Trapizzino yang Bikin Nagih

Trapizzino merupakan jajanan street food terkenal asal Roma Italia yang diperkenalkan oleh seorang chef professional khusus pizza bernama Stefano Callegari sekitar 10 tahun yang lalu. Meski terbilang masih baru dan inovatif, trapizzino mampu menyedot perhatian para penggemar pizza.

Trapizzino sering juga disebut dengan pocket pizza atau sandwich pizza. Tapi beberapa kalangan ada yang menyebut jika trapizzino bukanlah pizza karena pizza selalu identik dengan bentuk bulat pipih sedangkan trapizzino berbentuk segitiga.

IMG_1727~photo-full

Saya sendiri belum pernah menyantap trapizzino secara langsung dari negeri asalnya. Tapi jika melihat hasil resep yang saya adaptasi dari channel youtube ”serious eats”, saya sedikit menyimpulkan jika trapizzino memiliki size lebih tebal dari pizza pada umumnya. Teksturnya lebih berasa lembut di bagian dalam dan crunchy di bagian luar. Dan memang enak!

Untuk takaran bahan saya menggunakan takaran sendiri karena resep aslinya terlalu banyak.

Ada hal penting dalam proses pembuatan trapizzino yang perlu diperhatikan, yaitu proses pembuatan adonan dan isiannya. Bicara isian bisa disesuaikanlah dengan selera mulut tapi katanya nih aslinya lebih sering diberi isian daging, pickled sayuran, keju atau meatballs.

Menurut saya resep merupakan perpaduan dari adonan pizza dan poccacia. Kebutuhan air dalam adonan trapizzino relatif tinggi (high hydration) atau kurang lebih 80 persen dari takaran tepung.

IMG_1718~photo-full

Idealnya  adonan trapizzino menggunakan ragi natural atau levain. Tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan ragi komersial asal takarannya tidak disarankan dalam jumlah besar karena proses fermentasinya sangat lama atau long fermentation di suhu dingin (chiler). Bisa mencapai 18 hingga 24 jam bahkan lebih. Tipikal adonan orang Italialah. Mereka kan memang terkenal sabar banget dalam urusan baking.

IMG_1704~photo-full

Slow fermentasi di suhu dingin akan membuat produksi gas di dalam adonan lebih stabil dan membuat adonan lebih tasty. Penggunaan olive oil yang relatif banyak juga penting agar adonan tetap moist meski dipanggang di suhu yang sangat tinggi.

Adalah penting memperhatikan suhu oven ketika memanggang trapizzino. Tidak boleh di suhu yang panasnya nanggung. Layaknya pizza, suhu tinggi sangat membantu adonan matang sempurna dan membentuk rongga di bagian dalam adonan.

IMG_1713~photo-full

Saya menggunakan suhu maksimal di oven sekitar 275 derajat celcius. Resep aslinya malah menggunakan suhu 290 derajat celcius. Penggunaan baking stone juga sangat membantu proses pemanggangan lebih maksimal.

Jika tidak memiliki baking stone? ya dicoba saja, menurut saya tetap bisa kok asal pengaturan suhu ovennya harus tinggi. Cuma untuk hasil kemungkinan besar tidak sama. Karena baking stone itu sangat baik untuk pengantar panas yang maksimal.

Bikinnya tidak susah kok. Cuma diaduk rata dan fermentasi. Tidak perlu lelah menguleni. Paling waktunya saja yang agak lama itupun kita bisa tinggal dan tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Rasanya beneran bikin nagih. Hitung hitung makan buatan sendiri saja dulu sebelum beneran makan aslinya di Italia sana. Hahaha…

Berikut resepnya :

BAHAN UTAMA : 

  1. 560 gram air (suhu ruang)
  2. 4 gram ragi instan
  3. 700 gram tepung serba guna (protein sedang)
  4.  12 gram garam
  5.  28 gram olive oil
BAHAN TAMBAHAN :
  1. Kurang lebih sekitar 3 sdm olive oil untuk taburan di loyang
  2. Kurang lebih 20 gram olive oil untuk taburan ke atas adonan (ketika akan dipanggang. Lihat video).
  3. Secukupnya tepung untuk taburan
BAHAN ISIAN :  Sesuai selera saja. Saya pakai bulk beef, meatballs, keju, pickled, mayones.

CARA MEMBUAT :

  1. Campur Air, ragi, tepung dan garam. Aduk perlahan hingga rata dengan menggunakan tangkai spatula.
  2. Setelah tercampur rata, masukkan olive oil. Aduk dengan satu tangan secara perlahan hingga rata.
  3. Lalu tutup dengan plastic wrap dan biarkan di suhu ruang sekitar 2 jam atau 1 jam jika suhu ruang agak panas.
  4. Kemudian taburi meja kerja dengan tepung secukupnya.
  5. Tuang adonan ke atas meja kerja.
  6. Lakukan fold 1 yaitu melipat adonan dari semua sisi (lihat video).
  7. Kemudian tutup dengan serbet dan istirahatkan selama 15 menit.
  8.  Setelah 15 menit, lanjut melakukan fold kedua.
  9. Kemudian tutup dengan serbet dan istirahatkan kembali selama 15 menit lagi.
  10. Lalu lanjut fold ketiga dan langsung pindahkan adonan ke dalam wadah yang sudah diolesi minyak.
  11. Tutup dengan plastic wrap dan masukin ke dalam chiller kulkas dengan suhu 6 derajat celcius.
  12. Overnight selama 22 jam.
  13. Esok harinya……………………
  14. Taburi olive oil ke atas loyang persegi panjang ukuran 35x29x2 cm dan ratakan dengan tangan. Usahakan loyang jangan terlalu berbeda ukurannya karena ukuran loyang ini sudah pas untuk ketebalan adonan. Adonan yang terlalu tipis nantinya akan sulit diberi isian. 
  15. Tuang adonan ke atas loyang dan ratakan dengan tangan mengikuti sisi loyang (Lihat video)
  16.  Lalu taburi dengan sedikit tepung dan tutup dengan plastic wrap.
  17. Biarkan mengembang hingga double size (kurang lebih 2 hingga 3 jam tergantung suhu ruang).
  18.  Satu jam setelahnya, panaskan oven di suhu 275 Celcius. Setelah suhu tercapai, masukkan baking stone dan biarkan sekitar 45 menit di dalam oven.
  19.  Setelah adonan mengembang, tusuk perlahan dengan jari jari secara merata (Lihat video).
  20. Bagi 3 adonan dengan menggunakan olive oil sebagi acuannya (lihat video).
  21. Lalu potong tanda dengan olive oil tadi dengan menggunakan scraper dough (lihat video).
  22. Setelah itu taburi dengan sisa olive oil (lihat video).
  23. Panggang di oven sekitar 15 menit.
  24. Setelah 15 menit keluarkan dari oven.
  25. Masing masing potongan adonan keluarkan dari loyang.
  26. Lalu panggang kembali di dalam oven dengan suhu 240 sekitar 5 menit lagi.
  27. Setelah itu dinginkan di cooling rack.
  28. Setelah dingin, ambil satu potong dan bagi menjadi dua bagian berbentuk segitiga (lihat video).
  29. Bolongi bagian tengahnya dengan pisau dan beri isian.
  30. Pada saat mengisi letakin trapizzino di atas gelas.
  31. Sajikan
  32. Selamat mencoba.
Untuk lebih jelasnya silahkan melihat tutorialnya pada video youtube di bawah ini.

Valentine

Halooo Happy Valentine semua…

Salam cintaaaaaaaaaa mak! Hahaha

Gue barusan upload video terbaru di youtube gue. Edisi  ga jelas sebenarnya hahaha. Ditonton yaaaa mak..

Fudgy Brownies

Penyuka brownies mana suaranya?

Tanpa bermaksud sombong, tapi ini beneran enak browniesnya. Padahal saya bukan golongan penyuka brownies garis keras. Cuma baru kali ini makan brownies sambil merem melek. Beneran. Suami dan teman saya juga bilang enak banget. Sampai sampai suami bilang “buat kita sajalah, jangan dibagi ke yang lain” hahaha. Ini nia nagih lagi minta dibuatin brownies.

Brownies sudah pasti identik dengan coklat dan gula. Jadi tidak heran jika di tahap memanggang, ada proses karamelisasi yang lumayan cepat di bagian permukaannya. Inilah salah satu ciri khas Fudgy Brownies. Krispy di bagian luarnya, moist dan lembut di bagian dalam. Ketika dikunyah ada sensasi legitnya juga. Rasanya rich banget.

IMG_1321~photo-full

Meski sekilas mirip cake, tapi sebenarnya brownies bukan cake apalagi bolu…..bukan banget. Brownies ya brownies dengan tekstur yang tidak mengembang seperti bolu atau cenderung seperti cake bantet. Kenapa terlihat seperti itu? Karena brownies tidak memerlukan pengocokan yang lama. Tidak perlu diberi tambahan bahan pengembang seperti baking powder atau baking soda. Karena itu tadi, dia bukan bolu atau cake.

IMG_1324~photo-full

Jika dikocok terlalu lama dan ditambah pula menggunakan bahan pengembang, tekstur brownies akan berubah menjadi seperti bolu. Itulah sebabnya santapan yang satu ini kebanyakan dibuat tanpa menggunakan mesin mixer. Cukup mengandalkan tangan. Bahan cukup diaduk sebentar  saja.

IMG_1318~photo-full

IMG_1315~photo-full

Cuma kalau di tanah air, kadang kadang banyak penampakan brownies mirip bolu. Terlihat sangat mengembang ke atas. Bahkan ada yang disebut brownies kukus. Dan kebetulan saya suka jenis yang dikukus ini. Tapi jika menilik ke brownies klasik, yang dikukus ini bisa dibilang bukan brownies tapi bolu.

Meski terlihat mudah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat brownies. Berikut di bawah ini :

  1. Idealnya gunakanlah coklat bubuk dan coklat batang kualitas bagus. Selain citra rasa lebih enak, warnanya juga mampu membuat penampilan brownies lebih sempurna. Jika tidak suka terlalu manis, bisa menggunakan dark coklat.
  2. Setelah coklat dan butter dicairkan, jangan langsung dicampur dengan bahan lain. Biarkan dingin atau suhunya mencapai suhu ruang.
  3. Bahan bahan tidak perlu diaduk atau dikocok lama. Sebentar saja asal sudah tercampur rata. Aduklah secara perlahan jangan cepat agar setelah dipanggang tekstur brownies tidak mengembang seperti bolu.
  4. Saran saya tidak perlu menggunakan mixer. Apalagi pengocokan tidak lama kan.
  5. Tidak perlu mengggunakan bahan pengembang seperti baking powder atau baking soda.
  6. Lapisi loyang dengan kertas baking.
  7. Sesuaikan ukuran loyang dengan takaran bahan bahan. Ini juga penting. Jangan sampai loyang kebesaran atau kekecilan. Nanti kalau hasilnya terlalu tipis kurang bagus. Brownies jadi cepat kering dan kehilangan kelembabannya. Jika terlalu tebal pun kurang bagus karena brownies mengandung banyak coklat dan gula. Nanti matangnya jadi kurang merata. Untuk resep yang saya share usahakan loyangnya berukuran 21 x 21 centimeter. Kalau tidak ada, gunakan ukuran loyang yang tidak terlalu jauh berbeda.
  8. Rata rata waktu memanggang fudgy brownies kurang lebih sekitar 30 menit di suhu 180 derajat celcius. Tapi untuk resep yang saya share ini, saya memanggang sekitar 45 menit. Tergantung jenis oven masing masing juga. Kenali jenis oven yang digunakan. Ada juga yang memanggang hingga 1 jam tapi suhunya lenih rendah sekitar 150-160 derajat celcius.
  9. Jika waktu memang sudah habis dan ketika ditusuk bagian tengah brownis masih terlihat lengket dan cair tidak perlu panik. Tidak perlu menunggu hingga kering total. Karena sebenarnya yang cair itu adalah karamelisasi gula dan coklat yang jika berada di suhu panas akan susah kering. Nanti setelah dingin, brownies akan lebih memadat. Bahkan ada loh yang bagian tengahnya ketika dipotong masih terlihat cair lava coklat. Karena memang yang mencair itu coklatnya. Bukan karena masih mentah. Brownies yang masih ada sedikit lavanya akan membuat brownies tetap moist dan tidak kering. Cukup bagian luarnya yang krispi.
  10. Jika ingin hasilnya lebih kering tanpa ada sisa lava di bagian tengahnya, ya bisa dipanggang lebih lama. Tapi jangan sampai  kering bangetlah. Intinya tingkat kegagalan brownies itu rendah kok menurut saya. Teksturnya cenderung enak ketika kering maupun masih ada sedikit lavanya. Tapi yang saya share ini kombinasi keduanya.
  11. Setelah matang, keluarkan dengan hati hati dari dalam loyang. Baru anginkan di cooling rack.
  12. Potong brownies setelah dingin. Jika ada sisa bekas potongan di permukaan pisau, bersihkan pisau baru lanjut memotong lagi. Saya sih langsung saja potong semua tanpa bersih bersihkan pisaunya. Hahaha…biasa loh ga sabaran.
  13. Selamat mencoba.

FUDGY BROWNIES 

Loyang ukuran 21 x 21 centimeter. Olesi dengan butter dan lapisi dengan kertas baking. Sisihkan.

BAHAN :

  1. 200 gram coklat batang kualitas bagus. Potong dadu.
  2. 90 gram butter potong dadu (suhu ruang).
  3. 180 gram gula pasir.
  4. 100 gram brown sugar.
  5. 3 butir telur ukurang sedang.
  6. 1/2 sdt garam.
  7. 1 1/2 sdt vanila extract.
  8. 70 gram tepung serba guna.
  9. 30 gram coklat bubuk.

BAHAN TAMBAHAN :

90 gram coklat batang untuk campuran (potong dadu)/suhu kulkas

CARA MEMBUAT :

  1. Panaskan oven di suhu 180 derajat celcius.
  2. Masukkan 200 gram coklat batang ke dalam wadah anti panas.
  3. Nyalakan kompor dan didihkan air.
  4. Letakan wadah berisi potongan coklat ke atas air mendidih tadi.
  5. Setelah bagian bawah coklat terlihat meleleh, tambahankan butter.
  6. Aduk rata hingga melelh sempurna. Sisihkan dan biarkan dingin di suhu ruang tapi jangan sampai membeku kembali ya.
  7. Kemudian campur gula pasir dan brown sugar. Aduk rata.
  8. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok pelan sebentar saja (asal tercampur rata saja). Kocok pelan saja jangan cepat cepat.
  9. Tambahkan garam dan vanila extract. Aduk rata saja secara perlahan.
  10. Masukkan campuran coklat dan butter yang sudah dilelehkan sebelumnya. Aduk sebentara secara perlahan. Pastikan sudah tercampur rata.
  11. Tuang tepung dan coklat bubuk ke dalam saringan. Masukkan ke dalam campuran adonan. Aduk perlahan hingga rata.
  12. Terakhir masukkan 90 gram coklat batang dan aduk rata.
  13. Lalu tuang ke dalam loyang.
  14. Panggang selama 45 menit atau sesuaikan suhu panas di oven masing masing. Jika bagian tengahnya agak basah sedikit dan belum kering sudah bisa dikeluarkan dari dalam oven. Feeling juga bermainlah.
  15. Keluarkan brownies secara perlahan dari dalam loyang.
  16. Anginkan di cooling rack.
  17. Potong setelah dingin.
  18. Jika kalian mau sabar, esok harinya jauh lebih enak tekstur dan rasanya. Tapi kembali ke selera masing masing.
  19. SELAMAT MENCOBA.

Untuk lebih memudahkan, kalian bisa menonton tutorial video cara pembuatannya pada channel youtube dapursicongok di bawah ini.

Akhirnya Salju Turun Lagi!

Video terbaru di channel youtube gue. Mumpung salju turun lagi setelah sempat mencair. Gue kangen salju seperti tahun tahun sebelumnya. Klik ya video di bawah.

Bikin Roti yang Lagi Hits di Korea (Korean Garlic Cream Cheese)

Sebenarnya gue bukanlah orang yang cepat korsleting terhadap sesuatu yang viral atau ngehits. Tapi untuk yang satu ini sepertinya lumayan mencuri perhatian gue. Penampakannya menyelerakan.

Ceritanya pencinta kuliner di Korea lumayan sering mengupload video tentang roti ini di youtube. Peminatnya banyaklah kalau melihat di video. Gue sendiri pun tidak tahu pasti apakah beneran ngehits apa tidak secara gue kaga pernah ke Korea. Hahaha..

IMG_0727~photo-full

Apapun itu….ngehits atau tidak roti ini berhasil bikin gue penasaran. Meski roti bercitra rasa garlic cheese bukanlah sesuatu yang baru tapi menurut gue tampilan roti ini memang lumayan komersial. Mudah menarik perhatian. Trus cara melumuri butternya itu juga menarik.  Terlihat royal banget. Darah rakus gue langsung menyala. Hahaha.

IMG_0734~photo-full
Ulalala…cream cheesenya 

IMG_0733~photo-full

Kebanyakan video tentang roti ini hanya menampilkan tayangan dari segi kuliner Korea. Tidak disertai resep. Hingga akhirnya gue menemukan satu channel dengan nama Miyogi yang berbagi resep roti ini. Ternyata bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan bikinnya juga relatif tidak susah. Langsunglah kakak terinspirasi dan ngutak ngatik bahan sendiri. Gue juga tidak tahu apakah bahan bahan yang digunakan pada resep ini benar benar mewakili roti asli di Korea sana. Tapi setidaknya kalau melihat penampakannya sih terlihat sama. Dan yang terpenting rasanya memang juara.

IMG_0707~photo-full
Sebelum dipanggang di oven

IMG_0715~photo-full
Setelah dipanggang

Saya benar benar angkat jempol dengan penemu resep ini. Pintar banget menyesuaikan komposisi bahan menjadi santapan yang pas dan lezat. Makannya bikin merem melek. Suami dan tetangga pun bilang enak. Mungkin karena bagian luar roti agak renyah tapi sedikit kenyal gitu. Bagian dalamnya lembut dan moist banget. Sementara sensasi cream cheesenya itu loh heaven banget. Lumer di mulut. Ada aroma lemonnya pula. Apalagi pas dipanggang di oven……..ya ampun aroma garlicnya nyebar ke seluruh ruangan. Juara deh.

Sebagian ada yang gue bikin tanpa menggunakan cream cheese. Tapi jatuhnya seperti garlic bread biasa sih kalau no cream cheese.

Tidak perlu beli tiket mahal dan antri jauh jauh ke Korea. Bikin sendiri saja…hahaha. Jika malas bikin rotinya tinggal beli saja roti bulat dan nanti tinggal dipotong potong. Paling cuma bikin campuran butter dan cheesenya saja. Bikinnya juga ga susah kok.

IMG_0709~photo-full
Sebelum dipanggang di oven

IMG_0719~photo-full
Setelah dipanggang (Tanpa cream cheese)

Ini gue bagi resepnya..

BAHAN A :

  • 200 gram tepung protein tinggi
  • 100 gram tepung protein sedang
  • 40 gram gula pasir
  • 3/4 sdt ragi instan
  • 1 butir telur
  • 130 gram susu cair

BAHAN B :

  • 1 sdt garam
  • 65 gram butter

BAHAN C :

  • 300 gram cream cheese
  • 50 gram heavy cream
  • 40 gram gula pasir
  • 3/4 sdm perasan lemon

BAHAN D :

  • 250 gram butter cair
  • 55 gram bawang putih (haluskan)
  • 100 gram susu kental manis
  • 1 1/2 sdm madu
  • 1/2 sdt garam
  • 1 butir telur dan 1 kuning telur
  • 2 sdm parsley kering (botolan)

BAHAN TAMBAHAN :

  • Keju parmesan untuk taburan

CARA MEMBUAT :

  • Campur semua bahan A lalu uleni hingga setengah kalis.
  • Kemudian tambahkan bahan B.
  • Setelah itu lanjut uleni hingga kalis sempurna (elastis).
  • Setelah kalis elastis, masukkan adonan ke dalam wadah yang sudah diolesi dengan sedikit miyak.
  • Tutup dengan plastic wrap kemudian proofing hingga double size di suhu ruang.
  • Setelah mengembang sempurna, keluarkan adonan dan potong potong seberat 50-60 gram.
  • Bulatkan dan rounding.
  • Susun di loyang dan tutup dengan plastic wrap.
  • Kemudian proofing sekali lagi hingga double size.
  • Panggang di oven dengan suhu 180 celsius selama 15 menit.
  • Setelah matang, anginkan di cooling rack hingga benar benar dingin.
  • Lalu campur semua bahan C.
  • Masukkan ke dalam piping bag. Sisihkan.
  • Kemudian campur semua bahan D (pastikan butter benar benar cair).
  • Kemudian ambil roti. Potong masing masing roti menjadi 6 bagian (motongnya jangan sampai putus).
  • Lalu baluri permukaan dan bagian dalam roti dengan bahan D (campuran butter).
  • Kemudian semprot bahan C (cream cheese) dengan piping bag ke masing masing sisi potongan roti.
  • Lalu taburi dengan parmesan.
  • Panggang di suhu 170 derajat celsius selama 20 menit.
  • Selamat Mencoba

Agar lebih mudah bisa melihat tutorialnya di channel youtube dapursicongok. Klik video di bawah ini👇👇👇