Suka Pizza? Bikin Sendiri Saja!

Siapalah mak yang tidak tahu Pizza. Makanan Italia ini memang sangat mendunia. Kamu penyuka pizza? Kalau saya dibilang suka banget sih ga. Tapi icip icip maulah. Suami saya tuh baru doyan banget.

Pizza yang ideal itu sudah barang tentu berkiblat ke negara asalnya di Italia sana. Jadi bukan pizza modal ditaburi keju dan aneka topping tapi teksturnya tak beda dengan roti biasa. Jatuhnya jadi roti pizza. Pizza yang teksturnya mirip softbuns. Terlalu membengkak. Pizza itu idealnya ga perlu pakai telur dan butter. Karena pizza bukan roti tawar, bukan sandwich bread, bukan roti sobek.

IMG_4630

Pizza yang saya bikin ini condong ke Neapolitan Pizza. Pizza tipis dan lumayan kriuk meski tidak kriuk kriuk banget. Jika harus bersanding dengan hasil bikinan pakar pizza sudah jelas terhempas ciaaoooooo. Tapi setidaknya bisa makan pizza ala italia hasil bikinan sendiri cukup mampu membuat hati berbangga. Apalagi menurut suami dan tetangga, pizza buatan saya memang enak pakai bengeeeetttttt. Bukan hoax….hahaha.

IMG_4673

IMG_4662

Menurut saya adonan pizza tingkat toleransinya lumayan tinggi. Kemungkinan gagalnya relatif rendah. Semisal hasilnya tidak begitu sempurna tapi ketika dimakan rasanya tetap ga aneh di mulut. Tetap rasa pizza. Mungkin karena ketutup aneka topping. Meskipun begitu jika mampu menghasilkan adonan pizza yang lentur dan elastis, gampang direnggangkan dan tidak mudah sobek, tentulah akan menghasilkan pizza yang lebih flavor dan renyah di bagian pinggirannya.

IMG_4634
Berhubung sodokan pizza saya tidak terlalu besar, jadinya lingkaran pizza sengaja saya bikin tidak terlalu lebar. Ini hanya bagian pinggirnya saja yang terlihat tebal akibat gelembung udara  yang dihasilkan fermentasi yang lama. Bagian bawahnya tetap tipis

Pizza Italia itu identik dengan pizza tipis. Pinggirannya cenderung tidak rapi rapi banget, bergelembung akibat gelembung udara dari hasil fermentasi yang relatif lama. Dan toppingnya tidak terlalu heboh karena mereka mainnya di keju. Bahkan jaman dulu malah ga harus ditaburi keju. Cukup dengan saos tomat.

Untuk menghasilkan pizza yang sempurna idealnya dipanggang di suhu yang cukup tinggi (high temperature) di oven batu menggunakan kayu bakar. Cara tradisional yang hingga sekarang masih tetap dijalankan.

IMG_4648

Lalu bagaimana dengan oven rumahan? Bukankah suhunya relatif terbatas? Jawabannya tentu bisa. Cuma hasilnya memang tidak sama persis dengan pizza yang dipanggang di oven batu. Untuk menghasilkan pizza rumahan yang mendekati sempurna, bisa diakali dengan bantuan baking stone. Caranya dengan memasukkan baking stone ke dalam oven ketika oven sudah mencapai suhu tertingginya.

IMG_4636

Sebaiknya masukkanlah adonan pizza ke dalam oven tanpa harus ditaburi keju maupun topping terlebih dahulu. Tujuannya agar adonan pizza lebih gampang diletakin di atas baking stone. Ingat…size baking stone untuk oven pada umumnya relatif terbatas dan tidak terlalu besar. Jadi kalau tangan belum terbiasa dengan teknik menekuk sodokan pizza, kemungkinan besar ada resiko adonan tetap stay di sodokan pizza. Adonan yang belum ditaburi keju dan topping biasanya lebih mudah diletakin ke baking stone karena tidak terlalu berat. Apalagi ketika adonan dimasukkan ke dalam oven, suhu oven sangat panas. Kemungkinan besar keju bisa cepat melting dan lengket disodokan.

Hmmmmm…..kalau baking stone ga punya? Do Not Panic!

Bisa diakali dengan menggunakan baking tray atau loyang. Loyang cukup ditelungkupin. Kemudian letakin adonan pizza di atasnya. Jadi hasilnya lebih cepat kering dan garing.

IMG_4637
Sengaja bikin agak tebal seperti pan pizza

Jika ingin menghasilkan pizza yang benar benar kriuk, gunakanlah loyang khusus yang bagian bawahnya sudah dibolong bolongin. Topping tidak perlu terlalu banyak termasuk saos tomatnya.

Jika ingin menghasilkan pizza yang tebal dan bertekstur lembut, bisa menggunakan pan atau loyang bagian dalam (tidak perlu ditelungkupin). Sebelum memberi topping jangan lupa menusuk nusuk permukaan adonan terlebih dahulu. Baru beri tambahan topping yang lumayan padat. Lama di dalam oven harus disesuaikan dengan ketebalan adonan pizza dan topping. Agar pizza matang sempurna.

IMG_4669

Selain itu bisa juga dengan cara memasukan loyang atau pan berisi adonan pizza yang cuma diolesi saos tomat (tanpa keju dan topping). Lalu panggang di oven selama 5 menit (tergantung ketebalan pizza dan ukuran loyang). Setelah itu baru dikeluarkan dan diberi tambahan topping dan keju. Kemudian dimasukkan kembali ke dalam oven sekitar 10 menit.

Pengulenan adonan pizza bisa beragam. Ada yang nihil pengulenan (no knead) dan langsung difermentasi over night sekitar 12 hingga 18 jam di suhu ruang. Ada juga yang diuleni sebatas kalis atau hingga smooth elastis. Saya pernah mencoba semuanya. Menurut saya adonan yang smooth dan elastis setelah difermentasi hasilnya lebih lentur, ringan dan renyah. 

IMG_4670

Proses fermentasi pada adonan pizza juga beragam. Ada yang short fermentasi cuma sekitar 15 hingga 1/2 jam langsung dimasukin oven. Ada yang cuma 2 jam, 6 jam bahkan long fermentasi selama 24 jam hingga 75 jam di suhu kulkas. Pilihan di tangan anda. Saya memilih fermentasi di atas 24 jam dengan metode slow fermentasi di suhu ruang dan juga suhu kulkas. 

Slow fermentasi dengan rentang waktu yang relatif lama akan menghasilkan adonan pizza yang lebih berongga dan lentur. Lebih mudah direnggangkan dan tidak mudah sobek karena tingkat elastisitas adonan sangat tinggi. Tekstur pizza lebih ringan. Ketika adonan ditekan gelembung udara sangat jelas terlihat.

Sedangkan fermentasi yang singkat membuat adonan minim rongga dan gelembung udara. Akibatnya meski sudah elastis tapi kelenturan adonan belum maksimal. Adonan masih berasa berat dan kurang ringan. Jadi ketika ditekan tekan dengan jari, gelembung udara belum banyak keluar karena adonan masih relatif rapat. Ini menurut pandangan berdasarkan pengalaman saya. 

IMG_4671
Fermentasi yang relatif panjang, biasanya sangat mudah menghasilkan rongga dan gelembung pada bagian pinggir pizza seperti di foto. Dan lebih tasty juga. 

IMG_4635

Sebaiknya penggunaan ragi pada adonan pizza tidak perlu terlalu banyak. Ragi yang relatif sedikit akan melalui proses slow fermentasi. Slow fermentasi butuh waktu lumayan lama. Adonan pizza akan mengembang secara perlahan dan menghasilkan adonan yang lentur sempurna. Konon katanya baker besar di Italia hanya menggunakan 1/2 hingga 1 gram ragi untuk 1 kilogram tepung bahkan bisa lebih. Bisa mengembang? Bisa dong! saya sudah pernah mencoba. Hasil adonan super pluffy.

Berikut resep pizza yang saya bikin (Total fermentasi lebih dari 24 jam). 

Bahan :

  • 500 gram tepung serba guna
  • 2 gram ragi instan
  • 22 gram olive oil
  • 6 gram garam
  • 330 gram air hangat

Saos Tomat :

Untuk saos tomat sebaiknya ditambahkan bubuk merica, bubuk bawang putih, garam dan Thymes herbs (optional).

Untuk keju : gunakan keju kualitas bagus

Cara Membuat:

  • Masukkan air ke dalam wadah. Tambahkan ragi. Kemudian aduk rata (pakai tangan juga boleh)
  • Masukkan olive oil dan tepung. Aduk dengan tangan hingga rata saja.
  • Lalu tuang adonan ke atas meja kerja
  • Uleni sekitar 3 menit (jika adonan lengket di tangan sebaiknya cuci tangan anda dan lanjut menguleni)
  • Setelah diuleni selama 3 menit, tutup adonan dengan serbet basah dan biarkan sekitar 1/2 jam
  • Setelah 1/2 jam lanjutkan menguleni adonan hingga smooth dan elastis (saya butuh waktu sekitar 10 hingga 15 menit)
  • Lalu bulatkan adonan, masukkan ke dalam wadah yang sudah diolesi dengan sedikit olive oil (minyak zitun)
  • Tutup dengan plastic wrap secara rapat dan timpa dengan serbet basah.
  • Biarkan mengembang di suhu ruang hingga double size (Saya butuh waktu sekitar 6 jam sesuai suhu ruang saya)
  • Setelah adonan mengembang hingga double size tuang ke atas meja kerja.
  • Bulatkan adonan. Bagi menjadi 3 atau 4 bagian (sesuai kebutuhan)
  • Susun masing masing potongan adonan di atas loyang yang sudah ditaburi tepung.
  • Taburi permukaan adonan dengan tepung.
  • Tutup rapat dengan plastik wrap.
  • Masukkan ke dalam kulkas selama 16-18 jam
  • Lalu setelah itu keluarkan dari dalam kulkas dan biarkan di suhu ruang sekitar 1 1/2 jam
  • Setelah adonan dibiarkan di suhu ruang sekitar 40 hingga 45 menit, panaskan oven di suhu 250 atau 275 (suhu tertinggi oven masing masing)
  • Setelah suhu oven tercapai, masukkan baking stone ke dalam oven dan biarkan selama 30 hingga 40 menit.
  • Lalu keluarkan adonan pizza secara hati hati dan perlahan dari dalam loyang menggunakan bantuan scraper.
  • Tuang ke dalam wadah berisi tepung.
  • Letakin di atas meja kerja
  • Tekan tekan permukaan adonan dengan 10 jari tangan mulai dari bawah hingga batas 1 cm dari sisi lingkaran adonan. Jadi sisi lingkaran menggelembung dengan lebar sekitar 1 cm.
  • Balikkan adonan
  • Lalu bolak balik perlahan dengan bantuan dua tangan
  • Kemudian posisikan kedua tangan di bagian central adonan (bisa dikepal atau direnggangkan)
  • Perlahan lahan stretching (renggangkan) adonan dengan cara memutar kedua tangan secara perlahan
  • Lalu letakin adonan di atas sodokan pizza yang sudah ditaburi tepung
  • Tabur saos tomat. Sisakan sekitar 1 cm (tidak terkena saos tomat)
  • Masukkan ke dalam oven selama 5 menit
  • Lalu keluarkan dari dalam oven
  • Taburi mozzarella
  • Beri topping sesuai selera
  • Panggang kembali di oven selama 5 hingga 7 menit (sambil dipantau aja ya)
  • Keluarkan pizza dan siap disantap.

Tutorial jelasnya bisa klik video di bawah ini :

Berkereta Dengan Valley Indah ke Narvik Norwegia

Narvik adalah kota yang direkomendasikan kerabat maupun teman suami ketika mereka mengetahui jika saya dan suami akan berlibur ke Kiruna Lapland Swedia.

“Du Måste åka till Narvik. Det är så jätte fint” (Kamu harus ke Narvik. Narvik itu Indah sekali). Begitulah kata mereka.

IMG_1541
Kota Narvik dikawal gunung dengan sentuhan salju. Mirip iklan coklat

Dan memang benar adanya. Kiruna Narvik ibarat liburan sepaket. Jalan jalan ke Kiruna ya memang harus ke Narvik. Demikian juga sebaliknya. Selain jarak keduanya yang cuma selemparan kolor (cukup 3 jam berkereta), pun perjalanan yang dilewati sangat memanjakan mata.

Konon perjalanan melalui kereta dari Kiruna-Narvik-Kiruna sangatlah terkenal karena keindahan alam bernuansa artic yang dilalui kereta di sepanjang perjalanan.

IMG_1493
Salah satu lukisan alam yang bisa dilihat dan dibidik dari kereta
IMG_1487
Kece ya

Kereta melewati Abisko, kawasan taman alam nasional di Lapland Swedia yang sangat terkenal dan banyak digemari para penjejak alam. Dari kereta akhirnya saya bisa melihat Lapporten, si gunung terbelah berbentuk U yang menjadi ikon Abisko. Lembah (valley), little house, forest, gundukan gunung bersalju, danau, sungai hingga fjord adalah kombinasi alam yang solit. Perjalanan nyaris tidak berasa. Selevel virus ngantuk pun malas menyerang. Sepertinya ikutan terpesona.

IMG_3077
View dari kereta. Little house diantara luasnya tebing batu
IMG_3076
View dari kereta
IMG_3081
Di saat musim dingin, nyaris tak ada kehidupan di sini. Ketimbun salju semua.

Sesuai saran teman dan kerabat, ke Narvik tidak perlulah menginap. Jadi kami hanya belasan jam di Narvik. Tak banyak yang kami jalani.  Kami cukup puas dengan makan udang dan ikan segar, duduk di alun alun kota sambil menikmati ice cream, melihat jejeran rapi rumah kayu hingga gunung berbalut salju. Berasa menikmati dua musim sekaligus. Kota tapi ada gunungnya. Ada fjordnya pula. Kesukaan saya banget pemirsah.

IMG_3092 (1)

IMG_3093
Sekitar alun alun kota. Perpaduan modern dan nature

The best way to experience Narvik adalah mencoba cable car menuju puncak Narvik Fjället. Dari sinilah seluruh lukisan alam kota Narvik terlihat komplit. Kami menikmati ketenangan air Ofot Fjord. Norwegia memang selalu mendapat tempat di hati saya. The land of the fjord. Dan seperti biasa jiwa narsis saya selalu bergemuruh ketika melihat keindahan yang hakiki. Supaya awet muda. Hahaha.

IMG_1625

IMG_1557

Merunut ke belakang, Kiruna dan Narvik adalah dua kota beda negara. Swedia dan Norwegia. Negara Skandinavia. Dua kota yang saling membutuhkan terutama di sektor ekonomi dan parawisata.

IMG_3085

IMG_3088
View dari Narvik Fjället

Kiruna punya pertambangan biji besi kelas dunia bernama LKAB. Hingga saat ini biji besi hasil tambang LKAB hanya mampu didistribusikan ke Narvik. Konon air di pelabuhan kota Narvik tidak pernah membeku sekalipun musim dingin. Inilah alasan mengapa jalur kereta dibangun ke kota Narvik karena dianggap sangat efisien untuk transportasi lautnya. Dan pelabuhan ini pun menjadi sangat identik dengan hasil tambang biji besi LKAB.

Berikut foto foto si Narvik yang sayang cuma disimpan di laptop..

IMG_3096
Rumah rumah kayu di pegunungan

IMG_3091

Baking With Natural Yeast (Starter Sourdough)

Mungkin ini adalah untuk yang kesekian kalinya saya menulis tentang adonan asam (sourdough). Iya, baking with natural yeast. Ragi Natural yang saya bikin sendiri sekitar tahun 2017 lalu dan saya beri nama Stumpan.

IMG_4798
Roti Sobek. Mantul banget ngembangnya. Oh iya, roti yang menggunakan ragi natural biasanya permukaannya tidak sehalus jika menggunakan ragi instan ya.
IMG_4882
Lihat serat rotinya. Halus dan panjang. Tidak gampang putus jika ditarik. Lembut sudah pasti dan lembab banget. 

Dan sudah entah berapa banyak adonan roti yang saya hasilkan dari kerja si Stumpan itu. Ah…I love you Stumpan!

IMG_8048.jpeg
Bombolone/bomboloni sebelum difilling nutella

Jika sebelumnya saya mengulas lebih banyak tentang hasil kerja ragi natural pada jenis roti crusty, maka kali ini lumayan berbeda. Saya mencoba pada adonan donat dan soft buns. Hasilnya? Amazing dong. So pluffy ! Dan lembab banget.

IMG_8087
Roti gandum ini sangat lembab dan seperti roti basah. Dan amazingnya disimpan di wadah tertutup hingga 9 hari tidak berjamur tanpa mempengaruhi tekstur roti (tetap lembab). Padahal kondisi suhu ruang rumah saya lumayan hangat karena lagi musim panas. Suami saya sampai bilang “amazing”

IMG_8066

Menghasilkan donat yang harum sekali. Sangat saya rekomen deh bikin donat pakai ragi natural. Beneran harum dan yang penting meski menggunakan ragi natural, rasa asamnya tidak berasa sama sekali. Meski lamanya waktu fermentasi atau proofing rata rata hingga 20 jam bahkan ada yang lebih.

IMG_4856
Lihat donat ini. Montok banget. Percaya ga kalau ini bukan hasil kerja ragi instan? Ini hasil kerja ragi yang saya bikin sendiri. Wow kan! Hahaha
IMG_4830
Dan aroma donat pakai ragi natural sangat beda dibanding pakai ragi instan. Harumnya sulit dijelasin. Saya ada tips, jika menggunakan ragi instan tapi hasilnya akan mirip seperti ini, pakailah ragi instan dalam takaran yang tidak banyak. Lalu proofing di dalam kulkas. 

Donat yang saya buat hanya satu kali proofing. Seperti biasa, starter sourdough difeeding rutin 3 kali sehari selama 4-5 hari berturut. Kerjanya josss banget deh. Mengembang sempurna. Donatnya menul menul dan seksi. Ring whitenya kelihatan. Asal pada saat menggoreng, minyak harus bener bener panas di suhu 180 derajat celcius. Api kompor harus kecil.

IMG_4854
Donat meski sudah dingin tetap moist dan tidak mengeras. Asal simpan di wadah tertutup. 

Saya juga sangat surprise hasil kerja ragi natural pada roti sobek dan roti gandum. Mengembang sempurna. Padahal bahan whole wheat flour pada roti gandum sangat dominan. Biasanya kalau takaran tepung gandumnya banyak, adonan tidak mengembang terlalu tinggi. Bener bener jago si Stumpan ini. Hahaha.

IMG_8137 (1).jpeg
Bomboloni nutella ini super pluffy. Beneran ga bohong deh. Sebenarnya saya bukan penggemar nutella. Bomboloni ini saya bikin untuk dibagi ke paman onti dan tetangga di hari perayaan nasional day di Swedia beberapa waktu lalu. 

IMG_8142 (1).jpeg

Saya tidak akan banyak bercerita. Biarlah foto foto yang saya share sebagai bukti nyata kerja si ragi natural ini. Kerja si “Stumpan” kesayangan saya.

Untuk resep tutorial, lebih jelasnya kalian bisa lihat di channel youtube Dapursicongok

Bolu Gulung Klasik!

Helooouuuu !

Ketika saya menulis tulisan ini, suhu di tempat tinggal saya lumayan ekstrem berkisar minus 23 derajat celcius. Bawaan pengen membungkus diri dengan selimut. Tapi ngapai juga yeeeeekan. Mending menulis di blog ini agar tetap berkesinambungan nafasnya.

Jadi seperti biasa, beberapa waktu lalu saya ngebaking bolu gulung. Bolu gulung klasik tepatnya. Saya sebut bolu gulung klasik karena sejak saya masih kecil, bolu gulung yang saya bikin ini sudah. Kebetulan kedua jenis bolu gulung inilah yang paling saya suka. Bolu gulung nenas dan bolu gulung mocca ceres. 

478CBE11-46BD-4337-82D9-BCF4535418A8.jpg

Menurut saya, bikin bolu gulung susah susah gampang. Menjadi relatif lebih mudah jika sudah terbiasa dan mengerti triknya dan menjadi relatif susah buat pemula yang rasa percaya dirinya suka hilang karena dilanda takut gagal terlebih dahulu.

Menurut saya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketikan membuat bolu gulung. Saya sendiri pun bukan seorang yang expert banget. Masih tetap harus banyak latihan.

Lebar dan tinggi cetakan harus pas sesuai takaran adonan. Biar pada saat dioven, waktu yang dibutuhkan juga pas. Matangnya tidak kelamaan ataupun kecepatan. Terlalu lama dioven bisa berakibat permukaan bolu gulung menjadi kering. Dan ketika digulung resiko retak akan semakin lebih besar.

Suhu rata rata yang ideal untuk ngebaking bolu gulung yang sering saya gunakan berkisar antara 175-200 derajat celcius (tergantung jenis ovennya juga). Untuk waktunya dibutuhkan kurang lebih 15-25 menit (tergantung tingkat ketebalan adonan).

IMG_6403.jpeg

Berdasarkan pengalaman saya, agar bolu gulung tetap lentur ketika digulung dan tidak retak ada beberapa hal yang harus dilakukan. Begitu keluar dari oven, permukaan bolu langsung diolesi dengan sedikit butter, lalu dikeluarkan dari cetakan, kemudian ditutup dengan serbet atau wadah apa sajalah kurang lebih selama 2 menit. Tujuannya agar tidak terkena udara. Jadi permukaan roti tidak sempat mengering.

Jika hendak menggunakan jenis selai selaian sebagai isian bolu gulung, tidak harus atau tidak perlu menunggu lama sampai bolu gulung dingin. Langsung saja digulung dalam kondisi masih hangat/panas.

IMG_6933.jpg

Kalau isiannya butter cream otomatis harus menunggu bolu gulung dingin agar si butter cream tidak meleleh. Trus kalau kondisi dingin apakah bisa tetap digulung? bisa! Jadi kalau ada yang bilang ga bisa ya salah. Jadi seperti yang saya tulis di atas, asalkan begitu dikeluarkan dari oven, permukaan bolu gulung langsung diolesi butter dan dikeluarkan dari cetakan.

Jangan lupa meja kerja harus diberi lapisan kertas roti. Begitu dikeluarkan dari cetakan, tutup kembali dengan cetakan bolu atau wadah apa sajalah agar bolu tetap lembab. Tutup sekitar 10 menitan aja. Kemudian biarkan terbuka selama 5 menit. Setelah itu baru ditutup kembali dengan serbet sampai bolu mencapai suhu ruang. Olesi butter cream dan gulung. Ga bakal retak!

IMG_6401.jpeg

Saya sangat puas dengan citra rasa bolu yang saya bikin ini. Tekstur dan rasanya autentik. Mengingatkan saya dengan bolu jaman bahela. Selai nenasnya saya bikin sendiri yang proses pengerjaannya pun lumayan memakan waktu. Tapi hasilnya worthit.

Demikian juga dengan bolu gulung mocca ceres. Pasta mocca dan ceresnya saya bawa langsung dari Indonesia. Untuk mendapatkan bolu gulung mocca klasik, saya tambahin sedikit banana essence. Sesuai keinginan sayalah. Saya sukaaaaaaaaaa!

IMG_6926.jpg

IMG_6918.jpg

IMG_6951.jpg

img_6908

Saya berbagi cerita lengkap tentang masakan dan hasil ngebaking di channel YouTube dan Instagram  saya @dapursicongok

Membuat Bakso Sendiri

Siapa yang suka bakso?

Sebenarnya gue bukan penggila berat makanan yang satu ini. Tapi kalau dibilang suka ya lumayan suka. Apalagi sejak bisa bikin sendiri dengan hasil yang nyaris mirip di abang abang gerobak, jadi makin suka. Hahaha.

Kalau bikin bakso ga banyak banyak sih. Paling setengah kilogram daging aja. Nyetok di Freezer. Kebetulan gue suka masak mie goreng campur bakso.

IMG_4744.jpg

IMG_4885.jpg

Awal awal sewaktu ngebikin bakso beneran rugi di bahan. Gagal total. Yang lembeklah, ga kenyallah, aroma kurang pas dan permukaan ga mulus. Trus akhirnya penasaran dan coba lagi dan coba lagi. Hasilnya? tetep aja! kurang puas😂

Terutama di tingkat kekenyalan dan kemulusannya. Padahal uda ngikutin berbagai resep plus tipsnya. Ada yang bilang harus daging segar, jangan daging giling, ternyata ga ngaruh men!

Sampai akhirnya gue bikin siomay dinsum ayam. Kebetulan ada sisa adonan dan gue coba bentuk jadi bakso. Gue rebus dan hasilnya kenyal banget. Akhirnya gue simpulkan kalau daging ayam bisa bikin bakso jadi lebih kenyal. Gue campurlah dengan daging sapi. Dan tralalala….bakso gue kenyal mak!

IMG_4748

Tapi waktu itu permukaannya belum mulus banget. Ternyata sepengamatan gue, bikin bakso itu kayak ngebaking. Gampang susah. Lumayan tricky. Tapi semakin sering bikin lama lama jadi tau sendiri (feeling bicara) dan bakso akhirnya mulus mulus aja hasilnya. Seperti ada soul antara gue dan adonannya🤪🤣

Sebagai perbandingan gue pakai daging sapi dan ayam 1:1. Gue pakai daging giling. Gue masukin ke dalam freezer dolo. Jadi ketika diproses di dalam foodprocessor tidak perlu memakai batu es yang banyak. Sebab batu es kan kandungan airnya lumayan ya. Alih alih supaya bikin daging kenyal yang ada malah jadi lembek.

IMG_4747

Supaya bakso merekat sempurna gue kasih putih telur. Baru sedikit baking powder. Tapioka sudah pasti. Untuk 1/2 kg daging gue menggunakan 50 gr tapioka. Kenapa ga sekalian tulis resep lengkap aja sih! seperti yang gue bilang di atas. Ngikuti resep belum tentu berhasil. Tar kalau gagal yang ada dikira gue ngasih resep abal abal ya kan. Jadi silahkan eksperimen sendiri kayak gue🤪🤪

Untuk menghasilkan bakso mulus, pastikan sudah terlihat halus pada saat diblend di FC. Sewaktu ngebentuk bakso usahakan tangan dibasahi dulu di awal. Nah, sendok sebisa mungkin sering dicelup ke dalam air agar tidak lengket pada saat mengambil bakso dari tangan. Tapi setelah dicelup sebaiknya hempas hempas dolo sendoknya biar air di sendok ga kebanyakan.*Hempaskan mak😁

IMG_4745

Jangan merebus bakso di air mendidih dengan kompor yang menyala. Tar bakso jadi cenderung retak dan permukaan ga halus. Masukin bakso ke dalam panci berisi air hangat. Setelah selesai dibentuk baru nyalakan kompor dan rebus bakso sekitar 10 menit di api sedang. Setelah itu celupin ke dalam air es. Sebentar saja. Baru ditiriskan. Kenyal dan mulus hasilnya. Beneran✌️✌️

Untuk bumbu pakai bawang putih, bawang merah, merica dan garam. Mau pakai penyedap terserah.

 

Pemenang Giveaway!


Heloo, gue mau umumin pemenang Giveaway Kartu Pos Canary Island ya. Ini dia, semua yang ikutan berhak dapat kartu pos. 

Shiq4

Wulan

Ulfarick

Kaffin Alif

Fafa Nur

Rietsi Vicia
tolong email alamat ke gue ya di ajheris@gmail.com. Makasih untuk partisipasi teman teman. 

Ketika Rumah Kuda Menjadi Objek Wisata

Beberapa waktu lalu gue dan suami berkunjung ke kota Falun, ibukota propinsi Dalarna, Swedia. Kebetulan suami ada urusan dari kantornya dan gue diajak ikut. Mumpung ke ibukota propinsi, biar gue bisa cuci mata sambil menunggu urusan suami selesai.

Singkat cerita setelah menghabiskan waktu di Falun, kami pulang. Dalam perjalanan pulang inilah suami mengajak gue mengunjungi sebuah kawasan gereja di kota Rättvik Dalarna.  Awalnya gue malas dan pengen cepat cepat pulang.

Ahhh paling tar kalau sudah lihat, kamu heboh sendiri” mengutip ucapan suami begitu mendengar penolakan gue. Hahaha.

IMG_3917

Ternyata benar saja. Begitu sampai di kawasan gereja, gue langsung sukaaaa! Unik banget. Bayangkan dari kumpulan rumah kuda bisa melahirkan ide wisata yang tidak biasa. Kok bisa?

Jadi sekitar tahun 1700 silam (abad ke 17) warga yang berasal dari beberapa desa di wilayah Rättvik, satu demi satu membangun rumah kayu yang akan difungsikan sebagai tempat menyimpan kuda peliharaan mereka. Lantas istimewanya dimana? bukankah di jaman itu kuda memang harus memiliki kandang atau rumah?

Keunikannya justru terletak pada lokasi dimana rumah rumah kuda dibangun. Bukan di sekitar halaman rumah warga, melainkan di dekat gereja yang sekarang dikenal sebagai Kyrknstall atau Church Stables di Rattvik. Lantas kenapa mereka membangun di sekitar halaman gereja?

Hal ini berkaitan dengan kegiatan ibadah gereja yang mereka jalankan setiap minggu. Yang mana jarak tempuh antara pemukiman warga ke gedung gereja lumayan jauh. Kondisi inilah yang mengharuskan mereka harus mengendarai kuda menuju gereja. Itulah sebabnya mengapa rumah rumah kuda tersebut harus dibangun di sekitar gereja. Karena fungsinya memang sebagai tempat menyimpan kuda selama mereka mengikuti kebaktian di dalam gereja. Semacam rumah parkirlah. Terutama di saat musim dingin. Ihhh, kerenlah pokoknya. Tigaratus tahun lalu loh. Niat banget kan mereka. Cuma buat tempat kuda segitu banyaknya.

IMG_3922

IMG_4086.JPG
Ini dia denah lokasi rumah rumah kudanya. Banyak banget hampir ratusan jumlahnya

Makanya tidak heran jika pemerintah kota setempat menjadikan semua rumah kuda tersebut sebagai bagian dari warisan budaya yang unik dan dilindungi. Meskipun balok kayu bangunan sudah terlihat tua, tapi kondisinya masih kuat dan keasliannya tetap dipelihara. Agar pengunjung bisa melihat kondisi di dalam bangunan, sengaja satu bangunan pintunya dibiarkan terbuka.

IMG_3953.jpg

IMG_3920.jpg

Mungkin di saat dulu para warga tidak pernah berpikir bahwa pada akhirnya rumah kuda yang mereka bangun akan menjadi ide wisata yang tidak biasa. Kalau hanya sekedar melihat satu bangunan mungkin tidak terlalu istimewa. Tapi ini banyak banget. Dan lucu aja gitu, Rumah kuda berpotensi menjadi objek wisata.

Berdasarkan keterangan yang terdapat di salah satu dinding bangunan, dijelaskan jika seluruh bangunan rumah rumah kuda mampu menampung hingga 192 ekor kuda. Masing masing kandang berisi dua ekor kuda. Idih segitu banyaknya coba. Dan itu dibangun di dekat gereja pula. Jatuhnya jadi unik banget. Beneran diriku terpesona melihatnya.

IMG_3954.jpg
Rumah kuda di arah timur gereja
IMG_3924
Rumah kuda di arah barat bangunan gereja 
IMG_3923
Danau Siljan yang membeku

Lokasi masing masing rumah kuda terdiri dari dua group. Group satu terdiri dari rumah kuda milik warga yang datang dari desa arah timur dan satu group lagi terdiri dari rumah kuda milik warga yang datang dari desa arah barat (lokasi bangunan tepat di depan gereja atau pinggir danau).

Objek wisata ini menjadi lebih menarik dan sempurna karena berada di kawasan aliran danau Siljan, danau terbesar di propinsi Dalarna, Swedia. Apalagi di saat musim panas jauh lebih cantik.

IMG_3919.jpg
Rumah kuda dengan sebuah papan kecil berisi tulisan tentang sejarah bangunan 
IMG_3918.jpg
Barisan rumah kuda yang masih kokoh berdiri
IMG_4085.JPG
Di depan rumah kuda yang sengaja dibiarkan terbuka

Kebetulan keunikan rumah kuda ini sudah tayang di program Net 10 (NetTv). Untuk lebih jelasnya bisa klik link di bawah ini.

http://netcj.co.id/public-affairs/video/188501/hanya-di-swedia-yang-miliki-rumah-kuda-unik

Salam dari Swedia

“Semua foto di tulisan ini hanya menggunakan camera handphone”