Duo Gendut Makan Malam Kece di Lammet & Grisen

Beberapa waktu lalu, gue dan suami menghabiskan weekend di Sälen, sebuah kawasan wisata musim dingin di propinsi Dalarna, Swedia. Selain ingin menikmati Dogs Sled, kami juga berencana akan makan malam di sebuah restoran, yang dikenal dengan sistem Buffetnya

Sudah lama berniat mencoba menu di Lammet & Grisen. Dua kali membooking meja, dan dua kali pula gagal maning alias menerima jawaban “full booking”. Dan untuk yang ketiga kalinya, barulah berhasil. Begitupun, harus dibooking dua bulan sebelumnya.

img_0579
Lammet & Grisen

Seperti yang sudah pernah gue singgung di tulisan terdahulu, Sälen adalah kawasan wisata musim dingin yang paling hits di Dalarna, terkhusus di bulan bulan Januari hingga Maret. Musimnya bermain Ski. Sehingga tidak ayal, keadaan ini berpengaruh terhadap penginapan dan restorannya. Wajib dibooking jauh jauh hari sebelumnya.

Kami tiba di Lammet&Grisen pukul setengah delapan malam. Petugas restoran memeriksa daftar nama di buku dan langsung mempersilahkankan duduk di kursi dan meja yang sudah ditentukan.

After melihat daftar menu, kami memutuskan memesan appetizers dan desserts. Untuk main course, kami sengaja tidak memilih dari buku menu. Kenapa? Karena Lammet & Grisen terkenal di menu buffetnya. Jadi sayang aja untuk tidak dicoba. Dan rata rata orang yang datang ke restoran ini memang untuk itu.

Setelah menunggu, sajian pertama pun datang. Sebuah piring panjang berisi tiga jenis appetizers. Penampilannya terlihat sangat menggoda. Pegawai restoran mulai menjelaskan nama nama appetizers. Terbuat dari bahan apa saja. Bla bla bla.

Yang jelas, ketiga jenis appetizers ini, memang sering disajikan di beberapa restoran Fine Dining di Swedia. Yang pertama Löjrom, kaviar yang berasal dari ikan Löja. Kaviarnya tidak berbau amis. Konon ikan Löja merupakan jenis ikan berukuran kecil, yang hanya bisa menghasilkan sedikit kaviar.

Yang kedua adalah Toast Skagen. Roti yang ditumis dengan butter, diberi topping berupa campuran cream, dill dan udang rebus. Dan yang terakhir adalah Beef Appetizers, yang terdiri dari potongan kecil beef setengah matang dan avocado sauce .

FullSizeRender (41).jpg
Delicious Appetizers
FullSizeRender (38).jpg
Loja Kaviar
FullSizeRender (37).jpg
Toast Skagen
FullSizeRender (37).jpg
Ini enak banget beefnya!

Dari semua appetizer yang pernah gue coba, sejauh ini, appetizers Lammet & Grisen memang paling juara. Enaknya sadis (bukan edisi lebay). Tapi memang berasa dipegang juru masak handal. Rasanya detail banget. Bukan hanya lezat secara penampilan, tapi juga di urusan rasa. Aroma rempahnya tidak tajam, tapi  ngena di hidung.

Kaviarnya juga menggelinding halus di lidah. Tidak amis.  Apalagi beef appetizersnya, ya ampun gue ga ngerti diapai itu. Bisa enak banget. Smellnya khas banget. Pernah nyobain appetizers ini di restoran lain, tapi  Lammet & Grisen mampu mengolahnya jauh lebih enak. Gue bukan bermaksud berlebihanlah. Ngapai juga membual. Meskipun urusan rasa setiap lidah berbeda beda.

fullsizerender-40

Yang kedua, kita masuk ke Main Course. Pelayan datang, dan langsung menjelaskan aturan makannya. Jadi sistem buffet di Lammet & Grisen, kalau boleh gue bilang, tidak seperti sistem buffet biasa. Main coursenya harus melalui chef. Ga bisa diambil langsung. Jadi tinggal bilang aja, mau berapa slice daging yang dimau. Baru nanti si chef akan mengiris daging sesuai permintaan kita.

fullsizerender-38
Lemari es berisi contoh daging di pintu masuk restoran

Lammet & Grisen, terkenal dengan kualitas daging pilihannya (katanya sih gitu). Bahkan contoh daging yang mereka gunakan, bisa dilihat di pintu masuk restoran. Tepatnya di sebuah lemari freezer.

Terdiri dari Pork, Lamb, dan Beef. Menu main course dijaga oleh dua orang chef. Kita tinggal membawa piring dari meja, dan chef langsung memberi daging pertama berjenis Pork.

IMG_0585.JPG
Pork

Begitu selesai makan, kita bisa ngobrol santai dulu, dan tidak perlu buru buru. Kemudian baru lanjut lagi ke session dua, dengan menu Lamb. Piring bekas makan harus kita bawa kembali dan menyerahkannya ke Chef. Sebagai gantinya, kita akan menerima piring baru berisi lamb.

Sebenarnya, gue tidak begitu suka lamb. Cuma sayang aja kalau tidak dicoba. Dan ternyata, lambnya tidak begitu berbau. Yang gue tau, aroma lamb agak gimana gitu kan. Tajam banget. Sedangkan beef adalah main course session terakhir.

IMG_0588.JPG
Beef

Untuk melengkapi main course tadi, di sebuah ruangan lain sudah disediakan tiga meja. Masing masing meja terdiri dari aneka olahan potatoes, salad, dressing, sauce dan cream. Meja pertama untuk jenis pork, meja kedua untuk lamb dan meja ketiga untuk beef.

Idealnya sih ngikuti rule mereka ya. Karena mereka sudah lebih tau, jenis daging ini dan itu, cocoknya disantap dengan jenis olahan kentang, salad, dressing dan sauce seperti apa. Dan itu nyam nyam semua. Apalagi saladnya. Ternyata bukan cuma rumor, beneran enak dan rekomen rasanya.

FullSizeRender (41).jpg
Lamb

TerakhirDessert. Rasanya sih tidak luar biasa. Cuma pihak restoran sepertinya tau, dengan menu buffet yang sampai tiga session itu, sudah pasti membuat kenyang. Desserts dibuat tidak terlalu manis, tapi cenderung asam. Segarlah di mulut. Tidak berasa eneg.

FullSizeRender (38).jpg

FullSizeRender (40).jpg
Dessert dengan taste yang asem segar. Berikut cream saffron dan Cloudberry Jam.

Harga berdua untuk menu Buffetnya dikenai sekitar 1300 Sek. Appetizer, dessert, kopi dan dua botol wine non alkohol sekitar 600 Sek. But its worth it.

Sekarang waktunya kembali ke laptop. Ngobok ngobok dapur! Jadi teringat ikan sambal balado yang kemaren gue masak? Enakan mana ama makanan di atas? Hahahhaha.

FullSizeRender (37).jpg
Indonesia Raya….ini lebih juara!!! Hahahaha

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini, merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com