Canary Island, Surganya Warga Utara

Ada perasaan lega dan senang, akhirnya gue lumayan berhasil melawan phobia terbang dengan pesawat, yang hampir 3 tahun terakhir berhasil menahan gue untuk tidak berlibur ke tempat wisata impian.

Dan senangnya  lagi, penerbangan yang gue tempuh lumayan lama. Hampir  enam jam. Tapi depresinya tak terkatakan. But at least gue bisa lalui.

IMG_7622.jpg

IMG_7596.jpg

Sebelumnya,  gue tidak begitu familiar dengan Canary Island. Dimana letaknya pun, gue ga tau. Barulah setelah menikah, pelan pelan mulai sering mendengar suami, teman suami, kerabat bahkan tetangga, mengucapkan nama kepulauan yang termasuk dalam wilayah komunitas otonomi Spanyol ini.

IMG_7435.jpg

IMG_7436.jpg

IMG_7430.jpg

Canary Island merupakan kepulauan yang menjadi tujuan wisata yang terkenal di sebagian negara Eropa, khususnya negara yang memiliki iklim yang terlalu dingin di saat winter. Sebut saja seperti negara Nordik. Canary Island ibarat pulau Bali bagi warga Australia.

Wikipedia menyebut, Canary Island terletak di samudara Atlantik, tepatnya di sebelah barat laut Afrika (Maroko dan Sahara Barat). Sehingga, aroma alam semi Afrika lumayan bisa gue rasakan di sini.

Meskipun tidak sepanas wilayah tropis, tapi setidaknya suhu Subtropis di Canary Island mampu menghibur orang orang utara yang berlibur ke pulau yang konon menjadi lokasi pembuatan film Fast and Furious 6 ini.

IMG_7441

IMG_6246

IMG_7595.JPG

IMG_7597.jpg

Dibanding harus menempuh perjalanan yang jauh ke wilayah tropis, setidaknya jarak tempuh ke Canary Island relatif dekat dari wilayah Eropa. Akibatnya, kepulauan Kanaria menjadi santapan empuk warga Eropa yang lumayan lelah dengan winter berkepanjangan.

Jarak yang relatif dekat, suhu yang lumayan hangat, membuat nilai plus kepulauan yang juga dikenal sebagai tempat habitat burung kenari dan kadal raksasa ini. Di Swedia sendiri pun, tv lokal selalu mencantumkan text informasi terkait suhu harian di Canary Island. Bahkan beberapa daerah sengaja difasilitasi Direct Flight tanpa harus ke Arlanda Stockholm. Sesampainya di Canary Island pun, selain stasiun tv SVT Swedia yang bisa dinikmati di kamar hotel, sampai sampai gue juga melihat koran Swedia ada dijual di pulau ini.

IMG_7431

IMG_7434.jpg

Sebagian besar para pegawai restoran di Canary Island lumayan bisa mengucapkan beberapa kalimat bahasa dari negara Scandinavia. Ya namanya turis Scandinavia numplek banget di pulau ini. Tapi tak sedikit juga yang hanya mampu berbahasa Spain. Bahasa Inggris pun banyak yang tak mengerti.

IMG_7642

IMG_6122.jpg

IMG_7643.JPG

Bahkan, mereka sangat pintar menarik perhatian wisatawan dengan membuka restoran dan cafe bahkan sampai toko mainan anak anak bernuansa Jerman dan Scandinavia. Gue ga tau sih, yang punya orang orang Scandinavia atau pengusaha lokal. Yang jelas ada restoran bernama De Munich, Cafe Konditori bergaya Swedia, toko mainan bernuansa Norwegia.

IMG_7632
Mini Golf tepat di samping cafe bernuansa Swedia

IMG_7630 (1).jpg
Cafe yang menjual roti dan cake ala Swedia

IMG_7446.jpg
Ada Roti Semlanya orang Swedia. Nama cafenya pun memakai kata Konditori 🙂

IMG_7599
Gereja yang dibangun turis Skandinavia

IMG_7621.JPG
Bentuk gerejanya unik. Seperti siput atau keong.

Hebatnya lagi, tak sedikit warga Nordik yang sengaja membeli rumah maupun apartemen, dan menetap di Canary Island selama musim dingin. Kasarnya, kaburrrr dari negara asal demi menghindari suhu ekstrem di saat winter. Dan puncaknya, salah satu pulau di Canary Island bernama Gran Canaria, memiliki sebuah gereja dengan sebutan KyrkaTurist atau Gereja Turis.

Gereja yang sengaja dibangun oleh para turis yang berasal dari Scandinavia/Finlandia, agar bisa beribadah minggu selama mereka berada di sana. Gila yak, ukuran turis sampai membangun gereja. Sangkin lamanya mereka berlibur atau menetap sementara di pulau ini.

IMG_7614
Kaktus raksasa. Besar dan tinggi banget. Dan dimana mana ada. Baik yang tumbuh liar maupun yang sengaja ditanam.

Buat gue, Canary Island memiliki seribu wajah. Perpaduan kota tua dan modern, atmosfir Afrika dan Spanyol yang bersenggolan, landscape yang indah, gurun pasir yang membuat gue sumringah, bangunan berkarakter dan berjejer rapi dari atas ke bawah diantara gunung bukit, tanah yang terkesan gersang, eksotisnya lengkungan pundak unta, tepian laut dengan hamparan pasir yang luas, sampai pohon Palma dan kaktus raksasa di mana mana. Semuanya gue suka. Berada di pulau ini serasa menghantar nyata setengah mimpi gue akan atmosfir Afrika.

IMG_7645
Minimalis

IMG_7626.jpg

IMG_7644

Infrastruktur jalanannya pun bersih, rapi  dan enak dilihat. Mereka tau bagaimana cara membuai mata turis. Karena nilai jualnya memang di situ kan. Tapi bukan berarti tidak ada yang kotor. Gue pernah melihat sampah berserak di centrum salah satu kotanya. Di depan restoran dan jalanan lumayan banyak plastik, tissue dan kaleng softdrink. Lumayan kaget sih. Karena di siang hari, hampir tak ada pemandangan seperti itu gue lihat. Tapi untuk ruas jalan secara keseluruhan gue ancungin jempol bersihnya.

IMG_7647

IMG_7617

IMG_6811

IMG_7646

Gue ga tau apakah akibat malam minggu yang panjang, yang jelas petugas kebersihan yang kebetulan sudah renta, masih sigap membersihkan secara manual sampah sampah tersebut. Mau tau pakai apa? Pakai daun Palma. Hahahha.

Dan ternyata efisien loh bisa membersihkan jalanan. Dari cara tradisional, barulah debu di jalan di sapu dengan cara modern. Memakai mobil truk dengan mesin penghisap atau penyapu jalan gitu.

IMG_6236.jpg

IMG_6232

So, ga semua juga warga Eropa itu sadar kebersihan. Sampai akhirnya gue sempat mikir, jangan jangan Gran Canaria terlihat sangat bersih di siang hari, apa karena memang sengaja dibersihkan tiap pagi? Bukan karena warga yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.

IMG_7627.jpg

IMG_7605

Canary Island memiliki dua ibukota negara, yang satu Las Palmas di pulau De Gran Canaria dan Santa Cruz De Tenerife di pulau Tenerife. Gue dan suami hanya mengunjungi pulau De Gran Canaria dengan ibukota Las Palmas. Disebut Las Palmas karena pulau ini banyak sekali pohon Palmanya. Hampir di setiap sudut kota selalu ada pohon Palma.

Tulisan ini hanya selayang pandang tentang liburan gue di Canary Island. Next akan gue tulis secara detail dan pengalaman tak mengenakkan selama berada di pulau yang ngangenin ini. Gue kangen karena begitu sampai di Swedia, gue disambut suhu yang kembali ngedrop. Bayangin aja, sampai minus 19 derajat celcius, sementara sebagian besar Eropa sudah menari nari dengan Cherry Blossom. Hiks!

IMG_7612.jpg

h.jpg

Tempat wisata apa saja yang kami kunjungi? Bagaimana harus peka terhadap trik para scammer di Gran Canaria? Apa ciri khas kulinernya? Bagaimana berbelanja di Gran Canaria? Akan gue tulis di tulisan selanjutnya. See you.

Salam dari Swedia

IMG_7607

IMG_7609

Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com

10 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s