Kegiatan dan Hiburan di Saat Winter

Helo, ceritanya masih semangat nih cuap cuap tentang winter. Mumpung masih baru winternya, masih hot buat bahan tulisan. Sebelum hati lelah dan mulai letoi dengan keadaan, jadi dilibaskan aja sekarang. Hahaha.

Tidak bisa dipungkiri kalau winter adalah musim yang terberat dari sekian musim yang ada. Artinya di musim ini ada saat dimana aktivitas tidak sebebas musim yang lain. Contohnya di waktu summer, jika pengen ke halaman rumah, cukup dengan pakaian yang melekat di badan. Kasarnya nyeker pun bisa. Nah, kalau winter kan ga. Kudu jaketan, pakai boots, topi, macam macamlah. Ada hal yang lumayan ribet dikerjakan untuk sesuatu yang sebenarnya simpel. Belum lagi ketika suhu ngedrop, dinginnya asoy banget. Trus gelap dan malam pun terasa sangat panjang. Dan aktivitas sehari hari sebagian besar berjalan seperti biasa.

Namun meskipun begitu, bukan berarti winter ga ada manis manisnya. Pasti adalah. Malah beberapa kegiatan justru ditunggu tunggu ketika musim ini tiba. Kegiatan yang bisa dibilang hanya dilakukan di saat winter saja. Apa saja itu? Langsung aja, ini dia!

A. Bermain Snowscooter

Salah satu kegiatan yang lumayan menghibur di saat winter adalah bermain snowscooter. Setiap tahun gue dan suami rutin menikmati winter dengan benda yang satu ini. Dan untungnya di sebelah rumah ada lahan kosong yang lumayan luas. Sangat cocok buat muter muterin snowscooter. Selain itu, hutan juga bisa menjadi alternatif lain untuk memainkan kendaraan salju ini. Dan itu asik banget.  Apalagi ketika bongkahan salju nempel diantara ranting pinus, diantara jarak pohon yang lumayan berdekatan. Adventurenya berasa banget. Seru!

img_4124

Bermain Snowscooter tidak boleh asal main jeplak. Namanya aktivitas di luar ya. Yang selain dingin, waktunya pun lumayan lama. Apalagi jika tempatnya lumayan jauh  dari rumah. Seperti di hutan misalnya. Wajib mempersiapkan segala keperluan dan printilan winternya. Mulai dari perlengkapan di badan, cek mesin sampai handphone pun harus dibawa. Sudah tidak boleh memakai jeans, kaga mempan lagi. Sudah harus berbahan outdoor khusus. Mengapa? Karena yang namanya apes, datangnya ga pernah diduga.

Sebagai contoh misalnya, pernah ada kejadian (sampai masuk berita tv), ketika seorang ayah dan anak bermain snowscooter di hutan. Sepertinya mereka tidak begitu hapal medannya, kehilangan arah dan akhirnya nyasar. Hitungannya sampai 24 jam lebih kalau ga salah mereka di hutan. Untungnya pas ditemukan keduanya selamat. Itulah sebabnya perlengkapan pakaian sangat penting diperhatikan. Ga bisa pakai yang abal abal lagi. Setidaknya membantu menjaga badan agar tetap terjaga kehangatannya. Kebayang kan berada di hutan  selama 24 jam lebih. Di saat winter pula.

IMG_4117.JPG
Late winter tahun lalu, trip ke sebuah area pegunungan di Dalarna. Tapi jangan bayangin seperti gunung di Indonesia ya. Meskipun begitu, tetap aja membuat gue speechless. Serasa bukan di atas gunung.  Seperti di padang datar berwarna putih. Salju semua dan sangat silau. 

Makanya disarankan, jika bermain snowscooter alangkah baiknya jangan sendiri, sebisa mungkin berdua atau berkelompok. Dan bermainlah di kawasan yang memang khusus diperuntukkan untuk itu. Karena jalur dan tanda tanda jalannya sudah jelas.

Kalau pun harus bermain di hutan, seperti gue dan suami misalnya, dipastikan karena sudah menguasai betul lokasi hutannya. Dan hutan yang kami jalani pun memang hutan yang berada di sekitar desa. Namun bukan berarti jadi anggap remeh ya. Yang namanya mesin, pakaian dan handphone tetap harus diperhatikan dan dipersiapkan baik baik.

Seperti yang gue bilang di atas, bermain snowscooter untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, misalnya ke puncak gunung, sebisa mungkin berbarengan dengan teman yang lain. Selain lebih seru, lebih aman juga. Biasanya jika yang satu sudah melaju lebih jauh, dan teman di belakang dirasa kok tidak muncul muncul, pasti mereka akan menghentikan snowscooternya. Dan jika masih tidak nongol juga, mereka pun akan muter balik untuk mencari tau ada apa. Standard bermainnya memang sudah seperti itu.  Karena sekalipun sudah dipersiapkan dengan matang, yang namanya mesin bisa saja mogok. Pun kemungkinan salah melihat jalur jalan. Karena areanya luas banget kan.

IMG_4126.JPG
Aslinya ketika berdiri di salah satu puncak gunung ini, rasanya Oh My God. Landscapenya luas banget. Cuma ada gunung dan berjuta pohon.
img_3887
Istirahat sambil bakar sosis. Bakar sosis di atas salju itu rasanya sesuatu sekali …hahaha

Bermain snowscooter harus menunggu salju benar benar padat dan agak tebal. Agar Snowscooter bisa berjalan mulus dan cepat, dan tidak merusak mesinnya juga. Sebagai hiburan di saat winter, tidak sedikit pebisnis yang menyewakan kendaraan ini. Jadi bagi yang tidak memiliki snowscooter, bisa tetap having fun. Beberapa wilayah pegunungan dijadikan tempat khusus bermain snowscooter. Dikelola secara profesional, lengkap dengan rambu rambu jalannya. Jalur mana yang boleh dilewati dan mana yang tidak boleh. Seperti gambar di atas.

img_4130
Bermain Snowscooter
IMG_4121.JPG
Lenjeh lenjehnya bukan di sofa. Melainkan di atas danau yang membeku. Keren yak! Hahahah. Gue sempat tertidur. Tapi sebentara aja dan rasanya enak banget.  Tetangga  ampe mendengkur. Gue ga bisa jelasin rasanya gimana. Yang pasti karena waktu itu sudah late winter, jadi tidak terlalu berasa dingin. Jaket aja sempat gue buka. Soalnya matahari terik banget dan rasanya dekat banget ke atas kepala. 

Ketika matahari cerah, tidak sedikit yang menghentikan snowscooter untuk sekedar istirahat. Bahkan sampai rebahan di atas salju. Berjemur! Gue pertama ngelihat sampai terheran heran. Ternyata bukan cuma di pantai, di salju pun hayo aja selagi matahari bersinar oke. Kemungkin karena kawasan pegunungan, jadi matahari berasa dekat banget. Dan memang waktu itu sekitar pertengahan bulan April. Aroma musim semi sudah mulai berasa. Meskipun di atas gunung ketebalan saljunya masih ganas aja.

img_3894
Gue pengen balik lagi ke sini. Jika ingin merasakan nuansa Mount Everest tanpa harus letih mendaki, tempat ini adalah salah satunya. Awan dan matahari serasa dekat banget. Seperti bisa digapai pakai tangan.  Indah banget! Kalau yang di bawah ini, adalah foto ketika gue bermain snowscooter di halaman kosong sebelah rumah dan juga di sekitar hutan dekat desa

Selain untuk hiburan di atas, Snowcooter juga dipakai sebagai alat bantu transportasi sehari hari di saat winter. Misalnya dari rumah ke hutan ataupun sebaliknya. Karena di saat jalanan dilapisi salju tebal, mengendarai snowscooter menjadi pilihan yang tepat, karena kendaraan ini mampu berjalan di atas salju tebal dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan di atas danau membeku sekalipun, lajunya tetap oke.

B. Memancing Ikan

Dulu suka bingung, kok dingin dingin pada betah memancing sih? Tapi memang begitulah  kebiasaan orang di saat winter. Apalagi jika matahari bersinar sedikit centil, danau beku menjadi salah satu tujuan pelipur lara. Menurut gue, point utamanya sih bukan harus mendapatkan ikan,  karena memancing di atas air yang membeku, tidaklah sama dengan memancing di air biasa, sensasinya beda. Kebayang kan memancing dan duduk di atas danau. Frozen lake!

IMG_2809.JPG
Gue, memancing ikan di atas danau. Danau membeku tepatnya. 
img_3903
Memancing ikan di atas danau membeku

This slideshow requires JavaScript.

Dan uniknya lagi, sambil memancing mereka menyalakan kayu bakar. Bahkan  memanggang sosis. Meminum kopi dan ngemil.  Gue juga baru tau setelah melihat dan merasakan sendiri sensasinya. Dan tentunya menjadi pengalaman baru buat gue. Walaupun gue belum paham banget dimana nikmatnya. Berasa excited aja ketika tau kalau gue duduk layaknya di atas tanah, bukan di atas danau. Yuhuii!

IMG_4133.JPG
Orang orang yang duduk memancing

Danau yang bisa dijadikan tempat memancing haruslah danau yang tingkat ketebalan bekunya benar benar aman. Seperti danau yang kami kunjungi, bekuan esnya kurang lebih mencapai 2 meter. Dibutuhkan bor untuk membuat lubang kecil, agar tali pancing bisa masuk ke dalam danau. Dan satu hal, ketika selesai memancing, wajib membersihkan area danau dari benda benda yang membuat kotor.

C. Bermain Kick Sled (Spark Winter)

Kick Sled (Spark Winter) merupakan alat transportasi kayu yang masih dipakai di desa gue. Agar tidak mudah terjatuh atau terpeleset, kick sled dipakai ketika berjalan di atas salju atau es yang licin. Istilahnya ada benda yang dijadikan peganganlah ketika berjalan. Kick Sled bisa juga disebut sepedanya musim dingin. Tinggal mengayuh salah satu kaki, maka Kick Sled bisa meluncur cepat, tanpa harus bersusah payah berjalan di atas es yang licin. Bisa lihat video di bawah ini ya. Lumayan seru sih.

Cuma kalau belum terbiasa seperti gue, pertama make berasa tegang sendiri. Sampai sekarang pun masih sih. Takut ga bisa mengendalikan licinnya es. Yang ada malah terjungkal. Hahaha. Tapi pada prinsipnya asik banget kok kalau berhasil meluncur.

D. Membuat Snowman

Si manusia salju yang menjadi cerita klasik di saat winter. Iconic banget. Rasanya sayang aja gitu, di saat winter tidak membuat snowman. Dan tentunya dengan tangan sendiri. Membuat snowman gampang banget. Tinggal ambil sekepal salju, lalu gulung gulung di atas permukaan salju. Dalam hitungan detik akan berubah menjadi bulatan salju yang besar. Idealnya sih ketika membuat snowman, suhu harus di atas nol derajat. Karena di suhu yang tidak minus, biasanya salju memiliki kandungan air. Tidak terlalu kering dan ringan. Jadi bisa dibentuk. Berikut Video singkat ketika gue membuat snowman.

img_4152

E. Bermain Ski

Selain Hockey, bermain Ski merupakan olahraga musim dingin terfavorite di Swedia. Sepakbola kalah pamor dengan kedua olahraga ini. Di saat winter banyak diselenggarakan pertandingan ski berskala nasional maupun internasional. Bahkan beberapa kawasan wisata justru ramainya malah di musim dingin, karena dipenuhi para penggila olahraga yang satu ini.

img_4176
Restoran di atas pegunungan
img_4178
Di dalam restoran. Suasananya membuat perasaan langsung hangat
IMG_4173.JPG
Barisan cablecar menuju puncak gunung. Restorannya terlihat unik ya. Foto gue zoom. Aslinya jauh banget
img_4169
Gue foto ketika berada di atas cablecar
img_4204
Di atas cable car. Asik asik menegangkan
img_4180
Kawasan puncak, area bermain ski
IMG_4168.JPG
Pengen bisa main ski. Tapi malas latihannya hahahha

Gue lumayan suka mengunjungi wisata bermain ski. Bukan karena mahir bermain ski, melainkan karena pemandangan alamnya bagus bagus. Dan biasanya, tempat seperti ini selalu memiliki restoran di puncak gunung. Gue suka aja makan di restoran kaya gini. seru aja rasanya. Apalagi untuk bisa sampai ke atas, harus menggunakan cable car. Sedikit menegangkan.  Berada di ketinggian dengan kaki menggantung. Dingin pula! Tapi  percaya deh. Puas melihat landscapenya.

F. Menyalakan Lilin

Gue suka banget lilin. Menyalakan lilin di saat winter lumayan sering gue lakukan. Dan bukan hanya gue aja sih, menyalakan lilin di saat winter merupakan kegiatan yang wajar. Filosofinya sih sederhana saja. Winter itu gelap dan dingin. Lilin itu memberi cahaya dan kehangatan. Ketika melihat cahaya lilin,  itu berasa tidak hanya menimbulkan perasaan hangat saja, tapi juga membuat suasana menjadi lebih relax. Di tempat gue, biasanya lilin dipasang di dalam, teras atau halaman rumah.

IMG_4185.JPG

fullsizerender

Jika sebuah rumah memasang lilin di sekitar halaman atau teras, biasanya mereka sedang kedatangan tamu/acara makan malam bersama. Dengan memasang lilin, setidaknya orang lain akan tahu dan mengerti, kalau si pemilik rumah sebaiknya jangan diganggu (bertamu tanpa janjian maksudnya).

Namun tidak selamanya menyalakan lilin di luar rumah diartikan sebagai tanda kalau si pemilik rumah sedang menunggu tamu. Melainkan bertujuan untuk sekedar memberi nuansa yang lebih indah di sekitar luar rumah. Biasanya lilin seperti ini digantung atau dibuat di meja teras dalam ukuran yang lumayan kecil.

IMG_4313.JPG
Biasanya kalau memasang lilin dan ditempatkan di tempat lilin seperti ini, dan diletakin di depan teras rumah, menandakan yang punya rumah lagi kedatangan tamu. Meskipun tidak selamanya juga benar. Contohnya gue, ada ga ada tamu sering gue pasang. Habis gue suka banget dengan lilin. Hahaha

G. Mengeluarkan Perlengkapan Winter

Perlengkapan winter maksudnya di sini seperti jaket, baniehat, long john, kaos kaki, slippers, syal, sarung tangan, boots, sampai celana panjang khusus outdoor. Ketika winter tiba, perlengkapan di atas gue keluarin dari dalam lemari. Untuk jaket gue gantung di gantungan, boots di rak sepatu, sedangkan kaos kaki, long john, baniehat, slippers, sarung tangan, gue keluarin sebagian. Gue masukin ke dalam satu box, sesuai kebutuhan gue aja.

Semua perlengkapan di atas gue taruh di ruangan dekat pintu utama (pintu keluar masuk rumah), dan semuanya disusun saling berdekatan. Jadi jika butuh tidak perlu lagi masuk ke kamar. Atau tidak ada istilah, kaos kaki gue mana, sarung tangan gue dimana? karena semua ditempatkan di ruangan yang sama. Sekalipun dalam kondisi buru buru, uda gampang.

Begitupun ketika pulang ke rumah, buka pintu dan langsung buka boots, jaket, hat, sarung tangan, dan letakin ke tempat masing masing  tanpa harus nenteng jauh jauh ke ruangan lain. Tipikal rumah di Swedia sepertinya kebanyakan seperti ini. Gantungan jaket dan rak sepatu selalu berada di dekat pintu masuk rumah.

Semua perlengkapan di atas bisa dibilang pahlawan di saat winter. Karena tanpa mereka mungkin gue dan orang lain akan merasakan kedinginan yang luar biasa. Ga kebayang kalau sampai di suhu minus ga pakai jaket atau boots. Frozen tra la laNamun  perlengkapan ini jugalah yang kadang membuat bete, malas makenya. Rasanya ribet banget di badan. Berlapis lapis dan tiba tiba merasa bobot badan bertambah berat. Gerrrrr.

img_4236
Biasanya perlengkapan yang kira kira gue perlukan, gue buat di dalam satu box kaya gini. Jadi nyarinya gampang. Kalau mau diganti tinggal ambil aja dari lemari utama

Suhu di saat winter tidak selamanya sama. Bisa berubah ubah. Tapi secara keseluruhan dinginnya tetap berasa. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap perlengkapan winter yang digunakan. Biasanya jika suhu berada diantara 0 sampai dengan 5 derajat celcius, gue masih mengenakan jaket biasa. No sarung tangan. Ga pakai hat pun masih kuat. Apalagi long john no way…hahaha.

IMG_4228.JPG
Sweeter seperti ini gue pakai kalau benar benar dingin. Kalau ga ya ngendap di lemari. Sebagian besar berbahan wool.

Berbeda ketika suhu di bawah nol alias minus, barulah gue memakai jaket hangat, kebanyakan terbuat dari bulu murni seperti bulu angsa. Pengalaman gue sih, jaket berbahan bulu angsa itu lumayan stabil ya. Artinya jaketnya bisa beradaptasi dengan suhu sekitar. Di -2 oke, di -24 bukan berarti jadi kurang hangat. Atau jika di -24 oke bukan berarti di -2 jadi kepanasan makenya. Uda gitu, di badan rasanya tidak terlalu berat. Ga berasa kaya robot makenya. So, meskipun wilayah Dalarna (terutama desa gue) lumayan kejam di saat winter, secara keseluruhan, jaket yang gue pakai selama musim dingin itu tidak ada yang terlalu heboh.

Kecuali kalau gue melakukan aktivitas lebih lama di luar rumah, seperti bermain snowscooter seharian ke gunung, barulah gue memakai jaket khusus. Gue cuma punya satu satunya jenis jaket begini. Terbuat dari bulu angsa juga, tapi dibuat lebih tebal lagi. Berasa kaya robot makenya. Bentuknya seperti gambar di bawah ini, jaket berwarna hijau.

img_3771
Di saat winter yang namanya tetap terlihat menarik bolehlah. Misalnya di saat undangan dinner, acara formil/party, gue biasanya memakai coat berbahan wool. Bagian dalamnya juga dibuat semanis mungkin tapi  tetap hangat dipakai. Demikian juga dengan boots, gue memilih yang bahannya hangat tapi tetap terlihat menarik. Jadi meskipun winter masih bisalah gaya gaya dikit.

Perlengkapan winter yang nempel di badan lumayan berlapis. Jadi wajar suka bikin bete. Kalau suhu ngedrop banget, biasanya untuk bagian badan atas, gue memakai sweeter berbahan wool. Kalau tidak terlalu dingin cukup sweeter tipis. Lalu bagian kaki dan paha memakai long john, dilapisi kaos kaki lagi. Kaos kaki juga bervariasi, bisa katun biasa dan bisa berbahan wool, tergantung suhu.

Kemudian barulah memakai jeans. Tapi sekiranya aktivitas di luar rumah lama banget, celana jeans sudah tidak layak dipakai lagi, karena lumayan menyerap dingin. Jadi sudah harus memakai celana khusus outdoor yang tidak menyerap dingin.

Lanjut memakai boots (dalamnya wajib berbulu). Trus jika diperlukan, gue tambahkan lagi alas kaki  berbahan wool ke dalam boots. Biar makin hangat. Baru badan ditutup jaket. Biar lebih dasyat lagi, lilitkan syal dileher. Dan kepala di tutup hatbanie. Bisa bayangin kan rempongnya. Hahahaha.

Pertama datang ke Swedia, tepatnya ketika berada di Stockholm, waktu itu kalau tidak salah suhunya cuma 2 derajat celcius. Tapi gue udah minta ampun kedinginan. Sampai sampai penampilan gue heboh banget. Muka gue tutup syal, uda kaya ninja! Sampai supir taxi nanya suami, apakah gue baik baik saja atau sedang sakit. Dan begitu suami bilang gue kedinginan, sambil tertawa pak supir bilang 2 derajat celcius itu tidak ada apa apanya. Its nothing! Dan semakin ke sini, memang benarlah adanya. Boro boro dua  decel, minus 32 aja sudah gue rasakan. *kepalkan lengan tangan*

H. Membakar Kayu Untuk Pemanas Ruangan

Kegiatan ini bisa dibilang rutin setiap hari gue lakukan di saat winter. Sebenarnya di musim panas pun gue tetap membakar kayu, tapi kuantitasnya hanya sekali 2 hari. Hanya untuk pemanas air. Itupun paling 1 keranjang doang. Berbeda di saat winter, kuantitas membakar kayu bisa melonjak menjadi  tiga kali dalam sehari. Bahkan bisa 4 kali sehari kalau suhunya mencapai minus 24 lebih. Dan sekali membakar bisa habis 3 keranjang.

IMG_4190.JPG
Kayu bakar di gudang rumah gue. Motonya cuma dari pintu doang.
img_4184
Gudang kecil milik warga desa. Biasanya kalau kebutuhan kayunya sedikit begini, karena rumah hanya ditempati di saat summer saja. Atau si pemlik rumah sudah terlalu tua dan lebih banyak menggunakan listrik untuk pemanas ruangan. Urusan bayar listrik yang mahal ditanggung sendiri. Hahaha

Rumah gue membutuhkan kurang lebih 30 kubik kayu pertahunnya. Memenuhi satu gudang setinggi 3 meter berukuran 3×5 meter.  Salah satu teman di blog, Deny, sempat bertanya, bagaimana keseimbangan pertumbuhan kayu di hutan dengan jumlah pemakaian kayu bakar? Apakah persediaan kayunya tetap cukup, mengingat rata rata warga di desa gue, menghabiskan kayu bakar dalam jumlah yang lumayan banyak setiap tahunnya.

Jawabannya adalah  sangat sangat cukup. Jangankan untuk kayu bakar, dijual ke company pun bisa. Menjadi income warga desa. Karena bisnis utama di desa gue ya jual beli kayu. Walaupun kuantitas jual belinya tidak sering ya. Sebagai contoh, rumah gue menghabiskan 30 kubik kayu pertahun, sementara properti hutan per keluarga bisa mencapai 25-30 ribu kubik. Dan setiap tahunnya, kayu akan mengalami pertumbuhan kurang lebih sebanyak 500 kubik.  Jika harus dibandingkan dengan luas dan perkembangan pertumbuhan satuan kubik kayu setiap tahunnya, pemakaian kayu bakar bisa dibilang nothing. Karena pemakaian kayu tidak dilihat dari jumlah pohonnya, melainkan per satuan kubik kayunya (nulisnya sok mahir banget tentang dunia perkayuan, padahal pak suami yang jelasin dan gue cuma ngetik doang…hahhaha)

I. Membersihkan Salju 

Ini kegiatan yang wajib dilakukan di saat winter. Membersihkan salju. Kalau tidak ya alamat terkurung di dalam rumah. Ga semuanya sih dibersihkan, hanya titik lokasi sekitar halaman yang biasa dilewati saja. Misalnya jalanan di depan teras menuju mobil, gudang dan jalur keluar masuk mobil. Jadi tanah yang tidak dilewati ga perlu dibersihkan. Ga masalah mau setinggi apapun. Toh ga dilewati juga. Dan yang pasti, nantinya tumpukan salju akan mencair dengan sendirinya.

IMG_4193.JPG
Traktor sahabat sejati suami di setiap musim. Termasuk di saat winter

Jika salju turun, bukan lantas harus dibersihkan. Selama masih tipis (ketebalannya belum menggangu) dan aman dilewati, ya tidak perlu dibersihkan. Apalagi jika suhu tidak terlalu rendah, kemungkinan salju akan cepat mencair. Untuk membersihkan salju biasanya suami menggunakan traktor. Lebih cepat dan lebih rapi hasilnya. Alat sodok manual hanya dipakai di area kecil, seperti depan teras. Sedangkan untuk jalanan umum di sekitar desa, petugas pemerintah daerah sudah siap untuk itu. Begitu salju turun, mereka tau kapan akan datang. Jadi jalanan tetap aman bisa dilewati.

J. Memberi Makan Burung Liar

Ketika winter, pohon pohon sebagian besar tidak memiliki daun. Ga ada yang namanya buah, bunga, biji bijian atau apalah yang bisa dimakan burung. Meskipun ada yang bisa mereka makan, mungkin sangat sangat terbatas. Hal inilah yang membuat beberapa warga di desa gue punya kebiasaan memberi makan burung liar.

Tempat makanan burung digantung di pohon atau jendela luar rumah. Lumayan sih, kalau gue duduk di meja dapur, suka aja melihat burung burung liar terbang, hinggap dan makan. Rasanya damai banget bisa melihat burung burung ini sangat jelas dari kaca jendela. Kalau dulu di Jakarta, boro boro melihat burung, suaranya aja kaga pernah gue dengar. Makanya bisa  melihat dengan jelas seperti ini rasanya nikmat banget. Gpplah harus mengeluarkan budget khusus perbulan untuk mereka. Mereka senang, gue pun senang.

Satu hal yang sampai sekarang belum terealisasi, gue pengen merasakan Dogsledding. Seru kayanya ya. Walaupun sedikit takut lihat muka anjingnya. Hahaha. Kurang lebih gitu deh kegiatan kegiatan di saat winter. Mudah mudahan  bacanya ga ngebosenin ya.

Kalau pengen melihat gue bermain snowscooter bisa klik di https://youtu.be/MfSlPxgmfx4

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin dari penulis”

Cerita Winter Dari Negeri Kulkas

Wah…sudah winter lagi aja. Rasanya belum lama menyimpan perlengkapan winter ke dalam lemari dan sekarang sudah harus dikeluarin lagi. How fast the time flies!

Ceritanya suatu pagi gue terbangun. Cek instagram dan terlihat time line penuh dengan quote “Welcome November”. Ternyata sudah masuk bulan November. Kemudian gue membuka gorden jendela kamar. Dan gue pun terkesima dengan pemandangan yang ada di luar. Salju turun!

Meskipun bukan kali pertama melihat salju, tapi tetap saja bikin perasaan gimana gitu. Apalagi datangnya tepat di tanggal 1 November. Saat orang ramai menulis Welcome November dan gue malah kedatangan salju. Di pagi hari pula. Itu rasanya gimana ya. Seperti terbangun di negeri liliput.

IMG_3310 (1).JPG
1 November 2016. Bangun dan melihat ini dari jendela kamar
img_2876
My Winter Wonderland (tahun 2015)
IMG_2873.JPG
My Winter Wonderland (tahun 2016)

Sejujurnya November adalah bulan yang kurang gue suka. Bukan cuma gue, suami dan warga di desa gue pun kurang menyukai hari hari di bulan ini. November ibarat awal bermandikan kegelapan. Sinar matahari mulai terasa pelit. Kebanyakan mendung. Sekalinya matahari bersinar cerah rasanya senang luar biasa.

Di bulan November, siang hari mulai terasa sangat pendek. Tidur gelap dan bangun pun masih gelap. Suka terkecoh dengan waktu. Berasa pukul sembilan malam padahal baru pukul setengah enam sore. Rasanya malam menjadi panjang sekali. Keadaan ini berlangsung sampai berbulan bulan. Meskipun tingkat kegelapannya berangsur angsur  berkurang hingga menjelang musim semi tiba. Pokoknya November merupakan bulan permulaan dimana harus beradaptasi kembali dengan panjangnya malam dan pendeknya siang.

Bisa bayangin di daerah lingkaran artic kutub utara? Contohnya seperti Kiruna Lapland Swedia (daerah paling utara Swedia). Ada masa terutama pada Malam Polar atau Polar Night, warga di sana hidup tanpa adanya siang alias 24 jam nonstop tanpa matahari. Gelap!

Bangun tidur, sarapan, makan siang, makan malam, ngantor, sekolah hingga kembali tidur adanya cuma gelap sepanjang hari. Tapi meskipun begitu gue punya impian bisa mengunjungi Kiruna Lapland Swedia di saat winter. Pengen tau liburan tanpa sinar matahari itu seperti apa rasanya. Kira kira sanggup ga. Sekalian melihat aurora. Amin.

IMG_3284.JPG
Winter tahun 2015 
IMG_2825.JPG
Sebuah desa!

Akibat hari hari yang sangat dominan dengan kegelapan, suka atau tidak suka warga di desa gue lebih memilih salju turun di bulan November. Tanpa salju suasana gelap akan berasa semakin gelap. Warna putih salju mampu memberi efek yang lumayan terang di alam sekitar.

Sebenarnya puncak dari pendeknya siang ini terjadi pada bulan Desember. Apalagi mendekati malam Polar Night di daerah kutub, pukul dua siang pun sudah mulai berasa gelap. Tapi berhubung Desember sangat identik dengan tradisi natal, buat gue pribadi secara tidak langsung membantu mood jadi lebih oke. Banyak hiburan natalnya. Setidaknya bulan ini bisa dilalui dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan.

Apalagi Swedia masih menjalankan tradisi Minggu Adven dimana hampir setiap rumah, gedung perkantoran, toko toko dan rumah sakit, memasang lampu adven berbentuk lilin di setiap jendela. Dari luar terlihat sangat cantik dan semarak lampu lampu lebih berasa. Akibatnya suasana di bulan Desember jadi lebih bersinar.

Selain itu masih ada tradisi lain seperti perayaan Santa Lucia, Julbord hingga konser natal. Belum lagi hunting christmas tree ke hutan, dibawa pulang dan dihias dengan pernak pernik santa. Buat gue itu seru. Inilah alasan meskipun bulan Desember sangat gelap, tapi bisa gue lalui dengan lebih sukacita dibanding November.

Di tempat gue musim dingin yang lumayan berat biasanya jatuh di bulan Januari. Selain dingin yang menusuk tulang, salju juga turun sangat deras. Ketebalannya bisa mencapai paha.

img_3048
Ketika rumah serasa berada di atas langit

img_2815

 

img_3429

img_2823
Winter 2015. Sebuah summer house di tengah hutan. Mirip gambar kartu natal atau kalender.


img_2863

img_3374
Winter 2016
IMG_3368.JPG
Ketika salju menjadi kembang gula. Hahaha.
img_3022
Narnia !!!!
img_2868
Winter 2015
IMG_2998.JPG
Sunset di saat winter itu indah banget. Perpaduan cahaya redup mentari dan salju 
IMG_3423.JPG
Winter 2016. Salju mulai menutupi permukaan danau. Dan nantinya danau ini akan membeku
IMG_3424.JPG
Winter 2016.  Salju di atas danau
IMG_3420.JPG
Winter 2016. Tepatnya tanggal 11 November 2016. Indah sekali ketika matahari luar biasa cerah. 
img_2830
Danau yang sudah membeku. Ketebalan es kurang lebih dua meter

Musim dingin mulai membosankan dan membuat gerah ketika mendekati musim semi. Rasanya lama banget tidak kelar kelar. Hampir setengah tahun. Jenuhnya berasasekali.

Melihat jaket boots rasanya pengen cepat cepat diungsikan ke lemari. Parahnya lagi ketika salju sudah mulai mencair dan hilang dari permukaan tanah, suka kepedean kalau winter telah usai. Dan tiba tiba saljunya nongol lagi dong. Deras pulak!

Dalam hitungan jam sekitar halaman kembali memutih. Dan itu sering terjadi di saat beberapa negara Eropa lain sudah menari nari dengan musim semi. Memble banget rasanya.

img_2801
Winter 2015

Swedia termasuk salah satu negara yang mengalami musim dingin lumayan berat dibanding beberapa negara Eropa lain. Apalagi  di bagian utara Swedia bisa dibilang ekstrem.

Ketika negara lain masih bisa menikmati indahnya warna warni daun maple, di tempat gue malah uda saljuan. Di saat suhu udara negara eropa lain sudah plus derajat celcius, di tempat gue sudah minus 9 derajat celcius.

Sekitar 25 tahun yang lalu, suami gue pernah merasakan minus 40 derajat celcius. Sekali seumur hidup kata dia. Dan gue berharap mudah mudahan jangan terulang lagi. Menurut suami, wajahnya susah digerakin dan terasa sangat kaku ketika berada di luar rumah. Walaupun cuma hitungan menit. Seram.

img_3054
Winter 2014 di daerah Sälen Dalarna. Ketebatalan saljunya sungguh parah. Lihat saja pohon itu sudah seperti kapas. 
img_2997
Masih dari Sälen Dalarna tahun 2014

Sedangkan gue, terakhir kalinya merasakan suhu yang sangat frontal sekitar tahun lalu. Mencapai minus 32 derajat celcius. Untungnya keadaan ini hanya berlangsung 2 atau 3 hari saja. Benar benar kondisi yang lumayan berat. Mood jelek. Hidung gue sensitif berdarah. Bawaannya malas banget. Cepat lelah. Keluar kamar di atas pukul 10 pagi. Dan sekalipun berada di dalam ruangan, tetap saja masih berasa dingin. Kulit gue telat sedikit memakai lotion langsung memutih seperti kulit ular. Jelek banget. Dan gatalnya seperti ditusuk jarum. Sakit.

Kalau ditanya bagaimana rasanya hidup di suhu minus 32, secara keseluruhan gue sudah susah membedakan. Sama ajalah. Dingin dingin juga. Mungkin karena gue kebanyakan di dalam rumah ya.

Atau kalau jalan jalan ke kota paling langsung masuk mobil dan begitu nyampai tujuan langsung masuk  ke dalam gedung. Lagian kalau suhu kejam begini ga perlulah sering keluar kalau ga penting amat. Uda malas juga.

Sebenarnya tubuh manusia cenderung beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ketika memasuki musim gugur misalnya, dinginnya lumayan berasa walaupun suhu cuma 10 derajat celcius. Tapi karena saat itu tubuh masih terbiasa dengan hangatnya musim panas ya jadi berasa dingin.

Memasuki winter pun begitu. Berasa semakin dingin karena suhu semakin rendah di bawah nol derajat celcius. Dan begitu seterusnya sampai akhirnya ketika suhu turun frontal tubuh pun tidak terlalu kaget. Paling mood yang diganggu. Itu sudah jelas.

IMG_3373.JPG
Winter 2016
img_3360
Winter 2016

Yang penting sedingin apapun cuaca di luar sana, selama pakaian benar dan lengkap biasanya bisa dilalui. Makanya orang Skandinavia punya pepatah “Det Finns Inget Dåligt Väder, Bara Dåliga Kläder”. Yang bisa dimaknai, “tidak ada yang salah dengan cuaca, yang salah itu pakaiannya”. So jika merasa kedinginan jangan salahkan cuaca tapi pakaiannya yang harus diganti😊

img_3018
Gue dengan jaket super tebal dan topi serigala. Hahaha

Gue pernah melakukan tes sederhana. Sengaja menumpahkan sedikit air di teras rumah. Waktu itu suhu sekitar minus 24 derajat celcius. Kurang lebih 10 menit airnya langsung membentuk butiran es halus. Surprise juga melihatnya. Sehingga tidaklah salah, jika Swedia diberi julukan Negeri Kulkas. Sehari harinya hidup serasa di dalam freezer. Di saat winter warga Swedia memiliki kulkas alam tanpa batas.  Panci berisi makanan menjadi pemandangan yang biasa di meja teras. Dijamin awet😎

img_2806
Winter 2015
IMG_3015.JPG
Sebuah desa. Nyaris tenggelam.
IMG_3051.JPG
Gundukan salju yang dibersihkan
IMG_3050.JPG
Sebuah desa

Kebutuhan akan kayu bakar sangatlah penting bagi warga di desa gue. Terutama di saat winter penggunaannya bisa melonjak drastis. Karena pemanas ruangan bukan berasal dari listrik. Melainkan dari sebuah tabung besar berisi air yang proses pemanasan airnya berasal dari kayu yang dibakar. Selain berfungsi memanaskan air di rumah, tabung besar ini juga berfungsi mengalirkan panas ke seluruh elemen pemanas ruangan.

Kenapa tidak menggunakan listrik? Karena hunian di desa gue bukanlah hunian apartemen melainkan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan rata rata terdiri dari dua lantai alias bertingkat. Yang akibatnya masing masing rumah harus menggunakan banyak elemen pemanas.

Seperti di rumah gue misalnya, ada 9 elemen pemanas. Yang jika menggunakan listrik tentu saja pembayarannya sangat mahal. Listrik hanya digunakan dalam keadaan mendesak saja. Misalnya kalau meninggalkan rumah berhari hari atau tidak sempat membakar kayu.

Sebagai perbandingan jika menggunakan kayu bakar pembayaran listrik kurang lebih mencapai satu juta rupiah lebih. Tapi jika memanaskan air di tabung dengan listrik, pembayaran pun bisa melonjak mencapai sembilan juta rupiah. Berasa banget kan bedanya.

img_3001

Dan berhubung sebagian besar warga desa memiliki lahan hutan sendiri, menggunakan kayu dalam jumlah yang banyak tidak menjadi masalah. Alias tidak perlu beli. Menggunakan elemen pemanas sebanyak itu juga dibutuhkan mempertahankan dinding kayu rumah agar tetap awet dan tidak mudah rusak akibat suhu dingin.

Selama musim dingin setidaknya diperlukan satu gudang kayu. Dipersiapkan di saat musim semi. Jadi begitu winter usai (dengan kata lain bekas dan baunya pun masih tercium), warga desa gue sudah sibuk mempersiapkan stok kayu untuk winter berikutnya. Tujuannya agar kayu bisa mengering di saat summer. Hidup di wilayah yang musim dinginnya lumayan berat, membuat warga di tempat gue sangat tau mempersiapkan segala kebutuhan winter.

img_3311
Kayu pinus siap dibakar. Minimal 3 keranjang sekali membakar. Dan dilakukan minimal 3 kali sehari juga. Jadi sehari paling sedikit ada 9 keranjang kayu bakar yang dibakar. Dan itu bisa lebih jika suhu sangat ngedrop

Menyalakan perapian sudah menjadi keahlian baru buat gue sejak tinggal di Swedia. Di saat winter frekwensi  membakar kayu hampir tidak berhenti setiap hari karena alat pemanas sangat cepat menarik suhu panas dari dalam tabung air. 

Sekali membakar bisa sampai 3 keranjang penuh dan itu dilakukan bisa 3 kali dalam sehari. Namun jika suhu anjlok parah, kuantitas pembakaran pun bisa lebih sering dalam hitungan yang tidak terlalu lama.

Sebenarnya membakar kayu bakar itu asik sih. Punya sensasi sendiri. Feel winternya lebih berasa. Seperti di film film. Apalagi aroma kayu bakar itu khas banget kan. Belum lagi mendengar suara gemericik apinya. Di jaman modern dan canggih seperti sekarang ini, tidak semua bisa melakukannya. Iya toh? 😉

IMG_3026.JPG
Gue menyebutnya rumah santa 
IMG_3003.JPG
Ketika winter boat kecil ini harus dibuat terbalik. Biar tidak rusak
IMG_3005.JPG
Salju di tepian Danau sebelah rumah sebelum akhirnya akan membeku

Lantas bagaimana dengan kegiatan sehari hari? Ya jalan terus seperti biasa. Ngantor, sekolah, belanja, bahkan sampai berolahraga di alam terbuka. Tidak ada yang berubah. Perbaikan jalan atau pemasangan pipa bawah tanah pun menjadi hal biasa jika dikerjakan di saat winter.

Justru di saat musim panas sebagian besar orang malah kurang aktif bekerja. Lebih memilih berlibur. Karena jika semakin tidak ada pergerakan, dinginnya malah lebih berasa. Suami gue lumayan rajin exercise di saat winter. Karena kurang baik juga tidak merasakan udara segar di luar. Yang penting jangan salah kostum aja. Gue aja sih yang masih angot angotan kalau diajak exercise. Hahaha.

IMG_2864.JPG
Di saat winter salah satu kebiasaan beberapa warga di desa gue adalah memberi makan burung liar. Foto ini adalah tempat makanan burung berbentuk rumah. Gue suka melihat mereka dari jendela dapur. Makan dengan lahap.

img_3036

Bahkan bagi pencinta olahraga tertentu musim dingin adalah surganya. Waktunya bermain ski. Bahkan ada beberapa tujuan wisata yang memang ramai hanya di saat musim dingin. Musim dingin pun bisa dihabiskan dengan bermain snow scooter, spark winter, dan membuat snow man. Bermain snow scooter di hutan, di gunung sampai di atas danau yang membeku seru loh. Bahkan memancing di atas frozen lake pun menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari di saat winter.

IMG_2845.JPG
Foto ini gue ambil tahun 2015, ketika berada di cable car pada ketinggian pegunungan di Sälen Dalarna. Tempat orang orang bermain ski. Tapi gue bukan mau bermain ski sih. Cuma pengen makan di restoran satu satunya di puncak gunung ini. Viewnya tralala trilili.  Kece sekali!
img_2809
Gue, duduk dan memancing ikan di atas danau. Danau  yang membeku. Dulu tidak pernah membayangkan bisa duduk di atas danau. Memancing pula. Percayalah, ini  seru sekali!  Memancing di atas danau kebayang ga sih. Haahahha
img_2804
Bermain Snowscooter. Ahhhh ga sabar pengen main lagi. Seru banget naik ini kawan!!
img_2799
Salah satu puncak gunung di Dalarna. Banyak yang bermain Snowscooter di sini

Jadi ga selamanya winter itu menyebalkan. Setidaknya itulah yang gue rasakan sampai sekarang. Dibalik cerita ga enaknya ada bagian yang menyenangkan dari musim ini. Karena winter itu punya salju. Dan salju itu indah.

Mau tau seperti apa salju? Salju ibarat padang putih, sangat kering dan ringan jika berada di suhu yang sangat rendah (dibawah nol derajat celcius). 

Sedikit berbahaya ketika berubah menjadi es. Selain membuat jalanan sangat licin, becek dan kotor, juga rawan terjatuh dan terpeleset (Kalau sudah begini, biasanya gue melekatkan sesuatu di bawah boots. Seperti karet yang ada pakunya. Jadi kalau dipakai, resiko terpeleset lebih kecil. Jalanan pun tidak berasa licin banget).

IMG_3427.JPG
Winter 2016
IMG_2827.JPG
Butiran salju yang halus. Winter 2015

Coba pejamkan mata, bayangin kamu berada di dekat jendela, dan tiba tiba melihat butiran ringan putih seperti kapas, pelan pelan turun melayang di udara. Itu rasanya gimana? Romantis!

Ketika salju sangat kering dan ringan tanpa air, ibarat pasir gampang sekali dihempas dengan kaki. Kondisi seperti ini diakibatkan salju yang terus menerus turun dan suhu terus menerus minus. Akibatnya salju pun tidak bisa dibentuk. Membuat snowman apalagi. Susah!

Namun tumpukan salju akan mengeras jika suhu kadang kadang naik dan turun. Artinya salju sempat mengalami pencairan dan kemudian membeku kembali. Gitu deh! *Penagamatan berdasarkan pengalaman*

IMG_3363.JPG
Lelehan salju yang membeku
img_3370
Keren yak! lelehan salju sedikit demi sedikit mencair, membeku lagi, mencair, membeku lagi, sampai akhirnya memanjang gitu.
img_3425
Sebelah rumah
IMG_3011.JPG
Cakep
IMG_3009.JPG
Ini alasannya mengapa gue masih menyukai winter. 
IMG_2821.JPG
Pohon pohon yang memutih
IMG_3034.JPG
Suka foto ini
IMG_2819.JPG
Winter Wonderland. Impian di masa kecil ketika dulu hanya bisa melihat di cerita kartun, sekarang bisa jelas ada di depan mata

Dibalik cerita ga enaknya sebenarnya winter itu menyenangkan. Musim yang memberi suguhan lukisan alam dan keindahan negeri dongeng dalam dunia nyata. Hanya di saat winterlah gue bisa merasakan indahnya White Christmas, bermain dengan Snowman buatan tangan gue sendiri. Hanya di saat winter jugalah gue bisa merasakan serunya bermain Snowscooter di sebelah rumah, hutan, frozen lake bahkan sampai kepuncak gunung. Dan hanya di saat winter pula gue bisa menguji kekuatan mental dari segala musim yang ada. Iya, hanya di saat winter.  

IMG_2855.JPG
Landscape

IMG_2857.JPG

Salam dari Dalarna.

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com, dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”