Trip to Canary Island : Las Palmas (Kota Sejuta Palma), Hingga Rumah Colombus dan Belanja Asik

Seperti yang sudah gue tulis di tulisan sebelumnya, ada beberapa tour yang kami ikuti selama berada di Canary Island, tepatnya di pulau Gran Canaria. Dan kali ini, gue akan bercerita tentang kota yang tak lain merupakan salah satu dari “dua ibukota” yang dimiliki oleh Kepulauan Kanaria (Canary Island). Apalagi kalau bukan kota Las Palmas.

Las Palmas buat gue adalah sebuah kota yang apik dan bersih. Disebut Las Palmas karena kota ini memiliki tanaman Palma yang sangat banyak. Nyaris ada di setiap sudut jalanan kotanya.

IMG_8889.jpg

IMG_8843.jpg

Sebenarnya tidak hanya di kota Las Palmas, di kota lain di pulau Gran Canaria pun, pohon Palma mudah dilihat. Mungkin karena pertumbuhannya yang subur, sehingga pemberian nama Las Palmas sebagai nama ibukota menjadi lebih tepat.  Naik bus, jalan kaki, selalu terlihat pohon Palma. Berasa lebih sejuk di suhu kota laut yang lumayan hangat.

IMG_8855.jpg

IMG_8845.jpg

IMG_8846.jpg

Las Palmas itu kece. Gambaran ibukota yang eksotic. Gue bisa menikmati barisan pohon Palma, shopping mall besar, hingga ombak laut secara bersamaan. Bahkan sambil makan ikan goreng segar, di restoran sepanjang jalan di depan laut.  Ikan gorengnya  ala Indonesia pulaaak. Bodynya masih ori. Lengkap dengan kepala, ekor, sirip, bahkan matanya. Hahaha. Sexy banget kan. Selera banget gue makannya. Salmon dan Torskfish filet langsung kalah.

IMG_8858.jpg

IMG_8842.jpg

IMG_8856.jpg

IMG_8857.jpg

Las Palmas merupakan pusat perwakilan dunia wisata di Gran Canaria. Baik hotel, toko, butik mahal hingga murah menggila, shopping mall, old town, gedung modern, dan pastinya laut, semuanya bercampur baur jadi satu paket di kota ini. Lautnya ala ala film Bay Watch gitu.

IMG_8887.jpg

IMG_8888.jpg

IMG_8885.jpg

IMG_8886.jpg
Ibukota di pinggir laut. Ga crowded pula

Salah satu objek wisata yang banyak dikunjunjungi di kota Las Palmas adalah wilayah Old Townnya. Jika gue bandingkan dengan kota tua di beberapa negara yang pernah gue kunjungi, kota tua di Las Palmas sih biasa aja. Tapi tetep menarik buat ditelusuri. Seperti gambar di bawah ini.

IMG_8873

Cuma, di kota tua Las Palmas berdiri sebuah rumah antik yang pernah ditinggali oleh sosok penjelajah yang terkenal seantero jagat. Siapa lagi kalau bukan Christopher Colombus, pria yang disebut sebut sebagai penemu benua Amerika (meskipun sampai saat ini keakuratannya masih simpang siur).

Rumah bernama Casa De Colon yang konon katanya pernah ditempati Colombus pada tahun 1492, tepatnya ketika beliau berlayar menuju Amerika. Colombus mengalami masalah dengan kapal layarnya, yang mengharuskan beliau berhenti di pulau Gran Canaria. Tujuannya adalah untuk menetap sementara di pulau ini dan melakukan perbaikan atas kapal layar yang rusak.

IMG_8869.jpg
Bagian belakang bangunan Casa De Colon (Rumah/museum Colombus)

Awalnya Casa De Colon merupakan rumah kediaman kepala pemerintahan Gran Canaria pertama di jaman itu, dan dianggap sebagai rumah kalangan elite. Mau tau salah satu ciri khas rumah kaum elitenya? Dari balkon bangunannya.

Balkon bangunan pun harus tertentu. Terbuat dari kayu ukiran. Bahkan sampai sekarang, balkon seperti ini masih dipertahankan. Jika ada rumah antik peninggalan jaman dulu yang memiliki balkon kayu dan kemudian mengalami renovasi atau dijual, maka balkon balkon tersebut tetap diambil atau digunakan ke bangunan yang baru.

Casa De Colon artinya Rumah Colombus. Rumah antik yang sudah kelihatan berumur. Setelah mengalami renovasi pada tahun 1777, di tahun 1953 Casa De Colon resmi dijadikan museum.

Dalam museum juga tidak ada yang terlalu luar biasa (lagi lagi menurut gue). Paling hanya peta peta wilayah dunia yang pernah dijelajahi Colombus, lukisan lukisan besar yang gue kurang ngerti hubungannya apa dengan sosok si penjelajah, buku buku dengan tulisan tangan yang sudah sangat tua di dalam etalase (gue ga baca tentang apa tulisan itu), miniatur kapal layar jaman bahela, dan puncaknya sebuah ruangan yang sengaja diciptakan dengan nuansa Colombus. Seperti tempat tidur Colombus lengkap dengan kursi, pernak pernik drum kayu, tali berukuran besar, jangkar, pokoknya berbau pelayaran laut jaman dululah. Lengkapnya bisa dilihat pada akhir tulisan ini. Gue nyantumin link youtube gue.

IMG_8839
Bangunan rumah sekitar katedral. Balkon diberi kain warna merah sebagai peringatan menyambut Paskah
IMG_8877
Katedral Santa Ana bersampingan dengan Casa De Colon (bagian depan)

Gue sih lebih suka melihat bangunan luarnya. Gambaran design arsitek bangunan di jamannya. Oh iya, begitu kami mau keluar, terlihat dua ekor burung kenari yang warnanya ngejreng banget. Sengaja diletakin di lantai. Sudah jinak. Jadi meskipun didekati tidak panik lagi. Kenari adalah burung yang konon memiliki habitat yang banyak di Canary Island.

Tepat di samping Casa De Colon, terdapat Katedral SantaAna. Dibangun sejak tahun 1500, namun hingga saat ini pembangunan gereja tidak rampung juga. Gila banget.

IMG_8878.jpg
Katedral Santa Ana tampak depan

Infonya sih, gereja ini sepanjang masa selalu melakukan pembangunan demi pembangunan terhadap gedung gereja. Makanya tak heran jika Santa Ana memiliki ruangan gereja yang luas dan besar, dan arsitek bangunan di bagian depan dan belakang pun mewakili tahun dan jaman yang berbeda. Bisa gotic, klasik dan semi klasik.

IMG_8870.jpg
Katedral Santa Ana dari belakang
IMG_8863.jpg
Di dalam katedral Santa Ana
IMG_8864
Bangunan lain yang menyatu dengan katedral Santa Ana

Nah enaknya lagi nih, tour yang kami ikuti memberi kesempatan berbelanja kurang lebih 3 jam. Lumayan kan waktunya. Buat gue, meskipun bukan surga belanja (karena toko tokonya tidak terlalu banyak), tapi Las Palmas bisa jadi kota yang asik untuk sekedar berbelanja. Karena lumayan murah.

Tidak di Las Palmas aja sih, bahkan di beberapa tempat lain juga lumayan murah. Bahkan di butik hotel tempat kami menginap, gue membeli gaun malam dengan harga yang relatif ramah di kantong. Cuma 20 Euro. Bahan dan jahitannya bagus. Di badan enak dipakai.

Jika berlibur, berbelanja bukanlah kegiatan yang harus di gue. Kalau sempat okeh dan kalau ga ya udah. Beda kalau souvenir ya. Itu wajib. Karena gue suka ngumpulin souvenir mini gitu.

Tapi jauh hari sebelum berangkat ke Canary Island, gue memang sudah berniat pengen belanja. Dengan asumsi, harganya pasti lebih murah dibanding Swedia. Apalagi tak sedikit barang dagangan di Swedia yang menjual made in Spain. Jadi kalau beli di Spain logikanya sih bisa lebih murah ya. Apalagi katanya (kata pegawai tokonya sih), negara ini tidak mengenakan pajak atas banyak barang dagangan. Betul ganya malas mastikan. Hahaha.

Tapi meskipun begitu, gue memang berniat belanja serius hanya di kota Las Palmas. Tidak di pusat perbelanjaan kawasan Maspalopas Playa Del Ingles tempat kami menginap. Agak takut dan kurang nyaman. Apalagi setelah mendapat pengalaman tak mengenakkan dengan beberapa pedagang di kawasan ini. Gue akan tulis terpisah tentang pengalaman nyebelin itu.

Dan yang gue lihat sih, attitude pegawai toko di Las Palmas terlihat lebih baik. Lebih santai mereka jagain tokonya. Ga ngintilin. Kasarnya sih lo beli oke, ga juga ga apa. Ga dipaksa harus membeli. Sebel ga sih, di underestimate gitu. Pas belanja pula. Sial banget rasanya.

Nah, pas belanja, gue ketemu satu toko yang nyaris membuat gue setengah kalap. Kadang insting belanja itu kan ga bisa bohong ya. Maksudnya sekalipun harga murah, kalau barangnya terlihat ga bagus, ya ga ada yang istimewa juga.

Cuma pas masuk ke toko ini, gue dan suami sampai bisik bisik, ini benar ga sih harganya. Rata rata cuma 10 dan 12 Euro. Kalaupun ada yang mahalan, paling jumlahnya ga gitu banyak. Sampai kami mikir, jangan jangan nolnya kurang nih. Bukan 10 tapi 100 Euro. Hahaha.

FA74C4BB-02B0-4323-A431-93BD2C823F7B

Gue lihat high heelsnya, baik model, bahan dan warnanya bagus bagus. Kelihatan sexy. Sepatu sneakernya juga. Lumayan nyaman di kaki. Maksudnya dengan harga segitu loh. Tasnya apalagi. Meskipun sintetis, ga kaku kaku bangetlah. Jahitan dan bagian dalamnya rapi dan talinya kuat.

Awalnya suami gue agak angot angotan pas gue suruh nyoba sepatu. Ternyata pas dia coba, lumayan enak dipake jalan. Dan sudah beberapa kali dia pake loh. Okeh aja tuh di kaki. Harganya cuma 14 Euro. Belinya nothing to loselah.

Cuma sayang banget deh, waktu itu suami gue ngajak ke toko lain. Dengan pemikiran mungkin ada yang lebih menarik lagi. Sebenarnya kalau gue sih ga harus ngider sana sini ya. Kalau uda ketemu yang cocok, ya sudah. Ngapai capek sana sini lagi. Toh di sini juga lengkap bagus. Dan bener aja. Sampai habis waktu, toko lain uda lumayan mahal.

Tapi seperti yang gue bilang tadi, memang uda niat belanja. Terutama nyari brand lokalnya. Seperti BimbaY Lola. Gue suka banget produk label ini. Bahan kulitnya lembut. Selembut saldo di tabungan melayang. Huuaaahaha. 

Pas pula ketemu yang warnanya gue suka. Peach Pink. Modelnya simple, ga terlalu besar dan ga kecil banget juga. Menurut gue bisa dipakai formil bisa juga pas santai.

Sebenarnya urusan belanja kaya gini tergantung selera sih ya. Baik model, kualitas dan murah ganya tergantung masing masing orang. Buat gue mihil mungkin bagi orang lain murah. Sebaliknya gue bilang murah mungkin bagi yang lain mihil. Atau gue bilang cakep dan kualitas lumayan, bagi orang lain malah kelihatan abal abal. So, penting bisa belanja aja uda senanglah.

Untuk melihat lebih jelas wajah kota Las Palmas, bisa klik video gue di bawah ini.

Salam dari Swedia

“Semua foto sebagian besar gue ambil dengan menggunakan handphone dan merupakan dokumentasi ajheris.com”

12 Comments

  1. Serius mbak dari kamera hape? Itu dof nya dapet lho kayak foto produknya.

    Prinsipku buy now or cry later… Biasanya cry nya karena ktmu harga yang lebih murah lagi hahaha…

    Aku menikmati foto2 nya mbak

    Like

    1. Sebagian besar kayak panorama aku ambil dr hp Koh. Tapi untuk produk tas sneaker pake camera besar. Hihi. Betul itu, kalau cicok harga dan uang cukup, sudahlah ya drpd nyesel 😂😂 Makasih Koh semoga foto amatirku ga ngebosanin yakk

      Liked by 1 person

  2. Wah akhirnya bisa ngelihat kota Las Palmas walaupun cuma foto dan video. Selama ini cuma tahu klub bolanya doang hahaha.

    Kayaknya kalau hidup di sana cuacanya nggak bakalan beda jauh dengan di Indonesia ya mbak?

    Like

    1. Spanyol emang klub bolanya banyak ya. Makanya pas di Pantainya, ga ngerti juga pada main bola warga lokalnya. Cuaca ga sepanas di Indonesia karena pulaunya masuk subtropis. Cuma kalau lagi terik walaupun suhu cuma 25 berasa panas karena dekat laut. Airnya masih dingin dikit tapi bisa dibawa renang. Curah hujannya juga ga sebanyak kayak di tropis. Tapi buat orang utara suhu di sini lumayan bangetlah dibanding salju terus terusan😊

      Like

  3. Aku penasaran sama Gran Canaria ini! Eksotis kayaknya! Tapi jauh jadi kalau kesana mesti paling engga ambil cuti beberapa hari dah, haha 😛 .

    Aku penasaran dengan transportasi untuk keliling pulaunya. Apa kita mesti sewa mobil? Hmm…

    Like

    1. transportasinya bisa sewa mobil atau ngikuti tour seperti kami. rata rata banyak yang ikut dengan tour. yang bawa sepeda juga banyak. sewa mobil dan tour gampang di dapat, agen agen berseliweran dimana mana😂 Ada juga tour yang nawari sehari bisa keliling semua pulau gran canaria. seminggu lumayan puas kok koh. lebih lama lebih puas lagi. Tapi kalau mau ke pulau lain kayanya harus lebih dari dua minggu deh. Aku lom sempat ke pulau Tenerifenya. semoga dirimu deh duluan ke sana jadi aku balik yang dengar cwritanya duluan hahahah

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s