Ketika “Berkebun” Menjadi Hobby Baru

Sewaktu masih di tanah air, gue tidak terlalu interest dengan segala hal yang berbau tanaman. Masih ingat banget, ketika mendiang bokap pensiun, dia punya hobby baru,  Menanam Bunga!

Akibat hobby barunya itu, seketika halaman rumah yang tadinya kosong, dari hari ke hari menjadi penuh dengan berbagai jenis tanaman bunga. Sampai ada yang mengira, kalau kami berjualan bunga.

Dan setiap hari, bokap suka berbasa basi, dan cenderung memaksa agar kami anak anaknya menyukai hobby barunya itu. Apalagi bunga yang ditanam bokap, mostly tak ada bunganya, cuma daun doang. Semakin sempurnalah membuat gue untuk tidak tertarik.

Bokap sebenarnya tau kalau kami anak anaknya kurang begitu tertarik dengan hobby barunya, tapi beliau suka banget nanya, “Gimana tanamannya, bagus ga” atau “Lihat, bunga bakungnya udah mulai berbunga” Yang gitu gitulah.

Dan kalau sudah begitu, biasanya gue suka membalas dengan berpura pura “woww”. Biar bokap ga kecewa kecewa amat. Hahaha…..pak, maafkan anakmu ini 🤦‍♀️

FullSizeRender (19).jpg
Menanam bunga

Sampai akhirnya tanpa pernah gue bayangkan, kecintaan bokap terhadap tanaman, pun akhirnya mengalir ke diri gue. Tepatnya setelah gue tinggal di Swedia. Berawal dari berbagai jenis bunga di sekitar gue, yang aduhai banget warna dan bentuknya. Khususnya ketika musim panas dan semi tiba. Bahkan di saat winter sekalipun, lumayan banyak jenis bunga yang dijual (khusus bunga di dalam ruangan).

Tidak butuh waktu lama buat gue, untuk bisa langsung falling in love dengan tanaman bunga ini. Sampai akhirnya, gue memiliki hobby baru yang tidak hanya sebatas tanaman florist lagi, melainkan merembet ke tanaman pangan.

Sudah menjadi kebiasaan sebagian besar warga di desa gue, ketika musim panas tiba, kegiatan berkebun menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Entah itu bunga atau tanaman pangan.

IMG_1679.JPG
Panen

Selain bisa menikmati hasilnya, juga bisa menjadi terapi jiwa. Menghibur banget. Mengisi waktu dengan bercocok tanam memberi kepuasan tersendiri. Sadar atau tidak, kepala beserta isinya berasa ringan banget. Tidak sempat stress. Apalagi di musim panas, rasanya rugi kalau harus ngumpet di dalam rumah. Jadi selain liburan dan duduk santai di halaman, biasanya summer diisi dengan kegiatan ngubek ngubek tanaman di kebun. Gile…summer mak! matahari lagi ramah ramahnya. Jangankan berkebun, dapur pun kalau bisa gue pindahin ke halaman….Hahaha.

IMG_1693.JPG
Salad dan Dill

fullsizerender-19
Seledri

Untuk tanaman pangan, biasanya yang sering gue tanam adalah tomat dan mentimun. Yang gampang numbuhlah. Atau beberapa tanaman yang memang agak susah gue temukan di supermarket, seperti daun seledri (baca seledri versi Indonesia), karena kebanyakan seledri yang dijual di supermarket, pelit daun alias batangnya doang.

Kalaupun ada, lebih sering di toko asia (baca: toko asia itu rempong banget mahalnya). Jadi mending gue tanam deh, dan hasilnya lumayan, bisa nyetok. Apalagi nanam seledri ga pake ribet. Beli bibit, pindahin ke pot besar, siram sesekali, cahaya matahari juga ga perlu harus kenyang kenyang banget, udah deh pasti numbuh.

Selain itu, gue juga nanam cabe keriting. OMG…….! tahun lalu gue niat banget menanam sampai 50 pot. Dan berujung gagal pemirsah. Warnanya hijau molo. Padahal sudah hampir 5 bulan lebih (terhitung sejak mulai dipindahkan ke pot besar).  Sepertinya sinar surya yang tidak terlalu cukup menjadi penyebab utamanya*Sigh.

Meskipun tidak sesukses yang gue inginkan, setidaknya gue senang punya pengalaman menanam cabe. Cabe keriting pula, yang biasanya tumbuh di tanah asia, harus fight dengan tanah bulek yang nano nano suhunya🤣

fullsizerender-23

Apalagi gue cuma mengandalkan biji cabe yang sengaja gue keringkan, bukan bibit unggul. Dua tahun lalu, gue gagal menanam cabe. Bijinya tidak bertunas. Dan baru summer tahun lalu berhasil. Karena sebelum disemai, terlebih dahulu gue rendam dengan air hangat. Gue biarin semalaman. Senang luar biasa waktu itu. Rumah udah penuh dengan pot cabe deh. Bayangin aja 50 pot. Karena sebelum dipindahkan ke green house, proses pembibitan, dibikin di rumah. Karena di luar masih dingin.

fullsizerender-19
Cabe keriting yang gagal merah

Lumayan pe-er sih nanam si cabe kitting ini, maksudnya jadi kepikiran. Bukan sedekar hobby lagi. Uda pake hasrat menggebu dan ngotot harus berhasil. Secara cabe keriting kaga ada di Swedia. Dan cuma cabe ini  yang cocok di lidah dan perut gue. Sempat minta dikirimin beberapa kali dari Indonesia. Tapi lumayan juga ongkirnya. Belum lagi kalau dibumbui sinetron ditolak alias gagal lolos.

Akibatnya tahun ini gue sedikit galau. Nanam lagi apa ga? Soalnya suami gue bilang, kenapa gue ga coba nanam lagi, tapi sedikit saja. Dan pembibitannya dibuat lebih cepat. Jadi pas dipindahin ke green house, si cabe cabe ini uda sempurna tingginya dan juga pas matahari lagi bagus bagusnya. But we will see lah mak. Kalau gagal, lelah hayati kan 😓

img_1706
Tomat yang tidak kesampaian merah karena keburu autumn

IMG_1768.JPG
Akhirnya cabe hijau dicampur tomat hijau, hasilnya sama dengan Sambal Ijo…hahahha

Tapi gue tetap aja kurang yakin, secara tomat yang gue tanam pun, hingga dipenghujung summer masih banyak yang berwarna hijau. Kalaupun ada yang merah, ya secukupnya aja. Demikian juga dengan tanaman tetangga gue yang lain. Sepertinya bercocok tanam di desa gue itu hanyalah untuk kesenangan semata. Jangan berharap terlalu banyak. Sebab dikala summer sekalipun, mataharinya ga seperti di negeri tropis. Sekalipun suhu lagi hangat hangatnya, paling berapa lama sih. Dua tiga bulan juga uda hebat. Tanaman lagi hot hotnya pengen unjuk gigi, tiba tiba udah letoi lagi keburu musim gugur datang.

fullsizerender-21

fullsizerender-24

Tapi apapun itu, berkebun di saat summer memberi kepuasan tersendiri. Ada perasaan gembira luar biasa, setiap melihat pertumbuhan tanaman mulai dari awal sampai akhir. Dari sebutir biji, bertunas, membesar, hingga tumbuh tinggi sempurna. Dan itu amazing sekali. Lalu berbunga, berganti menjadi buah, membesar dan berubah warna. Warna merah. Yayyy!💃💃

fullsizerender-22  fullsizerender-19

Kadang suka dikagetin juga dengan pertumbuhan mereka yang sepertinya terlewatkan mata. Misalnya seperti buah mentimun. Berhubung warna daun dan buahnya sama sama hijau, jadi ketika berbuah suka ga kelihatan. Tiba terlihat, ternyata uda gede banget. Kalau sudah begini, suka terWowww. Takjub!

FullSizeRender (19).jpg
Timun!

Selain itu, setiap bangun pagi, rasanya seperti ada yang pengen dilihat. Ahh…ke green house aahh. Atau kalau pergi weekend or liburan, setibanya di rumah pasti yang dilihat pertama ya tanaman tanaman ini. Termasuk juga bunga bunga di halaman. Buat gue sih vitamin jiwa raga ya. Apalagi kalau bisa dikonsumsi. Bonus tra.. la…la.

fullsizerender-19
Strawberry, manissss banget meskipun tidak terlalu besar

IMG_1704.JPG
Hasil menanam strawberry. Segar!

img_1659
Tomat hijau dijadikan Pickled

Sebenarnya tinggal beli juga boleh. Tapi ya itu tadi, senang aja nanam nanam sendiri. Dan sekarang baru gue mengerti, kenapa mendiang bokap sangat menggilai hobby bercocok tanam ini. Sampai suka telat makan, seharian ngubekin tanaman.

Tetangga gue, bercocok tanam tujuan utamanya supaya halaman terlihat lebih eko. Begitu dipanen, buah tomat bukannya dimakan, dimasukin keranjang kecil, trus dijadikan hiasan. Kalau dilihat cantik kata dia..😂

img_1603
Tanaman kentang

IMG_1687.JPG
Panen kentang

Di Swedia, kegiatan berkebun memang lumayan digemari. Bahkan di kota Stockholm atau beberapa kota lainnya, pemerintah menyediakan lahan yang disebut Kolonilott, yang bisa digunakan warga untuk bercocok tanaman apa saja. Jadi warga kota yang kebanyakan tinggal di apartemen, bisa melakukan kegiatan berkebun di saat summer. Konon lahan yang disediakan pemerintah ini bisa dibilang nyaris gratis digunakan, mengingat harga sewanya yang sangat sangat murah.

img_1700
Kentang Ekologis/organik

img_1686
Kentang Almond. Jenis kentang dengan rasa yang lezat. Berbeda dengan kentang biasa. Harganya juga lebih mahal jika dijual di supermarket.

So, bagaimana dengan kalian? suka berkebun tidak? atau ada niat nanam nanam apa aja gitu? kalau kalian punya lahan di halaman rumah, ga ada salahnya mencoba hobby ini. Bisa bunga atau apa ajalah. Beneran kok, tanpa disadari, kegiatan ini lumayan menghibur. Cobain di saat weekend juga oke. See you in my next story.

fullsizerender-23
Tomat yang gagal sempurna warnanya

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia. 

Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan.

23 Comments

  1. Segeeeerrrr banget mbak. Emang bercocok tanam itu terapi stress bgt, apalagi kl dah muncul bunga atau buahnya..duh rajin ditengok tuh dan gk sabar pgn panen hehe.

    Itu tomat ijonya mantep bgt buat dipake tumis2 ikan teri, atau dipake campuran garang asem.. atau cumi cabe ijo tuh cabe keritingnya. *dih jadi ngiler nulis makanan haha

    Like

    1. Hai mba Lativa, bener banget. Terapi baguslah kalau buat aku. Tomatnya ini meskipun ijo tapi segar banget. Aku buat pickled dan sambale ijo atau oseng tauco. Hadehhhh beneranlah lapar jadinya😂😂😂

      Like

  2. Lena! Toss ya sama juga ya hobbi kita 😀 nek aku mmg dr Indonesia sdh hobbi berkebun maklum wong ndeso, pas tinggal di Jakarta sengsara aku ngga bisa udek2 tanah! nah pas di Austria aku lanjutkan hobbi lamaku dan pas papanya anak2 meninggal malah menjadi semacam terapi buat aku, bisa berjam-jam dikebun dan lupa semua! Dan paling asyik memang kalau mengamati pertumbuhan tanaman aku ttp saja terheran2 🤔🤔 kok bisa ya dr biji sekutil hahhaha bisa keluar buah atau bunga yg aduhai! Salam berkebun dari Austria

    Liked by 1 person

  3. Wahh tosss kalau gitu mba. Bener kan, terapi bgt ya mba. Setelah merasakan sendiri ngubek ngubek tanaman, baru ngerti kenapa mendiang bapak dolo suka bgt tanam tanaman 😂

    Like

  4. Daun seledrinya subur amat itu.. hebat bgt itu mba, emak saya ga pernah sukses nanem seledri, selalu kering…
    Walaah cabenya ampe 50 pot, bisa jadi juragan cabe mba Helen 😀

    Like

    1. Iya Gus, lumayan loh bisa nyetok banyak. Yang difoto itu masih belum besar banget. Aslinya lebih tinggi dan banyak daunnya. Iya aku niat bgt dengan si cabe kitting ini, sayang ga bisa merah. 😂😂😂

      Like

    1. Cobalah. Bagus itu. Sayang kalaubada lahan ga dimanfaatin. Belu bibit unggulnya. Nanti ikuti cara nanamnya. Kalau di sini bibit direndam dolo baru disemai di pot kecil berisi tanah . Setelah bertunas dan tumbuh, biarkan di tempat yang cahaya matahari cukup. Setelah mencapai kurleb 15 cm dipindahin ke pot besar. Kasih penyanggahnya (pakai lidi bisa). Setelah besar baru kasih ranting yang lebih kuat.

      Like

    1. Iya itu dill non. Coba lihat non biasanya ada bunganya warna kuning. Di Indonesia katanya namanya adas sowa atau adas manis. Aromanya tajammm. Kalau mirip berarti dill.

      Like

  5. Fokus sama photo2 yang dihasilkan …selalu hidup gambar-gambarnya…I am ypur big fan!! 😉

    Itu cabe ijo segambreng gitu dikemanain? 😀 Kalau berkebun itu hobbynya suami Len, aku cuma bantuin nyiram ama metik 😀 dia tanam semuaa..ada kentang, cabe berbagai jenis sampe yang cabe ghost yg pedasnya nggak ketulungan, tomat warna warni, paprika, strawberry, blue and black berry, apple, pier, sayuran ..macem2….

    Liked by 1 person

    1. Makasih sista😘😘😘 suami aku dibilang hobby kali ga. Dia cuma fokus nanam kentangnya dia hahahha. Kalau sayur sayur dia bantuin kasih tanah ke pot. Barulah selanjutnya aku. Di Denmark pertanian gini masih lebih oke ya. Di tempat aku susah maksimal. Mataharinya kurang total. Ihhh byk kali macam macam kebunmu. Kalao dekat uda nari nari aku di bawah pihon pier itu hahaha

      Like

      1. Suka pier kah?
        Piernya disini lembutnya beda ama pier yang pernah ku makan di siantar lah 😀 ha ha ha..disini lembut banget…

        Di Greenland dulu, walau winter suami ttp berkebun loh..di dalam dia tanam ..di pot..hidup Len, ada timun, paprika..itu aja….

        Like

      2. Suka x ga, tp kalau liat pohonnya aku suka. Di Dalarna desa tertentu yang bisa nanam pier. Tempat aku ga bisa. Iya pier di sini lembut, kalao yang di Siantar itu tau aku, dr cina itu. Yang lembut di Jakarta juga ada, mirip kayak di sini tp mahal kalipon. Suhu ruang lebih hangat ya. Kayak industri pangan pun di green house besar dibuat. Bunga juga gt. Ahhh apalah yang ga bisa dibuat jaman sekarang ya. Canggih semua. Suamimu hebat suka berkebun. Kalau suami aku urusan ke hutan barulah dia koji kali

        Like

  6. Wah, keren mbak. Kata temanku nanam cabe itu gampang gampang susah. Lah itu disini, Indonesia negeri tropis Kalo mbaknya nyoba tanam disana berarti “wow, keren”. Cabe kriting pulak mantab lah. Semangat mbak, semoga Next bisa tumbuh lebih baik si kitingnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s