Pentingnya Gudang Bagi Warga Pedesaan Dalarna Swedia

Jika berkunjung ke Swedia, khususnya ke wilayah countryside atau pedesaannya, jangan heran jika hampir sebagian besar pemandangan yang terlihat adalah bangunan bangunan kayu dengan warna yang sangat dominan. MERAH!

Dan uniknya, bukan hanya bangunan rumah, rata rata untuk satu halaman warga, biasanya berdampingan dengan bangunan lain yang bentuknya bisa dibilang mirip, bahkan memiliki warna yang sama. Merah juga!

Meskipun dari jauh tampak seperti rumah, dipastikan bangunan bangunan lain di sekitar rumah utama itu bukanlah rumah tetangga, melainkan bangunan yang berfungsi sebagai gudang, guest house, bahkan tidak sedikit yang memiliki Härbre, sejenis rumah kayu yang dulunya (ratusan tahun silam) dipakai sebagai lumbung gandum.

Gudang dan Härbre yang kebanyakan diperoleh dari warisan keluarga besar, yang tetap dijaga, dipelihara serta dipertahankan sampai sekarang. Bahkan bisa dibilang menjadi kebanggaan warga pedesaan Dalarna. Sebagai penggila barang antik, warga Dalarna memiliki pandangan yang berbeda terhadap bangunan modern. Contohnya, jika harus membangun gudang di jaman modern seperti sekarang ini, bisa dibilang kalah pamor dibanding gudang yang sudah berumur ratusan tahun.

img_7974
Rumah diantara bangunan gudang

Secara pribadi, setiap mendengar kata gudang, yang pertama terlintas di benak gue adalah ruangan sumpek, berantakan atau kotor. Meskipun tidak selamanya benar ya. Di Indonesia, setiap rumah tidaklah wajib harus memiliki gudang. Kalau pun ada, biasanya menggunakan ruangan kecil saja. Artinya bukanlah sesuatu yang penting banget dan harus ada. Kalau ada oke, dan jika tidak pun ya ga masalah. Yang gue tau sih, gudang hanya wajib dimiliki oleh sebagian besar kalangan pengusaha pabrik atau juga petani, untuk kepentingan penyimpanan stok barang atau hasil panen.

Namun kondisi di atas berbeda atau bisa dibilang berbanding terbalik dengan lingkungan pedesaan di sebagian besar wilayah Swedia. Termasuk Dalarna, salah satu propinsi dimana gue bermukim. Pertama tiba di Swedia, tepatnya di desa gue yang sekarang, kebingungan lumayan mendera. Kenapa di sekitar rumah banyak sekali bangunan lain, yang bukan rumah hunian. Tidak hanya satu dua, melainkan sampai lima. Dan tidak tanggung tanggung, ukurannya pun lumayan besar dan sebagian nyaris menyerupai sebuah rumah. Yang jika digabungkan, luas keseluruhannya melampaui luas rumah yang kami (gue dan suami) tempati.

img_7776
Gudang besar di sisi kiri dan kanan rumah utama

Tadinya gue berpikir, bangunan bangunan seperti ini hanya ada di sekitar halaman rumah kami saja. Ternyata gue salah. Setelah gue perhatikan, hampir semua warga desa memiliki gudang. Dan jumlahnya hampir bersamaan. Lebih dari satu! Dan fantastisnya lagi (gue sampai mengernyitkan alis), ukurannya itu loh, kok ya bisa samaan. BESAR!  Hahahaha.

Dengan ukurannya yang lumayan besar, memberi kesan seolah olah warga yang tinggal di desa gue banyak banget. Karena dari jauh memang kelihatan seperti rumah kan. Padahal cuma gudang gudang kayu  yang berdiri mengelilingi rumah utama. Hihihi

img_7698
Jika dilihat dari jauh, bangunan rumah dan gudang hampir mirip ya

Waktu itu, pertanyaan yang muncul di kepala adalah: Buat apa gudang sebanyak dan sebesar ini? Bukannya kata suami yang tinggal di desa ini cuma sedikit? dengan asumsi (waktu itu), paling satu rumah rata rata cuma dihuni dua orang. Belum lagi bangunan lain, yang kesannya berserak dimana mana. Sampai akhirnya barulah gue mengerti apa alasan dibalik berdirinya gudang gudang tersebut.

Kehidupan bertani yang sebagian besar menjadi kegiatan sehari hari di masa lampau, menjadi alasan yang kuat bagi sebagian besar warga pedesaan Dalarna, untuk harus memiliki Härbre dan gudang besar. Awalnya gudang gudang ini hanya berfungsi untuk kepentingan pertanian, seperti tempat tinggal sapi, kuda, babi bahkan unggas. Orang orang yang hidup di jaman ratusan tahun silam, tidak pernah membayangkan kalau gudang yang mereka bangun akan menjadi warisan antik yang digemari oleh para generasi berikutnya. 

Bergulirnya sang waktu, akhirnya fungsi gudang di atas pun bergeser, tidak hanya untuk kepentingan pertanian, melainkan bisa dipakai sebagai tempat menyimpan berbagai jenis barang. Salah satunya barang peninggalan (warisan) keluarga besar. Barang yang dianggap memiliki nilai memori, sekalipun tidak dipakai, tetap disimpan di dalam gudang.

Hal inilah yang terjadi di gudang sekitar rumah gue. Barang peninggalan dari kakek buyut suami, masih tersimpan dengan baik, meskipun susunannya tidak rapi. Mulai dari barang pecah belah, perabot rumah seperti lemari, tempat tidur, meja sampai kursi antik. Ada juga kereta kuda, peralatan pertanian jaman bahela, kaleng tempat perasan susu, berbagai jenis ember kayu, toples dan botol retro. Bahkan sampai ayunan bayi yang sudah turun temurun, sampai terakhir digunakan sebagai ayunan suami ketika masih bayi juga ada. Yang namanya barang antik/retro sudah menjadi pemandangan yang biasa buat gue ketika memasuki gudang.

IMG_7781.JPG
Gudang yang sangat panjang dan besar. Dulunya digunakan sebagai tempat tinggal sapi dan kuda di saat winter
img_7789
Salah satu gudang milik tetangga
img_7790
Masih gudang milik tetangga  
img_7947
Masih gudang milik tetangga. Letaknya saling berdekatan dengan kedua gambar di atas

Berhubung sebagian besar gudang yang ada merupakan warisan turun temurun keluarga, dan kegiatan bertani bukanlah pekerjaan yang dominan di jaman sekarang (ada sih beberapa kalangan yang tetep bertani), namun seperti yang gue jelaskan di atas, gudang gudang tersebut tetap dipertahankan dan menjadi kebanggaan keluarga tertentu. Bahkan jangan heran, jika harga sebuah rumah dalam transaksi jual beli, bisa dipengaruhi oleh ada tidaknya gudang. Rumah tanpa gudang rasanya kurang sempurna. Sebab gudang sangat identik dengan bangunan antik. Dan warga lokal Swedia khususnya di pedesaan, sangat menggilai yang namanya barang dan bangunan antik. Dan satu lagi, tinggal di lingkungan yang memiliki gudang antik, bagi warga Dalarna serasa kembali ke jaman leluhur mereka dulu.

img_7783
Gudang tetangga  lengkap denga sebuah Härbre. Tetangga gue rela mengeluarkan kocek  yang tidak sedikit untuk memperbaiki atap Härbre yang mulai rusak. Härbre ibarat sebuah pajangan antik di halaman rumah. Menjadi kebanggan pemiliknya
img_7699-1
Rumah kayu berukuran kecil. Dulu dipakai sebagai kandang Babikkkk!!!  Gile, Babikk  aja punya rumah ya dulu. Hahhaha
IMG_7772 (1).JPG
Gudang multi fungsi. Bisa tempat barang bekas maupun mobil

Selain itu, hidup dilingkungan pedesaan, meskipun tidak memelihara ternak, tapi gudang tetap menjadi bangunan yang sangat diperlukan. Contohnya, sebagai tempat menyimpan kayu bakar, peralatan mesin (seperti bengkel pribadilah, lengkap dengan segala onderdilnya). Bahkan mobil dan traktor ukuran besar pun bisa dimasukin ke dalam gudang. Khususnya di saat musim dingin. Jangankan di lingkungan pedesaan, di kota kecil saja pun gudang tetap diperlukan, meskipun barang yang disimpan di dalam tidak terlalu banyak.

IMG_7944.JPG
Gudang tempat menyimpan kayu bakar. Bagi warga pedesaan di Dalarna, khususnya di desa gue,  kayu bakar sangat penting. Butuh satu gudang khusus untuk menyimpannya. 
img_7792
Gudang Tua 
img_7794-1
Tanpa disadari, bangunan gudang tua seperti ini menjadi daya tarik sebuah desa. Apalagi diantara bunga bunga liar di musim panas. Cakep

Percaya atau tidak, gudang adalah salah satu tempat favorite warga pedesaan Dalarna untuk mengerjakan sesuatu yang berbau teknikal. Entah itu mengutak atik mesin, menghaluskan permukaan kayu, apa aja deh, gue juga ga ngerti. Intinya mereka tahan berlama lama di dalam gudang. Karena tidak seperti di Indonesia yang apa apa semua bisa dikerjakan orang lain, tinggal bayar jasa. Kalau di sini tidak demikian. Kebanyakan dikerjakan sendiri. Membangun rumah saja kalau bisa dikerjai sendiri. Satu gudang bisa berisi mesin baut, berbagai jenis obeng, berjejer rapi di dinding layaknya sebuah bengkel. Pertama ngelihat lumayan salut sih. Bisa lengkap gitu.

img_7782
Barisan gudang
img_7773
Gudang tempat menyimpan hasil pertanian

Meskipun tidak termasuk gudang (menurut suami), bangunan lain yang lumayan unik menurut gue adalah Jurdkällare (Root Cellar). Berukuran kecil, dan berfungsi sebagai tempat menyimpan bahan makanan. Makanan mampu bertahan lama untuk kurun waktu yang relatif lama. Mengapa? Karena suhu di dalam Root Cellar cenderung stabil sepanjang waktu. Berkisar antara 3 sampai 5 derajat celcius. Tidak terlalu terpengaruh dengan suhu luar baik di saat summer maupun winter. Tidak jarang kami memasukkan bahan makanan seperti kentang, selai Lingonberry, buah semangka ke dalam gudang ini. Kondisi tetap awet. Sekalipun di saat winter, makanan di atas tidak frozen. Bangunan yang tebuat dari dinding batu, lantai pasir dan atap yang ditutup tanaman rumput atau bunga semak, menjadi faktor utama yang membuat suhu ruangan tetap stabil. Dan satu lagi, ruangan di dalamnya sangat gelap dan tidak ada cahaya.

img_7975
Root Cellar. Jaman dulu hampir semua warga desa memiliki rumah tempat menyimpan bahan makanan ini. Tapi di jaman sekarang sudah jarang. Kebanyakan sudah tidak berfungsi lagi karena rusak. Ciri khas Root Cellar adalah tanaman rumput atau bunga semak di atas atapnya. Dan bangunannya terbuat dari batu. Jadi pintu kayu merah ini hanyalah akses menuju Root Cellar
img_7942
Ini adalah ruangan di dalam Root Cellar. Aslinya gelap banget.  Sampai sekarang ruangan ini masih berfungsi dengan baik. Baik  untuk menyimpan hasil panen kentang, selai lingonberry, wine maupun buah (seperti buah semangka).  Jadi ceritanya, sebelum kulkas ada, dahulu kala warga pedesaan di Swedia, khususnya Dalarna, mengawetkan makanan ke dalam Root Cellar. Kalau dipikir pikir pinter banget idenya ya. Beneran loh. Suhu di dalamnya mirip suhu di dalam kulkas. 
img_7793-1
Root Cellar 
img_7795
Root Cellarnya antik ya …hahahha

Dari sekian jenis bangunan yang berdiri di sekitar rumah, bisa dibilang Härbre adalah bangunan yang paling mendapat perhatian khusus dari warga Dalarna di abad modern ini. Terdiri dari balok balok kayu berukuran besar dan disusun seperti puzzle. Bisa dibongkar pasang. Pintunya pun sangat berat dengan permukaan kayu yang dilapisi besi. Kemungkinan besar karena Härbre digunakan sebagai tempat menyimpan gandum, jadi untuk menghindari hal terburuk, Härbre pun dibangun dengan design seaman mungkin.

img_7945
Härbre, bangunan kayu antik yang sangat digemari. Suami gue bolak balik memandangi bangunan ini ketika selesai dipindahkan ke halaman rumah. Hahaha.

Di samping itu, Härbre rata rata berumur di atas duaratus tahun lebih. Jadi keantikannya jelas mendapat perhatian khusus. Gue masih ingat, ketika kami akan memindahkan Härbre dari desa sebelah ke halaman samping rumah. Tidak sedikit tetangga yang datang untuk menyaksikan. Bahkan teman kantor suami jauh hari sudah merencakanan untuk datang. Tidak hanya itu, salah seorang anak tetangga yang tinggal di luar kota, bolak balik mengingatkan suami agar tidak lupa mengambil dokumentasi foto ketika proses bongkar pasang Härbre berlangsung. Gila ya segitu antusiasnya.

IMG_7777.JPG
Proses bongkar pasang Härbre. Seperti puzzel.  Jadi  pertama tama batang balok  dilepas, baru dipasang kembali sesuai susunan semula. Cepat banget proses pemasangannya. Kesannya balok balok kayu hanya dicemplungin gitu aja. Menurut gue keren sih arsiteknya. Jaman ratusan tahun silam gitu loh. Untuk memudahkan proses penyusunan kembali, masing masing balok diberi nomor. Tertulis di lingkaran merah permukaan balok. 
img_7784
Bagian bawah Härbre yang hanya ditopang oleh batu batu besar dengan ukuran yang tidak sama. Tapi susunan batu harus sama tingginya.  Jadi Härbre bisa berdiri sempurna. Batu batu ini diambil langsung dari batuan di hutan loh. Lumayan susah ngumpulinnya. Karena bentuknya harus seperti kotak gitu.

Di jaman sekarang, keunikan Härbre melahirkan inspirasi baru bagi warga pedesaan dan kalangan pebisnis. Disulap menjadi summer house,  guest house, bahkan menjadi kamar hotel. Selain itu, beberapa bangunan Härbre juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah Swedia, dan menetapkannya sebagai heritage yang dilindungi oleh negara.

img_7797
 Härbre menjadi guest house
img_7946-1
Härbre berubah menjadi guest house
img_7787
Härbre di desa gue. Berumur 400 tahun lebih dan menjadi heritage yang dilindungi pemerintah Swedia.

img_7788

img_7531
Härbre di kawasan hotel
img_7530
Härbre yang antik di kawasan hotel

Mungkin bagi kalangan yang tidak begitu paham, bangunan gudang, Härbre dan Root Cellar menjadi sesuatu yang Nothing. Tapi tidak dengan warga pedesaan di Dalarna. Gudang dan sejenisnya bukan hanya sekedar warisan keluarga, melainkan sudah menjadi bagian dari kultur budaya yang akhirnya mendapat perhatian dari banyak kalangan. Bahkan bisa dibilang menjadi salah satu ciri khas wilayah pedesaan di Swedia khususnya Dalarna.

Salah satu contoh misalnya, jika mengunjungi desa Nusnäs, sebuah desa tidak jauh dari kota Mora, Dalarna, mata akan dimanjakan dengan barisan gudang dimana mana. Seperti pagar yang mengelilingi sebuah desa. Saling berdekatan satu sama lain. Yang pada akhirnya membuat jalanan ini dikenal karena memiliki banyak gudang antik.

IMG_7802.JPG
Desa dengan barisan gudang dimana mana
img_7803
Gudang di tepi jalanan utama desa
img_7950
Bangunan ini terkesan seperti rumah rumah penduduk. Padahal sebagian besar merupakan bangunan gudang.
img_7798
Dimana mana terlihat gudang
img_7744-1
Rumah, Härbre dan gudang
img_7951
Lihat bangunan gudang ini, panjang banget kan

Berkunjung ke wilayah pedesaan Dalarna, bersiaplah menerima sambutan barisan pohon pinus, aliran danau, landscape pertanian, dan tentunya bangunan rumah kayu berwarna merah, lengkap dengan gudang dan Härbre di sekitarnya. Landscape yang menawan yang justru menjadi ciri khas salah satu propinsi di Swedia ini.

img_7768
Bangunan bangunan gudang dan Härbre di sebuah kawasan Fäbod, Fryksås, Dalarna. Dulunya tempat ini merupakan pemukiman sapi di saat summer. Karena memiliki gudang sapi yang sangat banyak, menjadikan Fryksås dianggap unik dan menjadi salah satu tempat wisata yang dikenal di Dalarna.
img_7804
Berfoto dengan latar belakang gudang. Cerita lengkap bisa klik link di bawah

Jika ingin melihat gudang bekas tempat tinggal sapi di kawasan Fäbod ratusan tahun silam, yang sampai membuat sebuah desa menjadi tujuan wisata yang cukup dikenal di propinsi Dalarna,  BISA MEMBACA di LINK INI .

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

See you in my next story

4 Comments

    1. Iya beb, mungkin karena gudang di sini awalnya dulu tempat hunian ternak dan bahan makanan. Apalagi ada musim dingin ya. Jadi gudang sebisa mungkin dibuat bagus juga. Ada juga kok sebagian orang yang merenov gudang gudang lama menjadi rumah tinggal 😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s