Punya Hobby Baru. Mancing Ikan!

Ada yang suka mancing ga? Mancing ikan ya, bukan mancing emosi. Hahaha.

Dulu nih, kalau melihat abang gue mancing ampe seharian, suka bingung. Apa enaknya sih? Begitupun kalau melihat orang orang di sekitar tempat tinggal gue sekarang, rata rata doyan banget mancing. Ga cuma di musim panas doang loh, musim dingin pun hayo aja mereka. Di atas danau membeku, sambil bikin perapian. Dapat atau tidak dapat ikan sih nomor sekian. Yang penting sensasinya. Surgaaaaaaa kata mereka!

IMG_3001.jpg

Terkhusus di saat musim panas, kuantitas kegiatan memancing memang lumayan sering. Sehingga tak ayal, jika rata rata warga di desa gue punya boat kecil. Ga hanya di desa gue sih, yang gue tau……warga Dalarna maupun Swedia yang tinggal di sekitar country side, terutama yang tempat tinggal atau summer housenya dekat dengan danau atau sungai gitu, biasanya punya boat kecil untuk memancing.

IMG_3127.jpg

Awal awal gue tiba di Swedia, gue moh kalau diajak suami mancing. Apalagi gue kaga bisa berenang. Mana boatnya kecil kan. Dalam bayangan gue, kalau terbalik gimana? Kelelep dimakan buaya. Hahahaha.

Waktu itu masih suka ngebayangin film horor. Monster airlah, buayalah. Sampai diketawain suami. Habis air danaunya tenang banget. Biasanya buaya suka di air kayak gini kan? Atau di rawa rawa gitu. Tapi ini bukan rawa sih. Emang danau kecil.

IMG_2996.jpg
Reflection. Airnya jenir menembus jantung. Haha

Nah, tahun lalu entah kesentrum apa nih, pas suami ngajak mancing, gue malah iyain. Gue masih ingat, menjelang sore waktu itu. Singkat cerita, memancing perdana itu benar benar membuat gue terpesona. Ternyata danau di sebelah rumah yang sehari harinya cuma gue lihat melalui jendela dapur dan halaman, kalau dilihat langsung dari atas danau jauh lebih cantik.

IMG_2992.jpg

Dan itu beneran damai banget. Bisa bayangin kan, naik perahu kecil dan cuma berdua pulak. Sepi hening. Yang terdengar suara mesin boat doang. Rasanya danau yang tadinya kecil tiba tiba berubah jadi besar aja. Merasa boat yang kami tumpangi kerdil banget. Apalagi pas ngelewati barisan pinus di kiri kanan danau. Begh, makin berasa quite. Menjurus magis.IMG_3010.jpg

Pulau pulau kecil yang terdapat di tengah danau juga bikin gemes. Pengen bangun rumah rumahan di atasnya. Hahaha. Pantas aja suami dan warga suka mancing di sekitar danau. Ternyata memang cakep dan nature banget.

Akhirnya sejak itu gue jadi ketagihan. Parno gue lumayan menghilang. Paling gue pakai lifewest. Memang sih agak rempong. Tapi ga masalah deh. Penting mancing!

IMG_3008.jpg
Aborre

Mancing ikan ternyata beneran bikin betah. Waktu ga berasa. Apalagi kalau beneran dapat ikan. Oemji, senanggggggggggggggnya luar biasa. Kayak dapat lotre. Jenis ikan yang paling banyak di dapat warga biasanya ikan Aborre (European Perch), atau ada juga Laxöring atau sejenis Salmon danau. Tapi Laxöring di danau dekat rumah ukurannya tidak terlalu besar dan cenderung kecil. Belum pernah berhasil kami dapat. Kebanyakan Aborre. Konon salmon jenis ini katanya lebih mahal. Karena dapatinnya lumayan susah.

IMG_3007.jpg
Aborre

Namanya juga ikan liar ya, permukaan kulitnya kenceng banget alias ga benyek. Sisiknya juga keras. Biasanya cukup ditumis pakai butter. Kepala dan ekornya dibuang.  Rasanya manis dan fresh banget.  Bahkan gue pernah goreng loh. Gue sambel. Hahaha.

IMG_3002.jpg
Lucu ya tempat peralatan pancingnya

Aborre ada yang berukuran kecil tapi ada juga yang berukuran superrr besar. Katanya bisa sampai berkilo kilo beratnya. Gue pernah nyaris dapat Aborre seberat 3 kilogram. Narik kailnya susah banget. Berasa berat. Akhirnya lepasssss dong. Sempat ngeliat kepalanya sih. Lumayan gede. Yang ada gue malah ngejerit ketakutan. *dasar pemancing amatiran.

IMG_2991.jpg
View dari boat. Adem.

Tapi begitu tau ikan lepas, gue kepikiran terus. Rasanya penasaran banget pengen lihat sebesar apa. Sampai sampai ga mau pulang, pengen mancing terus supaya dapat ikan gede. Uda kayak main judi aja. Ketagihan.

Konon, agar ikan lebih mudah didapat, idealnya mancing menjelang malam. Mulai pukul 5 sorelah. Semakin malam semakin bagus. Namanya aja sih malam, tapi kalau summer kan tetap terang. Pukul 9 malam juga masih terang. Bahkan kalau cuaca cerah, pukul 10 malam pun ada aja boat warga yang hilir mudik di atas danau.

IMG_3003.jpg
View dari boat

Selain itu, mancing ikannya lebih fokus di bagian danau yang tidak terlalu luas atau lebar. Artinya pertemuan daratan di bagian kiri dan kanan danau lebih berdekatan. Nah, ikan juga lebih suka di tempat seperti ini. Ada benernya juga sih. Gue uda melihat sendiri. Gue lumayan sering dapat  ikan meskipun kebanyakan lepas. Mungkin karena narik kailnya terlalu cepat atau terlalu lambat kurang ngerti juga. Menurut suami sih, mata kailnya kekecilan.

IMG_3004.jpg
View dari boat

Yang ngeselin, kalau tiba tiba kail bergoyang dan berasa sangat berat, dikira dapat ikan. Ehhhh, pas ditarik, kailnya ternyata cuma nangkap rumput air. Huuuuhuhu.

Enaknya memancing di atas danau itu ga ngebosenin. Selain karena boatnya berjalan terus, sekalian bisa ngelihat view di sekitar juga. Kabin kabin kecil menyendiri di tengah hutan, gereja tua yang mungil, ihhh mirip cerita fiksi. Atau sesekali berpapasan dengan boat lain. Seru aja sih.

IMG_3126.jpg

IMG_2998.jpg
Ketemu boat lain

Memancing ikan di Swedia ga bisa sembarangan. Artinya kalau nemu danau ga bisa main mancing gitu aja. Harus lapor ke komunitas setempat. Bayar!

Kalau seperti kami misalnya, cukup membayar 50 Sek pertahun. Biaya yang tergolong murah ini hanya berlaku untuk anggota komunitas pemilik lahan hutan di sekitar aliran danau. Jadi semua anggota bisa melewati danau yang mencakup region komunitas tadi. Bagi yang tidak memiliki lahan hutan dan bukan bagian dari anggota komunitas pemilik lahan, selama mereka warga desa setempat, biaya juga tetap sama sebesar 50 Sek.

IMG_3129.jpg
Kabin di tengah hutan pinggir danau
IMG_3011.jpg
Adem 

Sedangkan warga di luar region atau turis asing, biayanya jauh lebih mahal. Sekitar 350 Sek pertahun, tapi bisa juga dibayar perhari atau per minggu.

IMG_3130

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s