Ketika Kandang Kuda Menjadi Objek Wisata

Beberapa waktu lalu, gue dan suami berkunjung ke kota Falun, ibukota propinsi Dalarna, Swedia. Kebetulan suami ada urusan dari kantornya dan gue diajak ikut. Mumpung ke ibukota propinsi, biar gue bisa cuci mata sambil menunggu urusannya selesai.

Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu di Falun, kami pun pulang. Dalam perjalanan pulang inilah, suami mengajak gue mengunjungi sebuah kawasan gereja di kota Rättvik Dalarna.  Awalnya gue malas dan pengen cepat cepat pulang.

Ahhh paling tar kalau sudah lihat, kamu heboh sendiri” mengutip ucapan suami begitu mendengar penolakan gue.

IMG_3917

Ternyata benar saja, begitu sampai di kawasan gereja, gue langsung sukakkk. Unik banget. Bayangkan saja, dari kumpulan rumah kuda atau kandang kuda, bisa melahirkan ide wisata yang tidak biasa. Kok bisa?

So, sekitar tahun 1700 silam (abad ke 17), warga yang berasal dari beberapa desa di wilayah Rättvik, satu demi satu membangun rumah atau kandang kuda yang akan difungsikan sebagai tempat menyimpan kuda peliharaan mereka. Lantas istimewanya dimana? bukankah di jaman itu kuda memang harus memiliki kandang?

Keunikannya terletak pada halaman dimana kandang kuda ini dibangun. Bukan di sekitar rumah warga, melainkan di halaman sebuah gereja yang sekarang dikenal sebagai Kyrknstall atau Church Stables di Rattvik. Lantas kenapa mereka membangun di sekitar halaman gereja?

Hal ini berkaitan dengan kegiatan ibadah gereja yang mereka jalankan setiap minggu. Yang mana jarak tempuh antara pemukiman warga ke gedung gereja lumayan jauh. Kondisi inilah yang mengharuskan mereka mengendarai kuda. Itulah sebabnya, mengapa kandang kuda tersebut harus dibangun di sekitar gereja. Karena fungsinya memang sebagai tempat menyimpan kuda selama mereka mengikuti kebaktian di dalam gereja. Semacam rumah parkirlah. Terutama di saat musim dingin. Ihhh, bayanginnya aja berasa keren banget. Tigaratus tahun lalu loh, niat banget kan mereka. Cuma buat tempat kuda segitu banyaknya.

IMG_3922

IMG_4086.JPG

Makanya tidak heran, jika pemerintah kota setempat menjadikan semua kandang kuda tersebut sebagai bagian dari warisan budaya yang unik dan dilindungi. Meskipun balok kayu bangunan sudah terlihat tua, tapi kondisinya masih kuat dan keasliannya tetap dipelihara. Agar pengunjung bisa melihat kondisi di dalam bangunan, sengaja satu bangunan dibiarkan dengan pintu terbuka.

IMG_3953.jpg

IMG_3920.jpg

Mungkin di saat dulu, para warga tidak pernah berpikir bahwa pada akhirnya, kandang kandang kuda yang mereka bangun akan menjadi ide wisata yang tidak biasa. Kalau hanya sekedar melihat satu bangunan, mungkin tidak terlalu istimewa. Tapi ini banyak banget. Dan lucu aja gitu, kandang berpotensi menjadi objek wisata.

Berdasarkan keterangan yang terdapat di salah satu dinding bangunan, dijelaskan kalau seluruh kandang kuda mampu menampung hingga 192 ekor kuda. Masing masing kandang berisi dua ekor kuda.

IMG_3954.jpg
Kandang di arah timur gereja
IMG_3924
Kandang di arah barat bangunan gereja 
IMG_3923
Danau Siljan yang membeku

Lokasi masing masing kandang kuda terdiri dari dua group. Group satu terdiri dari kandang kuda milik warga yang datang dari desa arah timur dan satu group lagi terdiri dari kandang kuda milik warga yang datang dari desa arah barat (tepat di depan gereja atau pinggir danau).

Objek wisata ini menjadi lebih menarik, karena berada di kawasan aliran danau Siljan, sebagai danau terbesar di propinsi Dalarna, Swedia. Terutama di saat musim panas, jauh lebih cantik.

IMG_3919.jpg
Kandang kuda dengan sebuah papan kecil berisi tulisan tentang sejarah bangunan 
IMG_3918.jpg
Barisan kandang kuda yang masih kokoh berdiri
IMG_4085.JPG
Di depan kandang kuda yang sengaja dibiarkan terbuka

Kebetulan keunikan rumah kuda ini gue kirim ke Net Tv beberapa waktu lalu dan sudah tayang di program Net 10 (Net CJ). Untuk lebih jelasnya, bisa klik link di bawah ini.

http://netcj.co.id/public-affairs/video/188501/hanya-di-swedia-yang-miliki-rumah-kuda-unik

Salam dari Swedia

“Semua foto di tulisan ini hanya menggunakan camera handphone”

 

12 Comments

    1. Kebetula pas kami datang memang sudah sore. Tapi secara keseluruhan, daerah pedesaannya memang sepi. Kotanya saja sepi kok ga rame banget. Hahahha. Cuma rumah kuda ini memang unik banget. aslinya banyak bisa sampai 192 kuda muat di dalam.

      Liked by 1 person

      1. Sekarang ga ada. Itu kan u kehidupan dulu jaman blom ada kendaraan mobil. Sekarang cuma warisan budaya aja sekaligus objek wisata. Seperti yang gue tulis di atas 😉😉

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s