Setelah Empat Tahun Lebih, Akhirnya Mudik ke Tanah Air

Setelah hampir tiga bulan tak menulis di blog……….ooooo my blog! Aku kangen!

Jadi ceritanya, saya belum lama tiba di Swedia. Tepatnya sekitar minggu lalulah. Setelah mudik ke tanah air hampir dua setengah bulan lamanya. Mudik ke kampung halaman. Dua bulan lebih rasanya tak cukup melepas rindu. Keluarga, teman, kerabat, tempat wisata, kuliner hingga keseharian yang terlihat mata. Semuanya masih jelas tersimpan dalam memori. Kemana pun kaki melangkah, kampung halaman ibarat orang tua. Selalu akan diingat.

IMG_2081

Sejak saya pindah dan menetap di Swedia di tahun 2014 silam, saya sama sekali belum pernah mudik ke tanah air. Ada alasan yang paling kuat yang membuat saya selalu mengulur waktu untuk tidak pulang. Penyakit aerophobia yang semakin meraja membuat saya malas pulang.

31033030958_2ed1e79d65_o
Malini Bali. Baru dibuka di awal tahun 2018. Rekomen

Sampai akhirnya saya mendapat kabar kalau saya harus pulang dikarenakan unit apartemen yang pernah saya beli semasa kerja di Jakarta sudah waktunya signing Akta Jual Beli (AJB). Sebelum saya berangkat ke Swedia, sebenarnya saya sudah membuat surat kuasa secara notaril agar penandatangan AJB bisa diwakili oleh saudara saya. Dikarenakan satu dan hal lainnya, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk hadir sendiri dan pulang ke tanah air.

43665671320_299a0b7847_o

Saya berangkat sendirian tanggal 2 September 2018 dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. Suami saya menyusul datang di bulan Oktober dikarenakan dia harus bekerja. Sekilas tentang penerbangan saya, jauh jauh hari saya sudah sounding ke suami jika saya ingin terbang bersama penerbangan flat merah ini. Mengapa? karena saya punya alasan sendiri.

31621268908_784a4ffa39_o

45494234131_8c10d3748f_o

Dikarenakan phobia terbang, entah mengapa semacam ada perasaan lebih nyaman naik Garuda dibanding maskapai penerbangan lain. Maskapai penerbangan seperti KLM, Emirates dan Finair pun tak berhasil mencuri hati saya. Ini sebenarnya urusan sugesti saja sih. Saya sangat sadar malah. Tapi buat saya pribadi, selama saya bisa memilih penerbangan mana yang mampu memberi sugesti nyaman kenapa tidak? Wuihhhh, ini penerbangan jauh loh. Untuk level saya yang takut terbang, waktu belasan jam itu bukan main main. Sangat menyiksa dan melelahkan batin.

31621269278_67f6faf3f5_o

45410728882_1aeea2cc7b_o

Predikat World Best Cabin Crew yang disandang Garuda Indonesia selama 5 tahun berturut adalah alasan utama saya memilih penerbangan ini. Bersama Garuda ada semacam sugesti kalau saya punya teman baik selama penerbangan karena bisa bertemu cabin crew yang notabene orang Indonesia. Bisa berbahasa Indonesia dengan mereka. Berasa ada saudara atau teman senegara selama penerbangan. Bisa minta tolong kalau saya memerlukan sesuatu tanpa ada perasaan takut dicuekin (pengalaman dengan maskapai penerbangan dari negara sebelah). 

44923567474_46d7229181_o

Dari Arlanda Stockholm, saya naik KLM yang memang menjalin kerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia. Saya harus transit ke bandara Schipol di Amsterdam. Begitu tiba di gate, oaaaalah kok malah cengeng. Masa membaca tulisan Garuda Indonesia di tubuh pesawat aja rasanya pengen nangis. Tubuh pesawat dengan embel embel “Indonesia” itu seolah mewakili tanah yang akan saya datangi.

31609052258_d93d93d486_o

30554185707_a28ecb2610_o

Seolah bilang “hai ajheris, welcome to Indonesia ya”. Berasa tanah air uda di depan mata. Uda ga perlu menempuh lautan benua lagi. Berasa keluarga uda menyambut haru saya. Berasa rumah uda di depan mata. Ya ampun, teryata saya beneran uda kangen tanah air. Dan betapa bangganyalah saya, ketika satu persatu para penumpang yang 90 persen adalah orang asing, silih berganti motoin badan pesawat dan selfie dengan latar tulisan Garuda Indonesia itu. Huuu huuu huuu makin terharu!

44757648084_76981a0fc1_o

31776104148_ca0760ac48_o

Sesampainya di dalam pesawat, saya langsung disambut ramah para pramugari dan alunan musik batak. Duh, makin baper deh. Meski selama penerbangan kadang kadang rasa phobia mulai melanda dikarenakan turbelensi, tapi setidaknya gue merasa aman karena ada orang Indonesia di dalam pesawat. Hahahaha. Kocak ga sih. Atau tepatnya aneh? Tapi sudahlah. Susah untuk dijelasin mak!

44029838065_799f84ed3a_o
Pandawa Beach yang kece

Tiba di bandara Soekarno Hatta, saya dijemput kakak, adek dan ponakan. Rasanya tak percaya melihat wajah mereka secara langsung karena selama ini cuma melalui video call. Cipika cipiki sambil menahan tangis gembira. Welcome to Indonesia! Tanah air cuyyy! Yuhuiiiii.

Cuma sayangnya, baru empat tahun tinggal di Swedia sudah membuat tubuh saya susah berkompromi dengan suhu panas di Jakarta. Puuuanassss mak. Bener bener kepanasan. Sudah pakai Ac masih juga kepanasan. Saya butuh satu bulan baru benar benar bisa beradaptasi dengan suhu. Tak ayal saya sering mandi pukul 1/2 satu malam. Kaga masuk angin!

44769044854_2cb4ec4620_o

Belum lagi urusan perut, hari kedua langsung mencret mencret. Hahaha. Tapi emang begitulah. Pokoknya perut saya lumayan gampang mules. Paling setelah memasuki minggu kedua ketiga, makan minum apa saja sudah mulai kebal.

Selama di tanah air, saya suka kaget dengan klakson mobil yang nyaris tak pernah lagi saya dengar selama tinggal di Swedia. Melihat kerennya pengemudi sepeda motor yang lihai menyelip sana sini. Suami saya suka ternganga kalau melihat yang beginian. Hahaha.

30922415247_de4e5b7d9d_o
Permandian air panas di Sipaholon. Kece dan instagramable sekali. Anggap saja di Iceland/Islandia. Hahaha.

Terus terang tanpa bermaksud melebih lebihkan, saya suka parnoan ketika berada di keramaian. Tapi bukan maunya saya. Perasaan itu datang dengan sendirinya. Meski baru empat tahun tinggal di Swedia, tapi keadaan tenang di desa tempat saya tinggal membuat saya merasa sangat berhati hati dengan kriminalisasi. Ga perlu jauh jauh deh, kartu debet saya belum apa apa ada yang berusaha ngebobol kok. Saya baru tau ketika kartu debet saya diblokir oleh salah satu bank di Swedia karena terlihat ada indikasi penggunaan pin yang salah sampai tiga kali berturut. Untung dana gue terselamatkan. Gila kan.

44252692474_0b4c78cbbf_o
Desa Penglipuran Bali

Selama di tanah air, saya lebih banyak memilih quality time dengan keluarga. Tidak bisa saya penuhi semua ajakan teman untuk bertemu. Paling memilih teman teman yang saya anggap sangat dekat. Buat saya, keluarga adalah yang paling utama. Bahkan untuk menggunakan kamera sekalipun saya batasi. Ya meski sesekali tetap jepret jepret juga. Dikondisikan aja waktunya. Tapi untuk ukuran saya yang suka photograpy, kamera lebih banyak tergantung. Banyakan pakai handphone doang.

31990383828_922eaa69af_o

45872591771_4480fbf227_o
Lake Toba. Saya menyebutnya sebagai Norwegianya Sumatera Utara

Liburan kemaren membuka mata hati saya betapa di umur saya yang sekarang, arti keluarga sangatlah penting. Ada rasa mengharu biru ketika saya harus meninggalkan mereka untuk kembali pulang ke Swedia. Melihat wajah kakak abang saya yang sudah mulai menua, bagaimana mereka melayani saya dengan baik, rasanya ga pengen pulang. Tapi ya memang harus pulang.

Karena rumah kita sendiri adalah tempat dimana hati kita berada. Sekalipun rumah saya berada di wilayah antah brantah mana, ada masa dimana saya kangen dengan rumah. Ketika saya di tanah air, ada perasaan rindu akan kamar tidur, dapur hingga toilet. Ada perasaan rindu akan privacy dimana saya bisa memutuskan sendiri apa yang harus saya kerjakan tanpa ada orang ramai. Ya perasaan gitu gitulah.

44044891900_ce464cd986_o

45136684234_039200dda0_o
Tanah Batak dari Hutaginjang. Danau Toba terlihat secara keseluruhan dari sini

Sehingga tak ayal, sewaktu di Jakarta (ketika suami belum datang ke Indonesia), sesekali saya memilih me time di hotel. Atau setelah suami datang, kami memilih quality time berdua beberapa hari di hotel. Keluarga gue sangat mengerti.

30522669477_58e7cd5b20_o

30522746067_1690587f31_o

Dua bulan setengah rasanya tak cukup untuk hunting semua tempat wisata dan kuliner. Tapi kami cukup tau diri dengan memilih liburan santai. Sesuaikan kemampuan energi badanlah. Bali dan Sumatra Utara adalah pilihan kami. Sekalian pulang ke tanah leluhur keluarga besar dan jiarah ke makam kedua orang tua. Selebihnya nyantai di rumah, makan bersama di luar. Meski selama di tanah air, tak sedikit kuliner yang lumayan mengecewakan. Entah mengapa kok rasanya tak seenak dulu. Atau lidah saya yang sudah berubah? Entahlah.

44948458785_881e79d1b2_o
Danau Toba dari desa Tara Bunga

Apa yang paling saya suka selama liburan di tanah air? Tentunya menyantap buah manggis sampai puas. Menyantap mangga sampai puas. Makan nenas sampai puas. Apalagi? makan salak! Pokoknya buah buah seksi yang kalau di Swedia harus mandi air mata dulu bayarnya dan belum tentu enak.

Trus….trus apalagi? massage!  Dung dung sambil tabur gendang. Muraaaaaah!

Ga keitung deh berapa kali mijet selama dua bulan lebih di tanah air. Norak skala internasional pokoknya.

Uda itu aja? ya kagalah masih ada. Hotelnya! mostly bikin terpana. Paling ga dengan harga yang relatif terjangkau, fasilitasnya relatif bagus dan bersih. Sehingga tak ayal di awal awal kedatangan, saya lumayan suka menginap di hotel dikarenakan kepanasan. Begitupun sewaktu suami baru tiba di tanah air. Nanti akan saya tulis terpisah hotel apa saja yang saya rekomen selama menginap di tanah air.

44565717954_ac761c4904_o
All Seasons Hotel di daerah Thamrin Jakarta. Sekitar 1 jutaan rupiah sudah including breakfast. Lokasi di sekitar Thamrin pula. City view dari kamar juga bagus. Hotel ini juga punya skyloft restaurant di bagian rooftop. City view dari rooftopnya kece terutama di malam hari. ******************************************************************Sedangkan gambar hotel di bawah ini cuma 400 ribu rupiah. Lokasi  dekat bandara Soeta pula. Gile deh pokoknya. 
44548684135_2c188389fb_o (1)
Whiz Prime Hotel ini permalam sekitar 700 ribu rupiah. Lokasi di seberang Mall of Indonesia. Kamarnya nyaman banget dan bagus. Kamar mandi luamyan besar. Gabung dengan gedung apa itu gue lupa. Restoran di bawahnya kozy dan nyaman buat santai sambil makan. Strategis bangetlah pokoknya. 

Gila Baking

Hai hai….

Masih berbau santapan, kali ini yang gue publish adalah jenis roti rotian. Hasil baking di dapur beberapa waktu lalu. Pasti uda pada taulah ya roti jadul ini. Roti kasur dan roti coklat pisang. Kesukaan gue. Terutama roti pisang coklatnya. Nyemnyem……yem.

30417774038_a936b3aa89_o

IMG_7140

43567656804_4e0b62085e_o
Sekilas mirip jamur ya

Dan lagi lagi, betapa gue semakin jatuh cinta dan jatuh cintaaaaaaaaahhhhhh dengan dunia per-bakingan. Dan karena lumayan terbiasa, hasil akhirnya semakin dan semakin membuat gue terpana.

7881EBD7-FE55-4BB4-9FD9-DADE185F3443

Seperti yang sudah pernah gue sharing di tulisan sebelumnya, kalau gue lagi doyan doyannya ngebaking dengan menggunakan metode overnight di dalam kulkas. Hasilnya itu beneran amazing loh mak. Lembutnya stabil hingga berhari. Pernah sampai 5 hari masih tetap lembut.

E52F4D5B-9381-4375-804B-7120E0DABD8C

IMG_7808

IMG_7834

3F440A04-334E-4FF3-AF70-3A1C8C4049B6

Nah, di postingan kali ini gue hanya mau pamer foto. Karena ini penting banget untuk publik ketahui. Hahaha….*disoraki massa*.  

Di bawah ini roti sosis pakai mozzarella dan parmesan. Adonan cuma difermentasi di suhu ruang. Leker!

Sekiranya berniat pengen mencoba resep, silahkan meluncur ke instagram atau youtube  @Dapursicongok. Feel free and you don’t have to follow. Happy baking!

43555610414_c66325b0a8_o

44224577162_7c4fc04593_o

Ketika Makan Sate Padang di Swedia

Belakangan ini sebenarnya gue lagi repot banget. Banyak yang harus diberesin. Gue kangen nulis juga. Tapi anehnya di tengah waktu yang terbatas, semangat memasak dan baking di dapur justru sangat menggila. Gue cukup tau mengapa bisa demikian. Karena kalau lagi banyak pikiran, larinya pasti ke dapur untuk ngebaking maupun cooking makanan kesukaan. Aneh ga sih?

Bahkan gue lagi spirit banget menata highlight instagram gue @dapursicongok  lebih terlihat rapi dan teratur. Bukan untuk menarik followers sih. Beneran engga. Lebih kepada kepuasan batin gue aja. Gue merasa hasil karya dapur gue bisa gue nikmati di sana. Semisal followers gue juga turut menikmati ya bonuslah. Gue makin senang.

D76C57BB-DDE7-4035-AE13-F9A9B43549B3

Banyak loh masakan enak yang gue bikin belakangan ini. Hahaha. Segitu soknya ya. Jadi dari beberapa kali mengulang jenis masakan yang sama, tentu saja ada pengalaman dan ilmu baru yang didapat. Bagaimana membuat rasa masakan semakin rich di lidah. Trik ini itunya bagaimana dan seperti apa.

F77CB5CF-3EC2-44AA-B480-6BA524D87858

Salah satunya ya Sate Padang ini. Entah sudah berapa kali gue bikin sate padang sejak menetap tinggal di Swedia. Akhirnya lumayan terbiasa dengan racikannya. Bagaimana mengatasi kuah sate agar konsistensinya tidak berubah total setelah dingin. Membuat sate padang bisa dibilang bukanlah pekerjaan yang ringan. Rempahnya ga bisa ngasal. Belum lontongnya. Bawang gorengnya. Nyalain arang dan bakar dagingnya. Semuanya gue kerjai manual. Tapi hasil akhirnya setidaknya tak mengecewakan.

IMG_7877

Bisa makan sate padang di Swedia itu sunggulah sesuatu. Dari dapur sendiri pula. Dan semuanya gue kerjai pakai hati dan kesabaran. Karena buat gue, ngerjai sesuatu yang ribet kalau cuma asal, ya sama aja buang waktu kalau akhirnya ga kemakan.

93356B85-CF21-4D2F-988F-140510956E06

Untuk sate padang kali ini, gue bikin sesimple mungkin tahap tahapnya tanpa mengabaikan urusan rasa. Misalnya bagaimama menggunakan bumbu dalam semua proses. Baik bumbu untuk merebus, menumis atau bumbu kuahnya Gue bikin all in aja. Sampai gue niat bikin video tutorialnya di youtube. Biar followers yang suka komen dan nanya di DM lebih gampang ngepraktekin. Selagi bisa berbagi kenapa ga ya kan.

Kalau kalian mau mencoba resep sate padang gue ini, bisa klik video di bawah. Cuma ya itu, videonya masih amatiran. Modal handphone doang. Hehehe…

Tradisi Menyantap “Kräftor” di Bulan Agustus

Bulan Agustus adalah saatnya menyantap Kräftor atau udang karang di Swedia. Tradisi menyantap kräftor yang mirip lobster mini ini dikenal dengan istilah Kräftskiva atau pesta menyantap udang karang (crayfish). 

Lalu mengapa harus di bulan Agustus? karena kräftor di Swedia baru boleh dipanen di bulan Agustus. Konon sebelum bulan Agustus, kulit kräftor belum sempurna mengeras. Jadi waktu terbaik memanen atau memancing udang ini ya di bulan Agustus. Selain itu masih ada alasan lainnya. Alasan yang paling mendasar mengapa tradisi kräftskiva dilakukan di bulan Agustus.

42498167570_e64cebc424_o

Jadi begini, kräftor yang berasal dari seluruh danau di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Kenapa eksklusif? karena harganya sangat mahal. Perkilonya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah.  Lantas mengapa bisa mahal? Nah, inilah awal mulanya.

Jadi ternyata, kräftor yang hidup di danau Swedia tidak boleh dipancing sembarangan. Baik dari segi waktu maupun orang yang akan memancing. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran akan musnahnya populasi udang karang di Swedia. Kekhawatiran mana sudah ada sejak tahun 1800an. Aturan yang diawali dengan larangan memancing kräftor di Hjälmaren, sebuah danau di Swedia. Kemudian selang beberapa tahun kemudian, larangan ini berlaku pula untuk semua danau yang ada di wilayah Swedia.

44305677401_17966726d8_o

Selain hanya boleh dipancing di bulan Agustus, kemudian dikeluarkanlah kebijakan baru tepatnya di tahun 2014 silam, yang menyebut hanya pemancing profesional dengan ijin khususlah yang boleh memancing kräftor di Swedia. Sedangkan kalangan publik hanya diperbolehkan di saat weekend tertentu. Itupun jamnya sudah ditentukan dari pukul berapa ke pukul berapa.

30438757628_919b11bc1f_o

42498167900_47e5043e7e_o

Itulah sebabnya kräftor di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Karena untuk mendapatkan udang ini tidaklah mudah. Sekalinya dapat, ya harganya mahal.

Untuk memenuhi kebutuhan akan kräftor, akhirnya pemerintah Swedia mengimport kräftor dari negara lain seperti Cina, Turki dan Spanyol. Harganya jauh lebih murah. Sekitar 200 atau 250 sek perkilonya atau setara 400 ribu rupiahlah kurang lebihnya. Sementara kräftor asal Swedia, perkilonya bisa mencapai 700 sek atau setara 1, 1 juta rupiah. Beda banget kan selisihnya.

29369989787_a73d737b63_o

Begitupun, kebanyakan warga Swedia lebih tertarik menyantap kräftor di bulan Agustus. Karena sudah melekat dengan tradisi Kräftskiva tadi. Mereka juga menganggap bahwa kräftor yang berasal dari danau di Swedia adalah yang the best. Meskipun tak sedikit dari mereka yang harus rela menyantap kräftor import. Uang bisa menjadi kendala bukan? Yang penting tradisi makan kräftor di bulan Agustus tetap berjalan broooo! Hahahaha.

Jadi jangan heran, jika di bulan Agustus warga Swedia akan mengadakan pesta makan bersama dengan menu utama kräftor di atas meja. Gue dan suami beberapa kali diundang makan oleh teman dan kerabat dengan hidangan kräftor ini. Awalnya gue berasa ribet aja. Banyakan nyampah daripada dagingnya. Tapi dibalik daging yang sedikit itulah sensasinya. Ibarat makan kepitinglah. Riweh tapi nikmat. Walaupun buat gue pribadi rasanya lumayan asin.

44305677401_17966726d8_o

Kräftor biasanya disantap dalam kondisi dingin. Disantap dengan roti, cheese, beer atau minuman alkohol lainnya. Sebelumnya kräftor harus melalui proses boil di suhu yang tinggi, dicampur garam dan rempah dill segar berikut mahkota bunganya.

Karir Ngebaking Kali Ini: Membuat Puff Pastry

Judullllllnya tolong dikondisikan ya……Karir Ngebaking????? Haha……(sejuta kali).

Jadi sebenarnya sudah lama pengen bikin puff pastry. Berhubung hawa hawanya masih musim panas, jadi agak malas. Tapi kalau nunggu musim dingin kok ya nanggung. Gue pengen ngemil cheese stick. Sebenarnya bisa sih beli adonan puff pastry siap jadi di supermarket. Cuma gue kan gitu mak. Doyan yang ribet. Rajin banget gue. Hahaha.

BFD73D80-C429-4406-A1B7-3DD832D83539

Singkat cerita, akhirnya beberapa hari lalu gue bikin puff pastry. Dan beneranlah, lumayan kewalahan ketika menggilas dan melipat adonannya. Berhubung masih musim panas, sehingga adonan jadi cepat lembek. Bolak balik masuk kulkas biar adonan bisa rileks kembali.

A5BF490C-9894-4C93-A27D-7CDC4933AA20

Akhirnya folding adonan puff pastry butuh waktu lumayan lama. Setiap folding, adonan harus gue masukin dan keluarin kulkas. Kalau dilakukan pas musim dingin, kemungkinan besar proses menggilas dan melipat ini bisa dilakukan lebih dari sekali. Paling ga dua kalilah baru masuk kulkas.

D1ECAC03-8F29-4677-B1BD-0A9F543434D2

2162F76C-1F9D-487C-B8B2-535F2CD0622F

Resep puff pastry yang gue pake ini lebih simple jika gue bandingkan dengan resep puff pastry kebanyakan. Resep ini ga perlu membuat adonan kulit secara terpisah. Jadi tepung langsung dicampur dengan garam, butter dan air. Udah gitu aja.

Sejujurnya sejak berhasil bikin croissant beberapa waktu lalu, gue jadi lebih pede pas bikin puff pastry ini. Setidaknya ketika folding adonan uda ga terlalu gugup. Uda lebih nyantai. Cepat peka ketika adonan mulai lembek. Kapan harus masuk kulkas. Jadi ga monoton harus melihat resep. Namanya juga tergantung suhu ruang.

A74C8B13-26BA-406D-B3F5-5B59B5997DE4

Sebenarnya bikin puff pastry itu menurut gue relatif tidak sulit kok. Dari segi bahan pun ga banyak macam. Cuma tepung, garam, air dan butter. Terus proses pembuatannya juga relatif simpel. Menggilas kemudian melipat. Artinya hanya mengulang tindakan yang sama. Cuma karena adonan harus keluar masuk kulkas, jadi berasa lama dan ribet (terutama kalau orangnya ga sabaran). Kalu gue pribadi sih, karena memang hobby baking, ya gue tinggal aja sambil ngerjai yang lain.

Bedeweiiiii, resep simple puff pastry ini sudah gue share di instagram @dapursicongok. Untuk memudahkan tinggal cari hestek #reseppuffpastrydsc atau #puffpastrydsc. Bebas intipppp tanpa wajib difollow. 

Di tulisan ini gue cuma mau pamer aja. Tepatnya pamer foto. Salam baking pemirsah!

BB5F6C43-8F19-410C-8E2D-4576744798E4

Smögen, Wisata Menarik di Kawasan West Coast Swedia

Beberapa tahun lalu, suami pernah mengajak gue untuk menghabiskan liburan musim panas ke wilayah west coast di Västra Götaland propinsi Bohuslän Swedia. Tepatnya tidak begitu jauh dari Smögen, salah satu tempat wisata terkenal di propinsi Bohuslän.

Kebetulan suami mendapat tawaran penginapan dari perusahaan tempat dia bekerja. Tawaran penginapan dengan harga yang relatif murah. Mumpung ada penginapanlah menurut suami. Secara untuk mendapatkan penginapan di Smögen dan sekitarnya rada rada susah. Lumayan turistik.

IMG_6140.jpg

FFD1E5FF-31AC-4176-81CE-D98136D7D09C

IMG_6116

Cuma waktu itu gue belum terlalu tertarik berlibur ke kawasan west coast ini. Mending ke luar negeri. Rumput tetangga selalu lebih menggiurkan toh.

Sebenarnya tahun ini pun kami tak ada rencana mengunjungi Smögen. Idenya muncul begitu saja. Jadi beberapa waktu lalu, ceritanya kami lagi menghabiskan weekend di Norwegia. Berhubung karena satu hal dan alasan lain, rencana kami mengunjungi salah satu objek wisata alam di Norwegia batal. Tepatnya kami batalkan.

IMG_6136

IMG_6135

Sebagai gantinya, kami memutuskan pulang ke Swedia dengan melewati kawasan west coast Swedia. Hitung hitung sekalian merayakan wedding anniversary.

Dan singkat cerita, kami tiba di propinsi Bohuslän. Kota pertama yang kami singgahi adalah Grebbestad. Dan tanpa menunggu lama, hati gue langsung kepincut. Ternyata Swedia punya wajah lain. Bukan cuma hutan. Gue pernah melihat laut di bagian selatan Swedia, tapi kawasan west coast ini beneran seperti melepas rindu gue akan nuansa mediterania. Walau masih jauh dari kata mirip. Paling ga aura dikit dikitnya adalah. Hahaha.

IMG_6067

Jadi sejujurnya nih, belakangan ini gue lagi pengen banget liburan di sekitar pantai laut nuansa mediterania. Atau paling ga yang mirip mirip gitulah. Mirip dikit juga ga apa. Secara gue tinggal di daerah hutan kan. Kaga ada lautnya. Kalaupun ada air, paling aliran air danau atau sungai.

41887412170_164eebdff9_o.jpg

Makanya begitu melihat west coast di Swedia, gue beneran sumringah. Dibilang indah luar biasa sih ga juga ya. Kemungkinan besar penyebab kegembiraan gue ya karena bisa melihat wajah laut yang belakangan ini sedang gue idamkan. Wajah laut Mediterania. Dan itu ada di Swedia. Meski terkesan kalau gue terlalu memaksakan. Wong tidak sama. Tapi imajinasi yang terlalu memaksakan itu berefek positif. Mood gue jadi gembira. Gue menikmati liburan dengan sukaria.

Apalagi baru kali ini berkunjung ke kawasan west coast di Swedia. Intinya gue tidak menyangka kalau Swedia punya wisata sekitaran west coast yang lumayan menarik. Alhasil gue gampang terwooooow.

41887412670_b8e17c3334_o.jpg

Sangkin sukanya, imajinasi gue terseret entah kemana. Pas melihat barisan rumah kayu yang dominan berwarna putih, langsung mikir kok mirip rumah di pantai Amerika ya. Padahal ke Amerika aja belum pernah. Duh…plis ya bu, daya khayalnya dikondisikan. Imajinasi yang ga nyambung sama sekali. Hahaha.

Tapi beneran, rumah rumah di kawasan west coast Swedia mostly berwarna putih. Sangat berbeda dibanding rumah rumah di sebagian besar wilayah country side Swedia yang cenderung berwarna merah. Swedia berasa USA. Tuhhh kan ngaco lagi. Hahaha.

IMG_6159.jpg

IMG_6155.jpg
Grebbestad

Trus ya, melihat cafe restorannya pun nyenengin. Padahal kalau dipikir ga jauh beda dengan restoran di Dalarna tempat gue tinggal. Rumah kayu juga. Barangkali karena scenerynya beda. Berasa di kampung nelayan. Ada di sekitar air laut. Jadi seperti melihat hal baru.

Menyantap makanan di atas balkon kayu sambil menatap aliran air laut, melihat hilir mudik kapal layar dan boat, lalu lalang manusia juga. Biarpun ramai tapi tak membuat pusing kepala. Gue sangat menikmatilah. Sukak!

IMG_6152.jpg

IMG_6147.jpg
Sukaaaaaak

Dari Grebbestad, kami memutuskan mencari penginapan. Dan baru kali inilah kami lumayan susah mencari penginapan selama berlibur di Swedia. Penuh semua. Sampai sampai tak sedikit yang menulis penginapan sudah full. Sempat mikir bakal tidur di mobil.

CB21054D-521A-4B4B-8B69-A1A438A18918
Balkon penginapan dengan view kece

Sampai akhirnya, keberuntungan masih berpihak di tangan kami. Kami mendapat kamar kosong di salah satu B&B dengan view yang lumayan kece. Meski kamar yang tersedia tidak begitu luas, tapi ada kitchen set, meja kecil dan kamar mandi dalam. Uda gitu pemilik penginapan sangat ramah. Ruangan juga bersih, ruangan breakfastnya luas, sofa dan kursi di balkon banyak. Cuma ya itu, harga permalamnya menyamai harga hotel. Dimaklumi.

IMG_6139

Malamnya kami memilih dinner di daerah Hamburgsund, tak jauh dari penginapan. Untungnya kami datang di jam yang tepat. Masih dapat meja. Menghadap laut pula. Makan malam di saat musim panas itu serasa makan siang. Matahari tetap terang. Habis bersantap, kami masih punya banyak waktu menikmati sunset. Malam itu malamnya kami. Sayaaaaaa cintah!

Dan ketika tiba di Smögen, dari atas jembatan terlihat pulau pulau dengan bangunan rumah yang lagi lagi dominan berwarna putih. Berbaris rapi dari atas ke bawah. Cantik banget.

IMG_6065

IMG_6063.jpg

Begitu kami mendekat, semakinlah gue jatuh cinta melihat bangunan rumah rumahnya. Mirip rumah di majalah. Rumah rumah yang menghadap laut. Ahhhhh ayok pindah ke sini bang! Rumah rumah ini berdiri di tebing batu. Dari atas ke bawah gitu. Cakeplah!

41883907910_9ff529d7dd_o.jpg
Cinta dengan rumah rumah ini

Jarak masing masing rumah sangat berdekatan. Mostly terpisah gang kecil. Bahkan beberapa rumah terpisah oleh sisa halaman yang sangat sedikit. Jadi jalanannya seperti meraba raba gitu. Sekilas batasan arahnya kurang jelas tapi ternyata gampang ditelusuri. Melewati beberapa anak tangga juga. Percaya deh, rumah rumahnya gemesin banget. Saling berdekatan tapi jauh dari rasa sumpek.

IMG_6097

IMG_6107

IMG_6089

Beda banget dengan desa gue yang jarak satu rumah ke rumah lain lumayan berjauhan dan rata rata memiliki halaman luas. Okelah, di beberapa kota memang ada rumah yang saling berdekatan. Tapi rumah komplek. Kurang asik dilihat. Kalau di Smögen ini beda. Mungkin karena naik turun gitu ya susunan bangunan rumahnya.

IMG_6092

IMG_6078
Deretan rumah warna warni ini merupakan gudang penyimpanan boat/kapal

Nah, di Smögen ada satu tempat yang dikenal dengan Smögenbryggan. Bisa dibilang iconicnya Smögen ya Smögenbryggan ini. Kalau mau melihat bangunan rumah kayu warna warni yang mengapung di atas air, di Smögenbryggan inilah tempatnya. Rumah kayu yang sekilas terlihat melekat ke batu batu besar di sekitarnya.

43695578301_6d5c07884b_o
Toko souvenir

Jadi kalau searching smögen di Google, maka rumah warna warni ini yang kebanyakan muncul. Rumah kayu mana yang rata rata berfungsi sebagai gudang kapal.

IMG_6070

Banyak sekali boat kecil hingga boat besar terpakir di depannya. Selain turis lokal, turis asal Norwegia, Denmark dan Jerman juga banyak yang berlayar ke sini. Sayangnya kami tak lama di Smögen. Gue berjanji akan kembali ke sini. Kelak dan semoga.

Untuk melihat video Smögen, bisa klik video di bawah ini.

Akhirnya Melihat Heddal Stave Church Norwegia

Pernah mendengar sebutan Stave Church? Itu loh, gereja kayu yang konstruksi kayunya dibangun secara vertikal (tegak berdiri). Stave church bisa ditemui di beberapa negara Nordik dan Eropa Utara. Tapi dipercaya jika Skandinavia adalah negara pertama yang memiliki bangunan gereja seperti ini.

Norwegia adalah sarangnya bangunan bangunan stave church di dunia. Banyak banget. Mencapai ratusan. Dan rata rata umurnya aji gile. Bisa mendekati 1000 tahun. Bayangin, seribu tahun untuk level bangunan kayu loh. Bukan gereja yang terbuat dari bahan batu seperti kebanyakan gereja gereja di wilayah eropa.

IMG_5732 (1).jpeg

Jauh dari bangunan gereja bergaya gothic dan baroque sudah pasti, karena tampilan stave church di bumi viking ini justru mirip rumah tradisional.  Sebagian besar terlihat seperti segi tiga yang menjulang tinggi.

Jika dilihat dari jauh, atap bangunan dan beberapa sisi dinding menyerupai sisik ular. Jadi jangan heran jika di beberapa tower bangunan stave church yang sudah sangat sangat berumur, memiliki hiasan berbentuk kepala naga atau sejenis kepala binatang (gue ga tau pastinya binatang apa).

IMG_5710
Lihat atap dan dinding bagian atasnya. Mirip sisik ular.

Gue pernah membaca sebuah artikel traveling. Gambarnya memperlihatkan keindahan wisata alam Norwegia. Ada stave church di dalam gambar itu. Perpaduan yang bagus. Landscape dan stave church. Alhasil banyak pembaca di tanah air yang bertanya, apakah daerah itu beneran ada atau cuma editan.

IMG_5159.jpeg

IMG_5149.jpeg

Dan gue mau memastikan jika gambar itu benar adanya. Karena di Norwegia memang lumayan mudah melihat bangunan bangunan stave church yang berdiri elok diantara scenery yang indah. Stave church menjadi salah satu destinasi terkenal di Norwegia.

IMG_5691.jpg

IMG_5731.jpg

IMG_5729.jpgDari sekian banyak stave church terkenal di Norwegia, Heddal Stave Church merupakan salah satunya. Berada di daerah Heddal Notodden, Propinsi Telemark, Heddal Stave Church merupakan stave church terbesar di Norwegia dan satu satunya stave church yang memiliki tiga menara sekaligus. Dari Oslo hanya butuh satu jam berkendara.

E9E16F85-1B7D-4738-A4DC-BAE555F73C36.jpeg

Meski bukan kali pertama mengunjungi Norwegia, tapi baru tahun inilah kami berkesempatan melihat Heddal Stave Church. Akhirnya rasa penasaran gue terhadap gereja ini terjawab sudah. Gereja yang unik dan cantik.

IMG_5157.jpeg

Heddal Stave Church pertama sekali dibangun sekitar abad ke 13. Karena kondisinya yang semakin buruk, pada tahun 1950an, seluruh bangunan gereja pernah dibongkar total untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah itu kayu kayu dipasang kembali seperti semula.

Aroma kayu tua sangat tajam menyambut kami ketika memasuki gereja. Suasana di dalam gereja sangat jauh dari kesan gemerlap layaknya gereja gereja kebanyakan di eropa. Gue lumayan terkesima dengan dinding gereja yang dipenuhi lukisan yang sudah mulai pudar. Wajar saja, hampir seribu tahun. Lukisan mana sekilas mirip wallpaper.

IMG_5718.jpg
Dalam gereja. Lukisan yang mulai memudar di dindingnya sekilas mirip wallpaper.

Heddal Stave Church ternyata memiliki cerita legenda. Jadi konon, ada lima orang petani asal Heddal yang ingin membangun gereja di desa mereka. Suatu hari, Raud, salah satu dari lima orang petani tersebut bertemu dengan orang asing.

Singkat cerita, si orang asing tersebut bersedia membangun gereja hanya dalam tempo 3 hari. Tapi dengan catatan, sebelum gereja selesai dibangun, Raud harus memenuhi satu syarat dari tiga syarat yang diajukan.

  • Mengambil bulan dan matahari dari langit
  • Mempersempahkan darah dan nyawanya
  • atau menebak nama si orang asing tadi.  

IMG_5711.jpeg

IMG_5702.jpg

Raud pun memilih syarat nomor 3 karena dianggapnya bukanlah syarat yang terlalu sulit dan berbahaya. Menebak nama.

Pembangunan gereja pun dimulai. Dan sesuai janjinya, orang asing itu sepertinya berhasil membangun gereja hanya dalam tempo tiga hari. Raud akhirnya ketakutan karena belum bisa menebak siapa nama orang asing tersebut.

IMG_5706.jpg

Hingga tanpa disengaja, ketika Raud menebak nebak nama si orang asing sambil berjalan di sebuah lahan luas, tiba tiba dia mendengar suara wanita yang sedang bernyanyi. Dalam nyanyian tersebut, Raud mendengar sebuah nama disebut.

“Hei anakku, besok Finn akan membawakanmu bulan dan matahari, juga jiwa manusia, dan itu akan menjadi mainan yang menyenangkan buatmu” (kira kira artinya begitu). 

IMG_5731.jpg

Mendengar nyanyian itu, Raud menyadari jika si orang asing tersebut adalah seorang Troll. Esok harinya, Raud bertemu dengan si pria asing. Mereka berjalan ke arah gereja. Dan tanpa membuang waktu, Raud langsung memegang salah satu pilar gereja dan berujar “Hei Finn, sepertinya pilar gereja ini kurang lurus”.

Mendengar namanya disebut, si pria asing langsung kaget. Ternyata Raud bisa menebak namanya. Dia pun berbegas marah meninggalkan Raud. Konon, si pria asing yang tak lain merupakan troll dipercaya tinggal di Svintru, sebuah kawasan pegunungan di Norwegia. Ceritanya menarik juga ya. Serasa baca cerita dongeng.

IMG_5725.jpg

Heddal Stave Church berdiri di sekitar scenery yang lumayan mampu mengacuhkan suhu panas kala kami berkunjung. Panas yang nyaris membuat meleleh. Hamparan ladang gandum yang menguning, rumah rumah kayu, alam pedesaan dan pemandangan kuburan di sekitar yang justru menjadi daya tarik lain dari bangunan gereja. Tak berasa horor sama sekali.

Tak jauh dari gereja, pengunjung bisa naik ke atas bukit dimana terdapat open air museum. Bisa duduk santai di sebuah rumah kayu sambil menyantap ice cream atau sepotong cake. View di sekitar open air museum juga lumayan menarik.

IMG_5737
Open air museum tak jauh dari Heddal Stave Church.

Norwegia tak hanya lekat dengan aurora borealis, fyord, terowongan gunung, trolls, farm mountain yang indah, tapi wisata negara ini juga sangat lekat dengan ratusan stave church yang unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

IMG_5746

IMG_5226

Jika ingin melihat tampilan lain dari stave church di Norwegia dan bisa membuat kamu takjub, coba klik di SINI