Ketika Bangunan di Swedia Dominan Berwarna Merah. Mengapa?

Pernah berkunjung ke Swedia? terkhusus ke daerah daerah ”country sidenya”? atau mungkin sekedar melihat dari liputan televisi, internet, kalender, koran atau majalah? atau mungkin juga dari ilustrasi gambar dalam buku cerita anak sekelas Astrid Lindgren?

Jika disimak, salah satu ciri khas dari negara Skandinavia yang satu ini adalah typical bangunan bangunan rumahnya. Terutama bangunan rumah/gedung di wilayah country sidenya. Hampir semua berwarna merah! Warna merah yang berpadu dengan warna putih di setiap sisi jendelanya. Cantik, klasik dan magical. Rumah merah yang mewakili cerita fantasi dalam serial dongeng. Rumah merah yang selalu serasi dengan semburat warna di empat musim yang berbeda. Tak cuma rumah, bahkan bangunan sekolah, panti jompo, gudang, kandang ternak, pagar, hotel, sampai kotak pos pun berwarna merah.

IMG_5787.jpg

IMG_5781.jpeg
Rumah merah berpadu dengan salju putih di musim dingin. Serasi dan magical ya 🙂

Lantas mengapa bangunan di Swedia dominan berwarna merah? Ternyata ada ceritanya.

Hal ini berkaitan dengan area pertambangan biji tembaga dan besi bernama “Falu Koppargrufa” (Falun Mines) yang terletak di propinsi Dalarna, salah satu propinsi yang ada di wilayah Swedia. Pertambangan mana diperkirakan sudah ada sejak 500 atau 900 tahun silam.

40777452632_48e5cf23e4_o

40819112711_96c0b5b1f8_o.jpg
Merah!

Menilik mundur ke sejarah silam, masa dimana sebagian besar warga di sekitar Falun Dalarna berprofesi sebagai penambang tradisional, yang sehari harinya bekerja dengan memilah milah biji batu tembaga. Semisal kandungan tembaga dalam batu sedikit, kemudian dipisahkan ke suatu tempat.

Seiring waktu batu batu ini semakin menggunung. Dan tanpa mereka sadari, akibat proses pengeringan oleh alam yang cukup lama, kandungan besi oksida dan mineral dalam batu mampu membentuk limonit sedimen, yang semakin lama secara alami menghasilkan warna merah.

IMG_5687 (1).jpg

39438018790_794b43718d_o.jpg
Sebuah desa dengan rumah kayu berwarna merah

Melihat perubahan itu, para penambang tradisional berkeinginan mengolah limbah batu yang tadinya dianggap tidak berguna menjadi bahan dasar untuk menghasilkan warna merah pada cat.

Sekitar tahun 1573, King Johan III (raja Swedia saat itu) berkeinginan agar cat merah yang dihasilkan oleh para penambang tradisional digunakan untuk mewarnai atap istana. Lalu keinginan raja tersebut diikuti oleh kaum bangsawan. Saat itu kaum elite Swedia berangganpan jika memiliki rumah berwarna merah seakan mewakili sebuah harga prestise sosial.

40819114741_4e3fd5eda6_o.jpg

IMG_5746.jpg

Duaratus limapuluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1764, berdirilah “Stora Enso” pabrik pertama dan tertua di Swedia bahkan dunia, yang memproduksi cat secara profesional di area pertambangan yang sama di ”Falun Mines”.

Cat berlabel “Falu Rödfärg” (yang bisa diartikan warna merah dari Falun) menjadi cat yang sangat famous di Swedia hingga saat ini. Dari abad ke 18 hingga 19, warga Swedia mulai tergila gila menggunakan cat merah dengan alasan: warna ini seolah memberi kesan jika rumah mereka terbuat dari batu bata, yang waktu itu hanya dimiliki kaum istana raja dan bangsawan. 

29452274208_7b329f2ccc_o
Pabrik penghasil cat merah, Falu Rödfärg

Tak cuma itu, seiring waktu semakin terlihatlah jika warna merah ”Falu Rödfärg” yang dihasilkan pabrik Stora Enso sangat tahan lama dan memiliki kualitas yang bagus karena mengandung mineral terurai dan minyak alami. Konon kayu yang diberi cat berwarna merah ini mampu membuat kayu menjadi tidak gampang lapuk. Tahan lama!

Konon lagi warna merah yang diproduksi oleh pabrik Stora Enso hanya cocok digunakan untuk ”bahan kayu” seperti rumah dan bangunan kayu di Swedia. Satu lagi yang unik, warna  merah ini tidak bisa ditindih dengan warna lain karena warna merahnya akan muncul kembali.

IMG_5803.jpg
Bangunan bangunan gudang yang juga berwarna merah

Ada harga dan ada rupa. Tidak bisa dipungkiri jika harga cat yang dihasilkan pabrik Stora Enso terbilang mahal. Sehingga tak sedikit warga Swedia perlahan lahan beralih ke merek lain meski kualitas warna merahnya jelas berbeda karena tidak menggunakan bahan dasar alami yang sama seperti yang dihasilkan oleh pabrik Stora Enso. Tapi bukan berarti seratus persen rumah dan bangunan kayu di Swedia itu berwarna merah ya. Warna lain juga ada kok seperti putih, kuning, biru. Cuma warna merah lebih dominan.

IMG_5802.jpg
Tempat wisata dengan bangunan dan pagar berwarna merah
IMG_5793.jpeg
Rumah masa kecil seorang Astrid Lindgren yang lagi lagi berwarna merah

Jika berkunjung ke kawasan Falun Mines, kamu bisa melihat banyak tumpukan batu menggunung di beberapa titik lokasi, yang tak lain merupakan kumpulan biji batu yang disortir para penambang dari jaman ratusan tahun silam hingga tahun 1991, ketika mereka menyambung hidup di area bekas pertambangan ini.

40777452232_a1724fc11a_o
Farmhouse yang serba merah
IMG_5790 (1).jpg
Desa itu berwarna merah. Hahaha

Dan amazingnya, batu batu yang sebagian besar sudah berumur ratusan tahun itu sampai sekarang tidak habis habis. Mengapa? karena batu batu ini tidak digunakan sekaligus untuk usaha produksi cat, dikarenakan terkumpulnya batu batu ini berasal dari tahun yang berbeda (bahkan bisa selisih ratusan tahun).

Jadi proses alami pembentukan sedimen merah pada biji batu juga butuh waktu yang sangat lama. Bisa ratusan tahun juga.

IMG_5788.jpg

40819113451_ec5171bcb5_o.jpg
Merah yang minimalis diantara tumpukan salju

Pabrik Stora Enso penghasil Falu Rödfärg (cat berwarna merah) ini bisa dilihat di lokasi wisata Falu Gruva (Falun Mines) di kota Falun ibukota propinsi Dalarna. Sampai sekarang masih ada dan tetap berproduksi. Uraian sejarah tentang  cat berwarna merah secara gamblang bisa dibaca di sekitar kawasan pabrik. Bagaimana pigmen warna bisa bekerja, mengapa rumah rumah kayu di Swedia dominan berwarna merah, dan slogan tentang cat yang dihasilkan bukan sekedar cat biasa melainkan berfungsi menjaga kestabilan kualitas kayu.

IMG_5775.jpeg
Dikala musim panas, merah dan hijau. Lagi lagi tetap serasi bukan? 

Selain itu kalian juga bisa mengeksplore lokasi di sekitar pabrik yang merupakan bekas pertambangan besar yang konon sempat menghasilkan banyak uang di masanya dan meningkatkan perekonomian Swedia di masa silam. Salah satunya adalah dengan menelusuri area pertambangan bawah tanahnya. Seruuuuuu dan memicu adrenalin.

img_5772

IMG_5773.jpeg
Bangunan merah diantara bunga liar. Cantik!

Saya sangat terkesima mendengar penjelasan guide tentang sejarah pertambangan ini. Merinding karena tak sedikit yang memakan korban jiwa dan mengandung cerita yang sedikit mistis dan horor. Bayangkan saja, berjalan di bawah tanah dengan sinar terbatas dan tangga kayu yang lumayan curam, jalanan batu yang licin, air yang masih menetes dari celah dinding batu dan suhu di bawah yang relatif dingin (kurang lebih 5 derajat celcius). Jika memungkinkan, akan saya tulis secara detail di tulisan yang terpisah.

img_5824

img_5777
Di musim gugur.  Dan warna merah tetap menawan

Demikianlah cikal bakal mengapa bangunan rumah di Swedia itu dominan berwarna merah. Bangunan rumah mana juga dijadikan sebagai souvenir di beberapa wilayah country side Swedia sebagai pertanda ciri khas wilayah mereka.

Berikut di bawah adalah beberapa foto bangunan berwarna merah yang saya foto. Mulai dari restoran, cafe, hotel, museum, souvenir, toko souvenir, komplek perumahan, gudang.

img_5818
Sebuah cafe dari bangunan gudang tua. Merah!
img_5828
Souvenir rumah. Mewakili bangunan kayu merah di Swedia.
img_5821
Perumahan tua yang dominan berwarna merah
img_5817
Restorannya kece
img_5838
Hotel yang lagi lagi berwarna merah          

IMG_5836.jpg

Kaffestuga Hemslöjd, Toko Kece yang Bikin Betah

Kamu suka belanja di toko souvenir ga sih? atau di toko kerajinan tangan gitu. Kalau gue termasuk suka. Apalagi kalau tempatnya seperti Kaffestuga Hemslöjd yang terletak di kawasan Tällberg  Dalarna ini. Bikin betah.

IMG_9876.jpg

Jadi sesuai namanya, Kaffestuga Hemslöjd merupakan bangunan toko souvenir dan barang hasil kerajinan tangan warga lokal dan sekaligus ada cafe juga di lantai duanya. Kenapa sih gue niat banget sampai nulis toko ini di blog? ya karena gue suka banget dengan konsepnya.

IMG_9880
Toko souvenir dan kerajinan tangan Hemslöjd. Sukak!

Hemsslöjd tidak seperti toko souvenir atau kerajinan tangan kebanyakan yang pernah gue lihat sejauh ini. Mulai dari bangunan wooden house hingga interior shabby vintagenya lumayan mencuri perhatian gue. Tidak monoton. Barang yang dijual tidak asal ditumpukin tanpa sentuhan interior sama sekali. Sebagian besar ditata semenarik mungkin. Jenis barangnya pun lucu lucu tidak seperti barang kebanyakan. Dan sebagian besar merupakan handmade. Candle holder, bantal, sendal, rumah tradisional Dalarna, telenan, patung domba, gantungan kunci, dan masih banyak lagilah. 

IMG_9686.jpg

IMG_9685
Ini dia ruangan tempat pengunjung istirahat dan duduk santai. Suka banget

Berada di dalam serasa memasuki museum, karena secara tidak langsung barang barang yang dijual mewakili cerita rakyat masyarakat Dalarna. Dan yang terpenting menurut gue interior di dalamnya itu loh, sukaaaa bangetlah. Mungkin karena dominan kayu ya. Jadi feeling warm aja di dalam. Homi banget.

IMG_9699.jpg

IMG_9698.jpg
Bantal ini dihargai 2500 Sek atau setara 4,1 juta rupiah. Anyone?

Toko ini juga punya satu ruangan berisi meja dan kursi kayu plus pernak pernik pelengkap. Mirip rumah rumah di majalah tapi atmosfirnya vintage banget. Mana waktu berkunjung pas pula turun salju. Memandang keluar jendela serasa gimana aja gitu. Berasa tidak di toko souvenir. Happynya lagi ternyata ruangan ini bisa digunakan pengunjung untuk bisa duduk beristirahat juga. Kerenlah.

IMG_9694.jpg

IMG_9695
Candle holdernya lucu. Wanita dan pria berpakaian khas Leksand Dalarna. Lilinnya dipasang di kedua tangan patung. Harganya sekitar 750 sek atau sekitar 1,2 juta rupiah per satuannya. 

Enaknya lagi nih, masuk ke dalam toko feel free bisa melihat lihat sepuasnya tanpa terbeban harus membeli. Tidak diintilin pegawai tokonya. Cuma ada ga enaknya juga. Harganya bikin pusing. Hahaha.

IMG_9680.jpg
Candle holdernya sangat simple dan ukurannya juga kecil. Berhubung designnya autentik jadi gitu deh. Satunya dihargai 550 sek atau setara 900 ribu rupiah 

Setidaknya menurut kemampuan kocek gue sih relatif mahal ya. Bayangin aja untuk sebuah candle holder rata rata dihargai jutaan bahkan mencapai 2495 sek atau setara 4 juta rupiah. Padahal menurut gue sih biasa aja. Menarik juga ga. Jadi ingat candle holder di rumah yang modelnya sama persis seperti di toko ini. Ceritanya pertama tiba di Swedia, gue tidak mengerti tentang kualitas barang barang peninggalan mendiang mertua. Sempat berkeinginan hendak masukin ke gudang sangkin ga suka dengan modelnya. Bikin sumpek aja banyak barang. Gue pikir cuma tempat lilin biasa. Ternyata barang bagus. Itupun setelah dikasih tau suami dan tetap aja sampai sekarang ga ngaruh sih. Gue kaga suka dengan model dan warnanya. Hahaha. Menurut kalian modelnya cakep ga? Contohnya bisa lihat gambar di bawah, candle holder berwarna hitam lengkap dengan simbol ayam di atasnya.

Cuma gue ga punya foto yang di toko. Jadi gue fotoin candle holder yang di rumah aja. Bentuk dan warnanya sama persis. Menurut gue dihargai mehong sampai segitu karena selain handmade bahannya juga terbuat dari iron. Dan ini lumayan berat. Designnya mewakili simbol kota Leksand Dalarna, kota dimana kawasan Tällberg berada.

Dan ternyata candle holder ini memiliki philosophy kepercayaan kristen yang bisa diartikan sebagai berikut :

Bentuk hati adalah tanda cinta kasih, 10 buah daun sebagai lambang 12 murid Jesus, 5 lubang di sebelah kiri kanan sebagai tanda 10 hukum taurat, 3 buah lilin sebagai simbol trinitas (Bapa, Anak dan Roh Kudus), ayam sebagai simbol bahwa manusia harus tetap spirit dan tidak malas. Kurang lebih begitu.

Selain itu toko Hemslöjd juga memiliki barang lain yang tak kalah heboh harganya. Seperti bantal yang dihargai 2500 Sek atau setara 4,1 juta rupiah. Ada juga telenan kayu seharga 450 sek atau setara 750 ribu rupiah, rumah puzzle khas Tällberg Dalarna seharga 350 hingga 500 sek atau setara 600 hingga 800 ribu rupiah. Jelasnya bisa klik link video di akhir tulisan ini. 

IMG_9696.jpg
Bangunan puzzel ini menarik sekali.  Mewakili rumah, cottage dan bangunan di kawasan resort Tällberg. Rumah rumah ini bisa kita bongkar pasang layaknya puzzel. Harga berkisar antara 350 hingga 500 sek atau setara 600 hingga 800 ribu rupiah

Ada sih yang masih terjangkau seperti patung domba ukuran kecil seharga 200 ribu rupiah atau gantungan kunci kecil seharga 60 ribu rupiah. Tapi mostly harganya memang harga langit untuk ukuran buah tangan atau oleh oleh. Cuma untuk kualitas emang bagus sih karena menggunakan bahan asli dan pengerjaan masih manual alias handmade. 

IMG_9711
Yang terbawa pulang. Gue sukaaaaaa banget patung mungil domba ini. Harganya sekitar 125 sek atau setara 200 ribu rupiah. Bulunya dari domba asli.

Toko Hemslöjd ini sudah tayang di Net Tv program Net 10 beberapa waktu lalu. Kalau mau melihat langsung videonya bisa klik link di bawah ini.

http://netcj.co.id/Travelling/video/225263/Barang-di-Toko-Ini-Mahal-tapi-Bikin-Betah

Satu Malam di Dalecarlia

Bulan February lalu, gue dan suami berkunjung untuk kesekian kalinya ke sebuah desa kecil bernama Tällberg. Desa kecil sekaligus resort favorite di Dalarna Swedia. Berbeda dengan kunjungan kunjungan sebelumnya, kunjungan kali ini kami putuskan untuk stay one night di Tällberg. Lucu juga kalau dipikir secara Tällberg hanya sejam limabelas menit dari rumah. Memutuskan untuk stay one night bukanlah keinginan mendadak. Sudah kami rencanakan jauh hari sebelumnya. Hitung hitung ngerayain pertambahan umur gue yang semakin menapak senja itu. Hahaha. 

Meskipun cuma satu malam, setidaknya otak gue lumayan terhibur dari kelelahan musim dingin yang berkepanjangan. Sejenak melupakan tugas tugas sekolah dan tidak mikirin dapur juga. Selain itu ada alasan lain yang membuat kami memilih bermalam di Tällberg. Gue rindu jaccuzi dan dipijet!

IMG_8764
View dari jendela kamar

Iya, gue suka banget yang namanya jaccuzi dan massage. Kebetulan di Tällberg ada hotel yang memiliki fasilitas spa. Pilihan kami jatuh ke Quality Hotel Dalecarlia. Dari sekian banyak penginapan di Tällberg, bisa dibilang Dalecarlia lumayan digemari. Karena selain viewnya yang apik langsung menghadap danau Siljan (danau terbesar di Dalarna), hotel ini pun memiliki fasilitas spa relatif lengkap.

Jadi kebanyakan orang yang menginap di Dalecarlia salah satunya karena fasilitas spa ini. Untuk foto foto Dalecarlia bisa lihat di sini.

Kebanyakan hotel di Swedia tidak dilengkapi fasilitas spa seperti massage, sauna, kolam renang hangat, ruangan khusus relaksasi hingga jacuzzi. Tapi Dalecarlia punya. Bahkan hotel ini punya hot tub out door (gue ga yakin namanya ini apa ga). Berendam di air hangat menjurus panas dengan view nature. Dan itu di suhu minus derajat celcius. Penggemarnya banyak. Termasuk gue dan dan suami.

IMG_8734

Yang gue tau orang orang Nordik sepertinya suka banget berendam di out door dekat alam terbuka gitu. Sekalipun suhunya di bawah nol derajat celcius. Bahkan ada yang setelah berendam di air panas langsung melompat ke air danau yang ga ngerti lagi deh dinginnya kaya apa. Dari situ mereka lanjut sauna dan berendam lagi.

Kegiatan ini sudah dilakukan dari jaman kapan tau dan konon katanya bangus banget buat peredaran darah. Gue pernah melihat langsung sehabis berendam mereka berlari ke arah danau dan melompat ke dalam. Speechless gue. Air danau di saat winter ga tanggung loh dinginnya. Apalagi lompat ke dalam modal kulit doang. Brrrr!

Berendam di out door memang sensasional menurut gue. Sudah dua kali gue coba. Jadi begitu keluar dari ruangan (waktu itu suhu sekitar minus 2 hingga 4 derajat celcius), badan rasanya seperti korslet. Dingin banget. Tapi begitu masuk ke dalam air, udah deh dinginnya ga berasa lagi. Apalagi kalau viewnya bagus seperti di Dalecarlia ini. Langsung menghadap danau Siljan. Sayangnya pada saat kami berendam sudah malam. Jadi ga terlihat apa apa lagi. Fotonya bisa lihat di sini

IMG_8733

Pokoknya malam itu gue ga mau rugi. Gue cobain semua. Kecuali kolam renang ya karena gue ga bisa berenang. Rasanya badan dan kepala gue ringan banget. Sebenarnya kalau mau jujur, buat gue massage di Indonesia udah paling asik. Baik dari segi harga maupun lamanya. Pas nyobain massage di Dalecarlia ini, rasanya baru aja mata gue merem uda selesai aja dong. Cuma 20 menit dan pijitannya kurang berasa. Melayang deh uang sekejap. Hahaha.

IMG_8726.jpg

Tapi begitupun rasa rindu akan pijitan di badan lumayan terobati.  Sayangnya gedung spa di Dalecarlia ini terpisah dari bangunan hotelnya. Harus jalan ke bawah lagi. Tidak jauh sih. Sambil jalan bisa melihat view sekitar. Paling lima menit. Setiap tamu yang menginap sudah mendapat kupon gratis masuk ke dalam. Tapi khusus massage harus bayar lagi.

IMG_8728.jpg
Lobby atas 

Dalecarlia adalah hotel pertama yang dibangun di Tällberg. Bangunan luarnya khas banget. Terbuat dari kayu berwarna merah. Interior di dalam hotel merupakan perpaduan modern dan old style. Bahkan ruangan kamarnya mirip banget dengan design interior IKEA gitu. Scandinavia di era modern.

IMG_7286

IMG_6673
Restoran dan bar

Tapi ada satu hal yang pengen gue ceritain nih. Sangat mencuri perhatian gue. Dan buat gue ini keren!

Biasanya lobby hotel letaknya kebanyakan di lantai dasar kan ya atau di lantai satu gitulah. Tapi Dalecarlia ini agak beda. Selain lantai dasar, lantai atasnya juga terdapat lobby yang dipenuhi barisan sofa. Menurut gue dibuat sedemikian karena dari lantai atas ini tamu hotel bisa duduk santai sambil melihat view danau Siljan. Kalau dari lantai dasar viewnya kurang jelas. Selain itu ada perapiannya juga. Duh gue beneran suka kalau ada perapian. Buat gue suara gemericik api di perapian seperti membuat gue lupa kalau di luar sana masih banyak tumpukan salju.

IMG_8754.jpg

IMG_8716.jpg

IMG_8724
Ruangan dengan interior yang super antik. Horor tapi keren. Berbanding terbalik dengan interioir di lobby hotel. 

Nah, di samping lobby atas ini terdapat satu ruangan kecil. Mirip dapur jaman bahela (baca dapur horor). Ruangan ini sengaja ditempelkan menjadi satu bagian dengan hotel.  Berisi barang barang antik.

Bertolak belakang dengan interior di sekitar lobby yang terlihat lebih modern dan fresh, ruangan kayu ini terkesan suram. Tapi bersih. Bau kayunya berasa banget. Konon bangunan kayu ini sudah berumur ratusan tahun. Autentik bangetlah. Bangunan sengaja dipindahkan dan disatukan dengan bangunan hotel. Fungsinya? Cuma buat hiasan doang.

IMG_8721.jpg
Ayunan bayi berumur ratusan tahun ini pun menjadi props yang mampu membanggakan pihak hotel. Hahaha. 

Begitulah rata rata hotel di Dalarna. Selalu berlomba menampilkan sesuatu yang antik. Karena antik itu menjadi salah satu nilai jual bagi para tamunya. Semacam prestise.

Jadi ketika berjalan di sekitar lobby dan masuk ke ruangan antik ini, atmosfirnya berasa beda banget. Mulai dari lemari, perapian, meja, jam kayu, sampai ayunan bayi juga ada yang umurnya ditaksir sekitar 150 tahun. Aji gile.

IMG_8798
Salju dan hotel kayu di belakang itu. Cintahh..

Sebelum check in dan setelah check out hotel, kami punya banyak waktu untuk menikmati keindahan Tällberg. Sekalipun winter, tetap aja cakep. Sebelum pulang Tällberg sempat turun salju. Duh beneran cantik banget deh. Kolaborasi salju dengan bangunan kayu tua berwarna merah. Serasa di film film. Rasa rasanya setiap sudut cantik banget buat difotoin. Di depan kandang kuda aja kece. Hahaha.

Narsis dengan backround layaknya di foto kalender, kartu natal atau cerita dongeng maupun film, rasa rasanya hayuuuu deh bang!  

IMG_6944

IMG_6951

IMG_7337
One of my favorite

Menikmati Hari di Desa Kecil yang Terkenal ini (Tällberg)

Entah sudah berapa sering gue dan suami berkunjung ke desa kecil ini. Rasanya tak pernah bosan. Desa dengan segala keautentikannya. Ibarat gadis desa yang polos tapi mampu mencuri hati. Ada kalimat yang menyebut “Ke Dalarna tanpa ke Tällberg ibarat ke pesta nikah tanpa melihat pengantinnya”

Tällberg terletak di wilayah Leksand. Tepatnya lagi di propinsi Dalarna Swedia. Tällberg adalah desa kecil yang beruntung. Setidaknya itulah menurut pendapat gue. Dibanding desa kecil lain di propinsi Dalarna (termasuk desa gue), Tällberg ibarat artis papan atas dan desa kecil lain ibarat artis nanggung. Dan desa gue meniti karir pun belum. Apalagi fans berat Tällberg sebagian besar berasal dari luar kota, seperti Stockholm dan kota kota besar lain di Swedia. Bahkan tidak sedikit wisatawan asing terkhusus yang berasal dari Jerman dan Belanda juga suka mengunjungi desa ini.

img_7515
Tällberg
img_7516
Tällberg

Meskipun hanya sebuah desa kecil tapi Tällberg memiliki nama yang lumayan besar. Rasanya warga Dalarna dan wisatawan yang sangat menggilai resort bernuansa alam plus bangunan antik sangat mengenal desa nyentrik ini.

Dahulu kala misalnya kaum borju Stockholm sengaja beramai ramai membangun villa dan summer house tak jauh dari Tällberg. Kala itu memiliki villa dan summer house di dekat desa Tällberg menjadi trend yang bergengsi. Semacam pembuktian status sosial. Contohnya seperti villa summer house di bawah ini.

Sampai sekarang bangunan bangunan villa dan summer house ini masih bisa dilihat di sisi kiri dan kanan jalanan menuju Tällberg. Wooden house tradisional.

Ibarat diva, ketenaran Tällberg sampai pada puncaknya ketika desa kecil ini pernah beberapa kali dikunjungi oleh Kung Carl XVI Gustav. Raja Swedia saat ini.

IMG_7587

IMG_7590

Lalu apa yang membuat Tällberg sedemikian menarik? Agak susah menjelaskan. Tergantung selera masing masing. Tapi menurut gue ada dua faktor. Salah satunya adalah Tällberg berada dilingkungan alam pedesaan yang sangat natural dan asli, dengan struktur tanah yang sedikit berbukit, membuat landscape alam di sekitar Tällberg menjadi sangat menawan. Belum lagi tenangnya air danau Siljan sebagai danau terbesar di Dalarna cukup membuat sentuhan ekolife berasa banget di Tällberg.

Yang kedua meskipun hanya desa kecil, sebagian besar wilayah Tällberg justru dipenuhi bangunan penginapan. Setidaknya ada 200 rumah tinggal, 400 penginapan villa/cottage dan 8 hotel besar berbintang dengan fasilitas yang lumayan lengkap di desa ini. Dan mostly bangunan yang berdiri di Tällberg terbuat dari kayu dengan model interior yang masih tradisional. Real scandinavian.

Alam yang tenang, udara yang segar hingga bangunan vintage. Pembenci keributan sangat cocok ke tempat ini. Gue garansilah. Kebanyakan orang yang menginap di Tällberg hanya bersantai di penginapan atau berjalan kaki di sekitar resort dan melihat museum maupun toko kerajinan tangan. Ibarat di puncaklah ya.

img_7619
Landscape di desa Tällberg diantara aliran air danau Siljan 
img_7514
Landscape di desa Tällberg. Kabin kabin seperti ini ibarat penghias halaman di Tällberg. Menggemaskan.
img_7520
Landscape Tällberg di saat summer

Mengapa Tällberg sarat dengan penginapan? ceritanya berawal sekitar tahun 1900. Beberapa petani yang berasal dari Tällberg berkeinginan agar desa mereka mendapat kunjungan wisatawan. Demikianlah sampai akhirnya sebagian besar warga Tällberg membangun penginapan kayu bahkan berkembang menjadi hotel. Hingga akhirnya perlahan Tällberg dikenal bukan lagi sebagai desa kecil saja tetapi juga menjadi salah satu resort terbaik di Swedia.

IMG_8562

Hotel di Tällberg terdiri dari hotel biasa sampai hotel berbintang. Dengan pembayaran permalam yang bisa dibilang tidaklah murah. Bahkan biaya menginap permalam di hotel besar Tällberg mampu menyaingi harga hotel di kota besar Swedia.

Rata rata hotel besar di Tällberg memasang tarif sekitar 1250 hingga 3000 sek permalam (setara dua hingga lima juta rupiah permalam).  Tergantung seasons juga. Hotel hotel ini biasanya menyediakan juga paket penginapan including makan malam maupun spa. Harganya berkisar 4500 hingga 5000 sek (setara 7,5 sampai 8 juta permalam).

Padahal jika dilihat bangunan hotel sangat biasa dan jauh dari kesan mewah. Tapi inilah yang menjadi daya tarik Tällberg. Desa ini memiliki karakter yang sangat kuat. Jika menyebut kata Tällberg yang pertama terlintas di kepala adalah bangunan bangunan kayu tradisional. Bangunan kayu tua menjurus horor. Sampai pagar hotel pun terbuat dari kayu. Terkesan tidak  fresh dan dibiarkan seperti aslinya. Rustic banget. Lantai kayu hotelnya sampai mengeluarkan suara denyit ketika diinjak….ngikk! Hahaha.

Berikut di bawah ini beberapa bangunan hotel di Tällberg :

IMG_7506.JPG
Sumpah ini kece banget
img_7533
Hotel di Tällberg. Unik ya
img_7522
Salah satu hotel di Tällberg
img_7537
Salah satu villa di Tällberg
img_8548
Salah satu hotel di Tällberg
img_7557
Hotel di Tällberg
IMG_7531.JPG
Cottage. Dan uniknya sebagian kamarnya menggunakan bangunan Härbre yaitu gudang tempat menyimpan gandum di jaman dulu. Tapi menjadi beda dan unik.

Bagi yang tidak paham atau bukanlah golongan penggemar bangunan antik, mungkin rasanya rugi harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit hanya untuk menginap di sebuah penginapan kayu. Namun berbeda dengan kebanyakan warga lokal di Swedia, nuansa super vintage justru memiliki sensasi tersendiri. Ibarat kata serasa menggiring mereka ke ratusan tahun silam. Suami gue salah satunya. Sangat menyukai penginapan bergaya old style.

img_7598
Kawasan ini semacam centralnya desa Tällberg
img_7602
Kawasan ini semacam centralnya desa Tällberg
img_7601
Halaman cafe

Nuansa inilah yang ditawarkan Tällberg kepada tamu tamunya. Bangunan boleh terlihat tua dan sederhana dari luar tapi mereka mampu mengemas interior di dalam menjadi elegan, romantis bahkan berkelas.

Layaknya di kota besar, hotel besar di Tällberg memiliki fasilitas lengkap seperti ruangan spa, pool, restoran fine dining, hingga conference room. Tak jarang forum berskala besar diselenggarakan di desa ini.

Foto di bawah salah satu contoh ruangan lobby, kamar dan restoran yang ditata manis diantara balutan kayu tua. IMG_7357

IMG_7358
Restoran fine dining di salah satu hotel Tällberg yang ditata klasik diantara dinding kayu hotel yang sudah tua. Tetap terlihat elegan kan ya.

Tällberg adalah resort yang selalu bangga dan percaya diri menjadikan bangunan bangunan tua sebagai pelengkap keindahan halaman halaman di penginapannya. Mulai dari kabin kecil dan gudang tua yang memang sengaja di tempatkan di beberapa titik lokasi di kawasan Tällberg. Mirip open air museum.

Bayangkan bangunan gudang tua loh. Bahkan kandang kuda pun mereka jadikan hiasan di halaman penginapan. Mereka tidak malu dan malah bangga. Tujuannya secara tidak langsung hendak memperlihatkan ke pengunjung bagaimana kehidupan warga Dalarna dulunya.

Salah satu contoh bangunannya bisa melihat foto di bawah ini.

img_8161
Salah satu bangunan kayu antik yang menghiasi desa Tällberg

Tak hanya penginapan, cafe dan berbagai museum antik pun cukup lengkap menghiasi desa Tällberg. Di saat summer, duduk santai di kursi dan meja kayu sambil menikmati sepotong roti dan segelas kopi/teh sambil melihat keindahan alam pedesaan dan aliran air danau Siljan yang membentang luas. Layaknya sebuah lukisan alam. Sangat tenang.

Foto di bawah ini adalah salah satu contoh kafe bernuansa vintage di Tällberg.

Tällberg boleh dibilang tidak hanya mahal di urusan penginapan. Masuk ke toko souvenirnya pun mampu membuat sakit kepala. Bagaimana tidak, harga souvenir yang dijual untuk ukuran buah tangan atau oleh oleh tidak tanggung tanggung. Ribuan Swedish Kronor alias jutaan rupiah.

Hal ini dikarenakan sebagian besar souvenir merupakan hasil kerajinan tangan warga lokal (handmade). Kalau pun ada yang lebih murah, jatuhnya bukan handmade lagi. Toko souvenir terbesar di Tällberg adalah Kaffestuga Hemsljöd. Berada  di dalam toko yang mirip museum kecil ini cuma bisa bengong. Muahal!

Kaffestuga Hemsljöd tidak semata mata menjual barang souvenir saja tapi secara tidak langsung seperti memperkenalkan kultur budaya Swedia kepada pengunjung yang masuk ke toko ini. Pelayan tokonya ramah. Dan enaknya lagi bisa puas melihat barang barang tanpa terbebani harus membeli. Pegawai toko tidak ngintilan kita. Kalau diikuti rasanya gimana ya. Berasa ditodong harus beli. Cerita lengkap tentang toko handmade ini akan gue tulis terpisah. 

IMG_7352 (1)
Negeri dongeng
IMG_7577.JPG
Tällberg di kala winter

Untuk toko dan museum di Tällberg kebanyakan dibuka di saat summer. Dan lagi lagi harga barangnya pun bisa gue bilang gila gilaan. Masih terang banget di ingatan gue (efek belum bisa menerima tepatnya), saat perayaan midsummer beberapa tahun lalu. Ceritanya waktu itu suami berkeinginan membeli boneka kecil dari salah satu toko handmade di Tällberg.

Sebenarnya gue tidak terlalu suka sih. Tapi dibilang ga mau ya ga juga. Cuma waktu itu gue ga tau kalau harga boneka mencapai 500 Sek. Tepatnya lagi gue belum paham banget waktu itu kalau barang handmade di Swedia dihargai relatif tinggi. Berhubung ga doyan doyan banget, gue sibuk melihat printilan yang lain. Dengan pemikiran kalau suami mau beli ya sudahlah. Namanya juga dibeliin. Dan suami pun memang niat kan. Nah, barulah setelah keluar toko, gue iseng melihat si boneka tadi. Dan ternyata harganya membuat gue bete. Suami pun menjelaskan kalau harga boneka worth it dengan kualitasnya. Belum lagi ngebuatnya ga mudah. Tangannya capek kata suami. Tapi semakin dilihat emang lucu sih bonekanya. Bulunya kriwil kriwil gitu. Haha.

IMG_7534.JPG
Cafe di Tällberg. Atapnya ditanami rumput

Tapi lagi lagi memang begitulah harga di Tällberg. Sebagian besar bisa dibilang mahal untuk ukuran wisata di desa kecil. Mungkin bagi penduduk lokal negeri ini, mahalnya harga di Tällberg sepadan dengan apa yang sudah ditawarkan desa ini. Sebagaimana legowonya suami gue bisa memaklumi harga boneka tadi.

IMG_7561.JPG
Toko handmade
img_7556
Toko handmade di sekitar Tällberg. Bangunannya unik dan lucu lucu banget. Sukalah pokoknya.

Di saat summer, dipastikan Tallberg lebih kebanjiran tamu. Apalagi desa ini selalu mengadakan perayaan Midsummer, sebuah tradisi besar di Swedia yang dikenal dengan pesta menari di hari yang paling terang dalam setahun.

IMG_7555.JPG
Alun alun T’ällberg. Di musim panas alun alun ini selalu dipakai sebagai tempat merayakan midsummer di Tällberg. Ada tiang Majstång (simbol midsummer)

Di mata gue Tällberg itu ibarat desa metropolitan. Bagaimana tidak, untuk ukuran desa kecil banyak banget plang kayu layaknya informasi lalu lintas di setiap ruas jalanan desanya. Ngalahin kota besar. Contohnya seperti foto di bawah ini.

Hal ini dikarenakan banyaknya penginapan, museum, dan cafe di Tällberg. Belum lagi di saat winter, Tällberg menjadi desa yang sarat dengan cahaya lampu lampu hotel. Cakep.

Tällberg selalu cantik di setiap musim yang berbeda. Cantik buat foto narsis juga. Tinggal pilih mau berdiri di mana. Wooden house dan alamnya siap menjadi backround gratis.

Saat winter Tällberg ibarat negeri dongeng. Tumpukan salju ada di mana mana. Sebaliknya di saat summer desa ini terlihat segar dengan permadani alam yang hijau, bunga dan rumput liar dimana mana, bahkan sampai barisan pohon apel dengan buah ranumnya yang menggemaskan. Pengen metik masukin karung trus jadikan props foto. Hahaha.

Berkunjung ke Tällberg mengingatkan gue akan bangunan asli sopo di kampung gue tanah batak sana. Meskipun tidak semua ya, tapi masih ada beberapa desa terpencil yang memiliki rumah sopo tapi seperti diterlantarkan. Sayang banget. Kalau di sini, bangunan bersejarah seperti itu sudah dilirik dan dijadikan objek wisata. Kalau gue pulang kampung kelak, akan gue abadikan rumah sopo itu sebagai objek photography yang indah. Kangen gue!

Apalagi semakin ke sini, gue melihat banyak sekali obejek wisata baru di tanah air yang malah berlomba lomba membuka wisata bertema eropa. Bingung juga sih. Tapi ironisnya memang wisata seperti ini mendapat apresiasi yang besar dari masyarakat kita. Lumayan menghibur mereka. Hitung hitung lebih hemat daripada terbang langsung ke eropa.

Tulisan ini gue post ulang dengan beberapa revisi. Salam dari Swedia.

IMG_7622
Beautiful wild flower
img_7566
Tällberg di saat summer. Hijau!  Tidak sedikit bangunan yang menggunakan pagar kayu seperti ini. Tapi malah terlihat unik

IMG_7202

TOMTELAND

Pernah mendengar kata “Tomte”?

Tomte merupakan tokoh dalam cerita legenda masyarakat Swedia. Sosok yang digambarkan sebagai pria bertubuh kerdil, berpenampilan kucel, hidup di hutan dan sangat suka menolong orang. Tomte tidak sungkan memeriksa kandang ternak warga dan memastikan tidak ada rubah yang masuk. Memastikan pintu rumah apakah sudah dikunci atau belum ketika warga tertidur lelap . Akibat kebaikannya ini, warga suka memberi tomte bubur dan meletakkannya di depan rumah.

Gambaran sosok tomte pertama sekali ditulis oleh seorang penyair terkenal Swedia bernama Viktor Rydbergs. Kebetulan suami masih punya bukunya.

IMG_1241

Cerita tomte pun akhirnya berkembang dan melekat di ingatan warga Swedia terutama kalangan anak anak.  Suami gue sendiri pernah dengan sengaja meletakkan bubur di depan rumah menjelang natal tiba. Betapa senang hatinya ketika keesokan hari melihat bubur habis dan tak bersisa. Dengan yakinnya dia kalau yang makan bubur itu adalah tomte. Padahal suami tidak tau kalau yang mengambil bubur adalah mendiang mama mertua. Cerita masa kecil yang lucu.

Jaman semakin maju, legenda tomte mulai bergeser dan sedikit menyesuaikan diri dengan cerita santa yang mendunia. Tomte pun dianggap sebagai malaikat pemberi kado dan hadiah. Setidaknya itulah gambaran tomte di mata anak anak Swedia jaman sekarang.

IMG_1220

Untuk lebih menghidupkan legenda tomte, di tahun 1984 dibangunlah Tomteland. Sebuah  theme park natural yang berada di kawasan pegunungan Gesunda Dalarna dan diantara rimbunnya barisan pohon gran  pinus. Jauh dari keramaian kota.

Konon tomteland merupakan satu satunya kampung tomte terbesar di Swedia  yang berdiri di kawasan mountain dan deep forest, serta menjadi salah satu wisata musim dingin favorite di Dalarna Swedia.

Jangan pernah membayangkan tomteland sebagai sarana wisata yang sarat dengan kemewahan, gemerlap lampu lampu layaknya di kota besar. Tomteland ditata sedemikian dengan kesederhanaan layaknya kehidupan di desa. Sangat apa adanya. Tomteland mengusung konsep klasik alam pedesaan yang setidaknya mampu menggiring khayalan akan cerita klasik natal. Yang meskipun sederhana tapi langsung nancep di hati. Feelnya dapat.

IMG_1243

Kebayang ga sih melihat wooden house bergaya skandinavia diantara lebatnya hutan pinus dan pohon gran berselimut salju tebal. Rasanya seperti berada di sebuah kampung beneran. Bukan di sebuah theme park. Belum lagi sajian mistery rumah trolls yang super besar. Mirip bangunan kastil. Batunya gede gede. Pokoknya serasa berada dalam cerita klasik natal. Kalau pernah melihat kalender dengan rumah rumah kayu berlapis salju dan pohon pinus yang nyaris memutih, tomteland bisa dibilang sebagai jawaban nyatanya.

IMG_1245
Winter Wonderland. Cakep ya

Aktifitas tomteland ditampilkan layaknya negeri dongeng tapi kayak sungguhan. Mulai dari kuda kuda berlapis bulu siap membawa pengunjung mengitari hutan pinus bersalju, pertunjukan theater di alam terbuka, hingga toko souvenir dan  cafe/restoran bernuansa wooden house yang sangat autentik.

IMG_1269

Memasuki kawasan tomteland yang pertama terlihat adalah rumah kayu kecil berisi patung patung tomte. Tak jauh dari rumah kayu ini berdiri sebuah bangunan dari batu mirip rumah liliput. Sayangnya pengunjung tidak bisa masuk dan hanya boleh mengintip lubang kuncinya. Uniknya begitu melihat dari lubang kunci yang terlihat seperti gambar tiga dimensi. Mirip terowongan bawah tanah.

Konon rumah ini merupakan tempat dimana tomte mendapatkan emas dan besi. Dari sinilah tomte bisa membeli berbagai kebutuhan natal untuk anak anak.

IMG_1272
Kalau ngintip pintunya terlihat terowongan panjang mirip tiga dimensi.
IMG_1268
Rumah Trolls. Besar banget.

Ada juga rumah kembar berbentuk kerucut. Rumah Trolls!

Dalamnya agak creepy lengkap dengan berbagai simbol laba laba di setiap dindingnya. Warna kayu dan lantainya terlihat kusam. Tangga bangunan jika diinjak mengeluarkan bunyi derik. Peralatan dapurnya super tua.  Batu perapiannya besar banget. Dari luar sekilas seperti rumah penyihir.

IMG_1232
Sekilas mirip rumah Minangkabau ya. Hahaha.

Tak jauh dari rumah trolls terdapat bangunan yang sekilas mirip rumah suku Minangkabau. Rumah Tomte!  Sebagian besar pengunjung yang masuk ke rumah tomte terkhusus anak anak  menulis wish list. Anak anak juga bisa berfoto dengan tomte. Dan orang tua pun sabar ngantreeee menemani anak anaknya.

Sebelum berfoto terlebih dahulu tomte membaca nama dan alamat si anak yang tertera di kartu wish list. Seru sih melihat anak anak ini sangat antusias. Terlihat dari tatapan penuh harap agar wish list mereka dikabulkan. Bahkan tidak hanya anak anak saja, terlihat sekelompok ibu ibu hebring dari negara “manalah itu” yang hebohnya melebihi anak anak. Dimaklumi karena mereka juga manusia yang kadang rindu dengan nostalgia dimasa kecil.  IMG_1225

IMG_1226
Dapur tomte. Bagus banget deh. Kayak dapur beneran. Antik banget.

Keseruan yang lain di rumah tomte adalah ruangan berisi hiasan pohon natal dan tumpukan kado dalam jumlah yang banyak. Ceritanya Tomte bekerja sampai larut malam menyiapkan kado kado ini untuk dibagi bagikan kepada anak anak ketika natal tiba. Rasanya jiwa anak anak gue kembali muncul melihat susunan kado ini. Seru!

IMG_1222
Ceritanya ini ruang kerja tomte. Mempersiapkan segala kado untuk anak anak

Di ruangan ini juga tersedia sebuah buku besar dan tebal yang menyimpan daftar nama nama anak yang baik. Rata rata anak kecil yang berkunjung ke tomteland dengan senang hati mengisi daftar buku.  Mereka percaya kalau anak baik akan mendapat hadiah natal dari tomte.

Gue aja yang sudah nyaris ubanan gini masih terbawa perasaan bagaimana enaknya di posisi mereka dengan segala khayalan akan menerima kado dari seorang tomte. Pastilah menyenangkan. Wong bentuk kado kado diruangan ini memang lumayan menggoda. Jadi wajar jika anak anak ini begitu antusias menulis buku besar itu. IMG_1230

Gue sangat suka melihat tingkah laku mereka. Masa kanak kanak memang masa yang paling menyenangkan. Buku tamu yang sebagian besar ditulis oleh anak anak ini sejak tomteland berdiri masih tersimpan rapi di rumah tomte.

Dari sini kita lanjut ke sebuah bangunan paling besar dikawasan tomteland. Sebuah bangunan rumah kayu yang di dalamnya terdapat restoran dan toko souvenir. Konsep dekorasi natalnya gue suka. Bernuansa dominan kayu. Pernak pernik tomtenya banyak banget. Mayoritas  berwarna merah. Mulai dari tomte kecil hingga besar. Tersedia juga berbagai jenis permen natal atau jenis permen lain. Konsep toko ini juga dibuat layaknya toko tradisional dengan pelayan berpakaian ala liliput. IMG_1238

IMG_1239
Toko souvenirnya bernuansa kayu

Jika pengen duduk santai atau ngopi, tomteland juga memiliki sebuah cafe kozy. Lokasi cafe berada agak diketinggian (ga tinggi banget juga sih). Dari sini kita bisa melihat keindahan landscape Tomteland yang dikelilingi hutan pinus dan view danau di dekat cafe.

27187563059_5568fd9943_o

IMG_1235
Souvenirnya lucu lucu

Harga tiket per orang dikenakan 220 Sek atau sekitar 362 ribu rupiah untuk kurs rupiah saat ini. Tidak termasuk naik kereta kuda, ada extra bayaran sebesar 50 Sek. Tomteland buka mulai November hingga Januari setiap tahunnya. Khusus di akhir pekan saja. Mulai Jumat sampai Minggu dari pukul 10 pagi hingga 4 sore.

IMG_1237
Souvenir klasik tapi christmas banget

Saran gue jika berkunjung ke tomteland harus bener bener memperhatikan perlengkapan di badan. Karena suhu di tempat ini lumayan dingin. Tapi dont worry, selama pakaian winter kamu nyaman ga masalah kok. Apalagi di beberapa titik kawasan ini disediakan api unggun. Jadi sekali kali bisa hangatin tangan kamu dekat api.IMG_1244

IMG_1242
Diantara tumpukan salju, suhu yang dingin, dan aroma kayu bakar

 

Musim Berburu Telah Tiba (Mengenal Seluk Beluk Berburu di Swedia dan Segala Aturannya)

Jika mendengar kata berburu kok kesannya kejam dan barbar  ya. Identik dengan sesuatu yang illegal. Sesuatu yang liar. Tapi berbeda halnya di negara Swedia, berburu merupakan kegiatan resmi dan legal. Bahkan untuk kegiatan ini, ada setoran biaya tahunan ke pemerintah daerah yang harus dibayar oleh peserta sebesar 300 sek, agar bisa mendapatkan kartu “Hunting Permit”.

Kegiatan berburu di Swedia sudah semacam tradisi. Sudah berlangsung ratusan tahun. Tak ayal memang, karena alam negara ini sangat dominan ditumbuhi hutan pinus yang menjadi hunian ternak liar dalam jumlah relatif banyak.

Menjelang musim berburu tiba, stasiun tv lokal pun turut memberitakan suasana euforianya.  Apalagi kegiatan berburu diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari petani, karyawan, pengusaha, profesional, dokter, tanpa terkecuali.

Pun ketika mengajukan cuti kerja dengan alasan “akan berburu” sangat bisa dimaklumi, karena para atasan dan bawahan tak sedikit yang ikutan berburu. Jadi sudah saling mengerti. Tidak tanggung tanggung, mereka mengambil cuti hingga seminggu penuh.

Meskipun kegiatan berburu dilegalkan di Swedia, para pemburu harus mengikuti dan tunduk pada aturan yang ditetapkan oleh Departemen perlindungan alam/nature Swedia (Nature Vards Verket).

IMG_5232.jpg
Hunting Permit Card yang dikeluarkan Departemen Perlindungan Alam Swedia

Kapan musim berburu bisa dimulai dan berakhir?

Memasuki musim gugur atau awal bulan September. Di wilayah paling utara Swedia biasanya mendapat giliran lebih awal. Wilayah Lapland Swedia misalnya, kegiatan berburu sudah dimulai bulan September. Sedangkan di wilayah Dalarna, biasanya dapat giliran di bulan Oktober minggu kedua. Dan berakhir di bulan Januari.

Berburu besar, umumnya diikuti oeh banyak peserta. Seperti di desa tempat gue tinggal, ada sekitar 30 orang peserta.  Mereka melakukan kegitan berburu rutin dalam seminggu penuh. Tapi jika target berburu masih jauh terpenuhi, kadang dilanjutkan di lain hari. Bedanya peserta yang turut tidak sebanyak sebelumnya. Mungkin selain harus bolak balik cuti, faktor tempat tinggal juga berpengaruh. Karena tak sedikit dari peserta yang tinggal di kota besar seperti Stockholm.

Mengapa harus dimulai di musim gugur? Bukan di musim panas? 

Ada beberapa alasan. Karena memasuki musim gugur atau di bulan September, suhu udara sudah mulai dingin. Sangat cocok untuk mempertahankan kualitas daging agar tetap fresh meskipun berhari hari disimpan di rumah potong.

IMG_5216.jpg

Dan konon, antara bulan September hingga Januari, binatang liar tidak melakukan kegiatan reproduksi.  Dan mulai bereproduksi di atas bulan Januari hingga summer. Itulah sebabnya, di musim panas dilarang berburu. Karena reproduksi hewan liar di musim ini relatif aktif.  Selain itu, berburu di saat summer juga kurang baik untuk mempertahankan kualitas daging agar tetap segar.

Binatang jenis apa yang diburu?

Musim berburu di Swedia sangat identik dengan hewan liar bernama Moose atau di Swedia lebih dikenal dengan sebutan Älg atau Elk. Hewan ini masih tergolong jenis rusa, tapi berukuran jauh lebih besar dan tinggi.

Berapa banyak moose yang bisa diburu dalam setahun?

Pemerintah Swedia melalui Nature Vards Verket (semacam departemen perlindungan alam), mengeluarkan kebijakan terkait batasan jumlah hewan yang bisa diburu. Demi menjaga kesinambungan populasi hewan di masa yang akan datang.

Masing masing wilayah memiliki batas maksimal yang berbeda beda tergantung seberapa luas lahan hutannya. Contohnya di desa tempat gue tinggal, batas maksimal moose yang bisa diburu adalah 14 ekor setiap tahunnya.

Jenis moose seperti apa yang bisa diburu?

Jenis moose yang berumur tua maupun yang masih muda. Artinya jumlah moose yang sudah tua maupun muda haruslah sama. Misalnya 7 ekor moose tua dan 7 ekor moose muda. Nature Vards Verket membuat kebijakan ini agar keseimbangan populasi moose tetap stabil dan terjaga.

Seandainya hanya memburu jenis moose yang tua, populasi moose bisa membludak. Hal ini juga kurang baik bagi usaha pertanian warga yang bergerak dibidang perkayuan. Bibit pohon yang ditanam bisa cepat rusak. Atau pohon pohon yang daun rantingnya masih terbilang muda, bisa habis dilahap moose. Sementara kayu hutan merupakan komoditas penting dalam perekonomian Swedia. Selain itu, populasi moose yang tidak terkontrol dapat memicu meningkatnya rawan kecelakaan di jalan. Karena hewan hewan ini bisa saja muncul seketika tanpa terduga.

Pun jika hanya memburu moose yang masih muda tidak baik. Karena bisa mengurangi populasi moose itu sendiri.

Apakah setiap tahun target terpenuhi?

Tentu saja tidak. Berburu moose tidaklah mudah. Karena penciuman binatang ini sangat peka terhadap bau manusia. Bahkan kadang dalam dua hari berturut, para hunter tidak berhasil sama sekali. Tapi di lain hari, bisa dapat 3 ekor moose sekaligus. Jadi faktor alam dan keberuntungan juga berpengaruh.

Secara keseluruhan, para hunter jaranglah memenuhi target. Maksimalnya paling dapat 6 hingga 8 ekor dalam setahun. Atau kadang kadang bisa 10 ekor dalam setahun. Tapi tidak sering.

Jika moose lewat di sekitar rumah warga, apakah boleh ditembak?

Tidak boleh!

Tempat berburu sudah ditentukan. Jadi tidak bisa disembarang tempat. Gila aja nembak hewan di dekat rumah. Hahaha.

Apa syarat untuk suatu wilayah baru boleh melakukan kegiatan berburu?

Yang pasti wajib memiliki lahan hutan. Lahan hutan yang memang merupakan milik warga sendiri. Kepemilikian lahan hutan di Swedia terbilang unik, karena lebih dari 50 persen kepemilikannya justru dipegang warga biasa. Selebihnya baru dikuasai gereja, perusahaan, baru negara.

IMG_4492.jpg

Setiap wilayah memiliki satu komunitas berburu yang dipimpin oleh seorang leader. Dari sekian warga yang memiliki lahan hutan, biasanya sepakat jika lahan hutan yang mereka miliki digunakan sebagai area berburu.

Dan sebagai konpensasinya, mereka mendapat bayaran sewa lahan secara proporsional (sesuai luas lahan masing masing), yang mana uang ini berasal dari kumpulan biaya administrasi yang dibayarkan oleh setiap peserta, termasuklah dari si pemilik lahan sendiri.

Jadi misalnya, jika si A memiliki lahan hutan, kemudian lahannya dipakai sebagai tempat area berburu, maka si A akan mendapat konpensasi bayaran dari pemakaian lahan tersebut. Tapi berhubung si A juga turut sebagai peserta, maka dia pun wajib  membayar administrasi kepada komunitas berburu yang sudah menyewa lahannya.

Meskipun kadang, biaya adminitrasi yang dibayarkan si A tidak sebesar biaya yang dia dapat dari hasil penyewaan (jika lahan yang disewakan terbilang banyak).Lalu kenapa si A harus turut membayar? karena nantinya, si A tidak hanya berburu di lahan hutannya saja, melainkan berpindah pindah ke lahan hutan orang lain yang juga disewakan oleh sang pemilik.

Siapa saja yang bisa ikut bergabung? Dan bagaimana sistem administrasinya?

  • Pemilik lahan hutan dan anggota keluarganya. Anggota keluarga pun dibatasi hanya sampai garis suami/isteri, anak, serta menantu. Cucu, kakek,  nenek, paman, bibi sudah tidak termasuk. Diberlakukan demikian agar pemerintah lebih mudah mengontrol peserta.
  • Pihak lain yang tidak memiliki lahan hutan.

Untuk sistem pembayaran administrasinya pun berbebeda beda. Berikut rinciannya :

Misalnya si A  memiliki lahan hutan seluas 1 hingga 80 hektar, maka si A wajib membayar 1000 sek agar bisa mendapatkan 1 kartu izin berburu dari leader komunitas. Kemudian, jika si A memiliki istri/suami, anak, menantu, maka masing masing dari mereka harus membayar kepada leader komunitas sebesar 1000 sek untuk biaya izin berburu dan 1000 sek untuk mendapatkan kartu izin berburu. Jadi ada biaya untuk mendapatkan izin, dan ada pula biaya untuk mendapatkan katu izin.

Jika si A memiliki lahan yang lebih luas, mulai dari 80 hingga 160 hektar, maka si A wajib membayar 2000 sek agar bisa mendapatkan 2 buah kartu izin berburu. Dan jika si A memiliki istri/suami, anak, menantu, maka salah satu dari mereka tidak perlu membayar izin berburu, cukup membayar kartu saja sebesar 1000 sek. Sedangkan sisa anggota keluarga lainnya masing masing harus membayar sebesar 1000 sek untuk izin berburu dan 1000 sek untuk mendapatkan kartu.

IMG_5233
Kartu Izin Berburu yang dikeluarkan komunitas daerah setempat

Demikianlah seterusnya, jika si A memiliki lahan lebih luas lagi dengan kelipatan 80 hektar, maka kemungkinan besar anggota keluarga lainnya tidak dikenakan biaya izin berburu lagi, melainkan hanya biaya kartusebesar 1000 sek.

Lalu bagaimana dengan orang orang yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan si A, yang juga tidak memiliki lahan hutan? apakah boleh berburu?

Boleh boleh saja. Tapi biaya yang mereka bayarkan biasanya jauh lebih besar. Karena mereka harus membayar izin menyewa lahandari pemilik seluas 1 hingga 80 hektar.

Harga izin menyewa lahan ini biasanya lebih mahal dan tergantung kesepakatan masing masing. Setelah itu, pemilik lahan akan memberitahu leader komunitas kalau tanahnya akan dipakai berburu oleh si penyewa.  Kemudian orang tersebut harus membayar ke leader komunitas sebesar 1000 sek untuk mendapatkan kartu izin berburu.

Selain warga biasa, siapa lagi yang bisa menyewakan dan memberi ijin berburu di lahan hutan? 

Pihak pihak yang menjadi owner atas lahan hutan. Diantaranya adalah :

  • Pihak gereja
  • Perusahaan swasta yang bergerak di sektor kehutanan
  • Perusahaan milik Negara yang bergerak di sektor kehutanan

Apa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang hunter?

IMG_5231.jpg

  • Minimun berumur 18 tahun
  • Memiliki senjata berizin
  • Mengikuti latihan pra berburu dua bulan sebelum hari H
  • Wajib memiliki asuransi untuk claim pertanggungan jika terjadi kecelakaan tak terduga selama berburu
  • Wajib mengantongi Hunting Permit Card dari departemen pemerintah daerah, dengan membayar iuran sebesar 300 sek pertahun (setoran ke pemerintah daerah setempat)
  • Wajib membayar Hunting Permit dan Kartu Berburu ke leader komunitas (setoran untuk komunitas berburu setempat atas pemakaian lahan hutan)

IMG_5188.jpg
Latihan berburu dua bulan sebelum hari H

Kapan seorang hunter dicabut ijinnya?

Ketika berburu tidak pada waktunya.

Dan jika seseorang berburu tanpa mengindahkan syarat dan ketentuan berburu seperti yang dijelaskan di atas, selain senjatanya ditarik, juga diproses secara hukum.

Bagaimana cara agar para hunter lebih mudah mendapatkan  Moose?

Dua bulan sebelumnya, para hunter akan melakukan meeting. Meninjau beberapa titik lokasi yang akan dijadikan tempat berburu. Contohnya, kalau ada 20 titik lokasi, maka mereka akan berpindah pindah ke 20 lokasi dengan cara mengepung atau mengelilingi semua area di satu lokasi tersebut. Ibarat lingkaranlah.

Tapi jarak masing masing hunter lumayan berjauhan. Jika tidak, moose bakalan mencium bau manusia yang terlalu banyak. Para hunter hanya duduk diam di kursi lipat yang mereka bawa. Jadi bukan berjalan jalan. Mereka dilengkapi radio talki untuk mempermudah komunikasi.

Nantinya ada satu leader yang akan berjalan dengan anjing pelacak. Anjing inilah yang akan membantu keberadaan moose di lokasi yang dikepung. Jika anjing  mencium aroma tubuh moose, maka anjing akan menggonggong. Leader harus memiliki stamina yang kuat, karena harus berjalan kurang lebih selama 9 jam menggiring anjing. Paling istirahat sesekali.

Yang menjadi persoalan, jika lokasi yang dikepung belum tentu ada moosenya. Karena pergerakan binatang ini sangat lincah. Itulah sebabnya, mengapa dalam sehari para hunter harus berpindah pindah tempat. Setidaknya,  diperlukan sekitar 9 jam dalam sehari untuk berburu. Makanya para hunter sudah harus mempersiapkan stamina dan peralatan mereka, mulai dari kursi lipat, minuman, makanan, cemilan, kopi, dll.

Kadang gue suka ga habis pikir, apa enaknya menunggu dan duduk selama 9 jam. Di hutan sepi dan dingin pula.  Tapi menurut mereka, berburu bukan sekedar menembak, tapi menghabiskan waktu dengan rasa degdegan, justru di situlah pengalaman luar biasanya.

Lalu setelah berhasil mendapat buruan, apa langkah selanjutnya?

Moose akan dibawa ke rumah pemotongan. Bayangin, setiap desa di Swedia yang melakukan aktivitas berburu tahunan pasti memiliki rumah potong sendiri. Dan itu ga tanggung tanggung besarnya. Jadi kegiatan ini memang benar benar sudah dipersiapkan. Bukan berburu asal asalan. Bisa dibilang hunter profesional. Wong cara memotong daging aja uda pintar dan lihai banget. Mereka sudah tau mana bagian daging yang cocok untuk steak, mana yang cocok untuk meatballs, mana yang harus dibuang.

IMG_5203.jpg
Rumah pemotongan di sebuah desa. Gue malas moto lagi, pakai stok foto pas winter aja.

Biasanya bagian kulit dan jeroan langsung sesegera mungkin dibuang. Tujuannya agar daging tetap fresh dan tidak gampang tertular bakteri. Lalu digantung tanpa dicuci air. Dibiarkan selama berhari hari. Mengapa? Agar tekstur daging nantinya tidak menjadi keras. Sebab jika langsung dipotong potong, apalagi langsung dimasak, daging cenderung alot dan mengeras.  

Barulah nantinya, di hari ke 7 (hari terakhir berburu), semua peserta berkumpul dan bersama sama memotong daging moose. Masing masing potongan ditempatkan secara terpisah di atas meja berlapis alumunium. Misalnya bagian fillet dada, paha, punggung, semuanya disusun terpisah. Yang diambil fillet semua.

IMG_5187.jpg
Aktivitas di rumah potong

Sedangkan bagian tulang dibuang. Rasanya sayang banget kalau melihat daging yang masih menempel di tulang iga harus dibuang. Hampir satu mobil pickup. Mengingat di pasar tradisional tanah air semuanya bisa dijual dan diolah.

1.jpg
Bagian fillet ini cocok untuk steak

Selanjutnya potongan daging tadi dibagi rata ke semua peserta. Sesampainya di rumah masing masing, para pemburu akan memotong motong kembali daging ke ukuran yang lebih kecil. Dipilah pilah bagian mana yang ada lemaknya. Bagian kikil dibuang. Daging yang agak kasar biasanya digiling untuk dijadikan meatballs maupun burger. Bagian fillet dengan tekstur lembut akan dijadikan steak.

Semua bahan daging lalu dimasukin ke dalam plastik yang masing masing beratnya disesuaikan untuk sekali masak. Diberi nama dan tahun juga, biar pas memasak tidak bingung.

Enakan mana dibanding daging sapi?

Kalau ini sih tergantung selera lidah. Tapi banyak yang bilang daging moose jauh lebih enak. Termasuk gue. Yang jelas dagingnya tidak beraroma susu. Rasanya manis. Dan dagingnya relatif empuk. Dijadikan dendeng juga cocok banget. Jika sudah merasakan dendeng moose, dendeng sapi pun jadi kurang nendang. Hehe.

IMG_5186.jpg
Yang ada lemaknya dibikin meatballs. Digiling dan dibungkus plastik untuk stok setahun

Daging moose kadar lemaknya juga rendah. Dikarenakan moose merupakan binatang liar yang memiliki pergerakan aktif. Makanannya pun rumput dan daun pohon di hutan. Dua orang peserta berburu di desa gue kebetulan berprofesi sebagai dokter. Mereka menjelaskan, jika kadar lemak di tubuh moose memang rendah.

IMG_5179.jpg
Bagian kikil ini dibuang

Satu dua restoran tradisional di Dalarna kadang kadang menyajikan menu olahan moose. Sebagai menu fine dining dengan harga yang relatif mahal. Daging moose jarang ada di supermarket Swedia, sekalipun di Dalarna. Kalau pun ada, harganya dua kali lipat harga daging sapi. Karena memang untuk mendapatkan daging moose hanya melalui kegiatan berburu dan itupun tidak bisa setiap saat dilakukan. Sementara para hunter moose sebagian besar hanya mengkonsumsi daging moose untuk mereka sendiri dan jarang diperjual belikan.

36528856164_53a14939f1_o
Dendeng daging moose
IMG_5209.jpg
Steak daging moose

Minggu depan, desa gue akan memulai kegiatan berburu selama seminggu. Dan biasanya, sebagian dari mereka melakukan tradisi makan bersama sebelum berburu dimulai. Tahun lalu, gue mendapat giliran memasak menu dinner untuk mereka. Gue menyajikan menu Indonesia!

IMG_5217.jpg

37191635286_647fd4d2fa_o.jpg

10 Tempat Menarik yang Bisa Dikunjungi di Kota Mora

Mora merupakan salah satu kota yang terletak di propinsi Dalarna, Swedia. Sebuah kota kecil dengan penduduk berjumlah kurang lebih 20.279 jiwa (per 2016). Jarak dari kota Mora ke kota Stockholm kurang lebih 270 kilometer, yang bisa di tempuh dengan berkendara, kereta api, bahkan pesawat. Meskipun terbilang kota kecil, kota Mora lumayan memiliki catatan penting sejarah, terkhusus di Dalarna dan Swedia pada umumnya.

IMG_4049

Tidak butuh waktu lama untuk bisa mengitari seluruh pusat kota Mora. Karena jarak fasilitas umum di kota ini saling berdekatan. Mulai dari supermarket, toko pakaian, store, gedung olahraga, rumah sakit hingga restoran. 

IMG_4253.jpg

Tentu saja, jumlahnya tidak sebanyak dan selengkap di kota kota besar. Berhubung cuma kota kecil, dipastikan kota Mora tidak memiliki shopping mall. Kebanyakan dalam bentuk toko butik, dan beberapa store seperti H&M, Åhlens, dan Lindex. Sedangkan pusat berbagai grosir belanja dialokasikan di sebuah wilayah di luar pusat kotanya.

IMG_4055

Secara pribadi, no shopping mall di kota Mora bukan suatu masalah, karena pada dasarnya, gue lebih menyukai berbelanja di toko toko kecil. Lebih tenang, tidak terlalu ramai, model serta bahannya juga lebih nyaman dipakai dan enak dilihat. Dalam arti, satu jenis barang tidak dijual dalam jumlah yang begitu banyak. Makanya jika berkunjung ke kota besar seperti Stockholm, gue termasuk jarang ngemall. Bahkan sampai saat ini pun, yang namanya Mall of Skandinavia belum pernah gue injak. Entahlah. Mungkin next time.

IMG_4052.jpg

Untuk urusan makanan, kota Mora juga memiliki beberapa restoran. Baik restoran berjenis makanan lokal maupun Asia, seperti Shushi, Thailand sampai China restaurant.

IMG_4057.jpg
Salah satu restoran bergaya rumahan. Apik sekali

Mora juga dikenal sebagai kota penghasil “Moraklocka” atau Jam Mora. Jam yang sudah di buat sejak abad ke 18 dan menjadi salah satu simbol kerajinan tangan di kota ini.  Ukurannya mulai dari yang kecil sampai yang besar (kurang lebih dua meter).

Jam ini memiliki bentuk yang lumayan unik, layaknya seperti tubuh seorang wanita. Tinggi langsing dan memiliki lekukan. Bisa dilihat pada gambar di bawah. Mulai size kecil hingga setinggi 2 meter lebih.

Selain Moraklocka, kota ini pun penghasil “Mora Kniv”, sejenis pisau yang sudah diakui kualitasnya. Ketajaman pisau ini tidak perlu diragukan lagi. Bentuknya sedikit klasik dan memiliki ukuran kecil hingga sedang. Mora Kniv sebagian besar digunakan untuk menyelasaikan pekerjaan kerajinan tangan.

Memiliki beberapa tempat bersejarah, Mora menjadi destinasi wisata para turis lokal maupun asing. Berikut beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di kota Mora Dalarna.

 

1. MUSEUM ZORN

Museum Zorn didedikasikan kepada seorang pelukis terkenal dunia yang berasal dari kota Mora bernama ANDERS ZORNMuseum yang sebagian besar berisi karya lukisan beliau. Salah satu karya Zorn yang terkenal adalah lukisan seorang wanita yang mengepang rambut sambil menggigit sebuah karet di mulutnya. Lukisan ini pun bisa dilihat di museum Zorn.

IMG_4255.jpg
Museum Zorn. Bahkan di sekitar museum juga terdapat beberapa bangku kayu yang konon merupakan hasil design Zorn sendiri. Bisa dilihat pada gambar di bawah. Kursi berwarna merah. 

Persis di samping museum Zorn, terdapat sebuah rumah kayu antik berukuran besar, yang tak lain merupakan rumah kediaman sang pelukis. Halaman di sekitar rumah dan museum Zorn tertata rapi. Ditanami rumput hijau dan berbagai tanaman bunga. Nyaman untuk dijalani.

Museum Zorn terletak di Vasagatan 36, Mora, persis di samping bangunan Mora Church (Mora Kyrka).

Zorn merupakan sosok pria multi talenta dan terbilang sukses secara materi. Memiliki rumah besar dan halaman super luas, didukung perabotan yang selalu membuat decak kagum. Mewah!

IMG_4365.jpg

IMG_4254.jpg
Di saat rumah kayu di Mora berukuran kecil, Zorn sudah memiliki rumah kayu super besar seperti ini.

Beliau memiliki satu ruangan khusus berisi koleksi keramik. Dan semuanya itu satu warna. Biru!

Ruang makan yang elegan, dengan meja dilengkapi micropohone untuk memanggil pelayan. Belum lagi ruangan dapur yang jumlahnya sampai tiga. Dapur memasak dan ngebaking beda. Kamar tidurnya? mirip kamar pangeran. Hahaha.

IMG_4368
Taman di sekitar halaman rumah Zorn

IMG_4363

Bahkan di jaman orang orang belum familiar dengan vacuum cleaner, Zorn sudah punya. Dan tidak tanggung tanggung, harga vacum cleaner di jaman itu sama halnya dengan membeli satu unit mobil di Swedia jaman sekarang. Gilak!

Zorn dikenal sebagai pribadi yang memiliki selera tinggi dan pergaulan luas. Dekat dengan beberapa anggota kerajaan Swedia di masa itu. Sehingga tak ayal, rumahnya sering menjadi tempat berkunjung orang orang penting, termasuk pangeran Swedia di masa dulu. Lukisan Zorn juga dihargai mahal, yang sampai menembus pangsa pasar atau kalangan tokoh penting dunia. Seperti dua orang mantan presiden Amerika Serikat. Gue lupa namanya. *Maafkan…hahaha.

IMG_4077.jpg
Rumah kayu ini aslinya bagus banget meskipun sudah tua.  Digunakan Zorn sebagai tempat melukis

IMG_4256

Sehingga tidaklah heran, jika memasuki rumah beliau ini, aroma borjunya langsung berasa. Rumah orang berduit di masa dulu. Untuk bisa masuk ke dalam rumah beliau, tidak boleh sembarangan. Harus mengikuti jadwal guide. Pun di dalam tidak boleh berjalan sesuka hati apalagi memotret barang barang. Rekomen bangetlah untuk dimasuki. Nuansa Vintage yang elegan dan apik.

IMG_4358

Buat gue pribadi, berada di dalam rumah Zorn dan sekitar tamannya jauh lebih menyenangkan ketimbang memasuki museumnya. Mungkin karena gue tidak begitu mengerti tentang dunia lukisan. Kalau mau melihat karya lukisannya, silahkan di Google saja. Gue sudah pernah masuk sekitar tahun 2014. Dalamnya bagus. 

IMG_4076.jpg
Rumah ini berada tepat di samping rumah kediaman Zorn. Dibangun untuk dia persembahkan kepada ibunya. 

Selain rumah tinggal, di sekitar rumah kediaman Zorn juga terdapat beberapa bangunan antik. Seperti gudang besar dan panjang yang sekarang disulap menjadi cafe. Bayangin, gudang bekas kandang kuda dijadikan cafe. Mana kozy banget lagi. Unik! Bahkan, kereta kuda yang menjadi alat transportasi sehari hari Zorn masih dipajang di cafe  bekas gudang ini.

IMG_4075.jpg
Gudang yang super besar dan panjang. Disulap menjadi cafe

Selain itu ada beberapa bangunan wooden house antik, yang salah satunya digunakan Zorn sebagai tempat melukis.  

 

2. MORA CHURCH (MORA KYRKA)

Mora Church atau Mora Kyrka termasuk salah satu gereja tua di Swedia, khususnya di propinsi Dalarna.

Mora Church pertama sekali dibangun sekitar tahun 1200. Dan kemudian beberapa kali mengalami renovasi.

Mora Church semakin terkenal, karena jalanan tepat di samping gereja ini digunakan sebagai garis line perlombaan ski berskala internasional bernama Vasaloppet.

IMG_4048.jpg

Mora Church bisa dibilang sebagai landmark kota Mora. Menaranya terlihat dari berbagai sudut kota Mora. Dan uniknya lagi, lonceng gerejanya terpisah dari bangunan utama gereja. Memiliki rumah sendiri. Bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Bangunan mirip kerucut berwarna merah.

IMG_4143

3. PATUNG GUSTAV VASA

Patung Gustav Vasa adalah patung seorang raja Swedia di masa lampau. Mengapa sampai patung sang raja berdiri di kota Mora, karena berkaitan dengan lahirnya perlombaan olahraga ski internasional yang melegenda bernama Vasaloppet.

Pertandingan olahraga yang sengaja diselenggarakan  untuk mengingat kembali perjuangan Gustav Vasa di masa lampau, yang melarikan diri dari serangan raja Denmark. Konon di dalam pelariannya, Gustav Vasa hanya menggunakan ski.

Pelarian itupun sampai membawanya ke Mora. Setibanya di kota Mora, beliau mengajak beberapa warga untuk bergabung melawan prajurit Denmark. Menang melawan raja Denmark, Gustav Vasa lalu dinobatkan menjadi raja Swedia. Untuk mengingat perjuangan sang raja, maka lahirlah Vasaloppet yang legendaris itu. Patung Gustav Vasa dibangun tepat di sebuah bukit kecil di tepi jalan utama kota Mora, tak jauh dari Mora Church.

 

4. VASALOPPET MÅL dan MUSEUM VASALOPPET

Tak jauh dari patung Gustav Vasa, terdapat Vasaloppet Mål atau Tugu Garis Finish Vasaloppet. Sekilas tidak ada yang istimewa dari tugu ini. Namun meskipun demikian, Vasaloppet Mål selalu dijadikan sebagai objek foto sebagian besar turis yang berkunjung ke Mora. Tugu yang lumayan akrab di mata  pencinta olahraga ski, ketika setiap tahunnya pertandingan Vasaloppet disiarkan secara langsung oleh tv lokal Swedia dan beberapa negara di Eropa lainnya.

IMG_4090.jpg

IMG_4129
Tugu garis finish Vasaloppet

Masih di lokasi yang sama, terdapat Museum Vasaloppet. Museum yang sengaja dibangun untuk memberi kesempatan publik mengenal lebih jauh tentang sejarah terbentuknya Vasaloppet. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Vasaloppet ada di museum ini. Bahkan kita bisa menyaksikan video layar lebar di dalam museum. 

Di depan museum juga berdiri  beberapa tugu yang bertuliskan nama para pemenang Vasaloppet dari tahun ke tahun. Kurang lengkap rasanya, jika berkunjung ke kota Mora, tanpa melihat kawasan Vasaloppet yang menjadi kebanggan kota Mora ini. Penasaran tentang kebesaran Vasaloppet? Bisa klik di sini

 

5. PATUNG DALAHORSE

Dalahorse merupakan patung kuda yang sudah tidak asing lagi di Swedia. Patung yang memenuhi hampir sebagian besar toko souvenir di negara ini. Awalnya, Dalahorse merupakan kerajinan tangan yang berasal dari sebagian besar wilayah di Dalarna.

IMG_4094.jpg

Sampai akhirnya, secara profesional dipopulerkan oleh Olsson bersaudara dari desa Nusnäs, Mora. Sehingga tidak heran, di beberapa sudut kota Mora, sangat mudah melihat sosok Dalahorse. Termasuk Dalahorse terbesar yang terletak di pinggiran danau Siljan. Uraian Dalahorese secara lengkap ada di sini

 

6. VIEW di SEKITAR DANAU SILJAN

Ketika musim panas (summer) tiba, Mora menjadi terlihat lebih cantik. Karena kota ini berada tepat diantara aliran danau Siljan, danau terbesar di Dalarna.

Pinggiran danau Siljan sangat cocok dijadikan sebagai tempat bersantai. Menikmati view sekitar danau yang adem. Dermaga yang dipenuhi kapal kapal, jalanan ditumbuhi pohon hijau, bebek liar yang berenang di air danau, sampai kicauan burung yang terbang dalam jumlah yang sangat banyak dan sesekali hinggap di sekitar pinggiran danau. Atau sekedar melihat hilir mudiknya pejalan kaki, yang bersepeda, berolahraga, semuanya bisa dinikmati gratis.  Atau jika mau lebih nikmat, cukup membeli ice cream di cafe sekitar danau. 

IMG_4108
Cafe terapung layaknya kapal. Cafe bernama Glassbåten ini hanya muncul di saat summer hingga pertengahan autumn. Dan yang dijual pun cuma ice cream. Sehabis summer, cafe ini diangkut lagi karena di saat winter air danau membeku. 

IMG_4098

7. KAPAL GUSTAV WASA

Kapal Gustav Wasa, merupakan alternatif lain menikmati suasana malam yang terlihat seperti siang di kota Mora dan sekitarnya. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan di saat musim panas tiba.

Gustav Wasa menyediakan acara dinner dengan suasana semi romantis. Meskipun tidak terlalu luas dan besar, akan tetapi kapal ini lumayan menghibur. Menghabiskan waktu dengan teman, sodara, keluarga atau orang terkasih. Bersama Gustav Wasa, sajian wajah kota Mora dan beberapa wilayah di sekitar bisa dilihat sambil menikmati makan malam yang rasanya seperti siang.

 

8. LISSÄLBY (GAMLA MORA)

Lissälby dulunya merupakan sebuah kota tua. Kawasan ini mengalami kebakaran hebat sekitar ratusan tahun silam. Kemudian dibangun kembali dengan konsep hunian berbentuk komplek perumahan. Namun komplek hunian ini menjadi unik, karena sengaja dibangun dengan model bangunan old style. Masing masing rumah memanjang dan berdempetan, dengan ukuran yang terbilang pendek dan lumayan berbeda jika dibandingkan kebanyakan bangunan rumah di kota Mora. Tidak ada halaman!

IMG_4113.jpg

IMG_4257 (1).jpg

Dan lokasinya pun langsung berada di jalanan yang bebas dilalui oleh siapa saja. Seperti sebuah gang, namun sedikit lebar dan panjang. Predikat kota tua tetap melekat pada Lissälby, meskipun saat ini aslinya merupakan kota tua buatan

Dinding rumah beberapa warga ditanami bunga mawar nan cantik yang seolah menjadi ciri Lissälby. Sekilas modelnya hampir mirip dengan bangunan rumah di kawasan museum HC.Andersens di Odense Denmark.

 

9. NUSNÄS

Desa Nusnäs merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam pemerintahan kota Mora. Dari desa inilah pertama sekali lahir pabrik industri yang memproduksi patung Dalahorse secara profesional. Sosok patung kuda yang menjadi brand souvenir terkenal di Swedia.

IMG_4258.jpg

IMG_4259.jpg

Dalahorse bisa dijumpai di sebagian besar toko souvenir di Swedia. Sampai ada istilah, “Jangan bilang ke Swedia, jika belum membawa pulang patung Dalahorse”.

Dalahorse juga memiliki bandrol harga yang cukup mahal. Maklum saja, karena patung ini masuk kategori barang handmade.

Pabrik Dalahorse yang ada di desa Nusnäs, didirikan oleh Olsson bersaudara. Mereka inilah yang pada akhirnya mempopulerkan Dalahorse secara profesional hingga ke luar negeri.

Toko dan pabrik  Nils Olsson Hemslöjd dan Grannas A Olsson Hemslöjd, menjadi tempat yang wajib dikunjungi jika mengunjungi Nusnäs. Apalagi perjalanan dari Mora ke desa Nusnäs dijamin mampu menyegarkan mata.

IMG_4124

Pemandangan alam pedesaan yang dipenuhi bangunan tua yang sebagian besar berwarna merah. Sangat khas dan terlihat unik, karena berada diantara jalanan kecil dan saling berdekatan.

Cerita lengkap Dalahorse bisa baca di sini

 

10. SOLLERÖN

Gue baru saja menulis tentang peninggalan sejarah Viking dan keindahan alam di sebuah desa bernama Solleron. Uraian lengkapnya bisa baca di sini

IMG_3554.jpg

Kota Mora hanyalah sebuah kota kecil di Dalarna. Dibanding kota kota lain di Swedia, bukanlah kota yang luar biasa. Apalagi di saat winter, kota ini cenderung kaku dan kurang menarik. Namun di saat summer, Mora lumayan mampu memberi keindahan tersendiri buat gue. Dan kota ini setiap minggu wajib gue datangi. Memenuhi segala kebutuhan dapur. Kota yang sejauh ini masih damai dan relatif aman. Dan gue berharap selamanya begitu.

IMG_4145.jpg

IMG_4093.jpg