Tradisi Julskyltning di Kota Mora

IMG_5098.JPGSeperti biasamenjelang natal, sebagian besar toko toko, store dan shopping mall, berlomba lomba membuat dekorasi natal seindah mungkin. Tidak terkecuali dengan pusat perbelanjaan di sebagian besar wilayah Swedia. Bahkan kegiatan seperti ini, sudah menjadi  tradisi  yang berjalan sejak ratusan tahun silam. Tepatnya dimulai sejak tahun 1800. Tradisi yang dikenal dengan nama Julskyltning, baca Yulhultning. Sengaja gue kasih tau, biar ga susah bacanya. Biasalah, penulisan dan pengucapan bahasa Swedish itu suka ga sama. Makanya sampai sekarang gue ga tamat tamat dengan bahasa mereka. Malas belajarnya. Hahaha. Wokeh lanjut!

IMG_5070.JPG

Julskyltning sama artinya dengan Christmas Decoration. Atau lebih lengkapnya lagi, sebuah kegiatan dimana toko toko atau pusat perbelanjaaan, menghias atau mendekor display kaca toko mereka, agar terlihat cantik dan menarik di mata pembeli. Kaca toko biasanya diisi  contoh persediaan barang  yang mereka jual, yang nantinya bisa juga digunakan sebagai kado natal atau christmas gift. Selain contoh barang, biasanya display kaca toko juga dilengkapi hiasan warna warni khas natal, seperti patung santa, bintang bintang, lampu lampu, dan sebagainya.

IMG_5071.JPG

Menurut Wikipedia, tradisi Christmas Decoration di Swedia, awalnya dijalankan di minggu adven ketiga atau keempat. Namun berbeda dengan jaman sekarang, demi kepentingan bisnis, tradisi ini mulai bergeser. Dibuat lebih awal, yakni di minggu pertama adven. Bahkan konon katanya, NK (Nordiska Kompaniet), sebuah department store company besar dan bergengsi di Stockholm, yang terkenal dengan barang barang brandednya, sudah memulai kegiatan ini seminggu atau sebelum minggu adven tiba.

IMG_5078.JPG
Salah satu toko dengan dekorasi natalnya

Long time ago,  toko toko belum sebanyak sekarang. Biasanya, sehari sebelum Julskyltning tiba, display toko dihias tanpa ada orang yang melihat. Dan kaca toko ditutup tirai. Jadi sebelum Julskyltning dimulai, orang orang tidak ada yang tau, bagaimana bentuk hiasan dan barang natal yang akan dijual. Berbekal rasa penasaran yang tinggi, meskipun jam waktunya belum dimulai, anak anak sudah berkumpul di depan toko, terutama toko yang khusus menjual barang mainan. Dan ketika tiba tirai dibuka, sontak mereka melihat display dengan wajah wajah mupeng (istilah anak sekarang). Suami gue masih sempat merasakan perayaan Christmas Decoration yang sangat tradisional seperti ini. Dan itu lebih seru kata dia. Hahaha, kocak ya.

Tentunya di jaman sekarang, tradisi bahela di atas sudah lumayan berbeda. Kalau boleh gue bilang sih, kegiatan Julskyltning saat ini hanyalah meneruskan istilah yang sudah pernah ada. Karena kenyataannya, kaca depan toko sudah dihias dan bisa dilihat sebelum  Julskyltning dimulai.

Seperti di kota Mora misalnya, Julskyltning dijalankan tepat di Minggu pertama Adven. Tapi seminggu bahkan jauh hari sebelumnya, walaupun tidak semua, sebagian besar kaca kaca toko sudah penuh dengan berbagai dekorasi natal. Dan dekorasi ini tetap dipakai sampai Julskyltning tiba. Makanya ga heran, seperti gue misalnya, karena sebelumnya sudah kadung melihat, jadi pas tiba waktunya berasa biasa aja. Mungkin ada sih yang belom sempat melihat, dan pas Julskyltning tiba,  semuanya tetap terlihat menarik. Cuma Mora kan kota kecil, rasa rasanya orang pasti ngelewati centrumnya paling ga seminggu sekali. Gue aja yang tinggal di desa kecil bisa dua kali seminggu ngunjungi kota ini. Apalagi yang tinggal di kota. Tapi di jaman sekarang, bukan hanya dekorasinya sih yang harus menarik, tapi penawarannya juga. Seberapa besar discount barang yang ditawarkan. Hahaha.

img_5086
Lucu gaunnya 

Kegiatan Julskylning di Mora, tidak sebatas pada dekorasi natal dan contoh barang di kaca toko saja. Melainkan dimeriahkan oleh pedagang tradisional, yang menjajakan barang dagangannya di meja kayu yang sangat apa adanya. Selain orang tua, pedagang musiman ini juga diikuti muda mudi sekolah. Barang yang dijual kebanyakan homemade. Baik itu makanan berupa coklat, roti, permen dan minuman khas natal seperti Glögg, sampai pernak pernik kerajinan tangan.

img_5073
Pedagang tradisional

Kalau boleh menebak, mungkin sebagian besar orang yang datang, memiliki selera yang sama dengan gue. Lebih tertarik dengan dagangan tradisional di sekitar jalanan luar toko. Belum lagi suasana di sekitar, seperti pohon pinus yang sengaja didirikan di beberapa tempat, polos tanpa hiasan apa apa, tiang kayu yang terlihat sudah tidak fresh, gemericik api kayu bakar di tengah jalan, dan cahaya lilin di sebagian besar pintu toko, berbaur dengan dinginnya cuaca plus aroma asap dari kayu bakar, buat gue semua itu punya sensasi sendiri. Sederhana namun nuansa klasiknya berasa.

Satu hal lagi, di setiap kegiatan Julskyltning, pedagang caramel apple tidak pernah absen meramaikan kegiatan. Dan seperti biasa lagi, gue pasti beli. Bukan karena suka apelnya, tapi suka ngejilati caramelnya. Hahaha.

img_5081
Pedagang tradisional di acara Julskyltning kota Mora
IMG_5088.JPG
Suasana kota Mora di acara Julskyltning. Sederhana tapi gue suka

Kadang gue suka mikir, Swedia itu suka banget membuat kegiatan dengan istilah yang berbeda tapi in the fact kegiatan satu sama lainnya beda beda tipis. Intinya sih jualan jualan juga. Seperti Julskyltning di kota Mora ini, kok kayanya malah lebih mirip dengan tradisi pasar natal atau JulmarknadTapi at least bisa menjadi bahan hiburanlah daripada benjol. Hahaha. 

Agar terlihat lebih menarik, Julskyltning pun turut dimeriahkan santa clause. Anak anak bisa foto bareng bersama santa. Bahkan kuda kuda sengaja disiapkan untuk membawa anak anak keliling sekitar centrum. Disamping itu, kegiatan pemilihan putri Santa Lucia, merupakan acara yang selalu diselipkan di setiap kegiatan Julskyltning di kota Mora. Sayang tahun ini gue ga bisa melihat semuanya, entah mengapa badan gue kurang fit, dan cuaca juga dingin banget. Ga kuat berlama lama di luar.

Di kota Mora, tradisi Julskyltning bukan lagi sekedar dekorasi natal yang indah, tapi lebih menikmati suasana klasik dari acara hiburan di sekitar jalanan di depan toko. Begitulah kira kira.

IMG_5097.JPG

IMG_5079.JPG
Kuda yang bisa dinaiki anak anak.

img_5099

Di akhir bulan November dan Desember, aktivitas di blog ini lumayan meningkat. Penting ga penting, semua kegiatan dan tradisi natal yang gue kunjungi akan gue tulis. Hahaha. Lumayan mengisi waktu luang di saat gelap yang membuat lelah hati. Gue ga butuh dopping, tangan lagi on banget buat nulis. Fiuhhh.

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”

2 Comments

    1. Ooo maksudnya bukan ditutup berhari hari non, cuma pas mereka pasang di display, ga ada yang tau, dan ditutup tirai. Baru pas jamnya tiba, anak anak uda kumpul di depan toko, barulah dibuka. Tradisi gini long long time ago bgtlah jaman suami masih kicik hahahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s