Ketika Swedia Menjadi Lautan Api

Setiap tahun di akhir bulan April tepatnya setiap tanggal 30 April, sebagian besar wilayah di Swedia menjalankan tradisi Valborg, sebuah tradisi untuk menyambut musim semi. Tradisi yang mewakili luapan kegembiraan warga Swedia setelah berbulan bulan mengalami musim dingin yang lumayan berat. Kurang lebih 6 bulan!

Sehingga tak ayal, rasa senang bangsa ini diluapkan dalam bentuk perayaan besar. Dibanding pergantian musim panas dan musim gugur, pergantian musim dingin ke musim semi memang jelas berbeda. Lebih excited.

Sebuah perubahan musim yang sangat berasa perbedaannya. Dari hamparan salju yang memutih tebal, hari hari dengan malam yang sangat panjang, berubah menjadi lebih berwarna oleh rumput dan bunga bunga liar, daun daun yang mulai bermunculan, serta perubahan siang yang semakin lama tentulah sangat masuk akal untuk disambut dengan sukaria.

Beberapa negara lain konon juga menjalankan tradisi menyalakan api unggun, tapi makna dan tujuannya berbeda beda (wikipedia). Kalau di Swedia penyalaan api unggun memang diadakan untuk merayakan datangnya musim semi. 

Tradisi Valborg sangat identik dengan bonfire atau api unggun berukuran besar. Seluruh warga bersuka ria, bernyanyi (menyanyikan lagu Sköna Maj), meminum bir bahkan berpesta semalam suntuk. Apalagi setelah malam perayaan Valborg yaitu tanggal 1 Mei, adalah hari libur nasional yang dikenal dengan Mayday.

Kalau di kota kota besar, pelaksanaan tradisi Valborg lumayan banyak disaksikan oleh warga. Sedangkan di desa kecil seperti tempat tinggal gue tidak begitu ramai. Karena jumlah warganya juga sedikit. Paling bedanya, kalau di tempat gue ada acara makan bersama. Menunya tinggal di bawa masing masing oleh warga dan nantinya saling sharing.

IMG_5145.jpg
Ini aslinya gede dan tinggi banget

Dan puncaknya adalah menyalakan api unggun yang berasal dari tumpukan tumpukan ranting. Tumpukan ranting mana mulai dikumpulkan oleh warga secara bergantian sejak musim gugur tahun lalu. Tumpukan ranting sengaja diletakin tak jauh dari tepi danau. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan besar bahaya kebakaran. Sebelum api dinyalakan pun, rumput di sekitar harus disiram agar tetap basah. Selang air tetap disediakan untuk jaga jaga. Jadi tidak asal main bakar.

Berhubung di Swedia sudah mulai memasuki “siang hari yang semakin panjang” maka tak ayal matahari pun terbenam semakin lama. Sekitar pukul 9 malam. Dan siang yang panjang ini akan semakin panjang hingga menjelang perayaan midsummer di bulan Juni yang akan datang.

Sebagian besar wilayah di Swedia akan menyalakan api setelah matahari terbenam. Dan idealnya memang seperti itu. Tujuannya agar cahaya api terlihat lebih bagus.  Jadi kebayang kan jika dilihat dari udara, bisa jadi wajah Swedia seperti lautan cahaya api. Pasti cantik.

Api dilambangkan sebagai cahaya terang yang hangat. Mewakili tipikal musim semi yang semakin terang dan tidak sedingin musim dingin lagi.

Menyaksikan tradisi negara lain itu selalu menarik. Menjadi pengalaman baru tanpa harus melupakan tradisi dari bangsa sendiri. Welcome Spring and Happy Valborg!

F2EE7474-85EC-46A6-8372-158B7359696F.jpg

Systembolaget (Ketika Sistim Monopoli Ada di Swedia)

Pernah mendengar “Systembolaget”? mungkin buat teman teman di tanah air atau luar Swedia terdengar agak aneh. Apa itu systembolaget? Jika kamu berkunjung ke Swedia dan melihat store bertuliskan “Systembolaget”, tak lain merupakan store berisi berbagai jenis minuman keras. Minuman keras berkadar alkohol mulai dari 3,5 persen hingga 40 persen (meskipun minuman non alkohol bisa juga ditemukan di store ini).

Terus istimewanya apa? Menjadi istimewa (setidaknya buat gue) karena systembolaget ini adalah “satu satunya” toko yang boleh menjual minuman keras berkadar alkohol 3,5 persen ke atas. Dan itu berlaku untuk seluruh wilayah Swedia.

Yup, systembolaget merupakan perpanjangan sistem monopoli perdagangan minuman keras di Swedia yang dikendalikan langsung oleh pemerintahnya. Monopoli di sini sama artinya dengan : tidak ada toko/store atau pihak manapun yang bisa menjual minuman keras di level tersebut selain systembolaget. Supermarket besar sekalipun tak terkecuali. Apalagi individu ke individu lainnya. Ketauan alamat kena sanksi.

Supermarket hanya diperbolehkan menjual minuman berkadar alkohol di bawah 3,5 persen. Sebuah kadar alkohol yang relatif rendah. Gue saja yang tidak begitu familiar dengan minuman keras, jika meminum minuman berkadar alkohol di bawah 3,5 persen sama sekali tidak berasa. Tidak pusing apalagi mabuk. Seperti minum sofdrink biasa saja.

Ketika pemerintah Indonesia memberlakukan larangan penjualan alkohol di sana sini, gue masih bisa memaklumi terkait kultur budaya dan alasan “segala macamnya”. Lah ini di Swedia. Kok bisa? Kalau bicara “aturan di bawah umur”, setau gue hampir di sebagian besar wilayah negara eropa menerapkan batasan umur untuk seseorang mulai bisa mengkomsusmi minuman beralkohol tinggi. Meskipun penerapan tentang batasan umur di setiap negara bisa beragam. Tapi ini penjualannya sampai dimonopoli loh. Dan tidak semua negara yang melegalkan minuman beralkohol menerapkan sistem ini.

Dan amazingnya lagi, toko systembolaget tidak ada di setiap tempat. Mostly hanya ada satu untuk satu wilayah kotamdaya (kommun). Kecuali di kota kota besar kemungkinan bisa lebih, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduknya. Pembelian minuman di systembolaget pun dibatasi. Hanya boleh dibeli mulai pukul 10 pagi hingga pukul 7 malam. Pemberlakukan aturan inilah kemungkinan yang membuat mengapa harga minuman beralkohol di berbagai bar dan restoran di wilayah Swedia sangat mahal jika dibanding membeli langsung di systembolaget.

Sekitar 50 tahun yang lalu, penerapan systembolaget malah lebih kejam. Hanya ada satu di setiap ibukota propinsi. Contohnya di propinsi tempat gue tinggal yaitu Dalarna hanya ada di kota Falun. Kebayang ga sih jauhnya. Dari tempat gue saja jaraknya bisa mencapai 130 kilometer. Kemudian seiring waktu, aturan systembolaget dibikin lebih longgar dengan menunjuk satu agen perwakilan resmi systembolaget di  wilayah kotamadya masing masing, sehingga warga bisa mengorder melalui perwakilan yang ditunjuk ini. Bayangin ribetnya. Hahaha.

Lantas mengapa sampai sedemikian ekstremnya penerapan penjualan minuman alkohol berkadar tinggi di Swedia? sampai sampai harus dimonopoli pemerintahnya?

Hal ini berhubungan dengan sejarah Swedia di masa silam. Masa dimana sebagian besar kaum laki laki di negara ini sangat menggilai minuman keras dan suka bermabuk mabukan. Jika dirunut lagi, kehidupan serba sulit yang menyelimuti bangsa Swedia di masa silam sedikit banyak mempengaruhi mental warganya. Kapan?  ratusan tahun silam kurang lebih sekitar tahun 1700-1800an, ketika Swedia memegang predikat sebagai salah satu negara termiskin di eropa sebelum menjadi negara maju seperti sekarang ini.  Minum hingga mabuk sepertinya menjadi salah satu alasan untuk bisa melupakan sejenak kepahitan hidup. Apalagi waktu itu minuman keras bisa dibeli dengan mudah antar sesama warga. Bahkan minuman keras berkadar alkohol tinggi dan tidak terkontrol bisa dibikin sendiri oleh warganya.  Akibatnya tak sedikit warga yang suka lost control ketika menggambil sebuah keputusan. Salah satunya ketika terperangkap dalam bujuk rayu pengusaha kaya.

IMG_5837

Makanya ada pepatah orang Swedia yang menyebut ” I Den Ena Fickan Hade Dom En Flaska, Och I Den Andra Hade Dom Bibeln” yang artinya di saku yang satu ada sebuah botol (diartikan minuman) dan di saku lain ada alkitab. Pepatah ini muncul karena tak sedikit warga Swedia di jaman dulu dengan gampangnya masuk perangkap pengusaha kaya yang hendak membeli lahan milik warga. Para pengusaha digambarkan sebagai pelaku sandiwara yang jitu dan sangat jeli melihat karakter korbannya.

Sekira mereka tau sasaran korban adalah pribadi yang hobby minum hingga mabuk, maka mereka menawarkan sebotol minuman. Diajak minum terlebih dahulu dan ditawari untuk menjual murah lahannya. Ujung ujungnya si warga pun mabuk dan akhirnya mau menandatangani surat jual beli. Sedangkan kalau sekira korban yang dilirik sangat agamais, para pengusaha ini pura pura berlagak seperti pendeta. Membacakan ayat alkitab demi mencuri hati si warga. Lahan pun dijual dengan murah. Konyol banget kan. Hahaha. Kurang lebih cerita singkatnya seperti itulah.

IMG_5805

Berkiblat dari parahnya efek yang ditimbulkan minuman keras ini, banyak pihak yang mulai gerah. Terutama kaum wanita karena merasa berada di pihak yang dirugikan. Kehilangan aset tanpa mereka tau. Inilah titik awal mengapa akhirnya setiap jual beli tanah, lahan hutan  dan rumah di Swedia harus melibatkan pasangan. Agar terhindar dari kejadian menjual aset di bawah pengaruh alkohol. Kemudian kampanye akan bahaya minuman keras mulai digaungkan oleh beberapa kalangan dengan membentuk organisasi anti minuman beralkohol.

Hingga akhirnya kebijakan final pun dibuat. Semua produksi minuman alkohol baik dalam negeri maupun luar, dikendalikan langsung oleh pemerintah Swedia di bawah lembaga pemerintah bernama “Vin och Spritcentralen” (Sentral wine dan alkohol). Dari sinilah hotel dan restoran dan bar di Swedia bisa membeli stok minuman keras.

Dan pada tahun 1955, didirikanlah systembolaget dengan pangsa pasar warga biasa. Sebuah toko minuman keras berkadar alkohol tinggi yang dikendalikan langsung oleh pemerintah Swedia.

IMG_3675

Pembatasan umur pun dilakukan. Di Swedia, meski batas umur untuk bisa meminum alkohol dimulai dari umur 18 tahun, tapi untuk bisa membeli minuman alkohol di systembolaget harus berumur minimum 20 tahun. Bayangkan, untuk mulai bisa membeli dan mengkonsumsi saja dibedakan loh umurnya. Jadi yang berumur 18 tahun hanya boleh membeli minuman di bar atau restoran dalam hitungan pergelas tanpa boleh dibawa pulang.  Sehingga tak ayal, para kasir di systembolaget ditugaskan juga untuk sangat jeli memasang insting apakah para buyer sudah cukup umur apa tidak. Kalau sekiranya ragu, mereka wajib meminta identity card (KTP).

Bahkan pemerintah Swedia tak jarang mempekerjakan secara random para remaja di bawah usia 20 tahun dan masuk ke dalam systembolaget untuk kemudian berpura pura sebagai konsumen. Hal ini dilakukan demi memastikan apakah para kasir menjalankan tugasnya dengan baik. Jika ternyata mereka ceroboh memainkan instingnya dan kemudian tidak meminta KTP, maka alamat kena sanksi tegas (kemungkinan bisa dipecat). Sadis meeeen.

fullsizerender-31

Pemberlakuan aturan tegas ini suka atau tidak suka, memang harus dipatuhi warga Swedia terutama bagi para pelaku bisnis restoran dan bar. Gue pernah melihat dengan mata kepala sendiri, ketika berada di sebuah cafe bar di Stockholm. Ketika dua orang pria dimintai KTP oleh pelayan bar. Kasat mata sih sepertinya sudah berumur 20 tahun. Tapi entah bagaimana si pelayan bar bisa dengan baik memainkan instingnya. Dan taraaa banget deh. Ternyata beneran masih di bawah umur 18 tahun. Dan mereka pun tidak diperbolehkan memesan minuman alkohol yang mereka mau.

Waktu itu gue berpikir awam banget. Gila banget sampai dicek sedemikian. Seumpama pun bener mereka masih di bawah umur, toh kalau dibolehin ga ada yang tau juga kan? (maksudnya gue berpikir demikian dari segi bisnisnya loh. Kok rasa peduli si pelayan bar lebih tinggi daripada mendapat keuntungan semata). Akhirnya gue bisa memahami. Semisal mereka sampai mabuk atau katakanlah lebih parah lagi ternyata mereka adalah suruhan pemerintah? ijin menjual minuman keras oleh pemilik bar kemungkinan besar akan dicabut kan.

img_5248

Bahkan sampai sekarang pun, setiap bar yang menjual minuman keras di Swedia, jika mereka memperbolehkan para pengunjung minum di luar bar, misalnya di halaman bar, maka bar wajib memiliki pagar pembatas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kalau pengunjung minum di sembarang tempat.

Suami gue masih ingat banget, sekitar 40 tahun silam, aturan tentang penjualan minuman alkohol di bar dan restoran Swedia malah jauh lebih ketat. Restoran bar hanya boleh menjual minuman alkohol jika pengunjung juga memesan makanan. Kalau tamu restoran ujuk ujuk datang hanya untuk memesan minuman, alamat tidak dibolehin. Dan untuk mengontrol dan mengendalikan kebijakan ini, pemerintah Swedia lagi lagi dengan sengaja mempekerjakan satu orang pegawai suruhan mereka untuk khusus melayani bagian minuman.

Jadi bartendernya bukan pegawai restoran yang bersangkutan loh, melainkan pegawai yang dipekerjakan langsung oleh pemerintahnya. Kemungkinan pemilik restoran untuk berlaku tidak jujur dengan hanya menjual minuman  kepada para tamunya pun sangat kecil, karena bartender hanya boleh mengeluarkan minuman jika pemilik restoran memperlihatkan kertas bertuliskan daftar makanan apa saja yang dipesan oleh tamu restoran.

Bahkan konon sempat loh setiap orang hanya boleh membeli minuman alkohol dengan menunjukkan kupon. Dan kupon ini juga dibatasi jumlahnya untuk kurun waktu tertentu.

Belum lagi ketika liburan ke luar Swedia, warga Swedia hanya diperbolehkan membawa pulang satu botol minuman keras. Sampai akhirnya kebijakan ini mulai berubah sejak Swedia bergabung dengan Uni Eropa. Kebahagian warga Swedia pun dimulai karena mereka bisa membeli minuman alkohol dari tempat berlibur dalam jumlah tak terbatas. Gila bangetlah pokoknya.

img_5215

Tapi menurut gue pribadi, alasan pemberlakuan monopoli perdagangan minuman keras oleh pemerintah Swedia, lumayan masuk akal juga. Selain cerita sejarah di masa silam, hingga saat ini pun keinginan warganya untuk mengkonsumsi minuman keras lumayan besar. Jadi dengan adanya systembolaget ini setidaknya membatasi ruang bebas mereka untuk bisa membeli kapan dan dimana saja minuman berkadar alkohol tinggi. Minum minuman beralkohol tidak dilarang, bahkan menjurus mabuk pun sepertinya masih dianggap wajar selama tidak membuat onar dan mengendara. Dan systembolaget dianggap pemerintah Swedia sebagai media pengaman penggunaan minuman alkohol yang berlebihan.

Buat gue semua ini sangatlah menarik. Karena aturan tegas ini justru diberlakukan di negara barat yang notabene identik banget dengan minuman alkohol. Dan aturannya itu ga main main. Bukan sekedar aturan yang bersifat teori yang dicatatkan dalam sebuah lembaran negara. Tapi benar benar direalisasikan. Karena kalau bicara teori undang undang, setiap negara pasti punya. Cuma pelaksaanannya yang suka berbeda.

Setau gue (koreksi bila salah) tak banyak negara yang memberlakukan sistem monopoli perdagangan minuman keras berkadar alkohol tinggi. Hanya ada beberapa negara seperti Finland, Norway, Iceland, Canada. Kalau ternyata masih ada yang lain, gue kurang tau pasti.

IMG_4685

Mari Bicara Bayaran Upah di Swedia

Entah mengapa tiba tiba gue pengen menulis tentang pekerja bangunan di Swedia (biar bacanya lebih simple gue sebut “tukang” aja kali ya). Tepatnya lagi tentang upah gajinya. Karena pertama tau gue lumayan kaget juga. Jadi sekitar tiga tahun lalu gue dan suami berencana menambah ruangan kamar di samping living room. Alasannya sih untuk jangka panjang. Kelak jika kami menua dan kaki sudah ga kuat naik turun tangga, kami punya kamar di lantai bawah.

Di awal awal suami uda bilang kalau biaya merenovasi dan ngebangun rumah di Swedia itu mahal. Berhubung menambah ruangan yang luasnya cuma 12 meter, suami pun mengusulkan bagaimana jika dia sendiri yang mengerjakan. Permintaan mana langsung gue tolak seratus persen. Manalah gue tega yaa kan. Udah capek kerja trus lanjut nukang? lah kapan istirahatnya. Akhirnya kami putusin pake jasa tukang.

IMG_5977

Sebenarnya ngebangun rumah di Swedia bukanlah sesuatu yang aneh jika dikerjai sendiri oleh pemiliknya. Contohnya seperti tetangga gue. Merenovasi total bangunan rumahnya dan itu dikerjai sendiri tanpa menggaji tukang. Mau tau berapa lama selesai? Nyaris 3 tahun!

Trus kenapa juga sih dibela-belain harus dikerjai sendiri? jawabannya karena gaji tukang di Swedia itu mahal! Belum lagi harga material. Kena pajak sudah pasti. Merenovasi rumah pun di sini kena pajak. Dan itu tidak murah. Pajaknya gede. Bahkan untuk bangunan kamar yang luasnya cuma 12 meter kami dikenai biaya tukang berikut pajak hingga ratusan juta rupiah. Makanya untuk mengurangi cost yang membengkak tadi tak sedikit yang rela membangun sendiri rumah mereka.

Bahkan hanya untuk mengganti genteng gudang yang cuma seuprit bisa kena 40 juta rupiah biaya tukangnya. Ini masih menggunakan jasa perorangan loh. Tetangga gue yang cuma membangun garasi kecil (itupun bentuk bangunannya biasa banget dan tidak ada pintunya) dikenai 120 juta rupiah untuk upah tukang plus pajak.

IMG_5986
Lihatlah garasi mobil itu. Biasa banget kan. Bangunan kayu merah yang melekat disampingnya tidak termasuk ya. Itu bangunan lama yang sudah ada sebelumnya. Biaya tukang plus pajak untuk garasi kecil itu saja bisa mencapai 120 juta rupiah.

Jasa tukang di Swedia khususnya kota Mora bisa didapat melalui perusahan penyedia jasa bangunan. Harga yang dikenakan perusahaan jelas tidak murah. Rata rata bisa mencapai 500 sek atau setara 842 ribu rupiah perjam (untuk kurs idr saat gue menulis tulisan ini). Termasuk pajak tentunya. Di wilayah Swedia yang lain gue kurang tau pasti. Dalam sehari biasanya mereka bekerja selama 7 jam. Jadi artinya kita harus mengeluarkan kocek hampir 6 juta rupiah per harinya. Hanya untuk membayar jasa tukang loh.

Sebenarnya cost ini bisa dikurangi kalau kita bisa menggunakan jasa tukang yang tidak bernaung di bawah perusahaan jasa bangunan. Jasa perorangan gitulah. Mereka rata rata memasang tarif paling murah sekitar 200 sek atau sekitar 337 ribu rupiah perjamnya. Akan tetapi tenaga tukang seperti ini terkhusus di tempat tinggal gue tidak banyak. Dan cara kerja mereka pun jelas berbeda dengan jasa tukang yang kita sewa dari perusahaan jasa bangunan. Tukang dari jasa bangunan jelas lebih profesional dari segi skill dan waktu. Bangunan juga lebih cepat selesai.

IMG_5983
Ruangan kecil berukuran 12 meter ini mengeluarkan biaya tukang yang tak sedikit berikut pajak plus biaya material.

Menggunakan jasa tukang di Swedia bukan berarti kita bisa sesuka hati main perintah dan main ngomel. Dikit dikit ceriwis dan berdiri layaknya mandor. Di awal cukup kasih tau aja seperti apa bangunan yang kita mau. Bahkan jika menggunakan jasa tukang perorangan, yang namanya bicara harga di awal pun tidak. Karena tukang tidak mau mematok harga sebelum dia menjalankan tugasnya. Kasarnya tidak mau menafsirkan harga sebelum kerja dimulai hingga selesai. Ga ada istilah harga borongan. Cuma biasanya si tukang pun ga asal main libas harga karena setidaknya pengguna jasa sudah tau juga kira kira harga tukang di pasaran berapa. Kalau pun harganya agak meleset dikit ya harus rela. Artinya tidak ada tawar menawar. Tukang/perusahaan yang menentukan.

Tukang di Swedia harus punya standard. Malah setau gue ada pelatihan khusus untuk pemula. Jadi ga bisa asal bilang “ehh ada proyek tuh, mau ikut ga bantu ngocokin semen? Yang gue lihat kerja mereka rapi banget. Sekalipun cuma tukang perorangan yang tidak bernaung di bawah perusahaan, mereka sudah punya peralatan mesin sendiri.

IMG_5978

Di Swedia upah gaji dan membayar jasa orang lain memang relatif tinggi. Tapi hal ini dikarenakan harga kebutuhan dan biaya hidup di Swedia juga sangat tinggi. Jadi sekalipun bayarannya mahal, bukan berarti mereka jadi kaya raya berkelimpahan uang. Karena pengeluaran mereka juga besar.

Cuma sepengamatan gue, semua jenis pekerjaan dianggap sama di Swedia. Tidak ada istilah pekerjaan ini lebih bergengsi dan pekerjaan yang itu dianggap sebelah mata. Lihat saja bayaran tukang mereka itu, malah gaji mereka bisa dibilang sangat lumayan. Tak hanya tukang, pekerja yang memasang wallpaper seluas 12 meter aja bayarannya mencapai 14 juta rupiah. Motong rambut paling murah 850 ribu rupiah, mijet badan satu jam bisa mencapai 1 juta rupiah. Semua tenaga kerja dihargai mahal. Tak pandang bulu.

Sebenarnya tidak adil jika gue harus membandingkan dengan bayaran tukang atau jasa di tanah air. Income perkapitanya pun sudah jauh berbeda. Perbedaan gaji yang mencolok akhirnya membuat kesenjangan sosial yang pada akhirnya menimbulkan pemikiran dan pandangan bahwa pekerjaan seperti tukang bangunan, pembantu rumah tangga, tukang pijet, pelayan restoran, pelayan toko, cleaning service suka dianggap sebelah mata di tanah air. Sedangkan pekerjaan di ruang kantor ber ac, meja dilengkapi layar komputer dan telepon, duduk manis di bangku empuk, dianggap lebih elite.

Di Swedia yang namanya perbedaan gaji setiap pekerja sudah pasti ada. Tapi mencolok banget sih ga. Gue bicara gaji pekerja kebanyakan ya. Makanya tak heran warga lokal di sini tidak sungkan menjadi pelayan restoran bahkan cleaning service sekalipun. Ga ada istilah malu. Karena apa? ya karena gaji mereka pun dianggap layak sama halnya dengan pekerjaan yang lain. Di Swedia jangan heran jika pekerja seperti tukang, pemasang lampu, tukang pijet, celaning service tetap punya rumah dan mobil sekelas volvo dan volkswagen. Dan bukan berarti yang bekerja di perusahaan besar lantas mobilnya lebih mewah.

IMG_5979

Makanya kalau ada kalimat yang bilang “ya elah jauh jauh ke luar negeri cuma bersih bersih toilet, nyapu nyapu!” loh kalau gajinya memadai kenapa ga? Ingat loh hidup mereka layak. Gue bukan bicara kaya ya.

Makanya di Swedia bukan hanya imigran yang kerjanya jadi cleaning service dan pelayan restoran, warga lokal pun ga pilih pilih kerja kok. Karena bagi mereka yang penting gajinya sesuai. Mereka ga peduli dengan iming iming kerja kantoran lebih elite. Di belakang meja lebih okeh, ada komputer, ada telepon. Bahkan untuk mendapatkan kesempatan kerja menjadi seorang cleaning service pun ga mudah kok. Buktinya ga semua warga Swedia punya pekerjaan.

Di Swedia ketika ada seorang pegawai kantoran meminta berhenti dari pekerjaannya dan ingin beralih menjadi supir bus bukanlah sesuatu yang aneh. Teman suami ada yang seperti itu. Dia bosan belasan tahun duduk di kursi, di depan komputer dan di dalam ruangan yang itu itu aja. Begitu beralih menjadi supir bus dia ceria banget sekarang. Karena gaji yang dia dapat di perusahan sebelumnya tidak jauh berbeda dengan dia menjadi supir bus.

Jadi intinya, pekerjaan apapun di Swedia itu tetap dihargai. Ga dipandang sebagai pekerjaan elite atau non elite. Perbedaan gaji setiap pekerja sudah jelas ada. Tapi secara keseluruhan rata rata gaji warganya tidak terlalu mencolok perbedannya. Kecuali pekerjaan jenis tertentu yang memerlukan skil luar biasa mungkin gajinya jauh lebih tinggi. Seperti perdana menteri, politikus, tenaga ahli di bidang tertentu.

IMG_5980
Foto mawar tak ada hubungannya dengan topik tulisan. Hanya sebagai penghias tulisan semata. Hahaha

Semburat Kuning Mewarnai Sambut Paskah di Swedia

Tahun ini tahun ketiga gue merayakan Paskah di Swedia. Biasanya sebulan menjelang Paskah, suasana menyambut Paskah sudah mulai terasa di pusat pusat perbelanjaan, toko toko dan supermarket. Dan uniknya dekorasi dan pernak pernik yang dijual sebagian besar berwarna kuning.

IMG_7830.jpg
Cake berwarna kuning dengan tulisan Glad Påsk

Mengapa warna kuning menjadi warna yang mendominasi perayaan Paskah di Swedia? Jelasnya gue juga kurang tau. Tapi beberapa kalangan menyebut warna kuning diumpakan sebagai sinar/cahaya mentari yang muncul/bangkit dari tempat peraduannya. Dan jika di telaah lagi, perayaaan Paskah selalu mendekati  musim semi. Musim dimana matahari mulai bersinar lebih terang. 

Bunga adalah salah satu bentuk apreasiasi dalam merayakan Paskah di Swedia. Dan tentunya, bunga bunga yang dijual pun sedikit berbeda dari hari biasanya.

Dominan berwarna kuning. Dari sekian banyak jenis bunga yang dijual, bunga Narcissus adalah jenis bunga yang paling khas dan menjadi main flowers perayaan Paskah di Swedia. 

IMG_7849.JPG

IMG_3771.JPG

IMG_3949.JPG

Bentuknya sih biasa saja. Malah bunga lain jauh lebih menarik. Kenapa Narcissus menjadi bunga yang paling identik dengan simbol perayaan Paskah di Swedia? kemungkinan besar karena bunga ini merupakan jenis bunga Spring yang pertumbuhannya lumayan banyak menjelang atau sampai musim semi tiba. Di negara lain pun musim semi kebanyakan diawali dengan munculnya jenis bunga yang satu ini.

Namun bagi warga Swedia, Narcissus tak hanya dianggap sebagai bunga musim semi semata, tapi juga sebagai salah satu simbol perayaan Paskah. Sampai sampai negara ini memiliki sebutan khusus yaitu Påsklilja atau Lili Paskah.

Bahkan jika harus dibeli, harga Påsklilja juga lebih murah jika dibandingkan dengan jenis bunga lain. Sehingga memilih Påsklilja sebagai hiasan dalam perayaan Paskah menjadi alasan yang lumayan masuk akal. Kebetulan pula bunga ini berwana kuning. Jadi klop deh.  

Setiap berbelanja kebutuhan Paskah, mata gue nyaris selalu melihat semua keranjang pengunjung di supermarket berisi bunga Påsklilja. Dan tentunya pihak supermarket pun tak menyia nyiakan kesempatan ini. Menjual Påsklilja dengan stok yang sangat banyak. 

Sebenarnya di saat Real Spring, bunga Påsklilja lumayan banyak tumbuh di halaman desa tempat tinggal gue. Tapi di saat perayaan Paska, bunga ini belum muncul. Mungkin karena suhu sekitar yang masih relatif dingin. Dan matahari juga belum menentu sinarnya.

IMG_0788
Påsklilja (Lili Paskah)

Biasanya Påsklilja ditempatkan di dalam pot atau keranjang, supaya kelihatan lebih indah. Bahkan bisa ditambah dengan hiasan hiasan berbentuk ayam dengan ukuran yang mungil dan juga berwarna kuning. Bunga ini ada yang berukuran kecil dan ada pula yang berukuran besar.

Yang berukuran kecil memiliki aroma harum seperti sedap malam. Sedangkan yang berukuran besar aromanya sedikit bad smell. Ga ngerti juga kenapa bisa beda aromanya. Tapi itu menurut penciuman hidung gue sih. Hahaha.

Biasanya Påsklilja diletakin di dalam rumah dan jika memungkinkan di teras atau di depan halaman rumah (tergantung suhu).

img_3770

Selain Påsklilja,  jenis bunga lain pun bisa digunakan untuk menghiasi jendela rumah, meja makan, meja tamu, dan pastinya masih bernuansa kuning. Selain bunga, rumah rumah juga dihias dengan pernak pernik berwarna kuning (walaupun tidak tertutup kemungkinan menggunakan warna lain), mulai dari lilin, tempat lilin, taplak meja, sarung bantal, tissue makan, bahkan ada juga piring gelas yang dijual dengan motif motif bernuansa Paskah. Cantik!

Ibarat natal punya pohon natal, Paskah pun punya pohon Paskah. Demikianlah di Swedia, negara ini memiliki pohon Paskah unik yang dikenal dengan nama Påskris.

IMG_0795.jpg
Påskris

Påskris, terdiri dari bulu bulu ayam, yang  diikat di ujung ranting pohon yang sudah kering dan tidak memiliki daun. Mengapa tak berdaun? Seperti yang gue jelasin di atas, perayaan Paskah di Swedia biasanya jatuh di saat awal atau menjelang musim semi tiba. Dimana keadaan ini belum mampu membuat semua tanaman tumbuh dan mekar dengan baik.

Hampir di setiap rumah, toko toko dan pusat perbelanjaan memasang Påskris sebagai hiasan Paskah. Bulu ayam yang menghias ranting biasanya terdiri dari satu warna ataupun beraneka warna. Seiring tingkat kebutuhan yang melonjak, sehingga tidak heran jika menjelang Paskah, bulu bulu ayam banyak di jual di toko toko dan supermarket. Khususnya di kota Mora, setiap berjalan di kawasan pusat perbelanjaan, masing masing toko memasang Påskris. Jadi unik.

Kenapa Påskris sampai memakai bulu ayam? Ceritanya, hal ini berhubungan dengan perayaan Minggu Palma. Berhubung Swedia tidak memiliki daun Palma yang sebenarnya, sehingga dibuatlah gantinya dalam bentuk bulu ayam. Katanya sih begicuuuu. 

Dua tahun lalu, gue mencoba menghias kulit telur dengan warna dan motif yang menurut gue not badlah untuk seorang pemula.

Karena jujur saja, ketika berada di Indonesia, gue ga pernah merasakan perayaan Paskah seperti ini. Paling ibadah dan ziarah saja. Apalagi sampai menghias telur segala. Gimana, cantik ga hiasan telur gue di bawah?

Di saat Paskah, banyak juga coklat dan permen warna warni yang disediakan di rumah dan dimasukin ke dalam mangkok besar berbentuk telur. Mangkok telur ini terbuat dari kertas. Menjelang Paskah, mulai banyak dijual di supermarket. Bahkan ada juga yang dijual including permen coklat di dalamnya.

Biasanya di hari Paskah anak anak akan berdandan seperti penyihir dan datang mengetok pintu rumah, dan meminta uang atau permen coklat. Cuma tidak ke rumah gue, karena desa gue memang tidak ada anak anaknya lagi. Kalaupun ada paling cucu tetangga yang datang dari luar kota. Barulah mereka gue bagi permen. Dan biasanya pun, sebelum Paskah tiba, permen ini nyaris habis dimakan suami gue. Hahaha.

Sama halnya seperti natal, Paskah juga dirayakan dengan hidangan Paskah. Sebut saja seperti Half Egg dan Salmon.

Telur memiliki bentuk yang hampir mirip dengan matahari, dengan lingkaran warna kuning di tengahnya, menjadikan telur sebagai makanan utama dalam perayaan Paskah.

Untuk minuman, tentu saja ini tidak boleh di lewatkan. Minuman khas Swedia dikala natal dan Paskah. Apalagi kalau buka minuman favorite gue. Must!

Minuman softdrink yang rasanya mirip cocacola. Bedanya Must mengandung rempah. Must tidak dijual setiap saat. Hanya di waktu tertentu saja, disaat natal dan Paskah.

Must dijual dalam kemasan botol kaca maupun plastik. Kalau natal kemasan gambarnya berwarna merah dengan tulisan Julmust (artinya selamat natal). Sedangkan di saat Paskah kemasannya berwana kuning dengan tulisan Påskmust (artinya selamat Paskah). 

IMG_7834.jpg
Wild Salmon. Warna ga merah orange gitu. Kaya ikan biasa.
IMG_7852.jpg
Half Egg with Kaviar

Menjelang Paskah, kota kecil atau daerah pedesaan lumayan banyak dikunjungi penduduk kota besar. Istilah orang kita Mudiklah. Mereka menginap di Summer House atau di rumah orang tuanya. Ya walaupun ramainya ga seramai kampung di Indonesia sih.

Secara umum kebiasaan Paskah di Swedia hampir sama dengan negara lain termasuk Indonesia. Ada kebaktian gereja dan meletakkkan bunga di pemakaman. Seperti ziarah.

Untuk perayaan Paskah di Swedia, pemerintah negara ini pun membuat libur umum sampai di hari Senin. Karena masih terhitung ada kegiatan ibadah di gereja.

img_3943

Glad Påsk, Happy Easter dan Selamat Paskah!

Semua photo di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com

VASALOPPET!

Menjelang minggu pertama bulan Maret, kota Mora mendadak berubah. Dari sebuah kota kecil yang sepi sontak menjadi ramai. Tentu saja perubahan ini membawa efek luar biasa terkhusus warga Mora maupun orang orang yang rutin mengunjungi kota Mora setiap minggunya. Termasuk gue.

Perubahan meliputi jalanan yang biasanya lancar menjadi macet, parkiran penuh, hingga cafe restoran ramai pengunjung. Meskipun demikian, tidaklah membuat warga Mora mengeluh. Sebaliknya semangat besar akan adanya perhelatan akbar membuat warga Mora serasa memiliki hiburan massal dadakan. Keramaian yang bisa dibilang heboh dan cuma terjadi  sekali dalam setahun. Rasanya hampir bisa dipastikan seluruh pencinta ski di Swedia bahkan manca negara berkumpul di  kota ini.

IMG_4669.JPG

Dan puncaknya adalah di minggu pertama bulan Maret, kota Mora pun menjadi sorotan karena diliput secara langsung oleh stasiun Svt Swedia. Yup, apalagi kalau bukan Vasaloppet.

Vasaloppet merupakan pertandingan Ski Marathon Lintas Alam (Cross Country Ski) tertua dan terpanjang di dunia untuk jarak tempuh 90 kilometer dan diikuti peserta dengan jumlah yang fantastis. Limabelas ribu delapanratus orang. Wow! 

Garis start dimulai dari kawasan Sälen dan berakhir di kota Mora. Seminggu sebelum pertandingan puncak Vasaloppet di mulai, beberapa pertandingan jarak pendek sudah dilaksanakan. Termasuk pertandingan khusus wanita.

Vasaloppet menjadi kebanggaan kota Mora, karena segala sesuatu yang berhubungan dengan Vasaloppet berpusat di kota ini. Mulai dari museum Vasaloppet, tugu Gustav Vasa, sampai tugu garis finish Vasaloppet, yang semuanya menjadi landmark kota Mora. 

IMG_4665.JPG

IMG_7173
Museum dan Tugu Finish Vasaloppet. Di hari biasa menjadi tujuan wisata di kota Mora.
IMG_1727.jpg
Tugu Finish yang menjadi iconic Vasaloppet sekaligus Landmark kota Mora juga. Tapi yang di foto ini palsunya. Sengaja dibuat penyelenggara, khusus digunakan untuk berfoto. Dan gue ikutan juga dongss. 

Dua bulan sebelum Vasaloppet, kesibukan dan persiapan menyambut Vasaloppet sudah mulai terlihat. Dari pendirian gedung arena, bangku, tempat liputan jurnalis, tenda tenda, toilet, satu demi satu mulai dipasang. Dan tidak hanya itu berbagai perusahaan ternama berlomba lomba menjadi sponsor dalam acara akbar ini, mulai dari IBM, VOLVO, DHL, ICA, ASICS, dan masih banyak lagi.

IMG_1569.jpg
Sebagian dari atribut para sponsor

Sambutan terhadap Vasaloppet sepertinya didukung penuh warga Mora dan sekitarnya. Stiker bertuliskan “Vasaloppet” menjadi hiasan di pintu pintu toko, bank, perkantoran, hingga toko bakery. Bahkan beberapa bulan sebelum perhelatan ini dimulai, penjualan kartu pos pun lebih mengutamakan gambar gambar berlatar belakang Vasaloppet.

IMG_4668.JPG
Sepotong cake di toko bakery ini pun ikutan eksis dengan tulisan Vasaloppet

Bagi sebagian kalangan, ajang turnamen Vasaloppet menjadi lahan bisnis musiman yang menguntungkan. Membuka lapak dan menjual berbagai pernak pernik serta makanan. Mulai dari Dalahorse, hingga waffle Belgia yang biasanya sulit ditemukan di hari biasa.

IMG_1541.JPG
Kios kios musiman 

Bahkan tidak sedikit yang terinspirasi dan berpikir smart, dengan membuka bisnis penginapan ala kadarnya di rumah  rumah warga. Dan lucunya, para peserta Vasaloppet tidak terlalu mempermasalahkan penginapan yang lokasinya lumayan jauh dari daerah pertandingan. Yang terpenting, masih di wilayah propinsi Dalarna. Wajar saja, kebanyakan peserta berasal dari luar kota Mora bahkan manca negara.

Bahkan gedung sekolah di kota Mora pun dipakai loh sebagai tempat menginap. Karena jumlah penginapan di kota Mora dan Sälen jelas tak mampu menampung belasan ribu peserta dalam waktu yang bersamaan.

IMG_1555.jpg
Tidak sedikit yang menggunakan mobil karavan sebagai tempat bermalam ketika perlombaan Vasaloppet berlangsung

Berbicara penginapan di sekitar Mora dan Sälen, sudah barang tentu tidak main main ketika Vasaloppet berlangsung. Dengar dengar untuk bisa mendapatkan satu kamar di dua daerah ini, sudah harus ngeboking dalam hitungan tahun. Jika tidak alamat sulit mendapatkan penginapan. Kebayang kan betapa banyaknya orang. Belasan ribu peserta bukanlah jumlah yang sedikit untuk sekali pertandingan sekaligus. Dan itu diselenggarakan di sebuah desa dan kota kecil pula.

Lantas kenapa harus di desa Sälen dan kota Mora? Berikut ceritanya.

Sejarah Vasaloppet bermula dari sebuah nama yang dikenal yaitu GUSTAV VASA. Sosok yang menjadi inspirasi dibalik terselenggaranya Vasaloppet. Kejadian diawali ketika Gustav Vasa berusaha melarikan diri dari kejaran pasukan raja Christian II (King of Kalmar Union)raja Denmark yang ingin melakukan pembantaian di Stockholm di masa silam. Singkat cerita, pelarian Gustav Vasa sampai ke sekitar Mora. Di kota inilah Gustav Vasa bertemu dan meyakinkan dua orang pria bernama Lars dan Engelbrekt untuk bergabung melawan raja Christian II. Namun sayang, ajakan tersebut berujung penolakan.

IMG_8557.jpg

Merasa tidak mendapat dukungan,  Gustav Vasa kemudian melanjutkan pelarian ke Norwegia. Dalam pelariannya beliau hanya mengandalkan peralatan  ski apa adanya.

Setibanya di sebuah daerah yang sekarang dikenal dengan sebutan Sälen, Gustav Vasa dicegat oleh Lars dan Engelbrekt, yang pada akhirnya berubah pikiran dan beralih mendukung rencana Gustav. Dengan bantuan dan dukungan warga Mora, Gustav Vasa akhirnya sukses melawan dan mengusir pasukan Christian II.

Dan puncak dari keberhasilannya itu, pada tanggal 6 Juni 1523 Gustav Vasa akhirnya diangkat dan dinobatkan menjadi Raja Swedia.

IMG_1528
Patung Gustav Vasa di kota Mora. Khususn di perlombaan Vasaloppet, sengaja dikalungi krans hijau. Banyak yang berfoto di sini. Patung Vasa menjadi salah satu iconic kota Mora.

Untuk memperingati pelarian dan perjalanan sang raja ini, sejak tahun 1922 lahirlah Vasaloppet yang artinya The Vasa Race (Perlombaan Vasa).

Berkiblat dari cerita sejarah tersebut, akhirnya pertandingan Vasaloppet diadakan dengan menggunakan jalur dan rute jalan yang dulunya memang dilewati sang raja, yaitu wilayah sekitar Mora dan Sälen. 

Vasaloppet dimulai dari kota Sälen sekitar pukul 8 pagi. Ontime dan tidak banyak basa basi. Tapi sejak pukul setengah lima pagi area pertandingan sudah mulai didatangi para peserta. Jalanan sudah terlihat macet memanjang. Bahkan pada pukul 7 pagi beberapa ruas jalan sengaja ditutup dan hanya menggunakan satu jalur. Tujuannya bila terjadi emergency, jalur yang satunya bisa digunakan. Salah satunya oleh ambulance.

IMG_1574.JPG

Vasaloppet memiliki jumlah peserta yang sungguh fantastis. Mencapai limabelas ribu delapan ratus orang peserta. Jumlah maksimum yang ditentukan pihak penyelenggara dalam sekali pertandingan. Masing masing perserta dibagi atas beberapa group. Mulai dari group 1 hingga 10. Biasanya group terdepan adalah barisan profesional atau dikenal dengan sebutan group Elite.

Seluruh peserta Vasaloppet dilengkapi dengan sebuah chip. Jadi sepanjang perlombaan, siapun bisa bisa mengetahui keberadaan mereka melalui pesan sms. Kita tinggal mendaftarkan nomor kode dan dalam rentang waktu akan ada informasi berapa lama lagi peserta akan sampai ke garis finish, berikut posisi terakhir peserta berada dimana. Kebetulan salah satu kerabat kami ikut serta dalam perlombaan ini. Jadi gue tau.

IMG_1579.JPG
Plang nomor untuk masing masing group
IMG_1577
Perlengkapan ski yang disusun para peserta sebelum perlombaan dimulai di daerah Sälen
IMG_1724.jpg
Para peserta bersiap siap
IMG_1566.jpg
Para peserta memulai Vasaloppet dari garis start di Sälen

Meskipun bertaraf internasional, uniknya pertandingan Vasaloppet bisa diikuti oleh siapa saja. Baik  atlet ski profesional maupun non profesional atau masyarakat biasa (yang bergabung hanya karena kesenangan semata).

Bahkan dua tahun lalu, dari ribuan peserta yang turut terdapat seorang cacat tanpa dua kaki dan hanya menggunakan kursi roda. Luar biasa semangatnya. Karena itu tadi, tujuan utama Vasaloppet bukanlah urusan menang kalah. Melainkan kepuasan dari para peserta bisa bertanding  di sebuah event besar.

IMG_1725
Peserta melewati jalur lintas alam
IMG_1552.JPG
Daerah Mångsbodarna. Para peserta biasanya bisa mengambil waktu yang sangat sebentar dalam hitungan tak sampai 5 menit, untuk cek peralatan ski (Vasaloppet Kontrol). Atau sekedar meminum sirup blueberry yang disediakan panitia. Itupun ngambilnya main sambar sambil peserta tetap berjalan. Ada beberapa jalur yang digunakan peserta untuk Vasaloppet Kontrol ini.

IMG_1554.JPG

IMG_1553
Cafe menjual sosis dan minuman

Vasaloppet memiliki jarak tempuh sejauh 90 Kilometer. Sebuah jarak yang tidak dekat. Para peserta berjalan nonstop melewati hutan bersalju, suhu yang dingin bahkan berangin. Paling sesekali mereka berhenti sebentar di titik titik wilayah yang dikenal dengan istilah Kontrol. Di sinilah mereka berhenti mengecek peralatan ski, sepatu atau sekedar minum sirup blueberry. Sampai nantinya berakhir di garis finish kota Mora.

Pemenang Vasaloppet 2016 dan 2017 berturut turut diraih oleh John Kristian Dahl asal Norwegia, dengan catatan waktu kurang lebih 3 jam 57 menit (untuk tahun 2017). Namun bagi peserta biasa atau non profesional, jarak 90 kilometer biasanya baru bisa diselesaikan kurang lebih 10 hingga 12 jam. Gile kuatnya ya. Nonstop loh. Di suhu dingin pula.

Dalam sejarah perlombaan Vasaloppet ada satu pemain legendaris yang berhasil memenangkan pertandingan Vasaloppet hingga 9 kali. Namanya Nils “Mora-Nise” Karlsson, berasal dari kota Mora. Nils meninggal di usia 94 tahun pada tahun 2012.

IMG_1536.JPG
Vasaloppet di kota Mora
IMG_1529.JPG
Vasaloppet di kota Mora
IMG_1726.jpg
Peserta Vasaloppet tiba di kota Mora

Menjelang garis finish di kota Mora, suasana menyambut peserta sangatlah meriah. Ucapan “heja, heja, heja” sangat familiar di telinga. Para pedagang musiman tidak sedikit yang menjual krans daun untuk diberikan kepada para peserta. Biasanya krans daun ini diberikan oleh sanak keluarga maupun teman teman yang turut mendukung peserta.

Di ajang pertandingan Vasaloppet sesekali penonton akan sering melihat sosok lelaki tua berpenampilan mirip Gustav Vasa. Berjalan di sekitar arena menggunakan mantel tua berwarna coklat, lengkap dengan topi kulit dan perlengkapan ski kayu.  Sangat mirip dengan lambang pria yang terdapat pada souvenir Vasaloppet dan Seri Pin Vasaloppet. 

Berbicara pin Vasaloppet, banyak yang menggilai koleksi pin ini. Bahkan sampai sekarang tidak sedikit yang berburu pin Vasaloppet keluaran lama seperti tahun 1924.

IMG_1717
Koleksi berbagai Pin Vasaloppet 
IMG_4667
Koleksi Pin Vasaloppet tahun 1924. Keluaran dua tahun sejak Vasaloppet berlangsung pertama kalinya.
IMG_4663
Beracting layaknya Gustav Vasa

Beberapa negara seperti China, Jepang, dan Amerika, kadang suka mengadakan acara perlombaan ski di negara masing masing yang bertajuk Vasaloppet. Mungkin banyak negara yang memiliki perlombaan ski lintas alam. Tapi Vasaloppet unggul di lintas alamnya yang sangat panjang, yang justru memberi kenikmatan tersendiri bagi para pesertanya.

Gue sempat melihat wawancara di layar screen, salah satu peserta tahun 2015 berasal dari India. Sengaja jauh jauh datang khusus mengikuti perhelatan besar ini. Dengan biaya sendiri lagi. Segitunya.

IMG_1570
Vasaloppet Film Team

 

IMG_1571.JPG
Nompang eksis dengan backround svt Swedia. Uhuk!
Seiring waktu Vasaloppet bukan hanya sekedar perlombaan olahraga, akan tetapi sekaligus menjadi arena tujuan wisata. Jika berkunjung ke kota Mora, kawasan sekitar tugu finish, patung Gustav Vasa dan museum Vasaloppet menjadi tempat yang wajib dilihat. Berikut beberapa hal yang menarik perhatian gue ketika berada di turnamen Vasaloppet.
IMG_1549
Para wanita yang sengaja menggunakan pakaian tradisional Swedia, dan para warga bisa berfoto bersama mereka.
IMG_1546.JPG
Bangku kayu ini sengaja dibuat oleh penyelenggara, agar para warga bisa duduk menikmati perapian. Bahkan di beberapa titik jalan lain, juga disediakan perapian. Lumayan dingin sih,  sekitar -5.  Di suhu ini kalau seharian di luar lumayan berasa, apalagi kalau berangin seperti kemaren. 
IMG_1564.JPG
Kantong plastik berisi perlengkapan para peserta, seperti tas, jaket, dll. Dibungkus dengan warna warna plastik yang berbeda sesuai group. Lalu diangkut dengan traktor dan dimasukkan ke dalam bagasi besar (seperti gambar di bawah). Kemudian bagasi akan dibawa truk ekspedisi DHL ke kota Mora. Di sanalah para peserta mengambil kembali titipan mereka.
IMG_1572.jpg
Toilet yang sengaja ditempatkan di sekitar arena perlombaan. Bnayak banget. Jadi ga perlu cari cari toilet lagi. Lebih praktis. Yang biru untuk pria dan wanita. 
IMG_1557
Gue iseng banget ya motoin ini. Lucu aja gue rasa. Toilet khusus pria. Ga makan tempat. Pria pipisnya ga susah. Haha!
IMG_1575.jpg
Di Sälen, para peserta bahkan warga, diberi minuman gratis berupa kopi dan sosis. Hebatnya, dengan jumlah belasan ribu orang, halaman sekitar arena tetap bersih tidak ada sampah berserakan. Semua sadar diri masukin cup bekas minuman ke tempat sampah yang sudah disediakan.

IMG_8558 (1).jpg

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

Yok, Mengintip Summer House di Swedia!

Summer!

Musim yang bisa dibilang paling sempurna dari berbagai musim yang ada. Musim yang tidak membatasi aktivitas jika berlama lama di luar rumah. Musim yang identik dengan liburan, kumpul keluarga, berjemur di luar, baik itu di halaman rumah maupun di taman kota.

IMG_3254.JPG
Kece banget ya wooden housenya

IMG_3357.JPG

Liburan summer seperti apa yang disukai warga Swedia? Relatif banyak sih. Dan salah satunya adalah dengan mengunjungi Summer House.

Mengunjungi Summer House merupakan salah satu alternatif berlibur di Swedia. Jadi tidak melulu harus ke luar negeri. Bila mendengar Summer House, apa yang ada di pikiran kalian? yes, dari dua kata itu saja, bisa dipastikan jika pengertiannya adalah Rumah Musim Panas.

Ketika musim panas tiba, Summer House menjadi tempat berlibur keluarga yang lumayan menyenangkan. Rumah yang kebanyakan dihuni di saat musim panas saja. Bukan rumah hunian sehari hari. Meskipun demikian, kalau cuaca lagi bagus bagusnya, kadang ada saja yang tidak sabar mengisi liburan musim semi dengan mengunjungi summer house.

IMG_3345.JPG
Summer House di tengah hutan.
img_3344
Summer House di tengah hutan, di pinggir danau. Menyendiri.

Summer House sebagian besar terdapat di daerah pedesaan, yang dekat dengan alam atau nature. Atau bisa juga di daerah yang tidak terlalu ramai. Lumayan banyak penduduk kota besar di Swedia, yang memiliki Summer House sebagai aset pribadi. Ada yang sengaja dibangun dan ada juga yang diperoleh dari  warisan turun temurun.

Summer House pada umumnya terbuat dari bahan kayu. Ukurannya pun bervariasi. Mulai ukuran kecil hingga lumayan besar.

Perlengkapan peralatan rumah tangga juga cenderung lebih sederhana. Tidak seperti perlengkapan di rumah hunian sehari hari yang jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih komplit. Wajar saja, karena Summer House tidak setiap saat ditempati.

Summer House yang memiliki ukuran relatif besar, awalnya merupakan rumah tinggal yang ditempati sehari hari. Kemudian diwariskan kepada ahli waris. Misalnya dari orang tua ke anak. Berhubung ahli waris sudah memiliki rumah hunian sendiri, maka rumah seperti ini akhirnya dijadikan sebagai Summer House.

img_3352
Summer House biasanya selalu memiliki guest house kecil seperti ini. Seperti rumah liliput. Di dalamnya lengkap ada tempat tidur dan meja kursi kecil.
img_3353
Guest House yang lebih modern. Ihhh…imut ya. Tapi biasanya, tempat seperti ini pun digunakan sebagai rumah bermain anak anak.

Bahkan, Summer House yang diperoleh secara turun temurun dari beberapa generasi pun ada. Yang dari awal sudah diperuntukkan sebagai hunian Summer House. Summer House type seperti ini, lumayan banyak terdapat di desa kecil, termasuk  di desa tempat gue tinggal.

img_3342
Rangan di dalam Summer House. Vintage sekali. Mirip rumah di film film ya.

Rata rata bentuk dan ukurannya sangat sederhana dan lumayan kecil. Bergaya klasik/vintage. Dinding rumah terbuat dari kayu balok tanpa dipolesi cat warna. Peralatan di dalamnya juga masih terbilang sangat antik. Dan satu lagi, biasanya tidak ada listrik, air ledeng bahkan toilet pun masih berada di luar rumah dengan sistem no septic tank dan no saluran air! *garuk kepala*

Lokasinya juga hampir sebagian besar berada diantara hutan pinus dan pinggir danau. Berdiri sendiri tanpa ada rumah lain di sekitar. Seperti terisolasi. Konon Summer House seperti ini, lumayan banyak digemari dan dianggap ideal oleh beberapa kalangan di Swedia, termasuk suami gue. Semakin sepi dan jadul, semakin nikmat. Jauh dari kebisingan dan modernisasi.

img_3346
Summer House milik tetangga. Ada Rumah Saunanya. Sehabis sauna, biasanya mereka buru buru lari ke danau. Dan itu Naked! Hehehe.

IMG_3360.JPG

Hal hal yang dianggap merepotkan dan kurang praktis, seperti mengangkat air dari danau, menggunakan lilin sebagai pengganti listrik, bagi mereka justru memiliki sensasi beda.

Berasa hidup di jaman ratusan tahun silam. Kehidupan jaman bahela yang berseberangan dengan hal hal praktis. Namun justru di situlah kenikmatannya. Eng ing eng bangetlah. Hahaha

Tetapi banyak juga Summer House yang sudah dilengkapi listrik dan air. Biasanya Summer House seperti ini, berada di lingkungan pedesaan yang sudah banyak dihuni warga. Bukan menyendiri di tengah hutan lagi.

IMG_3358.JPG
Summer House seperti ini, sengaja dibangun di lingkungan pedesaan.
IMG_3328 (1).JPG
Isss…heaven banget ya.

Keluarga raja Swedia pun, memiliki Summer House di sebuah pulau bernama Öland. Summer House berbentuk kastil. Namun tidak jauh dari bangunan kastil, sengaja ditempatkan sebuah rumah kayu antik, yang konon katanya dipakai raja dan ratu sebagai tempat bersantai. Jadi yang namanya kehidupan tempoe doloe, memang lumayan digemari di Swedia. Tak terkecuali keluarga rajanya.

Dan tidak heran juga, jika masih banyak Summer House yang sengaja dibangun di jaman sekarang, masih berkiblat pada model bangunan tempo dulu.

IMG_3333.JPG
Summer House di desa gue.
img_3361
Summer House di desa tetangga

Yang gue dengar sih, saat ini pemerintah Swedia sudah melarang pembangunan rumah termasuk Summer House yang jaraknya hanya beberapa meter dari danau. Larangan ini dibuat, dengan tujuan agar orang orang yang ingin menikmati alam di sekitar danau, seperti memancing dan berenang, bisa lebih nyaman tanpa harus terganggu dengan rumah rumah yang terlalu dekat dengan tempat mereka menikmati alam sekitar. Semacam privacy lah.

IMG_3359.JPG
Selalu dekat nature
img_3432
Summer House antik

Jadi jangan kaget, jika sebuah Summer House tempo dulu, yang lokasinya benar benar di tengah hutan atau di pinggir danau, menjadi incaran orang orang yang menggilai kehidupan sepi dan dan tidak bising. Bahkan oleh suara mobil di jalan raya sekalipun. Ada benarnya juga, gue sendiri menyukai ketenangan seperti ini. Alam yang segar, sampai kicauan burung pun, kedengaran seperti di samping telinga sangkin heningnya. Ekolife banget.

Belum lagi menikmati sinar mentari sambil ngegrill. Mencium aroma asap dari daging bakar, diantara sepinya hutan dan tenangnya air danau. Yuhuii bangetlah. Paling yang belum bisa gue maklumi, minimnya fasilitas air ledeng dan toilet tadi. Mental gue masih mental tempe. Terbiasa dengan yang gampang dan tidak mau ribet.

Jadi sampai saat ini, meskipun gue dan suami tinggal di sebuah desa kecil, kami dan beberapa warga di sekitar desa, tetap memiliki Summer House. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sehari hari.

IMG_3337.JPG
Sebuah Summer House, dengan view danau di sekitarnya. Seperti foto di bawah.

Lantas, mengapa harus memiliki Summer House yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat tinggal sehari hari? Bukankah di rumah sendiri sudah tenang, jauh dari kebisingan dan dekat dengan alam?

Jawabannya simpel saja, rumah yang ditempati sehari hari, aura dan feelnya berbeda dengan rumah yang hanya digunakan di saat tertentu saja. Apalagi rata rata Summer House di tempat gue, memang cenderung menyendiri dan tidak ada tetangga. Lebih tenang. Dan seperti yang gue bilang di atas, dengan segala keterbatasan yang ada, sensasi yang mereka rasakan tentu berbeda.

fullsizerender-32
Bagi mereka heaven banget ini.

Konon, warga Jerman dan Belanda, merupakan turis tetap yang lumayan banyak mengunjungi tempat-tempat sepi di sekitar hutan Dalarna, seperti di desa gue. Biasanya, mereka datang dengan mobil caravan. Dan memilih bermalam di tengah hutan.

Gue pernah memergoki turis dari negara Belanda, tengah asik di sekitar area hutan. Duduk santai sambil membaca. Gue sempat nanya, kenikmatan seperti apa yang didapat ketika berada di tengah hutan seperti ini. Dia bilang, sepi itu liburan yang paling nikmat. Tak ada bandingannya.

fullsizerender-33
Summer House di saat winter
IMG_3327.JPG
Summer House di saat winter
img_3427
Menikmati perapian di Summer House
fullsizerender-32
Rumahnya mirip foto di kalender

Kadang kadang, Summer House bisa juga dikunjungi di saat autumn, menjelang winter atau di saat salju tidak terlalu tebal. Untuk sekedar membuat perapian agar suhu di dalam ruangan Summer House tidak terlalu dingin. Hal ini baik untuk menjaga bangunan agar tetap awet.

Di musim seperti ini pun, suasana Summer House lumayan menyenangkan. Duduk di depan perapian, menyalakan lilin sambil melihat putihnya salju dari jendela, serasa dalam cerita dongeng. Atau ketika daun daun memenuhi halaman Summer House di saat Autumn, rasanya romantis banget. Namun kegiatan maintenance seperti ini, hanya dilakukan sekali kali dan itu pun tidak terlalu lama.

Berikut beberapa model Summer House yang tak jauh dari desa tempat gue tinggal.  Dan hampir semuanya berada di sekitar hutan dan danau.

IMG_3363.JPG

fullsizerender-34

img_3349

img_3336

Summer House di dalam tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari banyaknya Summer House yang ada di berbagai wilayah Swedia. Tentu saja, bentuk dan designnya tidaklah melulu sama persis. Foto foto di dalam tulisan ini, sebagian besar merupakan Summer House yang berada tidak jauh dari tempat tinggal gue dan juga beberapa wilayah desa di Dalarna. 

-See in my Next Story-

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com

Di Swedia, Umur 50 Tahun Dianggap Sangat Spesial

Ja, må hon leva!

Ja, må hon leva!

Ja, må hon leva uti hundrade år

Javisst ska hon leva!

 Javisst ska hon leva!

Javisst ska hon leva uti hundrade år!

*hon (sebutan untuk wanita) bisa diganti dengan han (sebutan untuk pria). 

Itulah syair lagu yang wajib dinyanyikan dalam sebuah perayaan ulang tahun di Swedia, terkhusus di usia 50 tahun. Mirip seperti lagu “Panjang Umur”. Makna lagu kurang lebih memohon harapan agar yang berulang tahun senantiasa diberi umur yang panjang hingga ratusan tahun. Biasanya para tamu berdiri, bernyanyi sambil bertepuk tangan. 

Di “sebagian” kalangan warga Swedia, memberi ucapan selamat ulang tahun bukanlah sesuatu yang dianggap harus. Sekalipun yang berulang tahun adalah kerabat atau teman dekat. Mereka lebih banyak memilih diam. Kecuali anggota keluarga, mungkin iya.

FullSizeRender (30).jpg

Berbeda halnya ketika usia menginjak 50 tahun. Orang orang yang kita kenal, mulai dari teman dekat, kerabat, bahkan yang tidak terlalu dekat pun, cenderung tau ketika kita memasuki usia ini.

Ucapan Grattis pun lumayan ramai berdatangan baik dalam bentuk sms, telephone, dan berkunjung langsung ke rumah. Di usia 50 tahun jugalah, kebanyakan warga Swedia membuat perayaan yang lebih spesial dibanding ulang tahun lainnya. Berbagi kebahagian bersama handai tolan.

FullSizeRender (29).jpg
Traditional Princes Cake

Bagi warga Swedia, 50 tahun adalah usia yang spesial dan ideal dalam sebuah pencapaian tujuan hidup. Hal ini digambarkan dalam sebuah ilustrasi yang dikenal dengan istilah Ålderstrappa, grafik tangga yang menggambarkan pertumbuhan  usia manusia mulai dari kecil, dewasa, tua, hingga lanjut usia.  

Ilustrasi dimulai dari tangga yang paling rendah hingga mencapai tangga yang paling tinggi dan kemudian menurun kembali ke tangga yang paling rendah.

IMG_2948.JPG
Contoh ilustrasi Ålderstrappa. Usia 50 tahun berada di paling puncak. source : www.kart-bosse.se

Mengundang orang untuk hadir di sebuah acara ulang tahun adalah hal biasa. Tetapi ketika seseorang dengan sangat yakin membuat persiapan acara, namun malah tidak mengundang orang lain untuk hadir ke acara tersebut, bagaimana menurut kalian? dan ajaibnya lagi, justru orang orang yang tidak pernah diundang itu malah berdatangan. Nentengin kado pula😂

Inilah yang terjadi di Swedia, tepatnya lagi di desa tempat gue tinggal. Pertama di acara ulang tahun tetangga,  dan yang kedua di acara ulang tahun suami. Dua minggu sebelum hari H, kami sudah memesan catering sederhana.

FullSizeRender (32).jpgDan di situlah gue baru tau, kalau kami tidak perlu mengundang orang orang untuk datang ke acara ulang tahun emasnya suami. Lah ini piye ceritane? kalau tamunya pada ga datang? Tidak mungkin, mereka pasti datang! Jawab suami waktu itu.

Lagi lagi inilah kehebatan usia 50 tahun di Swedia. Apalagi jika hidup di desa kecil seperti kami. Dijamin orang orang akan datang ke rumah untuk mengucapkan selamat. Artinya mereka datang memang sudah niat. Semisal yang berulang tahun tidak menyediakan apa apa, pun tidak masalah. Dan biasanya, seluruh warga sudah saling berunding jauh hari, mau datang pukul berapa.

Meskipun terbilang bukan remaja lagi, usia 50 justru dianggap masih layak dibanjiri dan diberi berbagai jenis hadiah/kado, yang berasal dari perseorangan maupun hasil urunan beberapa orang.

Jenis kado apa yang umum diberi ketika berulang tahun? Ini dia (yang sering gue lihat):

  1. Barang yang dianggap benar benar dibutuhkan. Misalnya seperti ulang tahun suami, karena warga desa tau dia sangat suka beraktivitas di hutan, tetangga urunan memberi hadiah voucer berisi belanja satu set perlengkapan kerja di hutan. Mulai dari celana, jaket, helm dan sarung tangan. Lucunya lagi, teman kantornya juga urunan memberi sebuah Kapak😂
  2. Bunga 
  3. Minuman whisky, wine.
  4. Candle holders
  5. Barang antik. Ini merupakan favorite mereka banget loh. Apalagi jika barang antiknya available. Salah satu tetangga dekat, punya menantu dan tinggal di Stockholm. Meskipun tidak membuat perayaan ulang tahun yang ke 50, tapi warga di desa gue tetap berinisiatif memberikan kado. Berhubung dia sangat menyukai barang antik, akhirnya kami memutuskan memberi sebuah  ember kayu antik yang sudah berumur ratusan tahun. Ember kemudian diisi dengan sebotol minuman wine, dan beberapa jenis keju tua. Awalnya gue merasa ga enak, yakin dia senang? Masa dikasih barang bekas dari gudang?  Beda kultur ya mak😂. Kebayang ga sih, jika kalian dikasih kado berupa barang bekas dari gudang. Ember pula! *yang ada dilempar balik dengan ember…hahaha
  6. Yang ulang tahun traktir dong! Hmmm….kalimat ini tidak berlaku di Swedia. Sebaliknya, justru yang berulang tahunlah yang ditraktir. Ini baru ajaib. Dan traktiran ini dianggap sebagai kado ulang tahun. Jika yang berulang tahun membawa serta suami/isteri atau anak, maka mereka tidak serta merta ikut menikmati traktiran tadi. Mereka wajib membayar sendiri. Kalau kata orang Medan, Makjang kalipun😅. Pertama mendengar insiden kebiasan mereka ini, lumayan membuat gue nyesek. Kebayang kan duduk bersama satu meja, makan di acara ultah suami misalnya, giliran suami makan gratis, isteri rogoh kocek sendiri. Serasa dihempaskan😂. Tapi ya itulah mak, beda negara beda kultur.  Budaya traktir mentraktir bukan kebiasaan mereka. Kecuali memang jelas tujuannya.
  7. Mungkin masih ada kado jenis lain yang bisa diberi, gue cuma menulis yang biasa gue lihat aja. Memberi kado ke bule itu enak. Tidak perlu cemas. Mereka pasti menerima dengan senang hati. Apapun itu. Mau murah mereka senang, kalau mahal ya lebih senang lagi….hahaha (lah ini manusiawi toh). Intinya sih mereka menghargai sekali setiap pemberian yang dikasih. Jadi yang ngasih kado pun pikirannya tenang, ga dibebani anggapan “tar suka ga ya, atau ini kemurahan ga ya”. Akhirnya yang ngasih pusing, yang nerima pun kemungkinan bisa manyun. Gue pernah mendapat reaksi seperti ini dulu. Dari orang orang yang dikenal baik pula. Nyebelin sih🙃

IMG_2964.JPG
Kira kira mirip seperti inilah ember kayu antik yang kami beri sebagai kado ulang tahun yang ke 50 kepada menantu si  tetangga. Sebenarnya unik ya. Dan photo di bawah ini adalah contoh kado dalam bentuk bunga. Bentuk bunga lain juga bisa. 

Baru gue tau juga, sebagian kalangan di Swedia tidak terlalu suka dan kurang nyaman bergabung dengan orang orang yang tidak terlalu dikenal. Buat mereka, acara pesta bukanlah sebuah acara basa basi yang penuh formalitas. Datang ke pesta ya memang buat senang senang. Minum, makan dan ngobrol. Semua itu baru terasa nyaman jika dihabiskan dengan orang orang yang dianggap tidak asing.

fullsizerender-31
Sebilah kapak pun okeh menjadi kado.

Demikianlah, di ulang tahun 50 tahun suami, kami akhirnya memutuskan membuat acara 3 hari berturut turut. Pertama untuk orang desa, kedua dengan teman kantor dan ketiga dengan sepupu serta paman bibinya. Biar teman kantornya tidak berasa aneh diantara warga desa yang memang belum mereka kenal, demikian juga dengan tetangga. Lagian, ruangan di dalam rumah pun ga muat kalau harus menampung tamu sekaligus. Ini alasan yang paling tepatnya😛

h.jpg
Sebotol minuman juga tang cen ouye dijadikan hadiah ulang tahun.

Salah satu teman baik suami di masa kecil, merayakan pesta ulang tahun ke 50 di kota Stockholm tahun lalu. Berhubung relasi kerjanya lumayan banyak, undangannya pun lumayan banyak.

Akibatnya, tidak sedikit yang secara halus menolak hadir, dikarenakan alasan di atas, mereka tidak begitu kenal dengan undangan yang lain.

Bisa dimengertilah. Karena gue sendiri pun memang agak malas berada diantara ramainya orang yang tidak gue kenal. Basa basi kadang berat.

img_2974
Perayaan ulang tahun emas salah seorang teman kecil suami di Stockholm. Diadakan di sebuah aula sekolah.

Mempersiapkan acara ulang tahun di Swedia tidak perlu pusing. Terutama urusan menunya. Karena di sini tidak seperti di Indonesia, meja penuh dengan berbagai macam menu. Belum lagi persiapan kantong plastik jika terjadi emergency. Ada yang mau bawa pulang. Bungkus mak😝😂!!

IMG_2972.JPG
Maaf, ga bisa bungkus di plastik kalau sudah begini…hahaha

Satu jenis Main Course aja pun sudah cukup kok. Kalau mau dibuat lebih juga boleh. Intinya tidak keharusan mengisi meja denga makanan beraneka ragam. Yang paling penting, cookies dan kopi wajib ada. Dan tentu saja Traditional Princes Cake dengan lapisan marzipan berwarna hijau, sebagai simbol acara ulang tahunnya. Ga ribetlah 🙂

Tapi, untuk tamu yang sengaja diatur agenda kedatangannnya, seperti teman kerja dan keluarga dekat, barulah persiapannya lebih banyak. Dan ini pun lagi lagi karena kita yang mau repot sendiri. Karena menu yang gue buat lumayan bermacam. Jelas saja, yang tampil ayam bumbu lengkuas, semur daging, sop dan springroll. Masakan Indonesahhhh!!!

Akibatnya setelah beberapa hari berselang, salah satu teman kerja suami yang sangat terkesima dengan springrolls buatan gue, memesan 50 biji. Lumayan kan mak, rejeki tak terduga😂

Pesta ulang tahun ke 50 tahun, biasanya kalau dihadiri banyak orang, bisa All Night Long. Diawali dengan minum wine, ngobrol, menyanyikan lagu ulang tahun, makan, ngopi, dan acara bebas seperti dansa, joget dan lanjut minum lagi.

Kuat banget mereka dansa dan joget meskipun rata rata sudah di atas 50 tahun. Dan larut malam tidak jadi masalah. Dan siap siaplah mendengar mereka mulai ngoceh ga jelas karena efek alkohol. Cuma maboknya ga seklasik cerita di sinetron sih. Pegang botol sambil jalan sempoyongan😂

Kalau pas dirayakan di saat summer, biasanya acara dilakukan di taman atau halaman rumah. Ngegrill juga. Serulah.

Kalau kamu, sudah pernah menghadiri acara ulang tahun emaskah? ayo sharing di sini 🙂

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.