Di Swedia, Umur 50 Tahun Dianggap Sangat Spesial

Ja, må hon leva!

Ja, må hon leva!

Ja, må hon leva uti hundrade år

Javisst ska hon leva!

 Javisst ska hon leva!

Javisst ska hon leva uti hundrade år!

*hon (sebutan untuk wanita) bisa diganti dengan han (sebutan untuk pria). 

Itulah syair lagu yang wajib dinyanyikan dalam sebuah perayaan ulang tahun di Swedia, terkhusus di usia 50 tahun. Mirip seperti lagu “Panjang Umur”. Makna lagu kurang lebih memohon harapan agar yang berulang tahun senantiasa diberi umur yang panjang hingga ratusan tahun. Biasanya para tamu berdiri, bernyanyi sambil bertepuk tangan. 

Di “sebagian” kalangan warga Swedia, memberi ucapan selamat ulang tahun bukanlah sesuatu yang dianggap harus. Sekalipun yang berulang tahun adalah kerabat atau teman dekat. Mereka lebih banyak memilih diam. Kecuali anggota keluarga, mungkin iya.

FullSizeRender (30).jpg

Berbeda halnya ketika usia menginjak 50 tahun. Orang orang yang kita kenal, mulai dari teman dekat, kerabat, bahkan yang tidak terlalu dekat pun, cenderung tau ketika kita memasuki usia ini.

Ucapan Grattis pun lumayan ramai berdatangan baik dalam bentuk sms, telephone, dan berkunjung langsung ke rumah. Di usia 50 tahun jugalah, kebanyakan warga Swedia membuat perayaan yang lebih spesial dibanding ulang tahun lainnya. Berbagi kebahagian bersama handai tolan.

FullSizeRender (29).jpg
Traditional Princes Cake

Bagi warga Swedia, 50 tahun adalah usia yang spesial dan ideal dalam sebuah pencapaian tujuan hidup. Hal ini digambarkan dalam sebuah ilustrasi yang dikenal dengan istilah Ålderstrappa, grafik tangga yang menggambarkan pertumbuhan  usia manusia mulai dari kecil, dewasa, tua, hingga lanjut usia.  

Ilustrasi dimulai dari tangga yang paling rendah hingga mencapai tangga yang paling tinggi dan kemudian menurun kembali ke tangga yang paling rendah.

IMG_2948.JPG
Contoh ilustrasi Ålderstrappa. Usia 50 tahun berada di paling puncak. source : www.kart-bosse.se

Mengundang orang untuk hadir di sebuah acara ulang tahun adalah hal biasa. Tetapi ketika seseorang dengan sangat yakin membuat persiapan acara, namun malah tidak mengundang orang lain untuk hadir ke acara tersebut, bagaimana menurut kalian? dan ajaibnya lagi, justru orang orang yang tidak pernah diundang itu malah berdatangan. Nentengin kado pula😂

Inilah yang terjadi di Swedia, tepatnya lagi di desa tempat gue tinggal. Pertama di acara ulang tahun tetangga,  dan yang kedua di acara ulang tahun suami. Dua minggu sebelum hari H, kami sudah memesan catering sederhana.

FullSizeRender (32).jpgDan di situlah gue baru tau, kalau kami tidak perlu mengundang orang orang untuk datang ke acara ulang tahun emasnya suami. Lah ini piye ceritane? kalau tamunya pada ga datang? Tidak mungkin, mereka pasti datang! Jawab suami waktu itu.

Lagi lagi inilah kehebatan usia 50 tahun di Swedia. Apalagi jika hidup di desa kecil seperti kami. Dijamin orang orang akan datang ke rumah untuk mengucapkan selamat. Artinya mereka datang memang sudah niat. Semisal yang berulang tahun tidak menyediakan apa apa, pun tidak masalah. Dan biasanya, seluruh warga sudah saling berunding jauh hari, mau datang pukul berapa.

Meskipun terbilang bukan remaja lagi, usia 50 justru dianggap masih layak dibanjiri dan diberi berbagai jenis hadiah/kado, yang berasal dari perseorangan maupun hasil urunan beberapa orang.

Jenis kado apa yang umum diberi ketika berulang tahun? Ini dia (yang sering gue lihat):

  1. Barang yang dianggap benar benar dibutuhkan. Misalnya seperti ulang tahun suami, karena warga desa tau dia sangat suka beraktivitas di hutan, tetangga urunan memberi hadiah voucer berisi belanja satu set perlengkapan kerja di hutan. Mulai dari celana, jaket, helm dan sarung tangan. Lucunya lagi, teman kantornya juga urunan memberi sebuah Kapak😂
  2. Bunga 
  3. Minuman whisky, wine.
  4. Candle holders
  5. Barang antik. Ini merupakan favorite mereka banget loh. Apalagi jika barang antiknya available. Salah satu tetangga dekat, punya menantu dan tinggal di Stockholm. Meskipun tidak membuat perayaan ulang tahun yang ke 50, tapi warga di desa gue tetap berinisiatif memberikan kado. Berhubung dia sangat menyukai barang antik, akhirnya kami memutuskan memberi sebuah  ember kayu antik yang sudah berumur ratusan tahun. Ember kemudian diisi dengan sebotol minuman wine, dan beberapa jenis keju tua. Awalnya gue merasa ga enak, yakin dia senang? Masa dikasih barang bekas dari gudang?  Beda kultur ya mak😂. Kebayang ga sih, jika kalian dikasih kado berupa barang bekas dari gudang. Ember pula! *yang ada dilempar balik dengan ember…hahaha
  6. Yang ulang tahun traktir dong! Hmmm….kalimat ini tidak berlaku di Swedia. Sebaliknya, justru yang berulang tahunlah yang ditraktir. Ini baru ajaib. Dan traktiran ini dianggap sebagai kado ulang tahun. Jika yang berulang tahun membawa serta suami/isteri atau anak, maka mereka tidak serta merta ikut menikmati traktiran tadi. Mereka wajib membayar sendiri. Kalau kata orang Medan, Makjang kalipun😅. Pertama mendengar insiden kebiasan mereka ini, lumayan membuat gue nyesek. Kebayang kan duduk bersama satu meja, makan di acara ultah suami misalnya, giliran suami makan gratis, isteri rogoh kocek sendiri. Serasa dihempaskan😂. Tapi ya itulah mak, beda negara beda kultur.  Budaya traktir mentraktir bukan kebiasaan mereka. Kecuali memang jelas tujuannya.
  7. Mungkin masih ada kado jenis lain yang bisa diberi, gue cuma menulis yang biasa gue lihat aja. Memberi kado ke bule itu enak. Tidak perlu cemas. Mereka pasti menerima dengan senang hati. Apapun itu. Mau murah mereka senang, kalau mahal ya lebih senang lagi….hahaha (lah ini manusiawi toh). Intinya sih mereka menghargai sekali setiap pemberian yang dikasih. Jadi yang ngasih kado pun pikirannya tenang, ga dibebani anggapan “tar suka ga ya, atau ini kemurahan ga ya”. Akhirnya yang ngasih pusing, yang nerima pun kemungkinan bisa manyun. Gue pernah mendapat reaksi seperti ini dulu. Dari orang orang yang dikenal baik pula. Nyebelin sih🙃

IMG_2964.JPG
Kira kira mirip seperti inilah ember kayu antik yang kami beri sebagai kado ulang tahun yang ke 50 kepada menantu si  tetangga. Sebenarnya unik ya. Dan photo di bawah ini adalah contoh kado dalam bentuk bunga. Bentuk bunga lain juga bisa. 

Baru gue tau juga, sebagian kalangan di Swedia tidak terlalu suka dan kurang nyaman bergabung dengan orang orang yang tidak terlalu dikenal. Buat mereka, acara pesta bukanlah sebuah acara basa basi yang penuh formalitas. Datang ke pesta ya memang buat senang senang. Minum, makan dan ngobrol. Semua itu baru terasa nyaman jika dihabiskan dengan orang orang yang dianggap tidak asing.

fullsizerender-31
Sebilah kapak pun okeh menjadi kado.

Demikianlah, di ulang tahun 50 tahun suami, kami akhirnya memutuskan membuat acara 3 hari berturut turut. Pertama untuk orang desa, kedua dengan teman kantor dan ketiga dengan sepupu serta paman bibinya. Biar teman kantornya tidak berasa aneh diantara warga desa yang memang belum mereka kenal, demikian juga dengan tetangga. Lagian, ruangan di dalam rumah pun ga muat kalau harus menampung tamu sekaligus. Ini alasan yang paling tepatnya😛

h.jpg
Sebotol minuman juga tang cen ouye dijadikan hadiah ulang tahun.

Salah satu teman baik suami di masa kecil, merayakan pesta ulang tahun ke 50 di kota Stockholm tahun lalu. Berhubung relasi kerjanya lumayan banyak, undangannya pun lumayan banyak.

Akibatnya, tidak sedikit yang secara halus menolak hadir, dikarenakan alasan di atas, mereka tidak begitu kenal dengan undangan yang lain.

Bisa dimengertilah. Karena gue sendiri pun memang agak malas berada diantara ramainya orang yang tidak gue kenal. Basa basi kadang berat.

img_2974
Perayaan ulang tahun emas salah seorang teman kecil suami di Stockholm. Diadakan di sebuah aula sekolah.

Mempersiapkan acara ulang tahun di Swedia tidak perlu pusing. Terutama urusan menunya. Karena di sini tidak seperti di Indonesia, meja penuh dengan berbagai macam menu. Belum lagi persiapan kantong plastik jika terjadi emergency. Ada yang mau bawa pulang. Bungkus mak😝😂!!

IMG_2972.JPG
Maaf, ga bisa bungkus di plastik kalau sudah begini…hahaha

Satu jenis Main Course aja pun sudah cukup kok. Kalau mau dibuat lebih juga boleh. Intinya tidak keharusan mengisi meja denga makanan beraneka ragam. Yang paling penting, cookies dan kopi wajib ada. Dan tentu saja Traditional Princes Cake dengan lapisan marzipan berwarna hijau, sebagai simbol acara ulang tahunnya. Ga ribetlah 🙂

Tapi, untuk tamu yang sengaja diatur agenda kedatangannnya, seperti teman kerja dan keluarga dekat, barulah persiapannya lebih banyak. Dan ini pun lagi lagi karena kita yang mau repot sendiri. Karena menu yang gue buat lumayan bermacam. Jelas saja, yang tampil ayam bumbu lengkuas, semur daging, sop dan springroll. Masakan Indonesahhhh!!!

Akibatnya setelah beberapa hari berselang, salah satu teman kerja suami yang sangat terkesima dengan springrolls buatan gue, memesan 50 biji. Lumayan kan mak, rejeki tak terduga😂

Pesta ulang tahun ke 50 tahun, biasanya kalau dihadiri banyak orang, bisa All Night Long. Diawali dengan minum wine, ngobrol, menyanyikan lagu ulang tahun, makan, ngopi, dan acara bebas seperti dansa, joget dan lanjut minum lagi.

Kuat banget mereka dansa dan joget meskipun rata rata sudah di atas 50 tahun. Dan larut malam tidak jadi masalah. Dan siap siaplah mendengar mereka mulai ngoceh ga jelas karena efek alkohol. Cuma maboknya ga seklasik cerita di sinetron sih. Pegang botol sambil jalan sempoyongan😂

Kalau pas dirayakan di saat summer, biasanya acara dilakukan di taman atau halaman rumah. Ngegrill juga. Serulah.

Kalau kamu, sudah pernah menghadiri acara ulang tahun emaskah? ayo sharing di sini 🙂

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

 

 

5 Comments

    1. Iya Gus, aku juga pertama merasa ga enak. Ehhh ternyata dia suka banget😂😂 . Kita dikasih gitu uda macem macem aja mikirnya kali ya. Kecuali memang penggila barang antik. Itupun kalau tau diambil dari gudang langsung, bukan beli dari toko antik takutnya manyun juga hahahha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s