Semla

Saat ini Semla lagi rame ramenya menghiasi etalase konditori/toko roti di Swedia. Emang lagi musimnya Semla. Ceritanya roti cantik ini tidak setiap saat bisa ditemukan atau dijual melainkan hanya di bulan bulan tertentu. Biasanya sehabis natal roti Semla sudah mulai bermunculan. Semla ada karena berhubungan dengan tradisi Fettisdag. Lebih jelasnya tentang cerita Semla bisa baca di sini.

IMG_5957

Sudah lama gue pengen bikin sendiri si Semla ini. Baru kesampaian sekarang. Ternyata ngebikinnya ga susah susah amat. Dan gue ga nyangka hasilnya enak banget. Padahal gue bukan penggemar Semla loh. Gue mencoba bikin sendiri karena suami gue suka dan sekaligus penasaran juga cara bikinnya gimana. Gue puas dengan hasilnya karena rotinya tidak keras dan kering tapi bentuknya kokoh. Teksturnya soft dan di mulut berasa melting karena pasta almondnya gue kasih butter. Aroma vanilla dan kardemummanya berasa. Ihhh kayak di bakery langganan. Hahaha kepedean.

IMG_5959.jpg

IMG_5955.jpg

Gue memakai resep dari köket tapi ada bahan yang gue kurangi. Contohnya seperti takaran gulanya. Menurut gue kalau ngikuti resep asli terlalu manis. Juga pasta almondnya gue modif sesuai selera gue tanpa menghilangkan citra rasa klasiknya. Proofingnya pun gue bikin dua kali. Untuk jenis tepung sepengamatan gue sepertinya agak beda ya tepung di Swedia dan di Indonesia.

IMG_5952.jpg

Di Swedia tepung rotinya ga sedasyat terigu protein tinggi di tanah air. Jadi buat teman teman di Indonesia kalau mau mencoba resep ini sepertinya penggunaan tepung terigu protein tinggi lebih bagus dicampur dengan tepung serba guna atau protein sedang. Biar bentuk roti lebih kokoh dan tidak gepeng melebar ke samping. Karena roti Semla ini bentuk bulatannya cenderung bulat ke atas gitu. Jadi hasilnya cakep kalau diberi whippy cream.

Ada tiga bagian penting proses ngebaking Semla, yaitu :

  • Buns
  • Mandelmassa (pasta almond yang dimasukkan ke dalam roti yang sudah dilubangi di bagian tengahnya) atau kalau mau divariasikan sih boleh boleh aja. Diganti Custard vanila atau lemon misalnya. Sesuai selera.
  • Grädde (whipy cream)

Langsung aja ya ini resepnya!

Bahan I : Adonan Biang

  • 200 gr susu cair (2 dl) hangat
  • 130 gr tepung terigu (2 dl) gue pakai tepung protein tinggi
  • 25 gr ragi basah (ragi kering bisa pakai sekitar 8 gr)

Bahan II : Adonan Tepung

  • 290 gr tepung terigu (5dl)
  • 55 gr telur (1 buah)
  • 2 gr garam (1/2 sdt)
  • 5 gr Kardemumma (Cardomom atau bubuk kapulaga)
  • 100 gr butter (suhu ruang)
  • 85 gr gula pasir (1 dl) gue bikin 70 gr aja

Bahan III : Mandelmassa (Pasta Almond)

  • 200 gr kacang almond yang sudah dibuang kulit arinya
  • 80 gr gula pasir (bisa ditambah kalau penyuka rasa manis. Asli resep sekitar 200 gr). Menurut gue 80 gr pun udah berasa manis banget.
  • 60 gr butter (suhu ruang)
  • 1 1/2 sdt vanila bubuk
  • 1 1/2 sdt vanila extract
  • 1/2 sdt garam
  • 1 1/2 sdt bubuk cardomom
  • Hazelnut cincang secukupnya (optional)
  • 80 gr susu cair (bisa ditambah atau dikurangi. Tergantung selera mau seperti apa konsistensi pastanya. Pakai feeling aja)

Bahan IV : Grädde (whippy cream)

  • 500 ml cream cair (mixer hingga kaku atau mau pakai whippy cream siap pakai juga bisa)

IMG_5960

Cara Membuat :

  • Campur bahan I (adonan biang)  ke dalam mesin roti. Hidupkan mesin sekitar 5 menit. Lalu matikan mesin dan diamkan adonan biang sekitar 15 menit.
  • Lalu masukkan bahan II (Adonan tepung) ke dalam adonan biang di mesin. Hidupkan mesin dan mixer adonan sekitar 10-15 menit. Tergantung jenis mesin. Saya cukup 10 menit saja.
  • Lalu keluarkan adonan dan uleni pakai tangan (sebentar saja).
  • Masukkan adonan ke dalam panci yang dilapisi minyak. Tutup dengan plastik. Biarkan mengembang dua kali lipat.
  • Lalu kempeskan adonan dan potong potong seberat 60 gr
  • Bulatkan potongan adonan dengan cara meletakkan potongan adonan ke atas meja kerja dan tutup dengan telapak tangan. Lalu gerakin tangan dengan cara memutar mutar adonan.
  • Susun adonan di atas cetakan
  • Tutup dengan plastik dan biarkan mengembang dua kali lipat.
  • Oven di suhu 220 C selama 8 menit
  • Setelah matang langsung tutup dengan serbet sekitar 5-10 menit. Setelah itu buka serbet dan biarkan roti dingin
  • Siapkan Pasta Almond
  • Taruh almond di dalam wadah dan rebus air hingga mendidih
  • Tuang air panas ke dalam almond. Biarkan sekitar 15 menit. Lalu saring.
  • Masukkan almond ke dalam food processor. Haluskan.
  • Kemudian tambahkan gula pasir, vanila bubuk, vanila extract, garam, cardomom bubuk, butter dan susu. Haluskan di mesin. Jika di rasa sudah cukup halus keluarkan dari FP, masukkan hazelnut cincang dan aduk rata.
  • Ambil roti, lalu potong permukaan roti dan buat lobang kecil di bagian tengahnya. Tidak perlu terlalu dalam.
  • Lalu semprotkan pasta almond ke dalam lubang dengan menggunakan pipping bag
  • Siapkan cream
  • Mixer cream hingga kaku, lalu masukkan ke dalam pipping bag.
  • Semprotkan secara melingkar menutupi permukaan pasta almond dan roti. Semprotkan cream agak tinggi biar terlihat cantik. Lalu sisa irisan roti letakkan di atas cream.
  • Taburi dengan gula halus (tepung gula)

Selamat mencoba

“SEMLA” si Roti Cantik yang Selalu Ditunggu

fullsizerender-28

Di Swedia ada satu roti yang tidak bisa dibeli setiap saat. Dengan kata lain munculnya hanya di bulan bulan tertentu.  Akibatnya kehadiran roti ini pun lumayan ditungu tunggu. Roti apa sih? roti Semla namanya. Semla sendiri berasal dari sebuah kata latin, Similia, yang artinya tepung dengan kualitas terbaik (wikipedia).

Roti Semla ada bukan tanpa sebuah cerita. Setiap tahunnya pada penanggalan kalender Swedia selalu tertera tanggal yang memperingati tradisi Fettisdag. Tradisi yang konon sudah dikenal sejak tahun 1594.

Fettisdag berasal dari kata Fet yang artinya Lemak dan Tisdag yang berarti Selasa (Fat Tuesday). Tradisi Fettisdag ini dikenal juga dengan sebutan Fettisdagbullar (Fat Tuesday Buns).

Long time ago niat orang untuk menjalankan ibadah puasa pra Paskah sangatlah besar. Mereka berusaha membersihkan diri dari hal hal yang dianggap kurang baik. Termasuklah menghindari makanan berlemak dan berkalori, serta tidak meminum minuman beralkohol.

Itulah sebabnya dihari terakhir sebelum mereka menjalankan ibadah pra paskah dan puasa, mereka ingin menyantap roti sepuas puasnya. Pesta menyantap roti inilah yang akhirnya dikenal dengan sebutan Fettisdag (Fat Tuesday).  Mereka berniat membuat roti dari tepung pilihan yang menjadi akar mula kemunculan roti Semla. Selepas Fat Tuesday, esok harinya mereka pun mulai menjalakan ibadah pra Paskah yang dikenal dengan sebutan Askonsdag (Rabu Abu). 

Konon dahulu Semla hanya disantap tepat di hari Fettisdag. Tidak lebih. Sampai akhirnya jaman mulai mengenal toko roti dan tradisi pun mulai bergeser. After perayaan Fettisdag, penjualan Semla tetap dilakukan di setiap hari Selasa selama pra Paskah. 

img_2418

Dan puncak dari pergeseran nilai tersebut dapat dilihat di jaman modern sekarang. Jauh hari sebelum Fettisdag tiba, tepatnya setelah perayaan natal, Semla sudah bisa dibeli di toko toko bakery. Bahkan kadang sebelum natal sudah ada yang nekat menjual roti berpenampilan cantik ini. Dan dasyatnya lagi Semla tidak dijual di hari Selasa saja, tapi di “setiap hari” selama Pra Paskah Bisa dimaklumi mengingat peminat roti Semla yang lumayan banyak. Dan pastinya juga menjadi ajang bisnis yang mampu memberi benefit besar. 

Jika ratusan tahun silam Semla dibuat dan disantap untuk melengkapi tradisi Fettisdag, maka di jaman sekarang sudah jauh berbeda. Semla bisa disantap oleh siapa saja tanpa harus berkiblat pada sejarah dan latarbelakang tradisi Fettisdag itu sendiri. 

So, seperti apa rasa roti Semla ini? 

Roti Semla mengandung 3 hal penting yang terdiri dari :

  • Buns atau roti
  • Mandelmassa atau pasta almond di bagian dalamnya
  • Grädde atau whippy cream yang menjadi ciri khas penampilan roti ini.

Well, menurut gue rasanya manis. Permukaan kulit roti sedikit kering tapi lembut di bagian dalam. Dan menjadi spesial, karena ada sentuhan aroma rempah kardemumma atau cardamom atau bubuk kapulaga di dalam rotinya.  Bentuknya?

fullsizerender-29
Ini dia bentuk klasik Semla

Roti Semla memiliki bentuk dan penampilan yang sangat mudah dikenali. Terbagi dua, berisi pasta almond berikut whipped cream di bagian atasnya yang tentu saja membuat penampilan Semla menjadi tambah menarik.

Dan untuk menarik perhatian lebih dari para pelanggan, pemilik toko roti/bakery pun berlomba lomba membuat varian bentuk Semla. Ada yang berbentuk cake, kemudian diberi nama Semla Cake. Ada juga yang memberi lapisan marzipan dan dinamai Princes Semla. Kreatif sekali. Lebih jelasnya bisa lihat di gambar.

fullsizerender-28
Semla dengan tampilan klasiknya
fullsizerender-32
Semla dengan bentuk yang dimodifikasi. Diberi lapisan marzipan. Meniru lapisan marzipan pada Princes Cake (Tradisional cake di Swedia). Pihak Bakery memberi nama Princes Semla. Hahaha
h
Semla modern dengan nama Princes Semla
img_2930
Semla dengan style modern. Berbentuk Cake dan diberi nama Semla Cake

Jika mengikuti tradisi lama,  roti Semla biasanya disantap dengan susu hangat. Bagi beberapa kalangan rasanya lebih nikmat jika disantap dengan susu hangat. Tapi tanpa susu pun tidak jadi masalah.

h2
Semla dengan campuran susu hangat

Jika berkunjung ke Swedia tepatnya di saat musim dingin, jangan heran jika menemukan roti Semla ada hampir di setiap etalase toko roti/bakery dan supermarket di Swedia. So, kenapa tidak mencobanya?

Happy Fat Tuesday, 28 Pebruari 2017

Salam dari Mora,

Dalarna Swedia.

“Semua photo di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”