Merry Christmas from Sweden!

Rasanya belum terlambat  jika gue memposting tulisan ini. Bau natal masih berasa. Dan sebelum 2016  berakhir, tulisan bertema natal masih berlaku sah*ngotot*

Biasanya dua hari sebelum natal, gue dan suami ikutan heboh meramaikan supermarket di kota Mora. Rasanya kurang afdol, tidak merasakan euforia mendorong troli berisi keperluan natal. Mulai dari daging, bahan salad, salmon, krim, keju, roti, coklat dan entah apa lagi. Hedon! Padahal cuma berdua, tapi belanjanya segambreng. Ya sudahlah, perayaan setahun sekali. Selain doyan makan, kami berdua merupakan team kompak ketika berada di dapur. Mulai dari memasak bareng sampai menata meja juga.

fullsizerender-13

Biasanya, rumah selalu kedatangan tamu, entah siapalah itu. Bisa teman baik suami maupun tetangga yang memang hidup melajang. Jadi suka makan malam bersama mereka. Namun natal tahun ini, makan malam hanya kami nikmati berdua. Sepertinya tamu tamu itu punya acara sendiri.

Paginya, tepat di tanggal 24 Desember, kami kedatangan uncle dan onti. Kedatangan mereka tidak direncanakan. Akhirnya sarapan bareng. Karena agenda makan bersama sudah disepakati di tanggal 26 Desember.

img_8387

img_8383

Kami sarapan Risgrynsgröt (bubur nasi) dan Smörgås (open sandwich ala Swedia). Tradisi kecil yang masih dijalankan di desa gue sampai saat ini. Jadi sebelum menyantap makan malam, biasanya perut diisi dengan makanan ini dulu. Bubur nasi sederhana, yang rasa dan aromanya jelas berbeda dengan bubur ayam di tanah air. Berbahan utama beras, sedikit Smör (butter) dan susu. Konsistensi bubur sangat kental. Disantap hangat dengan taburan kanel (cinnamon) plus milk. Kalau mau divariasikan juga boleh. Ditambahkan selai blueberry atau lingonberry (ini versi gue tentunya). Rasanya memang tidak setelolet bubur ayam gerobak. Aroma dan taste origional nasi di Risgrynsgröt masih berasa banget. Yang membuat special paling bau cinnamonnya. Setidaknya di lidah gue masih dapat diterima dengan aman.

img_8553
Risgrynsgröt (Bubur Nasi) dengan taburan cinnamon dan selai blueberry

Jaman dulu, anak kecil di desa gue suka meletakkan piring berisi bubur di teras rumah. Dengan harapan, bubur akan dimakan Tomte (santa versi Swedia yang baik hati dan suka menolong). Suami tidak ketinggalan menjalankan tradisi ini. Walaupun sebenarnya bubur yang diletakin di teras, tidak pernah dimakan Tomte, karena diam diam diambil lagi sama mendiang mertua. Bahkan seorang Astrid Lindgren pun pernah menyelipkan tradisi memberi Tomte bubur di salah satu karya tulisannya. Bedanya, versi Astrid, buburnya malah dimakan rubah, bukan Tomte. Hahahaha. Cerita legenda Tomte lebih jelasnya sudah pernah disinggung di tulisan gue sebelumnya.

img_8609
Smörgås

Sedangkan Smörgås, terdiri dari roti (biasanya di saat natal menggunakan roti gandum beraroma cinnamon), dilapisi butter, dan diberi Julskinka (irisan tipis pork), dan selanjutnya suka suka aja mau ditambahkan apa. Bisa pickled, köttbullar (Swedish Meatballs) dan sedikit sentuhan mayones. Enak!

img_8415

img_8556

Sebelum makan malam dimulai, biasanya ada satu tontonan di televisi yang selalu gue tunggu. Tontonan yang sepertinya menjadi tradisi hiburan natal di Swedia setiap tanggal 24 Desember. Acara yang sangat terkenal, dan sudah ditayangin berulang ulang sejak kapan tau. Bahkan sepertinya sudah mendarah daging, tidak hanya di kalangan anak anak saja, tapi juga kaum dewasa yang sekaligus mengingatkan mereka akan kebiasaan di masa kecil dulu. Menonton Kalle Anka. Si Donal Duck dan konco konconya. Bebek yang selalu membuat tertawa walaupun cuma sebatas lambaian ekor, kumur kumur ga jelas dan nyaris tak banyak bicara. Tipikal Disneylah. Belum lagi tokoh Disney lain seperti Mickey Mouse, Cinderella, Robin Hood, sampai nyanyian manusia liliput dengan vibra suara yang kocak abis. Acara yang menyenangkan untuk dilihat. Mengutip istilah yang lagi viral, Bahagia itu sederhana! 

fullsizerender-10

Konon, televisi Swedia yang menayangkan Kalle Anka, pernah berniat ingin menghentikan acara ini. Dengan pemikiran sudah terlalu sering ditayangkan ulang. Sontak saja rencana tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Bahkan gue sempat melihat liputan dokumenternya di televisi, ketika salah satu olahragawan Swedia mengumpat kesal ke stasiun tv tersebut. Segitu hebatnya pesona kartun Disney ini.

img_8547-1

IMG_8563.JPG

Program hiburan natal di televisi Swedia memang sangat berasa. Seharian penuh bisa dibilang All About Christmas. Mulai dari film, kartun, sampai konser natal. Bahkan di tanggal 23 Desember, satu acara disiarkan secara live mulai pukul 7 hingga pukul 12 malam. Namanya Bingo, acara lotre. Tapi tetap diselipi hiburan natal. Kami iseng nyoba ikutan. Ahhh ternyata seru banget melingkari nomor nomor di kolom kertas yang sudah kami beli. Hadiahnya gila gilaan. Banyak yang menang. Beberapa orang mendapatkan Volkswagen, bahkan ada yang dapat 1 juta Sek *jilat jilat bibir* Gue nyaris menang loh, tinggal satu angka lagi,  lolos ke Canary Island *hahaha…ngimpi*

fullsizerender

Acara natal di Swedia, khususnya di desa gue, benar benar berasa justru di tanggal 23 dan 24 Desember. Keluarga mulai pada ngumpul. Mulai mempersiapkan makanan. Kalau di tanggal 25 Desember, sudah berasa hari biasa. Malah di tanggal ini, rata rata menyempatkan waktu beraktivitas di luar. Seperti Walk in the Forest. Tidak terkecuali gue dan suami. Meskipun dingin, tetap meluangkan waktu exercise ke hutan. Bukan apa apa, yang dimakan leker semua. Kalau tidak dibawa jalan, suka bloon sendiri. Hahaha.

img_8413
Ketika Nastar dan Skippy Cookies bersanding 🙂

Apalagi yang tinggal di kota besar, yang sengaja datang merayakan natal bersama orang tua di desa, di tanggal ini kebanyakan menikmati ekolife di sekitar forest. Bahkan ada yang berburu. Gila ya, padahal masih natal beneran itu. Sempat sempatnya berburu. Aroma natalnya langsung bye bye.

img_8412
Anyone?

Sejauh ini, gue sudah bisa menikmati sebagian besar menu natal di Swedia. Mulai dari Julskinka, Köttbullar, Rödbetssallad, Salmon, Jansons Frestelse, Ägg Halvor, dan masih banyak lagi. Menu natal yang leker dan delicious menurut gue. Di saat natal seperti ini, siap siaplah menggemuk. Makan coklat (untungnya gue ga gitu doyan coklat sekarang), minum Julmust (soft drink khas natal), hingga Glögg (minuman wine dengan aroma rempah yang tajam berisi almond dan russin). Akan gue tulis secara detail di tulisan berikutnya.

fullsizerender

Untuk kue kering, Swedia memiliki Pepparkaka, sejenis kue kering tipis, beraroma dan bercitra rasa kanel (cinnamon/kayu manis) dan Ingefära (jahe). Bentuknya macam macam. Bisa bulat, bentuk love, snowman, suka sukalah. Tapi gue jarang menyediakan ini di rumah. Kurang suka. Gue malah rutin membuat nastar dan skippy cookies. Suami juga suka. Sedikit sensasi Indonesialah. Baideway, dua hari berturut melahap menu natal, bikin perut teriak “Tan, Indomie Tan! 

fullsizerender-12

Sehabis makan malam, biasanya dilanjutkan dengan kegiatan membuka kado natal. Di Swedia, kado natal dibuka di saat Christmas Eve (malam natal). Jadi bukan di tanggal 25 Desember. Tahun ini masih seperti tahun sebelumnya. Meskipun ada satu kado yang memang gue minta langsung ketika berdua suami di sebuah store. Sempat juga membuat list, kado apa yang gue pengen. List yang lumayan kurang ajar sih, makanya sukses ditolak. Hahaha.

img_8561

IMG_8519.JPG

Satu hal yang setidaknya menurut gue lucu, ketika ke kota dan berniat mencari kado untuk suami dan uncle/onti (kado buat gue sudah dibeli suami jauh hari sebelumnya), secara blak blakan gue bilang ke suami kalau pengen beli sepasang sepatu untuknya. Sudah niatlah. Singkat cerita, kami masuk ke toko sepatu langganan. Begitu masuk, yang ada gue malah tertarik mencoba sepasang boots yang modelnya gue suka. Sibuklah nyobain kiri kanan. Sambil nyobain boots, gue meminta suami memilih model sepatu seperti apa yang dia suka.

Suami pun nemu sepatu kesukaannya. Cek harga, puji Tuhan tabungan masih cukup. Dan jreng jreng jreng….pas bayar ke kasir, suami  malah mengambil boots dari tangan gue. Katanya dia yang bayar sebagai kado natal. What! senang bangetlah coyy!

Jadi lucunya itu karena, gue bayar sepatu buat suami dan suami bayar boots buat gue. Dan lebih lucunya lagi, kami tetap meminta kasir membungkus masing masing kotak sepatu sebagai hadiah natal. “Biar kami ada kegiatan di malam natal” kata suami kepada si kasir sambil tertawa. Maklumlah, natal hanya kami habiskan berdua. Tidak ada keluarga besar. Jadi dibuat sebahagianya kami aja. Dengan cara kami tentunya. Yang pasti, acara buka kado di malam natal kemaren, sebenarnya buat gue pribadi sudah tidak surprise lagi. Karena gue sudah tau isinya. Kecuali kado yang sudah dibeli suami jauh hari sebelumnya. Mau tau apa? Taraaaaaaaaa…….. ini dia!

img_8596

Dikadoin sebuah Tripod. Senang sih. Artinya suami mendukung gue. Tapi jujur, untuk sekarang rasanya gue belum terlalu membutuhkan tripod. Sejauh ini sudah cukup puas dengan hasil jepreten sendiri tanpa bantuan tripod. Apalagi memakai tripod rasanya kok ribet. Harus nempelin dolo, ngencengin. Tapi namanya pemberian, dari sebuah niat baik pula. Siapa tahu hobby photography gue semakin baik.

Seperti biasa, gue selalu nyelipin kado kado kecil ke suami. Berisi kaos kaki, underwear dan longjohn. Jadi acara membuka kado pun tidak cepat selesai. Berbeda dengan suami, tahun ini dia tidak memberi kado kado kecil lagi. Dimaklumi, tiga kado sudah sangat sangat cukup buat gue.

img_8557
Salju yang turun kira kira seminggu sebelum christmas. Coba pas christmas datangnya.

fullsizerender-11

Sayang tahun ini No White Cristmas. Padahal seminggu sebelum natal, gumpalan salju masih tebal memutih. Menjelang natal malah mencair. Ada sih sisa saljunya, tapi sedikit. Doa dan harapan gue, semoga berdua suami diberi kesehatan, panjang umur dan kesempatan melewati penghujung tahun 2016, melewati 2017 dengan segala harapan dan berkat. Semoga keluarga, kerabat dan teman semua juga demikian adanya. Meskipun telat, buat teman teman yang merayakan natal, ijinkan gue mengucapkan Merry Christmas from Sweden! Tuhan memberkati! See you in my next story.

img_8388

fullsizerender-10

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”

17 Comments

  1. Selamat Natal ka helena dan suami,semoga damai natal selalu menyertai ya,oh iya rick jg blg gak ada salju natal ini jd gak asyik,dan itu nastar bikinan sendiri ka atau memang ada yg jual disana?

    Like

      1. Yah tapi tetep dinginnya masih ya,hehehe..ka boleh nanyaa gak? Aku suka chocolate swedia itu,waktu tmnku pulang kejakarta pacarku titip lewat temanku,dan kmrn” kepingin bgt pengen minta kirimin tp nanti meleleh gak ya??

        Like

      2. Aku pernah dikirim coklat marabou. Ga rusak kok. Paling bonyok dikit. Ini lindt. Di Jakarta kayanya ada. Kalau mau coklat swedia mending yang marabou. Sama kok enak juga. Marabou di jakarta aku belum pernah liat

        Like

    1. Makasih mba, Merry Christmas juga yak! tau sih, kalau foto malam harus pake ini. Masalahnya, foto di rumah aja untuk food photography suka mikir malas make, konon pula di bawa ke luar…hihihi…Gileee mba ampe tiga, tapi memang hasilnya lebih akurat ya. Aku belum nyobain tripodnya untuk photo serius, masih ngetes aja.

      Like

    1. Aku malah ga ingat warkop tayang pas lebaran. Kurang suka liat si warkop ini😂😂. Kalau terkenal apa ga kurang tau juga sih Fib, cuma suami direkomen ama yang punya toko merek ini 😊😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s