Tradisi Advent Calender di Swedia

Bulan Desember adalah bulan penuh tradisi di Swedia. Selain Adventsjulsstake, tradisi lain yang tak kalah menghibur adalah Advent Calender. Sejujurnya tradisi ini baru gue tau setelah stay di Swedia. Rasa rasanya di keluarga gue tidak ada tradisi macam gini. Hal inilah yang menyebabkan mengapa gue lumayan tertarik menulis beda budaya ini. Setidaknya bisa berbagi cerita tentang kebiasaan negara lain itu lumayan menarik.

Advent Calender semacam penanggalan kristen yang dimulai dari tanggal 1 Desember hingga 24 Desember. Biasanya hitungan tanggal pada Advent Calender diisi dengan kegiatan membuka bingkisan yang terdiri dari 24 kotak atau bungkusan maupun kaos kaki/stocking. Masing masing diberi angka mulai dari angka 1 hingga 24. Angka angka inilah yang mewakili tanggal demi tanggal selama 24 hari di minggu adven.

Kotak atau bungkusan tersebut nantinya tidak dibuka sekaligus melainkan satu per satu setiap harinya. Dimulai dari tanggal 1 Desember sebanyak satu kotak, 2 Desember satu kotak, demikian seterusnya sampai berakhir di tanggal 24 Desember.

IMG_5255.JPG
Satu kotak bingkisan avent calender. Di dalamnya terdiri dari kotak kotak kecil berisi 24 asesoris.

Konon dulunya kegiatan membuka bingkisan ini awalnya diperuntukkan bagi kalangan anak anak saja. Tujuannya agar mereka tidak terlalu bosan menunggu lama akan iming iming hadiah natal dari Santa di tanggal 25 Desember. Untuk mengisi kejenuhan itulah akhirnya disediakan satu kado kecil setiap hari. Biasanya berisi permen atau coklat.

Namun lagi lagi yang namanya jaman semakin maju, sepertinya iming iming permen dan coklat sudah tidak cukup untuk membuat anak anak lebih bersabar menunggu hadiah dari santa hingga natal tiba.

Kemudian tahun demi tahun tradisi ini pun mulai kental dengan aroma bisnis dari kaum kapitalis. Tidak sedikit bingkisan adven calender yang berisi barang mainan dengan harga relatif tidak murah.

Dan tidak hanya itu, bingikisan advent calender pun mulai bergeser ke kalangan remaja maupun dewasa. Lambat laun mereka juga berpeluang mendapatkan advent calender. Apakah kalangan remaja dan dewasa ini sudah tidak cukup sabar menanti hadiah natal yang sesungguhnya? Jawabannya tentu saja tidak. Bagi mereka kegiatan ini hanyalah sebuah keseruan. Tidak lebih. Dan memang tidak bisa dipungkiri ada sedikit sensasi ketika membuka kotak demi kotak setiap harinya. Penasaran sudah pasti. Dan itu sudah gue rasakan sendiri. 

IMG_5263.JPG
Salah satu asesoris liontin di dalam kotak Advent Calender. Berbentuk tas biru dengan size yang imut banget. Hahaha

Jadi ceritanya tahun 2016 lalu, gue dan suami menghadiri kegiatan Julskyltning di kota Mora. Sangkin asiknya melihat santa, tanpa gue sadari ternyata suami diam diam membeli satu kotak bingkisan advent calender. “This is nothing, just for fun”, itulah kalimat yang terucap ketika suami menyerahkan sebuah kotak sederhana ke tangan gue.

Lumayan terharu sih. Sekalipun gue tahu sebagian besar advent calender hanya diberikan kepada anak anak, tapi gue tidak terlalu ambil pusing. Gue cuma melihat sisi baik dan niat suami yang berusaha memperkenalkan gue dengan tradisi yang dia tahu tidak begitu familiar dengan kehidupan gue dulu. Isinya memang tidak seberapa. Dan jujur sampai sekarang pun tidak ada dari isi bingkisan itu yang bisa gue pakai. Karena memang tidak terlalu suka dengan asesoris. Gue sukanya berlian. Hahahah. Minta dijewer!

img_5270
Liontinnya berbentuk sepatu. Imut juga.

Sebenarnya lucu lucu sih bentuknya. Mungil mungil banget. Ada liontin sepatu, tas, pohon natal, simbol salju, hingga cincin mutiara. Sebenarnya kalau mau dipakai sesekali cantik juga. Cuma ya itu tadi, gue ga begitu suka pakai perhiasan asesoris. Ya namanya juga dibeli random ya ama suami.

Tapi memang lumayan seru dan penasaran ketika setiap hari membuka kotak demi kotak. Penasaran dengan bentuknya. Bahkan gue pernah ga sabar dan sekaligus membuka kotak untuk dua hari. Walaupun kadang suka lupa juga. Tapi setidaknya ada baiknya suami kasih bingkisan itu. Jadi gue bisa tau dan merasakan sendiri  tradisi advent calender yang sesungguhnya.

So, kalian sudah pernahkah merasakan serunya membuka bingkisan Advent Calender?

img_5257-1

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

14 Comments

      1. Entah aku yg kuper disini kali ka, tapi aku ga pernah dgr tmn2/kolega2 belanda ngomongin soal adven kalender atau lampu adven. Aku taunya adven kalender malah dari Mindy hehe 🙈

        Like

  1. Waktu di rumah lama mba Helen, saya udah baca tradisi advent ini tapi baru di rumah baru ini ada foto kotaknya, ternyata kotaknya gitu ya…tadinya mikirnya kotaknya dikasih sebanyak 24, trus dibuka setiap hari 😀 . Taunya hanya satu kotak 😀
    Isinya unyu banget

    Like

    1. Iya Gus, aku mau update pelan pelan cerita di blog lama ke sini. Pengen ngumpulin di satu rumah. Apalagi fotonya masih ecek2 di rumah lama itu hahaha. Oh ya, ini kebetulan satu kotak tp bebebrapa kotak di dalamnya. Karena bukan buat anak anak kali ya. Yang satu satu kotaknya biasanya untuk anak anak biar lebih rame

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s