Suatu Sore di Sebuah Farm Place

Cuma mau sharing jepretan. Tidak ada cerita yang istimewa. Biar Blog juga ke isi terus vitaminnya.

Kemaren sore, gue melancarkan aksi foto foto di sebuah Farm Place yang sudah berumur ratusan tahun. Farm place ini dulunya ditempati sembilan orang bersaudara, dan saat ini semuanya sudah meninggal. Dengan kata lain, sudah tidak ada penghuninya.

Farm Place terdiri dari beberapa bangunan rumah, gudang, kandang sapi dan kuda, hingga rumah kecil yang digunakan sebagai tempat membuat roti. Rumah yang pertama sekali dibangun diperkirakan sudah berumur 200 tahun. Sedangkan rumah yang lain, ada yang direnovasi di tahun 1960 an.

IMG_2071 (1).JPG
Farm Place dengan bangunan melingkar.
IMG_1992
Salah satu bangunan di Farm Place. Dulu digunakan sebagai tempat membuat roti
IMG_2079.JPG
Bangunan rumah yang pertama. Diperkirakan sudah 200 tahun umurnya

Sumpah gue agak merinding masuk ke dalam. Conjuring banget. Apalagi bangunan rumah yang sudah berumur 200 tahun itu. Suram banget. Lantainya sudah mulai rusak. Banyak kardus bertumpuk. Banyak barang antik di dalamnya. Segala peralatan ratusan tahun silam masih ada. Cuma karena lama tak dihuni, cenderung kotor dan berantakan.

IMG_2074
Bangunan rumah yang lain, sudah direnovasi sekitar tahun 1960 an
IMG_1989.JPG
Salah satu gudang

Seperti yang sudah gue singgung di atas, generasi farm place ini berakhir di tangan sembilan orang bersaudara. Dari ke sembilan bersaudara ini, hanya satu orang yang menikah. Itupun di usia 50 tahun. Yang terakhir meninggal di usia 90 tahun, tepatnya akhir tahun 2016 lalu. Tak ada anak dan cucu sebagai ahli waris. Hanya meninggalkan lahan farm place dan hutan.

IMG_1749
Kuda milik warga tak jauh dari Farm Place

Memang agak sedih ya kalau dipikir. Tapi namanya juga pilihan hidup dan takdir. Toh selama mereka hidup, hepi hepi aja kata suami. Mereka akur dan saling bahu membahu. Keluarga petani yang berhasil di masanya.

IMG_2060
Aliran air di sekitar Farm Place

Itu hanyalah sekilas cerita. Intinya, sore itu gue sangat tertarik melihat sekitar farm place yang bernuansa Rustic. Ditambah lagi, bunga bunga liar juga mulai bermunculan.

Sekalipun bangunan di farm place terlihat kusam, tapi fotogenik banget buat latar foto foto.

Pintu dan jendelanya benar benar vintage. Di saat suami lagi repot dengan kerabat lain memeriksa gudang, gue sibuklah nyalurin hobby. Jepret sana sini. Rencananya kalau punya waktu senggang, mau minta tolong suami motoin portrait diri ahhhh😎

IMG_2062.JPG
Bunga liar pun terlihat cantik

IMG_2063

IMG_1993
Jepretan dalam perjalanan pulang

Tambah Usia Tambah Tua!

Pukul 12.35 waktu Swedia…..

Hari ini, tidak seperti biasa, gue bangun relatif cepat. Biasanya, pukul 10 pagi pun masih berkutet di tempat tidur. Sudah beberapa hari cuaca sangat cerah di tempat gue. Sinar mentari beradu dengan putih salju yang masih setia menyelimuti tanah.

FullSizeRender (36).jpg
Pagi yang foggy
1.jpg
Mentari pagi yang cerah

Berhubung gue bangunnya cepat, sekitar pukul setengah delapan pagi (itu cepat ga sih?…..hahahaha), suasana di luar masih terlihat foggy. Tidak lama berselangmatahari langsung memperlihatkan sinarnya.  Gue beres beres, obok obok dapur, siapin bumbu, dan taraaaaa….ayam goreng lengkuas pun siap disantap! Entah mengapa, gue lagi pengen banget makan ayam goreng kesukaan ini.

FullSizeRender (32).jpg
Ayam goreng kesukaan. Enak kakakkkk!

Lanjut buka sosmed, membaca ucapan/doa dari teman, keluarga di Path, Instagram dan whatsapp. Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Tuhan.

Gue sudah berniat, sebisa mungkin setiap tahunnya, akan menulis beberapa rangkaian kalimat di blog, terkait hari spesial. Tujuannya cuma satu, biar di saat gue tua kelak, blog ini menjadi memory. Ada yang gue ingat. Apa saja kegiatan yang gue lakukan di hari lahir gue.

Kemaren, sepulang kerja, suami membawa dua bouquet bunga. Kata dia, satu untuk Valentine dan satunya lagi untuk merayakan hari lahir gue. Padahal satu aja harusnya cukup ya. Wong cuma beda sehari. Tapi ya sudahlah. Kalau dia berniat dan tulus, harus dihargai. Kebetulan gue memang suka banget bunga. Suami juga tau itu.

Gue sempat berpikir, kok gue bisa beda ya dengan suami. Gue ga gitu pinter kasih kejutan. Beda banget dengan dia. Hobby banget kasih kejutan. Banyak yang bilang, pria bule itu romantis. Tapi tidak sedikit juga yang bilang, kalau pria bule itu dingin. Gue ga tau sih. Secara pengalaman menjalin hubungan dengan pria bule ya cuma dengan suami. Dan kebetulan, dia memang romantis. Terlalu romantis malah.

FullSizeRender (39).jpg
Lop lop lop!

Sedangkan gue? kadang memberi reaksi yang maksimal saja pun atas surprise yang diberi suami suka lupa. Cuma reaksi standard dan say thank you. Tapi sebenarnya gitu aja pun uda cukup kan? gue juga ga tau harus gimana. Hahahha. Bukan berarti gue tidak senang ya dikasih kejutan. Cuma ya itu tadi, mungkin karena gue tidak seromantis suami. Jadi tidak terlalu ekspresif.

Padahal kalau dibawa ke tempat romantis gue suka banget. Giliran menciptakan suasana romantis, gue malah susah. Jaranglah punya ide romantis. Kalau suami gue, beghh…hobby banget dia yang gitu gitu. Tapi tetap sih, bahagia pasti. Punya suami yang perhatian siapa sih yang ga senang. Dan itu patut disyukuri. Dan semoga saja selamanya begitu dan tidak berubah 🙂

FullSizeRender (38).jpg

Semakin bertambah umur, semakin berasa tua uda pasti…hahahha. Tapi hari ini, sambil menunggu suami pulang ngantor, I dont know what to do. Nulis di blog menjadi pilihan yang tepat. Tulisan ini mungkin sedikit tidak terarah. Harap dimaklumi. Cuma sekedar menuangkan kalimat di saat usia menapak senja.

FullSizeRender (32).jpg
Hari ini, gue sibuk deh motoin mawar ini. Gue suka soalnya. Mana dapat natural light yang bagus hari ini. Langsung penyakit motretnya bergelora akut 🙂

Flashback ke masa lalu dan masa sekarang. Melewati perkawinan berdua suami di desa kecil. Gue menikmati semuanya. Dan gue merasa diberkati. Sampai sampai berpikir, Ohhh God, siapa sih aku ini? Kok baik banget ke gue 🙂

FullSizeRender (33).jpg
Princes cake. Tar nunggu uncle onti kita potong ya

fullsizerender-36

Tidak ada acara yang luar biasa. Paling paman dan onti akan datang ke rumah kami. Rencanamya kami akan makan Princes Cake bersama sama sambil Fika. Dan yang terpenting, gue sudah kenyang menyantap hidangan ulang tahun yang terlezat hari ini. Si Ayam Goreng Lengkuas tadi.

FullSizeRender (36).jpg

Mora, 15 Pebruary 2017

Grattis På Födelsedagen….ajheris!

fullsizerender-32

Ketika “Berkebun” Menjadi Hobby Baru

Sewaktu masih di tanah air, gue tidak terlalu interest dengan segala hal yang berbau tanaman. Masih ingat banget, ketika mendiang bokap pensiun, dia punya hobby baru,  Menanam Bunga!

Akibat hobby barunya itu, seketika halaman rumah yang tadinya kosong, dari hari ke hari menjadi penuh dengan berbagai jenis tanaman bunga. Sampai ada yang mengira, kalau kami berjualan bunga.

Dan setiap hari, bokap suka berbasa basi, dan cenderung memaksa agar kami anak anaknya menyukai hobby barunya itu. Apalagi bunga yang ditanam bokap, mostly tak ada bunganya, cuma daun doang. Semakin sempurnalah membuat gue untuk tidak tertarik.

Bokap sebenarnya tau kalau kami anak anaknya kurang begitu tertarik dengan hobby barunya, tapi beliau suka banget nanya, “Gimana tanamannya, bagus ga” atau “Lihat, bunga bakungnya udah mulai berbunga” Yang gitu gitulah.

Dan kalau sudah begitu, biasanya gue suka membalas dengan berpura pura “woww”. Biar bokap ga kecewa kecewa amat. Hahaha…..pak, maafkan anakmu ini 🤦‍♀️

FullSizeRender (19).jpg
Menanam bunga

Sampai akhirnya tanpa pernah gue bayangkan, kecintaan bokap terhadap tanaman, pun akhirnya mengalir ke diri gue. Tepatnya setelah gue tinggal di Swedia. Berawal dari berbagai jenis bunga di sekitar gue, yang aduhai banget warna dan bentuknya. Khususnya ketika musim panas dan semi tiba. Bahkan di saat winter sekalipun, lumayan banyak jenis bunga yang dijual (khusus bunga di dalam ruangan).

Tidak butuh waktu lama buat gue, untuk bisa langsung falling in love dengan tanaman bunga ini. Sampai akhirnya, gue memiliki hobby baru yang tidak hanya sebatas tanaman florist lagi, melainkan merembet ke tanaman pangan.

Sudah menjadi kebiasaan sebagian besar warga di desa gue, ketika musim panas tiba, kegiatan berkebun menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Entah itu bunga atau tanaman pangan.

IMG_1679.JPG
Panen

Selain bisa menikmati hasilnya, juga bisa menjadi terapi jiwa. Menghibur banget. Mengisi waktu dengan bercocok tanam memberi kepuasan tersendiri. Sadar atau tidak, kepala beserta isinya berasa ringan banget. Tidak sempat stress. Apalagi di musim panas, rasanya rugi kalau harus ngumpet di dalam rumah. Jadi selain liburan dan duduk santai di halaman, biasanya summer diisi dengan kegiatan ngubek ngubek tanaman di kebun. Gile…summer mak! matahari lagi ramah ramahnya. Jangankan berkebun, dapur pun kalau bisa gue pindahin ke halaman….Hahaha.

IMG_1693.JPG
Salad dan Dill

fullsizerender-19
Seledri

Untuk tanaman pangan, biasanya yang sering gue tanam adalah tomat dan mentimun. Yang gampang numbuhlah. Atau beberapa tanaman yang memang agak susah gue temukan di supermarket, seperti daun seledri (baca seledri versi Indonesia), karena kebanyakan seledri yang dijual di supermarket, pelit daun alias batangnya doang.

Kalaupun ada, lebih sering di toko asia (baca: toko asia itu rempong banget mahalnya). Jadi mending gue tanam deh, dan hasilnya lumayan, bisa nyetok. Apalagi nanam seledri ga pake ribet. Beli bibit, pindahin ke pot besar, siram sesekali, cahaya matahari juga ga perlu harus kenyang kenyang banget, udah deh pasti numbuh.

Selain itu, gue juga nanam cabe keriting. OMG…….! tahun lalu gue niat banget menanam sampai 50 pot. Dan berujung gagal pemirsah. Warnanya hijau molo. Padahal sudah hampir 5 bulan lebih (terhitung sejak mulai dipindahkan ke pot besar).  Sepertinya sinar surya yang tidak terlalu cukup menjadi penyebab utamanya*Sigh.

Meskipun tidak sesukses yang gue inginkan, setidaknya gue senang punya pengalaman menanam cabe. Cabe keriting pula, yang biasanya tumbuh di tanah asia, harus fight dengan tanah bulek yang nano nano suhunya🤣

fullsizerender-23

Apalagi gue cuma mengandalkan biji cabe yang sengaja gue keringkan, bukan bibit unggul. Dua tahun lalu, gue gagal menanam cabe. Bijinya tidak bertunas. Dan baru summer tahun lalu berhasil. Karena sebelum disemai, terlebih dahulu gue rendam dengan air hangat. Gue biarin semalaman. Senang luar biasa waktu itu. Rumah udah penuh dengan pot cabe deh. Bayangin aja 50 pot. Karena sebelum dipindahkan ke green house, proses pembibitan, dibikin di rumah. Karena di luar masih dingin.

fullsizerender-19
Cabe keriting yang gagal merah

Lumayan pe-er sih nanam si cabe kitting ini, maksudnya jadi kepikiran. Bukan sedekar hobby lagi. Uda pake hasrat menggebu dan ngotot harus berhasil. Secara cabe keriting kaga ada di Swedia. Dan cuma cabe ini  yang cocok di lidah dan perut gue. Sempat minta dikirimin beberapa kali dari Indonesia. Tapi lumayan juga ongkirnya. Belum lagi kalau dibumbui sinetron ditolak alias gagal lolos.

Akibatnya tahun ini gue sedikit galau. Nanam lagi apa ga? Soalnya suami gue bilang, kenapa gue ga coba nanam lagi, tapi sedikit saja. Dan pembibitannya dibuat lebih cepat. Jadi pas dipindahin ke green house, si cabe cabe ini uda sempurna tingginya dan juga pas matahari lagi bagus bagusnya. But we will see lah mak. Kalau gagal, lelah hayati kan 😓

img_1706
Tomat yang tidak kesampaian merah karena keburu autumn

IMG_1768.JPG
Akhirnya cabe hijau dicampur tomat hijau, hasilnya sama dengan Sambal Ijo…hahahha

Tapi gue tetap aja kurang yakin, secara tomat yang gue tanam pun, hingga dipenghujung summer masih banyak yang berwarna hijau. Kalaupun ada yang merah, ya secukupnya aja. Demikian juga dengan tanaman tetangga gue yang lain. Sepertinya bercocok tanam di desa gue itu hanyalah untuk kesenangan semata. Jangan berharap terlalu banyak. Sebab dikala summer sekalipun, mataharinya ga seperti di negeri tropis. Sekalipun suhu lagi hangat hangatnya, paling berapa lama sih. Dua tiga bulan juga uda hebat. Tanaman lagi hot hotnya pengen unjuk gigi, tiba tiba udah letoi lagi keburu musim gugur datang.

fullsizerender-21

fullsizerender-24

Tapi apapun itu, berkebun di saat summer memberi kepuasan tersendiri. Ada perasaan gembira luar biasa, setiap melihat pertumbuhan tanaman mulai dari awal sampai akhir. Dari sebutir biji, bertunas, membesar, hingga tumbuh tinggi sempurna. Dan itu amazing sekali. Lalu berbunga, berganti menjadi buah, membesar dan berubah warna. Warna merah. Yayyy!💃💃

fullsizerender-22  fullsizerender-19

Kadang suka dikagetin juga dengan pertumbuhan mereka yang sepertinya terlewatkan mata. Misalnya seperti buah mentimun. Berhubung warna daun dan buahnya sama sama hijau, jadi ketika berbuah suka ga kelihatan. Tiba terlihat, ternyata uda gede banget. Kalau sudah begini, suka terWowww. Takjub!

FullSizeRender (19).jpg
Timun!

Selain itu, setiap bangun pagi, rasanya seperti ada yang pengen dilihat. Ahh…ke green house aahh. Atau kalau pergi weekend or liburan, setibanya di rumah pasti yang dilihat pertama ya tanaman tanaman ini. Termasuk juga bunga bunga di halaman. Buat gue sih vitamin jiwa raga ya. Apalagi kalau bisa dikonsumsi. Bonus tra.. la…la.

fullsizerender-19
Strawberry, manissss banget meskipun tidak terlalu besar

IMG_1704.JPG
Hasil menanam strawberry. Segar!

img_1659
Tomat hijau dijadikan Pickled

Sebenarnya tinggal beli juga boleh. Tapi ya itu tadi, senang aja nanam nanam sendiri. Dan sekarang baru gue mengerti, kenapa mendiang bokap sangat menggilai hobby bercocok tanam ini. Sampai suka telat makan, seharian ngubekin tanaman.

Tetangga gue, bercocok tanam tujuan utamanya supaya halaman terlihat lebih eko. Begitu dipanen, buah tomat bukannya dimakan, dimasukin keranjang kecil, trus dijadikan hiasan. Kalau dilihat cantik kata dia..😂

img_1603
Tanaman kentang

IMG_1687.JPG
Panen kentang

Di Swedia, kegiatan berkebun memang lumayan digemari. Bahkan di kota Stockholm atau beberapa kota lainnya, pemerintah menyediakan lahan yang disebut Kolonilott, yang bisa digunakan warga untuk bercocok tanaman apa saja. Jadi warga kota yang kebanyakan tinggal di apartemen, bisa melakukan kegiatan berkebun di saat summer. Konon lahan yang disediakan pemerintah ini bisa dibilang nyaris gratis digunakan, mengingat harga sewanya yang sangat sangat murah.

img_1700
Kentang Ekologis/organik

img_1686
Kentang Almond. Jenis kentang dengan rasa yang lezat. Berbeda dengan kentang biasa. Harganya juga lebih mahal jika dijual di supermarket.

So, bagaimana dengan kalian? suka berkebun tidak? atau ada niat nanam nanam apa aja gitu? kalau kalian punya lahan di halaman rumah, ga ada salahnya mencoba hobby ini. Bisa bunga atau apa ajalah. Beneran kok, tanpa disadari, kegiatan ini lumayan menghibur. Cobain di saat weekend juga oke. See you in my next story.

fullsizerender-23
Tomat yang gagal sempurna warnanya

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia. 

Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan.