VASALOPPET!

Menjelang minggu pertama bulan Maret, kota Mora mendadak berubah. Dari sebuah kota kecil yang sepi sontak menjadi ramai. Tentu saja perubahan ini membawa efek luar biasa terkhusus warga Mora maupun orang orang yang rutin mengunjungi kota Mora setiap minggunya. Termasuk gue.

Perubahan meliputi jalanan yang biasanya lancar menjadi macet, parkiran penuh, hingga cafe restoran ramai pengunjung. Meskipun demikian, tidaklah membuat warga Mora mengeluh. Sebaliknya semangat besar akan adanya perhelatan akbar membuat warga Mora serasa memiliki hiburan massal dadakan. Keramaian yang bisa dibilang heboh dan cuma terjadi  sekali dalam setahun. Rasanya hampir bisa dipastikan seluruh pencinta ski di Swedia bahkan manca negara berkumpul di  kota ini.

IMG_4669.JPG

Dan puncaknya adalah di minggu pertama bulan Maret, kota Mora pun menjadi sorotan karena diliput secara langsung oleh stasiun Svt Swedia. Yup, apalagi kalau bukan Vasaloppet.

Vasaloppet merupakan pertandingan Ski Marathon Lintas Alam (Cross Country Ski) tertua dan terpanjang di dunia untuk jarak tempuh 90 kilometer dan diikuti peserta dengan jumlah yang fantastis. Limabelas ribu delapanratus orang. Wow! 

Garis start dimulai dari kawasan Sälen dan berakhir di kota Mora. Seminggu sebelum pertandingan puncak Vasaloppet di mulai, beberapa pertandingan jarak pendek sudah dilaksanakan. Termasuk pertandingan khusus wanita.

Vasaloppet menjadi kebanggaan kota Mora, karena segala sesuatu yang berhubungan dengan Vasaloppet berpusat di kota ini. Mulai dari museum Vasaloppet, tugu Gustav Vasa, sampai tugu garis finish Vasaloppet, yang semuanya menjadi landmark kota Mora. 

IMG_4665.JPG

IMG_7173
Museum dan Tugu Finish Vasaloppet. Di hari biasa menjadi tujuan wisata di kota Mora.
IMG_1727.jpg
Tugu Finish yang menjadi iconic Vasaloppet sekaligus Landmark kota Mora juga. Tapi yang di foto ini palsunya. Sengaja dibuat penyelenggara, khusus digunakan untuk berfoto. Dan gue ikutan juga dongss. 

Dua bulan sebelum Vasaloppet, kesibukan dan persiapan menyambut Vasaloppet sudah mulai terlihat. Dari pendirian gedung arena, bangku, tempat liputan jurnalis, tenda tenda, toilet, satu demi satu mulai dipasang. Dan tidak hanya itu berbagai perusahaan ternama berlomba lomba menjadi sponsor dalam acara akbar ini, mulai dari IBM, VOLVO, DHL, ICA, ASICS, dan masih banyak lagi.

IMG_1569.jpg
Sebagian dari atribut para sponsor

Sambutan terhadap Vasaloppet sepertinya didukung penuh warga Mora dan sekitarnya. Stiker bertuliskan “Vasaloppet” menjadi hiasan di pintu pintu toko, bank, perkantoran, hingga toko bakery. Bahkan beberapa bulan sebelum perhelatan ini dimulai, penjualan kartu pos pun lebih mengutamakan gambar gambar berlatar belakang Vasaloppet.

IMG_4668.JPG
Sepotong cake di toko bakery ini pun ikutan eksis dengan tulisan Vasaloppet

Bagi sebagian kalangan, ajang turnamen Vasaloppet menjadi lahan bisnis musiman yang menguntungkan. Membuka lapak dan menjual berbagai pernak pernik serta makanan. Mulai dari Dalahorse, hingga waffle Belgia yang biasanya sulit ditemukan di hari biasa.

IMG_1541.JPG
Kios kios musiman 

Bahkan tidak sedikit yang terinspirasi dan berpikir smart, dengan membuka bisnis penginapan ala kadarnya di rumah  rumah warga. Dan lucunya, para peserta Vasaloppet tidak terlalu mempermasalahkan penginapan yang lokasinya lumayan jauh dari daerah pertandingan. Yang terpenting, masih di wilayah propinsi Dalarna. Wajar saja, kebanyakan peserta berasal dari luar kota Mora bahkan manca negara.

Bahkan gedung sekolah di kota Mora pun dipakai loh sebagai tempat menginap. Karena jumlah penginapan di kota Mora dan Sälen jelas tak mampu menampung belasan ribu peserta dalam waktu yang bersamaan.

IMG_1555.jpg
Tidak sedikit yang menggunakan mobil karavan sebagai tempat bermalam ketika perlombaan Vasaloppet berlangsung

Berbicara penginapan di sekitar Mora dan Sälen, sudah barang tentu tidak main main ketika Vasaloppet berlangsung. Dengar dengar untuk bisa mendapatkan satu kamar di dua daerah ini, sudah harus ngeboking dalam hitungan tahun. Jika tidak alamat sulit mendapatkan penginapan. Kebayang kan betapa banyaknya orang. Belasan ribu peserta bukanlah jumlah yang sedikit untuk sekali pertandingan sekaligus. Dan itu diselenggarakan di sebuah desa dan kota kecil pula.

Lantas kenapa harus di desa Sälen dan kota Mora? Berikut ceritanya.

Sejarah Vasaloppet bermula dari sebuah nama yang dikenal yaitu GUSTAV VASA. Sosok yang menjadi inspirasi dibalik terselenggaranya Vasaloppet. Kejadian diawali ketika Gustav Vasa berusaha melarikan diri dari kejaran pasukan raja Christian II (King of Kalmar Union)raja Denmark yang ingin melakukan pembantaian di Stockholm di masa silam. Singkat cerita, pelarian Gustav Vasa sampai ke sekitar Mora. Di kota inilah Gustav Vasa bertemu dan meyakinkan dua orang pria bernama Lars dan Engelbrekt untuk bergabung melawan raja Christian II. Namun sayang, ajakan tersebut berujung penolakan.

IMG_8557.jpg

Merasa tidak mendapat dukungan,  Gustav Vasa kemudian melanjutkan pelarian ke Norwegia. Dalam pelariannya beliau hanya mengandalkan peralatan  ski apa adanya.

Setibanya di sebuah daerah yang sekarang dikenal dengan sebutan Sälen, Gustav Vasa dicegat oleh Lars dan Engelbrekt, yang pada akhirnya berubah pikiran dan beralih mendukung rencana Gustav. Dengan bantuan dan dukungan warga Mora, Gustav Vasa akhirnya sukses melawan dan mengusir pasukan Christian II.

Dan puncak dari keberhasilannya itu, pada tanggal 6 Juni 1523 Gustav Vasa akhirnya diangkat dan dinobatkan menjadi Raja Swedia.

IMG_1528
Patung Gustav Vasa di kota Mora. Khususn di perlombaan Vasaloppet, sengaja dikalungi krans hijau. Banyak yang berfoto di sini. Patung Vasa menjadi salah satu iconic kota Mora.

Untuk memperingati pelarian dan perjalanan sang raja ini, sejak tahun 1922 lahirlah Vasaloppet yang artinya The Vasa Race (Perlombaan Vasa).

Berkiblat dari cerita sejarah tersebut, akhirnya pertandingan Vasaloppet diadakan dengan menggunakan jalur dan rute jalan yang dulunya memang dilewati sang raja, yaitu wilayah sekitar Mora dan Sälen. 

Vasaloppet dimulai dari kota Sälen sekitar pukul 8 pagi. Ontime dan tidak banyak basa basi. Tapi sejak pukul setengah lima pagi area pertandingan sudah mulai didatangi para peserta. Jalanan sudah terlihat macet memanjang. Bahkan pada pukul 7 pagi beberapa ruas jalan sengaja ditutup dan hanya menggunakan satu jalur. Tujuannya bila terjadi emergency, jalur yang satunya bisa digunakan. Salah satunya oleh ambulance.

IMG_1574.JPG

Vasaloppet memiliki jumlah peserta yang sungguh fantastis. Mencapai limabelas ribu delapan ratus orang peserta. Jumlah maksimum yang ditentukan pihak penyelenggara dalam sekali pertandingan. Masing masing perserta dibagi atas beberapa group. Mulai dari group 1 hingga 10. Biasanya group terdepan adalah barisan profesional atau dikenal dengan sebutan group Elite.

Seluruh peserta Vasaloppet dilengkapi dengan sebuah chip. Jadi sepanjang perlombaan, siapun bisa bisa mengetahui keberadaan mereka melalui pesan sms. Kita tinggal mendaftarkan nomor kode dan dalam rentang waktu akan ada informasi berapa lama lagi peserta akan sampai ke garis finish, berikut posisi terakhir peserta berada dimana. Kebetulan salah satu kerabat kami ikut serta dalam perlombaan ini. Jadi gue tau.

IMG_1579.JPG
Plang nomor untuk masing masing group
IMG_1577
Perlengkapan ski yang disusun para peserta sebelum perlombaan dimulai di daerah Sälen
IMG_1724.jpg
Para peserta bersiap siap
IMG_1566.jpg
Para peserta memulai Vasaloppet dari garis start di Sälen

Meskipun bertaraf internasional, uniknya pertandingan Vasaloppet bisa diikuti oleh siapa saja. Baik  atlet ski profesional maupun non profesional atau masyarakat biasa (yang bergabung hanya karena kesenangan semata).

Bahkan dua tahun lalu, dari ribuan peserta yang turut terdapat seorang cacat tanpa dua kaki dan hanya menggunakan kursi roda. Luar biasa semangatnya. Karena itu tadi, tujuan utama Vasaloppet bukanlah urusan menang kalah. Melainkan kepuasan dari para peserta bisa bertanding  di sebuah event besar.

IMG_1725
Peserta melewati jalur lintas alam
IMG_1552.JPG
Daerah Mångsbodarna. Para peserta biasanya bisa mengambil waktu yang sangat sebentar dalam hitungan tak sampai 5 menit, untuk cek peralatan ski (Vasaloppet Kontrol). Atau sekedar meminum sirup blueberry yang disediakan panitia. Itupun ngambilnya main sambar sambil peserta tetap berjalan. Ada beberapa jalur yang digunakan peserta untuk Vasaloppet Kontrol ini.

IMG_1554.JPG

IMG_1553
Cafe menjual sosis dan minuman

Vasaloppet memiliki jarak tempuh sejauh 90 Kilometer. Sebuah jarak yang tidak dekat. Para peserta berjalan nonstop melewati hutan bersalju, suhu yang dingin bahkan berangin. Paling sesekali mereka berhenti sebentar di titik titik wilayah yang dikenal dengan istilah Kontrol. Di sinilah mereka berhenti mengecek peralatan ski, sepatu atau sekedar minum sirup blueberry. Sampai nantinya berakhir di garis finish kota Mora.

Pemenang Vasaloppet 2016 dan 2017 berturut turut diraih oleh John Kristian Dahl asal Norwegia, dengan catatan waktu kurang lebih 3 jam 57 menit (untuk tahun 2017). Namun bagi peserta biasa atau non profesional, jarak 90 kilometer biasanya baru bisa diselesaikan kurang lebih 10 hingga 12 jam. Gile kuatnya ya. Nonstop loh. Di suhu dingin pula.

Dalam sejarah perlombaan Vasaloppet ada satu pemain legendaris yang berhasil memenangkan pertandingan Vasaloppet hingga 9 kali. Namanya Nils “Mora-Nise” Karlsson, berasal dari kota Mora. Nils meninggal di usia 94 tahun pada tahun 2012.

IMG_1536.JPG
Vasaloppet di kota Mora
IMG_1529.JPG
Vasaloppet di kota Mora
IMG_1726.jpg
Peserta Vasaloppet tiba di kota Mora

Menjelang garis finish di kota Mora, suasana menyambut peserta sangatlah meriah. Ucapan “heja, heja, heja” sangat familiar di telinga. Para pedagang musiman tidak sedikit yang menjual krans daun untuk diberikan kepada para peserta. Biasanya krans daun ini diberikan oleh sanak keluarga maupun teman teman yang turut mendukung peserta.

Di ajang pertandingan Vasaloppet sesekali penonton akan sering melihat sosok lelaki tua berpenampilan mirip Gustav Vasa. Berjalan di sekitar arena menggunakan mantel tua berwarna coklat, lengkap dengan topi kulit dan perlengkapan ski kayu.  Sangat mirip dengan lambang pria yang terdapat pada souvenir Vasaloppet dan Seri Pin Vasaloppet. 

Berbicara pin Vasaloppet, banyak yang menggilai koleksi pin ini. Bahkan sampai sekarang tidak sedikit yang berburu pin Vasaloppet keluaran lama seperti tahun 1924.

IMG_1717
Koleksi berbagai Pin Vasaloppet 
IMG_4667
Koleksi Pin Vasaloppet tahun 1924. Keluaran dua tahun sejak Vasaloppet berlangsung pertama kalinya.
IMG_4663
Beracting layaknya Gustav Vasa

Beberapa negara seperti China, Jepang, dan Amerika, kadang suka mengadakan acara perlombaan ski di negara masing masing yang bertajuk Vasaloppet. Mungkin banyak negara yang memiliki perlombaan ski lintas alam. Tapi Vasaloppet unggul di lintas alamnya yang sangat panjang, yang justru memberi kenikmatan tersendiri bagi para pesertanya.

Gue sempat melihat wawancara di layar screen, salah satu peserta tahun 2015 berasal dari India. Sengaja jauh jauh datang khusus mengikuti perhelatan besar ini. Dengan biaya sendiri lagi. Segitunya.

IMG_1570
Vasaloppet Film Team

 

IMG_1571.JPG
Nompang eksis dengan backround svt Swedia. Uhuk!
Seiring waktu Vasaloppet bukan hanya sekedar perlombaan olahraga, akan tetapi sekaligus menjadi arena tujuan wisata. Jika berkunjung ke kota Mora, kawasan sekitar tugu finish, patung Gustav Vasa dan museum Vasaloppet menjadi tempat yang wajib dilihat. Berikut beberapa hal yang menarik perhatian gue ketika berada di turnamen Vasaloppet.
IMG_1549
Para wanita yang sengaja menggunakan pakaian tradisional Swedia, dan para warga bisa berfoto bersama mereka.
IMG_1546.JPG
Bangku kayu ini sengaja dibuat oleh penyelenggara, agar para warga bisa duduk menikmati perapian. Bahkan di beberapa titik jalan lain, juga disediakan perapian. Lumayan dingin sih,  sekitar -5.  Di suhu ini kalau seharian di luar lumayan berasa, apalagi kalau berangin seperti kemaren. 
IMG_1564.JPG
Kantong plastik berisi perlengkapan para peserta, seperti tas, jaket, dll. Dibungkus dengan warna warna plastik yang berbeda sesuai group. Lalu diangkut dengan traktor dan dimasukkan ke dalam bagasi besar (seperti gambar di bawah). Kemudian bagasi akan dibawa truk ekspedisi DHL ke kota Mora. Di sanalah para peserta mengambil kembali titipan mereka.
IMG_1572.jpg
Toilet yang sengaja ditempatkan di sekitar arena perlombaan. Bnayak banget. Jadi ga perlu cari cari toilet lagi. Lebih praktis. Yang biru untuk pria dan wanita. 
IMG_1557
Gue iseng banget ya motoin ini. Lucu aja gue rasa. Toilet khusus pria. Ga makan tempat. Pria pipisnya ga susah. Haha!
IMG_1575.jpg
Di Sälen, para peserta bahkan warga, diberi minuman gratis berupa kopi dan sosis. Hebatnya, dengan jumlah belasan ribu orang, halaman sekitar arena tetap bersih tidak ada sampah berserakan. Semua sadar diri masukin cup bekas minuman ke tempat sampah yang sudah disediakan.

IMG_8558 (1).jpg

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

12 Comments

      1. Betol..aku sempat berasa kedinginan juga waktu itu, suhu sekitar minus 5, di luar terus jelas berasa mana berangin pulak sedikit. Langsung jalan gerakin kaki. lumayan jadi ga berasa sih

        Like

  1. sebenarnya faktor kebiasaan aja. cuma kalau di luar terus apalagi ada angin hadehhh menggigit. kalau di dalam ruangan minus 30 juga masih bisa diatasi pake pemanas.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s