Skuleberget, Kawasan High Coast Kece di Bagian Utara Swedia

Tulisan ini merupakan bagian dari liburan musim panas gue dan suami tahun lalu. Setelah selesai menikmati summer holiday di Finlandia, perjalanan pulang kami tempuh melalui beberapa wilayah di bagian utara Swedia. Salah satunya adalah kawasan High Coast (Höga Kusten) di daerah Docksta. Tepatnya lagi di kawasan pegunungan Skuleberget (Skule Mountain)

Sepanjang perjalanan menuju kawasan Skuleberget lumayan mempesona. Lanscapenya bagus. Sebut saja seperti rumah kayu berwarna merah, aliran danau yang bersih, dan sesekali melewati lahan pertanian lengkap dengan ternak sapi dombanya.

IMG_1120.JPG

Sangkin sepinya kendaraan yang melaju, jalanannya pun mengijinkan mobil melenggang mulus tanpa hambatan. Jalanan berasa milik sendiri. Penampakan lekukan gunung dan birunya langit bercampur gumpalan awan putih, membuat perjalanan jadi tidak membosankan. Berasa melewati lukisan alam yang panjangnya tiada henti. Saat itu, bumi utara Swedia sedang berbaik hati dengan kami. Cuacanya sangat cerah. Dan seperti biasa, mentari tetap setia memberi asupan terang yang luar biasa, bahkan sampai malam menjelang.

IMG_1119.JPG

Mendekati kawasan Skuleberget, kami pun disambut dengan pemandangan alam yang semakin menggila. Hamparan rumput hijau, pohon pohon yang rimbun, plus danau bersih berikut rumah rumah kecil di tepiannya.  *Lop lop lop!

IMG_1122.JPG
Vitamin alam di kaki Skuleberget

IMG_1125.JPG
Cakep yak!

IMG_1123.JPG
Sejuknya mak!

Dan tanpa membuang waktu, kami menuju loket pembelian tiket.

Skuleberget merupakan kawasan pegunungan di sekitar Höga Kusten (High Coast) Docksta, Swedia bagian utara. Menurut catatan yang ada, kawasan ini awalnya merupakan lautan es yang luas, tepatnya 9500 tahun silam.

IMG_1118.JPG
Di puncak Skuleberget

Saat itu, Skuleberget masih berada pada ketinggian 286 meter di bawah permukaan laut. Akibat kejadian alam yang maha dasyat, lautan es akhirnya berubah menjadi Gletser. Perlahan namun pasti, kawasan ini pun terbebas dari tekanan super berat bongkahan es yang sebelumnya memenuhi Skuleberget. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya daratan ke atas permukaan laut. Semakin hari semakin tinggi, menimbulkan beberapa pulau di sekitarnya, termasuk Skuleberget ini. 

IMG_1134.JPG
Ribuan tahun silam, laut ini hanyalah tumpukan es. Semakin lama daratan dalam bentuk pulau ini muncul kepermukaan

Dan selain itu, High Coast di sekitar Skuleberget dikenal juga sebagai kawasan dengan pertumbuhan daratan tercepat di dunia. Dari waktu ke waktu bahkan sampai sekarang, tidak pernah berhenti mengalami proses pertumbuhan daratan yang semakin tinggi dan tinggi di atas permukaan laut.

Sehingga atas kejadian alam yang lumayan  unik ini, Unesco menetapkan kawasan High Coast di sekitar Skuleberget sebagai heritage dunia yang dilindungi.

Untuk mencapai Toppstugan Skuleberget (kawasan puncaknya), bisa ditempuh dengan dua cara. Berjalan kaki (hiking) dan menggunakan cable car.

Di musim dingin, Skuleberget menjadi surganya para penggila olahraga ski. Sedangkan di musim panas, Skuleberget menyimpan keindahan lain. Landscape alamnya terlihat lebih kece dan mempesona. Sehingga tidak heran, jika aktivitas cable car tetap dibuka, baik di saat musim panas maupun musim dingin.

IMG_1138
View dari puncak Skuleberget

Berhubung kami berdua adalah pasangan duo gendut, yang dipastikan tidak mampu berhiking ria, cable car pun menjadi pilihan yang lumayan tepat. Menaiki cable car tak serta merta lempeng mulus tanpa beban. Tetap diselimuti perasaaan was was. Lumayan tinggi dan kaki menggantung pulak.

Dengan bimbingan petugas, kami diarahkan berdiri di sebuah tempat yang sudah diberi tanda. Dan huff, cable car pun mulai melaju. Eng ing eng! ngeri ngeri menggiurkan.

Perlahan dan pasti, cable car naik ke atas. Meskipun agak takut, gue berusaha enjoy. Ternyata nyali gue cukup kuat untuk tidak terlalu takut.  Di atas ketinggian, gue masih bisa menikmati perjalanan kami, ngobrol dengan suami, sambil melihat pengunjung lain yang berpapasan turun dengan cable car juga.

Sepertinya pengguna cable car tidak terlalu banyak. Sebagian besar adalah orang tua yang membawa anak kecil. Selebihnya memilih jalur hiking. Kalau kami berdua tidak perlu dipertanyakan. Pasangan yang sedikit berbeda. Tidak masuk dalam kedua golongan di atas. Hahahaha.

Ketika melihat sekelompok orang berjalan kaki menyusuri kaki gunung, waktu itu sempat mikir, yaelah….ada yang gampang kok nyari yang susah. Capek kan.

IMG_1127.JPG
View dari puncak Skuleberget

Namun seketika gue pun menyadari, jika manusia itu berbeda selera. Mungkin bagi mereka, dengan berjalan kaki adventurenya lebih berasa. Berkesempatan menemukan hal hal  baru ketika berjalan di alam terbuka seperti itu. Tidak hanya sekedar cussssssss langsung nyampe. Seperti kamilah. 

Berada di ketinggian  wajar saja jadi degdegdor. Selain kaki menggantung, kadang cable car suka tiba tiba berhenti. Seperti merasakan goyangan ombak halus. Kebayang kan bila kejadiannya pas di ketinggian gitu.

IMG_1140.JPG
Kabin kayunya kayak rumah dongeng

Tapi begitu melihat orang lain santai banget, gue salut aja gitu. Apalagi yang gue lihat adalah seorang ibu dengan anak kecil berumur sekitar 4 tahun. Si anak selonjoran di paha ibunya. Seperti tiduran gitu. Dan si ibu duduk biasa saja tanpa terlihat seperti memegang erat tubuh anaknya. Gue yang stress. Kalau jatuh gimana. Ampe merinding. Tapi ya gitu deh. Kenyataannya semua aman aman saja. Mungkin gue aja yang terlalu parno.

IMG_1117
View dari cable car

Sampai di puncak Skuleberget, drama lain pun masih berlanjut. Cuma beda pelakon. Kali ini kebalikannya. Seorang ayah dan 3 orang anak. Dua orang anak dengan gembiranya menaiki cable car, ketawa ketiwi ketika cable car akan siap siap turun ke bawah.

Sedangkan anak yang paling kecil (sekitar 4 tahun juga kayaknya), malah bertolak belakang dengan kedua saudaranya. Si anak tidak mau naik cable car. Sepertinya dia takut.

Dan yang membuat gue miris, si anak sampai menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesekali mengintip cable car yang akan membawa saudaranya turun. Sumpah deh, wajahnya ketakutan bercampur bingung. Anak 4 tahun loh mak!

Yang gue sesalkan, si ayah tidak berusaha memberi ketenangan supaya si anak lebih cooling down. Kalaupun tujuannya membuat si anak agar lebih berani, apakah ini cara yang paling tepat? Bukannya bisa menimbulkan trauma anak? *Berjalan sambil terheran heran* 

Tapi lagi lagi setiap orang tua mungkin punya cara sendiri mendidik anaknya. Sedangkan gue? Nihil pengalaman. Anak aja ga punya. Cuma beda pola pikir ajalah. Setidaknya cara itu kurang cocok ke gue.

Untungnya drama kecil di atas tergantikan dengan view kece di depan gue. Sesuatu yang luar biasa. Amazing to the Max. Bagus dan fotogenik banget.

IMG_1133
Dari puncak Skuleberget

IMG_1141
Dari puncak Skuleberget

Dari puncak Skuleberget, kami mulai menapak turun ke bawah. Jalannya penuh dengan batu kerikil dan batu berukuran besar. Katanya ada Gua” yang letaknya tidak jauh dari puncak Skuleberget ini.

Tapi semakin ke bawah kok guanya ga ketemu juga. Mana medannya makin seram lagi. Batu batunya agak curam. Jadi gue memutuskan untuk tidak melanjutkan. Hahaha

Sebenarnya setiap jalan sudah diberi tanda berwarna biru, tepatnya di atas bebatuan besar. Yang artinya jalanan itulah yang aman dan mudah untuk dilewati. Namun meskipun demikian, gue sudah membayangkan ketika balik dan naik ke atas, pasti lebih gampang capek kan. Tidak seperti menaiki tangga biasa.  Jadi ya sudahlah, toh tujuan utamanya mau melihat landscape.

IMG_1137.JPG
Jalanan berbatu di puncak Skuleberget

Di sela menikmati alam yang indah, gue sempat berpikir. Kalau dulunya view di depan mata hanyalah lautan es. Dan sekarang berubah menjadi lanscape yang menawan. Gilaak! Kerja alam emang keren ya.

IMG_1146.JPG
Coba, cafe begini masa gue bilang ga kece?

IMG_1145
View dari atas cafe di puncak Skuleberget

Di puncak Skuleberget juga terdapat sebuah cafe. Duduk santai, ngobrol, ngemil, ngopi sambil melihat view alam yang mempesona. Belum lagi suasana kozy yang ditawarkan cafe dengan nuansa wooden house yang klasik.

Dan sampai akhirnya kami kembali turun, gue pun tetap dimanjakan dengan view yang sangat mempesona, mulai dari rumah rumah yang kecil sampai akhirnya terlihat jelas ketika kami mulai mendekat ke bawah.

IMG_1121.JPG
View dari cable car

IMG_1151 (1)
View dari cable car

Jika kamu berencana berlibur ke bagian utara Swedia, Skluberget adalah tujuan wisata yang rekomen untuk dikunjungi.

See you in my next story

Salam dari Swedia.

IMG_1139

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s