Tradisi Minggu Adven di Swedia

Adven di dalam gereja kristen artinya periode sebelum natal. Berasal dari bahasa Latin yaitu Adventus yang artinya Kedatangan. Adven selalu dimulai pada hari minggu yang terdekat dengan tanggal 30 November (antara 27 November dan 3 Desember) dan berlangsung sampai malam natal 24 Desember. Setiap tahun panjangnya masa Adven pertahun berbeda beda, tetapi selau terdiri dari 4 minggu.

img_4654

Buat gue pribadi, Minggu Adven merupakan minggu yang lumayan menghibur. Lebih bersemangat, karena ada yang gue tunggu, Natal. Jauh dari keluarga dan sanak saudara, kadang membuat rindu. Ingat masa masa di waktu kumpul bersama keluarga. Ingat orangtua yang sudah tiada juga. Tapi sebisa mungkin, gue menikmati semuanya dengan kehidupan yang ada, tentunya bersama si gendut gue, yang memiliki semangat yang sama menyambut natal.

Tahun ini adalah tahun ketiga, gue merayakan minggu adven di Swedia. Perayaan yang lumayan berbeda jika gue bandingkan dengan perayaan adven di Indonesia.  Di minggu minggu adven, Swedia memiliki tradisi yang dikenal dengan Adventsljulsstake yaitu sebuah tradisi menyalakan lampu berbentuk lilin yang umumnya terdiri dari delapan buah lilin.

img_4657
Lampu adven

Susunan lilin dalam lampu ini memiliki arti. Bila lilin dihitung dari bagian kiri maupun kanan, maka jumlahnya akan berakhir di hitungan angka empat. Hal ini berangkat dari filosofi minggu adven yang memang terdiri dari empat minggu, sebelum natal tiba.

IMG_4647.JPG
Lampu adven di jendela rumah
IMG_4651.JPG
Lampu adven di jendela rumah

Lampunya unik, sebagian besar disusun mulai dari yang terendah hingga yang paling tinggi. Mengapa? Karena tradisi menyalakan lampu adven,  berhubungan dengan kebiasaan menyalakan lilin sebanyak empat buah di minggu minggu adven. Yang mana lilin lilin tersebut tidak dinyalakan sekaligus, melainkan secara bertahap. Seperti gambar di bawah ini.

Di minggu adven pertama dinyalakan satu lilin. Biasanya dinyalakan tidak sampai habis, paling tidak ukuran lilin berkuranglah. Minggu kedua, dua lilin (sisa lilin pertama plus lilin kedua). Minggu ketiga, tiga lilin (sisa lilin pertama, kedua dan lilin yang ketiga) dan minggu ke empat, empat lilin (mulai dari sisa lilin pertama, kedua, ketiga dan lilin ke empat). Jadi logikanya, lilin yang terlebih dahulu dinyalakan otomatis ukurannya akan lebih rendah, dan lilin terakhir akan terlihat lebih tinggi. Yang jika disatukan akan terlihat seperti garis miring atau berbentuk segitiga.

IMG_4650.JPG
Lilin yang dinyalakan selama minggu adven. Susunannya terlihat miring dan sekilas seperti bentuk lampu adven kan (setengah bagiannya). Yang paling rendah dinyalakan di minggu pertama dan yang paling tinggi dinyalakan di minggu keempat.

Seiring waktu,  bentuk klasik lampu ini pun mulai banyak mengalami perubahan. Lebih dimodifikasi tepatnya. Ada yang susunannya mendatar, ada yang jumlah lilinnya lima, ada dalam bentuk santa, bintang, pohon natal, sampai bola lampu biasa. Apalagi  di jaman sekarang, menyalakan lampu adven sudah dianggap seperti tradisi tahunan yang bersifat umum, tanpa harus  melihat latar belakang agamanya. Dan gue sendiri pun tidak terlalu pusing juga sih, mau model klasik apa ga. Gue juga beli yang modelnya modern. Abis cakep. Hahaha.

IMG_4660.JPG
Lampu adven dipadukan dengan santa.
IMG_4661.JPG
Lampu adven model santa.

Idealnya lampu adven dinyalakan tepat di minggu pertama Adven, tapi tidak sedikit juga yang sudah menyalakannya sebelum minggu Adven tiba. Termasuk gue. Biasanya sehari atau dua hari sebelum minggu adven, gue sudah mempersiapkan lampu lampu ini di rumah. Bukan apa apa, malas aja pas harinya ribet masang lampu sana sini. Habis banyak banget, sampai duabelas jendela.

IMG_4659.JPG
Lampu advennya lumayan banyak karena dipasang pada setiap jendela.

Malah gue punya tetangga, yang sudah menyalakan lampu adven seminggu sebelum adven tiba. Bisa dimaklumi, lampunya memang cantik. Baik model dan cahayanya, bikin suasana rumah lebih meriah. Namun sebagain besar warga di desa gue, selalu menyalakan lampu ini benar benar pas di minggu pertama adven. Jadi begitu tiba harinya, sontak semua jendela seragam  memiliki lampu adven. Cakep!

Jika kamu berkunjung ke Swedia di bulan Desember, apalagi di kota kota kecil yang masih menjalankan tradisi Adventsljulsstake dengan baik,  lumayan mudah melihat lampu lampu adven menghiasi  jendela rumah dan apartemen. Bahkan gedung perkantoran, bank dan rumah sakit pun tidak ketinggalan, turut memasang lampu ini. Dan tidak hanya satu jendela, rata rata setiap jendela ada lampu advennya. Jika dilihat dari luar memang menarik sekali. Karena setiap jendela ada lampu dengan model yang hampir sama.

FullSizeRender (1).jpg
Lampu adven di salah satu cafe
FullSizeRender (2).jpg
Lampu adven di salah satu gedung bank

Selain menyalakan lampu dan lilin, minggu adven juga diramaikan dengan beberapa jenis bunga yang lumayan banyak dijual di toko florist dan supermarket. Kebanyakan jenis bunga  umbi umbian, seperti Amarylis atau di Indonesia lebih mirip bunga Bakung.

Selain itu ada juga Julstärna, atau dikenal dengan bunga Poinsettia,  bunga yang memang sangat familiar di minggu adven sampai natal tiba, hampir di banyak negara sepertinya. Bunga berwarna merah ini memang cantik, warna merahnya segar. Sekilas juga seperti berbentuk bintang. Perpaduan warna merah dan hijaunya, membuat Poinsettia  sangat cocok menjadi pelengkap minggu adven dan natal.

IMG_4664.JPG
Bunga Poinsettia

Dan yang lebih seru lagi, tidak sedikit yang sengaja memasang pohon pinus di halaman rumah,  lengkap dengan hiasan lampunya. Bahkan ada juga yang memasang lampu di dinding atau atap rumah. Alhasil  suasana gelap lumayan tertolong dengan cahaya lampu lampu ini.

img_4668
Candle

Sebenarnya masih ada beberapa kegiatan/tradisi lain di Swedia, yang dijalankan di minggu adven menjelang natal tiba. Akan gue tulis satu persatu nantinya. Di tunggu saja ya.

Selamat menjalankan Minggu Adven buat yang menjalankan.

img_4653

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”

9 Comments

  1. Aku tahun ini ikut-ikutan tradisi advent kak, beli lilin empat hihi… Biasanya nggak peduli, asal dapat hadiah natal tp sekarang excited juga gara-gara bocil pengen nyalain lilin advent-nya besok 😄

    Like

    1. O iya si Mila uda mulai gede ya. Pasti dia suka ngikuti tradisi gini. Kalau aku kebetulan sama dengan suami. Sama sama suka jalani tradisi. Secara di desa yang lumayan konservatif pula kan. Hahaha dengan kata lain udah angkatan sepuh semua 😂

      Like

  2. Kaaa…. mupeng sama candle holder nyaa hahhahaa ;)… Tapi aku lebih suka yg lilin daripada lampu…. Kebayang ya pasti cantik bgt Mora kalo malam bersalju, trus tiap2 rumah ada lilin/lampu di jendelanya… Berasa kyk lagi nonton cerita dongeng klasik hihihii…..

    Like

    1. Iya candle holdernya cakep memang. Sama, aku juga lebih suka lilin. Dan lilin juga dipasang sih, satu tiap minggu. Kalau aku namanya doyan lilin, kadang bisa pasang sekali tiga hahahahha.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s