MIN FÖDELSEDAG

Hai blog…!

Seperti biasa dong ahhh…setiap ulang tahun selalu dituangkan di blog ini. Biar runutan setiap tahunnya tahu ngapai aja sih pas bertambahnya umur gue. Dan hitung hitung mengembangkan sayap dan jiwa pamer gue akan hadiah yang diberi suami *yaolohhh*. Gue memang selalu menulis setiap gue ulang tahun di blog ini. Biar nanti bisa dibaca baca lagi. Dan ada yang gue ingat.

Tahun ini lumayan berbeda dibanding tahun tahun sebelumnya. Tak ada makan kece di retoran. Tapi tidak masalah karena gue dan suami termasuk kelompok yang sangat berhati hati selama pandemi covid-19 ini. Kami memilih berdiam plek plek di rumah. Gue bikin smörgåstårta sebagai santapan utama dan untuk fika gue bikin prinsesstårta. Sebagian gue bagi ke tetangga karena ga mungkin juga kami makan berdua semua.

IMG_2120~photo

Seperti biasa gue langsung nodong ke suami hadiah yang gue mau. Sekarang uda gitu aja sih. Karena gue mau sesuatu yang gue perlu. Gue minta pan le creuset. Gue lagi suka sukanya produk ini. Dan suami pun deal. Seperti biasa meski gue sudah tahu hadiah apa yang bakal gue terima, tetap dong harus dibungkus. Hahaha!

IMG_1977~photo

IMG_1979~photo-full

Kenapa? ya begitulah karena tipikal suami gue itu paling suka yang namanya hadiah harus dibungus. Meski gue uda tahu isinya. Sepertinya dia suka ada acara buka kado biar lebih berasa momennya. Itu dia banget.

Malam itu gue masih mengedit video untuk youtube gue. Beneran ga kepikiran kalau waktu sudah pukul 00. Masih lanjut saja karena suami gue pun masih asik nonton film kesukaannya. Jadi gue bukan sengaja nunggu pukul 00 ya (itu bukan gue banget…haha).

Sampai akhirnya suami datang dan bilang Grattis. Gue duduk di sampingnya dan seperti biasa gue ajak berdoa.Biasalah mohon ampun sama yang berkuasa atas nyawa. Dosa gue uda banyak banget soalnya. Haha..

Terus suami nanya dong apa kadonya mau dibuka sekarang atau besok. Gue bilang buka aja. Maksud gue biar cepat selesailah. Lagian gue uda tau juga kan kadonya. Sampai akhirnya dia datang dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Duh…uda seperti artis artis youtube deh tepat pukul 00 pake acara nyanyi segala. Sewaktu suami mendekat barulah gue sadar kalau kado di tangannya bukan cuma satu melainkan dua. Deg !

Sebenarnya kado yang satunya tidak ada apa apanya dibanding ukuran kotak le creuset yang lumayan besar. Cuma meski kecil kalau melihat panjangnya sepertinya gue tahu itu apa. Dan pas gue buka…..jihaaaaaa PISAU ROTI edaaaaaa!

GUE TERHARU….hu hu hu hu…

Itulah mengapa gue selalu menulis di blog ini tentang ulang tahun gue karena selalu ada kejutan kecil yang bikin gue terharu dari suami gue itu. Rasanya dia ga pernah lelah mengatur skenario begini. Kenapa gue terharu?

Karena beberapa bulan sebelumnya gue pernah bilang kalau gue pengen punya pisau roti yang benar benar bagus. Ngobrol santailah pas kami nonton tv. Trus reaksi suami flat saja waktu itu dan bilang pisau roti di rumah juga bagus kok. Cuma namanya pengen yang lebih mumpuni ya kan. Boleh dong berharap. Sampai akhirnya gue lupa akan pisau itu dan malah minta pan sebagai hadiah. Dan manalah gue sangka kalau itu diingat ama suami.

IMG_2123~photo

Begitulah cerita tahun ke tahun. Dia tidak berubah. Sifat romantisnya itu tetap bertahan. Ini gue tulis bukan sok sok gaya seolah gue wanita beruntung sedunia. Ga sama sekali. Gue cuma terharu saja. Semoga kami diberi kesehatan. Amin.

Min födelsedag

Feb 2021.. 

PRINSESSTÅRTA(SWEDISH PRINCES CAKE)

Apa cake yang paling terkenal di Swedia? Jawabannya bisa dibilang Prinsestårta. Internasional mengenalnya sebagai Swedish Princes Cake. Sebenarnya ada beberapa cake terkenal di Swedia tapi prinsesstårta ini bisa dibilang lebih merangkul sejuta umat. Acara ulang tahun, pernikahan dan anniversary umumnya cake ini yang disajikan. Bahkan untuk sekedar fika di cafe atau rumah pun menyantap prinsestårta bukan hal yang aneh.

_MG_0820

Disebut prinsesstårta karena awalnya cake ini ditujukan untuk tiga putri di keluarga kerajaan Swedia. Jadi makan ini secara tidak langsung berasa princeslah. Haha..

Ciri khas prinsestårta sangat mudah dikenali. Tampilannya sederhana dan minimalis. Hanya berbalut lapisan berwarna hijau dengan dua lembar daun berikut sekuntum mawar kecil berwarna pink muda. Dan ditaburi gula halus. Minimalis tapi cantik. Jadi tidak sehebring cake yang ramai dengan balutan cream. Tapi bagian dalamnya seolah bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Penuh dengan lapisan yang leker. Kaya raya dengan rasa.

IMG_1899~photo

IMG_1900~photo
Tulisan grattis sebagai ucapan selamat

Prinsesstårta tidak menggunakan fondant melainkan marzipan yang terbuat dari bahan utama almond dan gula halus. Jadi rasanya lebih enak. Jujur dulu saya tidak begitu suka cake ini karena frosting creamnya banyak banget. Marzipannya kemanisan. Tapi lama lama saya doyan. Cuma bedanya kalau bikin sendiri rasa manis ini bisa dikontrol dan tidak berlebihan.

IMG_1831~photo-full
Dua lembar daun dan sekuntum mawar kecil yang menjadi ciri khasnya

Prinsesstårta terdiri dari bagian penting :

  1. Sponge cake
  2. Selai rapsberry
  3. Vanila pastry cream
  4. Frosting cream (whippy heavy cream)
  5. Marzipan
  6. Hiasan daun dan mawar
  7. Taburan gula halus

IMG_1871~photo-full

IMG_1844~photo-full
Cake ini semakin enak setelah berhari di kulkas. 

Pengen mencoba? tidak perlu jauh jauh ke Swedia. Kalian bisa bikin sendiri. Jika kalian melihat point penting bagian bagian cake ini, sebenarnya tinggal kalian siapin satu demi satu saja. Baru tinggal tumpukin perlapisan.

Paling untuk marzipan usahakan digilas perlahan sesuai kelenturannya. Karena kadang kadang marzipan cepat kering dan susah digilas. Makanya usahakan ketika digilas sudah agak empuk.

Untuk melihat cara pembuatan dan resep lengkapnya bisa melihat pada channel youtube saya di bawah ini :

MENGENAL POOLISH DAN BIGA PADA METODE ADONAN

Poolish dan Biga seolah dianggap dua hal yang sangat berbeda. Padahal sebenarnya sama sama starter/biang/pre-ferment yang terdiri dari campuran air, tepung dan ragi komersial. Ragi komersial bisa meliputi ragi instan, ragi basah atau ragi segar dan ragi kering aktif (dry active yeast). Bahkan beberapa bakers ada yang menambahkan dengan sourdough juga. 

_MG_9904
Shokupan /roti tawar (Biga)
_MG_9659
Shokupan /roti tawar (Poolish)

Sebutan poolish lebih dikenal di Perancis dan Biga di Italia. Sama halnya dengan Sponge di Inggris. Semuanya sama sama preferment. Ketika kita membuat adonan biang atau preferment maka kita bebas menentukan persentase hydration atau airnya. Dan mau berapa persen pun airnya maka tetap disebut preferment.

Tapi karena poolish lebih sering menggunakan hydration 100 persen dan cenderung liquid sementara biga lebih sering menggunakan 45 ke 50 persen hydration dan cenderung thick dan kering, sehingga membuat poolish dan biga seolah berbeda. Padahal di Italia sana poolish itu disebut juga dengan Liquida Biga. Jadi cuma beda istilah karena beda negara saja. Mereka masih serumpun. Hehehe..

_MG_9504
Poolish 100 % hydration
_MG_8713
Biga 45 % hydration. 

Dalam praktek sehari hari bakers Italia memang lebih suka menggunakan stiff starter. Baik itu preferment dengan ragi komersial maupun sourdough. Dan biga yang mereka gunakan rata rata hydrationnya antara 45 ke 50 persen. Cenderung kering. Untuk beberapa kasus memang ada juga yang menggunakan 60 persen. Adonan biangnya lebih lentur tapi padat.

Pada saat membuat adonan biang atau preferment sebaiknya menghindari pengulenan pada adonan. Tujuannya agar gluten pada adonan tidak cepat terbentuk. Pembentukan gluten yang berlebihan pada adonan starter justru kurang baik kata para pakarnya. Karena jika gluten benar benar terbentuk maka di tahap preferment ragi akan menghabiskan gluten. Sementara adonan biang ini akan digunakan untuk dicampur pada adonan final atau adonan kedua. Justru di sinilah pembentukan gluten dibutuhkan. Kurang lebih begitu yang bisa saya simpulkan. Apalagi untuk biga yang 45 persen hydration, adonan biga benar benar hanya disentuh pelan. Tidak boleh diaduk terlalu kuat. Gembur dan kering hasilnya. Bisa lihat foto di atas.

_MG_9671
Serat poolish
_MG_9681
Serat poolish

Poolish, biga adalah jenis preferment yang biasanya menggunakan ragi yang relatif sedikit dibanding takaran ragi biasa. Berkisar 0,1 hingga 0,5 gram dari takaran tepung yang digunakan. Ini takaran yang umum digunakan. Kalau ditimbang memang agak susah. Tapi untuk lebih memudahkan kira kira banyaknya ragi ini cuma secubit dua cubit ujung jari. Sedikit sekali. Dan akibatnya fermentasinya akan menjadi relatif lama berkisar antara 8 hingga 16 jam. Bahkan ada yang hingga 48 jam di suhu 3 derajat celcius.

_MG_9927
Serat biga
_MG_9919
Serat biga

Fermentasi ini tergatung suhu udara sekitar dan banyaknya ragi yang digunakan. Dari beberapa sumber yang saya baca, malah di negara 4 musim takaran ragi ini disesuaikan dengan musim. Jika musim panas sebaiknya menggunakan ragi (dalam hal ini instan yeast) lebih sedikit sekitar 0,1 hingga 0,2 persen dari takaran tepung. Kalau menggunakan ragi segar sekitar 0,5 persen dari takaran tepung. Logikanya di saat suhu panas fermentasi akan bekerja lebih cepat.

_MG_8852
Crusty Bread (Biga 45 % hydration)

Kalau musim dingin bisa menggunakan 0,3 gram ke 0,5 gram. Jika ditelisik bedanya cuma secuil sih tapi percayalah jika kalian menaruh 3 butir ragi instan dalam campuran sedikit air dan tepung maka akan mampu berfermentasi. Jadi jangan dianggap sepele ukuran berat ragi ini.

Saya pernah membuat roti 1 kilogram tepung dengan takaran ragi hanya 1/2 gram saja. Mengembang? yes! Hasilnya? Roti super lembut dan seratnya halusssssss banget. Jadi semakin lama fermentasinya akan menghasilkan roti yang lebih flavor.

_MG_8764
Crusty Bread (Poolish 100 % hydration)

Adonan preferment bisa digunakan ke adonan final tanpa menambah ragi lagi. Fermentasi menjadi super lama layaknya sourdough. Tapi bisa juga menambahkan sedikit ragi dalam takaran yang relatif sangat kecil juga. Fermentasi akan sedikit lebih cepat meski bisa dibilang tetap lama juga dibanding adonan yang menggunakan takaran ragi normal.

_MG_9630
Roti tawar (Poolish 100 % hydration)

Dari beberapa percobaan yang saya buat, untuk sementara bisa saya simpulkan jika poolish biga adalah preferment yang handlingnya lebih cocok ke jenis roti rustic atau country bread. Roti dengan bahan minimalis tanpa gula, butter dan telur. Lebih mudah handlingnya dibanding diaplikasikan ke adonan sweet atau soft bread seperti roti tawar atau shokupan.

Ketika saya mencoba ke adonan roti tawar, campuran adonan berasa sangat chewy dan susah rilex. Digilas agak membal meski sudah diresting. Permukaan menjadi kurang mulus. Tapi uniknya ketika final proofing justru permukaan yang kurang rapi tadi cepat sekali rata dan rapi. Mungkin karena elastisitas adonannya. Setidaknya ini masih berdasarkan pengamatan saya.

_MG_9921
Roti Tawar (Biga 45 % hydration)

Secara keseluruhan tidak terlihat perbedaan yang mencolok pada hasil roti jika menggunakan poolish biga. Sama lembut dan tahan lama. Tidak kering, sedikit chewy dan mengenyangkan karena rotinya lebih padat. Roti di suhu ruang saya yang berkisar 24 ke 25 derajat celcius hingga hari keempat tetap lembut dan tidak basi. Untuk perbandingan hasil keduanya bisa melihat pada foto foto di tulisan ini.

Akhirnya Salju Turun Lagi!

Video terbaru di channel youtube gue. Mumpung salju turun lagi setelah sempat mencair. Gue kangen salju seperti tahun tahun sebelumnya. Klik ya video di bawah.

SELAMAT TINGGAL 2019

Melow……………..(setiap pergantian tahun selalu ada rasa ini).

Tahun 2019 menjadi tahun yang sangat cepat berputar. Setidaknya itu yang gue rasakan. Padahal kehidupan gue sih masih begitu begitu saja. Tidak banyak yang berubah. Gue tetap menjadi perempuan yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah tepatnya memporak-porandakan dapur. Dan semakin hari keinginan bertapa di rumah semakin menjadi. Rasanya malas banget kemana kemana.

IMG_9529~photo

Mungkin karena hobby baking dan cooking semakin menggilai pikiran dan tubuh gue. Rasanya nikmat banget. Konyol ya. Apalagi gue lagi asik asiknya berbagi resep dan tutorial di channel youtube yang gue kelola.

IMG_8361~photo-full

Hobby baking dan cooking yang gue jalani seperti gayung bersambut ketika orang lain memberi apresiasi dan bilang resepnya cocok. Wahhh………………..rasanya senang banget. Bereksperimen dengan resep resep baru serta setia menggeluti dunia sourdough hingga menuangkannya ke dalam bentuk videography sungguhlah membuat gue cintaaaaaaa!

Meskipun kadang kadang ada rasa lelah ketika editing tapi so far tetap asik asik saja. Banyak masukan terkait channel youtube yang gue create. Tapi sajauh ini rasa idealisme masih lebih dominan. Gue lebih mengutamakan resep.

IMG_3279~photo-full
Bakso andalan yang kenyal dan berhasil menarik perhatian customer. Haha..

Dan lagi lagi dari hobby baking dan cooking ini gue bisa menghasilkan uang. Meski belum banyak tapi adalah beberapa teman Indonesia yang stay di Swedia memesan masakan ke gue. Hitung hitung menambah semangat ya kan.

IMG_8233~photo-full

IMG_8229~photo-full

Dan puncaknya adalah ketika mendapat bayaran adsanse dari youtube atas tayangan iklan di video gue. Tahun lalu gue mendapat gaji pertama dari youtube. Congratulation cinnnnnt..! Meski cuma sedikit tapi senang banget. Gue terharu…huhuhu.

IMG_7129~photo-full
Bakpaonya lembuttt makkk!

Tahun 2019 menjadi tahun dimana gue lumayan kurang aktif bermain instgaram. Maksudnya instagram pribadi ya. Akun instagram gue lebih dari satu cuyyy. Gue beda bedain sesuai fungsinya. Gile kan maniak banget. Haha..

Beberapa bulan terakhir ini gue lebih aktif menggunakan instagram masak memasak gue. Boleh difollow kakaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk nama akunnya @Dapursicongok dan untuk channel youtubenya juga sama namanya  Dapursicongok.

Apalagi  ya……hmmmmmm

Oh iya…..di tahun 2019 gue berhasil menurunkan berat badan sebanyak 8 kilogram. Gue mengikuti diet mediterania yang dianjurkan dokter. Makan seperti biasa tapi porsi sayuran dan buah lebih banyak. Makan daging dan karbo dikurangi porsinya dan wajib jalan kaki paling tidak setengah jam dalam sehari. Meski saat ini berat badan gue suka naik turun sekitar sekilo karena suka ga disiplin apalagi pas natal hingga tahun baru kemaren makannya uda kayak gasing. Tapi setidaknya berat badan gue ga sesubur sebelumnya yang mencapai 73 kilogram.

IMG_5912~photo
Hasil geprak geprek dapur

Mendekati ujung tahun 2019, akhirnya gue bisa menyelesaikan kursus bahasa Swedia yang entah sudah berapa tahun tertunda tunda karena berjuta alasan yang tidak perlu gue jabarkan lagi di tulisan ini. Gue sendiri pun tidak tau apakah harus senang atau malu memberitahukan ini…..haha. Mengingat setelah lima tahun stay di Swedia, baru di tahun 2019 lah gue bisa menyelesaikan ujian nasional.

IMG_8036~photo.jpg
Mayan kurusan. Sekarang sih lagi naik 2 kilogram hahaha..

IMG_3364~photo-full

Sebenarnya jika tidak mudik ke tanah air di tahun 2018, mungkin kursus bahasa ini bisa gue kelarkan. Tapi lagi lagi jiwa pemalasnya lebih membara. Begitupun tetap gue syukuri karena tekat gue untuk bisa menyelesaikan ujian nasional tercapai sudah. Hasilnya sih belum tahu sampai tulisan ini gue publish. Semoga sesuai harapanlah.

Ya Tuhan…………berasa punya bisul terus pecah. Plong banget. Senangnya ga jauh beda sewaktu lulus S1 di jaman gue masih imut. Hahaha……………..lega banget!

IMG_0028~photo

Gue bukanlah pribadi yang secara rutin membuat target dalam hidup. Gue tipikal yang menjalani hidup layaknya air mengalir. Cuma gue berani jalani demikian karena gue sesuaikan juga dengan keadaan real hidup gue. Artinya gue punya alasan mengapa tak harus menargetkan sesuatu dalam hidup gue. Sejauh ini gue jalani aman aman saja. Mulai dari jaman kuliah, kerja, telat menikah hingga menikah semuanya gue jalani layaknya air mengalir. Gue bahagia menurut standart diri guelah. Tahu memutuskan yang terbaik untuk hidup gue. Kapan gue harus membuat target dan kapan tidak.

IMG_9113~photo-full

Tapi ketika memutuskan sebuah target bisa ga melihat kiri kanan. All out banget. Fokus dan ga mau main main. Dan saat ini waktunya gue membuat sedikit target yang lebih serius di tahun 2020. Target kecil kecilanlah tanpa merusak pikiran dan badan gue. Doakan gue…

IMG_0214~photo

Detik detik pergantian tahun gue habiskan berdua saja dengan suami. Jika biasanya kami pergi makan malam atau bergabung dengan teman, entah mengapa tahun ini rasanya kok malas banget. Sampai sampai tetangga mengundang makan malam bersama pun gue malas. Ada yang bisa gue petik di pergantian tahun kemaren, betapa gue sangat menyayangi suami gue itu. Meski cuma berdua kami merasakan quality time yang sangat bagus. Kami tak lupa berdoa……memohon agar tahun 2020 dan seterusnya tetap sehat..

IMG_9112~photo-full

SELAMAT TINGGAL 2019

SELAMAT DATANG 2020

Suka Pizza? Bikin Sendiri Saja!

Siapalah mak yang tidak tahu Pizza. Makanan Italia ini memang sangat mendunia. Kamu penyuka pizza? Kalau saya dibilang suka banget sih ga. Tapi icip icip maulah. Suami saya tuh baru doyan banget.

Pizza yang ideal itu sudah barang tentu berkiblat ke negara asalnya di Italia sana. Jadi bukan pizza modal ditaburi keju dan aneka topping tapi teksturnya tak beda dengan roti biasa. Jatuhnya jadi roti pizza. Pizza yang teksturnya mirip softbuns. Terlalu membengkak. Pizza itu idealnya ga perlu pakai telur dan butter. Karena pizza bukan roti tawar, bukan sandwich bread, bukan roti sobek.

IMG_4630

Pizza yang saya bikin ini condong ke Neapolitan Pizza. Pizza tipis dan lumayan kriuk meski tidak kriuk kriuk banget. Jika harus bersanding dengan hasil bikinan pakar pizza sudah jelas terhempas ciaaoooooo. Tapi setidaknya bisa makan pizza ala italia hasil bikinan sendiri cukup mampu membuat hati berbangga. Apalagi menurut suami dan tetangga, pizza buatan saya memang enak pakai bengeeeetttttt. Bukan hoax….hahaha.

IMG_4673

IMG_4662

Menurut saya adonan pizza tingkat toleransinya lumayan tinggi. Kemungkinan gagalnya relatif rendah. Semisal hasilnya tidak begitu sempurna tapi ketika dimakan rasanya tetap ga aneh di mulut. Tetap rasa pizza. Mungkin karena ketutup aneka topping. Meskipun begitu jika mampu menghasilkan adonan pizza yang lentur dan elastis, gampang direnggangkan dan tidak mudah sobek, tentulah akan menghasilkan pizza yang lebih flavor dan renyah di bagian pinggirannya.

IMG_4634
Berhubung sodokan pizza saya tidak terlalu besar, jadinya lingkaran pizza sengaja saya bikin tidak terlalu lebar. Ini hanya bagian pinggirnya saja yang terlihat tebal akibat gelembung udara  yang dihasilkan fermentasi yang lama. Bagian bawahnya tetap tipis

Pizza Italia itu identik dengan pizza tipis. Pinggirannya cenderung tidak rapi rapi banget, bergelembung akibat gelembung udara dari hasil fermentasi yang relatif lama. Dan toppingnya tidak terlalu heboh karena mereka mainnya di keju. Bahkan jaman dulu malah ga harus ditaburi keju. Cukup dengan saos tomat.

Untuk menghasilkan pizza yang sempurna idealnya dipanggang di suhu yang cukup tinggi (high temperature) di oven batu menggunakan kayu bakar. Cara tradisional yang hingga sekarang masih tetap dijalankan.

IMG_4648

Lalu bagaimana dengan oven rumahan? Bukankah suhunya relatif terbatas? Jawabannya tentu bisa. Cuma hasilnya memang tidak sama persis dengan pizza yang dipanggang di oven batu. Untuk menghasilkan pizza rumahan yang mendekati sempurna, bisa diakali dengan bantuan baking stone. Caranya dengan memasukkan baking stone ke dalam oven ketika oven sudah mencapai suhu tertingginya.

IMG_4636

Sebaiknya masukkanlah adonan pizza ke dalam oven tanpa harus ditaburi keju maupun topping terlebih dahulu. Tujuannya agar adonan pizza lebih gampang diletakin di atas baking stone. Ingat…size baking stone untuk oven pada umumnya relatif terbatas dan tidak terlalu besar. Jadi kalau tangan belum terbiasa dengan teknik menekuk sodokan pizza, kemungkinan besar ada resiko adonan tetap stay di sodokan pizza. Adonan yang belum ditaburi keju dan topping biasanya lebih mudah diletakin ke baking stone karena tidak terlalu berat. Apalagi ketika adonan dimasukkan ke dalam oven, suhu oven sangat panas. Kemungkinan besar keju bisa cepat melting dan lengket disodokan.

Hmmmmm…..kalau baking stone ga punya? Do Not Panic!

Bisa diakali dengan menggunakan baking tray atau loyang. Loyang cukup ditelungkupin. Kemudian letakin adonan pizza di atasnya. Jadi hasilnya lebih cepat kering dan garing.

IMG_4637
Sengaja bikin agak tebal seperti pan pizza

Jika ingin menghasilkan pizza yang benar benar kriuk, gunakanlah loyang khusus yang bagian bawahnya sudah dibolong bolongin. Topping tidak perlu terlalu banyak termasuk saos tomatnya.

Jika ingin menghasilkan pizza yang tebal dan bertekstur lembut, bisa menggunakan pan atau loyang bagian dalam (tidak perlu ditelungkupin). Sebelum memberi topping jangan lupa menusuk nusuk permukaan adonan terlebih dahulu. Baru beri tambahan topping yang lumayan padat. Lama di dalam oven harus disesuaikan dengan ketebalan adonan pizza dan topping. Agar pizza matang sempurna.

IMG_4669

Selain itu bisa juga dengan cara memasukan loyang atau pan berisi adonan pizza yang cuma diolesi saos tomat (tanpa keju dan topping). Lalu panggang di oven selama 5 menit (tergantung ketebalan pizza dan ukuran loyang). Setelah itu baru dikeluarkan dan diberi tambahan topping dan keju. Kemudian dimasukkan kembali ke dalam oven sekitar 10 menit.

Pengulenan adonan pizza bisa beragam. Ada yang nihil pengulenan (no knead) dan langsung difermentasi over night sekitar 12 hingga 18 jam di suhu ruang. Ada juga yang diuleni sebatas kalis atau hingga smooth elastis. Saya pernah mencoba semuanya. Menurut saya adonan yang smooth dan elastis setelah difermentasi hasilnya lebih lentur, ringan dan renyah. 

IMG_4670

Proses fermentasi pada adonan pizza juga beragam. Ada yang short fermentasi cuma sekitar 15 hingga 1/2 jam langsung dimasukin oven. Ada yang cuma 2 jam, 6 jam bahkan long fermentasi selama 24 jam hingga 75 jam di suhu kulkas. Pilihan di tangan anda. Saya memilih fermentasi di atas 24 jam dengan metode slow fermentasi di suhu ruang dan juga suhu kulkas. 

Slow fermentasi dengan rentang waktu yang relatif lama akan menghasilkan adonan pizza yang lebih berongga dan lentur. Lebih mudah direnggangkan dan tidak mudah sobek karena tingkat elastisitas adonan sangat tinggi. Tekstur pizza lebih ringan. Ketika adonan ditekan gelembung udara sangat jelas terlihat.

Sedangkan fermentasi yang singkat membuat adonan minim rongga dan gelembung udara. Akibatnya meski sudah elastis tapi kelenturan adonan belum maksimal. Adonan masih berasa berat dan kurang ringan. Jadi ketika ditekan tekan dengan jari, gelembung udara belum banyak keluar karena adonan masih relatif rapat. Ini menurut pandangan berdasarkan pengalaman saya. 

IMG_4671
Fermentasi yang relatif panjang, biasanya sangat mudah menghasilkan rongga dan gelembung pada bagian pinggir pizza seperti di foto. Dan lebih tasty juga. 

IMG_4635

Sebaiknya penggunaan ragi pada adonan pizza tidak perlu terlalu banyak. Ragi yang relatif sedikit akan melalui proses slow fermentasi. Slow fermentasi butuh waktu lumayan lama. Adonan pizza akan mengembang secara perlahan dan menghasilkan adonan yang lentur sempurna. Konon katanya baker besar di Italia hanya menggunakan 1/2 hingga 1 gram ragi untuk 1 kilogram tepung bahkan bisa lebih. Bisa mengembang? Bisa dong! saya sudah pernah mencoba. Hasil adonan super pluffy.

Berikut resep pizza yang saya bikin (Total fermentasi lebih dari 24 jam). 

Bahan :

  • 500 gram tepung serba guna
  • 2 gram ragi instan
  • 22 gram olive oil
  • 6 gram garam
  • 330 gram air hangat

Saos Tomat :

Untuk saos tomat sebaiknya ditambahkan bubuk merica, bubuk bawang putih, garam dan Thymes herbs (optional).

Untuk keju : gunakan keju kualitas bagus

Cara Membuat:

  • Masukkan air ke dalam wadah. Tambahkan ragi. Kemudian aduk rata (pakai tangan juga boleh)
  • Masukkan olive oil dan tepung. Aduk dengan tangan hingga rata saja.
  • Lalu tuang adonan ke atas meja kerja
  • Uleni sekitar 3 menit (jika adonan lengket di tangan sebaiknya cuci tangan anda dan lanjut menguleni)
  • Setelah diuleni selama 3 menit, tutup adonan dengan serbet basah dan biarkan sekitar 1/2 jam
  • Setelah 1/2 jam lanjutkan menguleni adonan hingga smooth dan elastis (saya butuh waktu sekitar 10 hingga 15 menit)
  • Lalu bulatkan adonan, masukkan ke dalam wadah yang sudah diolesi dengan sedikit olive oil (minyak zitun)
  • Tutup dengan plastic wrap secara rapat dan timpa dengan serbet basah.
  • Biarkan mengembang di suhu ruang hingga double size (Saya butuh waktu sekitar 6 jam sesuai suhu ruang saya)
  • Setelah adonan mengembang hingga double size tuang ke atas meja kerja.
  • Bulatkan adonan. Bagi menjadi 3 atau 4 bagian (sesuai kebutuhan)
  • Susun masing masing potongan adonan di atas loyang yang sudah ditaburi tepung.
  • Taburi permukaan adonan dengan tepung.
  • Tutup rapat dengan plastik wrap.
  • Masukkan ke dalam kulkas selama 16-18 jam
  • Lalu setelah itu keluarkan dari dalam kulkas dan biarkan di suhu ruang sekitar 1 1/2 jam
  • Setelah adonan dibiarkan di suhu ruang sekitar 40 hingga 45 menit, panaskan oven di suhu 250 atau 275 (suhu tertinggi oven masing masing)
  • Setelah suhu oven tercapai, masukkan baking stone ke dalam oven dan biarkan selama 30 hingga 40 menit.
  • Lalu keluarkan adonan pizza secara hati hati dan perlahan dari dalam loyang menggunakan bantuan scraper.
  • Tuang ke dalam wadah berisi tepung.
  • Letakin di atas meja kerja
  • Tekan tekan permukaan adonan dengan 10 jari tangan mulai dari bawah hingga batas 1 cm dari sisi lingkaran adonan. Jadi sisi lingkaran menggelembung dengan lebar sekitar 1 cm.
  • Balikkan adonan
  • Lalu bolak balik perlahan dengan bantuan dua tangan
  • Kemudian posisikan kedua tangan di bagian central adonan (bisa dikepal atau direnggangkan)
  • Perlahan lahan stretching (renggangkan) adonan dengan cara memutar kedua tangan secara perlahan
  • Lalu letakin adonan di atas sodokan pizza yang sudah ditaburi tepung
  • Tabur saos tomat. Sisakan sekitar 1 cm (tidak terkena saos tomat)
  • Masukkan ke dalam oven selama 5 menit
  • Lalu keluarkan dari dalam oven
  • Taburi mozzarella
  • Beri topping sesuai selera
  • Panggang kembali di oven selama 5 hingga 7 menit (sambil dipantau aja ya)
  • Keluarkan pizza dan siap disantap.

Tutorial jelasnya bisa klik video di bawah ini :

Berkereta Dengan Valley Indah ke Narvik Norwegia

Narvik adalah kota yang direkomendasikan kerabat maupun teman suami ketika mereka mengetahui jika saya dan suami akan berlibur ke Kiruna Lapland Swedia.

“Du Måste åka till Narvik. Det är så jätte fint” (Kamu harus ke Narvik. Narvik itu Indah sekali). Begitulah kata mereka.

IMG_1541
Kota Narvik dikawal gunung dengan sentuhan salju. Mirip iklan coklat

Dan memang benar adanya. Kiruna Narvik ibarat liburan sepaket. Jalan jalan ke Kiruna ya memang harus ke Narvik. Demikian juga sebaliknya. Selain jarak keduanya yang cuma selemparan kolor (cukup 3 jam berkereta), pun perjalanan yang dilewati sangat memanjakan mata.

Konon perjalanan melalui kereta dari Kiruna-Narvik-Kiruna sangatlah terkenal karena keindahan alam bernuansa artic yang dilalui kereta di sepanjang perjalanan.

IMG_1493
Salah satu lukisan alam yang bisa dilihat dan dibidik dari kereta

IMG_1487
Kece ya

Kereta melewati Abisko, kawasan taman alam nasional di Lapland Swedia yang sangat terkenal dan banyak digemari para penjejak alam. Dari kereta akhirnya saya bisa melihat Lapporten, si gunung terbelah berbentuk U yang menjadi ikon Abisko. Lembah (valley), little house, forest, gundukan gunung bersalju, danau, sungai hingga fjord adalah kombinasi alam yang solit. Perjalanan nyaris tidak berasa. Selevel virus ngantuk pun malas menyerang. Sepertinya ikutan terpesona.

IMG_3077
View dari kereta. Little house diantara luasnya tebing batu

IMG_3076
View dari kereta

IMG_3081
Di saat musim dingin, nyaris tak ada kehidupan di sini. Ketimbun salju semua.

Sesuai saran teman dan kerabat, ke Narvik tidak perlulah menginap. Jadi kami hanya belasan jam di Narvik. Tak banyak yang kami jalani.  Kami cukup puas dengan makan udang dan ikan segar, duduk di alun alun kota sambil menikmati ice cream, melihat jejeran rapi rumah kayu hingga gunung berbalut salju. Berasa menikmati dua musim sekaligus. Kota tapi ada gunungnya. Ada fjordnya pula. Kesukaan saya banget pemirsah.

IMG_3092 (1)

IMG_3093
Sekitar alun alun kota. Perpaduan modern dan nature

The best way to experience Narvik adalah mencoba cable car menuju puncak Narvik Fjället. Dari sinilah seluruh lukisan alam kota Narvik terlihat komplit. Kami menikmati ketenangan air Ofot Fjord. Norwegia memang selalu mendapat tempat di hati saya. The land of the fjord. Dan seperti biasa jiwa narsis saya selalu bergemuruh ketika melihat keindahan yang hakiki. Supaya awet muda. Hahaha.

IMG_1625

IMG_1557

Merunut ke belakang, Kiruna dan Narvik adalah dua kota beda negara. Swedia dan Norwegia. Negara Skandinavia. Dua kota yang saling membutuhkan terutama di sektor ekonomi dan parawisata.

IMG_3085

IMG_3088
View dari Narvik Fjället

Kiruna punya pertambangan biji besi kelas dunia bernama LKAB. Hingga saat ini biji besi hasil tambang LKAB hanya mampu didistribusikan ke Narvik. Konon air di pelabuhan kota Narvik tidak pernah membeku sekalipun musim dingin. Inilah alasan mengapa jalur kereta dibangun ke kota Narvik karena dianggap sangat efisien untuk transportasi lautnya. Dan pelabuhan ini pun menjadi sangat identik dengan hasil tambang biji besi LKAB.

Berikut foto foto si Narvik yang sayang cuma disimpan di laptop..

IMG_3096
Rumah rumah kayu di pegunungan

IMG_3091