Gila Baking

Hai hai….

Masih berbau santapan, kali ini yang gue publish adalah jenis roti rotian. Hasil baking di dapur beberapa waktu lalu. Pasti uda pada taulah ya roti jadul ini. Roti kasur dan roti coklat pisang. Kesukaan gue. Terutama roti pisang coklatnya. Nyemnyem……yem.

30417774038_a936b3aa89_o.jpg
Roti kasur super empuk. Penampakannya mirip kasur kapuk jaman bahela ya. Atau sekilas mirip barisan jamur. Hahaha!

IMG_7140.jpg

43567656804_4e0b62085e_o
Sekilas mirip jamur ya

Dan lagi lagi, betapa gue semakin jatuh cinta dan jatuh cintaaaaaaaaahhhhhh dengan dunia per-bakingan. Dan karena lumayan terbiasa, hasil akhirnya semakin dan semakin membuat gue terpana.

7881EBD7-FE55-4BB4-9FD9-DADE185F3443.jpg

DFD94B0C-3071-48E0-B19A-05DCB2EE417F

062489C5-8188-4421-8E43-70DF268112D4 (1)

Seperti yang sudah pernah gue sharing di tulisan sebelumnya, kalau gue lagi doyan doyannya ngebaking dengan menggunakan metode overnight di dalam kulkas. Hasilnya itu beneran amazing loh mak. Lembutnya stabil hingga berhari. Pernah sampai 5 hari masih tetap lembut.

9769B95E-5DE4-4F85-BCFD-31815B947126

IMG_7808.jpg

3F440A04-334E-4FF3-AF70-3A1C8C4049B6

E52F4D5B-9381-4375-804B-7120E0DABD8C.jpg

IMG_7843

BE562265-EB96-415A-BEC7-560A464CABC4

Nah, di postingan kali ini gue hanya mau pamer foto. Karena ini penting banget untuk publik ketahui. Hahaha….*disoraki massa*.  

Di bawah ini roti sosis pakai mozzarella dan parmesan. Adonan cuma difermentasi di suhu ruang. Leker!

Sekiranya berniat pengen mencoba resep, silahkan meluncur ke instagram atau youtube  @Dapursicongok. Feel free and you don’t have to follow. Happy baking!

43555610414_c66325b0a8_o.jpg

30406077808_c73b470265_o
Menul menul sexyyyyy

Ketika Makan Sate Padang di Swedia

Belakangan ini sebenarnya gue lagi repot banget. Banyak yang harus diberesin. Gue kangen nulis juga. Tapi anehnya di tengah waktu yang terbatas, semangat memasak dan baking di dapur justru sangat menggila. Gue cukup tau mengapa bisa demikian. Karena kalau lagi banyak pikiran, larinya pasti ke dapur untuk ngebaking maupun cooking makanan kesukaan. Aneh ga sih?

Bahkan gue lagi spirit banget menata highlight instagram gue @dapursicongok  lebih terlihat rapi dan teratur. Bukan untuk menarik followers sih. Beneran engga. Lebih kepada kepuasan batin gue aja. Gue merasa hasil karya dapur gue bisa gue nikmati di sana. Semisal followers gue juga turut menikmati ya bonuslah. Gue makin senang.

D76C57BB-DDE7-4035-AE13-F9A9B43549B3.jpg

 

Banyak loh masakan enak yang gue bikin belakangan ini. Hahaha. Segitu soknya ya. Jadi dari beberapa kali mengulang jenis masakan yang sama, tentu saja ada pengalaman dan ilmu baru yang didapat. Bagaimana membuat rasa masakan semakin rich di lidah. Trik ini itunya bagaimana dan seperti apa.

F47B8F46-906C-4F31-857C-E270F26418A5.jpg

Salah satunya ya Sate Padang ini. Entah sudah berapa kali gue bikin sate padang sejak menetap tinggal di Swedia. Akhirnya lumayan terbiasa dengan racikannya. Bagaimana mengatasi kuah sate agar konsistensinya tidak berubah total setelah dingin. Membuat sate padang bisa dibilang bukanlah pekerjaan yang ringan. Rempahnya ga bisa ngasal. Belum lontongnya. Bawang gorengnya. Nyalain arang dan bakar dagingnya. Semuanya gue kerjai manual. Tapi hasil akhirnya setidaknya tak mengecewakan.

F77CB5CF-3EC2-44AA-B480-6BA524D87858.jpg

Bisa makan sate padang di Swedia itu sunggulah sesuatu. Dari dapur sendiri pula. Dan semuanya gue kerjai pakai hati dan kesabaran. Karena buat gue, ngerjai sesuatu yang ribet kalau cuma asal, ya sama aja buang waktu kalau akhirnya ga kemakan.

Untuk sate padang kali ini, gue bikin sesimple mungkin tahap tahapnya tanpa mengabaikan urusan rasa. Misalnya bagaimama menggunakan bumbu dalam semua proses. Baik bumbu untuk merebus, menumis atau bumbu kuahnya Gue bikin all in aja. Sampai gue niat bikin video tutorialnya di youtube. Biar followers yang suka komen dan nanya di DM lebih gampang ngepraktekin. Selagi bisa berbagi kenapa ga ya kan.

C63398E8-5691-420D-830A-B11189392E46 (1).jpg

 

Kalau kalian mau mencoba resep sate padang gue ini, bisa klik video di bawah. Cuma ya itu, videonya masih amatiran. Modal handphone doang. Hehehe…

Tradisi Menyantap “Kräftor” di Bulan Agustus

Bulan Agustus adalah saatnya menyantap Kräftor atau udang karang di Swedia. Tradisi menyantap kräftor yang mirip lobster mini ini dikenal dengan istilah Kräftskiva atau pesta menyantap udang karang (crayfish). 

Lalu mengapa harus di bulan Agustus? karena kräftor di Swedia baru boleh dipanen di bulan Agustus. Konon sebelum bulan Agustus, kulit kräftor belum sempurna mengeras. Jadi waktu terbaik memanen atau memancing udang ini ya di bulan Agustus. Selain itu masih ada alasan lainnya. Alasan yang paling mendasar mengapa tradisi kräftskiva dilakukan di bulan Agustus.

IMG_7797.jpg

Jadi begini, kräftor yang berasal dari seluruh danau di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Kenapa eksklusif? karena harganya sangat mahal. Perkilonya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah.  Lantas mengapa bisa mahal? Nah, inilah awal mulanya.

Jadi ternyata, kräftor yang hidup di danau Swedia tidak boleh dipancing sembarangan. Baik dari segi waktu maupun orang yang akan memancing. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran akan musnahnya populasi udang karang di Swedia. Kekhawatiran mana sudah ada sejak tahun 1800an. Aturan yang diawali dengan larangan memancing kräftor di Hjälmaren, sebuah danau di Swedia. Kemudian selang beberapa tahun kemudian, larangan ini berlaku pula untuk semua danau yang ada di wilayah Swedia.

IMG_7796.jpg

Selain hanya boleh dipancing di bulan Agustus, kemudian dikeluarkanlah kebijakan baru tepatnya di tahun 2014 silam, yang menyebut hanya pemancing profesional dengan ijin khususlah yang boleh memancing kräftor di Swedia. Sedangkan kalangan publik hanya diperbolehkan di saat weekend tertentu. Itupun jamnya sudah ditentukan dari pukul berapa ke pukul berapa.

Itulah sebabnya kräftor di Swedia dianggap eksklusif oleh warganya. Karena untuk mendapatkan udang ini tidaklah mudah. Sekalinya dapat, ya harganya mahal.

IMG_7568.jpeg

Untuk memenuhi kebutuhan akan kräftor, akhirnya pemerintah Swedia mengimport kräftor dari negara lain seperti Cina, Turki dan Spanyol. Harganya jauh lebih murah. Sekitar 200 atau 250 sek perkilonya atau setara 400 ribu rupiahlah kurang lebihnya. Sementara kräftor asal Swedia, perkilonya bisa mencapai 700 sek atau setara 1, 1 juta rupiah. Beda banget kan selisihnya.

IMG_7821.jpg

Begitupun, kebanyakan warga Swedia lebih tertarik menyantap kräftor di bulan Agustus. Karena sudah melekat dengan tradisi Kräftskiva tadi. Mereka juga menganggap bahwa kräftor yang berasal dari danau di Swedia adalah yang the best. Meskipun tak sedikit dari mereka yang harus rela menyantap kräftor import. Uang bisa menjadi kendala bukan? Yang penting tradisi makan kräftor di bulan Agustus tetap berjalan broooo! Hahahaha.

IMG_7819.jpg

Jadi jangan heran, jika di bulan Agustus warga Swedia akan mengadakan pesta makan bersama dengan menu utama kräftor di atas meja. Gue dan suami beberapa kali diundang makan oleh teman dan kerabat dengan hidangan kräftor ini. Awalnya gue berasa ribet aja. Banyakan nyampah daripada dagingnya. Tapi dibalik daging yang sedikit itulah sensasinya. Ibarat makan kepitinglah. Riweh tapi nikmat. Walaupun buat gue pribadi rasanya lumayan asin.

Kräftor biasanya disantap dalam kondisi dingin. Disantap dengan roti, cheese, beer atau minuman alkohol lainnya. Sebelumnya kräftor harus melalui proses boil di suhu yang tinggi, dicampur garam dan rempah dill segar berikut mahkota bunganya.

Karir Ngebaking Kali Ini: Membuat Puff Pastry

Judullllllnya tolong dikondisikan ya……Karir Ngebaking????? Haha……(sejuta kali).

Jadi sebenarnya sudah lama pengen bikin puff pastry. Berhubung hawa hawanya masih musim panas, jadi agak malas. Tapi kalau nunggu musim dingin kok ya nanggung. Gue pengen ngemil cheese stick. Sebenarnya bisa sih beli adonan puff pastry siap jadi di supermarket. Cuma gue kan gitu mak. Doyan yang ribet. Rajin banget gue. Hahaha.

BFD73D80-C429-4406-A1B7-3DD832D83539.jpg

Singkat cerita, akhirnya beberapa hari lalu gue bikin puff pastry. Dan beneranlah, lumayan kewalahan ketika menggilas dan melipat adonannya. Berhubung masih musim panas, sehingga adonan jadi cepat lembek. Bolak balik masuk kulkas biar adonan bisa rileks kembali.

5FAC72C2-B050-4B15-907B-0F795C1307D0.jpg
Ketika selembar tipis puff pastry mengembang tinggi seperti ini.  

Akhirnya folding adonan puff pastry butuh waktu lumayan lama. Setiap folding, adonan harus gue masukin dan keluarin kulkas. Kalau dilakukan pas musim dingin, kemungkinan besar proses menggilas dan melipat ini bisa dilakukan lebih dari sekali. Paling ga dua kalilah baru masuk kulkas.

D1ECAC03-8F29-4677-B1BD-0A9F543434D2.jpg

Resep puff pastry yang gue pake ini lebih simple jika gue bandingkan dengan resep puff pastry kebanyakan. Resep ini ga perlu membuat adonan kulit secara terpisah. Jadi tepung langsung dicampur dengan garam, butter dan air. Udah gitu aja.

BB5F6C43-8F19-410C-8E2D-4576744798E4.jpg

Sejujurnya sejak berhasil bikin croissant beberapa waktu lalu, gue jadi lebih pede pas bikin puff pastry ini. Setidaknya ketika folding adonan uda ga terlalu gugup. Uda lebih nyantai. Cepat peka ketika adonan mulai lembek. Kapan harus masuk kulkas. Jadi ga monoton harus melihat resep. Namanya juga tergantung suhu ruang.

Sebenarnya bikin puff pastry itu menurut gue relatif tidak sulit kok. Dari segi bahan pun ga banyak macam. Cuma tepung, garam, air dan butter. Terus proses pembuatannya juga relatif simpel. Menggilas kemudian melipat. Artinya hanya mengulang tindakan yang sama. Cuma karena adonan harus keluar masuk kulkas, jadi berasa lama dan ribet (terutama kalau orangnya ga sabaran). Kalu gue pribadi sih, karena memang hobby baking, ya gue tinggal aja sambil ngerjai yang lain.

Bedeweiiiii, resep simple puff pastry ini sudah gue share di instagram @dapursicongok. Untuk memudahkan tinggal cari hestek #reseppuffpastrydsc atau #puffpastrydsc. Bebas intipppp tanpa wajib difollow. 

Di tulisan ini gue cuma mau pamer aja. Tepatnya pamer foto. Salam baking pemirsah!

381FF9D1-08DC-4AD8-B03D-DF54475F2B8C.jpg

F1FEECA4-BEAC-4E7C-B523-95C94C1849E7
Cheese Stick ini sumpah beneran enak. Gue bikin sampai dua hari berturut. Suami gue doyan banget.

293BF6D1-5F28-46A2-B5D0-5A4047115914.jpg

Smögen, Wisata Menarik di Kawasan West Coast Swedia

Beberapa tahun lalu, suami pernah mengajak gue untuk menghabiskan liburan musim panas ke wilayah west coast di Västra Götaland propinsi Bohuslän Swedia. Tepatnya tidak begitu jauh dari Smögen, salah satu tempat wisata terkenal di propinsi Bohuslän.

Kebetulan suami mendapat tawaran penginapan dari perusahaan tempat dia bekerja. Tawaran penginapan dengan harga yang relatif murah. Mumpung ada penginapanlah menurut suami. Secara untuk mendapatkan penginapan di Smögen dan sekitarnya rada rada susah. Lumayan turistik.

IMG_6140.jpg

FFD1E5FF-31AC-4176-81CE-D98136D7D09C

IMG_6116

IMG_6092.jpg

Cuma waktu itu gue belum terlalu tertarik berlibur ke kawasan west coast ini. Mending ke luar negeri. Rumput tetangga selalu lebih menggiurkan toh.

Sebenarnya tahun ini pun kami tak ada rencana mengunjungi Smögen. Idenya muncul begitu saja. Jadi beberapa waktu lalu, ceritanya kami lagi menghabiskan weekend di Norwegia. Berhubung karena satu hal dan alasan lain, rencana kami mengunjungi salah satu objek wisata alam di Norwegia batal. Tepatnya kami batalkan.

29825715098_28c9f970b2_o.jpg

IMG_6136

IMG_6135

Sebagai gantinya, kami memutuskan pulang ke Swedia dengan melewati kawasan west coast Swedia. Hitung hitung sekalian merayakan wedding anniversary.

Dan singkat cerita, kami tiba di propinsi Bohuslän. Kota pertama yang kami singgahi adalah Grebbestad. Dan tanpa menunggu lama, hati gue langsung kepincut. Ternyata Swedia punya wajah lain. Bukan cuma hutan. Gue pernah melihat laut di bagian selatan Swedia, tapi kawasan west coast ini beneran seperti melepas rindu gue akan nuansa mediterania. Walau masih jauh dari kata mirip. Paling ga aura dikit dikitnya adalah. Hahaha.

IMG_6251.jpg

IMG_6067

Jadi sejujurnya nih, belakangan ini gue lagi pengen banget liburan di sekitar pantai laut nuansa mediterania. Atau paling ga yang mirip mirip gitulah. Mirip dikit juga ga apa. Secara gue tinggal di daerah hutan kan. Kaga ada lautnya. Kalaupun ada air, paling aliran air danau atau sungai.

41887412170_164eebdff9_o.jpg

Makanya begitu melihat west coast di Swedia, gue beneran sumringah. Dibilang indah luar biasa sih ga juga ya. Kemungkinan besar penyebab kegembiraan gue ya karena bisa melihat wajah laut yang belakangan ini sedang gue idamkan. Wajah laut Mediterania. Dan itu ada di Swedia. Meski terkesan kalau gue terlalu memaksakan. Wong tidak sama. Tapi imajinasi yang terlalu memaksakan itu berefek positif. Mood gue jadi gembira. Gue menikmati liburan dengan sukaria.

Apalagi baru kali ini berkunjung ke kawasan west coast di Swedia. Intinya gue tidak menyangka kalau Swedia punya wisata sekitaran west coast yang lumayan menarik. Alhasil gue gampang terwooooow.

41887412670_b8e17c3334_o.jpg

Sangkin sukanya, imajinasi gue terseret entah kemana. Pas melihat barisan rumah kayu yang dominan berwarna putih, langsung mikir kok mirip rumah di pantai Amerika ya. Padahal ke Amerika aja belum pernah. Duh…plis ya bu, daya khayalnya dikondisikan. Imajinasi yang ga nyambung sama sekali. Hahaha.

Tapi beneran, rumah rumah di kawasan west coast Swedia mostly berwarna putih. Sangat berbeda dibanding rumah rumah di sebagian besar wilayah country side Swedia yang cenderung berwarna merah. Swedia berasa USA. Tuhhh kan ngaco lagi. Hahaha.

IMG_6159.jpg

IMG_6155.jpg
Grebbestad

Trus ya, melihat cafe restorannya pun nyenengin. Padahal kalau dipikir ga jauh beda dengan restoran di Dalarna tempat gue tinggal. Rumah kayu juga. Barangkali karena scenerynya beda. Berasa di kampung nelayan. Ada di sekitar air laut. Jadi seperti melihat hal baru.

Menyantap makanan di atas balkon kayu sambil menatap aliran air laut, melihat hilir mudik kapal layar dan boat, lalu lalang manusia juga. Biarpun ramai tapi tak membuat pusing kepala. Gue sangat menikmatilah. Sukak!

IMG_6152.jpg

IMG_6147.jpg
Sukaaaaaak

Dari Grebbestad, kami memutuskan mencari penginapan. Dan baru kali inilah kami lumayan susah mencari penginapan selama berlibur di Swedia. Penuh semua. Sampai sampai tak sedikit yang menulis penginapan sudah full. Sempat mikir bakal tidur di mobil.

CB21054D-521A-4B4B-8B69-A1A438A18918
Balkon penginapan dengan view kece
IMG_5690.jpg
Paling suka melihat gulungan jerami ini. Ada di samping penginapan

Sampai akhirnya, keberuntungan masih berpihak di tangan kami. Kami mendapat kamar kosong di salah satu B&B dengan view yang lumayan kece. Meski kamar yang tersedia tidak begitu luas, tapi ada kitchen set, meja kecil dan kamar mandi dalam. Uda gitu pemilik penginapan sangat ramah. Ruangan juga bersih, ruangan breakfastnya luas, sofa dan kursi di balkon banyak. Cuma ya itu, harga permalamnya menyamai harga hotel. Dimaklumi.

Malamnya kami memilih dinner di daerah Hamburgsund, tak jauh dari penginapan. Untungnya kami datang di jam yang tepat. Masih dapat meja. Menghadap laut pula. Makan malam di saat musim panas itu serasa makan siang. Matahari tetap terang. Habis bersantap, kami masih punya banyak waktu menikmati sunset. Malam itu malamnya kami. Sayaaaaaa cintah!

IMG_6139
Ini dinner cuma modal air putih doang? Hahaha

Esok paginya kami sengaja bangun lebih cepat. Rencananya akan mengunjungi Smögen. Memilih datang lebih awal, agar manusia yang datang belum terlalu banyak. Kalau tidak, alamat bakalan ramai. Selain itu, kami bisa sampai di rumah tidak terlalu larut.

IMG_6066

Dan ketika tiba di Smögen, dari atas jembatan terlihat pulau pulau dengan bangunan rumah yang lagi lagi dominan berwarna putih. Berbaris rapi dari atas ke bawah. Cantik banget.

IMG_6063.jpg

IMG_6082

29825714588_e9d37674ef_o

Begitu kami mendekat, semakinlah gue jatuh cinta melihat bangunan rumah rumahnya. Mirip rumah di majalah. Rumah rumah yang menghadap laut. Ahhhhh ayok pindah ke sini bang! Rumah rumah ini berdiri di tebing batu. Dari atas ke bawah gitu. Cakeplah!

41883907910_9ff529d7dd_o.jpg
Cinta dengan rumah rumah ini

Jarak masing masing rumah sangat berdekatan. Mostly terpisah gang kecil. Bahkan beberapa rumah terpisah oleh sisa halaman yang sangat sedikit. Jadi jalanannya seperti meraba raba gitu. Sekilas batasan arahnya kurang jelas tapi ternyata gampang ditelusuri. Melewati beberapa anak tangga juga. Percaya deh, rumah rumahnya gemesin banget. Saling berdekatan tapi jauh dari rasa sumpek. IMG_6089

Beda banget dengan desa gue yang jarak satu rumah ke rumah lain lumayan berjauhan dan rata rata memiliki halaman luas. Okelah, di beberapa kota memang ada rumah yang saling berdekatan. Tapi rumah komplek. Kurang asik dilihat. Kalau di Smögen ini beda. Mungkin karena naik turun gitu ya susunan bangunan rumahnya.

IMG_6101.jpg

IMG_6107.jpg

IMG_6096.jpg
Rumah rumah ini merupakan gudang peralatan boat.

Nah, di Smögen ada satu tempat yang dikenal dengan Smögenbryggan. Bisa dibilang iconicnya Smögen ya Smögenbryggan ini. Kalau mau melihat bangunan rumah kayu warna warni yang mengapung di atas air, di Smögenbryggan inilah tempatnya. Rumah kayu yang sekilas terlihat melekat ke batu batu besar di sekitarnya.

Jadi kalau searching smögen di Google, maka rumah warna warni ini yang kebanyakan muncul. Rumah kayu mana yang rata rata berfungsi sebagai gudang kapal.

IMG_6078.jpg

IMG_6093
Batu batunya mirip di pantai Belitung. Banyak banget kan yang gue mirip miripin. Hahaha.
IMG_6070
Rumah kayu warna warni. Iconicnya Smögen

Banyak sekali boat kecil hingga boat besar terpakir di depannya. Selain turis lokal, turis asal Norwegia, Denmark dan Jerman juga banyak yang berlayar ke sini. Sayangnya kami tak lama di Smögen. Gue berjanji akan kembali ke sini. Kelak dan semoga.

IMG_6117

43695578301_6d5c07884b_o.jpg
Toko souvenir

Untuk melihat video Smögen, bisa klik video di bawah ini.

Akhirnya Melihat Heddal Stave Church Norwegia

Pernah mendengar sebutan Stave Church? Itu loh, gereja kayu yang konstruksi kayunya dibangun secara vertikal (tegak berdiri). Stave church bisa ditemui di beberapa negara Nordik dan Eropa Utara. Tapi dipercaya jika Skandinavia adalah negara pertama yang memiliki bangunan gereja seperti ini.

Norwegia adalah sarangnya bangunan bangunan stave church di dunia. Banyak banget. Mencapai ratusan. Dan rata rata umurnya aji gile. Bisa mendekati 1000 tahun. Bayangin, seribu tahun untuk level bangunan kayu loh. Bukan gereja yang terbuat dari bahan batu seperti kebanyakan gereja gereja di wilayah eropa.

IMG_5732 (1).jpeg

Jauh dari bangunan gereja bergaya gothic dan baroque sudah pasti, karena tampilan stave church di bumi viking ini justru mirip rumah tradisional.  Sebagian besar terlihat seperti segi tiga yang menjulang tinggi.

Jika dilihat dari jauh, atap bangunan dan beberapa sisi dinding menyerupai sisik ular. Jadi jangan heran jika di beberapa tower bangunan stave church yang sudah sangat sangat berumur, memiliki hiasan berbentuk kepala naga atau sejenis kepala binatang (gue ga tau pastinya binatang apa).

IMG_5710
Lihat atap dan dinding bagian atasnya. Mirip sisik ular.

Gue pernah membaca sebuah artikel traveling. Gambarnya memperlihatkan keindahan wisata alam Norwegia. Ada stave church di dalam gambar itu. Perpaduan yang bagus. Landscape dan stave church. Alhasil banyak pembaca di tanah air yang bertanya, apakah daerah itu beneran ada atau cuma editan.

IMG_5159.jpeg

IMG_5149.jpeg

Dan gue mau memastikan jika gambar itu benar adanya. Karena di Norwegia memang lumayan mudah melihat bangunan bangunan stave church yang berdiri elok diantara scenery yang indah. Stave church menjadi salah satu destinasi terkenal di Norwegia.

IMG_5691.jpg

IMG_5731.jpg

IMG_5729.jpgDari sekian banyak stave church terkenal di Norwegia, Heddal Stave Church merupakan salah satunya. Berada di daerah Heddal Notodden, Propinsi Telemark, Heddal Stave Church merupakan stave church terbesar di Norwegia dan satu satunya stave church yang memiliki tiga menara sekaligus. Dari Oslo hanya butuh satu jam berkendara.

E9E16F85-1B7D-4738-A4DC-BAE555F73C36.jpeg

Meski bukan kali pertama mengunjungi Norwegia, tapi baru tahun inilah kami berkesempatan melihat Heddal Stave Church. Akhirnya rasa penasaran gue terhadap gereja ini terjawab sudah. Gereja yang unik dan cantik.

IMG_5157.jpeg

Heddal Stave Church pertama sekali dibangun sekitar abad ke 13. Karena kondisinya yang semakin buruk, pada tahun 1950an, seluruh bangunan gereja pernah dibongkar total untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah itu kayu kayu dipasang kembali seperti semula.

Aroma kayu tua sangat tajam menyambut kami ketika memasuki gereja. Suasana di dalam gereja sangat jauh dari kesan gemerlap layaknya gereja gereja kebanyakan di eropa. Gue lumayan terkesima dengan dinding gereja yang dipenuhi lukisan yang sudah mulai pudar. Wajar saja, hampir seribu tahun. Lukisan mana sekilas mirip wallpaper.

IMG_5718.jpg
Dalam gereja. Lukisan yang mulai memudar di dindingnya sekilas mirip wallpaper.

Heddal Stave Church ternyata memiliki cerita legenda. Jadi konon, ada lima orang petani asal Heddal yang ingin membangun gereja di desa mereka. Suatu hari, Raud, salah satu dari lima orang petani tersebut bertemu dengan orang asing.

Singkat cerita, si orang asing tersebut bersedia membangun gereja hanya dalam tempo 3 hari. Tapi dengan catatan, sebelum gereja selesai dibangun, Raud harus memenuhi satu syarat dari tiga syarat yang diajukan.

  • Mengambil bulan dan matahari dari langit
  • Mempersempahkan darah dan nyawanya
  • atau menebak nama si orang asing tadi.  

IMG_5711.jpeg

IMG_5702.jpg

Raud pun memilih syarat nomor 3 karena dianggapnya bukanlah syarat yang terlalu sulit dan berbahaya. Menebak nama.

Pembangunan gereja pun dimulai. Dan sesuai janjinya, orang asing itu sepertinya berhasil membangun gereja hanya dalam tempo tiga hari. Raud akhirnya ketakutan karena belum bisa menebak siapa nama orang asing tersebut.

IMG_5706.jpg

Hingga tanpa disengaja, ketika Raud menebak nebak nama si orang asing sambil berjalan di sebuah lahan luas, tiba tiba dia mendengar suara wanita yang sedang bernyanyi. Dalam nyanyian tersebut, Raud mendengar sebuah nama disebut.

“Hei anakku, besok Finn akan membawakanmu bulan dan matahari, juga jiwa manusia, dan itu akan menjadi mainan yang menyenangkan buatmu” (kira kira artinya begitu). 

IMG_5731.jpg

Mendengar nyanyian itu, Raud menyadari jika si orang asing tersebut adalah seorang Troll. Esok harinya, Raud bertemu dengan si pria asing. Mereka berjalan ke arah gereja. Dan tanpa membuang waktu, Raud langsung memegang salah satu pilar gereja dan berujar “Hei Finn, sepertinya pilar gereja ini kurang lurus”.

Mendengar namanya disebut, si pria asing langsung kaget. Ternyata Raud bisa menebak namanya. Dia pun berbegas marah meninggalkan Raud. Konon, si pria asing yang tak lain merupakan troll dipercaya tinggal di Svintru, sebuah kawasan pegunungan di Norwegia. Ceritanya menarik juga ya. Serasa baca cerita dongeng.

IMG_5725.jpg

Heddal Stave Church berdiri di sekitar scenery yang lumayan mampu mengacuhkan suhu panas kala kami berkunjung. Panas yang nyaris membuat meleleh. Hamparan ladang gandum yang menguning, rumah rumah kayu, alam pedesaan dan pemandangan kuburan di sekitar yang justru menjadi daya tarik lain dari bangunan gereja. Tak berasa horor sama sekali.

Tak jauh dari gereja, pengunjung bisa naik ke atas bukit dimana terdapat open air museum. Bisa duduk santai di sebuah rumah kayu sambil menyantap ice cream atau sepotong cake. View di sekitar open air museum juga lumayan menarik.

IMG_5737
Open air museum tak jauh dari Heddal Stave Church.

Norwegia tak hanya lekat dengan aurora borealis, fyord, terowongan gunung, trolls, farm mountain yang indah, tapi wisata negara ini juga sangat lekat dengan ratusan stave church yang unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

IMG_5746

IMG_5226

Jika ingin melihat tampilan lain dari stave church di Norwegia dan bisa membuat kamu takjub, coba klik di SINI

Menikmati Summer di Summer House

Musim panas tahun ini adalah musim panas yang sepanas panasnya selama gue tinggal di Swedia. Mencapai 33 derajat celcius bahkan lebih. Jarang banget hujan. Dan sekalinya hujan cuma rintik rintik. Itupun cuma sebentar. Alhasil tanaman bunga dan sayuran serta rumput menjadi cepat kering.

Biasanya di musim panas, suami lumayan sering menggilas rumput di halaman sekitar rumah. Tapi tahun ini baru sekali doang. Rumput di sekitar rumah nyaris kehilangan kesegaran. Hijaunya berubah menjadi kuning gersang. Hidup segan mati tak mau. Sudah disiram air hingga beberapa jam tetap tak terlalu berpengaruh. Keringnya benar benar parah. Sampai blueberry di hutan pun nyaris tak terlihat buahnya. Kecil kemungkinan bisa dipetik dalam jumlah yang maksimal. Bahkan beberapa kenalan yang memelihara kuda, sedikit mengeluh karena kekurangan rumput untuk makanan ternak.

29538983788_62fac4fbe4_o.jpg

IMG_4138.jpg

Meskipun begitu, gue lebih memilih musim panas yang seperti ini. Real summer. Bukan musim panas yang harus tetap jaketan karena berasa dingin. Bukan juga summer yang lebih sering hujan, angin kencang dan mendung. Pakai tank top dan shorts kaga bisa. Bah…malas banget.

36FA9770-14D8-468E-9D8B-7C068CE6A01E.jpg
Bunga, pinus dan gubuk. 

Pokoknya musim panas tahun ini sangat gue nikmati. Aktivitas di luar tidak terganggu. Nanam nanam, naik boat dan mancing di danau sebelah rumah, piknik, selonjoran di kursi halaman, sampai makan pun lebih sering di halaman depan rumah. Kulit gosong uda ga gue pikirilah. Sebodo aja. Kapan lagi mak bisa begini. Paling cuma sampai Agustus. September udah mulai dingin. Memble!

DF5AEDEC-BBF2-4EA3-9A62-E317CE4F183A

Berhubung tahun ini kami lebih fokus menikmati musim panas di Swedia, dan kebetulan juga cuacanya cerah, kami putuskan untuk lebih sering mengunjungi summer house yang tidak terlalu jauh dari rumah. Paling cuma 5 menit berkendara. Anggap saja kami lagi liburan dan menginap di cottage.

054C3839-B48B-4D7B-A744-1C5E1BA05F97
Bagian dalam summer house. Vintage dan klasik

Dan lagi lagi baru tahun inilah gue betah berlama lama di summer house. Bisa seharian. Bahkan kami berencana akan menginap. Selama ini terkendala perasaan tak nyaman akan toilet yang berada di luar dan masih sangat tradisional. Trus kamar mandi kaga ada. Kalau mau mandi ya ke danau sekitar.

235C992B-DF20-47E8-9C91-DD24788DB52D
Bunga liar. Not bad kan?

Cuma setelah benar benar dibersihkan oleh suami, ternyata masih bisa ditoleransi. Meski belum nyaman banget. Namanya toilet tua ya. Masih tradisional. Lagian rumah dekat ini, semisal malas banget ya tinggal ke toilet rumah aja. Kalau urusan mandi mah gampang. Gue ga wajib mandi tiap hari kok. Kecuali berasa keringatan banget. Hahaha.

IMG_4015.jpg
And I love this so much

Nah, sudah beberapa kali kami berlama lama di summer house. Gue sengaja bawa makanan dari rumah. Bahkan pernah terbersit ide, gimana kalau kami berdua makan siang cantik di halaman summer house? Sayang kan punya view kece malah dianggurin. Cari suasana bedalah ceritanya.

IMG_4364.jpg

IMG_4367

Dan akhirnya ide itu gue realisasikan. Gue masak pie salmon. Lahaplah makannya. Ternyata makan sambil dipelototin pohon pinus itu beda. Makan sambil dengerin kicau burung itu beda. Table setting bolehlah mirip ala ala restoran tapi nyatanya kami bukan di restoran. Sekeliling kami cuma nature. Justru sensasi beda inilah yang gue suka. Kami makan diantara nature yang masih ramah. Danau kecil, semilir angin, love bangetlah. Tinggal beruang aja yang ga keluar. Hahahaha.

Gue sempat mikir, kemana aja selama ini? kok bisa ga kepikiran berlama lama di sini. Ketagihanlah akhirnya. Datang, selonjoran layaknya di pantai tapi bukan di pantai. Melainkan di hutan! Gue menatap langit biru plus awan awannya. Juga ranting pinus yang saling bertemu. Tidur ahhhhh. Zzzzzzzzzzzz.

IMG_4027
Gue……..di keheningan

Pernah suatu waktu turun hujan. Tapi cuma rintik rintik dan itupun tidak lama. Gue sengaja ga masuk ke dalam. Gue cuma duduk bengong di teras sambil menatap ke arah danau. Mencium bau tanah yang terkena air hujan. Ihhhh suka!

42660351492_1e484dce0c_o

Belum lagi kalau melihat suami mendayung canoe. Rasanya heaven banget hanya dia seorang di tengah air itu. Hening. Sesekali cuma terdengar percik air ketika dayung canoe menyentuh air. Duhhh, beneran jauh dari hingar bingar.

IMG_3991

IMG_4003
Reflection

Summer house ini merupakan peninggalan keluarga suami. Dibangun oleh kakeknya pada tahun 1931. Sudah berumur 87 tahun. Bangunannya rustic dan fotogenik. Sehingga tak ayal kamera gue tak lelah menciduk.

Bagi yang suka nuansa vintage, kemungkinan besar suka suasana di dalamnya. Teman kerja gue pernah berkunjung ke sini. Langsung jatuh hati dia. Dia bilang cukup duduk bengong, minum kopi, udah puas dia.

E3227695-C617-4470-BBF6-F37722EB599E.jpg

1EBE3048-3FBB-4E7A-9912-DE1BFAAB50B5

Selain itu, summer house ini punya guest house kecil. Seperti rumah rumahan. Gue menyebutnya rumah liliput. Tapi begitu dibuka ya lumayan mampu menampung orang. Ada perapiannya pula. Hahaha. Niat bangetlah pokoknya si mendiang kakek bangun ini. Bentuk cerobong asapnya aja dari batu batu gitu. Beneran kayak rumah kartun.

27D7A2B1-6B1A-4A76-841E-2CE446A8D069
Gue menyebutnya rumah liliput. Meski terlihat mungil, tapi dalamnya ada tempat lesehan dan perapian loh. Lihat cerobong asapnya, bentuk batunya jaman dulu banget kan. Gemessss.

Dan tahun ini, kami sudah mantap akan menyewakan summer house ini ke publik. Karena tidak setiap saat juga kami berkunjung ke sini. Sayang juga dibiarkan kosong. Kami sudah pasang infonya di blocket.se. Nothing to loselah.

Dan sejauh ini sudah ada beberapa orang yang ngebooking untuk 5 hari dan dua hari di bulan Agustus. Kebetulan ada pertandingan olahraga sepeda di kota terdekat. Semoga rejeki ya. Kalau tidak ada halangan, lusa rencananya kami akan ke summer house lagi. Gue sukaaaaaaa!

B711FE69-2C65-4C30-B267-96E6A60D9D13.jpg

1C8350E3-473A-4B23-8714-E337B9D799FF.jpg

Berkunjung ke summer house menjadi alternatif menghabiskan liburan musim panas di Swedia. Selain itu, rumah musim panas ibarat tempat meditasi bagi para pemilik dan pengunjungnya, karena sebagian besar dibangun di area yang privat. Dekat dengan alam, tidak terlalu ramai (menjurus sepi), bahkan menyendiri di tengah hutan. Sebelumnya, gue sudah pernah menulis uraian lengkap tentang summer house di Swedia berikut foto fotonya yang lucu. Bisa baca di sini