Swedia dan Pengaruh Gereja Pada Masanya

Suatu waktu di saat liburan musim panas, saya dan suami berkunjung ke salah satu kota bernama Luleå. Suami sudah wanti wanti jika kami harus singgah ke kota ini. Ternyata Luleå punya wisata unik. Namanya Gammelstad Church Town, sebuah kota wisata yang sangkin uniknya sampai ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site. 

IMG_2260.jpeg
Gammelstad Church Town
IMG_1816
Rumah rumah kayu berwarna merah di belakang saya punya cerita sejarah

Di sinilah berjejer rapi rumah rumah kayu berwarna merah layaknya komplek hunian pada umumnya. Jika belum mengetahui cerita sejarah dibalik berdirinya bangunan rumah rumah ini, sekilas tidak ada yang istimewa. Cuma bangunan rumah. Tapi begitu tahu jika bangunan ini dibangun untuk apa, barulah masuk akal kenapa sampai dibilang unik.

Sekitar tahun 1600an, masa belum ada moda transportasi, tak sedikit warga Swedia yang bermukim sangat jauh dari lokasi gereja. Buat mereka perjalanan menuju gereja butuh waktu hingga berhari hari. Sebagai negara pertama yang menganut paham Luthern, penerapan aturan gereja kala itu sangat kuat di Swedia.

IMG_3420 (3)

IMG_3441
Barisan rumah rumah ini khusus dibangun warga untuk nantinya digunakan sebagai hunian sementara jika mereka beribadah ke gereja

Setiap warga harus menjadi Luthern. Harus protestan. Harus beribadah ke gereja. Harus dan tidak boleh tidak. Bagi orang orang yang tinggalnya sangat jauh dari gereja diberi kelonggaran. Misalnya dalam setahun diperbolehkan absen beberapa kali tidak mengikuti kebaktian minggu. Setiap beribadah mereka akan didata. Istilah garangnya “diabsen” .

IMG_3443
Church Town selalu identik dan dekat dengan bangunan gereja 
IMG_3454 (1)
Rumah rumah ini pertama sekali dibangun tahun 1600 an. Jumlah mencapai 400 lebih. Sudah mirip sebuah kota. Padahal ini bukan untuk ditinggali selamanya. Hanya ketika warga akan beribadah ke gereja

Jika perjalanan menuju gereja saja butuh waktu berhari hari, bagaimana pulangnya? Butuh waktu berhari hari juga dong. Waktu dan tenaga lumayan terkuras. Mereka butuh waktu untuk beristirahat sebelum mereka kembali pulang ke rumah masing masing.

Lantas dimana mereka tinggal? Jika bicara tentang abad ke16, kehidupan di Swedia masih serba terbatas. Penginapan belum ada. Jalan satu satunya adalah membangun rumah di sekitar lokasi gereja. Di sinilah mereka tinggal sementara sebelum akhirnya pulang ke rumah mereka yang sebenarnya.

IMG_1787

IMG_1788
Bangunan gereja 

Bayangkan…..membangun rumah di masa itu tidaklah mudah. Tapi mau tidak mau harus dibangun. Karena setiap warga wajib ke gereja. Suka atau tidak suka.  Karena jika tidak, ada sanksi yang akan mereka terima. Mereka harus membayar denda.

Ketika melihat secara langsung barisan rumah rumah ini, saya sulit percaya ketika tahu alasan warga membangunnya. Sebuah perjuangan. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka saat itu. Apakah mereka rela, sukacita atau terpaksa. Apakah mereka benar benar ingin memuliakan Tuhan atau tidak. Hanya mereka yang tahu.

IMG_3451 (1)

IMG_3448
Hanya karena gereja sangat jauh dari rumah mereka, bangunan rumah ini pun menjadi ada. Luar biasa.

Rumah rumah di Gammelstat Church Town sudah lumayan banyak yang mengalami renovasi. Bahkan ada yang sudah diperbesar. Hingga saat ini semua bangunan rumah di Gammelstat church town masih ada pemiliknya (privat). Ditempati dan bahkan ada yang sedang proses dijual ke publik.

IMG_3447
Rumah sengaja dibangun di dekat gereja.

Gammelstat Church Town memiliki  408 rumah. Buaaaanyak banget! Mirip sebuah kota. Kota gereja tepatnya. Bangunan rumah rata rata berukuran kecil dan tidak terlalu tinggi. Pun susunan kayu tidak begitu rapi. Semua rumah nyaris berdempetan. Berbeda dengan tipikal rumah hunian Swedia yang pada umumnya saling berjauhan.

Seiring waktu rumah rumah ini bertambah fungsi. Tidak melulu karena ibadah gereja, warga juga menempati rumah kedua mereka ketika menghadiri pertemuan besar, pasar natal, pasar tradisional dan perayaan musim panas yang lagi lagi kala itu selalu diadakan di sekitar lokasi gereja.

IMG_3435 (1)

Swedia dulunya memiliki banyak “Church Town”. Setidaknya 71 church town pernah berdiri di seluruh wilayah Swedia. Tapi yang masih bertahan dan tetap lesatari hingga saat ini hanya tinggal 16 church town. Church town yang paling luas dan besar serta the best adalah Gammelstad churh town di Luleå ini.

Lebih detailnya keunikan bangunan rumah rumah di Gammelstad Church Town bisa dilihat pada rekaman sederhana pada video di bawah. 

Kenapa church town di Swedia bisa sebanyak itu? karena power gereja di masanya sangat kuat di Swedia. Bisa dibilang di masa itu “semua tentang gereja”. Raja dianggap sebagai utusan Tuhan. Raja hanya mendengar dan menjalankan apa yang menurutnya baik untuk Tuhan. Raja tidak perlu mendengar keluhan rakyat tapi suara Tuhan. 

Sehingga keluarlah ultimatum setiap warga harus ke gereja. Bagaimanapun caranya. Jadi bukan karena panggilan hati. Pengenalan agamanya bukan melalui penyebaran firman dan pendekatan secara rohani.

Tidak usah jauh jauh deh. Di desa tempat saya tinggal, orang orang harus berkuda sekitar 50 kilometer menuju gereja. Bahkan orang orang yang tinggal di pulau ada yang meninggal karena mereka harus berjalan di atas danau yang belum benar benar membeku dan tenggelam ke air yang super dingin. Gereja berada di pulau lain. Dan waktu itu belum ada jembatan penghubung antar pulau.

IMG_0618
Ini juga church town. Tapi beda wilayah.

Tidak sedikit yang menerima dan menjalankan aturan gereja dengan sukarela dan sukacita. Tapi tidak sedikit juga yang hopless, kecewa dan marah. Sehingga kemiskinan kala itu dan kerasnya aturan gereja membuat warga Swedia banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Waktu itu selevel pendeta tidak hanya disegani tapi juga ditakuti. Bahkan tanda tangan seorang pendeta sangat menentukan apakah seseorang bisa keluar mengadu nasib ke Amerika/negara lain atau tidak.

IMG_0643
Rumah suku sami. Sengaja dibangun karena rumah warga sangat jauh dari gereja. 
IMG_0625
Härbre, bangunan khas orang Swedia. Sengaja dibangun karena rumah warga sangat jauh dari gereja. 

Semua aktivitas dan perayaan tahunan harus berpusat di sekitar gereja. Jadi warga yang tinggalnya sangat jauh dari gereja harus membangun rumah di sekitar gereja sebagai tempat persinggahan sementara. Inilah yang membuat mengapa church town relatif banyak di Swedia.

Church Town lain yang sempat kami singgahi adalah Lappstaden Arvidsjaur. Berada di Lapland dan bangunannya masih lebih tradisional. Lagi lagi dibangun warga karena tempat tinggal mereka sangat jauh dari gereja.

Setengah bagian dari keseluruhan bangunan di Lappstaden Arvidsjaur adalah bangunan suku Sami. Sebagiannya lagi bangunan Härbre milik warga Swedia. Hingga sekarang bangunan bangunan ini masih ada pemiliknya. Jadi bukan open air museum. Tapi turis bisa mengunjungi tempat ini setiap saat. Dibuka untuk umum selama 24 jam penuh.

Masing masing pemilik rumah rumah hingga saat ini masih rutin melakukan kegiatan tahunan. Di bulan Agustus biasanya mereka mengadakan pertemuan dan perayaan besar. Sekedar meneruskan tradisi yang ada.

IMG_0685

IMG_0684

Lain lagi di wilayah Rättvik Dalarna Swedia, tidak jauh dari halaman gereja berdiri barisan rumah rumah kayu kecil yang sangat tradisional. Bedanya bangunan kayu ini bukan untuk manusia melainkan untuk ternak kuda.

IMG_3874
Ini bukan rumah hunian manusia melainkan rumah untuk kuda. Dibangun di sekitar halaman yang tidak jauh dari gereja.
IMG_3875
Kandang kuda ini sengaja dibangun agar kuda warga bisa beristirahat di sini ketika warga sedang beribadah. Gila ya…sampai khusus membangun kandang kuda. 
IMG_3876
Barisan kandang kuda ini menjadi wisata unik di Dalarna Swedia. 

Bayangkan hanya untuk beribadah ke gereja mereka khusus membangun rumah untuk kudanya. Kenapa? ini terkait jika musim dingin tiba. Jadi ketika mereka beribadah, kuda kuda ini tidak akan kedinginan. Habis beribadah mereka akan kembali lagi ke rumah masing masing. Setidaknya 192 kuda bisa ditampung di rumah rumah kuda ini. Amazing!

Klik video di bawah untuk melihat secara detail rekaman church town di Lappstaden Arvidsjaur 

Lantas bagaimana power gereja di Swedia di jaman serba digital sekarang? lambat laun mulai berkurang. Setiap orang bebas menentukan pilihan. Bebas untuk tetap beriman kepada Tuhannya atau bebas untuk menjadi seorang yang tidak percaya.

Bebas menyembah apa saja sekalipun selevel doraemon, kalajengking, ironman, spiderman atau apalah itu. Kekecewaan akan catatan sejarah di masa lampau bukan tidak mungkin membuat rakyat Swedia memilih untuk tidak percaya Tuhan. Iya…tak bisa dipungkiri jika Swedia adalah salah satu negara yang penduduknya lebih banyak memilih menjadi Atheis.

Swedia 2019 

Lupiner, Cantik Tapi Berbahaya

Setiap musim panas, ada satu jenis tanaman yang menghiasi beberapa wilayah Swedia. Terkhusus di wilayah Dalarna. Beraroma semerbak dan beraneka warna. Cantik.

Di Swedia orang orang menyebutnya Lupiner. Sedangkan asal katanya berasal dari bahasa Latin yaitu Lupinus yang artinya serigala. Dinamai demikian karena keganasan lupiner yang mampu mengekspansi pertumbuhan tanaman di sekitarnya sehingga sulit berkembang.

IMG_8908 (1)

Awalnya gue berpikir jika tanaman ini hanya tumbuh di wilayah dingin. Ternyata tidak. Malah dari beberapa sumber yang gue baca,  di wilayah panas seperti Indonesia pun lupiner bisa dibudidayakan. Dan gue juga baru tau jika lupiner dianggap berbahaya terhadap kelangsungan hidup species lain di sekitarnya. Karena sifat serigalanya itu tadi.

IMG_8913

Beberapa waktu lalu, pemerhati lingkungan di Swedia mulai dibikin resah oleh ekspansi tanaman ini. Dihimbau agar warga yang melihat lupiner sebaiknya segera menebas dan membakarnya agar tidak membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman liar lain yang dianggap lebih nature.

Walaupun dalam kenyataan yang gue lihat, warga tetap membiarkan bunga ini hidup dan menikmati keindahan warna warninya. Emang cantik sih. Ibarat melengkapi keindahan musim panaslah. Apalagi kalau dilihat dari jauh, warna ungunya mirip bunga lavender.

IMG_8898 (1)
Mirip Lavender

Lupiner aslinya berasal dari Amerika Utara dan Selatan. Konon di sana bunga ini sangat terkenal. Selain di Swedia, lupiner juga tumbh subur di wilayah New Zealand, Afrika Utara dan kawasan Mediterania. Konon biji Lupiner bisa dimakan dan sering menjadi suguhan dalam bentuk  cemilan di wilayah mediterania.

IMG_8911

IMG_8909

Lupiner sangat menyukai air. Makanya tanaman ini lebih subur di tanah yang memiliki kandungan air yang banyak. Seperti di pinggiran sungai, pantai dan danau. Sehingga kalau gue lihat, tanaman ini tumbuhnya memang tak jauh jauh dari sekitar air. Tumbuh di pinggir jalanpun karena jalanan berada tak jauh dari sungai atau danau. Atau di sekitar selokan yang ada aliran airnya. Jadi tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat.

IMG_8898

Di wilayah eropa lainnya, lupiner ternyata dibudidayakan untuk dijual di toko bunga. Ahhh so lucky me bisa melihat hamparan mereka dan bisa memetik sepuasnya.

IMG_8915

Saat gue menulis tulisan ini, lupiner lagi banyak banyaknya bermunculan. Dan gue pun tak ingin ketinggalan untuk mengabadikan momen cantik ini dalam bentuk video.

Bisa klik video di bawah …

Dikutip dari berbagai sumber termasuk Wikipedia

Makanan Terbau di Dunia Ada di Swedia: “SURSTRÖMMING”

Pernah mencium ikan busuk? telur busuk? sampah busuk barangkali? Nah………aroma aroma busuk tersebut bisa menjadi sedikit gambaran akan santapan asal Swedia yang satu ini. Bauk!

Beneran! hidung saya sudah pernah menjadi korban keganasan aroma tak sedap dari olahan permentasi ikan ini. Wek…wek….weeeeeeeeeeeeek!

Surströmming adalah ikan herring (strömming) yang telah melalui proses penggaraman dan permentasi yang sangat lama. Mencapai enam bulan. Bayangkan ada ikan di dalam kaleng hingga berbulan bulan. Nyaris setengah tahun. Kebayanglah shayyyy baunya. Bau kentut belum ada apa apanya. Sebentar juga hilang. Lah ini kaga ilang ilang.

Kenapa harus sampai 6 bulan? Konon supaya mampu menghasilkan citra rasa yang tajam. Ikan tetap dalam kondisi awet dan tahan lama. Surströmming sendiri berasal dari wilayah Swedia bagian utara tepatnya di daerah daerah sekitar high coast. Dan menjadi salah satu makanan tradisional terkenal negara ini.

IMG_8297

Metode permentasi ikan herring sudah ada sejak ratusan tahu silam dimana teknologi mesin pendingin seperti kulkas belum ada. Cara terbaik mengawetkan makanan agar bertahan lama adalah dengan melakukan proses penggaraman dan permentasi yang lama.

Tradisi mana sampai sekarang tetap dipertahankan meski sistem produksinya sudah lebih modern. Aroma bau busuk autentik tidak menyurutkan popularitas surströmming hingga ke era modern. Meskipun bau tapi tetap menjadi santapan yang cukup menyelerakan bagi warga Swedia. Santapan bau yang tetap terkenal tidak hanya di Swedia tapi juga di luar Swedia. Sangkin baunya, surströmming selalu masuk dalam jajaran peringkat atas salah satu makanan terbau di dunia. Pihak produsen yang memproduksi surströmming saja sampai menghimbau agar membuka kaleng surströmming di luar rumah.

Konon tak sedikit juga warga Swedia yang tidak begitu interest dengan surströmming. Bau busuk dan rasanya menjadi alasan utama. Tapi lain halnya dengan warga Swedia di sekitar high coast (Swedia bagian utara), justru sangat menyukai surströmming. Surstromming merupakan santapan yang maha aduhai buat mereka. Apalagi dipercaya jika surströmming sangat baik untuk pencernaan. Katanya sih begituuuuu.IMG_8292

Jika mengikuti tradisi awal surströmming, biasanya makanan ini lebih sering disantap ketika memasuki musim gugur. Saya juga kurang jelas alasannya mengapa harus memilih musim gugur. Kemungkinan filosofinya karena suhu di musim gugur belum sedingin winter dan tidak sepanas summer. Dengan suhu yang belum terlalu dingin kemungkinan besar warga masih bisa menikmati suasana bersantap di luar rumah. Aroma bau busuk pun kemungkinan lebih cepat berkurang dan demikian juga dengan lalat terbang tidak terlalu banyak (lagi lagi saya sotoy…haha).

Tapi bukan berarti di saat musim panas tidak ada yang menyantap ikan permentasi ini. Tapi ya itu, lalat terbang langsung berdatangan. Bahkan di saat musim dingin ada saja yang menyantap surströmming di dalam rumah. Dan biasanya mereka memasukkan ikan ke dalam air soda agar baunya sedikit berkurang.

IMG_8291

Saya pernah menyaksikan tetangga membuka kaleng surströmming. Dan itu dilakukan sekitar 30 meter dari luar rumah. Tetap aja loh baunya kecium. Jadi bisa dibayangkan luar biasa baunya. Penampakan ikan di dalam kaleng juga menggelikan. Kusam dengan air permentasi yang keruh. Kalau mereka bisa makan ikan berbau busuk seperti ini, bagaimana bisa ikan asin mereka bilang bau? bagaimana bisa? jelaskan! hahaha….

Suami saya sendiri tidak begitu menyukai surströmming. Tapi sesekali dia masih mau menyantap ketika ada acara makan bersama. Menurutnya bau ikan ini memang kurang ajar. Haha..

Beberapa hari yang lalu suami dan tetangga menyantap surströmming di rumah. Tetangga saya sampai bolak balik mengajak saya mencoba surströmming meski cuma sedikit. Sejujurnya ada rasa penasaran di hati. Seperti apa sih rasanya. Tapi bau busuk ikan ini beneran bikin saya hopeless. Ketika saya duduk bersama mereka di meja makan, saya menyantap menu yang lain. Makan sudah tidak konsentrasi. Saya berasa makan di dalam truk sampah. Hahaha.

IMG_8213.jpg
Penampakan suströmming setelah kalengnya dibuka dan airnya dibuang. Permentasi penggaraman selama berbulan bulan membuat ikan tidak rusak dan tetap kelihatan kinclong. Tapi baunya itulah mak!

Tetangga saya seolah tak percaya bagaimana saya bisa terlalu anti bau busuk ikan ini. Sedangkan dia tau kalau saya doyan makan ikan asin yang menurut dia sangat tidak pantas aromanya. Bahkan kaki ayam saja saya makan kata dia. Hahaha.

Segitu nafsunya beliau supaya saya mau mencicipi surströmming. Ya inilah yang disebut kultur kebiasaan di sebuah negara. Buat saya ikan asin itu ya ga bau. Buat orang di sini bau. Padahal kalau dipikir pikir sama sama melalui proses penggaraman. Makanya tak heran jika rasanya memang asin banget (kata suami).

Surströmming biasa disantap bersama tunnbröd (roti tradisional Swedia yang tipis dan bisa digulung) atau bisa juga dengan kentang rebus dan salad, irisan bawang merah dan sour cream. Sour cream dan bawang merah dianggap bisa mengurangi aroma tak sedap sekaligus menambah kelezatan ketika menyantap surströmming.

IMG_8254.jpg
Tunnbröd

Harga surströmming bisa dibilang tidak murah alias relatif mahal. Ukuran sekaleng kecil bisa mencapai 200 ribu rupiah dengan jumlah ikan yang hanya 3 hingga 4 ekor. Sizenya kecil kecil pula.

So……………………..jika penasaran dengan bau ikan ini, silahkan datang ke Swedia. Bisa ditemukan di supermarketnya. Selamat mencoba! 

Ketika Bangunan di Swedia Dominan Berwarna Merah. Mengapa?

Pernah berkunjung ke Swedia? terkhusus ke daerah daerah ”country sidenya”? atau mungkin sekedar melihat dari liputan televisi, internet, kalender, koran atau majalah? atau mungkin juga dari ilustrasi gambar dalam buku cerita anak sekelas Astrid Lindgren?

Jika disimak, salah satu ciri khas dari negara Skandinavia yang satu ini adalah typical bangunan bangunan rumahnya. Terutama bangunan rumah/gedung di wilayah country sidenya. Hampir semua berwarna merah! Warna merah yang berpadu dengan warna putih di setiap sisi jendelanya. Cantik, klasik dan magical. Rumah merah yang mewakili cerita fantasi dalam serial dongeng. Rumah merah yang selalu serasi dengan semburat warna di empat musim yang berbeda. Tak cuma rumah, bahkan bangunan sekolah, panti jompo, gudang, kandang ternak, pagar, hotel, sampai kotak pos pun berwarna merah.

IMG_5787.jpg

IMG_5781.jpeg
Rumah merah berpadu dengan salju putih di musim dingin. Serasi dan magical ya 🙂

Lantas mengapa bangunan di Swedia dominan berwarna merah? Ternyata ada ceritanya.

Hal ini berkaitan dengan area pertambangan biji tembaga dan besi bernama “Falu Koppargrufa” (Falun Mines) yang terletak di propinsi Dalarna, salah satu propinsi yang ada di wilayah Swedia. Pertambangan mana diperkirakan sudah ada sejak 500 atau 900 tahun silam.

40777452632_48e5cf23e4_o

40819112711_96c0b5b1f8_o.jpg
Merah!

Menilik mundur ke sejarah silam, masa dimana sebagian besar warga di sekitar Falun Dalarna berprofesi sebagai penambang tradisional, yang sehari harinya bekerja dengan memilah milah biji batu tembaga. Semisal kandungan tembaga dalam batu sedikit, kemudian dipisahkan ke suatu tempat.

Seiring waktu batu batu ini semakin menggunung. Dan tanpa mereka sadari, akibat proses pengeringan oleh alam yang cukup lama, kandungan besi oksida dan mineral dalam batu mampu membentuk limonit sedimen, yang semakin lama secara alami menghasilkan warna merah.

IMG_5687 (1).jpg

39438018790_794b43718d_o.jpg
Sebuah desa dengan rumah kayu berwarna merah

Melihat perubahan itu, para penambang tradisional berkeinginan mengolah limbah batu yang tadinya dianggap tidak berguna menjadi bahan dasar untuk menghasilkan warna merah pada cat.

Sekitar tahun 1573, King Johan III (raja Swedia saat itu) berkeinginan agar cat merah yang dihasilkan oleh para penambang tradisional digunakan untuk mewarnai atap istana. Lalu keinginan raja tersebut diikuti oleh kaum bangsawan. Saat itu kaum elite Swedia berangganpan jika memiliki rumah berwarna merah seakan mewakili sebuah harga prestise sosial.

40819114741_4e3fd5eda6_o.jpg

IMG_5746.jpg

Duaratus limapuluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1764, berdirilah “Stora Enso” pabrik pertama dan tertua di Swedia bahkan dunia, yang memproduksi cat secara profesional di area pertambangan yang sama di ”Falun Mines”.

Cat berlabel “Falu Rödfärg” (yang bisa diartikan warna merah dari Falun) menjadi cat yang sangat famous di Swedia hingga saat ini. Dari abad ke 18 hingga 19, warga Swedia mulai tergila gila menggunakan cat merah dengan alasan: warna ini seolah memberi kesan jika rumah mereka terbuat dari batu bata, yang waktu itu hanya dimiliki kaum istana raja dan bangsawan. 

29452274208_7b329f2ccc_o
Pabrik penghasil cat merah, Falu Rödfärg

Tak cuma itu, seiring waktu semakin terlihatlah jika warna merah ”Falu Rödfärg” yang dihasilkan pabrik Stora Enso sangat tahan lama dan memiliki kualitas yang bagus karena mengandung mineral terurai dan minyak alami. Konon kayu yang diberi cat berwarna merah ini mampu membuat kayu menjadi tidak gampang lapuk. Tahan lama!

Konon lagi warna merah yang diproduksi oleh pabrik Stora Enso hanya cocok digunakan untuk ”bahan kayu” seperti rumah dan bangunan kayu di Swedia. Satu lagi yang unik, warna  merah ini tidak bisa ditindih dengan warna lain karena warna merahnya akan muncul kembali.

IMG_5803.jpg
Bangunan bangunan gudang yang juga berwarna merah

Ada harga dan ada rupa. Tidak bisa dipungkiri jika harga cat yang dihasilkan pabrik Stora Enso terbilang mahal. Sehingga tak sedikit warga Swedia perlahan lahan beralih ke merek lain meski kualitas warna merahnya jelas berbeda karena tidak menggunakan bahan dasar alami yang sama seperti yang dihasilkan oleh pabrik Stora Enso. Tapi bukan berarti seratus persen rumah dan bangunan kayu di Swedia itu berwarna merah ya. Warna lain juga ada kok seperti putih, kuning, biru. Cuma warna merah lebih dominan.

IMG_5802.jpg
Tempat wisata dengan bangunan dan pagar berwarna merah
IMG_5793.jpeg
Rumah masa kecil seorang Astrid Lindgren yang lagi lagi berwarna merah

Jika berkunjung ke kawasan Falun Mines, kamu bisa melihat banyak tumpukan batu menggunung di beberapa titik lokasi, yang tak lain merupakan kumpulan biji batu yang disortir para penambang dari jaman ratusan tahun silam hingga tahun 1991, ketika mereka menyambung hidup di area bekas pertambangan ini.

40777452232_a1724fc11a_o
Farmhouse yang serba merah
IMG_5790 (1).jpg
Desa itu berwarna merah. Hahaha

Dan amazingnya, batu batu yang sebagian besar sudah berumur ratusan tahun itu sampai sekarang tidak habis habis. Mengapa? karena batu batu ini tidak digunakan sekaligus untuk usaha produksi cat, dikarenakan terkumpulnya batu batu ini berasal dari tahun yang berbeda (bahkan bisa selisih ratusan tahun).

Jadi proses alami pembentukan sedimen merah pada biji batu juga butuh waktu yang sangat lama. Bisa ratusan tahun juga.

IMG_5788.jpg

40819113451_ec5171bcb5_o.jpg
Merah yang minimalis diantara tumpukan salju

Pabrik Stora Enso penghasil Falu Rödfärg (cat berwarna merah) ini bisa dilihat di lokasi wisata Falu Gruva (Falun Mines) di kota Falun ibukota propinsi Dalarna. Sampai sekarang masih ada dan tetap berproduksi. Uraian sejarah tentang  cat berwarna merah secara gamblang bisa dibaca di sekitar kawasan pabrik. Bagaimana pigmen warna bisa bekerja, mengapa rumah rumah kayu di Swedia dominan berwarna merah, dan slogan tentang cat yang dihasilkan bukan sekedar cat biasa melainkan berfungsi menjaga kestabilan kualitas kayu.

IMG_5775.jpeg
Dikala musim panas, merah dan hijau. Lagi lagi tetap serasi bukan? 

Selain itu kalian juga bisa mengeksplore lokasi di sekitar pabrik yang merupakan bekas pertambangan besar yang konon sempat menghasilkan banyak uang di masanya dan meningkatkan perekonomian Swedia di masa silam. Salah satunya adalah dengan menelusuri area pertambangan bawah tanahnya. Seruuuuuu dan memicu adrenalin.

img_5772

IMG_5773.jpeg
Bangunan merah diantara bunga liar. Cantik!

Saya sangat terkesima mendengar penjelasan guide tentang sejarah pertambangan ini. Merinding karena tak sedikit yang memakan korban jiwa dan mengandung cerita yang sedikit mistis dan horor. Bayangkan saja, berjalan di bawah tanah dengan sinar terbatas dan tangga kayu yang lumayan curam, jalanan batu yang licin, air yang masih menetes dari celah dinding batu dan suhu di bawah yang relatif dingin (kurang lebih 5 derajat celcius). Jika memungkinkan, akan saya tulis secara detail di tulisan yang terpisah.

img_5824

img_5777
Di musim gugur.  Dan warna merah tetap menawan

Demikianlah cikal bakal mengapa bangunan rumah di Swedia itu dominan berwarna merah. Bangunan rumah mana juga dijadikan sebagai souvenir di beberapa wilayah country side Swedia sebagai pertanda ciri khas wilayah mereka.

Berikut di bawah adalah beberapa foto bangunan berwarna merah yang saya foto. Mulai dari restoran, cafe, hotel, museum, souvenir, toko souvenir, komplek perumahan, gudang.

img_5818
Sebuah cafe dari bangunan gudang tua. Merah!
img_5828
Souvenir rumah. Mewakili bangunan kayu merah di Swedia.
img_5821
Perumahan tua yang dominan berwarna merah
img_5817
Restorannya kece
img_5838
Hotel yang lagi lagi berwarna merah          

IMG_5836.jpg

Tradisi Menyantap “Kräftor” di Bulan Agustus

Bulan Agustus adalah saatnya menyantap Kräftor atau udang karang di Swedia. Tradisi menyantap kräftor yang mirip lobster mini ini dikenal dengan istilah Kräftskiva atau pesta menyantap udang karang (crayfish). 

Lalu mengapa harus di bulan Agustus? karena kräftor di Swedia baru boleh dipanen di bulan Agustus. Konon sebelum bulan Agustus, kulit kräftor belum sempurna mengeras. Jadi waktu terbaik memanen atau memancing udang ini ya di bulan Agustus. Selain itu masih ada alasan lainnya. Alasan yang paling mendasar mengapa tradisi kräftskiva dilakukan di bulan Agustus.

42498167570_e64cebc424_o

Jadi begini, kräftor yang berasal dari seluruh danau di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Kenapa eksklusif? karena harganya sangat mahal. Perkilonya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah.  Lantas mengapa bisa mahal? Nah, inilah awal mulanya.

Jadi ternyata, kräftor yang hidup di danau Swedia tidak boleh dipancing sembarangan. Baik dari segi waktu maupun orang yang akan memancing. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran akan musnahnya populasi udang karang di Swedia. Kekhawatiran mana sudah ada sejak tahun 1800an. Aturan yang diawali dengan larangan memancing kräftor di Hjälmaren, sebuah danau di Swedia. Kemudian selang beberapa tahun kemudian, larangan ini berlaku pula untuk semua danau yang ada di wilayah Swedia.

44305677401_17966726d8_o

Selain hanya boleh dipancing di bulan Agustus, kemudian dikeluarkanlah kebijakan baru tepatnya di tahun 2014 silam, yang menyebut hanya pemancing profesional dengan ijin khususlah yang boleh memancing kräftor di Swedia. Sedangkan kalangan publik hanya diperbolehkan di saat weekend tertentu. Itupun jamnya sudah ditentukan dari pukul berapa ke pukul berapa.

30438757628_919b11bc1f_o

42498167900_47e5043e7e_o

Itulah sebabnya kräftor di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Karena untuk mendapatkan udang ini tidaklah mudah. Sekalinya dapat, ya harganya mahal.

Untuk memenuhi kebutuhan akan kräftor, akhirnya pemerintah Swedia mengimport kräftor dari negara lain seperti Cina, Turki dan Spanyol. Harganya jauh lebih murah. Sekitar 200 atau 250 sek perkilonya atau setara 400 ribu rupiahlah kurang lebihnya. Sementara kräftor asal Swedia, perkilonya bisa mencapai 700 sek atau setara 1, 1 juta rupiah. Beda banget kan selisihnya.

29369989787_a73d737b63_o

Begitupun, kebanyakan warga Swedia lebih tertarik menyantap kräftor di bulan Agustus. Karena sudah melekat dengan tradisi Kräftskiva tadi. Mereka juga menganggap bahwa kräftor yang berasal dari danau di Swedia adalah yang the best. Meskipun tak sedikit dari mereka yang harus rela menyantap kräftor import. Uang bisa menjadi kendala bukan? Yang penting tradisi makan kräftor di bulan Agustus tetap berjalan broooo! Hahahaha.

Jadi jangan heran, jika di bulan Agustus warga Swedia akan mengadakan pesta makan bersama dengan menu utama kräftor di atas meja. Gue dan suami beberapa kali diundang makan oleh teman dan kerabat dengan hidangan kräftor ini. Awalnya gue berasa ribet aja. Banyakan nyampah daripada dagingnya. Tapi dibalik daging yang sedikit itulah sensasinya. Ibarat makan kepitinglah. Riweh tapi nikmat. Walaupun buat gue pribadi rasanya lumayan asin.

44305677401_17966726d8_o

Kräftor biasanya disantap dalam kondisi dingin. Disantap dengan roti, cheese, beer atau minuman alkohol lainnya. Sebelumnya kräftor harus melalui proses boil di suhu yang tinggi, dicampur garam dan rempah dill segar berikut mahkota bunganya.

Trevlig Midsommar

Setiap tahun Swedia selalu merayakan tradisi besar yang dikenal dengan Midsommar Eve. Merayakan hari “yang paling terang atau siang yang paling panjang” yang hanya terjadi dalam satu hari sepanjang satu tahun berlangsung. Meskipun secara kasat mata, perbedaan hari yang paling terang ini tidak terlalu berasa di rentang waktu menjelang atau sesudah perayaan midsommar eve.

IMG_8139
Foto perayaan midsommar tahun 2017 lalu

Seperti biasa setiap tahun, gue dan suami mempersiapkan menu midsommar di rumah. Tahun ini gue bikin coktail andalan yang resepnya gue dapat dari mendiang kakak ipar. Sudah puluhan tahun memakai resep ini. Aroma dan rasanya selalu mengingatkan gue akan perayaan natal bersama keluarga. Bahannya terdiri dari buah nenas, pepaya setengah matang, markisa buah (passion fruit), gula pasir, perasan lemon atau jeruk nipis, dan sirup markisa (bisa diganti softdrink rasa orange). Dibiarkan overnight di kulkas dan diminum pakai es batu. Boleh dicoba. Segar dan aromanya khas banget. Perpaduan semua bahan sangat matching. Gue ga begitu suka buah pepaya, tapi khsusus di coktail ini, pepaya menjadi markotop rasa dan aromanya. Sedangkan untuk menu makanan, gue serahkan ke suami. Gue lagi malas ngerjai yang berat berat di dapur.

B1F30EAB-D88B-44F5-8D5E-10F6E781B640

C6D6A26E-87A1-40A3-8192-03F2D0C37966

Jumat kemaren, kami berencana keliling berkendara melihat perayaan midsommar di beberapa tempat di sekitaran Dalarna. Tapi sayang, cuaca belakangan ini selalu dingin dan berangin. Serasa musim gugur. Dan ini berdampak terhadap perayan midsommar tahun ini. Jalanan tidak terlalu ramai. Biasanya terlihat meja meja panjang di halaman rumah warga yang akan mengadakan pesta keluarga. Gue cuma melihat beberapa orang yang memetik bunga liar. Sepertinya mereka akan membuat hiasan bunga. Oh iya, gue juga bikin loh. Gue paling suka dengan bunga liar. Lumayan sering gue jadikan hiasan di meja teras. Seperti gambar di bawah ini. Gimana, cantik ga?

image_6483441 (6)

34A1B017-FC2E-47E9-8699-D752106F7464.jpeg

Sebenarnya tujuan utama kami adalah ke Tällberg. Selain landscape alamnya yang kece, kami berencana makan siang di salah satu hotel tua yang ada di resort ini. Kebetulan dari beberapa kunjungan ke Tällberg, menu di restoran hotel Tällbergsgården belum pernah kami coba. Untungnya ada satu meja yang bersisa. Biasanya harus booking dulu.

4F605D37-BCEA-4A01-A0C0-41A1158BBE9A.jpeg

BF16C46D-1DD2-4046-B30B-D86B8A9A025C.jpeg
Beberapa bangunan cafe dan cottage di Tällberg

Begitu masuk ke restoran hotel, gue sudah menebak interiornya bakal kece. Karena rata rata hotel di Tällberg emang selalu bikin mupeng suasananya. Ga pake lamalah gue langsung jatuh hati. Sukaaaak!

image_6483441 (1)

796B4FF3-C619-4718-904A-0CD5A6B6AF3E (1)
View dari jendela restoran

View dari jendela restoran juga kece. Langsung menghadap ke danau Siljan (danau terbesar di Dalarna). Dan makanannya itu loh, enak banget mak! Sejenis ikan sill (herring) yang tadinya kurang gue suka, ehhhhh…………..malah bisa nambah! Mereka bisa mengolahnya menjadi sangat sesuatu. Pakai rempah apa gue kurang tau. Dan sepertinya dikasih madu juga. Jadi ada manis manisnya gitu.

Trus ya, ruangan untuk ngopi dibikin terpisah dari meja utama. Jadi kita ga ngopi atau ngedesserts di meja yang sama. Udah gitu banyak kamar kamarnya. Asik banget suasananya. Shabby vintage. Rasanya pengen gue fotoin semua sangkin suka. Wallpaper setiap kamar kamarnya pun beda beda. Demikian juga kursi sofanya. Beneran deh bikin betah.

4E254D49-AB25-42C0-BAF2-68CFAAFF6028.jpg

image_6483441 (7)
Ruangan tempat ngopi. Cakep kan!

Di luar hotel pun begitu. Bangku kayu berwarna putih berjejer rapi. Teras hotelnya tidak begitu lebar, tapi jika cuaca bagus, duduk sambil menatap ke danau dijamin mantap jiwa. Hahaha.

image_6483441 (4)

image_6483441
Teras hotel dengan view danau Siljan

Sehabis makan, kami mengitari Tällberg sambil menunggu acara midsommar dimulai. Tapi berhubung dingin banget dan angin semakin kencang, belum lagi sesekali turun hujan, mood pun menjadi memble. Mana acaranya lama banget dimulai. Akhirnya kami memutuskan pulang. Sampai rumah kami minum cocktail buatan gue. Segarrrr! Sedangkan menu midsommar yang sudah dibeli suami, kami putuskan untuk menyantapnya hari ini. Karena kami sudah kekenyangan kemaren.

612274F2-46F1-4C65-B095-46098E25EFD7
Menu simple di rumah

Jika kalian belum sempat membaca tulisan lengkap gue tentang Tällberg, bisa baca di sini.

Trevlig Midsommar!

Ketika Swedia Menjadi Lautan Api

Setiap tahun di akhir bulan April tepatnya setiap tanggal 30 April, sebagian besar wilayah di Swedia menjalankan tradisi Valborg, sebuah tradisi untuk menyambut musim semi. Tradisi yang mewakili luapan kegembiraan warga Swedia setelah berbulan bulan mengalami musim dingin yang lumayan berat. Kurang lebih 6 bulan!

Sehingga tak ayal, rasa senang bangsa ini diluapkan dalam bentuk perayaan besar. Dibanding pergantian musim panas dan musim gugur, pergantian musim dingin ke musim semi memang jelas berbeda. Lebih excited.

Sebuah perubahan musim yang sangat berasa perbedaannya. Dari hamparan salju yang memutih tebal, hari hari dengan malam yang sangat panjang, berubah menjadi lebih berwarna oleh rumput dan bunga bunga liar, daun daun yang mulai bermunculan, serta perubahan siang yang semakin lama tentulah sangat masuk akal untuk disambut dengan sukaria.

Beberapa negara lain konon juga menjalankan tradisi menyalakan api unggun, tapi makna dan tujuannya berbeda beda (wikipedia). Kalau di Swedia penyalaan api unggun memang diadakan untuk merayakan datangnya musim semi. 

Tradisi Valborg sangat identik dengan bonfire atau api unggun berukuran besar. Seluruh warga bersuka ria, bernyanyi (menyanyikan lagu Sköna Maj), meminum bir bahkan berpesta semalam suntuk. Apalagi setelah malam perayaan Valborg yaitu tanggal 1 Mei, adalah hari libur nasional yang dikenal dengan Mayday.

Kalau di kota kota besar, pelaksanaan tradisi Valborg lumayan banyak disaksikan oleh warga. Sedangkan di desa kecil seperti tempat tinggal gue tidak begitu ramai. Karena jumlah warganya juga sedikit. Paling bedanya, kalau di tempat gue ada acara makan bersama. Menunya tinggal di bawa masing masing oleh warga dan nantinya saling sharing.

IMG_5145.jpg
Ini aslinya gede dan tinggi banget

Dan puncaknya adalah menyalakan api unggun yang berasal dari tumpukan tumpukan ranting. Tumpukan ranting mana mulai dikumpulkan oleh warga secara bergantian sejak musim gugur tahun lalu. Tumpukan ranting sengaja diletakin tak jauh dari tepi danau. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan besar bahaya kebakaran. Sebelum api dinyalakan pun, rumput di sekitar harus disiram agar tetap basah. Selang air tetap disediakan untuk jaga jaga. Jadi tidak asal main bakar.

Berhubung di Swedia sudah mulai memasuki “siang hari yang semakin panjang” maka tak ayal matahari pun terbenam semakin lama. Sekitar pukul 9 malam. Dan siang yang panjang ini akan semakin panjang hingga menjelang perayaan midsummer di bulan Juni yang akan datang.

Sebagian besar wilayah di Swedia akan menyalakan api setelah matahari terbenam. Dan idealnya memang seperti itu. Tujuannya agar cahaya api terlihat lebih bagus.  Jadi kebayang kan jika dilihat dari udara, bisa jadi wajah Swedia seperti lautan cahaya api. Pasti cantik.

Api dilambangkan sebagai cahaya terang yang hangat. Mewakili tipikal musim semi yang semakin terang dan tidak sedingin musim dingin lagi.

Menyaksikan tradisi negara lain itu selalu menarik. Menjadi pengalaman baru tanpa harus melupakan tradisi dari bangsa sendiri. Welcome Spring and Happy Valborg!

F2EE7474-85EC-46A6-8372-158B7359696F.jpg