Winter di Swedia (Dalarna)

Wah…sudah winter lagi aja. Padahal belum juga  lama menyimpan perlengkapan winter ke dalam lemari, ehhh…sekarang sudah dikeluarin lagi. How fast the time flies!

By the way, tahun ini winter manis banget ke gue. Sukses membuat gue terkesima. Momennya pas banget. Ceritanya pagi itu gue terbangun. Dan seperti biasa di saat bangun, yang pertama gue lakukan adalah mengutak atik  handphone dan  melihat instagram. Biasalah, setiap awal bulan suka banyak yang memposting quote selamat datang atas pergantian bulan, contohnya seperti “Welcome November”. 

Ternyata sudah bulan November sekarang. Bulan yang gue kurang suka sebenarnya. Dan sampai akhirnya, gue bukalah gorden jendela kamar. Meskipun bukan winter pertama buat gue, tapi tetap aja berhasil membuat terpana. Salju turun!

Dan selalu begitu setiap hari pertama turun salju, selalu ada perasaan gimana gitu. Dan tahun ini apalagi, datangnya tepat di tanggal 1 November, di saat orang orang ramai menulis Welcome November, ehhh gue malah kedatangan salju. Di pagi hari pula. Itu rasanya gimana ya. Seperti terbangun di negeri lain. Halah!

IMG_3310 (1).JPG
1 November, bangun, dan melihat ini dari jendela kamar

Sebenarnya gue lumayan sering mengeluhkan November. Bulan yang penuh kegelapan bagi gue. Dan pagi itu sepertinya November hendak menjalain menjalin pertemanan dengan memberi kejutan tepat di awal kedatangannya. Dan sampai sekarang pun, ketika gue menulis tulisan ini, salju masih sering turun (walaupun tidak terlalu deras).

img_2876
My Winter Wonderland (tahun lalu)
IMG_2873.JPG
My Winter Wonderland (tahun ini)

Lantas mengapa gue kurang menyukai bulan November? Sebenarnya bukan hanya gue, suami dan warga di desa gue juga kurang suka kehidupan di bulan ini. November ibarat mandi gelap. Matahari ampun ampunan pelitnya. Kebanyakan mendung. Sekalinya matahari bersinar cerah, itu rasanya senang luar biasa.

Di bulan November, siang hari mulai terasa sangat pendek. Tidur gelap dan bangun pun masih gelap. Suka terkecoh dengan waktu. Berasa pukul sembilan malam ga taunya baru pukul setengah enam sore. Rasanya malam menjadi panjang sekali. Keadaan ini berlangsung sampai berbulan. Meskipun tingkat kegelapannya berangsur angsur akan berkurang sampai menjelang musim semi tiba.

Pokoknya buat gue, November adalah bulan permulaan. Dimana  setiap tahunnya, harus beradaptasi kembali dengan panjangnya malam dan pendeknya siang.

IMG_3284.JPG
Winter tahun lalu, no White Christmas. Tapi seminggu setelah natal, salju pun turun. 

Gue tidak bisa membayangkan kehidupan di Kiruna sana (daerah paling utara Swedia), dimana hari sebagian besar dihabiskan tanpa siang. Terlebih di saat Polar Night, 24 jam lebih mengalami kegelapan. Bangun, makan, ngantor, ke sekolah, sampai kembali tidur, terus gelap.

Tapi meskipun begitu, gue punya impian bisa mengunjungi Kiruna di saat winter. Pengen tau liburan tanpa matahari itu kuat ga. Sekalian melihat aurora, sapa tau rejeki kan. Amin

IMG_2825.JPG
Sebuah desa, desa gue!!!

Meskipun bukan bulan yang tergelap, namun November bisa dibilang awal membiasakan diri dengan suasana yang benar benar gelap dan malam yang lebih panjang.  

Di bulan ini, salju biasanya angot angotan turun. Tanpa salju, suasana gelap akan berasa semakin gelap. Seperti yang gue tulis di atas, suka ga suka, warga desa gue lebih memilih salju turun di bulan November. Karena warna putih salju mampu memberi efek lumayan terang.

img_3048
Ketika rumah serasa berada di atas langit

img_2815

Meskipun Polar Night (hari yang paling gelap di tahun berlangsung) terjadi di bulan Desember, bisa dibilang bulan ini adalah bulannya musim dingin. Sekalipun sangat gelap tapi tidak membosankan seperti bulan November. 


Winter selalu identik dengan salju dan suasana natal. Dan tentunya jauh lebih menyenangkan. Banyak kegiatan menarik di bulan ini. Desember memberi kesempatan gue untuk bisa merasakan suasana White Christmas. 


Apalagi Swedia masih menjalankan tradisi Minggu Advendimana hampir setiap rumah, gedung perkantoran, toko toko dan rumah sakit, memasang lampu adven berbentuk lilin di setiap jendela. Sehingga ketika berjalan atau berada di dalam mobil, cahaya lampu ini bisa dilihat dari setiap jendela bangunan. 

img_3429
Gue foto tanggal 11 November 2016. Surprise banget, matahari sangat cerah. November tahun ini kayanya asik deh. 
IMG_2866.JPG
Winter tahun lalu
img_2823
Winter tahun lalu. Ini sebuah summer house di tengah hutan. Beneran kaya cerita dongeng deh ahhh

Di propinsi Dalarna, tradisi menyalakan lampu adven di Minggu Adven masih dijalankan dengan baik. Serentak  dipasang di minggu pertama bulan Desember. Akibatnya suasana di bulan Desember jadi lebih bersinar.


Belum lagi cahaya lampu lampu yang dililitkan pada pohon pinus, yang sengaja di tempatkan di halaman rumah dalam rangka menyambut natal. Ditambah lagi jika ada saljunya, makin klop. Negeri dongeng Winter Wonderland. Cantik!

Selain itu, masih ada tradisi lain seperti perayaan Santa Lucia, Julbord, sampai konser natal. Belum lagi hunting christmas tree ke hutan, dibawa pulang dan dihias dengan pernak pernik santa. Seru. Inilah alasan mengapa gue menyukai Desember.

img_2863

Di tempat gue, musim dingin yang lumayan berat biasanya jatuh di bulan Januari. Selain dingin yang menusuk tulang, salju juga turun sangat deras. Ketebalannya bisa mencapai paha. Apalagi di tempat tempat yang memang saljunya dibiarkan dan tidak dibersihkan, bisa lebih tebal.

img_3374
Winter 2016
IMG_3368.JPG
Ketika salju menjadi kembang gula hahaha
img_3022
Narnia !!!!
img_2868
Winter 2015
IMG_2998.JPG
Sunset di saat winter itu indah banget. Perpaduan cahaya redup mentari dan salju 
IMG_3423.JPG
Winter 2016. Salju mulai menutupi permukaan danau. Dan nantinya danau ini akan membeku
IMG_3424.JPG
Winter 2016.  Salju di atas danau
IMG_3420.JPG
Winter 2016. Tepatnya tanggal 11 November 2016. Indah sekali ketika matahari luar biasa cerah. Cintahhhh bulan November tahun ini
img_2830
Danau yang sudah membeku. Ketebalan es kurang lebih dua meter. Sehingga berjalan dan bermain snowscooter tidak masalah di atas danau ini. Gue sudah mencobanya. Sungguh menyenangkan. Selain bermain snowscooter, kegiatan lain di atas danau membeku biasanya memancing ikan. Lebih lengkapnya akan gue tulis di tulisan berikutnya

Musim dingin mulai membosankan dan membuat gerah ketika mendekati musim semi. Rasanya lama banget ga habis habis saljunya. Apalagi kepala sudah mulai dicekoki dengan bunga bunga liar. Itu jenuhnya berasa banget.

Melihat jaket boot pengen cepat cepat diungsikan ke lemari. Parahnya lagi nih, ketika salju sudah mulai mencair dan hilang dari permukaan tanah, suka kepedean kalau winter sudah usai. Eh…tiba tiba saljunya nongol lagi dan ga tanggung tanggung, deras banget.

Dalam hitungan jam sekitar halaman kembali memutih. Dan itu pernah terjadi, di saat beberapa negara sudah menari nari dengan musim semi. Ihhh memble banget rasanya.

img_2801
Winter 2015

Swedia termasuk salah satu negara yang mengalami musim dingin lumayan berat dibanding beberapa negara Eropa lainnya. Apalagi  di bagian utaranya, bisa dibilang ekstrem.

Ketika negara lain masih bisa menikmati suhu yang tidak terlalu dingin atau masih menikmati indahnya warna warni daun maple, di tempat gue malah uda saljuan. Di saat negara lain suhu udara berkisar di atas nol derajat celcius, di tempat gue sudah minus 9 derajat celcius.

Sekitar 25 tahun yang lalu, suami gue pernah merasakan minus 41 derajat celcius. Sekali seumur hidup kata dia. Dan gue berharap mudah mudahan jangan terulang lagi. Menurut suami, wajahnya susah digerakin dan terasa sangat kaku ketika berada di luar rumah. Walaupun cuma hitungan menit. Seram.

img_3054
Winter 2014 di daerah Sälen Dalarna. Ketebatalan saljunya sungguh parah. Lihat saja pohon itu sudah seperti kapas. Haha
img_2997
Masih dari Sälen Dalarna tahun 2014

Sedangkan gue, terakhir kalinya merasakan suhu yang sangat frontal sekitar tahun lalu. Mencapai minus 32 derajat celcius. Untungnya keadaan ini hanya berlangsung 2 atau 3 hari saja. Benar benar kondisi yang lumayan berat. Mood jelek. Hidung gue sensitif berdarah. Bawaannya malas banget. Keluar kamar di atas pukul 10 pagi. Dan sekalipun berada di dalam ruangan, tetap saja masih berasa dingin. Kulit gue telat sedikit memakai lotion langsung memutih seperti kulit ular. Jelek banget. Dan gatalnya seperti ditusuk jarum. Sakit.

Kalau ditanya bagaimana rasanya hidup di suhu minus 32? Secara keseluruhan gue sudah susah membedakan. Sama ajalah. Dingin dingin juga. Mungkin karena gue kebanyakan di dalam rumah ya. Yang kalau keluar rumah paling sebatas ke teras dan itu pun pakai buru buru.

Atau jika hendak ke kota, paling langsung masuk mobil dan begitu nyampai ke tujuan langsung masuk  ke dalam gedung. Lagian, kalau suhu kejam begini, ga perlulah sering keluar kalau ga penting amat. Uda malas juga.

Sebenarnya tubuh manusia mengalami proses adaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketika memasuki musim gugur misalnya, dinginnya lumayan berasa walaupun suhu cuma 10 derajat celcius. Tapi karena saat itu tubuh terbiasa dengan hangatnya musim panas ya jadi berasa dingin.

Memasuki winter pun begitu. Berasa semakin dingin karena suhu semakin rendah di bawah nol derajat celcius. Dan begitu seterusnya, tubuh secara bertahap beradaptasi dengan suhu, sampai akhirnya ketika suhu ngedrop banget, jadinya tidak terlalu kaget. Paling mood yang diganggu. Itu sudah jelas.

IMG_3373.JPG
Winter 2016
img_3360
Winter 2016

Artinya jika ditanya, minus 2 dingin ga? ya dingin. Tapi ketika merasakan minus 32, yang minus 2 masih dingin ga?  ya jawabnya tidak terlalu dingin lagi, karena ternyata ada minus 32 yang lebih parah. Kira kira seperti itu logikanya.

Yang penting sedingin apapun cuaca di luar sana, selama pakaian kita benar dan lengkap, pasti kita akan tertolong dengan situasi yang ada.

Makanya orang Skandinavia punya pepatah “Det Finns Inget Dåligt Väder, Det Finns Bara Dåliga Kläder” yang bisa dimaknai, tidak ada yang salah dengan cuaca, yang salah itu pakaiannya. So jika merasa kedinginan, jangan salahkan cuaca, tapi pakaian kamu, coba diganti😊

img_3018
Gue dengan jaket super tebal dan topi serigala. Hahaha

Gue pernah melakukan tes sederhana. Sengaja menumpahkan sedikit air di teras rumah. Waktu itu suhu sekitar minus 24 derajat celcius. Kurang lebih 10 menit, airnya langsung membentuk butiran es halus. Surprise juga melihatnya. Sehingga tidaklah salah, jika Swedia diberi julukan Negeri Kulkas. Di saat winter, gue mempunyai kulkas alam tanpa batas Tinggal letakin aja di meja teras, dijamin awet😎

img_2806
Winter 2015
IMG_3015.JPG
Sebuah desa, nyaris tenggelam. Hihi
IMG_3051.JPG
Gundukan salju yang dibersihkan
IMG_3050.JPG
Sebuah desa, desa gue!!!

Di desa tempat gue tinggal, kebutuhan akan kayu bakar sangatlah penting. Terutama di saat winter, penggunaannya bisa melonjak drastis. Karena pemanas ruangan bukan berasal dari listrik. Melainkan dari sebuah tabung besar berisi air, yang proses pemanasan airnya berasal dari kayu yang dibakar. Selain berfungsi memanaskan air di rumah, tabung besar ini juga berfungsi mengalirkan panas ke seluruh elemen pemanas yang juga berisi air.

Kenapa tidak menggunakan listrik? Karena hunian di desa gue bukanlah hunian apartemen, melainkan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan rata rata terdiri dari dua lantai alias bertingkat. Yang akibatnya, masing masing rumah harus menggunakan banyak elemen pemanas.

Seperti di rumah gue misalnya, ada 9 alat pemanas. Yang jika menggunakan listrik tentu saja pembayarannya sangatlah mahal. Listrik hanya digunakan dalam keadaan mendesak saja, misalnya kalau meninggalkan rumah berhari, atau tidak sempat membakar kayu, maka tabung air dipanaskan dengan listrik.

Sebagai perbandingan, jika menggunakan kayu bakar,pembayaran listrik tidak mencapai 1000 Sek. Tapi jika kami memanaskan tabung dengan listrik, pembayaran pun bisa melonjak mencapai 5000 Sek. Lumayan banget kan bedanya.

img_3001

Dan berhubung sebagian besar warga desa memiliki lahan hutan sendiri, menggunakan kayu dalam jumlah yang banyak tidak jadi masalah. Alias tidak perlu beli. Menggunakan elemen pemanas sebanyak itu juga sangat dibutuhkan untuk  mempertahankan dinding kayu agar tetap awet dan tidak mudah rusak akibat suhu dingin.

Selama musim dingin, diperlukan setidaknya satu gudang berisi potongan kayu yang sudah dipersiapkan di saat musim semi. Jadi begitu winter usai, dengan kata lain bekas dan baunya pun masih tercium, warga desa gue sudah sibuk menyiapkan stok kayu untuk winter berikutnya. Tujuannya agar kayu bisa mengering di saat summer. Jadi semuanya sudah diatur sedemikian rapi.

img_3311
Kayu pinus siap dibakar. Minimal 3 keranjang sekali membakar. Dan dilakukan minimal 3 kali sehari juga. Jadi sehari paling sedikit ada 9 keranjang kayu bakar yang dibakar. Dan itu bisa lebih jika suhu sangat ngedrop

Menyalakan perapian sudah menjadi keahlian baru buat gue sejak tinggal di Swedia. Di saat winter, frekwensi  membakar kayu hampir tidak berhenti setiap hari, karena alat pemanas (heater) sangat cepat menarik suhu panas dari dalam tabung air. 

Sekali membakar bisa sampai 3 keranjang penuh dan itu dilakukan bisa 3 kali dalam sehari. Namun jika suhu anjlok parah, kuantitas pembakaran pun bisa lebih sering dalam hitungan yang tidak terlalu lama. Sebenarnya membakar kayu bakar itu asik sih, punya sensasi sendiri. Feel winternya lebih berasa. Seperti film film. Apalagi aroma kayu bakar itu khas banget kan. Belum lagi mendengar suara gemericik apinya. Di jaman modern dan canggih seperti sekarang ini, tidak semua bisa melakukannya. Iya toh? 😉

IMG_3026.JPG
Rumah santa gue menyebutnya 🙂
IMG_3003.JPG
Ketika winter, boat kecil ini harus dibuat terbalik. Biar tidak rusak.
IMG_3005.JPG
Salju di tepian Danau sebelah rumah. Dan danau ini pasti akan membeku nantinya

Lantas bagaimana dengan kegiatan sehari hari? Ya jalan terus seperti biasa. Ngantor, sekolah, belanja, bahkan sampai berolahraga di alam terbuka. Tidak ada yang berubah. Perbaikan jalan atau pemasangan pipa bawah tanah pun menjadi hal biasa jika dikerjakan di saat winter.

Justru di saat musim panas sebagian besar orang malah kurang aktif bekerja. Lebih memilih berlibur. Karena memang semakin tidak ada pergerakan, dinginnya malah lebih berasa. Suami gue lumayan rajin exercise di saat winter. Karena kurang baik juga tidak merasakan udara segar di luar. Yang penting jangan salah kostum aja. Gue aja sih yang masih angot angotan kalau diajak exercise. Hahaha.

IMG_2864.JPG
Di saat winter salah satu kebiasaan beberapa warga di desa gue adalah memberi makan burung liar. Foto ini adalah tempat makanan burung berbentuk rumah. Gue suka melihat mereka dari jendela dapur. Makan dengan lahap.

img_3036

Bahkan bagi pencinta olahraga tertentu, musim dingin adalah surganya. Waktunya bermain ski. Bahkan ada beberapa tujuan wisata yang memang ramainya di saat musim dingin. Musim dingin pun bisa dihabiskan dengan bermain snow scooter, spark winter, dan membuat snow man.

Hiburan di saat winter (buat gue) ya kegiatan kegiatan yang gue sebut ini. Seru banget loh! Bermain snow scooter di hutan, di gunung sampai di atas danau yang membeku. Bahkan kegiatan memancing ikan di frozen lake pun menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari di saat winter.

IMG_2845.JPG
Foto ini gue ambil tahun lalu, ketika berada di cable car di ketinggian menuju puncak pegunungan di Sälen Dalarna. Tempat orang orang bermain ski. Tapi gue bukan mau bermain ski sih. Cuma pengen makan di restoran satu satunya di puncak gunung ini. Viewnya tralala trilili.  Kece sekali!
img_2809
Gue, duduk dan memancing ikan di atas danau. Danau  yang membeku. Dulu tidak pernah membayangkan bisa duduk di atas danau. Memancing pula. Percayalah, ini  seru sekali! walaupun ga dapat ikan. Memancing di atas danau, kebayang ga sih. Haahahha
img_2804
Bermain Snowscooter. Ahhhh ga sabar pengen main lagi. Seru banget naik ini kawan!!
img_2799
Salah satu puncak gunung di Dalarna. Banyak yang bermain Snowscooter di sini

Jadi ga selamanya winter itu menyebalkan. Setidaknya itulah yang gue rasakan sampai sekarang. Dibalik cerita ga enaknya ada bagian yang menyenangkan dari musim ini. Karena winter itu punya salju. Dan salju itu indah.

Mau tau seperti apa salju? Salju ibarat padang putih, sangat kering dan ringan jika berada di suhu yang sangat rendah (dibawah nol derajat celcius). Dan sedikit berbahaya ketika berubah menjadi es, yang selain membuat jalanan sangat licin, becek dan kotor, juga rawan terjatuh dan terpeleset (Kalau sudah begini, biasanya gue melekatkan sesuatu di bawah boots. Seperti karet yang ada pakunya. Jadi kalau dipakai, resiko terpeleset lebih kecil. Jalanan pun tidak berasa licin banget).

IMG_3427.JPG
Winter 2016
IMG_2827.JPG
Butiran salju yang halus. Winter 2015

Coba pejamkan mata, bayangin kamu berada di dekat jendela, dan tiba tiba melihat butiran ringan putih seperti kapas, pelan pelan turun melayang di udara. Itu rasanya gimana? Romantis!

IMG_3363.JPG
Lelehan salju yang membeku
img_3370
Keren yak! lelehan salju sedikit demi sedikit mencair, membeku lagi, mencair, membeku lagi, sampai akhirnya memanjang gitu.

Ketika salju sangat kering dan ringan tanpa air, ibarat pasir gampang sekali dihempas dengan kaki. Kondisi seperti ini diakibatkan salju yang terus menerus turun dan suhu terus menerus minus. 

Akibatnya kering dan ringan, dan salju pun tidak bisa dibentuk. Membuat snowman apalagi, susah. Namun tumpukan salju akan mengeras jika suhu kadang kadang naik dan turun. Artinya salju sempat mengalami pencairan dan kemudian membeku kembali. Gitu deh! Pengalaman sendiri ngeliatnya. Hahaha

img_3425
Sebelah rumah
IMG_3011.JPG
Cakep
IMG_3009.JPG
Ini alasannya, mengapa gue masih menyukai winter. 
IMG_2821.JPG
Pohon pohon yang memutih
IMG_3034.JPG
Suka foto ini
IMG_2819.JPG
Winter Wonderland. Impian di masa kecil, ketika dulu hanya bisa melihat di cerita kartun, sekarang bisa jelas ada di depan mata

So, winter itu adalah musim yang memberi kesempatan kepada gue untuk bisa merasakan dunia dongeng dalam kehidupan nyata. Winter juga yang memberi kesempatan kepada gue untuk bisa merasakan indahnya White Christmas. Hanya di saat winter gue bisa bermain dengan Snowman buatan tangan gue sendiri. Hanya di saat winter gue merasakan serunya bermain Snowscooter di sebelah rumah, hutan, frozen lake bahkan sampai kepuncak gunung. Dan hanya di saat winter gue bisa menguji kekuatan mental gue dari segala musim yang ada. Iya, hanya di saat winter. Dan winter itu indah kok!

Itu mengapa sampai sekarang gue masih menyukai winter :0

IMG_2855.JPG
Landscape

IMG_2857.JPG

See you in my next story

Salam dari Mora,

Dalarna Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com, dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”

27 Comments

    1. Iya Adi, Ada beberapa tempat bermain ski di Dalarna. Termasuk favorite. Dan mereka sangat menggilai olahraga ini. Sampai sampai di saat summer pun ada juga yang memakai mirip alat ski sekalipun tidak ada salju. Sepatunya beroda haha

      Like

      1. Polar Night tidak ada di tempat aku. Cuma di daerah yang letaknya pas di titik polar circle. Kaya Kiruna dibagian paling utara swedia. Kalau di foto ya sama aja sih kaya malam. Di tempat aku pun pukul 4 sore nantinya akan berasa seperti pukul 8 malam. Cuma memang masih bisa merasakan terang walaupun kebanyakan mendung.

        Like

  1. Bangun tidur baca tulisanmu lamgsung buka jendela berharap diluar sana warnanya putih karena salju juga Helena. Kenyataannya kabut seperti biasa haha. Seruuu ya merasakan sensasi salju dengan kehidupan sehari2. Yg jadi pertanyaanku : kan punya hutan masing2 ya supaya kayunya bisa ditebang. Nah, pasti hutan masing2 yg dipunyai itu luas banget ya. Soalnya kebayang kebutuhan kayu setiap harinya banyak, trus numbuhin pohon itu kan bisa berpuluh2 tahun gitu. Jadi masih seimbang kah antara kebutuhan kayu dan persediaan pohon di hutan?

    Like

    1. Wah Den, hutannya luasss banget. Penggunaan kayu cuma secuil dibanding luas. Dari satu batang pinus itu bisa menghasilkan banyak kayu. Lingkaran batangnya gede dan panjang. Jangankan buat bahan kayu bakar, kayunya kan dijual ampe berkubik. Bisa 3 truk truk besar sekali menjual. Tapi memang kuantitas menjualnya bukan kaya jual sembako ya. Jumlah orang di desa gue cuma 30 orang. Ga sebanding ama luas hutan yang mengelilingi mereka. Hihi. Sangat sangat lebih malah kalau hanya u kayu bakar.

      Like

  2. Halo, saya minta izin untuk menggunakan beberapa foto dan cerita pengalaman kakak sebagai tugas matakuliah Percakapan Arab saya di UGM. Tugasnya diminta menjelaskan musim2 di negara pilihan, mohon diizinkan 🙂
    Terima kasih 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s