Summer Holiday ke Kota Helsinki Finlandia

Finlandia bukanlah negara yang menjadi tujuan utama berlibur gue dan suami di musim panas tahun lalu. Dan lagi lagi, dikarenakan penyakit phobia pesawat yang semakin parah, liburan summer ke Praha pun tertunda.

Jangan ditanya kenapa bisa phobia. Dan ga perlu juga dikaitkan dengan kalimat klasik “yang namanya naas, ga hanya di pesawat, dimana dan kapan saja bisa terjadi”.

Benar, urusan nyawa memang di tangan Tuhan. Tapi kan tidak semudah menelan nasi, namanya juga phobia. Karena untuk membuat tidak takut itu tidak mudah. Siapa juga yang mau kena phobia. Kalau tidak nyaman ngapai dipaksalah. Ini juga lagi berjuang, supaya phobianya bisa  gue lawan. Itulah sebabnya mengapa Finlandia menjadi pilihan terakhir. Karena untuk sampai ke negara ini, kami hanya butuh transportasi mobil dan menyeberang dengan kapal.

IMG_4683

Terus terang, sejak tinggal di Swedia, gue lumayan suka liburan melalui jalan darat (Roadtrip). Selain banyak tempat yang bisa dilihat, jalanan pun tidak macet. Bahkan tidak membuat badan capek/pegal. Ketika sesekali berhenti, bisa melihat pemandangan alam dan menghirup udara yang relatif masih segar.

IMG_4856

Rencananya, kami berangkat melalui  wilayah utara Swedia. Sambil menyelam minum air ceritanya. Bisa sekalian melihat beberapa tempat di bagian utara Swedia yang memang cantik juga. Namun lagi lagi rencana berubah. Akhirnya rute kami mulai dari Stockholm, dan menyeberang dengan kapal ke kota Helsinki. Sehabis dari Finlandia, barulah kami pulang melalui wilayah utara Swedia.

IMG_4685.jpg
Di cafe kapal menuju Helsinki

Perjalanan dari rumah ke Stockholm kurang lebih 5 jam. Menginap semalam di Stockholm dan melanjutkan perjalanan esok harinya ke Helsinki. Sebenarnya tidak bermalam pun bisa. Tapi ya itu, jadi buru buru.
Kapal yang kami tumpangi adalah Viking Line (Gabriella), group kapal yang sudah tidak asing lagi melayani rute perjalanan laut dari Stockholm ke Helsinki.
Enaknya naik kapal seperti ini, selain nyaman dan fasilitas lengkap, pun bisa melihat view laut yang lumayan indah. Dan waktunya juga tidak berasa. Besok paginya, kapal sudah menyandar di pelabuhan Helsinki.

IMG_4862.JPG
View dari kapal Viking

Sekilas tentang Finlandia, awalnya gue pikir negara Skandinavia juga. Ternyata salah. Kesamaannya dengan negara Skandinavia  hanyalah sama sama bagian dari negara Nordik yang terletak di bagian Utara Eropa.

Finlandia termasuk negara industri maju dan makmur. Selain sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat perkapita tinggi, korupsinya pun mendekati angka zero. Finlandia juga dikenal sebagai negara dengan angka pertumbuhan penduduk yang rendah, kualitas dan harapan hidup yang tinggi, bahkan sampai sistem pendidikan terbaik dunia. Selain itu, biaya hidup di negara ini pun dikenal relatif mahal.

IMG_4687 (1).jpg

Hampir sama dengan Swedia, Finlandia adalah negara yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi hutan pinus. Sehingga salah satu komoditi kayu terbaik dunia juga dihasilkan dari negara ini. Selain itu, negara ini pun dikenal mampu memproduksi kapal kapal pesiar besar.
Finlandia juga dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya manusia yang mampu menciptakan tekhnologi komunikasi, sebut saja seperti Nokia, permainan Angry Bird, bahkan Short Messeges Service (SMS) pun pertama sekali muncul dari negara ini.
Konon katanya (kata tulisan dibeberapa artikel yang gue baca), masyarakat Finlandia adalah sosok yang serius dan kaku. Pelit senyum dan dan tidak banyak bicara. Tidak suka terhadap orang yang sok ramah. Bahkan mereka juga berusaha menghindari tatapan mata ketika berbicara langsung dengan orang yang tidak terlalu dikenal. Makanya sampai ada sebutan “Tidak heran negara Finland menciptakan SMS, karena dianggap berbicara melalui tulisan jauh lebih nyaman”.  Benarkah? Mari kita buktikan!

Kapal Viking yang kami naiki tiba di pelabuhan Skatuddskajen pukul 10 pagi. Pelabuhan yang lumayan dekat ke pusat kota Helsinki. Kesan pertama yang gue lihat ketika mobil mulai mengitari kota Helsinki adalah bersih!
Urusan bebas sampah di sebagian besar negara Eropa memang layak diancungin jempol. Rata rata memang bersih. Tapi Helsinki sedikit berbeda di mata gue. Kota ini terlalu bersih. Jalanannya juga lebar lebar banget. Lalu lintas tidak terlalu ramai. Sangat teratur.
Dari sinilah dimulai pembuktian akan karakter orang Finlandia yang katanya lumayan kaku dan pelit senyum itu.

IMG_4860

Jadi ceritanya, suami gue itu suka panikan kalau menyetir di jalanan ibukota. Termasuklah di Helsinki ini. Maklum, lalu lintas di Eropa itu memang agak ribet (ribet menurut gue yang orang Indonesia ini). Kadang bangunan sudah di depan mata pun, tapi harus keliling kemana mana dulu supaya bisa sampai di halaman parkirnya. Ga bisa main selonong boy dan berhenti sesuka hati.
Berbeda dengan kampung halaman tercinta, modal berani dikit, bisalah cincay dikit. Silap dikit potong jalan pun jadi.  Apalagi di kota Medan, kota yang paling kocak sedunia. Tak asik rasanya kalau berprilaku terlalu taat aturan. Ketahuan salah, langsung main tampang sok paten. Bila perlu sedikit beringas. Yang penting gertak duluan. Hahaha. Tiba tiba rindu Medan.
Dan ketika lampu merah, suami pun berhenti. Sambil menunggu, dia melihat map di tangannya. Padahal GPS di handphone juga sudah sangat membantu, tetap saja konservativnya lebih dominan. Yang origionil lebih akurat katanya.
Sampai akhirnya kami mulai menyadari, kok lampunya merah terus dan tidak berubah hijau.  Dan tidak lama, seorang lelaki mengetuk kaca mobil dan dengan tampang marah menyuruh suami memajukan mobil lebih ke depan lagi, karena sensor traffic lightnya ga bisa mendeteksi mobil. Haiyaaaaa!!!

Ternyata akibat kepanikannya itu, suami sampai lupa kalau dia harus menghentikan mobilnya lebih dekat lagi ke traffic light. Sedangkan gue memang ga kepikiran sama sekali dengan sensor itu.
Berhubung memang murni kesalahan kami, mau tidak mau memang harus rela dimarahi. Suami gue juga tidak menunggu lama untuk segera meminta maaf, walaupun dibalas dengan melengos perginya si bapak tadi. Hmmmm, jutek banget bapaknya. Hahaha.

IMG_4861.JPG

Yang kedua, ketika kami tiba di parkiran hotel. Sangkin luasnya gedung parkiran, sampai sampai kami susah menemukan pintu lift. Tidak seperti  gedung parkir di Indonesia, dari mobil pun, pintu lift sudah bisa terlihat dengan mudah. Kalau sudah begini, Indonesia selalu lebih unggul. Atau apa karena di Indonesia serba gampang, sehingga ketika dihadapkan pada pengorbanan harus mencari cari seperti ini, gue merasa ribet? Maklum, stay di Swedia pun, tinggalnya cuma di desa kecil. Yang di kotanya sekalipun, parkir masih ga terlalu riweh nyarinya.

Dan seperti biasa, sifat malas gue kambuh, langsung pakai jurus jitu. Apa itu? Tanya orang lewat. Jurus yang suami gue suka malas ngelakuinnya. Dia lebih suka cari sendiri. Bertanya pun kalau sudah mentok banget. Beda dengan gue. Dikit dikit tanya orang lewat,  itu pun bukan gue yang nanya, tapi malah suruh suami. Gue yang punya mau tapi kesannya sembunyi dibelakang badan dia. *nulis sambil ketawa*

Dan kami pun berhasil menghentikan sepasang suami isteri. Lalu bertanya. Dan puji Tuhan, mereka menjawab dengan baik. Tapi…….ada tapinya nih. Beneran! Mukanya flat dan berbicara tanpa melihat ke arah suami gue. Bicara sambil gerakin tangan doang nunjukin arah jalan ke pintu lift.
Kebetulan saja kah? Yang jelas, apa yang kami lihat tidaklah cukup untuk menyimpulkan secara general, kalau orang Finland memang susah senyum dan menghindari tatapan mata dengan orang yang tidak terlalu dikenal. Anggap saja semua itu memang kebetulan.

IMG_4690.jpg

Baiklah, sekarang kita mulai cerita “Jalan-jalan di kota Helsinki”

Sejarah menyebut, bahwa Finlandia sempat  menjadi   bagian dari wilayah Swedia mulai dari abad ke 12 sampai tahun 1809. Sehingga jangan heran, jika hampir sebagian besar penduduk Finlandia mampu  berbahasa Svenska (Bahasa Swedia).
Konon, selain bahasa Finlandia, bahasa Swedia juga menjadi bahasa resmi di Finlandia. Dan menjadi salah satu bahasa yang wajib dipelajari di dunia pendidikan mereka. Hampir sebagian besar bangunan di kota Helsinki, seperti perpustakaan, nama jalan, toko, bangunan sekolah, ditulis dengan dua bahasa. Pertama bahasa Finland dan kemudian bahasa Swedia.

IMG_4691.jpg
Salah satu gedung yang menggunakan dua bahasa. Bagian atas bahasa Finland dan bagian bawah bahasa Swedia

Selain itu, peninggalan budaya Rusia juga bisa dilihat dari bangunan-bangunan di beberapa sudut kota Helsinki. Terutama bangunan bangunan gereja yang sepertinya menjadi nilai jual wisata di kota Helsinki sendiri. Mulai dari gereja ortodoks hingga gereja katedral Luthern, yang merupakan landmark kota Helsinki.
Hal ini pun terkait sejarah panjang Finlandia, ketika berada di bawah penjajahan bangsa Rusia. Secara geographis, Helsinki adalah wilayah Finlandia yang paling dekat ke Rusia. Sehingga ketika negara ini di bawah penguasaan Rusia, Helsinki dijadikan sebagai kota utama. Segala pembangunan lebih dipusatkan di kota ini.

IMG_4858.JPG
Bangunan peninggalan Rusia. Arsiteknya khas banget seperti ini.

IMG_4859.JPG
Istana presiden Finlandia. Bangunan bergaya Rusia, lokasi tepat berada di depan Market Square

Berikut adalah tempat tempat yang kami kunjungi ketika berada di kota Helsinki :

GEREJA KATEDRAL LUTHERN

Gereja yang menjadi landmark paling populer di kota Helsinki. Berdiri anggun di atas Helsinki Senate Square, sebagai alun alun utama kota Helsinki. Katedral Luthern konon dibangun dan dipersembahkan kepada Kaisar Rusia bernama Tsar Alexander II, yang patungnya berdiri pas di tengah Senate Square.
Sekilas kubah gereja mirip seperti mesjid. Warnanya putih bersih dan bentuk bangunan juga terkesan sederhana. Tapi justru mengundang daya tarik yang susah diungkapkan dengan kalimat. Arsitek bangunannya sangat rapi, halus dan kokoh.

Ketika kami hendak memasuki gereja, ternyata sebuah acara pemberkatan nikah baru saja selesai diadakan. Tapi pengantin dan undangan masih berada di dalam gereja. Ada insiden kecil, ketika segerombol turis yang lumayan dikenal riweh, menerobos masuk ke dalam gereja. Padahal petugas gereja sudah mengingatkan agar menunggu sebentar sampai pengantin dan rombongan keluarga selesai meninggalkan ruangan. Bandel dong ya. Tetap  saja main selonong boy. Akhirnya si petugas pun marah dengan mengucapkan kalimat keras agar pengunjung menunggu di luar. Wajar saja si petugas marah. Privat kan.

IMG_4694.jpg
Landmark terkenal di kota Helsinki

IMG_4697.jpg

KATEDRAL USPENSKI

Gereja ortodoks peninggalan Rusia ini sungguh membuat gue terpesona. Bangunannya mirip kastil/istana dongeng gitu. Belum lagi design di dalam gereja. Megah banget. Setiap dinding penuh dengan lukisan art yang sangat rapi. Warnanya kuning emas. Dan lagi lagi pada saat ke sini, juga sedang dilangsungkan pemberkatan nikah. Sepertinya lagi musim nikah di Helsinki saat itu. Hehehe.
Lucunya, ketika pemberkatan nikah berlangsung, para turis diperbolehkan masuk. Dengan syarat tidak mengeluarkan suara, tidak memakai topi dan  tidak boleh memoto dengan flash camera.

IMG_4887
Mirip kastil ya

IMG_4699.jpg
Lubang kubah yang megah

IMG_4701.jpg
Setiap dinding penuh dengan lukisan art

IMG_4886
Kebaktian yang hanya berdiri

Dan akhirnya, gue pun berkesempatan menyaksikan acara kebaktian kaum ortodoks yang lumayan berbeda dengan kebanyakan gereja yang pernah gue kunjungi. Jemaat gereja tidak duduk di kursi, melainkan berdiri. Jumlah kursi di dalam gereja juga sangat sedikit. Tidak sebanding dengan luasnya ruangan di dalam gereja. Singer gereja tidak terlihat oleh jemaat, melainkan hanya berdiri di belakang altar tinggi yang dipenuhi gambar gambar Jesus dan Bunda Maria. Konon, setiap gereja ordotoks mostly altarnya dipenuhi gambar gambar seperti ini.
Dan mereka bernyanyi bersahut sahutan dengan lagu yang sangat syahdu terdengar. Pengantin juga diberikan mahkota dan didoakan. Sungguh pengalaman pertama yang menambah pengetahuan.

TRIP HELSINKI (18)
Detailnya rapi dan baguslah

IMG_4702
Ciri khas gereja ortodoks. Selalu penuh gambar seperti ini di depan altar

IMG_4885

GEREJA BARU KARANG (ROCK CHURCH)

Wah, pokoknya gereja di Helsinki itu unik semua. Seperti gue bilang, kota ini wisata gerejanya dominan banget. Gereja yang satu ini apalagi. Menjurus nyentrik. Makanya sampai diberi nama Rock Chruch. Tidak heran ketika memasuki gereja, turisnya banyak banget. Jika dilihat dari luar, bangunan gereja nyaris tidak terlihat. Yang terlihat hanya tembok batu dan ujung kubahnya.

IMG_4704.jpg
Gereja dari luar. Cuma nampak gundukan batu dan ujung kubah

HELSINKI CITY (24).JPG
Di dalam gereja

Begitu masuk ke dalam gereja, barulah menyadari kalau kita berada di bawah tanah. Yup, gereja ini memang merupakan gereja bawah tanah yang dikelilingi dinding batu karang yang besar dan kokoh. Sangat jauh dari kesan bangunan gereja pada umumnya. Konon, Gereja Baru Karang masuk ke dalam salah satu gereja dengan bangunan terunik di dunia.

IMG_4882
Gereja bawah tanah dengan dinding batu

IMG_4884

Jangan lupa singgah ke toko souvenir di depan gereja. Pemiliknya ramah. Dan jika membeli souvenir, belilah patung kayu kecil Little My, tokoh dalam cerita anak anak terkenal dari Finlandia.

IMG_4710.jpg
Patung Little My

KAMPPI CHAPEL OF SILENCE

Gereja ini berada tidak  jauh dari hotel kami menginap. Berada di kawasan Kamppi Shopping Center. Awalnya gue tidak tahu kalau bangunan ini adalah sebuah chapel. Karena penasaran, gue mengajak suami untuk mengunjungi gedung berbentuk perahu ini. Ternyata Kamppi Chapel juga merupakan salah satu tujuan wisata di Helsinki. Sesuai namanya, chapel dibangun hanya sebagai tempat berdoa. Untuk kegiatan yang lebih silence saja. Tidak ada acara kebaktian minggu. Konon bentuk chapel yang seperti kapal terinsiprasi dari cerita Nabi Nuh dan perahu kapalnya.

IMG_4880.JPG
Chapel berbentuk perahu

IMG_4881.JPG
Di dalam chapel. Melengkung seperti kapal

Chapel terbuat dari kayu asli Gran/birch. Dan ketika memasuki chapel, lagi lagi pasti berdecak kagum. Bentuknya unik dan lucu. Melengkung serasa kita berada di dalam kapal. Apalagi di dalamnya dominan kayu. Simpel tapi keren!

Meskipun bangunan bangunan gereja di Helsinki sarat dengan pengunjung turis, tapi semuanya bebas dari pungutan biaya. Gue salut deh. Karena tidak semua gereja yang dikunjungi di saat liburan musim panas,  rela membiarkan pengunjung masuk tanpa dipungut biaya. Sebut saja seperti Nidaros Katedral di Norwegia dan Storkyrkan (Katedral Stockholm), masuknya tidak gratis.

SIBELIUS PARK & MONUMEN

Monumen yang terbuat dari kumpulan besi berukuran besar dan lumayan tebal, yang permukaannya penuh ukiran. Monumen ini dibangun dan dipersembahkan untuk musisi terkenal Finlandia bernama Sibelius.
Monumen Sibelius berada di kawasan taman hijau yang sangat luas. Asri dan segar. Konon, jika angin berhembus kencang, monumen ini akan mengeluarkan suara seperti musik. Patung wajah sang musikus pun bisa dilihat tepat di samping monumen.

Kawasan taman Sibelius, biasa dipakai untuk olahraga, berjalan kaki dengan anjing peliharaan, atau seperti kegiatan meditasi. Kurang pasti juga meditasi apa ga. Mungkin karena tempatnya yang sangat asri dan sangat natural sekali. Dan yang pasti suasananya tenang.

IMG_4715

TRIP HELSINKI (32)
Ini lagi meditasi kan? Gue kurang tau pastinya

ESPLANADE PARK

Jika ingin tahu tempat favorite warga Helsinki di saat summer, jangan lupa berjalan menyusuri kawasan taman Esplanade. Kawasan ini sangat panjang, mulai dari kawasan Market Square sampai ke area shopping Aleksanterinkatu.

Beberapa pohon di taman ini diberi lapisan kain merah bermotif polkadot. Entah mengapa kok gue merasa kurang sreg melihatnya. Ga ngerti kenapa harus ditutupi motif polkadot gitu. Esplanade Park pun terkesan biasa. Taman yang kiri kanannya ditanami rumput hijau, dan dibagian tengahnya terdapat jalanan yang lumayan lebar berisi bangku-bangku kayu di sepanjang jalan. Bentuk standard taman di sebagian besar negara Eropalah. Setidaknya yang pernah gue lihat ya.

IMG_4876.JPG
Menikmati summer di sekitar taman

IMG_4877
Jalanan yang selalu ramai di sepanjang taman

Mungkin menjadi terkenal karena fungsinya. Apalagi Esplanade Park memang lumayan panjang. Jadi cukup menampung banyak warga Helsinki yang ingin bersantai dan menghabiskan waktu. Di saat musim panas, sebagian besar warga Helsinki menjadikan Esplanade sebagai tempat favorite untuk berjemur. Duduk beramai ramai  di atas rumput dan bangku kayu yang tersedia. Dan meskipun menurut gue biasa saja, intinya gue sudah menginjakkan kaki di Esplanade Park. Sah yak!

KAWASAN ALEKSANTERINKATU

Yang suka belanja ayooooo merapat!
Aleksaterinkatu adalah kawasan yang dipenuhi berbagai toko barang branded. Bahkan Starbucks dan Hard Rock Cafe juga bisa ditemukan di sini. Kalau mau yang lebih High Branded, bisa masuk ke store Stockmann. *Usap usap dompet, untung masih aman terkendali*
Masih di sekitar  kawasan Aleksanterinkatu, terdapat beberapa ruas jalan pedestrian yang namanya ga bisa gue hapal satu satu, pokoknya masih di sekitaran ini deh.

HELSINKI CITY (18).JPG

IMG_4875.JPG

IMG_4874.JPG

TRIP HELSINKI (46)

Oh ya, biasanya di sekitar kawasan Aleksanterinkatu suka ada seniman jalanan. Wah, gue suka banget pokoknya. Soalnya mereka total sekali bermain musiknya. Modal banget! Gimana ga modal, pakaian dan alat musiknya uda mirip konser musik beneran.
Sepertinya uang adalah nomor sekian buat mereka. Yang penting mereka bisa  puas memainkan musik dan menghibur orang. Atau kalaupun uang tujuan utamanya, setidaknya worth it dengan permainan musiknya. Bukan pengamen yang mainnya asal. Terus nyodorin kantong uangnya cepet banget. Pasang muka seram lagi. Kalau ga dikasih ngedumel. Taulah maksud gue.h2.jpg

h3

HELSINKI CITY (16).JPG

MARKET SQUARE
Market Square berada tidak jauh dari kawasan pelabuhan Helsinki. Kawasan ini dipenuhi tenda tenda pedagang tradisional. Mulai dari sayur mayur, buah berry, cherry, souvenir, bunga segar sampai cafe sederhana yang menjual makanan khas Finlandia. Kami lumayan sering ke tempat ini. Karena suami gue suka banget makan kacang polong hijau. Dan di Market Square ini banyak dijual.

TRIP HELSINKI (49).JPG

Ketika berkunjung ke Market Square rasanya wajib dan rela antri di salah satu cafe tenda yang ramai banget pembelinya. Cafe yang menjual roti khas Finlandia. Seperti roti donat goreng berbentuk lebar gepeng. Lembut. Berisi nasi yang dicampur daging sapi. Bisa juga di tambah sosis. Kalau ga salah namanya Lihapiirakka. Gue suka karena teksturnya seperti donat tradisional di Indonesia.

HELSINKI CITY (35).JPG

Makanan khas Finlandia lain yang boleh dicoba adalah Hersburger. Burgernya orang Finland. Hampir di setiap sudut kota Helsinki, Hersburger mostly ada, tak terkecuali di Market Square ini. Burgernya lumayan enak dan dagingnya lembut. Di Finlandia, Macdonal kalah pamor oleh Hersburger. Rasanya sih ga jauh beda dengan burger yang lain. Rasa burger gimana sih. Cuma namanya liburan ke negeri orang, ga ada salahnya mencoba, kali aja rasa burgernya seperti aroma rendang. Kan seru.

Badewei, ada satu hal yang menarik perhatian gue ketika mengunjungi Market Square dan beberapa restoran di Helsinki. Sebagian besar pedagang dimonopoli wajah lokal. Bahkan restoran siap saji seperti kebab pun, sepertinya dikelola oleh penduduk lokal juga.
Pemandangan yang lumayan berbeda dengan Swedia. Dimana hampir sebagian besar kawasan seperti ini dipenuhi oleh wajah kaum pendatang.
Begitu juga ketika gue mengitari kota Helsinki, jumlah wajah pendatang atau imigran sangatlah jauh sedikit jika gue bandingkan dengan kota kota yang pernah gue kunjungi di Swedia. Apakah hal ini terkait dengan issue lumayan kurang terbukanya Finlandia terhadap imigran? Tanyakan pada rumput yang tak sudi bergoyang.

IMG_4863.JPG
View dari tour kapal kota Helsinki

TRIP HELSINKI (52).JPG

IMG_4868.JPG
Loket penjualan tiket di sekitar Market Square

Hal kedua yang mencuri perhatian gue adalah, gedung istana presiden Finlandia. Biasanya istana presiden selalu berada di kawasan yang jauh dari keramaian ya. Ini ga, lokasinya pas di depan pasar tradisional nek! Kebayang kan istana presiden kita dipindahkan di dekat pasar Senen.
Dan uniknya, di samping gedung istana presiden ini berdiri kantor kedutaan besar Swedia, yang bangunannya mirip dengan Royal Palace Stockholm. Malah kelihatan lebih besar dan lebih megah dibanding istana presiden ini. Ahhhh…Low Profile banget sih kamu Finland!

IMG_4867.JPG
View dari kapal

IMG_4873.JPG
View dari kapal

Jika ingin melihat keindahan kota Helsinki dari laut Baltik, boleh mencopa kapal kapal yang banyak menawarkan tiket di sekitar Market Square. Loket penjualan tiket pun jelas terlihat di kawasan ini. Bahkan tak sedikit yang menjual langsung ke tangan turis sambil berdiri membagikan brosur.

Tapi jujur sih, agak membosankan. Karena view yang benar benar terlihat bagus hanyalah pada saat kapal akan meninggalkan dermaga dan pada saat kembali menuju dermaga.  Selebihnya cuma laut. Apa karena sehari sebelumnya gue sudah cukup puas dengan pemandangan laut ketika menaiki Viking Line, jadi berasa sudah tidak excited lagi. Tapi lagi lagi namanya liburan, kalau ga dicoba, kurang sah.

HELSINKI CITY (1).JPG

OLD MARKET HALL

Masih berada dilokasi yang tidak jauh dari Market Square, terdapat Old Market Hall. Ibarat tanah air punya gedung pasar tradisional, maka Helsinki punya Old Market Hall ini. Cuma ukurannya jauh lebih kecil. Jangan membayangkan pasar tradisional dengan aroma tidak sedap ya. Serta becek dimana mana. Memasuki Old Market Hall sama saja seperti memasuki kawasal mall di Jakarta. Bersih dan rapi.

HELSINKI CITY (12).JPG
Old Market Hall

HELSINKI CITY (13)
Bersih

IMG_4872
Penataan dagangan yang rapi

Bahkan cafe dan restorannya setaraf mall. Makanan yang dijual pun menggugah selera. Oh ya, makanan Finlandia itu lumayan enak! Gue pernah melihat sebuah restoran bernama SFC, yang langsung mengingatkan gue dengan KFC dong. Pas nyoba chicken wingsnya, oh my God, enak banget. Harumnya benar benar ayam goreng rumahan. Dan saosnya juga enak. Pedes asam gitu. Pokoknya enak deh. Sampai gue beli dua kali. Dan sekarang nulis sambil ngences tra la la. Lokasinya di jalan Mannerheimintie.

CAFE KARL FAZER

Yang suka coklat, tidak ada salahnya masuk ke cafe Karl Fazer. Berada di jalan Kluuvikatu, lurusan jalan Esplanade.  Seperti diketahui, Karl Fazer adalah merk coklat terkenal dari Finlandia. Cafe ini menjual Fazer yang sudah dikemas cantik sedemikian rupa. Rasanya pengen dibawa pulang semua. Bukan karena doyan coklatnya, tapi karena kemasannya yang gemesin. Cafe Karl Fazer juga menjual berbagai macam cake, bakery dan cemilan serta minuman lain yang menggoda selera. Mau ngupi cantik di dalam juga hayuuu dan okeh kok.

TRIP HELSINKI (39).JPG

IMG_4871.JPG

Selain tempat wisata di atas, Helsinki juga menawarkan keindahan kotanya. Banyak kawasan pedestrian. Jadi jalan kaki juga nyaman. Jalanannya lebar, rapi dan bersih. Dijamin tidak disenggol motor. Apalagi pakai bonus asap knalpot. Kalaupun ketemu sepeda, mereka sudah punya jalur khusus. Kalau ini sepertinya bukan hanya di Finland aja sih.IMG_9627.JPG

TRIP HELSINKI (8).JPG
Central Station

TRIP HELSINKI (25).JPG

TRIP HELSINKI (28).JPG

Apalagi di saat musim panas, sepertinya setiap bangunan berlomba lomba memberi hiasan bunga di sekitar halaman gedung. Lagi lagi bunga ini mencuri perhatian gue.  Sepertinya penataan bunga di kota Helsinki sedikit berbeda dengan Swedia, khususnya Dalarna. Mereka cenderung menempatkan bunga yang sejenis dan sewarna dalam satu tempat.  Atau paling tidak hanya dua warna saja. Sementara di Dalarna, menanam bunga  cenderung dikombinasikan dengan jenis dan warna lain yang beraneka ragam. Cantikan mana? Buat gue sama saja. Sama sama bunga!

HELSINKI CITY (5).JPG

Seperti kebanyakan tempat di Eropa, cafe dan restoran di Helsinki selalu menempatkan kursi-kursi di depan gedung restoran. Berhubung jalanan di kota Helsinki  lumayan luas, sehingga hampir sebagian besar cafe di kota ini mampu menampung kursi di depan cafe dalam jumlah yang banyak. Cafenya lumayan kozi. Tapi tetap gue lebih suka Gamla Stan di kota Stockholm. Biar sempit tapi rasanya gimana gitu.

TRIP HELSINKI (3).JPG
Cafe

IMG_4869.JPG
Cafe

IMG_4870.JPG
Cafe

TRIP HELSINKI (41).JPG
Nongki 

Berkunjung ke Finlandia, jangan coba coba tidak menyediakan jaket. Paling ga jaket tipis buat jaga jaga. Karena di saat summer pun, Helsinki tidak menjamin terbebas dari hawa dingin. Rasanya gue cuma sebentar bertahan tanpa jaket di kota ini. Apalagi jika berniat mengelilingi kawasan laut Baltik. Wajib deh.
Meskipun Finlandia menggunakan mata uang Euro, namun masih ada beberapa pedagang yang mau menerima pembayaran dengan Swedish Krona. Tapi secara keseluruhan hanya menerima pembayaran dengan mata uang Euro. Jika berkunjung ke tempat tradisional  market, usahakan menyediakan uang cash. Karena sebagian besar mereka tidak menerima pembayaran dengan kartu.

TRIP HELSINKI (45)

Untuk transportasi, Helsinki kebanyakan memakai Trem, sejenis kereta api listrik yang berjalan di atas permukaan jalan. Sekalipun setiap ruas jalan dipenuhi jalur trem, tapi Helsinki jauh dari kesan semrawut.
Awalnya gue berpikir, kalau kota ini tidak memiliki kereta bawah tanah. Ternyata gue salah. Karena terlalu seringnya gue melihat aktivitas trem di atas jalanan kota Helsinki, gue pikir penduduk kota ini tidak memerlukan subway lagi. Namun gue sedikit heran, karena  gedung central stationnya besar banget. Daripada penasaran, kami pun masuk. Sekalian melihat keadaan di dalam gedung seperti apa. Dan ternyata Helsinki juga memiliki kereta bawah tanah. Kelihatan sekali kami kebanyakan berjalan kaki di kota Helsinki. Tapi berjalan kaki memang lebih enak sih, apalagi kalau kotanya rapi dan bersih kaya gini.
Gedung Central Station termasuk landmark kota Helsinki juga, lengkap dengan menara jamnya. Dalamnya juga sangat luas.

Kalau berada di Helsinki, saran gue sekalianlah melancong ke Tallin Estonia. Cuma dua jam menyeberang dengan kapal. Negara Baltik yang sangat kece. Bisa klik dan baca Akhirnya ke Tallin Estonia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Salam dari
Swedia.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s