Tempat Wisata Menarik Yang Bisa dikunjungi di Stockholm

Mungkin bagi beberapa kalangan, Stockholm bukanlah kota wisata sepopuler kota kota besar di wilayah Schengen lainnya. Sebut saja seperti Italia, Perancis, Jerman, Austria, Belgia, Swiss atau Spanyol.

Namun buat gue pribadi, standard keindahan kota di Eropa juga ada pada Stockholm. Bangunan tua? ada. Gereja kuno? ada juga. Museum? apalagi, sampai museum udaranya pun ada. Trus taman kota? ini mah uda wajib adalah ya. Cafe cafe kozy?  bukan cuma kozy, yang rustic dan bernuansa romantis pun ada. Dan satu lagi, istana raja juga adaaaaa!

Ditambah pula Stockholm berada diantara kanal kanal air yang bersih, yang membuat kota ini semakin cantik dan menawan. Sehingga tidak heran jika Stockholm sampai diberi julukan Venice Utara Eropa.

Dan uniknya lagi, Stockholm merupakan kota yang berdiri di atas belasan pulau. Pulau pulau kecil yang saling berdekatan, yang satu dan lainnya hanya sejarak jembatan.

IMG_1097.JPG

Stockholm adalah ibukota sekaligus kota nomor satu terbesar di Swedia. Sebagai capital city, tidak heran Stockholm menjadi pusat perhatian para turis lokal maupun asing. Beberapa tempat wisata menarik bisa dilihat di kota ini. Di saat musim panas, Stockholm menjadi kota yang lumayan crowded. Turisnya ramai banget.

Entah sudah berapa kali berkunjung ke Stockholm, herannya gue tidak pernah merasa  bosan. Mungkin karena kunjungan pertama yang sangat berkesan, setiap ke Stockholm semangatnya ga pernah luntur. Padahal jarak Stockolm dari tempat tinggal gue lumayan jauh.

So, wisata apa saja yang bisa dilihat di Stockholm? Berikut ceritanya!

GAMLA STAN 

Ada seutas tali kuat yang selalu menarik gue untuk datang ke Stockholm. Dan setelah dipikir, dari beberapa kali kunjungan, sepertinya kawasan ini tidak pernah terlewatkan oleh kami (gue dan suami). Kawasan yang terbilang mainstream. 

Apalagi kalau bukan Gamla Stan. Berkunjung ke Stockholm tanpa ke Gamla Stan, ibarat makan rujak tanpa cabe.

Berikut foto bangunan di Gamla Stan

Gamla Stan artinya Kota Tua. Seperti kebanyakan kota di Eropa, Stockholm juga memiliki kawasan Old Town yang berdiri sejak abad pertengahan.

Gue cinta banget dengan Gamla Stan. Selain memiliki bangunan tua, Gamla Stan juga sarat dengan  gang kecil. Gang yang sebagian besar terdiri dari cafe cafe kozy, toko souvenir dan fashion.

Tidak itu saja, ketika berjalan di setiap gang, sesekali mata dan telinga akan terhibur dengan hiburan gratis para seniman jalanan. Gang kecil yang memberi suguhan abad Renaisans. Baik dikala siang maupun malam, Gamla Stan selalu mempesona.

Berada di Gamla Stan seakan melintas waktu dan jaman. Dan tentunya berkesempatan merasakan sensasi kota “Tempoe Doloe”.

img_1096
Gamla Stan
IMG_1088.JPG
Gamla Stan
IMG_0985.JPG
Gamla Stan

Ada satu gang terkecil di Gamla Stan yang sangat terkenal. Yang menjadi kunjungan wajib ketika berada di kota tua ini. Apalagi kalau bukan Mårten Trotzigs Gränd. Gang kecil yang bisa dibilang less than a metre wide. Ga nyampe semeter.

Meskipun terkesan biasa, akan tetapi Mårten Trotzigs Gränd mampu menghipnotis para wisatawan (tidak terkecuali gue), untuk berjalan di lorong gang  yang katanya cuma selebar 90 cm itu.

Di saat summer,  Mårten Trotzigs Gränd jarang terlihat sepi. Ada saja turis yang lewat. Bahkan harus rela ngantri. Padahal kalau dipikir pikir cuma gang biasa. Tapi  kalau bicara liburan, sesuatu yang famous selalu sayang untuk dilewatkan. Dan biar sah juga 😊

Bagian lain yang sekaligus menjadi pusat keramaian di Gamla Stan adalah Stortorget. Big square yang selalu dipenuhi lalu lalang turis. Ngapai aja turis di sini? foto foto! Nongkrong di cafe juga boleh. Atau biar lebih irit, duduk di bangku kayu bahkan di tangga museum Nobel yang terkenal itu. Yang walaupun terkenal, sampai sekarang gue belum pernah masuk ke dalam. Cuma dilewati doang. Maybe someday.

img_0041
Stortorget, bangunan merah dan coklat merupakan iconic

Berada di Gamla Stan, jangan lupa mencoba berbagai macam kelezatan cake dan roti di sebuah toko bakery bernama Sundbergs Konditori. Toko bakery tertua di Stockholm yang sudah berdiri sejak tahun 1785. 

KATEDRAL STOCKHOLM (STORKYRKAN)

Wisata Eropa lumayan identik dengan gereja. Memasuki gereja bukan lagi sebatas urusan ritual agama tertentu. Melainkan kunjungan wisata yang bersifat universal. Sehingga menjadi hal biasa jika pintu pintu gereja di benua ini selalu terbuka untuk publik setiap harinya, sekalipun bukan di jam beribadah. Pun dengan Stockholm, kota yang memiliki beberapa bangunan gereja dan terus terang membuat gue terkesima.

IMG_1192.JPG

Salah satu gereja terkenal di Stockholm adalah Katedral Stockholm (Storkyrkan). Letaknya masih di sekitar Gamla Stan. Kalau ditanya gereja Eropa mana yang pertama sekali gue kunjungi, jawabnya ya katedral Stockholm ini. Jadi wajar jika gue terwow!

Selain untuk kebaktian umum, katedral Stockholm juga dikenal sebagai gereja resmi keluarga kerajaan Swedia. Terutama di saat perayaan besar seperti pernikahan dan baptisan keluarga.

img_1464
Gereja yang megah

Pertama kali mengunjungi katedral Stockholm pada saat musim dingin bulan Januari 2014. Kala itu pengunjung sepi. Gue dan suami pun bisa masuk tanpa dipungut biaya. Berbeda dengan kunjungan kedua di musim panas bulan Juli 2014 (dalam rangka menemani saudara saya yang lagi berkunjung ke Swedia), kami dikenakan biaya masuk. Mungkin karena saat itu pengunjung gereja sangat ramai.

Gereja megah! Perpaduan pilar pilar tinggi dan kokoh, altar indah, sampai dua mahkota besar di sisi kiri kanan ruangan gereja, yang konon menjadi tempat duduk raja dan permaisuri. Dua mahkota inilah yang menurut gue menjadi daya tarik gereja. Mahkota yang identik dengan keluarga raja.

RIDDARHOLM CHURCH 

Masih dari Gamla Stan, kali ini tentang sebuah bangunan gereja tua bernama Riddarholm Church. Meskipun memakai embel embel kata “gereja”, tapi Riddarholm Church hanya dipakai sebagai tempat menyimpan peti jenazah raja raja Swedia terdahulu. Jadi bukan tempat ibadah.

Peti mati berukuran besar, menjadi pemandangan yang biasa di dalam gereja ini. Konon, di bawah lantai gereja juga terdapat makam. Lantainya mirip batu nisan.

img_0044
Di dalam bangunan gereja inilah raja raja Swedia sebelumnya dimakamkan
IMG_1361.JPG
Salah satu peti jenazah raja Swedia
IMG_1359.JPG
Lantai gereja. Konon di bawah lantai gereja ini pun ada makam. Masing masing makam ditandai dengan lantai berbentuk kotak dengan ukiran batu bertuliskan sesuatu di atasnya

THE ROYAL PALACE (KUNGLIGA SLOTTET)

Jika ingin merasakan nuansa dongeng dalam dunia nyata, The Royal Palace (Kungliga Slottet) adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Istana raja Swedia yang juga berada di kawasan Gamla Stan. Sejak tahun 1981, The Royal Palace tidak lagi menjadi tempat tinggal raja dan keluarga. Katanya sih karena terlalu dekat ke pusat perkotaan Stockholm.

The Royal Palace bukanlah istana yang dikelilingi pagar tinggi layaknya Buckingham Palace di London. Jangankan masuk ke halamannya, menikmati keindahan di dalam istana pun bisa. Walaupun harus dipungut biaya. Tapi worth it !

IMG_1178.JPG

Berada di dalam istana tentu saja membuat gue sedikit nanar. Gile aja, cantik banget. Bisa bayangin kan, istana raja kaya apa. Luas dan mewah. Masing masing ruangan memiliki cerita, mulai dari raja raja swedia yang pernah tinggal di istana, dimana kamar, ruang tamu, ruang baca, ruang istirahat sampai ruang makannya, semua bisa dilihat.

Begitupun lukisan, karpet, kursi, jejeran lampu kristal, ruangan meeting raja, meja makan menjamu tamu negara, sampai ruangan berisi nama nama pemimpin dunia yang sudah pernah berkunjung ke istana,  juga ada dan bisa dilihat dengan jelas. Tapi cukup dilihat saja, tidak boleh di jepret.

Bagian lain yang tidak kalah menarik adalah gedung penyimpanan mahkota raja. Yang jelas, mata gue kelilipan tak kala melihat berlian, safir, zamrut dan batu mulia yang melekat di setiap mahkota. Gila ya, perasaan raja raja Eropa selalu identik dengan batu mulia. Kadang suka mikir, kenapa mereka selalu memiliki koleksi berlian dan batu mulia yang gila gilaan. Nemu dimana sih. Hahaha.

Bagi yang suka melihat prajurit ganteng, boleh kok. Pas pergantian pengawal istana. Kegiatan yang bisa dibilang semacam desserts atau appetizer, untuk jenis wisata kaya gini. Hiburan klasik yang sepertinya menjadi  satu paket. Tapi gue ga tau apakah setiap hari diadakan atau tidak. Tapi menurut gue bukan sesuatu yang luar biasa sih. Standard banget. Tidak seseru pergantian pengawal di Buckingham Palace London.

IMG_1353.JPG

Tidak jauh dari The Royal Palace, terdapat bangunan Riksdag atau Swedish Parliament. Gedung parlemen yang terhubung dengan kawasan pedestrian Drottninggatan. Keduanya terhubung oleh sebuah jembatan yang tidak terlalu panjang.  Di sekitar jembatan inilah orang orang sering mengabadikan momen dengan camera, atau sekedar berdiri menikmati keindahan kota Stockholm. Kanal air, bangunan tua, sungguh perpaduan yang sempurna. Menjadikan kawasan di sekitar Riksdag menjadi menawan.

Jangan lupa melangkahkan kaki dan berjalan ke kawasan ini. Dan  cobalah untuk berhenti. Bidiklah satu momen indah dengan latar kota Stockholm diantara kanal air dan bangunan tua.

img_0979
Gedung Parlemen Swedia
img_2448
Sekitar gedung parlemen yang selalu ramai. Banyak turis mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar jembatan
IMG_1469.JPG
Pedestrian di sekitar gedung parlemen
img_2480
View dari jembatan di sekitar gedung parlemen
img_2478
View dari jembatan di sekitar gedung parlemen

Jangan lupa melewati kawasan pedestrian Drottninggatan (Queen Street), nikmati berjalan kaki tanpa harus takut di serempet motor apalagi  dihadang asap knalpot. Kapan lagi bebas berjalan kaki di seluruh bagian ruas jalan. Bahkan di tengah jalan sekalipun.

Drottninggatan dikenal sebagai kawasan crowded. Hampir tiap menit dilewati langkah kaki turis. Terutama di saat musim panas.  Yang doyan shopping, Drottninggatan siap melayani. Banyak toko fashion disepanjang jalan dengan berbagai koleksi brand terkenal.

IMG_1263.JPG
Pedestrian Drottninggatan

DROTTNINGHOLM PALACE

Seperti yang gue jelasin di atas, The Royal Palace bukanlah istana yang dipakai sebagai hunian sehari hari raja Swedia untuk saat ini. Raja Carl XVI Gustav dan ratu Silvia, memilih tempat yang lumayan jauh dari pusat kota Stockholm. Drottningholm Palace adalah Private Residence of the Swedish Royal Family. Di istana inilah raja dan keluarga sehari harinya tinggal.

IMG_2456.JPG

Drottningholm Palace dibangun pada tahun 1662 dan kemudian mengalami renovasi besar besaran. Sampai akhirnya pada tahun 1981, istana ini resmi menjadi tempat kediaman The Swedish Royal Family.

Keunggulan Drottningholm Palace terletak pada keindahan tamannya. Di depan istana terdapat danau besar dan di bagian belakang taman yang sangat luas. Penataan taman sangat rapi. Dominan berwarna hijau. Taman istana juga memiliki labirin kecil yang bisa digunakan sebagai wahana bermain. Tidak jauh dari sekitar istana terdapat sebuah cafe. Bisa singgah sekedar meluruskan otot kaki yang lelah berjalan. Santai sejenak, ditemani secangkir kopi dan sepotong cake, sambil menikmati keindahan danau di depan istana. Damai dan tenang rasanya.

img_2457

IMG_2458.JPG

Pengen tau di dalam istana seperti apa? cukup membeli tiket seharga 100 Sek (kalau sekarang gue kurang tau). Tapi dibanding The Royal Palace, istana Drottningholm terkesan biasa. Ruangan yang bisa dilihat juga terbatas dan tidak banyak isinya.

MUSEUM VASA (VASAMUSEET)

Stockholm memiliki banyak museum bersejarah, diantaranya adalah Museum Vasa, berada di Galärvarvägen 14, Stockholm. Museum Vasa menjadi ada karena history masa lalu. Bermula dari ambisi seorang Gustavus, raja Swedia di masa lampau, yang ingin memperlihatkan kehebatan militernya di mata dunia. Kehebatan militer melawan bangsa Polandia dan Lithuania. Dan ambisi itu pun berlabuh pada pembuatan kapal perang yang tidak terkalahkan. Setidaknya itulah mimpi sang raja kala itu. Proyek raksasa yang dimulai sejak tahun 1626 sampai dengan 1628, melibatkan ratusan orang pekerja dan ribuan kubik kayu.

Cerita tenggelamnya kapal Vasa memiliki kemiripan dengan Titanic. Tenggelam di saat pelayaran perdana. Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 1628, kapal Vasa berangkat menuju perairan Baltik disaksikan ribuan pengunjung yang bersemangat ingin melihat perjalanan perdana kapal. Namun cerita menjadi lain setelah kapal berjalan sejauh 1.300 meter dari dermaga. Tanpa diketahui penyebab pastinya, badan kapal perlahan miring hingga akhirnya tenggelam di perairan laut Baltik. Namun berbagai pendapat pun muncul, salah satunya menyebut beban kapal yang terlalu berat menjadi alasan penyebab tenggelamnya kapal.

Menurut cerita, kapal Vasa sudah dibangun sedemikian sempurna, namun muatan yang melebihi kapasitas memudahkan kapal tenggelam. Bayangkan saja, selain penumpang berjumlah 150 orang, kapal Vasa juga berisi 64 meriam, ditambah senapan dan amunisi. Beban yang tidak sanggup dipikul oleh sebuah kapal kayu di masa itu.

IMG_2566.JPG
Gedung museum Vasa. Foto dari Handphone dan apa adanya aja

Di balik cerita tragisnya, setelah berada di dasar laut kurang lebih selama 300 tahun, usaha pengangkatan kapal ke permukaan laut pun mulai dilakukan pertama sekali pada tahun 1961. Setelah melalui proses panjang dan waktu yang tidak sebentar, kapal Vasa berhasil diangkat dalam kondisi lumayan utuh, mulai dari bangkai kapal, meriam dan peralatan lainnya. Amazing!

Kemudian kapal Vasa ditarik ke pinggiran laut, dan di pinggiran laut inilah  akhirnya museum Vasa dibangun. Sebelum resmi dibuka pada tahun 1990, ribuan orang berdatangan dan menyaksikan proses pendirian museum. Cerita dibalik tragisnya kapal yang berlatar belakang ambisi ini, membuat banyak kalangan tertarik untuk menyaksikan proses pembangunan museum.

IMG_2564.JPG
Gue dengan backround kapal Vasa. Foto  hanya dari handphone.

Penjelasan demi penjelasan di setiap ruangan museum sangat detail. Mulai dari proses penarikan sampai pembersihan kapal, lengkap dengan kliping koran yang super heboh memberitakan penemuan Vasa di masanya. Semua barang yang ditemukan di dalam kapal disimpan dengan rapi, seperti meriam, senapan, peralatan makan para penumpang, pakaian sampai sepatu. Di dalam museum juga disediakan sebuah layar yang memberi efek dimensi (gue sebut gitu aja deh, kurang ingat namanya apa), yang mampu  memperlihatkan  warna asli kapal Vasa sebelum tenggelam. Keren!

Jadi ternyata, warna asli kapal tidak terdiri dari satu warna saja (coklat), melainkan ada warna lain yang ikut meramaikan permukaan dindingnya. Seperti merah, kuning emas dan pink. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini.

IMG_2555.JPG
Miniatur kapal Vasa. Kira kira seperti inilah warna asli kapal
IMG_2401.JPG
Ini adalah pantulan warna asli kapal Vasa yang muncul di layar dimensi. Pantulan langsung dari badan kapal. Padahal warna kapal sekarang sudah berubah coklat seperti gambar di bawah ini. Tapi bisa terlihat warna aslinya. Keren ya!
IMG_2556.JPG
Bangkai kapal yang berhasil diangkat dari dasar laut. Full berwarna coklat

Hebatnya lagi, tengkorak korban penumpang kapal juga disimpan dengan baik di ruangan bagian bawah museum. Dan kondisi tengkorak pun masih utuh. Tidak itu saja, untuk bisa mengenal wajah para korban, maka dibuatlah patung lilinnya. Patung lilin lengkap dengan nama dan sebagai apa jabatannya di dalam kapal. Salut deh pokoknya.

Kadang yang begini ini yang suka membuat gue ga habis pikir. Betapa mereka ini sangat haus akan sejarah masa lalu negaranya. Berbagai cara dilakukan supaya peninggalan sejarah bisa lebih jelas diketahui warganya sendiri maupun khalayak ramai. Dan untuk merealisasikannya bukanlah sesuatu yang mudah kan. Butuh waktu puluhan tahun dan menghabiskan dana yang tidak sedikit.

IMG_2404.JPG
Patung lilin dari salah satu korban di kapal Vasa

Museum Vasa juga memiliki restoran besar dan cantik, jadi setelah lelah berkeliling, sangat pas sebagai alternatif melepas dahaga dan lapar. Berkunjung ke Museum Vasa kalau tidak salah (dua tahun lalu) dikenakan biaya sebesar 100 Sek per orang. Dan museum  mulai dibuka sekitar pukul 10 pagi hingga pukul 5 sore. Gue sangat sangat merekomen museum ini. Bagus!

SKANSEN (OPEN AIR MUSEUM)

Masih berada di wilayah yang tidak jauh dari Museum Vasa, Skansen merupakan Museum Udara Terbuka pertama, tertua dan terluas di Swedia. Bahkan konon di Skandinavia. Luasnya jangan di tanya, sangat luas. Museum udara yang mewakili sejarah peradaban masyarakat Swedia sebelum memasuki era industrialisasi.

IMG_9093.JPG
Rumah tua di Skansen
IMG_9068.JPG
Rumah tua di Skansen

Skansen ibarat sebuah miniatur sejarah di masa silam. Berisi kumpulan bangunan bangunan tua di masa lalu, yang sengaja dipindahkan dari berbagai pelosok wilayah di Swedia. Didirikan pada tahun 1891 oleh seorang pria bernama Arthur Hazelius. Selain bangunan tua, banyak kegiatan di abad silam yang dapat  dilihat di Skansen. Lebih detail dan jelasnya, cerita Skansen bisa dibaca di link ini.

GLOBEN SKY VIEW

Globen Sky View  merupakan salah satu sarana wisata yang berada di kawasan Stockholm Globe City, tepatnya di sebuah gedung arena bernama Ericsson Globe. Selain pusat perkantoran, cafe/restoran dan shopping mall, jantung dari kawasan Globe City sendiri adalah 4 gedung arena utama yang saling berdekatan (dikenal dengan Globen Arena), termasuklah Globen Sky View yang berada di gedung Ericsson Globe.

IMG_1519.JPG

Melalui gondola yang berbentuk seperti bola kaca, pengunjung bisa melihat keindahan landscape kota Stokholm. Bisa masuk ke dalam gondola tidaklah sembarangan.  Masing masing pengunjung sudah ditentukan jamnya. Seperti kami misalnya, meskipun sudah membeli tiket online, harus menunggu sekitar 20 menit, karena mendapat giliran pukul 2 siang. Sebelum menaiki gondola, pengunjung diberi tontonan berupa cuplikan film singkat tentang kawasan Stockholm Globe City.

IMG_1522.JPG

Di malam tertentu, biasanya gedung Ericsson Globe akan menampilkan warna warna lampu yang indah, khususnya untuk memperingati sebuah perayaan ataupun sebagai tanda empati terhadap sebuah kejadian.

Masih terang di ingatan gue, ketika hendak menonton konser Madona di Tele Arena yang lokasinya persis di sebelah Ericsson Globe, gue melihat perubahan pada dinding Ericsson Globe.Yang siangnya berwana putih, malam harinya berubah menjadi warna warna  yang melambangkan bendera Perancis. Hal itu dilakukan sebagai tanda empati akan tragedi kemanusian (akibat serangan bom) di kota Paris, yang memakan korban jiwa. Globen menjadi cantik sekali malam itu.

KING’S GARDEN (KUNGSTRÄDGÅRDEN)

King’s Garden merupakan sebuah taman di pusat kota Stockholm. Di taman ini banyak terdapat cafe outdoor yang cantik. Terutama di saat musim panas. King’s Garden juga menjadi pilihan yang tepat untuk sekedar melepas penat, duduk santai sambil menikmati burung burung  liar yang hinggap di tanah. Tak jarang pertunjukan hiburan dan bazar makanan dilakukan di taman ini. Di saat musim semi, King’s Garden  berubah menjadi negeri Sakura. Bertabur warna pink yang berasal dari keindahan bunga Cherry Blossom.

IMG_2485.JPG
Cherry Blossom di King’s Garden di saat Musim Semi
img_1176
Salah satu cafe di sekitar taman

 GRÖNA LUND

Tidak jauh dari Skansen, terdapat Gröna Lund. Sebuah theme park yang tidak terlalu luas tapi memiliki beberapa  wahana permainan yang lumayan mengerikan. Kebetulan gue dan suami pernah menginap di hotel yang sangat dekat dengan Gröna Lund. Hotel gratisan dari hadiah perkawinan. Dan biasalah, nginapnya dimana, tapi malah sibuk jalan ke pusat kota. Pas balik dan niat membeli tiket, malah ditolak dengan alasan sudah tutup.

img_1473
Gröna Lund

Dari kapal ferry maupun loby hotel, gue bisa melihat para penggila wahana ini. Belum lagi suara jeritannya…welehhhh. Tapi bagi yang gemar permainan ekstrem dan penuh tantangan, sepertinya Gröna Lund menjadi pilihan yang tidak salah untuk dicoba.

Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi sih. Tapi anehnya meskipun sudah beberapa kali ke Stockholm, sampai sekarang gue dan suami selalu tidak sempat mengunjungi. Dan penyebabnya kalau bukan karena telat datang, ya tempat wisatanya memang tidak buka di hari kami datang.

Seperti Stockholm City Hall misalnya, ini gedung cakep banget. Acara jamuan makan Nobel Prize yang terkenal itu adanya di gedung ini. Sayangnya ketika kami datang, lagi lagi salah hari. Tidak buka alias tutup. Gue cuma bisa foto foto aja di sekitar gedungnya. Dan sampai sekarang akhirnya bablas tidak berkunjung. Terhipnotis cafe cafe di Gamla Stan. Hahahha.

IMG_2399.JPG
City Hall

Pun demikian dengan museum ABBA, tau kan? group musik legendaris asal Swedia. Meskipun gue bukan penggemar mereka, tapi gue lumayan tertarik melihat museum yang isinya artis terkenal. Sayangnya ketika kami datang, waktu bukanya tinggal 15 menit lagi.

img_2460

Nah yang ini paling aneh, sampai sampai suami gue bilang “kok kita belum nyoba tour kanal di Stockholm ya” hahahhaa…beneran emang. Setiap liburan ke negara lain, selama ada tour kanalnya pasti kami nyobain, kok malah di Stokholm kaga! Padahal pasti cakep banget. Tapi setidaknya masih banyak waktu untuk mencoba dan mengunjugi semua tempat yang belum kami lihat.

img_1126

Satu hal yang gue suka ketika berlibur ke Stockholm adalah restoran asianya. Tidak terlalu susah menemukan restoran asia di kota ini. Dan enaknya lagi, di jam makan siang antara pukul 11 hingga pukul 2 siang, kebanyakan restoran di Stockholm memberi konsep makanan yang rasanya relatif ramah di kantong. Dengan sistem all you can eat (buffet), sudah bisa makan sepuasnya dengan hanya membayar rata rata sekitar 90 hingga 110 SEK saja. Itu gue rata ratakan saja ya.

Gue bilang relatif murah, karena Swedia itu negara mahal untuk urusan bayar bayar. Makanya ketika bisa makan dengan harga segitu, ya lumayan membantu. Kapan lagi di Swedia bisa makan sepuasnya kalau bukan di jam yang gue sebut tadi. Karena biasanya, lewat dari pukul 2 siang, hitungan harga bisa naik dua kali lipat. Itu pun untuk  porsi makanan yang terbatas, satu macam doang!

Makanya jika berada di Swedia, khususnya kota Stokholm, jika tidak ingin mengeluarkan kocek yang lebih mahal, usahakanlah makan siang sebelum pukul 2. Kalau tidak resikolah.

img_2477
View dari sekitar gedung Parlemen
img_2451
Stockholm

Dari sekian restoran yang ada, gue paling suka restoran Chopstick. Restoran yang selalu ramai menurut gue. Namun berhubung ruangannya luas, jadi rata rata pengunjung selalu kebagian kursi. Gue suka kalap di sini, terutama di hari Sabtu atau Minggu. Kalau tidak salah, mereka membuat menu spesial. Menu Premier istilahnya. Ada dinsum siomay, bebek goreng (baca irisan bebek gorengnya tebal….haha), berbagai olahan udang, ayam, mie goreng, nasi goreng….haaaaaa…lengkap nian.

Bahkan kita bisa memilih seafood segar beserta bumbunya dan menyuruh koki restoran memasak langsung. Fresh food banget. Cuma harganya memang lebih mahal, kalau ga salah sekitar 179 SEK atau lebih dikit deh. Tapi puas. Gue serasa di Indonesialah. Cuma kudu hati hati sih, karena ada menu non halalnya.

IMG_1100.JPG

Keindahan landscape kota Stockholm juga bisa dilihat dari  sebuah restoran gantung di daerah Södermalm Stockholm. Lengkapnya bisa dibaca di  SORE MENJELANG MALAM di GONDOLEN, yang sudah pernah gue tulis sebelumnya.  Asik restorannya!

Semoga next time masih ada bagian lain dari kota Stockholm yang bisa gue ceritakan. Dan semoga juga tulisan ini berguna bagi siapa saja yang membacanya. See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com . Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”.

20 Comments

  1. Seperti biasa, foto2nya selalu cetar cetar manjah *halaahh iki opoo haha. Dari rumahmu ke Stockholm ini berapa lama perjalanan Helena? Kali2 aja nanti pas kami ada rejeki ke Stockholm kita bisa mitup😁 di Jakarta kan banyak banget itu gang gang sempit. Turis2 itu suruh datang aja ke Jakarta, banyak gang senggolnya haha.

    Like

    1. Hahaha makanya tak bilang gang biasa kok ya sampai ngantri. Karena ingat di Jakarta kan banyak gang ya. Tp mungkin selain gang di Gamla Stan ini tidak sampai semeter juga lumayan panjang. Dr rumahku ke Stockholm
      Lumayan Den. Kurang lebih 5 jam naik mobil. Tapi kalau sekiranya bisa ya diusahakan ketemu juga gpp Den. Hehe

      Like

      1. Sebagian besar kota kota di Eropa yang aku tau kebanyakan memakai train selain bus. Kalau disuruh pilih salah satu ya bagusan train pass. Seperti di Stockholm train pass lebih berfungsi banyak deh

        Like

  2. keren-keren banget fotonya mba Helenaaaa..aaaa..btw Lisa pernah dpt postcard dr mbok Den, tak lihat-lihat ini bangunan apa kok kayak di Vencice, hehe. Ternyata Gamla Stan..

    Like

  3. duh panjang banget bacanya…kotanya sangat bersih, dan hampir tidak ada sampah..
    kapal bajak lautnya mengingatkan ku pada the pirates of carribean
    dan patung lilinna kok mirip bintang film Taken y

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s