat warna aslinya. Keren ya!
IMG_2556.JPG
Bangkai kapal yang berhasil diangkat dari dasar laut. Full berwarna coklat

Hebatnya lagi, tengkorak korban penumpang kapal juga disimpan dengan baik di ruangan bagian bawah museum. Dan kondisi tengkorak pun masih utuh. Tidak itu saja, untuk bisa mengenal wajah para korban, maka dibuatlah patung lilinnya. Patung lilin lengkap dengan nama dan sebagai apa jabatannya di dalam kapal. Salut deh pokoknya.

Kadang yang begini ini yang suka membuat gue ga habis pikir. Betapa mereka ini sangat haus akan sejarah masa lalu negaranya. Berbagai cara dilakukan supaya peninggalan sejarah bisa lebih jelas diketahui warganya sendiri maupun khalayak ramai. Dan untuk merealisasikannya bukanlah sesuatu yang mudah kan. Butuh waktu puluhan tahun dan menghabiskan dana yang tidak sedikit.

IMG_2404.JPG
Patung lilin dari salah satu korban di kapal Vasa

Museum Vasa juga memiliki restoran besar dan cantik, jadi setelah lelah berkeliling, sangat pas sebagai alternatif melepas dahaga dan lapar. Berkunjung ke Museum Vasa kalau tidak salah (dua tahun lalu) dikenakan biaya sebesar 100 Sek per orang. Dan museum  mulai dibuka sekitar pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore. Gue sangat sangat merekomen museum ini. Bagus!

SKANSEN (OPEN AIR MUSEUM)

Masih berada di wilayah yang tidak jauh dari Museum Vasa, Skansen merupakan Museum Udara Terbuka pertama, tertua dan terluas di Swedia. Bahkan konon di Skandinavia. Luasnya jangan di tanya, sangat luas. Museum udara yang mewakili sejarah peradaban masyarakat Swedia sebelum memasuki era industrialisasi.

IMG_9093.JPG
Rumah tua di Skansen
IMG_9068.JPG
Rumah tua di Skansen

Skansen ibarat sebuah miniatur sejarah di masa silam. Berisi kumpulan bangunan bangunan tua di masa lalu, yang sengaja dipindahkan dari berbagai pelosok wilayah di Swedia. Didirikan pada tahun 1891 oleh seorang pria bernama Arthur Hazelius. Selain bangunan tua, banyak kegiatan di abad silam yang dapat  dilihat di Skansen. Lebih detail dan jelasnya, cerita Skansen bisa dibaca di link ini.

GLOBEN SKY VIEW

Globen Sky View  merupakan salah satu sarana wisata yang berada di kawasan Stockholm Globe City, tepatnya di sebuah gedung arena bernama Ericsson Globe. Selain pusat perkantoran, cafe/restoran dan shopping mall, jantung dari kawasan Globe City sendiri adalah 4 gedung arena utama yang saling berdekatan (dikenal dengan Globen Arena), termasuklah Globen Sky View yang berada di gedung Ericsson Globe.

IMG_1519.JPG

Melalui gondola yang berbentuk seperti bola kaca, pengunjung bisa melihat keindahan landscape kota Stokholm. Bisa masuk ke dalam gondola tidaklah sembarangan.  Masing masing pengunjung sudah ditentukan jamnya. Seperti kami misalnya, meskipun sudah membeli tiket online, harus menunggu sekitar 20 menit, karena mendapat giliran pukul 2 siang. Sebelum menaiki gondola, pengunjung diberi tontonan berupa cuplikan film singkat tentang kawasan Stockholm Globe City.

IMG_1522.JPG

Di malam tertentu, biasanya gedung Ericsson Globe akan menampilkan warna warna lampu yang indah, khususnya untuk memperingati sebuah perayaan ataupun sebagai tanda empati terhadap sebuah kejadian.

Masih terang di ingatan gue, ketika hendak menonton konser Madona di Tele Arena yang lokasinya persis di sebelah Ericsson Globe, gue melihat perubahan pada dinding Ericsson Globe.Yang siangnya berwana putih, malam harinya berubah menjadi warna warna  yang melambangkan bendera Perancis. Hal itu dilakukan sebagai tanda empati akan tragedi kemanusian (akibat serangan bom) di kota Paris, yang memakan korban jiwa. Globen menjadi cantik sekali malam itu.

KING’S GARDEN (KUNGSTRÄDGÅRDEN)

King’s Garden merupakan sebuah taman di pusat kota Stockholm. Di taman ini banyak terdapat cafe outdoor yang cantik. Terutama di saat musim panas. King’s Garden juga menjadi pilihan yang tepat untuk sekedar melepas penat, duduk santai sambil menikmati burung burung  liar yang hinggap di tanah. Tak jarang pertunjukan hiburan dan bazar makanan dilakukan di taman ini. Di saat musim semi, King’s Garden  berubah menjadi negeri Sakura. Bertabur warna pink yang berasal dari keindahan bunga Cherry Blossom.

IMG_2485.JPG
Cherry Blossom di King’s Garden di saat Musim Semi
img_1176
Salah satu cafe di sekitar taman

 GRÖNA LUND

Tidak jauh dari Skansen, terdapat Gröna Lund. Sebuah theme park yang tidak terlalu luas tapi memiliki beberapa  wahana permainan yang lumayan mengerikan. Kebetulan gue dan suami pernah menginap di hotel yang sangat dekat dengan Gröna Lund. Hotel gratisan dari hadiah perkawinan. Dan biasalah, nginapnya dimana, tapi malah sibuk jalan ke pusat kota. Pas balik dan niat membeli tiket, malah ditolak dengan alasan sudah tutup.

img_1473
Gröna Lund

Dari kapal ferry maupun loby hotel, gue bisa melihat para penggila wahana ini. Belum lagi suara jeritannya…welehhhh. Tapi bagi yang gemar permainan ekstrem dan penuh tantangan, sepertinya Gröna Lund menjadi pilihan yang tidak salah untuk dicoba.

Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi sih. Tapi anehnya meskipun sudah beberapa kali ke Stockholm, sampai sekarang gue dan suami selalu tidak sempat mengunjungi. Dan penyebabnya kalau bukan karena telat datang, ya tempat wisatanya memang tidak buka di hari kami datang.

Seperti Stockholm City Hall misalnya, ini gedung cakep banget. Acara jamuan makan Nobel Prize yang terkenal itu adanya di gedung ini. Sayangnya ketika kami datang, lagi lagi salah hari. Tidak buka alias tutup. Gue cuma bisa foto foto aja di sekitar gedungnya. Dan sampai sekarang akhirnya bablas tidak berkunjung. Terhipnotis cafe cafe di Gamla Stan. Hahahha.

IMG_2399.JPG
City Hall

Pun demikian dengan museum ABBA, tau kan? group musik legendaris asal Swedia. Meskipun gue bukan penggemar mereka, tapi gue lumayan tertarik melihat museum yang isinya artis terkenal. Sayangnya ketika kami datang, waktu bukanya tinggal 15 menit lagi.

img_2460

Nah yang ini paling aneh, sampai sampai suami gue bilang “kok kita belum nyoba tour kanal di Stockholm ya” hahahhaa…beneran emang. Setiap liburan ke negara lain, selama ada tour kanalnya pasti kami nyobain, kok malah di Stokholm kaga! Padahal pasti cakep banget. Tapi setidaknya masih banyak waktu untuk mencoba dan mengunjugi semua tempat yang belum kami lihat.

img_1126

Satu hal yang gue suka ketika berlibur ke Stockholm adalah restoran asianya. Tidak terlalu susah menemukan restoran asia di kota ini. Dan enaknya lagi, di jam makan siang antara pukul 11 hingga pukul 2 siang, kebanyakan restoran di Stockholm memberi konsep makanan yang rasanya relatif ramah di kantong. Dengan sistem all you can eat (buffet), sudah bisa makan sepuasnya dengan hanya membayar rata rata sekitar 90 hingga 110 SEK saja. Itu gue rata ratakan saja ya.

Gue bilang relatif murah, karena Swedia itu negara mahal untuk urusan bayar bayar. Makanya ketika bisa makan dengan harga segitu, ya lumayan membantu. Kapan lagi di Swedia bisa makan sepuasnya kalau bukan di jam yang gue sebut tadi. Karena biasanya, lewat dari pukul 2 siang, hitungan harga bisa naik dua kali lipat. Itu pun untuk  porsi makanan yang terbatas, satu macam doang!

Makanya jika berada di Swedia, khususnya kota Stokholm, jika tidak ingin mengeluarkan kocek yang lebih mahal, usahakanlah makan siang sebelum pukul 2. Kalau tidak resikolah.

img_2477
View dari sekitar gedung Parlemen
img_2451
Stockholm

Dari sekian restoran yang ada, gue paling suka restoran Chopstick. Restoran yang selalu ramai menurut gue. Namun berhubung ruangannya luas, jadi rata rata pengunjung selalu kebagian kursi. Gue suka kalap di sini, terutama di hari Sabtu atau Minggu. Kalau tidak salah, mereka membuat menu spesial. Menu Premier istilahnya. Ada dinsum siomay, bebek goreng (baca irisan bebek gorengnya tebal….haha), berbagai olahan udang, ayam, mie goreng, nasi goreng….haaaaaa…lengkap nian.

Bahkan kita bisa memilih seafood segar beserta bumbunya dan menyuruh koki restoran memasak langsung. Fresh food banget. Cuma harganya memang lebih mahal, kalau ga salah sekitar 179 SEK atau lebih dikit deh. Tapi puas. Gue serasa di Indonesialah. Cuma kudu hati hati sih, karena ada menu non halalnya.

IMG_1100.JPG

Keindahan landscape kota Stockholm juga bisa dilihat dari  sebuah restoran gantung di daerah Södermalm Stockholm. Lengkapnya bisa dibaca di  SORE MENJELANG MALAM di GONDOLEN, yang sudah pernah gue tulis sebelumnya.  Asik restorannya!

Semoga next time masih ada bagian lain dari kota Stockholm yang bisa gue ceritakan. Dan semoga juga tulisan ini berguna bagi siapa saja yang membacanya. See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com . Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”.