Tradisi Julskyltning di Kota Mora

Di minggu pertama adven, biasanya sebagian besar wilayah di Swedia menjalankan sebuah tradisi yang sudah berjalan sejak tahun 1800 silam. Tradisi Julskyltning namanya. Sebuah tradisi yang berhubungan dengan dimulainya christmas decoration atau dekorasi natal.

Selain jalanan yang berhiaskan lampu lampu khas natal, tak ketinggalan juga pohon gran berukuran besar berdiri di pusat kotanya. Julskyltning juga identik dengan dekorasi natal di etalase/display kaca toko toko, store dan shopping mall.

Sebagian besar toko dan pusat perbelanjaaan berlomba menghias display kaca agar terlihat cantik dan menarik di mata pembeli. Kaca toko biasanya diisi dengan contoh persediaan barang  dagangan yang mereka jual yang bisa dibeli sebagai kado natal atau christmas gift.

Selain contoh barang biasanya display kaca dilengkapi dengan hiasan warna warni khas natal. Seperti patung tomte, bintang bintang, lampu lampu, dan sebagainya.

IMG_5070.JPG

IMG_5071.JPG

Menurut Wikipedia, tradisi Julskyltning awalnya dijalankan di minggu adven ketiga atau keempat. Namun seiring jaman tradisi ini mulai bergeser sampai akhirnya dijalankan lebih awal di minggu pertama adven.

Bahkan konon Nordiska Kompaniet (NK) yang merupakan department store bergengsi di Stockholm dan terkenal dengan barang barang brandednya sudah memulai kegiatan Julskyltning seminggu atau sebelum minggu adven tiba. Christmas Decoration store besar ini bisa dibilang yang terbaik di Swedia. Lebih meriah. Setiap tahun tema tema yang ditampilkan selalu berbeda. Dan yang jelas selalu menjadi perhatian banyak orang yang berkunjung ke Stockholm. Termasuklah  gue yang tinggal di desa kecil ini 🙂

IMG_5078.JPG
Salah satu toko dengan dekorasi natalnya

Long time ago ketika toko toko belum sebanyak sekarang, biasanya sehari sebelum Julskyltning tiba, pemilik toko akan menghias etalase toko mereka. Selama mereka mendekor tidak seorang pun warga bisa melihat ke dalam toko karena etalase toko sengaja ditutup kirai. Jadi sebelum Julskyltning tiba, orang orang tidak ada yang tau bagaimana bentuk hiasan dan barang natal yang akan dijual.

Di masa itu anak anaklah yang kebanyakan tidak sabar menunggu di depan toko. Berbekal rasa penasaran yang tinggi mereka rela berdiri menjelang jam Julskyltning dimulai. Terutama toko yang khusus menjual barang mainan. Dan ketika waktunya tirai dibuka, sontak wajah wajah mereka sumringah melihat barang barang di etalase. Suami gue masih sempat merasakan tradisi Julskyltning yang sangat tradisional seperti ini. Dan itu lebih seru kata dia. Hahaha. Kocak ya.

IMG_5098.JPG

Tentunya tradisi bahela di atas sudah ga berlaku di jaman sekarang. Kalau boleh gue bilang sih kegiatan Julskyltning saat ini hanyalah meneruskan istilah yang sudah pernah ada. Karena kenyataannya kaca depan toko sudah dihias dan bisa dilihat sebelum  Julskyltning tiba.

Seperti di kota Mora misalnya, Julskyltning memang dijalankan tepat di Minggu pertama Adven. Tapi seminggu bahkan jauh hari sebelumnya (walaupun tidak semua), sebagian besar kaca kaca toko sudah penuh dengan berbagai dekorasi natal. Dan dekorasi ini tidak berubah sampai Julskyltning tiba.

img_5086
Dekorasi natal di salah satu display toko. Lucu. 

Biasanya kegiatan Julskylning khususnya di kota Mora tidak lagi sebatas pada dekorasi natal melainkan dimeriahkan juga oleh pedagang tradisional yang menjajakan barang dagangannya di meja kayu yang sangat apa adanya. Selain orang tua, pedagang musiman ini juga diramaikan kalangan muda mudi sekolah. Barang yang dijual kebanyakan berjenis coklat, roti, pernak pernik kerajinan tangan hingga minuman khas natal seperti Glögg (campuran wine dan rempah).

IMG_5081
Para pedagang tradisonal di sekitar luar toko
IMG_5088.JPG
Julskyltning di kota Mora. Sederhana tapi tetap menyenangkan
img_5073
Pedagang tradisional

Kalau boleh menebak mungkin sebagian besar orang yang menikmati Julskyltning memiliki selera yang sama dengan gue. Lebih tertarik dengan dagangan tradisional di sekitar jalanan luar toko. Sambil menikmati pohon gran yang sengaja didirikan di beberapa tempat. Polos tanpa hiasan. Belum lagi gemericik api kayu bakar yang sengaja ditempatkan di tengah jalan. Pun cahaya lilin yang bersinar temaram di sebagian besar pintu toko. Berbaur dengan dinginnya cuaca sambil menjilati caramel yang melapisi buah apel. Jajanan yang selalu ada di setiap kegiatan Julskyltning ini. Buat gue semua itu punya sensasi tersendiri.

IMG_5066

Agar terlihat lebih menarik, Julskyltning pun turut dimeriahkan tomte. Anak anak bisa foto bareng bersama tomte. Bahkan kuda kuda sengaja disiapkan untuk membawa anak anak berkeliling di sekitar centrum. Disamping itu pemilihan Santa Lucia merupakan acara yang selalu diselipkan di setiap kegiatan Julskyltning di kota Mora.

Di kota Mora tradisi Julskyltning bukan lagi sekedar dekorasi natal yang indah tapi lebih menikmati suasana klasik dari acara hiburan di sekitar jalanan di depan toko. Begitulah kira kira.

IMG_5097.JPG

IMG_5079.JPG
Kuda yang bisa dinaiki anak anak.

img_5099

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”

2 Comments

    1. Ooo maksudnya bukan ditutup berhari hari non, cuma pas mereka pasang di display, ga ada yang tau, dan ditutup tirai. Baru pas jamnya tiba, anak anak uda kumpul di depan toko, barulah dibuka. Tradisi gini long long time ago bgtlah jaman suami masih kicik hahahaha

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s