Roti Dengan Rempah Termahal: Lucia Buns (Lussekat/Lussebulle)

Haiiii!

Masih cerita tentang seputaran dunia baking. Lanjut ya….hahaha..

Menjelang natal tepatnya di bulan November hingga Desember, ada satu roti dengan bentuk yang unik dan mudah dikenali mulai meramaikan rak roti di supermarket dan toko roti di Swedia. Namanya Lussekat (Lussebulle) atau Lucia buns.

Lussekat dikenal sebagai salah satu wujud keriaan warga Swedia menyambut hari Santa Lucia yang jatuh pada tanggal 13 Desember setiap tahunnya. Sampai ada pemilihan putri Lucia loh.

IMG_3420

IMG_3424.jpg

Roti Lucia bentuknya menyerupai huruf S atau angka 8. Yang membedakannya dengan roti roti lain adalah warna kuning dan aroma yang berasal dari rempah saffron (rempah termahal di dunia menurut versi barat) yang menjadi bahan wajib di roti ini. Sedangkan teksturnya menurut sayaagak sedikit kering. Mungkin karena dioven di suhu yang lumayan tinggi sekitar 200 derajat celcius.

Saya mencoba membuat sendiri di rumah dan tentunya saya modif dibagian luarnya. Saya olesi butter madu agar tekstur kulitnya lebih lembut dan rich di mulut. Sebenarnya lussekat di tulisan ini sudah sekitar minggu lalu saya buat. Sudah habis malah. Tapi berhubung hari ini bertepatan dengan perayaan Santa Lucia, ya udalah sekalian posting. Hitung hitung biar blog ini terlihat lebih bernafas meski semakin hari isinya tentang wilayah dapur terus. Hahaha.

Seandainya ada yang berminat, resepnya ada di instagram dan youtube @dapursicongok ya.

IMG_3414 (1)

Princes Cake (Prinsesstårta)

Prinsesstårta atau dikenal juga dengan sebutan Princes Cake merupakan cake tradisional yang sangat terkenal di Swedia. Rasa rasanya semua warga yang tinggal di Swedia pasti tahu jenis cake ini. Jika ada perayaan ulang tahun, perkawinan atau perayaan lainnya di Swedia,  umumnya pilihan akan jatuh pada princes cake sebagai pelengkap menu acara.

IMG_3883.jpg

Jika menilik ke belakang, sejarah princes cake awalnya dipublish oleh Jenny Åkerström, seorang guru yang bekerja pada tiga putri dari prince Carl, seorang pangeran asal Swedia. Awalnya princes cake dinamai “green cake” karena dibalut marsipan berwarna hijau. Kemudian sebutan green cake pun berubah menjadi princes cake dikarenakan adanya anggapan bahwa ketiga putri pangeran inilah yang justru pertama sekali benar benar mengidolakan dan menyukai citra rasanya (Wikipedia).

2C4C1CDD-1F13-4938-B9F0-BCFB3D629B57.jpg

Princes cake sangat mudah dikenali. Bulat, dibalut marsipan berwarna hijau ditaburi gula halus dengan ciri khas sekuntum mawar pink menghias permukaannya. Minimalis sekali. Tidak heboh seperti kebanyakan tart yang full dekorasi. Tapi begitu ditilik kebagian dalam, barulah berasa kalau cake ini tidak sesederhana tampilan luarnya. Terdiri dari tiga layer dan semarak dengan lapisan cream.

Penyuka cream harusnya cocok dengan citra rasa cake ini. Creamy sekali.

7E7E1B4B-CDFF-491C-B8DE-EFA4095F7B8B.jpg

Bahan utama princes cake adalah sponge cake, selai rapsberry, pastry cream atau vanila cream, whippy cream dan balutan marsipan yang terbuat dari campuran gula tepung dan kacang almond. 

Seiring waktu, princes cake mulai mengalami pergeseran. Balutan marsipan tidak lagi mutlak berwarna hijau melainkan pink, kuning atau putih. Bentuknya pun tidak melulu bulat melainkan lonjong memanjang. Bahkan ada yang berukuran mini. Toppingnya tak lagi cukup hanya sekuntum mawar, melainkan ditambahkan taburan coklat, buah dan entah apalah itu. Begitupun tetap saja princes cake klasik lebih mendominasi toko bakery di Swedia. Yup, cake ini setiap hari memang tersaji manis di etalase toko toko bakery di negara ini. Banyak peminatnya. Termasuk suami saya.

IMG_3888.jpeg

Saya pernah membaca tulisan dari seorang baker terkenal, terkait resep Swedish Princes Cake yang dia publish mendapat komentar pedas dari penonton channel youtubenya. Tak sedikit yang mengatakan jika resep yang dipublish beliau sangat melenceng dari resep aslinya. Dia dianggap merusak makanan tradsional dari sebuah negara. Hingga akhirnya si baker pun membuat versi klasiknya. Hmmmmmm……dasyat ya.

IMG_3857

IMG_3746.jpeg
Marzipan ini terbuat dari gula halus dan kacang almond yang diblender sampai halus. Kemudian ditambahi putih telur dan vanila.

Saya sendiri sudah lama berkeinginan membuat princes cake. Tapi selalu terhalang oleh rasa kurang percaya diri. Takut gagal. Ada keinginan bila suami berulang tahun, saya ingin menyajikan princes cake buatan tangan saya sendiri. Saya tau dia suka. Dan pasti dia senang.

Sampai akhirnya saya memberanikan diri. Bayangkan, sampai marsipan pun saya bikin sendiri. Padahal yang sudah ready to used banyak dijual di supermarket. Saya bertekat harus bisa bikin sendiri semuanya. Pengen tahu bagaimana cara menghasilkan marsipan yang mulus.

Belum lagi ngebayangin harus bikin sponge cake. Saya lumayan jarang bikin jenis cake seperti ini. Disamping bukan penggemar sponge cake, bikinnya lumayan hati hati menurut saya. Karena kalau pengocokan telur tidak sempurna alamat jelek hasilnya.

5D12C60C-2BA0-45A1-9E30-A8D248EDC12A.jpg

Akhirnya semua saya kerjakan sendiri. Mulai dari membuat marsipan, sponge cake hingga pastry cream. Dan puji Tuhan, untuk ukuran yang baru pertama kali bikin, tidak terlalu buruklah. Meski balutan marsipannya belum terlalu rapi. Tapi berasa amazing bisa menghasilkan marsipan dengan warna hijau yang saya mau. Hijau yang tidak terlalu gelap. Bener bener pakai hati dan lumayan gugup saya pas ngerjai semua. Saya sempat mikir jika marsipan tidak bisa mulus dan bakal lengket. Beneran ga nyangka bisa berhasil meskipun agak ketipisan dikarenakan terlalu lebar menggilasnya.

IMG_3866.jpg

Sponge cakenya pun tidak mengecewakanlah. Artinya memang cocok digunakan sebagai dasar di setiap layer cake. Berhubung saya tidak begitu menyukai whippy cream yang berlebihan, jadi vanila creamnya yang saya banyakin. Saya agak melenceng dari princes cake klasik karena selain rapsberry jam, saya tambahkan juga bluberry jam dan buah rapsberry. Biasa loh langsung dilanda kenorakan. Mudah mudahan saya tidak dikomplain. Di toko bakery juga ada kok yang melenceng (pembelaan). Hahaha.

IMG_3889.jpeg

Menurut suami dan tetangga yang ikutan menyantap cake ini, rasanya sih enak. Lapisan cakenya tidak terlalu tipis. Marsipannya tidak terlalu kemanisan. Whippy creamnya tidak over. Apakah mereka cuma basa basi? yang jelas begitu mereka pulang, cake ini tinggal dua slice.

IMG_3942.jpg

IMG_3940.jpg
Fika bersama

Saya terharu (edisi lebay) pada akhirnya kesampaian mempersembahkan cake kesukaan suami di hari ulang tahunnya. Dia ekspresif sekali memperlihatkan kekagumannya. Katanya bangga ama saya. #uhuk

Belum lagi pas bangun pagi sebelum berangkat kerja, dia ulang lagi kalimat pujian yang sama. Sampai dia bilang jangan dipotong dolo sampai dia pulang kerja. Mau mengajak tetangga untuk fika bersama dan kasih tahu kalau saya bisa bikin Swedish Princes Cake. Ya ampun segitu bangganya dia sampai mau pamer segala. Tapi untungnya mereka suka. Saya bahagia. Rasa takut itu memang bahaya. Selama belum dicoba jangan menyerah. Eaaaaaaaaaaaaaaaaa!

IMG_3872

Happy Birthday älskling!

Random Cooking and Baking

Hai hai…..!

Rasanya sudah lumayan lama tidak menghempaskan aroma aroma makanan di blog ini. Dan mumpung lagi senggang, mari pamer pamer dikitlah (gede juga ga apa) hasil masak memasak dan baking di dapur. Tentunya tidak saya posting semua. Paling beberapa saja. Yang paling syurrrlah menurut saya. Apa saja?

Ini dia….cekidot!

Ayam Panggang Bumbu Semur

Jadi ceritanya, suami saya sukaaaaaaaaaaaaaaa banget menyantap ayam utuh. Belum dipotong potong. Mungkin lebih menyelerakan buat dia. Meski setelah matang, ya harus dipotong potong juga. Kali ini saya pakai bumbu yang terbersit di kepala. Campur campur saja semua. Hasilnya mirip bumbu semur. Tidak mengecewakanlah.

IMG_2624.jpeg
Aku seksehhh

Hekeng (Ngohiong)

Ahhhh….kesampaian juga bikin ini. Sampai bela belain bawa kulit tahu dari Indonesia. Secara di Mora kaga ada dijual. Hekeng konon kuliner khas Pontianak. Tapi sebenarnya di resto cina lumayan sering ada. Dijadikan pelengkap mie goreng.

45187390965_732df04e6d_o.jpg

1E20132D-A1E2-4516-B4FC-CC856FC7E8CA.jpg

A54BA7AE-B8BA-4D33-A177-56FCC7AF0FB2.jpg
Dan ini enak sekali. Bisa pakai ayam udang atau pork udang

Hekeng dikukus saja sudah enak apalagi digoreng. Nah, sewaktu saya posting di instagram, ehhh malah ada yang direct message. Katanya pengen dan langsung orderYa udalah berarti rejeki saya.

Baking Roti Tawar

Sebenarnya saya lumayan sering bikin roti tawar. Tapi baru kali ini ngebaking roti tawar menggunakan cetakan/loaf tertutup. Dan hasilnya bikin gue terpana. Rapi dan bagus banget. Udalah shayyy…buka toko roti aja nyukkk. Hahahaha.

44948516175_6a8a2e08ec_o.jpg
Senang sekali melihat hasilnya. Mirip di toko roti (saya pede…hihi)
45137061464_a57ab9e184_o (1).jpg
Setiap melihat hasil bakingan selalu sumringah sendiri

45137061324_165c31f5b5_o.jpg

44044997740_592ce4083a_o (1).jpg

Trus pernah kebanyang roti tawar Ganda yang ada di Siantar, bikin lagilah roti tawar yang mirip mirip roti tawar Ganda Siantar. Meski hasilnya ga sempurna mirip, tapi setidaknya untuk teksturnya tidak mengecewakanlah. Super lembut dan kempes gitu kalau ditekan. Pengen saya jadikan bantal sangkin gemesnya. Hahaha.

IMG_3453 (1).jpg
Montok montok
IMG_3455
Pengen saya tiduri aja. Hahaha

IMG_3454 (1).jpg

INAYA PUTRI BALI

Sewaktu berlibur ke Bali beberapa waktu lalu, saya dan suami berniat menginap di sebuah resort di kawasan Nusa Dua Bali. Alasan memilih Nusa Dua dikarenakan relatif lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Jauh hari kami sudah mulai searching beberapa resort yang ada di kawasan Nusa Dua dan rata rata memang cukup menarik perhatian. Sampai akhirnya kami memutuskan memilih menginap dua malam di sebuah resort bernama  Inaya Putri Bali.

45431219582_6154b765fa_o.jpg

IMG_3194
Kebetulan ada acara wedding party

Selama menginap di Inaya Putri Bali, kami benar benar menghabiskan waktu hanya di kawasan resort. Dengan kata lain tidak ada agenda berkunjung ke kawasan wisata. Bersantai menghabiskan waktu di kawasan resort sudah cukup membuat hati kami senang. Rasanya dua malam belumlah cukup menikmati kenyamanan resort ini.

43665671320_299a0b7847_o (1).jpg

44549115705_bf02e9f284_o.jpg

Inaya Putri Bali berdiri di lahan yang lumayan luas. Tamannya asri dan bersih. Kolam renangnya luas. Bangku sofa di sekitar kolam renang, taman dan dan pantai juga banyak. Lokasi resort langsung menghadap pantai. Semua tamu hotel bisa menikmati fasilitas payung sofa yang ada di pinggiran pantai secara gratis. Dan enaknya lagi, kawasan pantainya kebanyakan digunakan oleh para tamu hotel. Jadi tidak terlalu crowded. Inaya Putri Bali juga menyediakan cafe di sekitar pinggiran pantai.

45410729232_793b7339eb_o

31621268908_784a4ffa39_o.jpg

IMG_3216.jpg

45410728882_1aeea2cc7b_o.jpg

Inaya Putri Bali memiliki lobby utama yang terpisah dengan bangunan kamar tamu hotel. Lobbynya luas dan view disekitarnya cakep. Sesekali ada hiburan musik gamelan tradisional Bali.

30554185707_a28ecb2610_o

45442852302_54b3e6e6cc_o
Tamannya asri dan bersih

Dikarenakan lobby utama terpisah dengan kamar tamu, para tamu biasanya diantar dengan menggunakan golf car. Jauh banget sih ga. Cuma kalau bawa koper memang sedikit kurang praktis. Semisal berencana hendak keluar kamar, fasilitas golf car ini juga siap menjemput kembali ke lobby kamar. Meski jalanan utamanya rapi dan bagus, tapi menjadi kurang nyaman ketika harus keluar kamar di malam hari. Harus melewati area tanaman yang agak remang. Apalagi kalau jalan sendirian. Hmmmmm… lumayan horor.

31587842978_878165356b_o
Gedung lobby utama tampak belakang. Kolam airnya bikin adem
31587843198_9f8040196a_o
Gedung lobby utama tampak depan

Untuk fasilitas di dalam kamar lumayan luas dan lengkap. Kamar mandi sangat nyaman. Ada bathup juga.

IMG_3207.jpg

IMG_3212.jpg

Inaya Putri Bali bertetanggaan dengan resort lain yang juga tak kalah menarik. Dari Inaya Putri Bali bisa berjalan kaki dan menikmati suasana beda dari resort di sebelahnya. Bisa menikmati cafe restoran dan suasana pantai yang berbeda juga.

IMG_3193

OMNIA BALI

Bali menjadi salah satu tempat berlibur yang kami (saya dan suami) inginkan jauh hari sebelum liburan ke Indonesia. Sampai sampai berita gempa yang silih berganti pun tak menyurutkan keinginan suami untuk berlibur ke sini. Kami sama sama menyukai pulau Bali. Biar dikata Bali sudah mulai kotor dan macet, tetap letsgo!

43830196820_5c28e3408a_o

Buat saya, Bali itu bukan sekedar pantai. Tapi pulau ini komplit untuk urusan liburan. Selalu inovatif dan kreatif tanpa harus meninggalkan cultur budayanya. Bali itu magis. Selalu terpanggil untuk kembali datang.  Padahal kalau dipikir banyak pantai di luar Bali yang lagi naik daun. Bahkan jauh lebih bersih dan indah. Tapi ya itu, Bali selalu sayang untuk dilewatkan. Setidaknya untuk saat ini.

45648485831_314c458c6d_o

Bali punya banyak beach club. Keren keren pula. Salah satunya ya OMNIA yang lagi hits di kalangan milenial jaman now. Saya salah satu jiwa yang penasaran ingin masuk ke beach club ini. Mostly reviewsnya bagus bagus. Meski tak sedikit yang ngeluh di urusan harga. Omnia Bali juga sering menjadi tuan rumah untuk pertunjukan DJ terkenal dunia.

43830194030_7a6570c1c1_o

30707439667_07dcb92af9_o

Sebelumnya saya sudah searching tentang Omnia. Banyak yang bilang masuk ke Omnia harus melalui pemeriksaan yang relatif ketat. Minimal berusia 21 tahun. Pakaian pun ga boleh sembarangan. Ga boleh ngejeans. Dress codenya smart casual gitulah. Ga boleh bawa kamera DLSR. Handphone atau go pro its oke. Jadi semua foto di dalam tulisan ini cuma pakai hape ya. Harap maklum.

44923567474_46d7229181_o
Serasa bukan di Bali

Kebetulan hari itu kami berencana melihat pertunjukan tari kecak di daerah Uluwatu. Berhubung pertunjukannya sore hari, kami memutuskan ke Omnia terlebih dahulu. Karena lokasinya masih di sekitaran Uluwatu. Setibanya di sana, kami harus melalui pemeriksaan security. Ga lama kok. Dan ga seheboh yang saya bayangkan juga. Berhubung kami datang bukan di hari sabtu minggu dan masih pukul setengah satu, jadi masih sepi.

Pegawai resepsionis memilihkan kami tempat di area the Cube, spot utama yang juga sekaligus iconicnya Omnia. Ada fasilitas sofa bed yang terletak di bagian paling depan. Viewnya direct ke hamparan laut hindia yang biru. Berdiri di atas tebing curam pula.

Ahhhh…………………………spektakuler bangetlah buat saya. Saya merasa bukan sedang berada di Bali. Konsepnya ga main main. Rapi dan terstruktur.

43830190140_a7e74aa8f4_o

44734126005_2a9798a95d_o
Area the Cube (iconicnya Omnia). Arsitekturnya keren.

Sehingga tidaklah heran jika omnia sangat identik dengan ajang selfie dan foto foto. Sangat bisa dimaklumi. Dan emang sayanglah hai di tempat kece gini ga fotoan. Ga perlu jaim jaim. Semua pada fotoan kok. Bahkan pegawai Omnia sesekali suka nanyain mau difotoin apa ga. Tapi jangan habisin waktu cuma buat fotoan juga yeeee…nikmati waktu ketika berada di sana. Sayang kalau sampai dilewati begitu saja.

45648485981_49d45631d3_o (1)
Kolam renang yang berdiri di atas tebing curam. Menghadap laut hindia. Di sini kebanyakan selfie dibanding renangnya. Hahaha

Untuk biaya, sepertinya dihitung berdasarkan area dan fasilitas tempat duduk yang kita pilih. Untuk tiket masuk konon biayanya sebesar duaratus ribu rupiah. Tiket belum termasuk makanan maupun minuman. Fasilitas tempat duduk juga nihil alias hanya berdiri.

44734124715_f7af0ebc56_o
Area Cabana dengan kolam renang sendiri sendiri 

Kalau mau lebih nyaman dan beneran santai, paling harus rogoh kocek agak dalam. Sebagai gambaran, untuk area the cube dengan sofa bed yang kami pilih dikenakan biaya minimum order 2,5 juta rupiah dan harus dibayar di muka. Tapi biaya sudah all in one. Semisal pesanan lebih dari harga ini, maka harus membayar biaya tambahan lagi. Dan semisal minimum order ini ternyata masih bersisa, ya harus direlain. Tidak bisa dikembalikan lagi. 

44923520584_8ef38a6a39_o
Rendang. Salah satu menu andalan mereka. Rendang yang sedikit dimodifikasi. Tapi lumayan enak kok. 

Seperti kami misalnya, biaya yang kami bayarkan masih lumayan bersisa. Padahal makanan yang kami pesan lumayan bikin kenyang. Order minuman juga beberapa kali. Bisa jadi karena kami tidak terlalu banyak memesan minuman beralkohol. Selain saya tidak begitu suka, suamipun membatasi. Karena kami akan menonton pertunjunkan tari sore harinya.

45648485871_32cb832657_o
Cemilan berat. Enak !

Tapi pegawainya baik dan jujur. Sewaktu kami hendak keluar, langsung infoin kalau kami masih punya sisa uang yang lumayan. Sampai ditawari mau order apalagi atau sisanya mending dibeliin wine botolan. Ahhh…ga perlulah sampai segitunya. Ikhlasin aja.

43830192620_33837b014e_o

44734125075_0dfb732f8f_o

Buat saya dan suami, yang paling penting bisa menikmati suasana di tempat kece ini saja sudah sangat menyenangkan. Empat jam di Omnia membuat otak kami segar. Beneran liburan.

Untuk lebih lengkapnya, bisa klik video di bawah aja ya.

Setelah Empat Tahun Lebih, Akhirnya Mudik ke Tanah Air

Setelah hampir tiga bulan tak menulis di blog……….ooooo my blog! Aku kangen!

Jadi ceritanya, saya belum lama tiba di Swedia. Tepatnya sekitar minggu lalulah. Setelah mudik ke tanah air hampir dua setengah bulan lamanya. Mudik ke kampung halaman. Dua bulan lebih rasanya tak cukup melepas rindu. Keluarga, teman, kerabat, tempat wisata, kuliner hingga keseharian yang terlihat mata. Semuanya masih jelas tersimpan dalam memori. Kemana pun kaki melangkah, kampung halaman ibarat orang tua. Selalu akan diingat.

IMG_2081

Sejak saya pindah dan menetap di Swedia di tahun 2014 silam, saya sama sekali belum pernah mudik ke tanah air. Ada alasan yang paling kuat yang membuat saya selalu mengulur waktu untuk tidak pulang. Penyakit aerophobia yang semakin meraja membuat saya malas pulang.

31033030958_2ed1e79d65_o
Malini Bali. Baru dibuka di awal tahun 2018. Rekomen

Sampai akhirnya saya mendapat kabar kalau saya harus pulang dikarenakan unit apartemen yang pernah saya beli semasa kerja di Jakarta sudah waktunya signing Akta Jual Beli (AJB). Sebelum saya berangkat ke Swedia, sebenarnya saya sudah membuat surat kuasa secara notaril agar penandatangan AJB bisa diwakili oleh saudara saya. Dikarenakan satu dan hal lainnya, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk hadir sendiri dan pulang ke tanah air.

43665671320_299a0b7847_o

Saya berangkat sendirian tanggal 2 September 2018 dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. Suami saya menyusul datang di bulan Oktober dikarenakan dia harus bekerja. Sekilas tentang penerbangan saya, jauh jauh hari saya sudah sounding ke suami jika saya ingin terbang bersama penerbangan flat merah ini. Mengapa? karena saya punya alasan sendiri.

31621268908_784a4ffa39_o

45494234131_8c10d3748f_o

Dikarenakan phobia terbang, entah mengapa semacam ada perasaan lebih nyaman naik Garuda dibanding maskapai penerbangan lain. Maskapai penerbangan seperti KLM, Emirates dan Finair pun tak berhasil mencuri hati saya. Ini sebenarnya urusan sugesti saja sih. Saya sangat sadar malah. Tapi buat saya pribadi, selama saya bisa memilih penerbangan mana yang mampu memberi sugesti nyaman kenapa tidak? Wuihhhh, ini penerbangan jauh loh. Untuk level saya yang takut terbang, waktu belasan jam itu bukan main main. Sangat menyiksa dan melelahkan batin.

31621269278_67f6faf3f5_o

45410728882_1aeea2cc7b_o

Predikat World Best Cabin Crew yang disandang Garuda Indonesia selama 5 tahun berturut adalah alasan utama saya memilih penerbangan ini. Bersama Garuda ada semacam sugesti kalau saya punya teman baik selama penerbangan karena bisa bertemu cabin crew yang notabene orang Indonesia. Bisa berbahasa Indonesia dengan mereka. Berasa ada saudara atau teman senegara selama penerbangan. Bisa minta tolong kalau saya memerlukan sesuatu tanpa ada perasaan takut dicuekin (pengalaman dengan maskapai penerbangan dari negara sebelah). 

44923567474_46d7229181_o

Dari Arlanda Stockholm, saya naik KLM yang memang menjalin kerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia. Saya harus transit ke bandara Schipol di Amsterdam. Begitu tiba di gate, oaaaalah kok malah cengeng. Masa membaca tulisan Garuda Indonesia di tubuh pesawat aja rasanya pengen nangis. Tubuh pesawat dengan embel embel “Indonesia” itu seolah mewakili tanah yang akan saya datangi.

31609052258_d93d93d486_o

30554185707_a28ecb2610_o

Seolah bilang “hai ajheris, welcome to Indonesia ya”. Berasa tanah air uda di depan mata. Uda ga perlu menempuh lautan benua lagi. Berasa keluarga uda menyambut haru saya. Berasa rumah uda di depan mata. Ya ampun, teryata saya beneran uda kangen tanah air. Dan betapa bangganyalah saya, ketika satu persatu para penumpang yang 90 persen adalah orang asing, silih berganti motoin badan pesawat dan selfie dengan latar tulisan Garuda Indonesia itu. Huuu huuu huuu makin terharu!

44757648084_76981a0fc1_o

31776104148_ca0760ac48_o

Sesampainya di dalam pesawat, saya langsung disambut ramah para pramugari dan alunan musik batak. Duh, makin baper deh. Meski selama penerbangan kadang kadang rasa phobia mulai melanda dikarenakan turbelensi, tapi setidaknya gue merasa aman karena ada orang Indonesia di dalam pesawat. Hahahaha. Kocak ga sih. Atau tepatnya aneh? Tapi sudahlah. Susah untuk dijelasin mak!

44029838065_799f84ed3a_o
Pandawa Beach yang kece

Tiba di bandara Soekarno Hatta, saya dijemput kakak, adek dan ponakan. Rasanya tak percaya melihat wajah mereka secara langsung karena selama ini cuma melalui video call. Cipika cipiki sambil menahan tangis gembira. Welcome to Indonesia! Tanah air cuyyy! Yuhuiiiii.

Cuma sayangnya, baru empat tahun tinggal di Swedia sudah membuat tubuh saya susah berkompromi dengan suhu panas di Jakarta. Puuuanassss mak. Bener bener kepanasan. Sudah pakai Ac masih juga kepanasan. Saya butuh satu bulan baru benar benar bisa beradaptasi dengan suhu. Tak ayal saya sering mandi pukul 1/2 satu malam. Kaga masuk angin!

44769044854_2cb4ec4620_o

Belum lagi urusan perut, hari kedua langsung mencret mencret. Hahaha. Tapi emang begitulah. Pokoknya perut saya lumayan gampang mules. Paling setelah memasuki minggu kedua ketiga, makan minum apa saja sudah mulai kebal.

Selama di tanah air, saya suka kaget dengan klakson mobil yang nyaris tak pernah lagi saya dengar selama tinggal di Swedia. Melihat kerennya pengemudi sepeda motor yang lihai menyelip sana sini. Suami saya suka ternganga kalau melihat yang beginian. Hahaha.

30922415247_de4e5b7d9d_o
Permandian air panas di Sipaholon. Kece dan instagramable sekali. Anggap saja di Iceland/Islandia. Hahaha.

Terus terang tanpa bermaksud melebih lebihkan, saya suka parnoan ketika berada di keramaian. Tapi bukan maunya saya. Perasaan itu datang dengan sendirinya. Meski baru empat tahun tinggal di Swedia, tapi keadaan tenang di desa tempat saya tinggal membuat saya merasa sangat berhati hati dengan kriminalisasi. Ga perlu jauh jauh deh, kartu debet saya belum apa apa ada yang berusaha ngebobol kok. Saya baru tau ketika kartu debet saya diblokir oleh salah satu bank di Swedia karena terlihat ada indikasi penggunaan pin yang salah sampai tiga kali berturut. Untung dana gue terselamatkan. Gila kan.

44252692474_0b4c78cbbf_o
Desa Penglipuran Bali

Selama di tanah air, saya lebih banyak memilih quality time dengan keluarga. Tidak bisa saya penuhi semua ajakan teman untuk bertemu. Paling memilih teman teman yang saya anggap sangat dekat. Buat saya, keluarga adalah yang paling utama. Bahkan untuk menggunakan kamera sekalipun saya batasi. Ya meski sesekali tetap jepret jepret juga. Dikondisikan aja waktunya. Tapi untuk ukuran saya yang suka photograpy, kamera lebih banyak tergantung. Banyakan pakai handphone doang.

31990383828_922eaa69af_o

45872591771_4480fbf227_o
Lake Toba. Saya menyebutnya sebagai Norwegianya Sumatera Utara

Liburan kemaren membuka mata hati saya betapa di umur saya yang sekarang, arti keluarga sangatlah penting. Ada rasa mengharu biru ketika saya harus meninggalkan mereka untuk kembali pulang ke Swedia. Melihat wajah kakak abang saya yang sudah mulai menua, bagaimana mereka melayani saya dengan baik, rasanya ga pengen pulang. Tapi ya memang harus pulang.

Karena rumah kita sendiri adalah tempat dimana hati kita berada. Sekalipun rumah saya berada di wilayah antah brantah mana, ada masa dimana saya kangen dengan rumah. Ketika saya di tanah air, ada perasaan rindu akan kamar tidur, dapur hingga toilet. Ada perasaan rindu akan privacy dimana saya bisa memutuskan sendiri apa yang harus saya kerjakan tanpa ada orang ramai. Ya perasaan gitu gitulah.

44044891900_ce464cd986_o

45136684234_039200dda0_o
Tanah Batak dari Hutaginjang. Danau Toba terlihat secara keseluruhan dari sini

Sehingga tak ayal, sewaktu di Jakarta (ketika suami belum datang ke Indonesia), sesekali saya memilih me time di hotel. Atau setelah suami datang, kami memilih quality time berdua beberapa hari di hotel. Keluarga gue sangat mengerti.

30522669477_58e7cd5b20_o

30522746067_1690587f31_o

Dua bulan setengah rasanya tak cukup untuk hunting semua tempat wisata dan kuliner. Tapi kami cukup tau diri dengan memilih liburan santai. Sesuaikan kemampuan energi badanlah. Bali dan Sumatra Utara adalah pilihan kami. Sekalian pulang ke tanah leluhur keluarga besar dan jiarah ke makam kedua orang tua. Selebihnya nyantai di rumah, makan bersama di luar. Meski selama di tanah air, tak sedikit kuliner yang lumayan mengecewakan. Entah mengapa kok rasanya tak seenak dulu. Atau lidah saya yang sudah berubah? Entahlah.

44948458785_881e79d1b2_o
Danau Toba dari desa Tara Bunga

Apa yang paling saya suka selama liburan di tanah air? Tentunya menyantap buah manggis sampai puas. Menyantap mangga sampai puas. Makan nenas sampai puas. Apalagi? makan salak! Pokoknya buah buah seksi yang kalau di Swedia harus mandi air mata dulu bayarnya dan belum tentu enak.

Trus….trus apalagi? massage!  Dung dung sambil tabur gendang. Muraaaaaah!

Ga keitung deh berapa kali mijet selama dua bulan lebih di tanah air. Norak skala internasional pokoknya.

Uda itu aja? ya kagalah masih ada. Hotelnya! mostly bikin terpana. Paling ga dengan harga yang relatif terjangkau, fasilitasnya relatif bagus dan bersih. Sehingga tak ayal di awal awal kedatangan, saya lumayan suka menginap di hotel dikarenakan kepanasan. Begitupun sewaktu suami baru tiba di tanah air. Nanti akan saya tulis terpisah hotel apa saja yang saya rekomen selama menginap di tanah air.

44565717954_ac761c4904_o
All Seasons Hotel di daerah Thamrin Jakarta. Sekitar 1 jutaan rupiah sudah including breakfast. Lokasi di sekitar Thamrin pula. City view dari kamar juga bagus. Hotel ini juga punya skyloft restaurant di bagian rooftop. City view dari rooftopnya kece terutama di malam hari. ******************************************************************Sedangkan gambar hotel di bawah ini cuma 400 ribu rupiah. Lokasi  dekat bandara Soeta pula. Gile deh pokoknya. 
44548684135_2c188389fb_o (1)
Whiz Prime Hotel ini permalam sekitar 700 ribu rupiah. Lokasi di seberang Mall of Indonesia. Kamarnya nyaman banget dan bagus. Kamar mandi luamyan besar. Gabung dengan gedung apa itu gue lupa. Restoran di bawahnya kozy dan nyaman buat santai sambil makan. Strategis bangetlah pokoknya. 

Gila Baking

Hai hai….

Masih berbau santapan, kali ini yang gue publish adalah jenis roti rotian. Hasil baking di dapur beberapa waktu lalu. Pasti uda pada taulah ya roti jadul ini. Roti kasur dan roti coklat pisang. Kesukaan gue. Terutama roti pisang coklatnya. Nyemnyem……yem.

30417774038_a936b3aa89_o

IMG_7140

43567656804_4e0b62085e_o
Sekilas mirip jamur ya

Dan lagi lagi, betapa gue semakin jatuh cinta dan jatuh cintaaaaaaaaahhhhhh dengan dunia per-bakingan. Dan karena lumayan terbiasa, hasil akhirnya semakin dan semakin membuat gue terpana.

7881EBD7-FE55-4BB4-9FD9-DADE185F3443

Seperti yang sudah pernah gue sharing di tulisan sebelumnya, kalau gue lagi doyan doyannya ngebaking dengan menggunakan metode overnight di dalam kulkas. Hasilnya itu beneran amazing loh mak. Lembutnya stabil hingga berhari. Pernah sampai 5 hari masih tetap lembut.

E52F4D5B-9381-4375-804B-7120E0DABD8C

IMG_7808

IMG_7834

3F440A04-334E-4FF3-AF70-3A1C8C4049B6

Nah, di postingan kali ini gue hanya mau pamer foto. Karena ini penting banget untuk publik ketahui. Hahaha….*disoraki massa*.  

Di bawah ini roti sosis pakai mozzarella dan parmesan. Adonan cuma difermentasi di suhu ruang. Leker!

Sekiranya berniat pengen mencoba resep, silahkan meluncur ke instagram atau youtube  @Dapursicongok. Feel free and you don’t have to follow. Happy baking!

43555610414_c66325b0a8_o

44224577162_7c4fc04593_o