Mengunjungi “Little Venice”nya Gran Canaria, di Canary Island

*Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang Selayang Pandang Canary Island dan Eksotik Gurun Pasir di Playa Del Ingles*

Sebelum gue dan suami berangkat, kami menerima sebuah email dari Ving, travel company yang melayani jasa holiday ke Canary Island. Di email tersebut, mereka menawarkan beberapa wisata tour menarik yang ada di pulau Gran Canaria, Canary Island.

Setelah membaca teliti mulai dari hari, lama tour hingga yang paling penting urusan harga tentunya (cocok ga dikocek), kami memutuskan memilih tour selama tiga hari berturut turut. Alasan untuk mengikuti tour ini tak lain dan tak bukan, karena suami malas harus ngerental mobil atau nyetir. Lebih santai dan efisien menurut dia. Apalagi lokasi wisata yang ditawarkan memang lumayan jauh. Bisa satu jam perjalanan bahkan lebih.

Lagipula, waktu yang disediakan Ving untuk satu paket tour relatif santai dan ga buru buru. Maksudnya ga sekedar turun dari bus, foto selfie dan belum sempat liat apa apa udah naik bus lagi. Ini waktunya lumayan banyaklah.

IMG_8361
View selama perjalanan

Tour pertama yang kami ikuti adalah mengunjungi Puerto De Mogan, sebuah desa nelayan kecil yang famous di Gran Canaria. Rasa rasanya jika ke Gran Canaria sepertinya kudu ke sini deh. Soalnya selain Ving, semua brosur paket tour yang gue lihat, baik dari hotel maupun agen agen yang suka membagikan brosur, selalu menawarkan wisata ke Puerto De Mogan. Seperti wilayah lainnya, Puerto De Mogan juga punya Playa atau pantai bernama Playa De Mogan.

Berangkat sekitar pukul 8 pagi, kami harus berjalan kaki menuju hotel lain dimana bus akan menjemput kami. Ga jauh sih. Bus tidak menjemput satu persatu penumpang ke hotel. Karena masing masing penumpang menginap di hotel yang berbeda. Sepertinya untuk efisiensi waktu kali ya. Ga masalah sih harus jalan. Cuma tetap aja busnya telat 15 menit. Beberapa penumpang termasuk suami, saling bercanda terkait bus yang telat ini. Wajarlah, telat 15 menit lumayan berasa buat orang orang yang tinggal di negara dengan disiplin ontime yang tinggi.

IMG_8362
View selama perjalanan

Satu yang gue suka di setiap tour di Gran Canaria, Canary Island adalah hampir semua view yang dilewati ga ngebosenin. Buat gue sih cakep. Ya kotanya maupun luar kotanya. Seperti perjalanan ke Puerto De Mogan misalnya, view laut, gunung sampai bangunan bangunan yang memenuhi lereng tebing semua menyajikan keindahan yang berbeda. Gue suka!

Ada satu hal yang lumayan menarik perhatian gue. Ternyata dulu banget nih, orang orang di Gran Canaria menanam tomat tepat di bibir gunung yang tanahnya gersang dan sangat kering. Dan lahan gunungnya itu luasssssss banget. Ya kalau dipikir pikir sih, Spanyol memang dikenal mampu menghasilkan produk pertanian yang lumayan banyak untuk kalangan Eropa sekitarnya kan.

Cuma saat ini menurut info si guide, budi daya tomat di kawasan gunung tersebut sudah tidak ada lagi. Sumber airnya konon sudah habis. Kurang lebih gitu deh yang gue simpulkan. Mudah mudahan ga salah. Jadi untuk saat ini, budi daya tomat dikembangkan di area yang mirip green house.

IMG_8356.jpg

Begitu sampai di Puerto de Mogan, kami langsung turun dan menuju pelabuhan Marina. Pelabuhan yang digadang gadang sebagai “Little Venicenya” Gran Canaria di Canary Island. Berhubung gue belum pernah ke Venice dan cuma tau dari media sosial saja, jadi secara jelas gue ga bisa bandingin dimana kemiripannya.

IMG_8480
Ahhh..suka sekali

IMG_8482.jpg

IMG_8485

Tapi, terlepas dari julukan tadi, entah mengapa karena memang cuma sebuah desa kecil, atmosfir Puerto De Mogan itu menyajikan nuansa semi romantis. Apalagi nih, bangunan bangunan  rumah di sekitar pelabuhan membuat gue jatuh cinta. Lorong kecil, bangunan serba putih dan jejeran bunga Bougenville  yang menjuntai ke bawah dengan warna warna yang cerah. Sepertinya bunga ini secara tidak langsung menjadi ciri khas bangunan dan lorong di sana.

Puerto De Mogan, tadinya tidak memiliki pelabuhan. Lokasi desa yang tepat berada di pinggiran lautan Atlantik, mengakibatkan desa ini selalu menerima hempasan ombak yang sangat besar. Sehingga tak ayal, pemerintah kota setempat pun berinisiatif membangun pelabuhan dengan extra usaha.

Dengan cara memasang batu batu buatan berukuran besar dan tembok tinggi di beberapa titik air laut, yang tujuannya untuk bisa menahan dan menghalau ombak besar tadi. Proyek pengerjaan pelabuhan ini dilakukan mereka dengan salah satu alasan, yakni agar turis semakin banyak datang ke Puerto De Mogan. Dan itu berhasil. Karena usaha pengerjaan pelabuhan yang tidak mudah inilah, Marina Harbour mendapat penilaian dengan reputasi terbaik di mata turis. Dan cerita di balik pembuatan pelabuhan ini pun akhirnya menjadi nilai jual wisata di Puerto De Mogan.

IMG_8359
Puerto De Mogan dari ketinggian. Pelabuhan Marina tepat di atas laut Atlantik itu

Jika melihat gambar di atas, terlihat sebuah kawasan seperti berbentuk kotak. Nah, itulah pelabuhan Marina. Lebih jelas, bisa lihat video di akhir tulisan ini ya.

IMG_8477

IMG_8465

IMG_8507

IMG_8469

IMG_8473

IMG_8470
Pelabuhan Marina

Berjalan di sekitar pelabuhan lumayan menyenangkan. Airnya itu loh. Bening banget. Sampai sampai gue bisa melihat ikan berenang dalam jumlah yang lumayan banyak. Ihhh gemes. Pengen digoreng, trus disantap pakai sambel terasi. Nyossss.

IMG_8494.jpg
Ikannyaaaaa!
IMG_8493.jpg
Playa De Mogan
IMG_8463
Playa De Mogan
IMG_8462
Playa De Mogan

Ada satu hal yang menjadi keunikan lain dari desa nelayan ini. Setiap hari Jumat, mereka akan mengadakan pesta “Pasar Tradisional” atau Traditional Market yang besar. Nyaris sepanjang Puerto De Mogan ada pasar tradisionalnya. Mulai dari ujung pelabuhan sampai ke centrumnya. Dan ini menjadi salah satu kegiatan iconic Puerto De Mogan.

Maka tak heran, karena kegiatan Pasar Tradisional inilah, tour to Puerto De Mogan rata rata diadakan di hari Jumat. Cuma namanya Pasar Tradsional, sepanjang yang pernah gue lihat, ya gitu gitu aja sih bentuknya. Barang yang dijual pun hampir sama.

IMG_8468.jpg
Traditional Market
IMG_8498
Boulevard di sekitar pelabuhan
IMG_8466
Jalanan di sekitar pelabuhan

Tour yang kami ikuti ini lumayan enak. Kita tidak harus mengikuti si guide seharian. Jadi dia hanya menjelaskan secara garis besar tentang Puerto De Mogan, dan membawa kami langsung ke pelabuhan Marinanya. Sehabis itu, bebas. Mau melihat apa terserah. Asal ketemu lagi di Bus pukul sekian.

Buat gue sih cocok sistemnya. Karena gue kurang suka juga terus menerus harus ngekori guide. Kurang bebas. Yang penting kendaraannya sudah jelas ada yang menjemput dan mengantar pulang. Tour ini juga sudah masuk paket makan.

Lebih jelasnya, silahkan klik link video di bawah aja ya.

See you in my next story

Salam dari Swedia

“Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”

IMG_8501
Suka backroundnya

Siomay Bakso Goreng

Bingung mau namai apa. Dibilang bakso boleh, Siomay juga boleh. Karena bahan yang gue gunakan memang mirip membuat Siomay. Jadi karena bentuknya bulat, gue gabung aja deh jadi Siomay Bakso. Hahaha.

IMG_8318

Ini enak sih, menurut gue ya. Gurih dan berasa banget rasa daging ayam dan udangnya. Ngebuatnya gampang bangetlah. Tinggal cemplungin aja semua.

IMG_8332

Bahan Siomay:

  • 500 gr daging ayam giling
  • 250 gr udang segar (haluskan)
  • 15 gr daun bawang, iris tipis
  • 1 butir telur
  • 1 sdm tepung maizena
  • 1 1/2 sdt merica bubuk
  • 1-1 1/2 sdm minyak wijen
  • Garam secukupnya
  • Sedikit penyedap (optional)
  • Minyak untuk menggoreng

Bahan Saos Kacang:

  • 85 gr kacang tanah yang sudah digoreng
  • 50 ml minyak jagung (bisa minyak lain juga)
  • 2 siung bawang putih dan 3 siung bawang merah
  • 1 sdm gula merah iris
  • 2 sdm kecap manis
  • 300 ml air (kekentalan sesuai selera)
  • 3 lembar daun jeruk nipis
  • Minyak untuk menumis

Pelengkap :

  • Jeruk limau
  • Sambel rawit
  • Saos
  • Bawang goreng

1C3E513E-A902-401E-8858-C4E6FB6F05BC

Cara membuat:

  • Campur semua bahan Siomay menjadi satu. Saran gue, daging dan udang usahakan benar benar dingin agar pas diaduk tidak lembek.
  • Lalu bentuk seperti bakso
  • Goreng di minyak panas dengan api sedang, setelah berubah warna angkat dan sisihkan.
  • Kalau mau digoreng pake lapis tepung yang diberi air, bubuk merica dan bawang putih juga boleh.
  • Untuk saos kacang, tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan
  • Tumis di api kecil
  • Tambahkan daun jeruk ke tumisan
  • Lalu beri air
  • Kemudian masukkan kacang yang sudah dihaluskan
  • Aduk pelan hingga rata
  • Lalu masukkan kecap dan gula merah
  • Biarkan sampai air berkurang dan mengental berminyak
  • Beri sedikit garam (tes rasa dulu)
  • Lalu sajikan Siomay dengan taburan saos dan bahan pelengkap.

IMG_8333 (1)

88F8CFA7-42A4-47D0-B95A-646C35451279

SELAMAT MENCOBA

Salam dari Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi ajheris.com”

Trip to Canary Island : Playa Del Ingles dan Indahnya Gurun Ala Sahara!

Selayang Pandang tentang Canary Island sudah ada di tulisan gue sebelumnya. Kali ini gue akan menulis sedikit lebih detail tentang salah satu tempat yang gue dan suami singgahi di Canary Island.

Gue dan suami berangkat ke Canary Island pada tanggal 5 April 2017 beberapa waktu lalu. Kami membooking tiket, hotel dan pesawat melalui Ving, travel company yang melayani jasa holiday ke Canary Island. Melalui travel company inilah, kami bisa terbang tanpa harus jauh jauh ke Arlanda Stockholm. Cukup ke bandara udara terdekat di kota Borlange Dalarna.

IMG_8084.JPG

h.jpg
Salah satu sudut kota Playa Del Ingles

Dengan bantuan teman baik suami yang bersedia mengantar kami ke bandara, kami berangkat menjelang siang dan masih sempat lunch di kota Borlange. Setibanya di bandara, ga pake lama kami langsung check in.

IMG_8104.JPG

Sambil menunggu boarding, gue melihat semua orang di cafe bandara dipastikan warga Swedia. Dan rasa rasanya pun, dipastikan lagi mereka memang hendak liburan. Atmosfir “Welcome Holiday” sudah sangat berasa. Orang Swedia yang gue kenal sebagai penggila kopi pun, nyaris lupa kalau kopi adalah minuman kegemaran mereka. Sepertinya, awal perjalanan liburan ini bagi mereka lebih cocok dimulai dengan sebotol bir. Jadi semua meja penuh dengan bir. Kelihatan banget senang senangnya. Skål!

IMG_8101.jpg
Ketemu kejadian tidak mengenakkan di kawasan shopping center di dekat centrum ini. Akan gue tulis di bagian  scammer.

Tepat pukul 15.30 waktu Swedia, kami pun take off. Oh God, betapa perut gue kram selama penerbangan. Yang tiba tiba kena migranlah, sendi sendi kok kayanya ngilu, diajak ngomong suami marah, maunya diam aja menikmati stress. Aneh banget. Dikit dikit lihat jam tangan, trus ngomong dalam hati “ngapai harus ke Canary Island sih ampe terbang 5 jam lebih gini”.

IMG_8103.jpg

Sampai makan pun ga selera. Pokoknya benar benar depresi. Ampe mau nangis setiap turbelensi dan peringatan lampu sabuk pengaman. Sekalipun disebut turbelensi adalah hal yang wajar di dunia penerbangan, tetap aja ga ngaruh dan malah memicu syndrom gue. Cuma lagi lagi gue mikir, tenang Len, kan dirimu mau senang senang. Paling ga, dirimu sejenak melupakan setrikaan dan tang ting tung kuali di dapur.

IMG_8098.jpg

IMG_8105.jpg

Kami tiba di Las Palmas Airport sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Swedia beda satu jam lebih awal. Cuaca masih lumayan terang. Begitu bagasi beres, kami langsung bertemu perwakilan dari Ving. Langsung cek nama dan hotel, beliau pun menunjuk bus yang kami harus naiki.

IMG_8163.jpg

IMG_8082.jpg

Driver busnya agak nyebelin. Ga ada manis manisnya. Ngomongnya sedikit galak. Ga tau sih, apa memang karakternya begitu. Yang jelas namanya penumpang tetap aja kurang nyaman. Mana mood gue masih berantakan pula. Dan benar saja, nyetirnya kencang banget. Ampe suami yang jarang complain itu pun sedikit pasang muka bete. Hahaha.

IMG_8154.jpg

Berhubung di pesawat makanan ga gue sentuh sama sekali, jelas dong gue lapar. Sesampainya di hotel kami langsung berinisiatif cari makan. Dan ternyata cafe restoran masih banyak yang buka. Rata rata sampai pukul 12 malam. Kami masuk ke sebuah restoran bernuansa Brazil. Dan malam itu pun titik awal kami menikmati liburan di Canary Island. Yipiiii!

IMG_8157.jpg
IFA Dunamar Hotel. Salah satu iconic di Playal Del Ingles

Dari tujuh atau delapan pulau besar yang dimiliki Canary Island, kami memilih Gran Canaria, sebagai salah satu pulau terbesar di Canary Island setelah Tenerife. Di pulau Gran Canaria inilah terdapat kota Las Palmas, yang sekaligus  menjadi satu dari dua ibukota yang dimiliki kepulauan Kanaria (Canary Island).

IMG_8171 (1).JPG

Sebagai ibukota Canary Island, tentu saja  pembangunan infrastruktur lumayan berpusat di Gran Canaria, terutama di kota Las Palmas. Mulai dari jalanan yang oke, penataan kota yang indah, hotel dan cafe restoran dimana mana, hingga shopping center.

Selain Las Palmas dan Puerto Rico, Playa Del Ingles adalah salah satu resort  yang menjadi pusat tujuan wisata di Gran Canaria. Playa Del Ingles sendiri termasuk dalam wilayah kota Maspalomas. Pantainya indah karena memiliki bibir pantai yang luas. Bangunan hotel sangat banyak berjejer rapi di kawasan ini. Dan lokasinya rata rata tidak begitu jauh dari pantai.

IMG_8096.jpg

IMG_8070.jpg

IMG_8115.jpg

Berjalan di sekitar tepian pantai jangan kaget jika melihat banyak wisatawan yang berlalu lalang dan tiduran tanpa mengenakan pakaian alias naked. Cuma kawasan pantai sudah dibagi atas dua kelompok. Yang satu untuk kalangan Nudis dan satunya lagi Non Nudis. Terus terang, gue risih sih. Jangankan gue, suami gue yang notabene bule pun lumayan risih. Apalagi, ada beberapa wisatawan yang tetap naked dan memilih tempat berjemur di kawasan Non Nudis (campur dengan anak anak).

IMG_8153.JPG

IMG_8111.jpg

IMG_8085.jpg
Kawasan pantai ini bukan untuk Nudis. 

Apalagi Playa Del Ingles juga memiliki kawasan Gurun Pasir ala ala Sahara yang lumayan luas dan merupakan cagar nature yang dilindungi oleh pemerintah setempat.

Uniknya, gurun pasir di sekitar pantai kawasan Playal Del Ingles ini masih bersatu langsung dengan bibir pantainya. Sehingga pemandangan dari gurun pasir terlihat seperti tiga dimensi. Di satu sisi hanya terlihat hamparan dan gundukan bukit pasir, di sisi lain bisa juga melihat gurun sekaligus laut bahkan bangunan bangunan di sekitar. Eksotik sekali.

IMG_8092

IMG_8093.JPG

IMG_8089.JPG
Gundukan pasir ini kelihatannya ga tinggi ya. Aslinya tinggi loh. Dan lumayan perjuangan naik ke atasnya. 

Gue senang banget melihat gurun pasir ini. Terpersona tepatnya. Ternyata berjalan di atas gurun itu sangat melelahkan. Kebayang kan melangkah di atas gundukan pasir tebal dan kering. Apalagi kalau gurunnya berbentuk bukit dan menanjak gitu, mau naik rasanya ga nyampe nyampe karena kaki serasa terdorong ke belakang di bawa pasir. Capek banget deh. Apalagi semakin ke atas semakin berasa anginnya. Alamat pasir kena ke muka dan badan. Tapi gue ga peduli bangetlah urusan yang begini mah. Mau kena pasir apa ga, yang penting hati gue senang berada di tempat yang selama ini cuma bisa gue lihat di tipi tipi. Jadi ingat istilah kaum musafir di tengah gurun. Yang jelas, berada di gurun pasir yang gundukannya paling tinggi rasanya excited banget.

IMG_8087

IMG_8072.JPG

IMG_8091.JPG

IMG_8090.JPG

Jika memasuki kawasan gurun dari tepian pantai, banyak terlihat gundukan rumput yang lagi lagi kaum Nudis berjemur diantara semak rumput ini. Bahkan sepertinya mereka memilih masuk ke tengah tumpukan rumput dan tiduran di sana. Lebih privacy juga sih. Ide yang bagus. Hahaha. Itu kan pilihan ya. Bebas bebas ja.

IMG_8088 (1)

IMG_8206.jpg
Tumbuhan rumput ini lumayan banyak di sekitar pantai. Di kawasan Nudis, tak sedikit wisatawan yang berjemur di sekitar tanaman ini bahkan ada yang masuk ke dalam. Lebih privacy mungkin ya

Selain dari bibir pantai, gurun pasir juga bisa dilihat dari kawasan Sahara Club, semacam pedestrian di ketinggian gitu. Aksesnya bisa dinaiki melalui anak tangga yang terdapat di sekitar kawasan Shopping center Anexo II.

IMG_8077.jpg
Melihat View gurun dari sini. Jalan jalan di sini enak. Adem dan view kiri kanan oke. Ya bangunan, ya gurun juga

Menikmati pagi dan sore di jalanan ini lumayan asik. Bangunan bangunan di sekitarnya pun lumayan kece. Gue kurang tau pasti, apakah bangunan bangunan di sisi jalan merupakan rumah atau penginapan.

Bunga, kaktus, pohon palma, menjadi pelengkap keindahan kiri kanan jalanan. Dan puncaknya tentu saja hamparan gurun pasir yang bisa dilihat dari ketinggian. Melihat kepala manusia ibarat titik titik hitam yang bergerak berjalan.

Selain itu, kawasan Shopping Center Anexo II sepertinya menjadi pusat hang out di Playa Del Ingles. Cafe, bar dan restoran berjejer di sini. Berada pas di bibir pantai. Jelasnya bisa melihat link video di akhir tulisan ini.

IMG_8159.jpg
Sebagian restoran di Anexo II, pas di samping pantai
IMG_8150.jpg
Si Merah yang selalu melayang :0
IMG_8205.jpg
Menikmati sore

Mau cari souvenir juga ga perlu pindah ke lain tempat lagi. Banyak yang jual. Ada satu hal yang menarik perhatian gue. Karena banyak sekali souvenir di Playa Del Ingles berbentuk Tokek atau pernak pernik yang pasti ada tokeknya. Mulai dari mug, tempat lilin, bingkai foto, piring, hingga handuk. Sangkin penasarannya gue nanya dong ke pegawai toko. Ternyata menurut beliau, Gran Canaria memiliki populasi tokek yang sangat banyak. Bahkan bisa dilihat di tumpukan rumput di tepi pantai tempat kaum Nudis jemuran. Tapi setiap kami ke pantai ga pernah tuh nemuin tokek. Bahkan sengaja menilik ke tumpukan rumput (menilik pas ga ada orang jemuran ya..hahaha), dan tetap aja tokeknya ga keliatan.

IMG_8113
Tokek, ciri khas souvenir di Gran Canaria
IMG_8117
Flamengo, yang terbawa pulang

Dan satu lagi yang tak kalah membuat gue heran campur ketawa, souvenir dalam bentuk alat kelamin pria juga banyak banget. Kalau ini malas nanyanya kenapa. Mungkin karena daerah pantai ya. Dan banyaknya kaum Nudis yang tanpa pakaian berjemur di sekitar pantainya. Tapi jadi lucu ngelihatnya. Motif dan warnanya beraneka ragam. Bisa kamu lihat  juga pada link video di akhir tulisan ini 🙂

Oh iya, berhubung massage di Swedia lumayan mahal, jadi gue ga menyia-nyiakan massage di sini (walaupun massage kaki doang sih). Cuma 10 Euro per duapuluh menit. Ga pake appointment pula. Sangkin maruknya, tiga hari berturut turut gue mijet. Bahkan pas gue datang pertama kali, mereka lagi sibuk banget, dan bilang ga bisa melayani gue. Ehhh pas gue belum jauh ninggalin mereka, gue dipanggil lagi dong. Ternyata ya mak, mereka nelpon karyawan yang kebetulan ga tugas hari itu. Tempo 15 menit nyampe tau. Di Swedia tepatnya di Mora, impossible kuadrat rasanya bisa kaya gini. Hahahha.

IMG_8116

Kawasan di sekitar Anexo II lumayan setiap hari kami datangi. Kebetulan pas di sebelah hotel. Bahkan, dua hari sebelum balik ke Swedia, kami memutuskan hanya menghabiskan waktu di sekitar Anexo II. Berjemur di pantai, makan, minum fresh juice. Gue puas puasin deh. Secara di Mora mana ada jual fresh juice.

IMG_8074.jpg

IMG_8158.JPG

Sebenarnya ada beberapa shopping center di Playa Del Ingles. Tapi menurut gue sih kurang menarik. Semua tempat belanja di sini dinamai Shopping Center sekalipun cuma terdiri dari bebeberapa toko. Apalagi Playa Del Ingles memang orientasinya hiburan pantai ya. Jadi wajar Anexo II lebih ramai dikunjungi. Karena multi fungsi.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa klik link channel youtube gue di bawah ya.

Salam dari Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris. Plis jangan memakai foto orang lain tanpa ijin terlebih dahulu. Sudah dua kali ketemu blog yang pakai foto ajheris tanpa ijin. Apalagi sifatnya blog komersil” 

Canary Island, Surganya Warga Utara

Ada perasaan lega dan senang, akhirnya gue lumayan berhasil melawan phobia terbang dengan pesawat, yang hampir 3 tahun terakhir berhasil menahan gue untuk tidak berlibur ke tempat wisata impian.

Dan senangnya  lagi, penerbangan yang gue tempuh lumayan lama. Hampir  enam jam. Tapi depresinya tak terkatakan. But at least gue bisa lalui.

IMG_7622.jpg

IMG_7596.jpg

Sebelumnya,  gue tidak begitu familiar dengan Canary Island. Dimana letaknya pun, gue ga tau. Barulah setelah menikah, pelan pelan mulai sering mendengar suami, teman suami, kerabat bahkan tetangga, mengucapkan nama kepulauan yang termasuk dalam wilayah komunitas otonomi Spanyol ini.

IMG_7435.jpg

IMG_7436.jpg

IMG_7430.jpg

Canary Island merupakan kepulauan yang menjadi tujuan wisata yang terkenal di sebagian negara Eropa, khususnya negara yang memiliki iklim yang terlalu dingin di saat winter. Sebut saja seperti negara Nordik. Canary Island ibarat pulau Bali bagi warga Australia.

Wikipedia menyebut, Canary Island terletak di samudara Atlantik, tepatnya di sebelah barat laut Afrika (Maroko dan Sahara Barat). Sehingga, aroma alam semi Afrika lumayan bisa gue rasakan di sini.

Meskipun tidak sepanas wilayah tropis, tapi setidaknya suhu Subtropis di Canary Island mampu menghibur orang orang utara yang berlibur ke pulau yang konon menjadi lokasi pembuatan film Fast and Furious 6 ini.

IMG_7441

IMG_6246

IMG_7595.JPG

IMG_7597.jpg

Dibanding harus menempuh perjalanan yang jauh ke wilayah tropis, setidaknya jarak tempuh ke Canary Island relatif dekat dari wilayah Eropa. Akibatnya, kepulauan Kanaria menjadi santapan empuk warga Eropa yang lumayan lelah dengan winter berkepanjangan.

Jarak yang relatif dekat, suhu yang lumayan hangat, membuat nilai plus kepulauan yang juga dikenal sebagai tempat habitat burung kenari ini. Di Swedia sendiri pun, tv lokal selalu mencantumkan text informasi terkait suhu harian di Canary Island. Bahkan beberapa daerah sengaja difasilitasi Direct Flight tanpa harus ke Arlanda Stockholm. Sesampainya di Canary Island pun, selain stasiun tv SVT Swedia yang bisa dinikmati di kamar hotel, sampai sampai gue juga melihat koran Swedia ada dijual di pulau ini.

IMG_7431

IMG_7434.jpg

Sebagian besar para pegawai restoran di Canary Island lumayan bisa mengucapkan beberapa kalimat bahasa dari negara Scandinavia. Ya namanya turis Scandinavia numplek banget di pulau ini. Tapi tak sedikit juga yang hanya mampu berbahasa Spain. Bahasa Inggris pun banyak yang tak mengerti.

IMG_7642

IMG_6122.jpg

IMG_7643.JPG

Bahkan, mereka sangat pintar menarik perhatian wisatawan dengan membuka restoran dan cafe bahkan sampai toko mainan anak anak bernuansa Jerman dan Scandinavia. Gue ga tau sih, yang punya orang orang Scandinavia atau pengusaha lokal. Yang jelas ada restoran bernama De Munich, Cafe Konditori bergaya Swedia, toko mainan bernuansa Norwegia.

IMG_7632
Mini Golf tepat di samping cafe bernuansa Swedia
IMG_7630 (1).jpg
Cafe yang menjual roti dan cake ala Swedia
IMG_7446.jpg
Ada Roti Semlanya orang Swedia. Nama cafenya pun memakai kata Konditori 🙂
IMG_7599
Gereja yang dibangun turis Skandinavia
IMG_7621.JPG
Bentuk gerejanya unik. Seperti siput atau keong.

Hebatnya lagi, tak sedikit warga Nordik yang sengaja membeli rumah maupun apartemen, dan menetap di Canary Island selama musim dingin. Kasarnya, kaburrrr dari negara asal demi menghindari suhu ekstrem di saat winter. Dan puncaknya, salah satu pulau di Canary Island bernama Gran Canaria, memiliki sebuah gereja dengan sebutan KyrkaTurist atau Gereja Turis.

Gereja yang sengaja dibangun oleh para turis yang berasal dari Scandinavia/Finlandia, agar bisa beribadah minggu selama mereka berada di sana. Gila yak, ukuran turis sampai membangun gereja. Sangkin lamanya mereka berlibur atau menetap sementara di pulau ini.

IMG_7614
Kaktus raksasa. Besar dan tinggi banget. Dan dimana mana ada. Baik yang tumbuh liar maupun yang sengaja ditanam.

Buat gue, Canary Island memiliki seribu wajah. Perpaduan kota tua dan modern, atmosfir Afrika dan Spanyol yang bersenggolan, landscape yang indah, gurun pasir yang membuat gue sumringah, bangunan berkarakter dan berjejer rapi dari atas ke bawah diantara gunung bukit, tanah yang terkesan gersang, eksotisnya lengkungan pundak unta, tepian laut dengan hamparan pasir yang luas, sampai pohon Palma dan kaktus raksasa di mana mana. Semuanya gue suka. Berada di pulau ini serasa menghantar nyata setengah mimpi gue akan atmosfir Afrika.

IMG_7645
Minimalis

IMG_7626.jpg

IMG_7644

Infrastruktur jalanannya pun bersih, rapi  dan enak dilihat. Mereka tau bagaimana cara membuai mata turis. Karena nilai jualnya memang di situ kan. Tapi bukan berarti tidak ada yang kotor. Gue pernah melihat sampah berserak di centrum salah satu kotanya. Di depan restoran dan jalanan lumayan banyak plastik, tissue dan kaleng softdrink. Lumayan kaget sih. Karena di siang hari, hampir tak ada pemandangan seperti itu gue lihat. Tapi untuk ruas jalan secara keseluruhan gue ancungin jempol bersihnya.

IMG_7647

IMG_7617

IMG_6811

IMG_7646

Gue ga tau apakah akibat malam minggu yang panjang, yang jelas petugas kebersihan yang kebetulan sudah renta, masih sigap membersihkan secara manual sampah sampah tersebut. Mau tau pakai apa? Pakai daun Palma. Hahahha.

Dan ternyata efisien loh bisa membersihkan jalanan. Dari cara tradisional, barulah debu di jalan di sapu dengan cara modern. Memakai mobil truk dengan mesin penghisap atau penyapu jalan gitu.

IMG_6236.jpg

IMG_6232

So, ga semua juga warga Eropa itu sadar kebersihan. Sampai akhirnya gue sempat mikir, jangan jangan Gran Canaria terlihat sangat bersih di siang hari, apa karena memang sengaja dibersihkan tiap pagi? Bukan karena warga yang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.

IMG_7627.jpg

IMG_7605

Canary Island memiliki dua ibukota negara, yang satu Las Palmas di pulau De Gran Canaria dan Santa Cruz De Tenerife di pulau Tenerife. Gue dan suami hanya mengunjungi pulau De Gran Canaria dengan ibukota Las Palmas. Disebut Las Palmas karena pulau ini banyak sekali pohon Palmanya. Hampir di setiap sudut kota selalu ada pohon Palma.

Tulisan ini hanya selayang pandang tentang liburan gue di Canary Island. Next akan gue tulis secara detail dan pengalaman tak mengenakkan selama berada di pulau yang ngangenin ini. Gue kangen karena begitu sampai di Swedia, gue disambut suhu yang kembali ngedrop. Bayangin aja, sampai minus 19 derajat celcius, sementara sebagian besar Eropa sudah menari nari dengan Cherry Blossom. Hiks!

IMG_7612.jpg

h.jpg

Tempat wisata apa saja yang kami kunjungi? Bagaimana harus peka terhadap trik para scammer di Gran Canaria? Apa ciri khas kulinernya? Bagaimana berbelanja di Gran Canaria? Akan gue tulis di tulisan selanjutnya. See you.

Salam dari Swedia

IMG_7607

IMG_7609

Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com

Semburat Kuning Mewarnai Sambut Paskah di Swedia

Tahun ini, tahun ketiga gue merayakan Paskah di Swedia. Biasanya sebulan menjelang Paskah, suasana menyambut Paskah sudah mulai terasa di pusat pusat perbelanjaan, toko toko dan supermarket. Dan uniknya, dekorasi dan pernak pernik yang dijual sebagian besar berwarna kuning.

IMG_7830.jpg

Mengapa warna kuning menjadi warna yang mendominasi perayaan Paskah di Swedia? Jelasnya gue juga kurang tau. Tapi beberapa kalangan menyebut warna kuning diumpakan sebagai sinar/cahaya mentari yang muncul/bangkit dari tempat peraduannya. Dan jika di telaah lagi, perayaaan Paskah selalu mendekati  musim semi. Musim dimana matahari mulai bersinar lebih terang. 

Bunga adalah salah satu bentuk apreasiasi dalam merayakan Paskah di Swedia. Dan tentunya, bunga bunga yang dijual pun sedikit berbeda dari hari biasanya.

Dominan berwarna kuning. Dari sekian banyak jenis bunga yang dijual, bunga Narcissus adalah jenis bunga yang paling khas dan menjadi main flowers perayaan Paskah di Swedia. 

IMG_7849.JPG

IMG_3771.JPG

IMG_3949.JPG

Bentuknya sih biasa saja. Malah bunga lain jauh lebih menarik. Kenapa Narcissus menjadi bunga yang paling identik dengan simbol perayaan Paskah di Swedia, kemungkinan besar karena bunga ini merupakan jenis bunga Spring, yang pertumbuhannya lumayan banyak menjelang atau sampai musim semi tiba. Di negara lain pun, musim semi kebanyakan diawali dengan munculnya jenis bunga yang satu ini.

Namun bagi warga Swedia, Narcissus tak hanya dianggap sebagai bunga musim semi semata, tapi juga sebagai salah satu simbol perayaan Paskah. Sampai sampai negara ini memiliki sebutan khusus yaitu Påsklilja atau Lily Paskah.

Bahkan jika harus dibeli, harga Påsklilja juga lebih murah jika dibandingkan dengan jenis bunga lain. Sehingga memilih Påsklilja sebagai hiasan dalam perayaan Paskah menjadi alasan yang lumayan masuk akal. Kebetulan pula, bunga ini berwana kuning. Jadi klop deh.  

Setiap berbelanja kebutuhan Paskah, mata gue nyaris selalu melihat semua keranjang pengunjung di supermarket, berisi bunga Påsklilja. Dan tentunya pihak supermarket pun tak menyia nyiakan kesempatan ini. Menjual Påsklilja dengan stok yang sangat banyak. 

Sebenarnya di saat Real Spring, bunga Påsklilja lumayan banyak tumbuh di halaman desa tempat tinggal gue. Tapi di saat perayaan Paskah, bunga ini belum muncul. Mungkin karena suhu sekitar yang masih relatif dingin. Dan matahari juga belum menentu sinarnya.

Biasanya Påsklilja ditempatkan di dalam pot atau keranjang, supaya kelihatan lebih indah. Bahkan bisa ditambah dengan hiasan hiasan berbentuk ayam dengan ukuran yang mungil dan juga berwarna kuning. Bunga ini ada yang berukuran kecil dan ada pula yang berukuran besar.

Yang berukuran kecil memiliki aroma harum seperti sedap malam. Sedangkan yang berukuran besar aromanya sedikit bad smell. Ga ngerti juga kenapa bisa beda aromanya. Tapi itu menurut penciuman hidung gue sih. Hahaha.

Biasanya Påsklilja diletakin di dalam rumah dan jika memungkinkan, di teras atau di depan halaman rumah (tergantung suhu).

img_3770

Selain Påsklilja,  jenis bunga lain pun bisa digunakan untuk menghiasi jendela rumah, meja makan, meja tamu, dan pastinya masih bernuansa kuning. Selain bunga, rumah rumah juga dihias dengan pernak pernik  berwarna kuning (walaupun tidak tertutup kemungkinan menggunakan warna lain), mulai dari lilin, tempat lilin, taplak meja, sarung bantal, tissue makan, bahkan ada juga piring gelas yang dijual dengan motif motif bernuansa Paskah. Cantik!

Ibarat natal punya pohon natal, Paskah pun punya pohon Paskah. Demikianlah di Swedia, negara ini memiliki pohon Paskah unik yang dikenal dengan nama Påskris.

IMG_3952.JPG
Påskris

Påskris, terdiri dari bulu bulu ayam, yang  diikat di ujung ranting pohon yang sudah kering dan tidak memiliki daun. Mengapa tak berdaun? Seperti yang gue jelasin di atas, perayaan Paskah di Swedia biasanya jatuh di saat awal atau menjelang musim semi tiba. Dimana keadaan ini belum mampu membuat semua tanaman tumbuh dan mekar dengan baik.

Hampir di setiap rumah, toko toko dan pusat perbelanjaan memasang Påskris sebagai hiasan Paskah. Bulu ayam yang menghias ranting biasanya terdiri dari satu warna ataupun beraneka warna. Seiring tingkat kebutuhan yang melonjak, sehingga tidak heran jika menjelang Paskah, bulu bulu ayam banyak di jual di toko toko dan supermarket. Khususnya di kota Mora, setiap berjalan di kawasan pusat perbelanjaan, masing masing toko memasang Påskris. Jadi unik.

img_3956

Kenapa Påskris sampai memakai bulu ayam? Ceritanya, hal ini berhubungan dengan perayaan Minggu Palma. Berhubung Swedia tidak memiliki daun Palma yang sebenarnya, sehingga dibuatlah gantinya dalam bentuk bulu ayam. Katanya sih begicuuuu. 

Dua tahun lalu, gue mencoba menghias kulit telur dengan warna dan motif yang menurut gue not badlah untuk seorang pemula.

Karena jujur saja, ketika berada di Indonesia, gue ga pernah merasakan perayaan Paskah seperti ini. Paling ibadah dan ziarah saja. Apalagi sampai menghias telur segala. Gimana, cantik ga hiasan telur gue di bawah?

Di saat Paskah, banyak juga coklat dan permen warna warni yang disediakan di rumah dan dimasukin ke dalam mangkok besar berbentuk telur. Mangkok telur ini terbuat dari kertas. Menjelang Paskah, mulai banyak dijual di supermarket. Bahkan ada juga yang dijual including permen coklat di dalamnya.

Biasanya di hari Paskah, anak anak akan berdandan seperti penyihir dan datang mengetok pintu rumah, dan meminta uang atau permen coklat. Cuma tidak ke rumah gue, karena desa gue memang tidak ada anak anaknya lagi. Kalaupun ada, paling cucu tetangga yang datang dari luar kota. Barulah mereka gue bagi permen. Dan biasanya pun, sebelum Paskah tiba, permen ini nyaris habis dimakan suami gue. Hahaha.

Sama halnya seperti natal, Paskah juga dirayakan dengan hidangan Paskah. Sebut saja seperti Half Egg dan Salmon.

Telur memiliki bentuk yang hampir mirip dengan matahari, dengan lingkaran warna kuning di tengahnya, menjadikan telur sebagai makanan utama dalam perayaan Paskah.

Untuk minuman, tentu saja ini tidak boleh di lewatkan. Minuman khas Swedia dikala natal dan Paskah. Apalagi kalau buka minuman favorite gue, Must!

Minuman softdrink yang rasanya mirip cocacola. Bedanya, Must mengandung rempah. Must tidak dijual setiap saat. Hanya di waktu tertentu saja, disaat natal dan Paskah.

Must dijual dalam kemasan botol kaca maupun plastik. Kalau natal, kemasan gambarnya berwarna merah dengan tulisan Julmust (artinya selamat natal). Sedangkan di saat Paskah, kemasannya berwana kuning dengan tulisan Påskmust (artinya selamat Paskah). 

IMG_7834.jpg
Wild Salmon. Warna ga merah orange gitu. Kaya ikan biasa.
IMG_7852.jpg
Half Egg with Kaviar

Menjelang Paskah, kota kecil atau daerah pedesaan lumayan banyak dikunjungi penduduk kota besar. Istilah orang kita Mudiklah. Mereka menginap di Summer House atau di rumah orang tuanya. Ya walaupun ramainya ga seramai kampung di Indonesia sih.

Secara umum kebiasaan Paskah di Swedia hampir sama dengan negara lain termasuk Indonesia. Ada kebaktian gereja dan meletakkkan bunga di pemakaman. Seperti ziarah.

Untuk perayaan Paskah di Swedia, pemerintah negara ini pun membuat libur umum sampai di hari Senin. Karena masih terhitung ada kegiatan ibadah di gereja.

img_3943

Glad Påsk, Happy Easter dan Selamat Paskah!

Salam Dari

Mora, Dalarna, Swedia

Semua photo di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com

“Godok Godok Pisang”

Jajanan masa kecil. Ga tau sekarang masih dijual apa ga. Akibat pengen makan roti goreng rasa tape, akhirnya pembuatan Godok Godok ini pun gue modif. Gue tambahi ragi dan nihil baking soda. Pakai butter dan sedikit tepung sagu juga.

Disebut “Godok Godok” karena ketika menggoreng, adonan digenggam pakai tangan. Seperti ngebuat bakso. Orang Medan terutama di Tapanuli sono, nyebutnya gitu sih. Kalau di daerah laen gue ga tau.

IMG_5087

Godok godok ini juga enak diberi lapisan gula merah cair. Berhubung ngirit gula merah, jadi gue ganti gula halus aja mak. Seperti makan donat rasa pisang. Tapi karena ada sagunya, jadi sedikit kenyal. Gue sih suka ya. Kalau semisal pisang lebih, biasanya selain banana cake, ya gue buat jadi Godok Godok ini. Kebetulan suami gue juga suka. Bulek makan Godok Godok. Hahaha.

Bahan :

  • 220 gr terigu serba guna
  • 1 1/2 sdm sagu tani
  • 8 gr ragi kering
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 buah pisang matang, haluskan pakai sendok
  • 25 gr butter, cairkan
  • 1 std garam
  • kurang lebih 200 ml air
  • Minyak menggoreng
  • Gula halus untuk taburan

Cara Membuat: 

  • Campur tepung terigu, sagu tani, gula pasir, ragi dan aduk rata pakai spatula
  • Masukkan pisang dan butter, aduk rata pakai spatula
  • Tambahkan garam, aduk lagi
  • Beri air sedikit demi sedikit. Aduk pelan. Hasilnya bukan adonan padat seperti roti ya. Melainkan lembek dan bisa diambil pakai sendok (mirip adonan bakwan)
  • Diamkan sampai adonan mengembang 2 kali lipat lebih
  • Panaskan minyak di api kecil sedang
  • Gunakan tangan dan ambil segenggam adonan, adonan nantinya sangat lembek dan agak sedikit lengket, but dont worry. Langsung keluarkan melalui sela jempol seperti membuat bakso. Patahkan bulatan dengan sendok makan. Begitu di goreng nantinya akan langsung bulat bulat menul.
  • Hasil gorengan taruh di piring yang dilapis tissu kertas. Dan taburi gula halus.Sajikan

8AC59234-93FB-4232-8D83-C5723C5B48A2.jpg

Sampai ketemu di resep selanjutnya.

Salam dari Swedia

 

The Simple Chocolate Cake

IMG_5307

Chocolate Cake yang gue suka itu jangan terlalu banyak macem macemnya. Maksudnya yang terlalu riweh dengan hiasan. Lapisan krimnya terlalu tebal. Alhasil malah lapisan cakenya ga berasa. Alias tipisssss.

IMG_5305

Ini simple bangetlah chocolate cakenya. Secara kalau baking, gue ga terlalu mau repot hias cantik sana sini. Main tumpahin aja. Hahahha. Cake jaman kapan tau ini judulnya. Sejak duduk di bangku SMA atau SMP kali yak, gue uda baking cake kesukaan ini. Cuma jaman dulu, bikinnya murni pake mentega kiloan. Belum kenallah butter yuhui kayak sekarang.

IMG_5306.JPG

Bahan I : Untuk Adonan Cake

  • 250 gr butter
  • 180 gr gula pasir
  • 185 gr terigu serba guna
  • 5 butir telur
  • 1 sdt baking powder
  • 2 sampai 2 1/2 sdm coklat bubuk
  • 80 ml susu cair

Bahan II : Untuk Lapisan Margarin

  • 80 gr margarin
  • 1 1/2 sdm bubuk kopi (gue pakai nescafe Lyx, dan larutkan dengan 1 sdm air)
  • 4 sdm gula halus
  • 1 tetes vanila extract

Bahan III : Untuk Lapisan Coklat

  • 35 gr butter
  • 3 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 185 gr coklat batang

Cara Membuat :

  • Campur terigu dan baking powder, ayak dan sisihkan
  • Kocok butter dengan mixer sebentar saja (5 menit), lalu tambahkan setengah bagian gula, kocok kembali, lalu masukkan sisanya, dan kocok lagi.
  • Tambahkan telur satu persatu, kocok sampai terlihat mengental dan berwarna keputihan
  • Masukkan tepung sebagian, kocok. Tambahkan susu cair sebagian, kocok. Lakukan hal yang sama sampai sisa tepung dan susu habis
  • Matikan mixer
  • Beri coklat bubuk dan aduk pelan merata
  • Nyalakan oven 180 C
  • Siapkan loyang, olesi mentega dan beri taburan tepung secara merata
  • Tuang adonan ke dalam loyang
  • Kemudian masukkan ke dalam oven (Oven harus benar benar panas sesuai suhu)
  • Panggang selama 40 hingga 45 menit

Sambil menunggu baking, siapkan bahan II.

  • Kocok dengan mixer margarin dan gula halus hingga benar benar lembut.
  • Matikan mixer
  • Tambahkan bubuk coklat dan vanila
  • Aduk rata, sisihkan

Kemudian lanjut bahan III.

  • Lelehkan margarin dan gula pasir serta garam
  • Tambahkan coklat batang
  • Aduk dan biarkan dingin mengental
  • Sisihkan

IMG_5308.JPG

Sekarang, mari kembali fokus ke loyang berisi cake. Setelah matang, keluarkan cake dari dalam oven. Biarkan sampai benar benar dingin. Lalu bagi dua dengan pisau tajam, dan olesi salah satu permukaan cake dengan bahan II secara merata. Tutup kembali dengan potongan cake yang satunya.

Kemudian beri topping bahan III (Lapisan coklat). Tunggu sampai agak dingin agar konsistensi coklat lebih kering. Sajikan dengan potongan sesuai selera. Selamat mencoba. Moisttttttt banget kakak!

IMG_5309.JPG

Sampai ketemu di resep selanjutnya. Baaaaiiiii!

Salam dari Swedia

Ketika Kandang Kuda Menjadi Objek Wisata

Beberapa waktu lalu, gue dan suami berkunjung ke kota Falun, ibukota propinsi Dalarna, Swedia. Kebetulan suami ada urusan dari kantornya dan gue diajak ikut. Mumpung ke ibukota propinsi, biar gue bisa cuci mata sambil menunggu urusannya selesai.

Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu di Falun, kami pun pulang. Dalam perjalanan pulang inilah, suami mengajak gue mengunjungi sebuah kawasan gereja di kota Rättvik Dalarna.  Awalnya gue malas dan pengen cepat cepat pulang.

Ahhh paling tar kalau sudah lihat, kamu heboh sendiri” mengutip ucapan suami begitu mendengar penolakan gue.

IMG_3917

Ternyata benar saja, begitu sampai di kawasan gereja, gue langsung sukakkk. Unik banget. Bayangkan saja, dari kumpulan rumah kuda atau kandang kuda, bisa melahirkan ide wisata yang tidak biasa. Kok bisa?

So, sekitar tahun 1700 silam (abad ke 17), warga yang berasal dari beberapa desa di wilayah Rättvik, satu demi satu membangun rumah atau kandang kuda yang akan difungsikan sebagai tempat menyimpan kuda peliharaan mereka. Lantas istimewanya dimana? bukankah di jaman itu kuda memang harus memiliki kandang?

Keunikannya terletak pada halaman dimana kandang kuda ini dibangun. Bukan di sekitar rumah warga, melainkan di halaman sebuah gereja yang sekarang dikenal sebagai Kyrknstall atau Church Stables di Rattvik. Lantas kenapa mereka membangun di sekitar halaman gereja?

Hal ini berkaitan dengan kegiatan ibadah gereja yang mereka jalankan setiap minggu. Yang mana jarak tempuh antara pemukiman warga ke gedung gereja lumayan jauh. Kondisi inilah yang mengharuskan mereka mengendarai kuda. Itulah sebabnya, mengapa kandang kuda tersebut harus dibangun di sekitar gereja. Karena fungsinya memang sebagai tempat menyimpan kuda selama mereka mengikuti kebaktian di dalam gereja. Semacam rumah parkirlah. Terutama di saat musim dingin. Ihhh, bayanginnya aja berasa keren banget. Tigaratus tahun lalu loh, niat banget kan mereka. Cuma buat tempat kuda segitu banyaknya.

IMG_3922

IMG_4086.JPG

Makanya tidak heran, jika pemerintah kota setempat menjadikan semua kandang kuda tersebut sebagai bagian dari warisan budaya yang unik dan dilindungi. Meskipun balok kayu bangunan sudah terlihat tua, tapi kondisinya masih kuat dan keasliannya tetap dipelihara. Agar pengunjung bisa melihat kondisi di dalam bangunan, sengaja satu bangunan dibiarkan dengan pintu terbuka.

IMG_3953.jpg

IMG_3920.jpg

Mungkin di saat dulu, para warga tidak pernah berpikir bahwa pada akhirnya, kandang kandang kuda yang mereka bangun akan menjadi ide wisata yang tidak biasa. Kalau hanya sekedar melihat satu bangunan, mungkin tidak terlalu istimewa. Tapi ini banyak banget. Dan lucu aja gitu, kandang berpotensi menjadi objek wisata.

Berdasarkan keterangan yang terdapat di salah satu dinding bangunan, dijelaskan kalau seluruh kandang kuda mampu menampung hingga 192 ekor kuda. Masing masing kandang berisi dua ekor kuda.

IMG_3954.jpg
Kandang di arah timur gereja
IMG_3924
Kandang di arah barat bangunan gereja 
IMG_3923
Danau Siljan yang membeku

Lokasi masing masing kandang kuda terdiri dari dua group. Group satu terdiri dari kandang kuda milik warga yang datang dari desa arah timur dan satu group lagi terdiri dari kandang kuda milik warga yang datang dari desa arah barat (tepat di depan gereja atau pinggir danau).

Objek wisata ini menjadi lebih menarik, karena berada di kawasan aliran danau Siljan, sebagai danau terbesar di propinsi Dalarna, Swedia. Terutama di saat musim panas, jauh lebih cantik.

IMG_3919.jpg
Kandang kuda dengan sebuah papan kecil berisi tulisan tentang sejarah bangunan 
IMG_3918.jpg
Barisan kandang kuda yang masih kokoh berdiri
IMG_4085.JPG
Di depan kandang kuda yang sengaja dibiarkan terbuka

Kebetulan keunikan rumah kuda ini gue kirim ke Net Tv beberapa waktu lalu dan sudah tayang di program Net 10 (Net CJ). Untuk lebih jelasnya, bisa klik link di bawah ini.

http://netcj.co.id/public-affairs/video/188501/hanya-di-swedia-yang-miliki-rumah-kuda-unik

Salam dari Swedia

“Semua foto di tulisan ini hanya menggunakan camera handphone”

 

Sop Jagung Udang

Sop ini bisa dibilang agak mirip dengan Sop Kepiting Asparagus. Dari penampilan dan rasanya. Meskipun daging kepiting, gue ganti dengan udang dan potongan daging ayam, asparagus gue ganti jagung, tapi soal rasa tetap gurih dan manis. Dan di mulut pun lebih berasa ada yang dikunyah.

IMG_4680

Bahan :

  • 200 gr daging ayam filet
  • 150 gr udang segar, potong agak kecil (tapi jangan kecil banget)
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • Garam secukupnya
  • 2 Siung bawang putih cincang halus
  • seiris jahe, cincang halus
  • Irisan daung bawang secukupnya
  • 2 sdm butter cair
  • 1 sdt merica bubuk
  • 165 gr jagung manis
  • 3 sdm maizena, larutkan dengan air (kurang lebih 3 sdm air)
  • 1200 ml air
  • Minyak Wijen secukupnya

IMG_4681

 

IMG_4682

Cara Membuat :

  • Panaskan butter
  • Tumis bawang putih dan jahe
  • Masukkan ayam lalu udang, merica dan garam
  • Lalu tambahkan air
  • Setelah mendidih, masukkan jagung, daun bawang, telur (aduk langsung)
  • Beri minyak wijen
  • Terakhir tepung maizena
  • Aduk, dan sajikan.

LENGKAPNYA BISA LIHAT VIDEO YOUTUBE di BAWAH

Sampai ketemu di resep berikutnya…haiyaaaaaaaaaaaaa!

Salam dari Swedia

“Foto dokumentasi pribadi ajheris.com”

Summer Holiday ke Kota Helsinki Finlandia

Finlandia bukanlah negara yang menjadi tujuan utama berlibur gue dan suami di musim panas tahun lalu. Dan lagi lagi, dikarenakan penyakit phobia pesawat yang semakin parah, liburan summer ke Praha pun tertunda.

Jangan ditanya kenapa bisa phobia. Dan ga perlu juga dikaitkan dengan kalimat klasik “yang namanya naas, ga hanya di pesawat, dimana dan kapan saja bisa terjadi”.

Benar, urusan nyawa memang di tangan Tuhan. Tapi kan tidak semudah menelan nasi, namanya juga phobia. Karena untuk membuat tidak takut itu tidak mudah. Siapa juga yang mau kena phobia. Kalau tidak nyaman ngapai dipaksalah. Ini juga lagi berjuang, supaya phobianya bisa  gue lawan. Itulah sebabnya mengapa Finlandia menjadi pilihan terakhir. Karena untuk sampai ke negara ini, kami hanya butuh transportasi mobil dan menyeberang dengan kapal.

IMG_4683

Terus terang, sejak tinggal di Swedia, gue lumayan suka liburan melalui jalan darat (Roadtrip). Selain banyak tempat yang bisa dilihat, jalanan pun tidak macet. Bahkan tidak membuat badan capek/pegal. Ketika sesekali berhenti, bisa melihat pemandangan alam dan menghirup udara yang relatif masih segar.

IMG_4856

Rencananya, kami berangkat melalui  wilayah utara Swedia. Sambil menyelam minum air ceritanya. Bisa sekalian melihat beberapa tempat di bagian utara Swedia yang memang cantik juga. Namun lagi lagi rencana berubah. Akhirnya rute kami mulai dari Stockholm, dan menyeberang dengan kapal ke kota Helsinki. Sehabis dari Finlandia, barulah kami pulang melalui wilayah utara Swedia.

IMG_4685.jpg
Di cafe kapal menuju Helsinki

Perjalanan dari rumah ke Stockholm kurang lebih 5 jam. Menginap semalam di Stockholm dan melanjutkan perjalanan esok harinya ke Helsinki. Sebenarnya tidak bermalam pun bisa. Tapi ya itu, jadi buru buru.
Kapal yang kami tumpangi adalah Viking Line (Gabriella), group kapal yang sudah tidak asing lagi melayani rute perjalanan laut dari Stockholm ke Helsinki.
Enaknya naik kapal seperti ini, selain nyaman dan fasilitas lengkap, pun bisa melihat view laut yang lumayan indah. Dan waktunya juga tidak berasa. Besok paginya, kapal sudah menyandar di pelabuhan Helsinki.

IMG_4862.JPG
View dari kapal Viking

Sekilas tentang Finlandia, awalnya gue pikir negara Skandinavia juga. Ternyata salah. Kesamaannya dengan negara Skandinavia  hanyalah sama sama bagian dari negara Nordik yang terletak di bagian Utara Eropa.

Finlandia termasuk negara industri maju dan makmur. Selain sebagai salah satu negara yang memiliki tingkat perkapita tinggi, korupsinya pun mendekati angka zero. Finlandia juga dikenal sebagai negara dengan angka pertumbuhan penduduk yang rendah, kualitas dan harapan hidup yang tinggi, bahkan sampai sistem pendidikan terbaik dunia. Selain itu, biaya hidup di negara ini pun dikenal relatif mahal.

IMG_4687 (1).jpg

Hampir sama dengan Swedia, Finlandia adalah negara yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi hutan pinus. Sehingga salah satu komoditi kayu terbaik dunia juga dihasilkan dari negara ini. Selain itu, negara ini pun dikenal mampu memproduksi kapal kapal pesiar besar.
Finlandia juga dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya manusia yang mampu menciptakan tekhnologi komunikasi, sebut saja seperti Nokia, permainan Angry Bird, bahkan Short Messeges Service (SMS) pun pertama sekali muncul dari negara ini.
Konon katanya (kata tulisan dibeberapa artikel yang gue baca), masyarakat Finlandia adalah sosok yang serius dan kaku. Pelit senyum dan dan tidak banyak bicara. Tidak suka terhadap orang yang sok ramah. Bahkan mereka juga berusaha menghindari tatapan mata ketika berbicara langsung dengan orang yang tidak terlalu dikenal. Makanya sampai ada sebutan “Tidak heran negara Finland menciptakan SMS, karena dianggap berbicara melalui tulisan jauh lebih nyaman”.  Benarkah? Mari kita buktikan!

Kapal Viking yang kami naiki tiba di pelabuhan Skatuddskajen pukul 10 pagi. Pelabuhan yang lumayan dekat ke pusat kota Helsinki. Kesan pertama yang gue lihat ketika mobil mulai mengitari kota Helsinki adalah bersih!
Urusan bebas sampah di sebagian besar negara Eropa memang layak diancungin jempol. Rata rata memang bersih. Tapi Helsinki sedikit berbeda di mata gue. Kota ini terlalu bersih. Jalanannya juga lebar lebar banget. Lalu lintas tidak terlalu ramai. Sangat teratur.
Dari sinilah dimulai pembuktian akan karakter orang Finlandia yang katanya lumayan kaku dan pelit senyum itu.

IMG_4860

Jadi ceritanya, suami gue itu suka panikan kalau menyetir di jalanan ibukota. Termasuklah di Helsinki ini. Maklum, lalu lintas di Eropa itu memang agak ribet (ribet menurut gue yang orang Indonesia ini). Kadang bangunan sudah di depan mata pun, tapi harus keliling kemana mana dulu supaya bisa sampai di halaman parkirnya. Ga bisa main selonong boy dan berhenti sesuka hati.
Berbeda dengan kampung halaman tercinta, modal berani dikit, bisalah cincay dikit. Silap dikit potong jalan pun jadi.  Apalagi di kota Medan, kota yang paling kocak sedunia. Tak asik rasanya kalau berprilaku terlalu taat aturan. Ketahuan salah, langsung main tampang sok paten. Bila perlu sedikit beringas. Yang penting gertak duluan. Hahaha. Tiba tiba rindu Medan.
Dan ketika lampu merah, suami pun berhenti. Sambil menunggu, dia melihat map di tangannya. Padahal GPS di handphone juga sudah sangat membantu, tetap saja konservativnya lebih dominan. Yang origionil lebih akurat katanya.
Sampai akhirnya kami mulai menyadari, kok lampunya merah terus dan tidak berubah hijau.  Dan tidak lama, seorang lelaki mengetuk kaca mobil dan dengan tampang marah menyuruh suami memajukan mobil lebih ke depan lagi, karena sensor traffic lightnya ga bisa mendeteksi mobil. Haiyaaaaa!!!

Ternyata akibat kepanikannya itu, suami sampai lupa kalau dia harus menghentikan mobilnya lebih dekat lagi ke traffic light. Sedangkan gue memang ga kepikiran sama sekali dengan sensor itu.
Berhubung memang murni kesalahan kami, mau tidak mau memang harus rela dimarahi. Suami gue juga tidak menunggu lama untuk segera meminta maaf, walaupun dibalas dengan melengos perginya si bapak tadi. Hmmmm, jutek banget bapaknya. Hahaha.

IMG_4861.JPG

Yang kedua, ketika kami tiba di parkiran hotel. Sangkin luasnya gedung parkiran, sampai sampai kami susah menemukan pintu lift. Tidak seperti  gedung parkir di Indonesia, dari mobil pun, pintu lift sudah bisa terlihat dengan mudah. Kalau sudah begini, Indonesia selalu lebih unggul. Atau apa karena di Indonesia serba gampang, sehingga ketika dihadapkan pada pengorbanan harus mencari cari seperti ini, gue merasa ribet? Maklum, stay di Swedia pun, tinggalnya cuma di desa kecil. Yang di kotanya sekalipun, parkir masih ga terlalu riweh nyarinya.

Dan seperti biasa, sifat malas gue kambuh, langsung pakai jurus jitu. Apa itu? Tanya orang lewat. Jurus yang suami gue suka malas ngelakuinnya. Dia lebih suka cari sendiri. Bertanya pun kalau sudah mentok banget. Beda dengan gue. Dikit dikit tanya orang lewat,  itu pun bukan gue yang nanya, tapi malah suruh suami. Gue yang punya mau tapi kesannya sembunyi dibelakang badan dia. *nulis sambil ketawa*

Dan kami pun berhasil menghentikan sepasang suami isteri. Lalu bertanya. Dan puji Tuhan, mereka menjawab dengan baik. Tapi…….ada tapinya nih. Beneran! Mukanya flat dan berbicara tanpa melihat ke arah suami gue. Bicara sambil gerakin tangan doang nunjukin arah jalan ke pintu lift.
Kebetulan saja kah? Yang jelas, apa yang kami lihat tidaklah cukup untuk menyimpulkan secara general, kalau orang Finland memang susah senyum dan menghindari tatapan mata dengan orang yang tidak terlalu dikenal. Anggap saja semua itu memang kebetulan.

IMG_4690.jpg

Baiklah, sekarang kita mulai cerita “Jalan-jalan di kota Helsinki”

Sejarah menyebut, bahwa Finlandia sempat  menjadi   bagian dari wilayah Swedia mulai dari abad ke 12 sampai tahun 1809. Sehingga jangan heran, jika hampir sebagian besar penduduk Finlandia mampu  berbahasa Svenska (Bahasa Swedia).
Konon, selain bahasa Finlandia, bahasa Swedia juga menjadi bahasa resmi di Finlandia. Dan menjadi salah satu bahasa yang wajib dipelajari di dunia pendidikan mereka. Hampir sebagian besar bangunan di kota Helsinki, seperti perpustakaan, nama jalan, toko, bangunan sekolah, ditulis dengan dua bahasa. Pertama bahasa Finland dan kemudian bahasa Swedia.

IMG_4691.jpg
Salah satu gedung yang menggunakan dua bahasa. Bagian atas bahasa Finland dan bagian bawah bahasa Swedia

Selain itu, peninggalan budaya Rusia juga bisa dilihat dari bangunan-bangunan di beberapa sudut kota Helsinki. Terutama bangunan bangunan gereja yang sepertinya menjadi nilai jual wisata di kota Helsinki sendiri. Mulai dari gereja ortodoks hingga gereja katedral Luthern, yang merupakan landmark kota Helsinki.
Hal ini pun terkait sejarah panjang Finlandia, ketika berada di bawah penjajahan bangsa Rusia. Secara geographis, Helsinki adalah wilayah Finlandia yang paling dekat ke Rusia. Sehingga ketika negara ini di bawah penguasaan Rusia, Helsinki dijadikan sebagai kota utama. Segala pembangunan lebih dipusatkan di kota ini.

IMG_4858.JPG
Bangunan peninggalan Rusia. Arsiteknya khas banget seperti ini.

IMG_4859.JPG
Istana presiden Finlandia. Bangunan bergaya Rusia, lokasi tepat berada di depan Market Square

Berikut adalah tempat tempat yang kami kunjungi ketika berada di kota Helsinki :

GEREJA KATEDRAL LUTHERN

Gereja yang menjadi landmark paling populer di kota Helsinki. Berdiri anggun di atas Helsinki Senate Square, sebagai alun alun utama kota Helsinki. Katedral Luthern konon dibangun dan dipersembahkan kepada Kaisar Rusia bernama Tsar Alexander II, yang patungnya berdiri pas di tengah Senate Square.
Sekilas kubah gereja mirip seperti mesjid. Warnanya putih bersih dan bentuk bangunan juga terkesan sederhana. Tapi justru mengundang daya tarik yang susah diungkapkan dengan kalimat. Arsitek bangunannya sangat rapi, halus dan kokoh.

Ketika kami hendak memasuki gereja, ternyata sebuah acara pemberkatan nikah baru saja selesai diadakan. Tapi pengantin dan undangan masih berada di dalam gereja. Ada insiden kecil, ketika segerombol turis yang lumayan dikenal riweh, menerobos masuk ke dalam gereja. Padahal petugas gereja sudah mengingatkan agar menunggu sebentar sampai pengantin dan rombongan keluarga selesai meninggalkan ruangan. Bandel dong ya. Tetap  saja main selonong boy. Akhirnya si petugas pun marah dengan mengucapkan kalimat keras agar pengunjung menunggu di luar. Wajar saja si petugas marah. Privat kan.

IMG_4694.jpg
Landmark terkenal di kota Helsinki

IMG_4697.jpg

KATEDRAL USPENSKI

Gereja ortodoks peninggalan Rusia ini sungguh membuat gue terpesona. Bangunannya mirip kastil/istana dongeng gitu. Belum lagi design di dalam gereja. Megah banget. Setiap dinding penuh dengan lukisan art yang sangat rapi. Warnanya kuning emas. Dan lagi lagi pada saat ke sini, juga sedang dilangsungkan pemberkatan nikah. Sepertinya lagi musim nikah di Helsinki saat itu. Hehehe.
Lucunya, ketika pemberkatan nikah berlangsung, para turis diperbolehkan masuk. Dengan syarat tidak mengeluarkan suara, tidak memakai topi dan  tidak boleh memoto dengan flash camera.

IMG_4887
Mirip kastil ya

IMG_4699.jpg
Lubang kubah yang megah

IMG_4701.jpg
Setiap dinding penuh dengan lukisan art

IMG_4886
Kebaktian yang hanya berdiri

Dan akhirnya, gue pun berkesempatan menyaksikan acara kebaktian kaum ortodoks yang lumayan berbeda dengan kebanyakan gereja yang pernah gue kunjungi. Jemaat gereja tidak duduk di kursi, melainkan berdiri. Jumlah kursi di dalam gereja juga sangat sedikit. Tidak sebanding dengan luasnya ruangan di dalam gereja. Singer gereja tidak terlihat oleh jemaat, melainkan hanya berdiri di belakang altar tinggi yang dipenuhi gambar gambar Jesus dan Bunda Maria. Konon, setiap gereja ordotoks mostly altarnya dipenuhi gambar gambar seperti ini.
Dan mereka bernyanyi bersahut sahutan dengan lagu yang sangat syahdu terdengar. Pengantin juga diberikan mahkota dan didoakan. Sungguh pengalaman pertama yang menambah pengetahuan.

TRIP HELSINKI (18)
Detailnya rapi dan baguslah

IMG_4702
Ciri khas gereja ortodoks. Selalu penuh gambar seperti ini di depan altar

IMG_4885

GEREJA BARU KARANG (ROCK CHURCH)

Wah, pokoknya gereja di Helsinki itu unik semua. Seperti gue bilang, kota ini wisata gerejanya dominan banget. Gereja yang satu ini apalagi. Menjurus nyentrik. Makanya sampai diberi nama Rock Chruch. Tidak heran ketika memasuki gereja, turisnya banyak banget. Jika dilihat dari luar, bangunan gereja nyaris tidak terlihat. Yang terlihat hanya tembok batu dan ujung kubahnya.

IMG_4704.jpg
Gereja dari luar. Cuma nampak gundukan batu dan ujung kubah

HELSINKI CITY (24).JPG
Di dalam gereja

Begitu masuk ke dalam gereja, barulah menyadari kalau kita berada di bawah tanah. Yup, gereja ini memang merupakan gereja bawah tanah yang dikelilingi dinding batu karang yang besar dan kokoh. Sangat jauh dari kesan bangunan gereja pada umumnya. Konon, Gereja Baru Karang masuk ke dalam salah satu gereja dengan bangunan terunik di dunia.

IMG_4882
Gereja bawah tanah dengan dinding batu

IMG_4884

Jangan lupa singgah ke toko souvenir di depan gereja. Pemiliknya ramah. Dan jika membeli souvenir, belilah patung kayu kecil Little My, tokoh dalam cerita anak anak terkenal dari Finlandia.

IMG_4710.jpg
Patung Little My

KAMPPI CHAPEL OF SILENCE

Gereja ini berada tidak  jauh dari hotel kami menginap. Berada di kawasan Kamppi Shopping Center. Awalnya gue tidak tahu kalau bangunan ini adalah sebuah chapel. Karena penasaran, gue mengajak suami untuk mengunjungi gedung berbentuk perahu ini. Ternyata Kamppi Chapel juga merupakan salah satu tujuan wisata di Helsinki. Sesuai namanya, chapel dibangun hanya sebagai tempat berdoa. Untuk kegiatan yang lebih silence saja. Tidak ada acara kebaktian minggu. Konon bentuk chapel yang seperti kapal terinsiprasi dari cerita Nabi Nuh dan perahu kapalnya.

IMG_4880.JPG
Chapel berbentuk perahu

IMG_4881.JPG
Di dalam chapel. Melengkung seperti kapal

Chapel terbuat dari kayu asli Gran/birch. Dan ketika memasuki chapel, lagi lagi pasti berdecak kagum. Bentuknya unik dan lucu. Melengkung serasa kita berada di dalam kapal. Apalagi di dalamnya dominan kayu. Simpel tapi keren!

Meskipun bangunan bangunan gereja di Helsinki sarat dengan pengunjung turis, tapi semuanya bebas dari pungutan biaya. Gue salut deh. Karena tidak semua gereja yang dikunjungi di saat liburan musim panas,  rela membiarkan pengunjung masuk tanpa dipungut biaya. Sebut saja seperti Nidaros Katedral di Norwegia dan Storkyrkan (Katedral Stockholm), masuknya tidak gratis.

SIBELIUS PARK & MONUMEN

Monumen yang terbuat dari kumpulan besi berukuran besar dan lumayan tebal, yang permukaannya penuh ukiran. Monumen ini dibangun dan dipersembahkan untuk musisi terkenal Finlandia bernama Sibelius.
Monumen Sibelius berada di kawasan taman hijau yang sangat luas. Asri dan segar. Konon, jika angin berhembus kencang, monumen ini akan mengeluarkan suara seperti musik. Patung wajah sang musikus pun bisa dilihat tepat di samping monumen.

Kawasan taman Sibelius, biasa dipakai untuk olahraga, berjalan kaki dengan anjing peliharaan, atau seperti kegiatan meditasi. Kurang pasti juga meditasi apa ga. Mungkin karena tempatnya yang sangat asri dan sangat natural sekali. Dan yang pasti suasananya tenang.

IMG_4715

TRIP HELSINKI (32)
Ini lagi meditasi kan? Gue kurang tau pastinya

ESPLANADE PARK

Jika ingin tahu tempat favorite warga Helsinki di saat summer, jangan lupa berjalan menyusuri kawasan taman Esplanade. Kawasan ini sangat panjang, mulai dari kawasan Market Square sampai ke area shopping Aleksanterinkatu.

Beberapa pohon di taman ini diberi lapisan kain merah bermotif polkadot. Entah mengapa kok gue merasa kurang sreg melihatnya. Ga ngerti kenapa harus ditutupi motif polkadot gitu. Esplanade Park pun terkesan biasa. Taman yang kiri kanannya ditanami rumput hijau, dan dibagian tengahnya terdapat jalanan yang lumayan lebar berisi bangku-bangku kayu di sepanjang jalan. Bentuk standard taman di sebagian besar negara Eropalah. Setidaknya yang pernah gue lihat ya.

IMG_4876.JPG
Menikmati summer di sekitar taman

IMG_4877
Jalanan yang selalu ramai di sepanjang taman

Mungkin menjadi terkenal karena fungsinya. Apalagi Esplanade Park memang lumayan panjang. Jadi cukup menampung banyak warga Helsinki yang ingin bersantai dan menghabiskan waktu. Di saat musim panas, sebagian besar warga Helsinki menjadikan Esplanade sebagai tempat favorite untuk berjemur. Duduk beramai ramai  di atas rumput dan bangku kayu yang tersedia. Dan meskipun menurut gue biasa saja, intinya gue sudah menginjakkan kaki di Esplanade Park. Sah yak!

KAWASAN ALEKSANTERINKATU

Yang suka belanja ayooooo merapat!
Aleksaterinkatu adalah kawasan yang dipenuhi berbagai toko barang branded. Bahkan Starbucks dan Hard Rock Cafe juga bisa ditemukan di sini. Kalau mau yang lebih High Branded, bisa masuk ke store Stockmann. *Usap usap dompet, untung masih aman terkendali*
Masih di sekitar  kawasan Aleksanterinkatu, terdapat beberapa ruas jalan pedestrian yang namanya ga bisa gue hapal satu satu, pokoknya masih di sekitaran ini deh.

HELSINKI CITY (18).JPG

IMG_4875.JPG

IMG_4874.JPG

TRIP HELSINKI (46)

Oh ya, biasanya di sekitar kawasan Aleksanterinkatu suka ada seniman jalanan. Wah, gue suka banget pokoknya. Soalnya mereka total sekali bermain musiknya. Modal banget! Gimana ga modal, pakaian dan alat musiknya uda mirip konser musik beneran.
Sepertinya uang adalah nomor sekian buat mereka. Yang penting mereka bisa  puas memainkan musik dan menghibur orang. Atau kalaupun uang tujuan utamanya, setidaknya worth it dengan permainan musiknya. Bukan pengamen yang mainnya asal. Terus nyodorin kantong uangnya cepet banget. Pasang muka seram lagi. Kalau ga dikasih ngedumel. Taulah maksud gue.h2.jpg

h3

HELSINKI CITY (16).JPG

MARKET SQUARE
Market Square berada tidak jauh dari kawasan pelabuhan Helsinki. Kawasan ini dipenuhi tenda tenda pedagang tradisional. Mulai dari sayur mayur, buah berry, cherry, souvenir, bunga segar sampai cafe sederhana yang menjual makanan khas Finlandia. Kami lumayan sering ke tempat ini. Karena suami gue suka banget makan kacang polong hijau. Dan di Market Square ini banyak dijual.

TRIP HELSINKI (49).JPG

Ketika berkunjung ke Market Square rasanya wajib dan rela antri di salah satu cafe tenda yang ramai banget pembelinya. Cafe yang menjual roti khas Finlandia. Seperti roti donat goreng berbentuk lebar gepeng. Lembut. Berisi nasi yang dicampur daging sapi. Bisa juga di tambah sosis. Kalau ga salah namanya Lihapiirakka. Gue suka karena teksturnya seperti donat tradisional di Indonesia.

HELSINKI CITY (35).JPG

Makanan khas Finlandia lain yang boleh dicoba adalah Hersburger. Burgernya orang Finland. Hampir di setiap sudut kota Helsinki, Hersburger mostly ada, tak terkecuali di Market Square ini. Burgernya lumayan enak dan dagingnya lembut. Di Finlandia, Macdonal kalah pamor oleh Hersburger. Rasanya sih ga jauh beda dengan burger yang lain. Rasa burger gimana sih. Cuma namanya liburan ke negeri orang, ga ada salahnya mencoba, kali aja rasa burgernya seperti aroma rendang. Kan seru.

Badewei, ada satu hal yang menarik perhatian gue ketika mengunjungi Market Square dan beberapa restoran di Helsinki. Sebagian besar pedagang dimonopoli wajah lokal. Bahkan restoran siap saji seperti kebab pun, sepertinya dikelola oleh penduduk lokal juga.
Pemandangan yang lumayan berbeda dengan Swedia. Dimana hampir sebagian besar kawasan seperti ini dipenuhi oleh wajah kaum pendatang.
Begitu juga ketika gue mengitari kota Helsinki, jumlah wajah pendatang atau imigran sangatlah jauh sedikit jika gue bandingkan dengan kota kota yang pernah gue kunjungi di Swedia. Apakah hal ini terkait dengan issue lumayan kurang terbukanya Finlandia terhadap imigran? Tanyakan pada rumput yang tak sudi bergoyang.

IMG_4863.JPG
View dari tour kapal kota Helsinki

TRIP HELSINKI (52).JPG

IMG_4868.JPG
Loket penjualan tiket di sekitar Market Square

Hal kedua yang mencuri perhatian gue adalah, gedung istana presiden Finlandia. Biasanya istana presiden selalu berada di kawasan yang jauh dari keramaian ya. Ini ga, lokasinya pas di depan pasar tradisional nek! Kebayang kan istana presiden kita dipindahkan di dekat pasar Senen.
Dan uniknya, di samping gedung istana presiden ini berdiri kantor kedutaan besar Swedia, yang bangunannya mirip dengan Royal Palace Stockholm. Malah kelihatan lebih besar dan lebih megah dibanding istana presiden ini. Ahhhh…Low Profile banget sih kamu Finland!

IMG_4867.JPG
View dari kapal

IMG_4873.JPG
View dari kapal

Jika ingin melihat keindahan kota Helsinki dari laut Baltik, boleh mencopa kapal kapal yang banyak menawarkan tiket di sekitar Market Square. Loket penjualan tiket pun jelas terlihat di kawasan ini. Bahkan tak sedikit yang menjual langsung ke tangan turis sambil berdiri membagikan brosur.

Tapi jujur sih, agak membosankan. Karena view yang benar benar terlihat bagus hanyalah pada saat kapal akan meninggalkan dermaga dan pada saat kembali menuju dermaga.  Selebihnya cuma laut. Apa karena sehari sebelumnya gue sudah cukup puas dengan pemandangan laut ketika menaiki Viking Line, jadi berasa sudah tidak excited lagi. Tapi lagi lagi namanya liburan, kalau ga dicoba, kurang sah.

HELSINKI CITY (1).JPG

OLD MARKET HALL

Masih berada dilokasi yang tidak jauh dari Market Square, terdapat Old Market Hall. Ibarat tanah air punya gedung pasar tradisional, maka Helsinki punya Old Market Hall ini. Cuma ukurannya jauh lebih kecil. Jangan membayangkan pasar tradisional dengan aroma tidak sedap ya. Serta becek dimana mana. Memasuki Old Market Hall sama saja seperti memasuki kawasal mall di Jakarta. Bersih dan rapi.

HELSINKI CITY (12).JPG
Old Market Hall

HELSINKI CITY (13)
Bersih

IMG_4872
Penataan dagangan yang rapi

Bahkan cafe dan restorannya setaraf mall. Makanan yang dijual pun menggugah selera. Oh ya, makanan Finlandia itu lumayan enak! Gue pernah melihat sebuah restoran bernama SFC, yang langsung mengingatkan gue dengan KFC dong. Pas nyoba chicken wingsnya, oh my God, enak banget. Harumnya benar benar ayam goreng rumahan. Dan saosnya juga enak. Pedes asam gitu. Pokoknya enak deh. Sampai gue beli dua kali. Dan sekarang nulis sambil ngences tra la la. Lokasinya di jalan Mannerheimintie.

CAFE KARL FAZER

Yang suka coklat, tidak ada salahnya masuk ke cafe Karl Fazer. Berada di jalan Kluuvikatu, lurusan jalan Esplanade.  Seperti diketahui, Karl Fazer adalah merk coklat terkenal dari Finlandia. Cafe ini menjual Fazer yang sudah dikemas cantik sedemikian rupa. Rasanya pengen dibawa pulang semua. Bukan karena doyan coklatnya, tapi karena kemasannya yang gemesin. Cafe Karl Fazer juga menjual berbagai macam cake, bakery dan cemilan serta minuman lain yang menggoda selera. Mau ngupi cantik di dalam juga hayuuu dan okeh kok.

TRIP HELSINKI (39).JPG

IMG_4871.JPG

Selain tempat wisata di atas, Helsinki juga menawarkan keindahan kotanya. Banyak kawasan pedestrian. Jadi jalan kaki juga nyaman. Jalanannya lebar, rapi dan bersih. Dijamin tidak disenggol motor. Apalagi pakai bonus asap knalpot. Kalaupun ketemu sepeda, mereka sudah punya jalur khusus. Kalau ini sepertinya bukan hanya di Finland aja sih.IMG_9627.JPG

TRIP HELSINKI (8).JPG
Central Station

TRIP HELSINKI (25).JPG

TRIP HELSINKI (28).JPG

Apalagi di saat musim panas, sepertinya setiap bangunan berlomba lomba memberi hiasan bunga di sekitar halaman gedung. Lagi lagi bunga ini mencuri perhatian gue.  Sepertinya penataan bunga di kota Helsinki sedikit berbeda dengan Swedia, khususnya Dalarna. Mereka cenderung menempatkan bunga yang sejenis dan sewarna dalam satu tempat.  Atau paling tidak hanya dua warna saja. Sementara di Dalarna, menanam bunga  cenderung dikombinasikan dengan jenis dan warna lain yang beraneka ragam. Cantikan mana? Buat gue sama saja. Sama sama bunga!

HELSINKI CITY (5).JPG

Seperti kebanyakan tempat di Eropa, cafe dan restoran di Helsinki selalu menempatkan kursi-kursi di depan gedung restoran. Berhubung jalanan di kota Helsinki  lumayan luas, sehingga hampir sebagian besar cafe di kota ini mampu menampung kursi di depan cafe dalam jumlah yang banyak. Cafenya lumayan kozi. Tapi tetap gue lebih suka Gamla Stan di kota Stockholm. Biar sempit tapi rasanya gimana gitu.

TRIP HELSINKI (3).JPG
Cafe

IMG_4869.JPG
Cafe

IMG_4870.JPG
Cafe

TRIP HELSINKI (41).JPG
Nongki 

Berkunjung ke Finlandia, jangan coba coba tidak menyediakan jaket. Paling ga jaket tipis buat jaga jaga. Karena di saat summer pun, Helsinki tidak menjamin terbebas dari hawa dingin. Rasanya gue cuma sebentar bertahan tanpa jaket di kota ini. Apalagi jika berniat mengelilingi kawasan laut Baltik. Wajib deh.
Meskipun Finlandia menggunakan mata uang Euro, namun masih ada beberapa pedagang yang mau menerima pembayaran dengan Swedish Krona. Tapi secara keseluruhan hanya menerima pembayaran dengan mata uang Euro. Jika berkunjung ke tempat tradisional  market, usahakan menyediakan uang cash. Karena sebagian besar mereka tidak menerima pembayaran dengan kartu.

TRIP HELSINKI (45)

Untuk transportasi, Helsinki kebanyakan memakai Trem, sejenis kereta api listrik yang berjalan di atas permukaan jalan. Sekalipun setiap ruas jalan dipenuhi jalur trem, tapi Helsinki jauh dari kesan semrawut.
Awalnya gue berpikir, kalau kota ini tidak memiliki kereta bawah tanah. Ternyata gue salah. Karena terlalu seringnya gue melihat aktivitas trem di atas jalanan kota Helsinki, gue pikir penduduk kota ini tidak memerlukan subway lagi. Namun gue sedikit heran, karena  gedung central stationnya besar banget. Daripada penasaran, kami pun masuk. Sekalian melihat keadaan di dalam gedung seperti apa. Dan ternyata Helsinki juga memiliki kereta bawah tanah. Kelihatan sekali kami kebanyakan berjalan kaki di kota Helsinki. Tapi berjalan kaki memang lebih enak sih, apalagi kalau kotanya rapi dan bersih kaya gini.
Gedung Central Station termasuk landmark kota Helsinki juga, lengkap dengan menara jamnya. Dalamnya juga sangat luas.

Kalau berada di Helsinki, saran gue sekalianlah melancong ke Tallin Estonia. Cuma dua jam menyeberang dengan kapal. Negara Baltik yang sangat kece. Bisa klik dan baca Akhirnya ke Tallin Estonia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Salam dari
Swedia.

Risoles Goreng

Untuk resep, gue agak malas cuap cuap banyak. Langsung ajalah yak!

IMG_4461

Bahan Kulit :

  • 250 gr tepung terigu protein rendah
  • 2 sdm tepung sagu (gue pakai sagu tani)
  • 1 sdt garam
  • 1 buah telur utuh
  • 500 ml air
  • 2 sdm minyak (gue pakai minyak jagung)

Bahan Isi:

  • 2 buah wortel, kupas, potong dadu kecil
  • 6 buah kentang ukuran sedang, potong dadu kecil
  • 2 batang daun bawang, iris iris
  • 2 siung bawang putih ukuran sedang, cincang halus
  • 1 sdt merica bubuk
  • 2 sdt bumbu bubuk kaldu (gue pakai knor)
  • Segenggam tangan udang halus kering (ebi)
  • 1 butir telur
  • garam
  • Minyak
  • 2 sdm air

Bahan Olesan :

  • 2 buah telur, kocok lepas
  • Seperlunya tepung panir/tempura (taruh di piring lebar)

IMG_4460

IMG_4463

CARA MEMBUAT:

Siapkan bahan isi. Panaskan minyak, lalu tumis ebi hingga harum. Kemudian masukkan bawang putih. Setelah benar benar harum, beri wortel dan kentang, aduk rata disusul 2 sdm air. Tabur merica, bumbu kaldu dan garam. Lalu tutup sebentar. Setelahnya masukkan daun bawang, aduk rata dan terakhir tambahkan telur. Aduk rata lagi. Matang, sisihkan hingga dingin.

Lanjut bahan Kulit. Campur terigu dan sagu tani serta garam. Aduk rata. Masukkan telur, aduk dan tuang air sedikit demi sedikit. Sambil terus diaduk. Kemudian beri minyak. Aduk terus sampai tidak bergerindil. Dan terakhir saring. Sisihkan.

Panaskan teflon ANTI LENGKET (kudu). Olesi sedikit minyak. Lalu tuang adonan kulit sebanyak satu sendok sayur atau sop. Ketika menuang, pegang tangkai teflon dan langsung goyang memutar agar bahan kulit melingkar rata. Tunggu sampai permukaan kulit merata warnanya. Cobalah menggoyang teflon dan lihat, jika bahan kulit langsung bergeser mudah, artinya sudah bisa diangkat. Tidak perlu dibalik lagi, langsung aja tuang ke piring. Lakukan sampai habis. Dont worry, bahan kulit bertindih dalam satu piring ga masalah kok. Tidak lengket juga.

Beri bahan isian ke kulit risol, gulung seperti membentuk amplop atau dadar gulung. Olesi risol dengan telur, lalu lumuri ke tepung panir. Goreng di minyak panas dengan api sedang. Sajikan dengan cabe rawit, mayones atau apalah. Suka suka anda. Hahahha.

IMG_4442
Ini gue pakai tepung tempura tepatnya. Biar lebih cetar. Hahahha.

Oh iya, risol bisa juga dicelup ke dalam sisa adonan kulit, baru dilumuri ke tepung panir. Kalau tidak suka pakai tepung panir juga ga masalah kok. Diolesi telur boleh, atau celup ke sisa adonan kulit juga boleh dan langsung digoreng. Berani berkreasi aja. Selamat mencoba!

IMG_4479
Ini tidak pakai tepur panir. Cuma dilapisi telur aja. Atau pakai sisa tepung kulit juga bisa

Salam dari Swedia.

“Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”

Astrid Lindgren (Dari Bullerbyn Hingga ke Katthult)

Sebelumnya, gue sudah bercerita tentang kunjungan kami (gue dan suami) ke kota kelahiran Astrid Lindgren di Vimmerby Småland. Dari situ, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah desa yang masih termasuk wilayah Småland.

Dari Vimmerby, perjalanan kurang lebih 20 menit dengan mengendarai mobil. Tempat yang kami tuju adalah Bullerbyn. Kalau sudah biasa membaca bukunya Astrid Lindgren, tentulah Bullerbyn tidak asing lagi di telinga kalian.

IMG_3471.JPG

Bullerbyn merupakan sebuah farm place yang menceritakan tentang kehidupan 6 orang anak yang tinggal di tiga rumah yang saling berdekatan. Ternyata Bullerbyn itu beneran ada! Tidak hanya cerita semata.

IMG_3473

Tiga rumah dalam cerita Bullerbyn sampai sekarang masih berdiri kece. Dan bahkan masih ada pemiliknya loh. Di depan salah satu rumah dalam cerita Bullerbyn malah ada tulisan Privat! artinya turis tidak diperbolehkan memasuki halaman rumah. Jadi hanya bisa melihat dari luar pagar.

Terkecuali ada satu rumah yang oleh pemiliknya, pengunjung diperbolehkan masuk. Bahkan bisa berbicara langsung dengan beliau. Sosok pria yang sudah lumayan tua. Menurut beliau, rumah di Bullerbyn jarang dia tempati, beliau hanya berkunjung ke rumah ini dikala musim panas saja.

IMG_3476
Salah satu rumah di Bullerbyn
IMG_3491.jpg
Salah satu rumah di Bullerbyn
IMG_3493.jpg
Rumah di Bullerbyn
IMG_3475.jpg
Rumah ini ada penghuninya. Ada tulisan privat di depan pagarnya. Turis tidak boleh masuk

Rumah yang sepertinya kurang dirawat. Rumput liar di sekitar halaman rumah banyak banget. Tapi tak sedikit juga bunga bunga cantiknya. Dan barang barang yang terlihat di belakang rumah juga sengaja dibiarkan sedikit berantakan. Tapi malah kelihatan unik. Kata dia supaya antik. Benar sih, rustic banget kelihatan. Jadi seperti di majalah majalah gitu. Sang pemilik juga bercerita, kalau ayah Astrid Lindgren pernah tinggal di rumah itu. Tapi kalau tidak salah hanya sampai berumur 10 tahun. Ga tau juga benar ganya.

IMG_3474.JPG
Tiga rumah Bullerbyn
IMG_3481.JPG
Sepetik
IMG_3490
Berantakan, tapi kok jadi rustic banget ya. Mirip majalah jadinya.
IMG_3489
Mirip majalah antik
IMG_3604
Suka ngelihatnya

Di Bullerbyn, kami disambut pertama sekali oleh dua orang anak. Yang satu anak lelaki dan satu lagi anak perempuan. Ketika gue bertanya siapa namanya, si anak perempuan  menjawab  “LISA”. Nama yang sama persis dengan salah satu anak dalam cerita Bullerbyn. Sepertinya dia sengaja menyebut nama itu 🙂

Kedua anak tersebut sepertinya sengaja berada disana untuk sekedar membantu para pengunjung dan memberitahu tempat parkir. Dan setelah itu, kami pun memasukan uang koin ke dalam kaleng yang sudah mereka siapkan. Sukarela lah.

IMG_3486.JPG

Di sekitar Bullerbyn terdapat landscape pedesaan yang asri. Kami pun menikmati secangkir kopi dan cake, diantara heningnya alam pedesaan Bullerbyn saat itu. Sesekali mata gue menatap anak anak yang bermain ayunan tua. Suasana desanya berasa banget. Bagaimana tidak, Bullerbyn hanya dikelilingi tiga rumah kayu khas Swedia, dua buah gudang besar dan sebuah cafe bergaya vintage. Sukakkk!

IMG_3483
View di sekitar Bullerbyn. Peace banget
IMG_3482.JPG
Cafe di Bullerbyn. Awalnya merupakan gudang. Dalamnya bagus dan kozy banget
IMG_3487
Tuh, kece kan cafenya
IMG_3485
Gila yak. Dari sebuah gudang bisa disulap jadi cafe. Suasana desanya berasa banget. Betahlah di sini.
IMG_3488
Menikmati kopi dan cake di depan cafe

Dari Bullerbyn, kami menuju Katthult. Sebuah farm place yang menjadi tempat atau lokasi pembuatan film layar lebar Emil i Lonneberga. Harga tiket untuk masuk ke tanah pertanian ini seharga 40 Sek perorang.

Dibanding Bullerbyn, atmosfir pertaniaan di Katthult lebih berasa. Ada peternakan kuda, babi, domba dan ayam. Tentu saja dengan gaya pertanian jadul jaman dulu.

Bentuk babinya itu loh, bulat montok berwarna pink. Hahahaha.

Ayamnya juga! kakinya pendek dan bulunya lebat. Kalau berjalan lucuk banget. Seperti ayam dalam film  kartun. Senang gue lihatnya. Rumah yang menggambarkan kediaman keluarga  Emil pun masih berdiri manis di Katthult.

Bahkan sesekali kami melihat pemiliknya terlihat keluar masuk dari rumah itu. Dan pengunjung juga tidak diperbolehkan memasuki halaman rumah. Cukup melihat dari luar pagar. Bahkan di loket masuk pembelian tiket, sudah ada tulisan yang memohon agar pengunjung tidak berkunjung lewat dari pukul 7 malam. Mungkin pemilik juga butuh privacy dan ketenangan.

IMG_3496
Farm Place Katthult

Tak jauh dari sini,  kami juga  melihat sebuah  toilet dari kayu berwarna merah. Toilet dimana Emil pernah mengunci sang ayah di dalamnya. Ada juga gudang yang berisi patung patung kayu berukuran kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Patung patung yang dibuat sendiri oleh Emil ketika menjalani hukuman dari sang ayah dan mengurungnya di gudang tersebut. Kalau ini sepertinya sengaja dibuat sedemikian untuk kepentingan kunjungan wisata. Agar lebih hidup suasananya.

IMG_3514
Toilet dalaman cerita Emil. Sang ayah pernah dikurungnya di sini. Hahaha.
IMG_3516
Patung kayu yang dikerjakan Emil ketika dihukum oleh ayahnya dan mengurungnya di rumah kecil ini. 
IMG_3515
Gudang makanan

Bahkan tiang bendera dimana Emil pernah menggantung adik perempuannya juga ada dan bisa dilihat. Bisa gue bayangkan kenakalan dia.

Intinya kawasan ini benar benar dipertahankan persis seperti dalam cerita Emil i Lonneberga. Sehingga pengunjung yang datang pun dapat dengan mudah bernostalgia dan mengingat kembali cerita tersebut. Atau setidaknya bagi yang belum pernah membaca cerita bukunya, sedikit banyak ada gambaranlah.

IMG_3508
Rumah dalam cerita Emil yang difilmkan. Itu tiang benderanya. 
IMG_3605
Pemilik rumah
IMG_3510
Rumahnya kece yak
IMG_3503.jpg
Asri banget
IMG_3499
Rumah ini hanya bisa dilihat dari luar. Tidak boleh masuk. Karena pemiliknya masih tinggal menetap di sini
IMG_3504
Sekitar farm place. Gimana ga betah lihat begini coba
IMG_3517 (1)
Gudang besar di sekitar Katthult

IMG_3523

Sungguh betapa gue menikmati liburan kami saat itu. Bisa mengunjungi tempat tempat yang menjadi inspirasi tulisan seorang Astrid Lindgren. See you in my next story.

Salam dari

Swedia.

“Semua foto hanya menggunakan camera handphone”