Tradisi Advent Calender di Swedia

Banyak sekali tradisi di minggu adven yang nyaris tidak pernah gue rasakan ketika berada di Indonesia. Bahkan Advent Calender pun, baru benar benar gue nikmati setelah stay di Swedia . Hal inilah yang menyebabkan, mengapa gue lumayan sering menulis beberapa  tradisi di Swedia, yang dijalankan di minggu adven. Yang kalau mau jujur, masih terbilang baru buat gue.

Kali ini gue akan bercerita tentang Advent Calender, semacam penanggalan Kristen yang dimulai dari tanggal 1 Desember sampai dengan tanggal 24 Desember. Biasanya, hitungan tanggal pada Advent Calender, diisi dengan kegiatan membuka bingkisan yang terdiri dari 24 kotak, atau bisa juga dalam bentuk bungkusan lainnya. Dan bingkisan tersebut tidak dibuka sekaligus, melainkan satu per satu setiap harinya. Dimulai dari tanggal 1 Desember sebanyak satu kotak, demikian seterusnya sampai berakhir di tanggal 24 Desember.

IMG_5255.JPG
Satu kotak bingkisan Advent Calender, di dalamnya terdiri dari kotak kotak kecil berisi asesoris.

Kegiatan membuka bingkisan ini, awalnya diperuntukkan bagi kalangan anak anak saja. Tujuannya agar mereka tidak terlalu bosan menunggu lama, akan iming iming hadiah natal dari Santa di tanggal 25 Desember. Untuk mengisi kejenuhan itulah, akhirnya disediakan satu kado kecil setiap hari. Biasanya berisi permen atau coklat.

Namun, lagi lagi yang namanya jaman semakin maju, rasanya permen dan coklat sudah tidak cukup untuk membuat anak anak lebih bersabar menunggu sampai natal tiba. Kemudian tahun demi tahun tradisi ini pun mulai kental dengan aroma bisnis dari kaum kapitalis. Tidak sedikit bingkisan berisi barang mainan, yang harganya bisa dibilang relatif mahal.

Dan tidak hanya itu, bingikisan Advent Calender pun mulai bergeser ke kalangan remaja maupun dewasa, yang berpeluang mendapatkan Advent Calender. Apakah kalangan remaja dan dewasa ini sudah tidak cukup sabar menanti hadiah natal yang sesungguhnya? Jawabannya tentu saja tidak. Yang jelas, kegiatan ini hanyalah sebuah keseruan belaka. Tidak bisa dipungkiri, ada sedikit sensasi yang dirasakan ketika membuka kotak demi kotak setiap harinya.

IMG_5263.JPG
Salah satu asesoris liontin di dalam kotak Advent Calender. Berbentuk tas biru dengan size yang imut banget. Hahaha

Gue sendiri sudah merasakan sedikit keseruan itu, tepatnya ketika melihat kegiatan Julskyltning tahun lalu. Sangkin asiknya melihat santa, tanpa gue sadari, ternyata suami diam diam membeli satu kotak bingkisan Advent Calender. “This is nothing, just for fun”, itulah kalimat yang terucap ketika suami menyerahkan sebuah kotak sederhana ke tangan gue.

Lumayan terharu sih. Sekalipun gue tahu sebagian besar Advent Calender hanya diberikan kepada anak anak, tapi gue tidak terlalu ambil pusing. Gue cuma melihat sisi baik dan niat suami yang berusaha memperkenalkan gue dengan tradisi yang dia tahu tidak begitu familiar dengan kehidupan gue dulu. Seperti yang dia bilang, isinya tidak seberapa. Dan jujur sampai sekarang pun, tidak ada dari isi bingkisan itu yang bisa gue pakai, karena memang tidak terlalu suka dengan asesoris. Lebih suka berlian gue mah. Hahahah. Minta dijewer!

img_5270
Liontinnya berbentuk sepatu. Imut juga.

Sebenarnya lucu lucu sih bentuknya. Mungil mungil banget. Ada liontin bentuk sepatu, tas, pohon natal, simbol salju, bahkan cincin mutiara. Sebenarnya kalau mau dipakai sesekali cantik juga. Cuma ya itu tadi, gue ga gitu suka pakai perhiasan asesoris.

Tapi memang lumayan serulah,  ketika setiap hari  membuka kotak satu demi satu. Hari ini apa ya, atau besok apa ya. Bahkan gue pernah ga sabar, gue buka sekaligus untuk dua hari. Walaupun kadang,  gue juga suka lupa. Kalau banyak kerjaan, sampai beberapa  hari isi kotaknya ga dibuka. Hahaha. Tapi setidaknya, ada baiknya suami kasih bingkisan itu. Jadi gue bisa tau, tradisi Advent Calender yang sesungguhnya. Lalu tahun ini dapat ga? Udalah ga perluuuuuuuu! Kecuali isinya berliannnnn. Mauuuuuu!

So, kalian sudah pernahkah merasakan serunya membuka bingkisan Advent Calender?

img_5257-1

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

14 Comments

      1. Entah aku yg kuper disini kali ka, tapi aku ga pernah dgr tmn2/kolega2 belanda ngomongin soal adven kalender atau lampu adven. Aku taunya adven kalender malah dari Mindy hehe 🙈

        Like

  1. Waktu di rumah lama mba Helen, saya udah baca tradisi advent ini tapi baru di rumah baru ini ada foto kotaknya, ternyata kotaknya gitu ya…tadinya mikirnya kotaknya dikasih sebanyak 24, trus dibuka setiap hari 😀 . Taunya hanya satu kotak 😀
    Isinya unyu banget

    Like

    1. Iya Gus, aku mau update pelan pelan cerita di blog lama ke sini. Pengen ngumpulin di satu rumah. Apalagi fotonya masih ecek2 di rumah lama itu hahaha. Oh ya, ini kebetulan satu kotak tp bebebrapa kotak di dalamnya. Karena bukan buat anak anak kali ya. Yang satu satu kotaknya biasanya untuk anak anak biar lebih rame

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s