Mendadak Ke”Lontong”an

Beberapa minggu belakangan ini gue kangen banget makan Lontong Medan. Semenjak tinggal di Swedia, mendadak gue genius banget masak si lontong ini. Ada beberapa kali gue bikin.

Cuma ya itu, Lontong Medan termasuk jenis lontong yang isinya komplit. Agak ribet masaknya. Karena isinya tidak melulu sayur lodeh. Melainkan bakwan, teri kacang, keripik kentang, bihun goreng, tauco pedas, serundeng, bahkan sampai edisi luxury pun ada, dengan menambahkan daging rendang maupun gulai ayam.

Lontongnya juga sebagian besar dimasak dengan bungkusan daun pisang. Jarang pakai plastik.

IMG_7830.jpg

Menurut gue, ciri khas Lontong Medan itu rasanya relatif pedas, aroma tauconya khas banget. Trus bihun goreng dan bakwannya itu loh, memang pernak pernik yang cocok banget saling bersanding. Makanya kalau bikin Lontong Medan, sekalipun rempongnya ga ketulungan, gue jabani bikin komplit. Maksudnya kalau memang bener bener pengen, ngapai juga kerja nanggung. Sekalian lebih capek pun rela. Tapi ya puas. Serasa makan lontong di Medan aja.

Pokoknya, yang namanya tauco, bakwan, bihun goreng, wajib ada ketika gue masak Lontong Medan. Kalau rendang sih relatiflah. Tergantung mood. Apalagi serundeng, gue kurang suka.

860DDE42-D650-4A5C-9D67-E7081ABE4FCA.jpg

Menjelang lebaran, mulai deh kepala gue encok (encok kok di kepala sih?) gegara melihat foto makanan khas lebaran berseliweran di Instagram. Termasuklah si lontong ini.

Dan puncaknya adalah hari ini. Suasana menyambut lebaran di Instagram berhasil membuat mata makin nanar. Ga bisa nahan selera lagi. Makin Kelontongan deh.

IMG_7832

Begitu pulang ibadah, langsung grasak grusuk di dapur. Oalamak, uda kayak persiapan open house aja. Gue nyaris seharian di dapur.

Rendang, opor ayam, bakwan, bihun goreng, tauco cabe hijau, telur sambal, lodeh nangka, lontong, menjadi bukti kerempongan gue tadi.

Mana lontongnya gue rebus pakai daun pisang. Padahal daun pisang mihilll banget di Swedia. Sangkin terobsesinya harus sama dengan lontong di Medan. Tapi memang lebih harum sih kalau pakai daun pisang.

Belum lagi ketika masak rendang waktunya lumayan lama. Karena gue bikin sampai agak kering. Sedangkan opor ayam memang sengaja gue masak untuk suami. Karena opor no chili kan.

Tapi begitu selesai, OMG, terbalaskan sudah. Makannya pun sambil disayang sayang.

EA47E70B-551E-4792-A3F5-B03E3C899E1F.jpg

Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri buat teman teman yang merayakan!

Salam dari

Swedia.

Hytte, Penginapan di Norwegia ini Wajib Dicoba

Salah satu yang gue rindukan dari wisata alam di Norwegia adalah penginapannya. Apagi kalau bukan Hytte!

Selain bentuknya yang membuat perasaan menghayal entah ke film film apalah itu, landscape di sekitar Hytte mostly cihuy banget. Hadeh, tak sempatlah mikir berat (Lah liburan ngapai juga mikir berat?)

 

IMG_6948.jpg
Hytte dengan rumput di atapnya

Di Norwegia, khususnya di wilayah pegunungan dan Fjord, Hytte merajalela banget. Sadisnya ada dimana mana. Mulai di pinggiran fjord, lembah bukit, sampai mendekati kawasan puncak pegunungan pun ada.

IMG_6369 (1).jpg

IMG_6523.jpg
Jatuh cinta dengan kabin kabin Hytte ini. Cantik banget diantara balutan salju di kawasan pegunungan

Itu ya, pas melihat kabin kabin berserak di ketinggian gunung, (kebetulan waktu itu salju masih cinta banget dengan bumi Norwegia meskipun sudah memasuki awal musim panas), sontak gue minta suami berhenti.

IMG_6367

IMG_6366

Entah mengapa gue terperangah banget melihatnya. Oiimak…cakep banget. Serasa di planet mana gitu. Sepi banget kan. Seperti sebuah komplek perumahan suku asing yang terisolasi. Ibarat film the Beach atau Kong, nemu sebuah pulau dengan pemandangan yang cakep tapi magis. Halah!

Tapi beneran. You have to be there to believe it!

Gambar yang ada pun rasanya tak cukup mewakili keindahannya. Harus dilihat langsung. Gue nih, yang notabene sehari hari menyantap tebalnya salju everyday di saat winter, tetap aja loh terhipnotis dengan kumpulan kabin diantara salju itu. Kalau dipaksakan, ya anggap saja gue lagi berada di wilayah semi artic. Halah….(lagi)

IMG_6946

IMG_6952

IMG_6954

Hytte itu bentuknya seperti rumah kayu atau kabin. Uniknya lagi, atap bangunannya kebanyakan ditanami rumput dan bunga.

Sebenarnya di wilayah Eropa lain, penginapan seperti ini juga ada. Berdiri tak jauh dari nature. Dikenal dengan kawasan camp nature. Gue pernah mencoba penginapan seperti ini di Finlandia, Swedia dan Denmark. Yang di Denmark lebih mirip cottage privat gitu deh. Tapi sejauh ini, Hytte di Norwegia jauh lebih yuhui.

IMG_6950

IMG_6945
View dari pintu Hytte. Kece

IMG_6949

Hytte sepertinya menjadi pilihan utama menginap di kawasan nature Norwegia. Bukan alternative kedua. Menurut gue, hotel kalah pamor dilibas oleh Hytte. Sekalipun ukuran sebuah kota, jika masih dekat ke kawasan nature tetap aja hotelnya jauh lebih sedikit dibanding Hytte. Setidaknya inilah yang terlihat  mata gue selama di perjalanan.

IMG_6532.jpg
Bangunan di lereng itu semuanya Hytte. Bukan rumah penduduk loh

IMG_6533.jpg

Bahkan, ada satu kota yang isinya 90 persen Hytte. Nyaris tak terlihat rumah penduduk. Di kota Lom misalnya. Ampun, itu kota cakep banget. Kabinnya berdiri bertingkat di dinding bukit. Warnanya seragam. Coklat!

Dan hotelnya cuma ada satu, selebihnya Hytte semua. Landscapenya lagi lagi bikin hati menggelora.

IMG_6957
Hytte di kota Lom

IMG_6956

Para pebisnis penginapan di Norwegia pun sudah tau banget bagaimana cara memanjakan para tamunya. Jadi pemandangan di sekitar Hytte sepertinya sudah harga mati. Ya harus cakep. Misalnya seperti gambar di bawah ini.

 

Kawasan Hytte bahkan bisa hanya memiliki 3 atau 5 bangunan saja. Bahkan yang ukurannya kecil banget. Jauh dari pusat kota. Tapi tetap aja laris manis. Sedangkan kawasan penginapan berskala besar, biasanya terdiri dari bangunan hotel dan Hytte. Hotelnya pun berbahan material yang dominan terbuat dari kayu.

IMG_6530
View di sekitar Hytte
IMG_6377
Hytte ini kelihatannya kecil yak. Tapi dalamnya bertingkat loh. 

Ukurannya? ya bervariasi. Ada yang besar maupun kecil. Tapi yang membuat gemes, dari luar penampakannya seperti rumah liliput. Mungil mungil layaknya rumah mainan. Begitu masuk, merasa tertipu. Mereka bisa memaksimalkan semua ruangan agar benar benar berfungsi. Jadi ada kamar, living room/dapur, bahkan toilet. Contoh gambar di bawah ini.

Harga? juga bervariasi. Tergantung daerah/lokasi mapun ukuran dan kelengkapan Hytte juga. Kalau berada di sekitar fjord, sepertinya lebih mahal.

Rata rata sih berkisar 650 Nok (setara 1 juta rupiah untuk konversi IDR saat ini), hingga 1000 Nok (setara 1 juta enamratus ribu rupiah), atau mungkin bisa juga lebih ya. Yang kami coba sih rata rata di harga segitu.

IMG_6346.jpg

Sebagai perbandingan, untuk Hytte seharga 650 Nok, kurang lebih fasilitasnya seperti di bawah ini:

  • Kamar bisa satu dan bisa juga dua.
  • Tempat tidur bertingkat, dan mostly muat untuk satu orang
  • Bantal dan selimut belum dilengkapi sarung. Tapi bisa disewa atau bawa sendiri dari rumah.
  • Ruang nonton tv sekaligus dapur
  • Peralatan dapur seperti gelas, piring, teflon hingga microwave (untuk microwave ga selalu ada)
  • Kulkas
  • Air kran bisa ada dan bisa juga tidak ada. Kalau tidak ada, harus ambil sendiri dari air ledeng utama di sekitar hytte.
  • Toilet di luar.

Sedangkan Hytte dengan harga 900 hingga 1000 Nok, berikut fasilitasnya :

  • Kamar dua.
  • Tempat tidur lebih lebar dan tidak bertingkat
  • Bantal dan selimut ada yang sudah dilengkapi sarung, tapi ada juga yang belum. Jadi semua tergantung kebijakan pengelola penginapannya.
  • Ruang nonton tv sekaligus dapur
  • Peralatan dapur seperti gelas, piring, teflon hingga microwave
  • Kulkas
  • Air kran ada
  • Toilet di di dalam kamar
IMG_6378.jpg
Hytte dengan ruangan dapur sekaligus ruang tv

Tapi fasilitas yang gue sebut di atas sifatnya tidak fix ya. Karena meskipun harganya sama, belum tentu fasilitasnya sama. Tergantung kebijakan pengelola. Seperti yang gue sebut di atas, lokasi juga mempengaruhi tingkat harga dan kelengkapan fasilitas. Di daerah A misalnya, untuk harga 1000 Nok mungkin fasilitasnya sudah sangat lengkap. Tapi belum tentu di daerah B demikian. Seperti itu kira kira.

IMG_6355

Saran gue sih, bawalah piring dan gelas plastik. Jadi ga perlu banyak cucian. Trus kalau mau repot sedikit, siapin aja bahan makanan yang agak tahan lama. Tergantung berapa lama juga sih tripnya. Tapi setidaknya lumayan terbantu untuk beberapa hari kan.

IMG_6937

Misalnya seperti ayam goreng dan rendang agak kering. Nanti tinggal masukin kulkas. Pas makan tinggal masukin microwave atau tinggal panasin. Malah gue bawa beras loh. Masak manual kayak jaman dulu. Kelupaan bawa magiccom. Hahaha.

Tapi yang namanya menginap di Hytte, ya kebanyakan seperti itu. Itulah fungsinya dikasih dapur plus peralatannya. Apalagi di sekitar Hytte biasanya restoran ga banyak. Malah kadang adanya cuma satu, ya restoran dari pemilik penginapan.  Mungkin karena itu tadi, tamu yang menginap kebanyakan bikin/masak sendiri.

IMG_6943

IMG_6942
Bangunan Hytte plus tanaman rumput di atasnya

Ya anggap sajalah lagi main masak masakan di rumah liliput. Tapi ga perlu sampai masak berat juga. Kayak menggoreng atau ngulek sambal. Apalagi goreng ikan asin. Cukuplah tinggal manasin atau masak mie instan.

IMG_6382
Hytte dengan model yang lebih modern. Pas di tepian fjord. Viewnya bisa dilihat di gambar bawah

Selain itu, lumayan menghemat juga. Bukan apa apa, Norwegia itu termasuk salah satu negara dengan biaya yang relatif mahal.

Terkhusus di saat lunch. Seperti kami misalnya, mau ga mau harus makan siang di restoran. Karena di jam segitu pastinya sudah mulai jalan kemana mana kan. Repot kalau makan di mobil. Karena kendaraan yang kami gunakan bukan mobil karavan.

IMG_6399.jpg
Mobil Karavan yang menyewa tempat di kawasan Hytte
IMG_6526.jpg
Ihhh…kawasan ini indah banget. Di sekitar Eidfjord

Untuk makan siang, rata rata perorang dikenakan 175 Nok sampai 200 Nok (setara 300 ribu rupiah). Kita bicara makanan standard ya. Bukan dinner cantik. Misalnya nih, 3 tusuk sate plus nasi segenggam dihargai hampir 300 ribu rupiah. Belum lagi rasa makanan di Norwegia itu pas pasan banget (ini menurut standard lidah gue dan suami ya, bahkan warga di desa gue pun rata rata bilang begitu)

IMG_6398.jpg

IMG_6387
Taman yang asri di sekitar Hytte dan hotel di Aurlandfjord

Jika gue bandingkan dengan harga di Swedia, sebenarnya tidak jauh berbeda. Terkhusus untuk makan malam. Tapi untuk makan siang, di Swedia lumayan terbantu. Karena sebagian besar restoran menggunakan sistem all you can eat dengan harga yang relatif ramah di kantong.

IMG_6392
Kawasan penginapan di Aurlandfjord

Hanya berkisar antara 90 hingga 110 Sek, sudah bisa makan sepuasnya including coffee dan cookies. Kalau beruntung, bisa nemu restoran yang menyediakan desserts sederhana. Tapi memang biasanya dilimit dari pukul 11 pagi hingga pukul 2 siang. Lewat dari situ harga melambung dua kali lipat bahkan lebih.

IMG_6531
Kawasan penginapan di Aurlandfjord. Kece yak!

Untuk dinner, harga di Norwegia dan Swedia ga jauh beda, masing masing memiliki harga yang kurang ramah di kantong. Bedanya, rasa makanan di Norwegia sekalipun sekelas hotel, tetap ajalah mak, kok di mulut ga berasa nikmat apa apa. Flat banget rasanya. Tapi selera lidah setiap orang ga sama sih. Jangan digeneralisasi.

IMG_6386
Hotel di kawasan penginapan Aurlandfjord
IMG_6388
Ruangan sarapan. Interior shabby vintagenya gue suka.
IMG_6389
Look at this! Barang antik yang menghiasi lobby hotel.

Nah, agar memblenya ga doble, mending sebisa mungkin dihemat kan. Kalau setiap hari harus menghabiskan uang sebanyak satu juta tigaratus ribu rupiah hanya untuk urusan makan, selama gue bisa bawa rendang dan ayam kenapa ga? Hahahha.

Lain cerita kalau ga bisa ya. Mau ga mau ya dinikmati aja meskipun mahal. Intinya sih semua sesuai kondisi. Namanya juga liburan toh.

IMG_6354

Kalau mau menginap di hotel pun bisa. Kami juga pernah mencoba penginapan hotel. Tepatnya di kawasan Aurland. Hotel di kawasan nature Norwegia juga asik. Suasananya homey banget. Karena materialnya berbahan kayu juga. Interiornya mengusung tema shabby vintage. IMG_6936

Tak hanya landscape, model bangunan di sekitarnya pun bikin gemes. Warna putihnya sukaak! Mirip rumah di majalah home design gitu. Pengen gue cabutin trus pindahin ke halaman sebelah rumah. Hahaha.

Kebayang kan, buka jendela langsung melihat gunung. Belum lagi aliran air fjordnya yang super tenang. Rasanya ga pengen pulang. Rekomen banget tempatnya. Untuk harga hotel berkisar 1400 Nok atau setara dua juta duaratus ribu rupiah. Bisa lihat gambar di bawah ini.

Ke Norwegia, pokoknya kudu nyobain Hytte deh.  Berkesempatan merasakan liburan ala ala serial Heidy. Banyak gunung, lembah hijau bahkan domba pun ada. Heaven.

IMG_6529
Hotel di kawasan Eidfjord. Hotel ini besar tapi karena berbahan kayu jadi cakep banget

Lebih jelasnya, bisa lihat video di bawah aja ya.

Salam dari

Dalarna, Swedia.

“Semua photo adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Norwegia, The Land of the Fjord!

Apalah artinya ke Norwegia, jika tak menikmati keindahan fjordnya. Negeri yang memiliki julukan The Land of the Fjord di beberapa kartu posnya ini, memang menjadikan fjord sebagai salah satu nilai jual wisata alamnya.

Eidfjord, Hardangerfjord, Simadalsfjord, Geirangerjord, Lysefjord, Naeroyfjord hingga Sognefjord yang merupakan fjord terpanjang kedua di dunia, menjadi beberapa koleksi fjord yang dimiliki negara ini.

IMG_6087

IMG_5497

IMG_6089

Untuk Geirangerjord, Naeroyfjord dan Sognefjord sendiri,  Unesco telah menetapkannya sebagai warisan dunia yang dilindungi.

Pertama kali melihat Geirangerfjord di tahun 2015, gue sempat bilang, apanya yang menarik? Toh di Indonesia kami punya danau Toba. Mirip fjord juga toh. Barulah setelah membaca sejarah dan fenomena alam yang membentuknya, gue bisa memahami mengapa fjord banyak digandrungi wisatawan yang berkunjung ke Norwegia. Khususnya yang mencintai kawasan nature.

IMG_6052

Kalau danau, mungkin hampir semua negara punya. Tapi fjord? Ga semua bisa. Hanya negara tertentu yang bisa memilikinya. Tepatnya negara negara yang mengalami musim dingin saja. Itupun tidak semua negara bersalju mampu memiliki fjord.

Hanya ada beberapa negara di dunia, seperti Amerika Utara di wilayah Alaska dan Kanada, Scandinavia, Greenland dan Iceland. Selebihnya gue kurang tau pasti.

IMG_5478.jpg

Fjord terjadi atas peristiwa alam jutaaan tahun silam. Terbentuk dan diukir oleh erosi Gletser raksasa yang super dasyat, yang ketebalannya sampai mencapai 3 kilometer. Oh my!

Erosi gletser raksasa terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, hingga melewati masa demi masa di zaman es. Sampai akhirnya sanggup membentuk landscape yang mampu menampung aliran air laut yang super dalam.

IMG_5459.jpg

IMG_5966.jpg

IMG_5956.jpg

IMG_6078.jpg
Standing in the Land of the Fjord

Kurang lebih begitu yang bisa gue simpulkan. Semoga tidak salah. Agak runyam sih, apalagi kalau dipikir dengan akal sehat serasa cerita dongeng saja. Jadi harap maklum kalau seandainya kesimpulan yang gue tulis kurang akurat.

IMG_6085

So, berbicara fjord bukan semata soal suguhan keindahan alamnya, tapi juga cerita di balik fenomena alam yang membentuk fjord itu sendiri. Maha karya yang luar biasa. Hal inilah yang membuat fjord menjadi unik dan diminati wisatawan. Apalagi tidak di semua negara ada.

IMG_5963

Biar lebih afdol, coba klik video fjordnorway.com di bawah deh. Keren banget videonya. Gue suka.

Fjord memiliki beberapa ciri, diantaranya:

  • Berukuran sempit dan panjang. Jika ukurannya lebar dan tidak panjang, dipastikan itu bukan fjord.
  • Diapit tebing curam yang relatif berdekatan.
  • Relatif lebih tenang dibanding lautan bebas
  • Memiliki kedalaman air yang amat sangat, bahkan meskipun tidak lebar tapi mampu dilewati oleh kapal pesiar besar 
  • Airnya cenderung berwarna hijau
  • Dekat dengan laut
IMG_5959
Tebing fjord yang saling berdekatan. Meskipun sempit tapi fjord mampu dilewati kapal pesiar besar, karena kedalaman airnya yang amat sangat. Bahkan katanya bisa melebihi kedalaman air laut. Ihh unik ya!

Fjord juga memiliki view yang dramatis, akibat himpitan tebing gunung di sekitarnya. Dan biasanya, menjadi tempat favorite kawasan penginapan di wisata alam Norwegia. Contohnya seperti photo di bawah ini.

IMG_6050

IMG_6046

Gue dan suami berkesempatan melihat Sognefjord beberapa waktu lalu. Keindahannya bisa dilihat dari ketinggian view point dengan menempuh jalur puncak pegunungan Aurland. Mengutip kalimat di video fjordnorway.com di atas, “you have to be here to believe it”. Yups!

Oleh National Geographic Traveler magazine, Sognefjord disebut sebagai “area the world most iconic destination”.

IMG_6088.jpg
Gue, di kawasan viewing point Sognefjord, fjord terpanjang kedua di dunia

See you in my others story

Salam dari

Swedia

“Semua photo di tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”

Norwegia, Negeri Seribu Terowongan

Hingga saat ini, rasanya tidak berlebihan jika gue menjadikan Norwegia sebagai tempat wisata terfavorite. Alam negara ini sepertinya sangat tau  cara memanjakan mata para tamunya. Tiga kali bertandang ke Norwegia, tiga kali pula gue selalu terwow.

Untuk trip gue ke Norwegia sebelumnya, bisa dibaca di sini dan di siniIMG_5483.jpg

Mungkin masih banyak tempat indah dan menarik di belahan bumi lain, tapi dari sekian tempat yang sudah pernah gue datangi, keindahan alam Norwegia masih is the best. Dan gue berharap di kesempatan yang akan datang, Tuhan ijinkan gue dan suami melihat koleksi ciptaanNya yang lain. Dan gue percaya, masih banyak tempat yang jauh lebih indah di muka bumi sana.

Tapi untuk sekarang, gue cuma mensyukuri kesempatan yang ada. Bisa menghabiskan waktu di tanah Viking yang memiliki banyak keindahan fyord dan terowongan gunung. Yes, Welcome to Norwegia! (again).

IMG_5451 (1).jpg

Norwegia hanya sejarak barisan pinus dari tempat tinggal gue. Ke perbatasan terdekat kurang lebih dua jam. Negeri ini mewakili segala kecintaan gue akan indahnya farm mountain, wooden house di lereng gunung, suara gemericik air dari tebing gunung yang selalu menyapa di hampir setiap jalur jalan yang gue dan suami lewati, dentingan lonceng dari leher kawanan domba, dan lembah hijaunya itu loh..…alamak! Hampir lupa kalau mata gue sudah minus sekian.

IMG_5452.jpg

IMG_5456.jpg

IMG_5466.jpg

Masih jelas di ingatan bagaimana imutnya kawanan domba berlari menghampiri gue, hanya karena gue membidik kamera ke arah mereka. Mungkin mereka mengira, kamera yang gue pegang merupakan jenis rumput dalam kemasan yang berbeda. Menggemaskan sekali. Sewaktu kecil, terbayang pun tidak gue bisa memberi makan domba sedekat itu. Bersentuhan langsung dengan mereka. Meskipun gue akhirnya takut ketika mereka sangat agresif mengambil roti dari tangan. Hahaha.

IMG_5450

IMG_5449

IMG_4909

IMG_5489

Di Dalarna Swedia, peternak domba juga ada. Tapi domba domba tidak dibiarkan bebas di jalanan. Pun jumlahnya masih kalah banyak dengan ternak sapi.

Sedangkan di Norwegia, dari pengamatan gue selama di perjalanan, ternak domba jauh lebih banyak dibanding sapi. Sepertinya (ini menurut logika gue sih), struktur alam Norwegia lumayan berbukit bukit. Sebagian besar agak mencorong ke bawah. Dibanding ukuran sapi yang lumayan besar, domba jauh lebih gampang untuk bisa naik hingga kawasan yang jauh lebih tinggi.

Makanya tak jarang kami melihat ternak domba berkeliaran di lahan yang terjal berbatu. Anteng banget mereka berlari ke sana kemari. Kalau sapi sepertinya sudah agak susah kan. Lagi lagi ini hanyalah kesimpulan abal abal seorang ajheris. Jangan serius kali bacanya coy (mengutip bahasa anak Medan) 🙂

IMG_5486

Norwegia juga tidak melulu soal Aurora Borealis. Masih banyak hal menarik yang bisa dilihat dari negara penghasil minyak terbesar dunia setelah timur tengah ini. Misalnya air terjun yang berasal dari lelehan salju (catat, dari lelehan salju loh). Kebayang kan seberapa tebal saljunya. Meskipun memang ada beberapa air terjun permanen yang berukuran besar, yang bukan berasal dari lelehan salju. 

Jadi jangan kaget, kalau satu tebing gunung memiliki air terjun lebih dari satu. Karena lelehan saljunya berasal dari segala arah. Selain itu, lelehan salju juga mengalir halus dari celah bebatuan gunung. Kami bisa melihat dan mendengar suara airnya sangat dekat dan jelas di telinga. Cukup dari jendela mobil saja. Karena hampir seluruh tubuh pegunungan di Norwegia bisa dilewati oleh kendaraan. Akses jalannya mulus hingga ke puncak pegunungannya.

Ke Norwegia khususnya di awal bulan Juni, sensasi aroma musim panas bernuansa winter juga bisa dinikmati. Kawasan puncak fjället (pegunungan) di negara ini masih memiliki tumpukan salju setinggi tiga meter. Tapi dont worry. Suhunya rata rata sudah di atas 5 derajat celcius kok.

IMG_5497

IMG_5028

Trus apalagi? Ya pastinya Fyord! Norwegia salah satu negara yang memiliki fyord kece,  yang tidak semua negara bisa memilikinya. Bahkan Fyord terpanjang kedua di dunia juga adanya di negara ini dan oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan dunia yang dilindungi.

Sama halnya dengan Swedia, Norwegia memiliki fenomena alam yang dikenal dengan istilah Midnight Sun, yaitu hari hari tanpa adanya malam alias no sunset, dan sebaliknya hari hari tanpa adanya siang alias no sunrise (Polarnight). Kejadian alam ini berlaku di wilayah yang berada di lingkaran Arktik atau Artic Circle. Bagi kalian yang pengen merasakan hari hari yang 24 jam selalu terang maupun sebaliknya, silahkan datang ke Norwegia.

IMG_5499.jpg

IMG_5439.jpg

IMG_5438.jpg

IMG_5498.JPG
Layaknya bangsa Skandinavia kebanyakan, mereka suka dengan sepinya alam. Bangunan penginapan wooden house ini, berdiri gagah di kawasan puncak pegunungan yang di kala winter bisa memiliki ketebalan salju melebhi 5 meter. 

Norwegia juga punya banyak sekali terowongan gunung dengan panjangnya rata rata 6 hingga 25 kilometer lebih. Kebayang kan rasanya di dalam terowongan sepanjang itu. Sehingga tak salahlah jika gue menyebut Norwegia sebagai negeri Seribu Terowongan. Karena tak terhitung jumlah terowongan yang kami lewati. Yang kadang, antara terowongan yang satu dengan terowongan yang lain hanyalah sejarak ratusan meter.

IMG_5458

Banyaknya gunung batu yang berdiri gagah di tanah Norwegia, mengharuskan negara ini membangun terowongan gunung untuk kelancaran transportasi jalanannya. Terowongannya lebar dan nyaman untuk dilewati. Ga kebayang berapa biaya yang dikeluarkan untuk setiap terowongan yang dibuat.

IMG_5504.jpg

IMG_5502

IMG_5472.jpg

IMG_5503.jpg

Tulisan ini hanyalah bom foto hasil bidikan sepasang tangan yang tak kenal kebas. Rasanya seperti ada magnet kuat yang selalu mendorong ingin berhenti dan berhenti membidik kamera. Semua alamnya instragrammable banget. Sayang cuaca kurang bersahabat. Lady rain selalu menyapa kami meskipun datang dan pergi. Tapi tetap tak merubah kecantikan alam Norwegia. Selalu mempesona.

Biarlah gambar demi gambar yang berbicara. Cerita lengkap mengenai short trip gue ke Norwegia beberapa hari lalu, akan gue tulis secara terpisah. See you in my others story.

IMG_5440

IMG_5481.jpg

IMG_5500.jpg

IMG_5485.jpg

Trip gue ke Norwegia sudah tayang di Net Tv. Bisa klik di sini

Sedangkan Video lengkap perjalanan gue ke Norwegia, sudah tayang di youtube. Masih kacau banget. Suara gue juga jelek, tampang lecek, bahasanya apalagi. Berantakan. Hahahahha.

Tapi sudahlah, yang penting  kalian bisa lebih gampang melihat rupa si Norwegia ini. Klik langsung aja video di bawah ya.

Salam dari

Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”

Es Teler 

Gue suka banget dengan Es Teler 77. Sejak stay di Swedia, biasanya menjelang summer pasti gue nyobain buat di rumah. Modal inspirasi ketika nyantap di Indonesia dolo.


Bahannya cuma :

  • Alpukat matang (pilih alpukat mentega biar lebih legit)
  • Buah Nangka yang benar benar matang dan potong dadu. (Gue pakai buah nangka kalengan, harum dan manisnya cocok)
  • Daging Kelapa Muda (gue pakai kelapa muda kalengan)
  • Jagung Manis
  • Ice cream rasa vanila
  • Es batu
  • Susu Kental Manis


Caranya gampang!

  • Ambil gelas, masukin es batu
  • Lalu alpukat, nangka, jagung manis, kelapa muda, ice cream dan susu kental manis.
  • Tergantung selera ajalah nyampurnya
  • Kalau dirasa kurang manis, bisa tambahkan air gula pasir. Gampang kan:)


Menyimpan Barang Kenangan?

Setelah menikah, gue baru tau rasanya tidak memiliki benda kenangan di waktu kecil. Bahkan foto diri sendiri pun cuma ada satu yang tersimpan. Kalau gue runut, sepertinya bokap nyokap bukan tipikal orang tua yang sering membuat foto untuk anak anaknya. Ada sih, tapi tidak banyak. Satu satunya benda kenangan yang bisa gue bawa ke Swedia hanyalah foto sewaktu kecil bareng bokap nyokap.

IMG_2313.jpg

Bercerita benda kenangan, dulu sewaktu bokap pensiun dan mulai sakit sakitan, dia rajin menulis ulang lagu lagu pujian rohani dari Buku Ende (semacam kidung pujian rohani berbasa batak). Ditulis di buku notes kecil. Tebal banget. Waktu itu gue masih kuliah dan sempat berpikir kalau bokap seperti kurang kerjaan. Lah jelas jelas sudah ada bukunya buat apa ditulis ulang lagi.

IMG_2316
Kumpulan kitab berumur ratusan tahun dari generasi ke generasi

Hingga suatu hari bokap pernah bilang jika ajal memanggil, buku berisi tulisan tangannya itu akan menjadi memory. Dan benar saja setelah bokap meninggal, buku itu menjadi rebutan. Dan sekarang tetap disimpan oleh saudara gue.

Dulu gue lumayan suka menulis diary. Bahkan sampai gue lulus kuliah dan bekerja, masih suka curcol di buku. Setelah bekerja di Jakarta, barulah kebiasaan curcol di buku  berhenti.

Begitu berencana pindah ke Swedia, gue mulai menyortir semua barang. Sebagian gue buang. Termasuklah buku diary itu. Sekarang menyesalllll banget. Padahal gue masih lumayan ingat apa aja yang gue tulis. Lucu kan kalau dibaca ulang.

Bahkan souvenir yang gue beli ketika traveling, sempat mau gue hibahkan ke saudara. Tapi waktu itu suami nyaranin sebaiknya gue bawa ke Swedia. Kata dia, suatu saat nanti gue akan mengerti kalau benda benda itu akan memiliki nilai memory.

IMG_2315.jpg

Sesampainya di Swedia, barulah gue sadar betapa telatennya keluarga suami menjaga barang barang mereka. Kadang nih, suami gue sampai tau cerita dibalik sebuah barang. Siapa yang kasih, atau dibeli dimana dan kapan waktunya. Mulai dari cerita lucu hingga mengharukan. Ga tanggung tanggung, barang yang disimpan mulai dari beberapa generasi.

IMG_2909
Gambar hasil karya tangan suami ketika berumur 9 tahun. Masih nempel di dinding rumah sampai sekarang. Oh my God!

Contohnya nih, sampai kumpulan kitab Bible dari tahun 1777 masih ada. Lembarannya uda sobek dan dekil. Fontnya pun masih bergaya gotic. Pertama melihat, gue sampai geleng kepala. Uda kayak benda di museum aja. Disimpan dari abad ke abad dan diperoleh secara turun temurun.

IMG_2319
Kitab dari tahun 1777. Uda kayak benda museum aja yak!

Salutnya lagi, mereka selalu mencantumkan tulisan tangan di lembaran pertama atau terakhir kitab. Lengkap dengan tanggal, bulan dan tahunnya. Bahkan jika kitabnya merupakan hadiah dari seseorang atau dari pihak gereja, ada nama yang memberi dan ada juga nama yang menerima.

IMG_2321.jpg
Tulisan tangan di buku kitab. Vintage.

Tak hanya itu, perlengkapan balita suami dan kedua mendiang mertua gue pun masih ada. Lagi lagi masih tersimpan baik. Kondisinya masih bagus!

Diperkirakan baju baju bayi mendiang mertua sudah berumur kurang lebih 85 tahun. Warnanya masih jelas. Modelnya imut dan lucu. Rendanya mirip baju baju kerajaan. Rasanya pengen gue bingkai aja. Hahaha.

37AC619C-AB4C-457D-8974-1DEAC1A41008.jpg
Huaaaa…gemes. Baju mendiang mertua ketika balita. Baju baju ini kurang lebih sudah berumur 85 tahun tahun dan masih okeh

Bahkan sepatu kakeknya suami (catat ya kakeknya suami…huaaaa) juga masih ada!  Sepatu waktu kakeknya masih balita juga. Kulitnya uda ampe terkelupas. Ratusan tahun umurnya. Generasi orang tua suami dan kakeknya loh. Kepikiran aja bisa nyimpannya. Itu uda lama banget kan. Bukan nyimpan benda kenangan biasa lagi.

Yang membuat gue terharu, gambar hasil karya tangan suami ketika dia berumur 9 tahun, sengaja disimpan mendiang mertua dan sampai sekarang masih ditempel di dinding rumah. Itu umur 9 tahun loh. Salut.

IMG_1318
Hahaha…sepatu suami waktu bayi. Lutunaaa!

Tak hanya itu, ketika pertama tiba di Swedia, gue melihat boneka butut, dekil dan sedikit sobek di dalam keranjang. Gue mau buang dong. Sampai akhirnya suami minta pengertian, agar gue tidak membuang boneka itu.

Terus terang gue tidak terlalu banyak nanya, kenapa harus disimpan. Waktu itu gue cuma mikir, mungkin boneka ataupun benda lainnya, memiliki memory tersendiri buat suami. Terutama masa kecilnya bersama bokap nyokapnya. Gue berusaha memahami aja sih. Meskipun gue ga suka boneka itu. Ga ada manis manisnya. Hahahha.

IMG_2826
Sepatu suami sewaktu bayi. Seandainya gue punya satu aja sapatu peninggalan kaya gini. Envyyy!

Barang barang kenangan yang gue posting di tulisan ini, baru sebagian kecil saja. Masih banyak barang antik yang kalau diurai satu demi satu ga ada habisnya. Sebenarnya tidak hanya di keluarga suami aja sih, semua warga di desa gue juga begitu. Menyimpan benda warisan keluarga secara turun temurun.

IMG_2829.JPG
Boneka kesayangan suami waktu dia masih balita
IMG_2830.JPG
Koper keranjang tempat menyimpan baju baju balita di atas. Ini saja pun bentuknya menggemaskan.

Nah kalau kamu, punya barang kenangan yang masih disimpankah? Terutama barang barang ketika kamu masih balita gitu?

Salam dari

Swedia

Es Doger Medan

Waktu kecil, kalau beli Es Doger isiannya pasti tape, lengkong/cincau atau roti. Cuma kali ini gue tambahkan jagung manis. Biar berasa ada yang digigit. Karena kalau cuma tape dan roti, menurut gue terlalu lembut.

IMG_2516 (1)

Es Doger ini rasanya manis segar. Cocok buat minuman berbuka puasa. Dan yang penting bikinnya ga ribet. Tinggal cemplungin aja semua. Takaran sesuai selera. Isian pun kalau mau divariasikan juga boleh. Tapi seingat gue, tape, cincau atau roti merupakan isian utama deh.

Bahan :

  • Tape
  • Lengkong/Cincau
  • Irisan roti (dadu keci)
  • Susu kental manis
  • Sirup rasa Strawberry
  • Es batu
  • Air Dingin

Caranya Membuat :

  • Untuk takaran sesuai selera aja. Tergantung besar gelas.
  • Pertama masukan es batu ke dalam gelas
  • Tuang susu dan sirup
  • Masukan tape dan jagung
  • Tambahkan air dingin (jangan terlalu banyak, karena sudah ada es batu)
  • Aduk pelan hingga rata
  • Taburi irisan roti di atasnya.
  • Terakhir kasih susu sedikit

Seperti gue bilang, Es Doger ini rasanya manis. Cuma urusan rasa kan masing masing lidah berbeda. Makanya untuk takaran gue sengaja ga bikin. Jadi pakai feeling aja. Selamat mencoba.

Suatu Sore di Sebuah Farm Place

Cuma mau sharing jepretan. Tidak ada cerita yang istimewa. Biar Blog juga ke isi terus vitaminnya.

Kemaren sore, gue melancarkan aksi foto foto di sebuah Farm Place yang sudah berumur ratusan tahun. Farm place ini dulunya ditempati sembilan orang bersaudara, dan saat ini semuanya sudah meninggal. Dengan kata lain, sudah tidak ada penghuninya.

Farm Place terdiri dari beberapa bangunan rumah, gudang, kandang sapi dan kuda, hingga rumah kecil yang digunakan sebagai tempat membuat roti. Rumah yang pertama sekali dibangun diperkirakan sudah berumur 200 tahun. Sedangkan rumah yang lain, ada yang direnovasi di tahun 1960 an.

IMG_2071 (1).JPG
Farm Place dengan bangunan melingkar.
IMG_1992
Salah satu bangunan di Farm Place. Dulu digunakan sebagai tempat membuat roti
IMG_2079.JPG
Bangunan rumah yang pertama. Diperkirakan sudah 200 tahun umurnya

Sumpah gue agak merinding masuk ke dalam. Conjuring banget. Apalagi bangunan rumah yang sudah berumur 200 tahun itu. Suram banget. Lantainya sudah mulai rusak. Banyak kardus bertumpuk. Banyak barang antik di dalamnya. Segala peralatan ratusan tahun silam masih ada. Cuma karena lama tak dihuni, cenderung kotor dan berantakan.

IMG_2074
Bangunan rumah yang lain, sudah direnovasi sekitar tahun 1960 an
IMG_1989.JPG
Salah satu gudang

Seperti yang sudah gue singgung di atas, generasi farm place ini berakhir di tangan sembilan orang bersaudara. Dari ke sembilan bersaudara ini, hanya satu orang yang menikah. Itupun di usia 50 tahun. Yang terakhir meninggal di usia 90 tahun, tepatnya akhir tahun 2016 lalu. Tak ada anak dan cucu sebagai ahli waris. Hanya meninggalkan lahan farm place dan hutan.

IMG_1749
Kuda milik warga tak jauh dari Farm Place

Memang agak sedih ya kalau dipikir. Tapi namanya juga pilihan hidup dan takdir. Toh selama mereka hidup, hepi hepi aja kata suami. Mereka akur dan saling bahu membahu. Keluarga petani yang berhasil di masanya.

IMG_2060
Aliran air di sekitar Farm Place

Itu hanyalah sekilas cerita. Intinya, sore itu gue sangat tertarik melihat sekitar farm place yang bernuansa Rustic. Ditambah lagi, bunga bunga liar juga mulai bermunculan.

Sekalipun bangunan di farm place terlihat kusam, tapi fotogenik banget buat latar foto foto.

Pintu dan jendelanya benar benar vintage. Di saat suami lagi repot dengan kerabat lain memeriksa gudang, gue sibuklah nyalurin hobby. Jepret sana sini. Rencananya kalau punya waktu senggang, mau minta tolong suami motoin portrait diri ahhhh😎

IMG_2062.JPG
Bunga liar pun terlihat cantik

IMG_2063

IMG_1993
Jepretan dalam perjalanan pulang

Skuleberget, Kawasan High Coast Kece di Bagian Utara Swedia

Tulisan ini merupakan bagian dari liburan musim panas gue dan suami tahun lalu. Setelah selesai menikmati summer holiday di Finlandia, perjalanan pulang kami tempuh melalui beberapa wilayah di bagian utara Swedia. Salah satunya adalah kawasan High Coast (Höga Kusten) di daerah Docksta. Tepatnya lagi di kawasan pegunungan Skuleberget (Skule Mountain)

Sepanjang perjalanan menuju kawasan Skuleberget lumayan mempesona. Lanscapenya bagus. Sebut saja seperti rumah kayu berwarna merah, aliran danau yang bersih, dan sesekali melewati lahan pertanian lengkap dengan ternak sapi dombanya.

IMG_1120.JPG

Sangkin sepinya kendaraan yang melaju, jalanannya pun mengijinkan mobil melenggang mulus tanpa hambatan. Jalanan berasa milik sendiri. Penampakan lekukan gunung dan birunya langit bercampur gumpalan awan putih, membuat perjalanan jadi tidak membosankan. Berasa melewati lukisan alam yang panjangnya tiada henti. Saat itu, bumi utara Swedia sedang berbaik hati dengan kami. Cuacanya sangat cerah. Dan seperti biasa, mentari tetap setia memberi asupan terang yang luar biasa, bahkan sampai malam menjelang.

IMG_1119.JPG

Mendekati kawasan Skuleberget, kami pun disambut dengan pemandangan alam yang semakin menggila. Hamparan rumput hijau, pohon pohon yang rimbun, plus danau bersih berikut rumah rumah kecil di tepiannya.  *Lop lop lop!

IMG_1122.JPG
Vitamin alam di kaki Skuleberget

IMG_1125.JPG
Cakep yak!

IMG_1123.JPG
Sejuknya mak!

Dan tanpa membuang waktu, kami menuju loket pembelian tiket.

Skuleberget merupakan kawasan pegunungan di sekitar Höga Kusten (High Coast) Docksta, Swedia bagian utara. Menurut catatan yang ada, kawasan ini awalnya merupakan lautan es yang luas, tepatnya 9500 tahun silam.

IMG_1118.JPG
Di puncak Skuleberget

Saat itu, Skuleberget masih berada pada ketinggian 286 meter di bawah permukaan laut. Akibat kejadian alam yang maha dasyat, lautan es akhirnya berubah menjadi Gletser. Perlahan namun pasti, kawasan ini pun terbebas dari tekanan super berat bongkahan es yang sebelumnya memenuhi Skuleberget. Hal inilah yang kemudian memicu munculnya daratan ke atas permukaan laut. Semakin hari semakin tinggi, menimbulkan beberapa pulau di sekitarnya, termasuk Skuleberget ini. 

IMG_1134.JPG
Ribuan tahun silam, laut ini hanyalah tumpukan es. Semakin lama daratan dalam bentuk pulau ini muncul kepermukaan

Dan selain itu, High Coast di sekitar Skuleberget dikenal juga sebagai kawasan dengan pertumbuhan daratan tercepat di dunia. Dari waktu ke waktu bahkan sampai sekarang, tidak pernah berhenti mengalami proses pertumbuhan daratan yang semakin tinggi dan tinggi di atas permukaan laut.

Sehingga atas kejadian alam yang lumayan  unik ini, Unesco menetapkan kawasan High Coast di sekitar Skuleberget sebagai heritage dunia yang dilindungi.

Untuk mencapai Toppstugan Skuleberget (kawasan puncaknya), bisa ditempuh dengan dua cara. Berjalan kaki (hiking) dan menggunakan cable car.

Di musim dingin, Skuleberget menjadi surganya para penggila olahraga ski. Sedangkan di musim panas, Skuleberget menyimpan keindahan lain. Landscape alamnya terlihat lebih kece dan mempesona. Sehingga tidak heran, jika aktivitas cable car tetap dibuka, baik di saat musim panas maupun musim dingin.

IMG_1138
View dari puncak Skuleberget

Berhubung kami berdua adalah pasangan duo gendut, yang dipastikan tidak mampu berhiking ria, cable car pun menjadi pilihan yang lumayan tepat. Menaiki cable car tak serta merta lempeng mulus tanpa beban. Tetap diselimuti perasaaan was was. Lumayan tinggi dan kaki menggantung pulak.

Dengan bimbingan petugas, kami diarahkan berdiri di sebuah tempat yang sudah diberi tanda. Dan huff, cable car pun mulai melaju. Eng ing eng! ngeri ngeri menggiurkan.

Perlahan dan pasti, cable car naik ke atas. Meskipun agak takut, gue berusaha enjoy. Ternyata nyali gue cukup kuat untuk tidak terlalu takut.  Di atas ketinggian, gue masih bisa menikmati perjalanan kami, ngobrol dengan suami, sambil melihat pengunjung lain yang berpapasan turun dengan cable car juga.

Sepertinya pengguna cable car tidak terlalu banyak. Sebagian besar adalah orang tua yang membawa anak kecil. Selebihnya memilih jalur hiking. Kalau kami berdua tidak perlu dipertanyakan. Pasangan yang sedikit berbeda. Tidak masuk dalam kedua golongan di atas. Hahahaha.

Ketika melihat sekelompok orang berjalan kaki menyusuri kaki gunung, waktu itu sempat mikir, yaelah….ada yang gampang kok nyari yang susah. Capek kan.

IMG_1127.JPG
View dari puncak Skuleberget

Namun seketika gue pun menyadari, jika manusia itu berbeda selera. Mungkin bagi mereka, dengan berjalan kaki adventurenya lebih berasa. Berkesempatan menemukan hal hal  baru ketika berjalan di alam terbuka seperti itu. Tidak hanya sekedar cussssssss langsung nyampe. Seperti kamilah. 

Berada di ketinggian  wajar saja jadi degdegdor. Selain kaki menggantung, kadang cable car suka tiba tiba berhenti. Seperti merasakan goyangan ombak halus. Kebayang kan bila kejadiannya pas di ketinggian gitu.

IMG_1140.JPG
Kabin kayunya kayak rumah dongeng

Tapi begitu melihat orang lain santai banget, gue salut aja gitu. Apalagi yang gue lihat adalah seorang ibu dengan anak kecil berumur sekitar 4 tahun. Si anak selonjoran di paha ibunya. Seperti tiduran gitu. Dan si ibu duduk biasa saja tanpa terlihat seperti memegang erat tubuh anaknya. Gue yang stress. Kalau jatuh gimana. Ampe merinding. Tapi ya gitu deh. Kenyataannya semua aman aman saja. Mungkin gue aja yang terlalu parno.

IMG_1117
View dari cable car

Sampai di puncak Skuleberget, drama lain pun masih berlanjut. Cuma beda pelakon. Kali ini kebalikannya. Seorang ayah dan 3 orang anak. Dua orang anak dengan gembiranya menaiki cable car, ketawa ketiwi ketika cable car akan siap siap turun ke bawah.

Sedangkan anak yang paling kecil (sekitar 4 tahun juga kayaknya), malah bertolak belakang dengan kedua saudaranya. Si anak tidak mau naik cable car. Sepertinya dia takut.

Dan yang membuat gue miris, si anak sampai menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesekali mengintip cable car yang akan membawa saudaranya turun. Sumpah deh, wajahnya ketakutan bercampur bingung. Anak 4 tahun loh mak!

Yang gue sesalkan, si ayah tidak berusaha memberi ketenangan supaya si anak lebih cooling down. Kalaupun tujuannya membuat si anak agar lebih berani, apakah ini cara yang paling tepat? Bukannya bisa menimbulkan trauma anak? *Berjalan sambil terheran heran* 

Tapi lagi lagi setiap orang tua mungkin punya cara sendiri mendidik anaknya. Sedangkan gue? Nihil pengalaman. Anak aja ga punya. Cuma beda pola pikir ajalah. Setidaknya cara itu kurang cocok ke gue.

Untungnya drama kecil di atas tergantikan dengan view kece di depan gue. Sesuatu yang luar biasa. Amazing to the Max. Bagus dan fotogenik banget.

IMG_1133
Dari puncak Skuleberget

IMG_1141
Dari puncak Skuleberget

Dari puncak Skuleberget, kami mulai menapak turun ke bawah. Jalannya penuh dengan batu kerikil dan batu berukuran besar. Katanya ada Gua” yang letaknya tidak jauh dari puncak Skuleberget ini.

Tapi semakin ke bawah kok guanya ga ketemu juga. Mana medannya makin seram lagi. Batu batunya agak curam. Jadi gue memutuskan untuk tidak melanjutkan. Hahaha

Sebenarnya setiap jalan sudah diberi tanda berwarna biru, tepatnya di atas bebatuan besar. Yang artinya jalanan itulah yang aman dan mudah untuk dilewati. Namun meskipun demikian, gue sudah membayangkan ketika balik dan naik ke atas, pasti lebih gampang capek kan. Tidak seperti menaiki tangga biasa.  Jadi ya sudahlah, toh tujuan utamanya mau melihat landscape.

IMG_1137.JPG
Jalanan berbatu di puncak Skuleberget

Di sela menikmati alam yang indah, gue sempat berpikir. Kalau dulunya view di depan mata hanyalah lautan es. Dan sekarang berubah menjadi lanscape yang menawan. Gilaak! Kerja alam emang keren ya.

IMG_1146.JPG
Coba, cafe begini masa gue bilang ga kece?

IMG_1145
View dari atas cafe di puncak Skuleberget

Di puncak Skuleberget juga terdapat sebuah cafe. Duduk santai, ngobrol, ngemil, ngopi sambil melihat view alam yang mempesona. Belum lagi suasana kozy yang ditawarkan cafe dengan nuansa wooden house yang klasik.

Dan sampai akhirnya kami kembali turun, gue pun tetap dimanjakan dengan view yang sangat mempesona, mulai dari rumah rumah yang kecil sampai akhirnya terlihat jelas ketika kami mulai mendekat ke bawah.

IMG_1121.JPG
View dari cable car

IMG_1151 (1)
View dari cable car

Jika kamu berencana berlibur ke bagian utara Swedia, Skluberget adalah tujuan wisata yang rekomen untuk dikunjungi.

See you in my next story

Salam dari Swedia.

IMG_1139

Pemenang Giveaway!


Heloo, gue mau umumin pemenang Giveaway Kartu Pos Canary Island ya. Ini dia, semua yang ikutan berhak dapat kartu pos. 

Shiq4

Wulan

Ulfarick

Kaffin Alif

Fafa Nur

Rietsi Vicia
tolong email alamat ke gue ya di ajheris@gmail.com. Makasih untuk partisipasi teman teman. 

Hanimun ke London

Judulnya lebay ya. Kesannya sok banget. Sebenarnya ini cerita basi. Cuma sejak pindah platform, pelan pelan gue mau pindahin tulisan dari rumah lama ke blog ini. Gue pengen semuanya ngumpul jadi satu. Dan tentunya dengan beberapa revisi. Ngepangkas beberapa kalimat dan gambar gambar yang ga penting juga.

LONDON..!

Siapa sih yang ga kenal kota ini? Semasa gue kecil, London merupakan kota Eropa terhits yang sering banget muncul di tipi. Terutama berita sensasi dari  keluarga istananya yang membahana.

Gue dan suami berangkat ke London tanggal 4 Oktober 2014. Lagi musim gugur waktu itu. Penerbangan dari Arlanda Stockholm ke bandara Gatwick kurang lebih 2 jam 15 menit. Begitu tiba di bandara, pertama langsung feeling excited dengan lukisan besar dari wajah queen Elisabeth II yang seolah bilang “Welcome to London”

Di situ gue baru nyadar, ulala……gue ada di London. Senaaaaang!

IMG_0274.JPG
Bandara Gatwick

Dari bandara kami langsung order taxi menuju hotel Hilton di Tooley Sreet, Tower Bridge. Sekilas tentang taxi di London, harganya relatif mahal (hampir sama dengan harga taxi di Stockholm). Dengan perjalanan kurang lebih satu setengah jam, waktu itu kami dikenai harga kurang lebih dua juta enamratus ribu rupiah. Dan seketika pun langsung merindukan taxi bluebird idola gue.

IMG_0392.JPG

Sesampainya di hotel, kami langsung check in. Lokasi hotel sangat strategis dan di sekitarnya banyak restoran, bar, pub, shopping center, dan pastinya dekat banget ke Tower Bridge. Namanya sok nginep di kawasan Tooley Street ya, bayar segambreng per malam pun bukan berarti fasilitasnya cihuuy. Lobby hotel sempit, wifi cuma di area lobby dan harus bayar 400 ribu rupiah permalam untuk tambahan wifi di dalam kamar.

IMG_0275.JPG
Cafe Bar Hilton Hotel

Jika London disebut sebagai kota metropolitan dunia, emang bener sih. Kesibukannya sudah terlihat sejak kami memasuki pusat kotanya. Selalu ramai dengan aktifitas warga  maupun wisatawan.

Lalu lintas kendaraan juga lumayan ramai. Sekalipun berpredikat kota metropolitan, London tetap mempertahankan peninggalan sejarah dan budaya yang akhirnya menjadi iconic terkenal dunia. Sebut saja seperti bus tingkat berwarna merah yang setiap saat wara wiri di jalan, hingga Redbox telepon umum yang legendaris sejagat raya (yang meskipun sudah tidak terpakai, tetap difungsikan sebagai iconic kota)

IMG_0398.JPG
Kawasan Regent Street

Setibanya di hotel, kami santai sejenak di bar. Nah, gue punya pengalaman lucu nih. Berhubung anak ndeso yang taunya cuma jus mangga dan lemon tea, pas suami nanya mau minum apa, gue bilang aja terserah. Penting rasanya segar.

Ya udalah, ujuk ujuk segelas Bloody Mary pun datang. Warnanya sungguh menggugah selera. Langsung glek. Oh my rasanya! Sukses dong kayak minum tomyam yang kebanyakan kunyit! haha.

Jalan jalan kami di kota London, ini dia cerita singkatnya.

After Lunch di sekitar area hotel, hari pertama kami isi dengan mengunjungi beberapa tempat di kota London. Kami sengaja menggunakan Black Cabs, taxi London yang  super imut itu.

Berwarna hitam, bergaya antik dan jadul ala tahun 50an. Dalamnya pun lumayan luas. Mampu menampung 5 sampai 6 orang. Akibatnya para penumpang bisa duduk saling berhadapan dan selonjor kaki. Selain berwarna hitam, taxi di London juga memiliki aneka warna dan gambar.

Walaupun bayarannya relatif mahal,  konon driver taxi di kota  London terkenal dengan record yang baik. Mereka menguasai seluruh jalan dan daerah turis di kota London. Ada yang bilang, susah menemukan driver taxi di London yang sengaja berhenti untuk menanyakan jalan. Bahkan sampai ada istilah, kalau tidak mau nyasar di London, driver taxi adalah guide terbaik. Tapi itu kan katanyaaaaaaaa. Kenyataannya ada juga sih yang ga paham jalan dan nanya nanya dulu.

Cuma memang, beberapa dari supir taxi ada yang sukarela menjelaskan daerah apa saja yang wajib dikunjungi. Buka tutupnya mulai dan sampai pukul berapa. Meskipun mereka ga ditanya loh. Jadi sudah berinisiatif menjelaskan.

IMG_0273.JPG

Tempat apa saja yang kami kunjungi? Paling Piccadily Circus, semacam road junction kota Londonlah. Rame banget di sini. Pusing gue. Trus lanjut sok ala incess nyasar intip barang di Regent street dan Oxford street. Lihat doang ga beli. Ehhh tapi ada deng, jaket winter yang diskon parah ampe 70 persen. Haha 

IMG_0269.JPG
Layar heboh di Piccadily Circus

Trus masuk toko mainan Hamleys di Regent Street. Aduhh, rame banget di dalam. Tapi begitupun, gue sabar aja ngobok ngobok cari yang murah. Dan ketemulah boneka mungil Teddy Bear dan taxi Black Cabs yang gue suka banget. Sebagai pencinta souvenir mungil, setidaknya ada barang yang ramah di dompet yang bisa gue bawa pulang.

IMG_0406

Berikutnya Tower Bridge. Kebetulan karena dekat dari hotel, jadi ke sini cukup jalan kaki saja. Berkunjung ke London kalau ga ke Tower Bridge ya hambarlah mak. Emang kece sih jembatannya. Kalau mau melihat bagaimana romantisnya kota London, ya paling ga harus datang ke sekitar Tower Bridge ini. Sekalian menikmati lalu lalang kapal di River Thames.

IMG_0408.JPG
Tower Bridge di River Thames

Tower Bridge sering juga disebut sebagai Jembatan Angkat, karena dua jembatannya memang bisa terangkat. Dirancang sedemikian agar kapal kapal besar dapat melintas di bawah jembatan.

Tower Bridge juga memiliki dua tower besar, yang keduanya saling terhubung oleh walkway.

IMG_0399.JPG

Ga siang apalagi malam, jembatan ini selalu kece. Khusus di malam hari, lampu di tubuh jembatan sengaja dihidupkan. Jelita banget. Cahaya lampunya memancarkan semburat romantis. Ga heran di sekitar alun alun jembatan, ada aja pasangan yang tehipnotis untuk segera berpelukan dan tatap tatap mesra gitu. Kayak di pilem pilemlah. Hahaha. 

IMG_0266

IMG_0267

Setelah puas menikmati Tower Bridge, kami memutuskan balik ke hotel dan dinner. Makanan hotelnya enak. Terutama saladnya, berasa asam manis pedas. Mirip acar. Baru kali ini gue doyan salad yang ada paprikanya. Pokoknya makanan ludes dalam waktu seketika.

IMG_0277

Ke London tidak mencoba Irish Pub tidak sah kata suami. Dan tidak sulit mencari pub seperti itu di London. Kebetulan di seberang hotel ada sebuah Irish Pub bernama The Shipwrights Arms. Suami langsung tertarik. Bentuknya yang klasik membuat gue serasa berada di film cowboy Hollywood. Dalamnya antik banget. Malam pun kami tutup di sini.

IMG_0264
Big Ben. Beruntung sempat mendengar jam ini berdentang nyaring. Suaranya cetar

Esoknya, kami mengunjungi Westminster Abbey, gereja tua di London yang dikenal sebagai tempat dinobatkannya Ratu Elisabeth II sebagai ratu Inggris. Honestly gue serasa mimpi ada di gereja ini. Sumpah, arsitek gerejanya cantik banget.

Apalagi sebelum masuk, para turis ditawarkan apakah mau mengikuti kebaktian atau tidak. Tanpa pikir panjang, kami langsung iyess dong. Kapan lagi coba, bisa merasakan kebaktian minggu di gereja yang super famous kayak gini. Berada di Westminster Abbey, serasa gue menjadi tamu undangan resmi di pernikahan Prince Williams dan Kate Middleton. Uhukkkkk! Hahahaha.

IMG_0265.JPG
Westminster Abbey tampak luar

Di dalam gereja bener bener klasik tapi wah. Menjulang tinggi dengan pilar pilar yang kokoh. Seperti biasa, gereja tidak memperbolehkan aksi foto foto. Dan itu loh, banyak banget petugas berpakaian jas, layaknya mata mata yang selalu menyorot tajam ke arah pengunjung. Sedikit tidak nyaman memang dan agak berlebihan menurut gue. Bingung aja gitu. Kok sampai segitunya. Toh ga ada acara yang spesial banget. Dan tak sedikit turis bandel yang berusaha mengambil foto, dan langsung kena tegor petugas.

Pada saat keluar dari gereja, sudah ramai banget turis yang menunggu di luar.  Ada drama kecil ketika salah seorang turis berselisih paham dengan petugas. Mungkin si turis susah diatur kali ya ama petugas dan membuat si petugas kesal. Sampai akhirnya si turis ngomong, “who do you think you are? I dont need this country”. And dengan santainya si petugas menjawab “yes, we dont need you also” Jleb banget ya.

Dari Westminster Abbey, lanjut  ke St Pauls Cathedral,  tempat dilangsungkannya pesta pernikahan pasangan femomenal Prince Charles dan Lady Diana. Gereja yang menjadi sorotan dunia di tahun 80 an. Berada di St Paus Cathedral, lagi lagi seperti Dream Come True. Gue uda bayangin aja, Diana berjalan menuju altar. Lengkap dengan gaun putih yang memanjang sampai ke belakang itu. Aarrrgg……dan sekarang gue ada di sini, di St Pauls Cathedral!  Cubit pipi. Ihh…excited!

IMG_0415.JPG
Gedung Parlemen Inggris

Balik hotel, istirahat dan malamnya dinner di salah satu restoran di kawasan alun alun Tower Bridge. Ceritanya mau romantic dinner. Kan lagi honeymoon. Auuuw..auuw. Dapat surprise dari pelayan restoran, berupa coklat mungil sebagai ucapan selamat atas pernikahan kami. Mauliate!

IMG_0258.JPG

Esoknya, kami menuju Buckingham Palace. Sengaja mencoba sarana transportasi Tube atau London Underground. Gue pernah melihat ulasan mengenai salah satu jalur transportasi tersibuk di dunia ini di channel BBC.

Berada di dalam tube, rasanya sih ga jauh beda dengan kereta bawah tanah di Stockholm, malah ukuran di dalam tube lebih kecil (ga tau apa perasaan gue aja ya). Kecepatannya juga hampir sama. Jadi tidak ada perasaan yang luar biasa setelah mencobanya. Tapi paling ga gue uda nyoba. Hehe.

IMG_0257.JPG

Tube berhenti di Green Park, dari sini kami berjalan kaki menuju Buckingham Palace.  Green Park merupakan salah satu dari sekian banyak taman yang dibuat di sekitar area Buckingham Palace. Mungkin karena London sangat identik dengan istana Buckingham Palace, sehingga tak heran jika turis yang menunggu pergantian pengawal istananya sangat banyak. Memang meriah sih ya. Tontonan klasik yang sangat mainstream. Tapi memang worth it sih untuk dilihat. Menghibur dan sangat total paradenya. Setidaknya buat gue pribadi sih.

IMG_0254
Salah satu parade pergantian pengawal istana
IMG_0255
Buckingham Palace

Sebelum makan malam, kami menyempatkan singgah di HarrodsAtmosfir Borjuis lumayan berasa di dalam. Dan berita yang mengatakan kalau turis yang paling disukai di London adalah orang orang dari negeri Cina dan Arab itu memang bener adanya. Semua mereka numplek di Harrods. Konon bangsa arab tak perduli dengan harga, dan gue menyaksikan sendiri bagaimana mereka menenteng belanjaan yang super banyak.

IMG_0276

Malamnya kami ke London Eye. Rencananya sih mau nyobain wahana ini di siang hari. Berhubung antriannya puanjaaaang banget, akhirnya kami pending sampai malam. Eh, ternyata sama saja. Antriannya tetap super panjang.

Jika ingin melihat keindahan kota London, wahana London Eye ini adalah pilihan yang tepat. Walaupun termasuk kategori wisata berbayar, tapi penggemar London Eye super bingit.

London Eye memiliki 32 buah kapsul yang dapat menampung hingga 25 orang. Dengan kapasitas ini, kincir bisa mengangkut 800 orang sekaligus sekali putaran. Di dalam kapsul sangat luas, selain berdiri, duduk juga bisa. Bahkan penyandang disabilitas juga bisa masuk.

IMG_0252

Ketika kapsul bergerak, tidak berasa sama sekali. Kami juga diberi brosur berisi panduan titik titik kota London yang bisa dilihat. Mulai dari Bigben, gedung Parlemen, Buckingham Palace, dll. Dan keputusan kami memilih London Eye di waktu malam sudah sangat tepat, karena pemandangannya super bertabur lampu. Waktunya kurang lebih 30 menitlah.

IMG_0253
View  London di malam hari dari dalam London Eye. Cuma dari Handphone 

Hari terakhir di London, kami masih berkesempatan memasuki Tower of London. Sebuah kastil tua yang berumur hampir seribu tahun lebih dan memiliki nilai sejarah. Awalnya Tower of London berfungsi sebagai tempat kediaman raja, benteng pertahanan dan sekaligus penjara.

Beberapa tokoh dunia saat itu pernah dipenjara di kastil ini. Tower of London juga masuk dalam situs yang dilindungi oleh UNESCO. Pertama memasuki kastil  langsung terbayang kejamnya lingkungan kerajaan di masa itu. Seperti berada di film film kerajaan kuno dengan tembok batu tua dan menara menara besar dengan warna yang suram.

IMG_0250
Tower of London

Sebagian lorong kecil kastil, dilengkapi rekaman ilustrasi tentang kejadian yang pernah terjadi di masa itu. Seperti suara suara jeritan, suasana perang, pertunjukan manusia yang di makan harimau dan singa, welehhhhh merinding.

Konon katanya kastil ini berhantu loh…..korban dari manusia yang dihukum mati dan dipenjara. Di dalam kastil banyak lorong lorong sempit dengan dinding batu tua, kusam, berwarna gelap, dan nyaris sempurna bikin merinding. Juga terdapat penjara dengan jeruji besi, lengkap dengan tulisan tangan yang memenuhi dinding. Konon merupakan tulisan tangan orang orang yang  pernah menghuni penjara.

Mengelilingi semua kawasan Tower of London perlu tenaga ekstra karena sangat luas. Di dalam kastil juga terdapat museum yang menyimpan benda benda peninggalan kerajaan, seperti pakaian perang dari baja, senapan, hingga mahkota ratu elisabeth II yang dipakai pada saat penobatan.

IMG_0251
Tower of London

Oya, Tower of London sebenarnya memiliki sisi lain yang tidak begitu suram. Kami bisa menyaksikan indahnya ribuan bunga poppy yang sengaja dibuat di setiap halaman luar kastil. Sekilas bunga ini seperti bunga mawar merah yang tumbuh di tanah. Ternyata hanya bunga tiruan yang sengaja dibuat dan ditancap ke tanah. Cara pembuatannya juga bisa dilihat dalam video yang dipasang di salah satu ruangan kastil. Konon bunga ini dibuat untuk memperingati hari pahlawan mereka.

IMG_0260
Milenium Bridge, lokasi dekat St Pauls Cathedral
IMG_0407.jpg
London dari jembatan Milenium
IMG_0394
The Shard Building

Bagi gue London merupakan kota yang menarik. Secara keseluruhan semua tempat dan prasarana yang dimiliki kota ini menjadi iconic yang mendunia. Negara maju dan modern tapi tetap mempertahankan peninggalan budayanya.

So, pengen ke London lagi ga? Iyaaaa! pengen nonton konser tahunan Last Night of the Proms yang super itu. Aminnnnnn!

IMG_0262
Kubah St Pauls Cathedral

Salam dari

Swedia