Trip to Canary Island : Playa Del Ingles dan Indahnya Gurun Ala Sahara!

Selayang Pandang tentang Canary Island sudah ada di tulisan gue sebelumnya. Kali ini gue akan menulis sedikit lebih detail tentang salah satu tempat yang gue dan suami singgahi di Canary Island.

Gue dan suami berangkat ke Canary Island pada tanggal 5 April 2017 beberapa waktu lalu. Kami membooking tiket, hotel dan pesawat melalui Ving, travel company yang melayani jasa holiday ke Canary Island. Melalui travel company inilah, kami bisa terbang tanpa harus jauh jauh ke Arlanda Stockholm. Cukup ke bandara udara terdekat di kota Borlange Dalarna.

IMG_8084.JPG

h.jpg
Salah satu sudut kota Playa Del Ingles

Dengan bantuan teman baik suami yang bersedia mengantar kami ke bandara, kami berangkat menjelang siang dan masih sempat lunch di kota Borlange. Setibanya di bandara, ga pake lama kami langsung check in.

IMG_8104.JPG

Sambil menunggu boarding, gue melihat semua orang di cafe bandara dipastikan warga Swedia. Dan rasa rasanya pun, dipastikan lagi mereka memang hendak liburan. Atmosfir “Welcome Holiday” sudah sangat berasa. Orang Swedia yang gue kenal sebagai penggila kopi pun, nyaris lupa kalau kopi adalah minuman kegemaran mereka. Sepertinya, awal perjalanan liburan ini bagi mereka lebih cocok dimulai dengan sebotol bir. Jadi semua meja penuh dengan bir. Kelihatan banget senang senangnya. Skål!

IMG_8101.jpg
Ketemu kejadian tidak mengenakkan di kawasan shopping center di dekat centrum ini. Akan gue tulis di bagian  scammer.

Tepat pukul 15.30 waktu Swedia, kami pun take off. Oh God, betapa perut gue kram selama penerbangan. Yang tiba tiba kena migranlah, sendi sendi kok kayanya ngilu, diajak ngomong suami marah, maunya diam aja menikmati stress. Aneh banget. Dikit dikit lihat jam tangan, trus ngomong dalam hati “ngapai harus ke Canary Island sih ampe terbang 5 jam lebih gini”.

IMG_8103.jpg

Sampai makan pun ga selera. Pokoknya benar benar depresi. Ampe mau nangis setiap turbelensi dan peringatan lampu sabuk pengaman. Sekalipun disebut turbelensi adalah hal yang wajar di dunia penerbangan, tetap aja ga ngaruh dan malah memicu syndrom gue. Cuma lagi lagi gue mikir, tenang Len, kan dirimu mau senang senang. Paling ga, dirimu sejenak melupakan setrikaan dan tang ting tung kuali di dapur.

IMG_8098.jpg

IMG_8105.jpg

Kami tiba di Las Palmas Airport sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Swedia beda satu jam lebih awal. Cuaca masih lumayan terang. Begitu bagasi beres, kami langsung bertemu perwakilan dari Ving. Langsung cek nama dan hotel, beliau pun menunjuk bus yang kami harus naiki.

IMG_8163.jpg

IMG_8082.jpg

Driver busnya agak nyebelin. Ga ada manis manisnya. Ngomongnya sedikit galak. Ga tau sih, apa memang karakternya begitu. Yang jelas namanya penumpang tetap aja kurang nyaman. Mana mood gue masih berantakan pula. Dan benar saja, nyetirnya kencang banget. Ampe suami yang jarang complain itu pun sedikit pasang muka bete. Hahaha.

IMG_8154.jpg

Berhubung di pesawat makanan ga gue sentuh sama sekali, jelas dong gue lapar. Sesampainya di hotel kami langsung berinisiatif cari makan. Dan ternyata cafe restoran masih banyak yang buka. Rata rata sampai pukul 12 malam. Kami masuk ke sebuah restoran bernuansa Brazil. Dan malam itu pun titik awal kami menikmati liburan di Canary Island. Yipiiii!

IMG_8157.jpg
IFA Dunamar Hotel. Salah satu iconic di Playal Del Ingles

Dari tujuh atau delapan pulau besar yang dimiliki Canary Island, kami memilih Gran Canaria, sebagai salah satu pulau terbesar di Canary Island setelah Tenerife. Di pulau Gran Canaria inilah terdapat kota Las Palmas, yang sekaligus  menjadi satu dari dua ibukota yang dimiliki kepulauan Kanaria (Canary Island).

IMG_8171 (1).JPG

Sebagai ibukota Canary Island, tentu saja  pembangunan infrastruktur lumayan berpusat di Gran Canaria, terutama di kota Las Palmas. Mulai dari jalanan yang oke, penataan kota yang indah, hotel dan cafe restoran dimana mana, hingga shopping center.

Selain Las Palmas dan Puerto Rico, Playa Del Ingles adalah salah satu resort  yang menjadi pusat tujuan wisata di Gran Canaria. Playa Del Ingles sendiri termasuk dalam wilayah kota Maspalomas. Pantainya indah karena memiliki bibir pantai yang luas. Bangunan hotel sangat banyak berjejer rapi di kawasan ini. Dan lokasinya rata rata tidak begitu jauh dari pantai.

IMG_8096.jpg

IMG_8070.jpg

IMG_8115.jpg

Berjalan di sekitar tepian pantai jangan kaget jika melihat banyak wisatawan yang berlalu lalang dan tiduran tanpa mengenakan pakaian alias naked. Cuma kawasan pantai sudah dibagi atas dua kelompok. Yang satu untuk kalangan Nudis dan satunya lagi Non Nudis. Terus terang, gue risih sih. Jangankan gue, suami gue yang notabene bule pun lumayan risih. Apalagi, ada beberapa wisatawan yang tetap naked dan memilih tempat berjemur di kawasan Non Nudis (campur dengan anak anak).

IMG_8153.JPG

IMG_8111.jpg

IMG_8085.jpg
Kawasan pantai ini bukan untuk Nudis. 

Apalagi Playa Del Ingles juga memiliki kawasan Gurun Pasir ala ala Sahara yang lumayan luas dan merupakan cagar nature yang dilindungi oleh pemerintah setempat.

Uniknya, gurun pasir di sekitar pantai kawasan Playal Del Ingles ini masih bersatu langsung dengan bibir pantainya. Sehingga pemandangan dari gurun pasir terlihat seperti tiga dimensi. Di satu sisi hanya terlihat hamparan dan gundukan bukit pasir, di sisi lain bisa juga melihat gurun sekaligus laut bahkan bangunan bangunan di sekitar. Eksotik sekali.

IMG_8092

IMG_8093.JPG

IMG_8089.JPG
Gundukan pasir ini kelihatannya ga tinggi ya. Aslinya tinggi loh. Dan lumayan perjuangan naik ke atasnya. 

Gue senang banget melihat gurun pasir ini. Terpersona tepatnya. Ternyata berjalan di atas gurun itu sangat melelahkan. Kebayang kan melangkah di atas gundukan pasir tebal dan kering. Apalagi kalau gurunnya berbentuk bukit dan menanjak gitu, mau naik rasanya ga nyampe nyampe karena kaki serasa terdorong ke belakang di bawa pasir. Capek banget deh. Apalagi semakin ke atas semakin berasa anginnya. Alamat pasir kena ke muka dan badan. Tapi gue ga peduli bangetlah urusan yang begini mah. Mau kena pasir apa ga, yang penting hati gue senang berada di tempat yang selama ini cuma bisa gue lihat di tipi tipi. Jadi ingat istilah kaum musafir di tengah gurun. Yang jelas, berada di gurun pasir yang gundukannya paling tinggi rasanya excited banget.

IMG_8087

IMG_8072.JPG

IMG_8091.JPG

IMG_8090.JPG

Jika memasuki kawasan gurun dari tepian pantai, banyak terlihat gundukan rumput yang lagi lagi kaum Nudis berjemur diantara semak rumput ini. Bahkan sepertinya mereka memilih masuk ke tengah tumpukan rumput dan tiduran di sana. Lebih privacy juga sih. Ide yang bagus. Hahaha. Itu kan pilihan ya. Bebas bebas ja.

IMG_8088 (1)

IMG_8206.jpg
Tumbuhan rumput ini lumayan banyak di sekitar pantai. Di kawasan Nudis, tak sedikit wisatawan yang berjemur di sekitar tanaman ini bahkan ada yang masuk ke dalam. Lebih privacy mungkin ya

Selain dari bibir pantai, gurun pasir juga bisa dilihat dari kawasan Sahara Club, semacam pedestrian di ketinggian gitu. Aksesnya bisa dinaiki melalui anak tangga yang terdapat di sekitar kawasan Shopping center Anexo II.

IMG_8077.jpg
Melihat View gurun dari sini. Jalan jalan di sini enak. Adem dan view kiri kanan oke. Ya bangunan, ya gurun juga

Menikmati pagi dan sore di jalanan ini lumayan asik. Bangunan bangunan di sekitarnya pun lumayan kece. Gue kurang tau pasti, apakah bangunan bangunan di sisi jalan merupakan rumah atau penginapan.

Bunga, kaktus, pohon palma, menjadi pelengkap keindahan kiri kanan jalanan. Dan puncaknya tentu saja hamparan gurun pasir yang bisa dilihat dari ketinggian. Melihat kepala manusia ibarat titik titik hitam yang bergerak berjalan.

Selain itu, kawasan Shopping Center Anexo II sepertinya menjadi pusat hang out di Playa Del Ingles. Cafe, bar dan restoran berjejer di sini. Berada pas di bibir pantai. Jelasnya bisa melihat link video di akhir tulisan ini.

IMG_8159.jpg
Sebagian restoran di Anexo II, pas di samping pantai
IMG_8150.jpg
Si Merah yang selalu melayang :0
IMG_8205.jpg
Menikmati sore

Mau cari souvenir juga ga perlu pindah ke lain tempat lagi. Banyak yang jual. Ada satu hal yang menarik perhatian gue. Karena banyak sekali souvenir di Playa Del Ingles berbentuk Tokek atau pernak pernik yang pasti ada tokeknya. Mulai dari mug, tempat lilin, bingkai foto, piring, hingga handuk. Sangkin penasarannya gue nanya dong ke pegawai toko. Ternyata menurut beliau, Gran Canaria memiliki populasi tokek yang sangat banyak. Bahkan bisa dilihat di tumpukan rumput di tepi pantai tempat kaum Nudis jemuran. Tapi setiap kami ke pantai ga pernah tuh nemuin tokek. Bahkan sengaja menilik ke tumpukan rumput (menilik pas ga ada orang jemuran ya..hahaha), dan tetap aja tokeknya ga keliatan.

IMG_8113
Tokek, ciri khas souvenir di Gran Canaria
IMG_8117
Flamengo, yang terbawa pulang

Dan satu lagi yang tak kalah membuat gue heran campur ketawa, souvenir dalam bentuk alat kelamin pria juga banyak banget. Kalau ini malas nanyanya kenapa. Mungkin karena daerah pantai ya. Dan banyaknya kaum Nudis yang tanpa pakaian berjemur di sekitar pantainya. Tapi jadi lucu ngelihatnya. Motif dan warnanya beraneka ragam. Bisa kamu lihat  juga pada link video di akhir tulisan ini 🙂

Oh iya, berhubung massage di Swedia lumayan mahal, jadi gue ga menyia-nyiakan massage di sini (walaupun massage kaki doang sih). Cuma 10 Euro per duapuluh menit. Ga pake appointment pula. Sangkin maruknya, tiga hari berturut turut gue mijet. Bahkan pas gue datang pertama kali, mereka lagi sibuk banget, dan bilang ga bisa melayani gue. Ehhh pas gue belum jauh ninggalin mereka, gue dipanggil lagi dong. Ternyata ya mak, mereka nelpon karyawan yang kebetulan ga tugas hari itu. Tempo 15 menit nyampe tau. Di Swedia tepatnya di Mora, impossible kuadrat rasanya bisa kaya gini. Hahahha.

IMG_8116

Kawasan di sekitar Anexo II lumayan setiap hari kami datangi. Kebetulan pas di sebelah hotel. Bahkan, dua hari sebelum balik ke Swedia, kami memutuskan hanya menghabiskan waktu di sekitar Anexo II. Berjemur di pantai, makan, minum fresh juice. Gue puas puasin deh. Secara di Mora mana ada jual fresh juice.

IMG_8074.jpg

IMG_8158.JPG

Sebenarnya ada beberapa shopping center di Playa Del Ingles. Tapi menurut gue sih kurang menarik. Semua tempat belanja di sini dinamai Shopping Center sekalipun cuma terdiri dari bebeberapa toko. Apalagi Playa Del Ingles memang orientasinya hiburan pantai ya. Jadi wajar Anexo II lebih ramai dikunjungi. Karena multi fungsi.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa klik link channel youtube gue di bawah ya.

Salam dari Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris. Plis jangan memakai foto orang lain tanpa ijin terlebih dahulu. Sudah dua kali ketemu blog yang pakai foto ajheris tanpa ijin. Apalagi sifatnya blog komersil” 

5 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s