“SEMLA” si Roti Cantik yang Selalu Ditunggu

fullsizerender-28

Di Swedia, ada satu roti yang tidak bisa dibeli setiap saat. Dengan kata lain, munculnya hanya di bulan bulan tertentu.  Akibatnya, kehadiran roti ini pun lumayan ditungu tunggu. Roti apa sih? roti Semla namanya. Semla sendiri berasal dari sebuah kata latin, Similia, yang artinya tepung dengan kualitas terbaik.

Roti Semla ada bukan tanpa sebuah cerita. Setiap tahunnya, penanggalan kalender di Swedia selalu menulis, tentang peringatan sebuah tradisi yang dikenal dengan istilah Fettisdag. Tradisi yang konon sudah dikenal sejak tahun 1594.

Fettisdag berasal dari kata Fet yang artinya Lemak dan Tisdag yang berarti Selasa (Fat Tuesday). Tradisi Fettisdag ini, dikenal juga dengan sebutan Fettisdagbullar (Fat Tuesday Buns).

Long time ago, niat orang untuk menjalankan ibadah puasa pra Paskah sangatlah besar. Mereka berusaha membersihkan diri dari hal hal yang dianggap kurang baik. Termasuklah menghindari makanan berlemak dan berkalori, serta tidak meminum minuman beralkohol.

Itulah sebabnya, dihari terakhir sebelum ibadah pra paskah dimulai, mereka wajib menyantap roti sepuas puasnya. Pesta menyantap roti inilah, yang akhirnya dikenal dengan sebutan Fettisdag (Fat Tuesday).  Mereka berniat membuat roti dari tepung pilihan, yang kemudian menjadi akar mula kemunculan roti Semla. Selepas Fat Tuesday, esok harinya mereka pun mulai menjalakan ibadah pra Paskah, yang dikenal dengan sebutan Askonsdag (Rabu Abu). 

Konon dahulu, Semla hanya disantap tepat di hari Fettisdag. Sampai akhirnya, jaman mulai mengenal toko roti, dan tradisi pun mulai bergeser. After perayaan Fettisdag, penjualan Semla tetap dilakukan di setiap hari Selasa selama pra Paskah. 

img_2418

Dan puncak dari pergeseran nilai tersebut dapat dilihat di jaman modern sekarang. Jauh hari sebelum Fettisdag tiba, tepatnya setelah perayaan natal, Semla sudah bisa dibeli di toko toko bakery. Bahkan kadang sebelum natal, sudah ada yang nekat menjual roti berpenampilan cantik ini. Dan dasyatnya lagi, Semla tidak dijual di hari Selasa saja, tapi di “setiap hari” selama Pra Paskah Bisa dimaklumi, mengingat peminat roti Semla yang lumayan banyak. Dan pastinya juga, menjadi ajang bisnis yang mampu memberi benefit besar. 

Jika ratusan tahun silam, Semla dibuat dan disantap untuk melengkapi tradisi Fettisdag, maka di jaman sekarang sudah jauh berbeda. Semla bisa disantap oleh siapa saja, tanpa harus berkiblat pada sejarah dan latarbelakang tradisi Fettisdag itu sendiri. 

So, seperti apa rasa roti Semla ini? 

Well, menurut gue rasanya manis. Permukaan kulit roti sedikit kering tapi lembut di bagian dalam. Dan menjadi spesial, karena ada sentuhan aroma rempah di dalam rotinya.  Bentuknya?

fullsizerender-29
Ini dia bentuk klasik Semla

Roti Semla memiliki bentuk dan penampilan yang sangat mudah dikenali. Terbagi dua, berisi pasta almond berikut whipped cream di bagian atasnya, yang tentu saja membuat penampilan Semla menjadi tambah menarik.

Dan untuk menarik perhatian lebih dari para pelanggan, pemilik toko roti/bakery pun berlomba lomba membuat varian bentuk Semla. Ada yang berbentuk cake, kemudian diberi nama Semla Cake, ada juga yang memberi lapisan Marzipan dan dinamai Princes Semla. Kreatif sekali. Lebih jelasnya bisa lihat di gambar.

fullsizerender-28
Semla dengan tampilan klasiknya
fullsizerender-32
Semla dengan bentuk yang dimodifikasi. Diberi lapisan marzipan. Meniru lapisan marzipan pada Princes Cake (Tradisional cake di Swedia). Pihak Bakery memberi nama Princes Semla. Hahaha
h
Semla modern dengan nama Princes Semla
img_2930
Semla dengan style modern. Berbentuk Cake dan diberi nama Semla Cake

Jika mengikuti tradisi lama,  roti Semla biasanya disantap dengan susu hangat. Bagi beberapa kalangan, rasanya lebih nikmat. Tapi tanpa susu pun tidak jadi masalah.

h2
Semla dengan campuran susu hangat

Jika berkunjung ke Swedia, tepatnya di saat musim dingin, jangan heran jika menemukan roti Semla ada di setiap etalase toko roti/bakery di Swedia. So, kenapa tidak mencobanya?

Happy Fat Tuesday, 28 Pebruari 2017

Salam dari Mora,

Dalarna Swedia.

“Semua photo di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”

11 Comments

  1. Alloooo ka helena,aku baru buka blog lagi neh gak tau knp tiba2 ilang itu app gmail dan wpnya,btw baru minggu kemarin juga kepikiran mau bikin semla tapi masih blm ktemu cari pasta almondnya karena bingung itu pasta yg spt essence atau bubuk,hehehehe…

    Like

    1. alo dear. ihhh kangen aku ama komenmu hahaha. pantas ga pernah nongol. skrg gimana? uda ga ada masalah kan aplikasinya? aku lom pernah buat semla. beli terus. disini pastanya bisa beli siap jadi. tapi ada resep juga. tar aku liat bukunya ya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s