Ketika Bangunan di Swedia Dominan Berwarna Merah. Mengapa?

Pernah berkunjung ke Swedia? terkhusus ke daerah daerah ”country sidenya”? atau mungkin sekedar melihat dari liputan televisi, internet, kalender, koran atau majalah? atau mungkin juga dari ilustrasi gambar dalam buku cerita anak sekelas Astrid Lindgren?

Jika disimak, salah satu ciri khas dari negara Skandinavia yang satu ini adalah typical bangunan bangunan rumahnya. Terutama bangunan rumah/gedung di wilayah country sidenya. Hampir semua berwarna merah! Warna merah yang berpadu dengan warna putih di setiap sisi jendelanya. Cantik, klasik dan magical. Rumah merah yang mewakili cerita fantasi dalam serial dongeng. Rumah merah yang selalu serasi dengan semburat warna di empat musim yang berbeda. Tak cuma rumah, bahkan bangunan sekolah, panti jompo, gudang, kandang ternak, pagar, hotel, sampai kotak pos pun berwarna merah.

IMG_5787.jpg

IMG_5781.jpeg
Rumah merah berpadu dengan salju putih di musim dingin. Serasi dan magical ya 🙂

Lantas mengapa bangunan di Swedia dominan berwarna merah? Ternyata ada ceritanya.

Hal ini berkaitan dengan area pertambangan biji tembaga dan besi bernama “Falu Koppargrufa” (Falun Mines) yang terletak di propinsi Dalarna, salah satu propinsi yang ada di wilayah Swedia. Pertambangan mana diperkirakan sudah ada sejak 500 atau 900 tahun silam.

40777452632_48e5cf23e4_o

40819112711_96c0b5b1f8_o.jpg
Merah!

Menilik mundur ke sejarah silam, masa dimana sebagian besar warga di sekitar Falun Dalarna berprofesi sebagai penambang tradisional, yang sehari harinya bekerja dengan memilah milah biji batu tembaga. Semisal kandungan tembaga dalam batu sedikit, kemudian dipisahkan ke suatu tempat.

Seiring waktu batu batu ini semakin menggunung. Dan tanpa mereka sadari, akibat proses pengeringan oleh alam yang cukup lama, kandungan besi oksida dan mineral dalam batu mampu membentuk limonit sedimen, yang semakin lama secara alami menghasilkan warna merah.

IMG_5687 (1).jpg

39438018790_794b43718d_o.jpg
Sebuah desa dengan rumah kayu berwarna merah

Melihat perubahan itu, para penambang tradisional berkeinginan mengolah limbah batu yang tadinya dianggap tidak berguna menjadi bahan dasar untuk menghasilkan warna merah pada cat.

Sekitar tahun 1573, King Johan III (raja Swedia saat itu) berkeinginan agar cat merah yang dihasilkan oleh para penambang tradisional digunakan untuk mewarnai atap istana. Lalu keinginan raja tersebut diikuti oleh kaum bangsawan. Saat itu kaum elite Swedia berangganpan jika memiliki rumah berwarna merah seakan mewakili sebuah harga prestise sosial.

40819114741_4e3fd5eda6_o.jpg

IMG_5746.jpg

Duaratus limapuluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 1764, berdirilah “Stora Enso” pabrik pertama dan tertua di Swedia bahkan dunia, yang memproduksi cat secara profesional di area pertambangan yang sama di ”Falun Mines”.

Cat berlabel “Falu Rödfärg” (yang bisa diartikan warna merah dari Falun) menjadi cat yang sangat famous di Swedia hingga saat ini. Dari abad ke 18 hingga 19, warga Swedia mulai tergila gila menggunakan cat merah dengan alasan: warna ini seolah memberi kesan jika rumah mereka terbuat dari batu bata, yang waktu itu hanya dimiliki kaum istana raja dan bangsawan. 

29452274208_7b329f2ccc_o
Pabrik penghasil cat merah, Falu Rödfärg

Tak cuma itu, seiring waktu semakin terlihatlah jika warna merah ”Falu Rödfärg” yang dihasilkan pabrik Stora Enso sangat tahan lama dan memiliki kualitas yang bagus karena mengandung mineral terurai dan minyak alami. Konon kayu yang diberi cat berwarna merah ini mampu membuat kayu menjadi tidak gampang lapuk. Tahan lama!

Konon lagi warna merah yang diproduksi oleh pabrik Stora Enso hanya cocok digunakan untuk ”bahan kayu” seperti rumah dan bangunan kayu di Swedia. Satu lagi yang unik, warna  merah ini tidak bisa ditindih dengan warna lain karena warna merahnya akan muncul kembali.

IMG_5803.jpg
Bangunan bangunan gudang yang juga berwarna merah

Ada harga dan ada rupa. Tidak bisa dipungkiri jika harga cat yang dihasilkan pabrik Stora Enso terbilang mahal. Sehingga tak sedikit warga Swedia perlahan lahan beralih ke merek lain meski kualitas warna merahnya jelas berbeda karena tidak menggunakan bahan dasar alami yang sama seperti yang dihasilkan oleh pabrik Stora Enso. Tapi bukan berarti seratus persen rumah dan bangunan kayu di Swedia itu berwarna merah ya. Warna lain juga ada kok seperti putih, kuning, biru. Cuma warna merah lebih dominan.

IMG_5802.jpg
Tempat wisata dengan bangunan dan pagar berwarna merah
IMG_5793.jpeg
Rumah masa kecil seorang Astrid Lindgren yang lagi lagi berwarna merah

Jika berkunjung ke kawasan Falun Mines, kamu bisa melihat banyak tumpukan batu menggunung di beberapa titik lokasi, yang tak lain merupakan kumpulan biji batu yang disortir para penambang dari jaman ratusan tahun silam hingga tahun 1991, ketika mereka menyambung hidup di area bekas pertambangan ini.

40777452232_a1724fc11a_o
Farmhouse yang serba merah
IMG_5790 (1).jpg
Desa itu berwarna merah. Hahaha

Dan amazingnya, batu batu yang sebagian besar sudah berumur ratusan tahun itu sampai sekarang tidak habis habis. Mengapa? karena batu batu ini tidak digunakan sekaligus untuk usaha produksi cat, dikarenakan terkumpulnya batu batu ini berasal dari tahun yang berbeda (bahkan bisa selisih ratusan tahun).

Jadi proses alami pembentukan sedimen merah pada biji batu juga butuh waktu yang sangat lama. Bisa ratusan tahun juga.

IMG_5788.jpg

40819113451_ec5171bcb5_o.jpg
Merah yang minimalis diantara tumpukan salju

Pabrik Stora Enso penghasil Falu Rödfärg (cat berwarna merah) ini bisa dilihat di lokasi wisata Falu Gruva (Falun Mines) di kota Falun ibukota propinsi Dalarna. Sampai sekarang masih ada dan tetap berproduksi. Uraian sejarah tentang  cat berwarna merah secara gamblang bisa dibaca di sekitar kawasan pabrik. Bagaimana pigmen warna bisa bekerja, mengapa rumah rumah kayu di Swedia dominan berwarna merah, dan slogan tentang cat yang dihasilkan bukan sekedar cat biasa melainkan berfungsi menjaga kestabilan kualitas kayu.

IMG_5775.jpeg
Dikala musim panas, merah dan hijau. Lagi lagi tetap serasi bukan? 

Selain itu kalian juga bisa mengeksplore lokasi di sekitar pabrik yang merupakan bekas pertambangan besar yang konon sempat menghasilkan banyak uang di masanya dan meningkatkan perekonomian Swedia di masa silam. Salah satunya adalah dengan menelusuri area pertambangan bawah tanahnya. Seruuuuuu dan memicu adrenalin.

img_5772

IMG_5773.jpeg
Bangunan merah diantara bunga liar. Cantik!

Saya sangat terkesima mendengar penjelasan guide tentang sejarah pertambangan ini. Merinding karena tak sedikit yang memakan korban jiwa dan mengandung cerita yang sedikit mistis dan horor. Bayangkan saja, berjalan di bawah tanah dengan sinar terbatas dan tangga kayu yang lumayan curam, jalanan batu yang licin, air yang masih menetes dari celah dinding batu dan suhu di bawah yang relatif dingin (kurang lebih 5 derajat celcius). Jika memungkinkan, akan saya tulis secara detail di tulisan yang terpisah.

img_5824

img_5777
Di musim gugur.  Dan warna merah tetap menawan

Demikianlah cikal bakal mengapa bangunan rumah di Swedia itu dominan berwarna merah. Bangunan rumah mana juga dijadikan sebagai souvenir di beberapa wilayah country side Swedia sebagai pertanda ciri khas wilayah mereka.

Berikut di bawah adalah beberapa foto bangunan berwarna merah yang saya foto. Mulai dari restoran, cafe, hotel, museum, souvenir, toko souvenir, komplek perumahan, gudang.

img_5818
Sebuah cafe dari bangunan gudang tua. Merah!
img_5828
Souvenir rumah. Mewakili bangunan kayu merah di Swedia.
img_5821
Perumahan tua yang dominan berwarna merah
img_5817
Restorannya kece
img_5838
Hotel yang lagi lagi berwarna merah          

IMG_5836.jpg

Natal dan Penghujung Tahun

Meskipun natal sudah berlalu, tidak ada salahnya saya mengucapkan Selamat Natal bagi semua teman pembaca yang turut merayakan. Seperti biasa, saya selalu mengupayakan menulis cerita natal dan akhir tahun sebagai bentuk luapan perasaan saya menghabiskan keseharian di negeri orang dalam kurun waktu satu tahun.

IMG_5150.jpeg

IMG_4582

Sejujurnya semakin lama keriaan perayaan natal yang saya rasakan di Swedia tak lagi terlalu luar biasa. Dari tahun ke tahun hampir sama saja rasanya. Bahkan tahun ini, saya sudah wanti wanti ke suami agar kami tidak membeli makanan natal terlalu banyak.

IMG_3573.jpeg

IMG_4849.jpeg

Tahun ini saya membuat kue kering yang lumayan komplit. Entah mengapa lagi rindu merasakan kue kering layaknya di tanah air. Seperti putri salju, semprit, kue spekuk, nastar dan kastengel. Dan saya tidak menyangka jika kue kering jadul yang saya bikin lumayan disukai suami dan beberapa tetangga. Terutama putri salju. Mungkin karena ada campuran almond dan taburan tepung gulanya. Jadi cocok dengan lidah mereka. Dan kebetulan kerabat saya yang tinggal di Dalarna juga berkunjung di tanggal 26 Desember lalu. Jadi stok kue yang saya bikin sangat mencukupi untuk dijadikan cemilan.

Seperti biasa setiap malam natal, saya dan suami selalu tukaran kado. Dan sejauh ini, kado yang kami peroleh adalah barang yang diperlukan. Saya memberi suami jam tangan karena jam tangan yang sehari hari dia pakai sudah sering bermasalah. Batrenya cepat soak. Saya berinisiatif membeli yang baru. Sedangkan saya sendiri langsung menodong suami untuk membeli mesin food processor karena mesin yang biasa saya pakai sudah terlalu tua (peninggalan mertua) dan cepat banget panas. Dengan kata lain, mesin ini benar benar saya butuhkan untuk mempermudah pekerjaan masak memasak. Terutama jika membuat bakso yang lebih dari setengah kilogram. Dan begitu sampai di rumah, langsung saya buka sekitar satu minggu sebelum natal tiba. Hahaha.

IMG_5135.jpeg

IMG_5123

Sedangkan kado natal lain yang sifatnya hanya untuk meramai ramaikan saja adalah shampo, sabun, body butter, kaos kaki dan printilan lain yang memang kami wajib pakai.

IMG_4488

IMG_4569.jpeg

Sejujurnya ada perasaan kurang spirit menghadapi natal tahun ini. Apa alasannya saya juga kurang tahu. Apa karena saya merasa kondisi setiap tahunnya begitu lagi dan begitu lagi. Meskipun begitu saya tetap melaksanakan kegiatan kegiatan yang biasa saya lakukan menjelang natal. Menghias pohon natal, bikin christmas cake, bantuin suami nyiapin makanan natal, dekor rumah dan sejenisnyalah. Dan tetap menjalankan hobby photography saya. Motoin pernak pernik natal di rumah.

IMG_5314.jpeg
Cake ini biasanya sellau saya buat di setiap perayan natal. English Fruits Cake

Tahun ini natal yang saya lewati benar benar white christmas. Salju sudah sangat tebal dan matahari bersinar sangat cerah. Jadi benar benar cantik banget. Putihnya sangat memantul manjaaaahhhh.

IMG_5512

IMG_5505.jpg

Setiap tahun adalah berkat buat saya dan keluarga. Saya bersyukur bisa melalui tahun 2018 dengan segala suka duka. Saya berkesempatan bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar saya di Indonesia.

IMG_3517

Saya juga kembali menjalin silaturahmi yang sempat terputus dengan kerabat saya. Kembali saling mengunjungi seperti dulu kala. Bisa saling memberi kebahagian dan penghiburan dibalik duka yang melanda. Dan rencananya, kami akan menghabiskan waktu bersama di acara pergantian tahun. Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan dan panjang umur kepada kami. Diberi kesempatan menyambut dan menempuh kehidupan di tahun 2019 dan seterusnya. Doa yang sama saya juga panjatkan ke kalian semua. Selamat menyambut Tahun Baru 2019! 

IMG_3577.jpeg

IMG_4573.jpeg

Roti Dengan Rempah Termahal: Lucia Buns (Lussekat/Lussebulle)

Haiiii!

Masih cerita tentang seputaran dunia baking. Lanjut ya….hahaha..

Menjelang natal tepatnya di bulan November hingga Desember, ada satu roti dengan bentuk yang unik dan mudah dikenali mulai meramaikan rak roti di supermarket dan toko roti di Swedia. Namanya Lussekat (Lussebulle) atau Lucia buns.

Lussekat dikenal sebagai salah satu wujud keriaan warga Swedia menyambut hari Santa Lucia yang jatuh pada tanggal 13 Desember setiap tahunnya. Sampai ada pemilihan putri Lucia loh.

IMG_3420

IMG_3424.jpg

Roti Lucia bentuknya menyerupai huruf S atau angka 8. Yang membedakannya dengan roti roti lain adalah warna kuning dan aroma yang berasal dari rempah saffron (rempah termahal di dunia menurut versi barat) yang menjadi bahan wajib di roti ini. Sedangkan teksturnya menurut sayaagak sedikit kering. Mungkin karena dioven di suhu yang lumayan tinggi sekitar 200 derajat celcius.

Saya mencoba membuat sendiri di rumah dan tentunya saya modif dibagian luarnya. Saya olesi butter madu agar tekstur kulitnya lebih lembut dan rich di mulut. Sebenarnya lussekat di tulisan ini sudah sekitar minggu lalu saya buat. Sudah habis malah. Tapi berhubung hari ini bertepatan dengan perayaan Santa Lucia, ya udalah sekalian posting. Hitung hitung biar blog ini terlihat lebih bernafas meski semakin hari isinya tentang wilayah dapur terus. Hahaha.

Seandainya ada yang berminat, resepnya ada di instagram dan youtube @dapursicongok ya.

IMG_3414 (1)

Princes Cake (Prinsesstårta)

Prinsesstårta atau dikenal juga dengan sebutan Princes Cake merupakan cake tradisional yang sangat terkenal di Swedia. Rasa rasanya semua warga yang tinggal di Swedia pasti tahu jenis cake ini. Jika ada perayaan ulang tahun, perkawinan atau perayaan lainnya di Swedia,  umumnya pilihan akan jatuh pada princes cake sebagai pelengkap menu acara.

IMG_3883.jpg

Jika menilik ke belakang, sejarah princes cake awalnya dipublish oleh Jenny Åkerström, seorang guru yang bekerja pada tiga putri dari prince Carl, seorang pangeran asal Swedia. Awalnya princes cake dinamai “green cake” karena dibalut marsipan berwarna hijau. Kemudian sebutan green cake pun berubah menjadi princes cake dikarenakan adanya anggapan bahwa ketiga putri pangeran inilah yang justru pertama sekali benar benar mengidolakan dan menyukai citra rasanya (Wikipedia).

2C4C1CDD-1F13-4938-B9F0-BCFB3D629B57.jpg

Princes cake sangat mudah dikenali. Bulat, dibalut marsipan berwarna hijau ditaburi gula halus dengan ciri khas sekuntum mawar pink menghias permukaannya. Minimalis sekali. Tidak heboh seperti kebanyakan tart yang full dekorasi. Tapi begitu ditilik kebagian dalam, barulah berasa kalau cake ini tidak sesederhana tampilan luarnya. Terdiri dari tiga layer dan semarak dengan lapisan cream.

Penyuka cream harusnya cocok dengan citra rasa cake ini. Creamy sekali.

7E7E1B4B-CDFF-491C-B8DE-EFA4095F7B8B.jpg

Bahan utama princes cake adalah sponge cake, selai rapsberry, pastry cream atau vanila cream, whippy cream dan balutan marsipan yang terbuat dari campuran gula tepung dan kacang almond. 

Seiring waktu, princes cake mulai mengalami pergeseran. Balutan marsipan tidak lagi mutlak berwarna hijau melainkan pink, kuning atau putih. Bentuknya pun tidak melulu bulat melainkan lonjong memanjang. Bahkan ada yang berukuran mini. Toppingnya tak lagi cukup hanya sekuntum mawar, melainkan ditambahkan taburan coklat, buah dan entah apalah itu. Begitupun tetap saja princes cake klasik lebih mendominasi toko bakery di Swedia. Yup, cake ini setiap hari memang tersaji manis di etalase toko toko bakery di negara ini. Banyak peminatnya. Termasuk suami saya.

IMG_3888.jpeg

Saya pernah membaca tulisan dari seorang baker terkenal, terkait resep Swedish Princes Cake yang dia publish mendapat komentar pedas dari penonton channel youtubenya. Tak sedikit yang mengatakan jika resep yang dipublish beliau sangat melenceng dari resep aslinya. Dia dianggap merusak makanan tradsional dari sebuah negara. Hingga akhirnya si baker pun membuat versi klasiknya. Hmmmmmm……dasyat ya.

IMG_3857

IMG_3746.jpeg
Marzipan ini terbuat dari gula halus dan kacang almond yang diblender sampai halus. Kemudian ditambahi putih telur dan vanila.

Saya sendiri sudah lama berkeinginan membuat princes cake. Tapi selalu terhalang oleh rasa kurang percaya diri. Takut gagal. Ada keinginan bila suami berulang tahun, saya ingin menyajikan princes cake buatan tangan saya sendiri. Saya tau dia suka. Dan pasti dia senang.

Sampai akhirnya saya memberanikan diri. Bayangkan, sampai marsipan pun saya bikin sendiri. Padahal yang sudah ready to used banyak dijual di supermarket. Saya bertekat harus bisa bikin sendiri semuanya. Pengen tahu bagaimana cara menghasilkan marsipan yang mulus.

Belum lagi ngebayangin harus bikin sponge cake. Saya lumayan jarang bikin jenis cake seperti ini. Disamping bukan penggemar sponge cake, bikinnya lumayan hati hati menurut saya. Karena kalau pengocokan telur tidak sempurna alamat jelek hasilnya.

5D12C60C-2BA0-45A1-9E30-A8D248EDC12A.jpg

Akhirnya semua saya kerjakan sendiri. Mulai dari membuat marsipan, sponge cake hingga pastry cream. Dan puji Tuhan, untuk ukuran yang baru pertama kali bikin, tidak terlalu buruklah. Meski balutan marsipannya belum terlalu rapi. Tapi berasa amazing bisa menghasilkan marsipan dengan warna hijau yang saya mau. Hijau yang tidak terlalu gelap. Bener bener pakai hati dan lumayan gugup saya pas ngerjai semua. Saya sempat mikir jika marsipan tidak bisa mulus dan bakal lengket. Beneran ga nyangka bisa berhasil meskipun agak ketipisan dikarenakan terlalu lebar menggilasnya.

IMG_3866.jpg

Sponge cakenya pun tidak mengecewakanlah. Artinya memang cocok digunakan sebagai dasar di setiap layer cake. Berhubung saya tidak begitu menyukai whippy cream yang berlebihan, jadi vanila creamnya yang saya banyakin. Saya agak melenceng dari princes cake klasik karena selain rapsberry jam, saya tambahkan juga bluberry jam dan buah rapsberry. Biasa loh langsung dilanda kenorakan. Mudah mudahan saya tidak dikomplain. Di toko bakery juga ada kok yang melenceng (pembelaan). Hahaha.

IMG_3889.jpeg

Menurut suami dan tetangga yang ikutan menyantap cake ini, rasanya sih enak. Lapisan cakenya tidak terlalu tipis. Marsipannya tidak terlalu kemanisan. Whippy creamnya tidak over. Apakah mereka cuma basa basi? yang jelas begitu mereka pulang, cake ini tinggal dua slice.

IMG_3942.jpg

IMG_3940.jpg
Fika bersama

Saya terharu (edisi lebay) pada akhirnya kesampaian mempersembahkan cake kesukaan suami di hari ulang tahunnya. Dia ekspresif sekali memperlihatkan kekagumannya. Katanya bangga ama saya. #uhuk

Belum lagi pas bangun pagi sebelum berangkat kerja, dia ulang lagi kalimat pujian yang sama. Sampai dia bilang jangan dipotong dolo sampai dia pulang kerja. Mau mengajak tetangga untuk fika bersama dan kasih tahu kalau saya bisa bikin Swedish Princes Cake. Ya ampun segitu bangganya dia sampai mau pamer segala. Tapi untungnya mereka suka. Saya bahagia. Rasa takut itu memang bahaya. Selama belum dicoba jangan menyerah. Eaaaaaaaaaaaaaaaaa!

IMG_3872

Happy Birthday älskling!

Random Cooking and Baking

Hai hai…..!

Rasanya sudah lumayan lama tidak menghempaskan aroma aroma makanan di blog ini. Dan mumpung lagi senggang, mari pamer pamer dikitlah (gede juga ga apa) hasil masak memasak dan baking di dapur. Tentunya tidak saya posting semua. Paling beberapa saja. Yang paling syurrrlah menurut saya. Apa saja?

Ini dia….cekidot!

Ayam Panggang Bumbu Semur

Jadi ceritanya, suami saya sukaaaaaaaaaaaaaaa banget menyantap ayam utuh. Belum dipotong potong. Mungkin lebih menyelerakan buat dia. Meski setelah matang, ya harus dipotong potong juga. Kali ini saya pakai bumbu yang terbersit di kepala. Campur campur saja semua. Hasilnya mirip bumbu semur. Tidak mengecewakanlah.

IMG_2624.jpeg
Aku seksehhh

Hekeng (Ngohiong)

Ahhhh….kesampaian juga bikin ini. Sampai bela belain bawa kulit tahu dari Indonesia. Secara di Mora kaga ada dijual. Hekeng konon kuliner khas Pontianak. Tapi sebenarnya di resto cina lumayan sering ada. Dijadikan pelengkap mie goreng.

45187390965_732df04e6d_o.jpg

1E20132D-A1E2-4516-B4FC-CC856FC7E8CA.jpg

A54BA7AE-B8BA-4D33-A177-56FCC7AF0FB2.jpg
Dan ini enak sekali. Bisa pakai ayam udang atau pork udang

Hekeng dikukus saja sudah enak apalagi digoreng. Nah, sewaktu saya posting di instagram, ehhh malah ada yang direct message. Katanya pengen dan langsung orderYa udalah berarti rejeki saya.

Baking Roti Tawar

Sebenarnya saya lumayan sering bikin roti tawar. Tapi baru kali ini ngebaking roti tawar menggunakan cetakan/loaf tertutup. Dan hasilnya bikin gue terpana. Rapi dan bagus banget. Udalah shayyy…buka toko roti aja nyukkk. Hahahaha.

44948516175_6a8a2e08ec_o.jpg
Senang sekali melihat hasilnya. Mirip di toko roti (saya pede…hihi)
45137061464_a57ab9e184_o (1).jpg
Setiap melihat hasil bakingan selalu sumringah sendiri

45137061324_165c31f5b5_o.jpg

44044997740_592ce4083a_o (1).jpg

Trus pernah kebanyang roti tawar Ganda yang ada di Siantar, bikin lagilah roti tawar yang mirip mirip roti tawar Ganda Siantar. Meski hasilnya ga sempurna mirip, tapi setidaknya untuk teksturnya tidak mengecewakanlah. Super lembut dan kempes gitu kalau ditekan. Pengen saya jadikan bantal sangkin gemesnya. Hahaha.

IMG_3453 (1).jpg
Montok montok
IMG_3455
Pengen saya tiduri aja. Hahaha

IMG_3454 (1).jpg

INAYA PUTRI BALI

Sewaktu berlibur ke Bali beberapa waktu lalu, saya dan suami berniat menginap di sebuah resort di kawasan Nusa Dua Bali. Alasan memilih Nusa Dua dikarenakan relatif lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Jauh hari kami sudah mulai searching beberapa resort yang ada di kawasan Nusa Dua dan rata rata memang cukup menarik perhatian. Sampai akhirnya kami memutuskan memilih menginap dua malam di sebuah resort bernama  Inaya Putri Bali.

45431219582_6154b765fa_o.jpg

IMG_3194
Kebetulan ada acara wedding party

Selama menginap di Inaya Putri Bali, kami benar benar menghabiskan waktu hanya di kawasan resort. Dengan kata lain tidak ada agenda berkunjung ke kawasan wisata. Bersantai menghabiskan waktu di kawasan resort sudah cukup membuat hati kami senang. Rasanya dua malam belumlah cukup menikmati kenyamanan resort ini.

43665671320_299a0b7847_o (1).jpg

44549115705_bf02e9f284_o.jpg

Inaya Putri Bali berdiri di lahan yang lumayan luas. Tamannya asri dan bersih. Kolam renangnya luas. Bangku sofa di sekitar kolam renang, taman dan dan pantai juga banyak. Lokasi resort langsung menghadap pantai. Semua tamu hotel bisa menikmati fasilitas payung sofa yang ada di pinggiran pantai secara gratis. Dan enaknya lagi, kawasan pantainya kebanyakan digunakan oleh para tamu hotel. Jadi tidak terlalu crowded. Inaya Putri Bali juga menyediakan cafe di sekitar pinggiran pantai.

45410729232_793b7339eb_o

31621268908_784a4ffa39_o.jpg

IMG_3216.jpg

45410728882_1aeea2cc7b_o.jpg

Inaya Putri Bali memiliki lobby utama yang terpisah dengan bangunan kamar tamu hotel. Lobbynya luas dan view disekitarnya cakep. Sesekali ada hiburan musik gamelan tradisional Bali.

30554185707_a28ecb2610_o

45442852302_54b3e6e6cc_o
Tamannya asri dan bersih

Dikarenakan lobby utama terpisah dengan kamar tamu, para tamu biasanya diantar dengan menggunakan golf car. Jauh banget sih ga. Cuma kalau bawa koper memang sedikit kurang praktis. Semisal berencana hendak keluar kamar, fasilitas golf car ini juga siap menjemput kembali ke lobby kamar. Meski jalanan utamanya rapi dan bagus, tapi menjadi kurang nyaman ketika harus keluar kamar di malam hari. Harus melewati area tanaman yang agak remang. Apalagi kalau jalan sendirian. Hmmmmm… lumayan horor.

31587842978_878165356b_o
Gedung lobby utama tampak belakang. Kolam airnya bikin adem
31587843198_9f8040196a_o
Gedung lobby utama tampak depan

Untuk fasilitas di dalam kamar lumayan luas dan lengkap. Kamar mandi sangat nyaman. Ada bathup juga.

IMG_3207.jpg

IMG_3212.jpg

Inaya Putri Bali bertetanggaan dengan resort lain yang juga tak kalah menarik. Dari Inaya Putri Bali bisa berjalan kaki dan menikmati suasana beda dari resort di sebelahnya. Bisa menikmati cafe restoran dan suasana pantai yang berbeda juga.

IMG_3193

OMNIA BALI

Bali menjadi salah satu tempat berlibur yang kami (saya dan suami) inginkan jauh hari sebelum liburan ke Indonesia. Sampai sampai berita gempa yang silih berganti pun tak menyurutkan keinginan suami untuk berlibur ke sini. Kami sama sama menyukai pulau Bali. Biar dikata Bali sudah mulai kotor dan macet, tetap letsgo!

43830196820_5c28e3408a_o

Buat saya, Bali itu bukan sekedar pantai. Tapi pulau ini komplit untuk urusan liburan. Selalu inovatif dan kreatif tanpa harus meninggalkan cultur budayanya. Bali itu magis. Selalu terpanggil untuk kembali datang.  Padahal kalau dipikir banyak pantai di luar Bali yang lagi naik daun. Bahkan jauh lebih bersih dan indah. Tapi ya itu, Bali selalu sayang untuk dilewatkan. Setidaknya untuk saat ini.

45648485831_314c458c6d_o

Bali punya banyak beach club. Keren keren pula. Salah satunya ya OMNIA yang lagi hits di kalangan milenial jaman now. Saya salah satu jiwa yang penasaran ingin masuk ke beach club ini. Mostly reviewsnya bagus bagus. Meski tak sedikit yang ngeluh di urusan harga. Omnia Bali juga sering menjadi tuan rumah untuk pertunjukan DJ terkenal dunia.

43830194030_7a6570c1c1_o

30707439667_07dcb92af9_o

Sebelumnya saya sudah searching tentang Omnia. Banyak yang bilang masuk ke Omnia harus melalui pemeriksaan yang relatif ketat. Minimal berusia 21 tahun. Pakaian pun ga boleh sembarangan. Ga boleh ngejeans. Dress codenya smart casual gitulah. Ga boleh bawa kamera DLSR. Handphone atau go pro its oke. Jadi semua foto di dalam tulisan ini cuma pakai hape ya. Harap maklum.

44923567474_46d7229181_o
Serasa bukan di Bali

Kebetulan hari itu kami berencana melihat pertunjukan tari kecak di daerah Uluwatu. Berhubung pertunjukannya sore hari, kami memutuskan ke Omnia terlebih dahulu. Karena lokasinya masih di sekitaran Uluwatu. Setibanya di sana, kami harus melalui pemeriksaan security. Ga lama kok. Dan ga seheboh yang saya bayangkan juga. Berhubung kami datang bukan di hari sabtu minggu dan masih pukul setengah satu, jadi masih sepi.

Pegawai resepsionis memilihkan kami tempat di area the Cube, spot utama yang juga sekaligus iconicnya Omnia. Ada fasilitas sofa bed yang terletak di bagian paling depan. Viewnya direct ke hamparan laut hindia yang biru. Berdiri di atas tebing curam pula.

Ahhhh…………………………spektakuler bangetlah buat saya. Saya merasa bukan sedang berada di Bali. Konsepnya ga main main. Rapi dan terstruktur.

43830190140_a7e74aa8f4_o

44734126005_2a9798a95d_o
Area the Cube (iconicnya Omnia). Arsitekturnya keren.

Sehingga tidaklah heran jika omnia sangat identik dengan ajang selfie dan foto foto. Sangat bisa dimaklumi. Dan emang sayanglah hai di tempat kece gini ga fotoan. Ga perlu jaim jaim. Semua pada fotoan kok. Bahkan pegawai Omnia sesekali suka nanyain mau difotoin apa ga. Tapi jangan habisin waktu cuma buat fotoan juga yeeee…nikmati waktu ketika berada di sana. Sayang kalau sampai dilewati begitu saja.

45648485981_49d45631d3_o (1)
Kolam renang yang berdiri di atas tebing curam. Menghadap laut hindia. Di sini kebanyakan selfie dibanding renangnya. Hahaha

Untuk biaya, sepertinya dihitung berdasarkan area dan fasilitas tempat duduk yang kita pilih. Untuk tiket masuk konon biayanya sebesar duaratus ribu rupiah. Tiket belum termasuk makanan maupun minuman. Fasilitas tempat duduk juga nihil alias hanya berdiri.

44734124715_f7af0ebc56_o
Area Cabana dengan kolam renang sendiri sendiri 

Kalau mau lebih nyaman dan beneran santai, paling harus rogoh kocek agak dalam. Sebagai gambaran, untuk area the cube dengan sofa bed yang kami pilih dikenakan biaya minimum order 2,5 juta rupiah dan harus dibayar di muka. Tapi biaya sudah all in one. Semisal pesanan lebih dari harga ini, maka harus membayar biaya tambahan lagi. Dan semisal minimum order ini ternyata masih bersisa, ya harus direlain. Tidak bisa dikembalikan lagi. 

44923520584_8ef38a6a39_o
Rendang. Salah satu menu andalan mereka. Rendang yang sedikit dimodifikasi. Tapi lumayan enak kok. 

Seperti kami misalnya, biaya yang kami bayarkan masih lumayan bersisa. Padahal makanan yang kami pesan lumayan bikin kenyang. Order minuman juga beberapa kali. Bisa jadi karena kami tidak terlalu banyak memesan minuman beralkohol. Selain saya tidak begitu suka, suamipun membatasi. Karena kami akan menonton pertunjunkan tari sore harinya.

45648485871_32cb832657_o
Cemilan berat. Enak !

Tapi pegawainya baik dan jujur. Sewaktu kami hendak keluar, langsung infoin kalau kami masih punya sisa uang yang lumayan. Sampai ditawari mau order apalagi atau sisanya mending dibeliin wine botolan. Ahhh…ga perlulah sampai segitunya. Ikhlasin aja.

43830192620_33837b014e_o

44734125075_0dfb732f8f_o

Buat saya dan suami, yang paling penting bisa menikmati suasana di tempat kece ini saja sudah sangat menyenangkan. Empat jam di Omnia membuat otak kami segar. Beneran liburan.

Untuk lebih lengkapnya, bisa klik video di bawah aja ya.