Baking With Natural Yeast (Starter Sourdough)

Mungkin ini adalah untuk yang kesekian kalinya saya menulis tentang adonan asam (sourdough). Iya, baking with natural yeast. Ragi Natural yang saya bikin sendiri sekitar tahun 2017 lalu dan saya beri nama Stumpan.

IMG_4798
Roti Sobek. Mantul banget ngembangnya. Oh iya, roti yang menggunakan ragi natural biasanya permukaannya tidak sehalus jika menggunakan ragi instan ya.
IMG_4882
Lihat serat rotinya. Halus dan panjang. Tidak gampang putus jika ditarik. Lembut sudah pasti dan lembab banget. 

Dan sudah entah berapa banyak adonan roti yang saya hasilkan dari kerja si Stumpan itu. Ah…I love you Stumpan!

IMG_8048.jpeg
Bombolone/bomboloni sebelum difilling nutella

Jika sebelumnya saya mengulas lebih banyak tentang hasil kerja ragi natural pada jenis roti crusty, maka kali ini lumayan berbeda. Saya mencoba pada adonan donat dan soft buns. Hasilnya? Amazing dong. So pluffy ! Dan lembab banget.

IMG_8087
Roti gandum ini sangat lembab dan seperti roti basah. Dan amazingnya disimpan di wadah tertutup hingga 9 hari tidak berjamur tanpa mempengaruhi tekstur roti (tetap lembab). Padahal kondisi suhu ruang rumah saya lumayan hangat karena lagi musim panas. Suami saya sampai bilang “amazing”

IMG_8066

Menghasilkan donat yang harum sekali. Sangat saya rekomen deh bikin donat pakai ragi natural. Beneran harum dan yang penting meski menggunakan ragi natural, rasa asamnya tidak berasa sama sekali. Meski lamanya waktu fermentasi atau proofing rata rata hingga 20 jam bahkan ada yang lebih.

IMG_4856
Lihat donat ini. Montok banget. Percaya ga kalau ini bukan hasil kerja ragi instan? Ini hasil kerja ragi yang saya bikin sendiri. Wow kan! Hahaha
IMG_4830
Dan aroma donat pakai ragi natural sangat beda dibanding pakai ragi instan. Harumnya sulit dijelasin. Saya ada tips, jika menggunakan ragi instan tapi hasilnya akan mirip seperti ini, pakailah ragi instan dalam takaran yang tidak banyak. Lalu proofing di dalam kulkas. 

Donat yang saya buat hanya satu kali proofing. Seperti biasa, starter sourdough difeeding rutin 3 kali sehari selama 4-5 hari berturut. Kerjanya josss banget deh. Mengembang sempurna. Donatnya menul menul dan seksi. Ring whitenya kelihatan. Asal pada saat menggoreng, minyak harus bener bener panas di suhu 180 derajat celcius. Api kompor harus kecil.

IMG_4854
Donat meski sudah dingin tetap moist dan tidak mengeras. Asal simpan di wadah tertutup. 

Saya juga sangat surprise hasil kerja ragi natural pada roti sobek dan roti gandum. Mengembang sempurna. Padahal bahan whole wheat flour pada roti gandum sangat dominan. Biasanya kalau takaran tepung gandumnya banyak, adonan tidak mengembang terlalu tinggi. Bener bener jago si Stumpan ini. Hahaha.

IMG_8137 (1).jpeg
Bomboloni nutella ini super pluffy. Beneran ga bohong deh. Sebenarnya saya bukan penggemar nutella. Bomboloni ini saya bikin untuk dibagi ke paman onti dan tetangga di hari perayaan nasional day di Swedia beberapa waktu lalu. 

IMG_8142 (1).jpeg

Saya tidak akan banyak bercerita. Biarlah foto foto yang saya share sebagai bukti nyata kerja si ragi natural ini. Kerja si “Stumpan” kesayangan saya.

Untuk resep tutorial, lebih jelasnya kalian bisa lihat di channel youtube Dapursicongok

Tentang Sourdough Bread

Saya adalah penghuni semesta yang hobby baking. Terutama baking roti rotian. Dan tak terasa sudah setahun lebih saya belajar dan latihan membuat roti dengan bantuan Levain (starter sourdough) secara otodidak. Levain juga dikenal sebagai wild yeast (ragi liar) atau natural yeast (ragi alami) yang bisa dibikin sendiri oleh siapapun. Untuk selanjutnya saya tulis Levain.

Saya mulai menggeluti sourdough sekitar bulan September 2017 lalu. Dan Levain yang saya bikin itu sudah berumur satu tahun lebih dan saya beri nama Stumpan. Tulisan tentang starter sourdough dan sourdough bread pernah saya tulis di sini dan di sini.

IMG_0764.jpg

Senang rasanya bisa menghasilkan roti artisan yang notabene dikerjakan tangan sendiri. Ga harus beli mahal mahal. Apalagi di tanah air jenis roti artisan sudah mulai naik daun dan konon harganya jauh lebih mahal dibanding roti biasa.

Membuat roti dengan bantuan levain tidak semudah dibanding membuat roti dengan menggunakan ragi instan. Apalagi jika roti yang dibuat berjenis artisan crusty bread. Tehniknya lumayan berbeda menurut saya. Pengerjaan adonan mengandalkan tangan dan bukan mesin. Tidak diuleni alias no knead. Serba hati hati dan punya teknik sendiri.

IMG_0788.jpg

Levain tidak semata mata hanya digunakan untuk jenis crusty bread, tapi juga untuk segala jenis roti lain termasuk jenis soft buns, pizza atau donat. Bahkan tidak terbatas pada roti rotian saja, melainkan juga untuk segala panganan yang memerlukan bantuan ragi seperti beberapa jenis kue.  Mengapa? ya karena levain memang ragi. 

46326746525_5fed82fa25_o.jpg

Hanya kerja levain lebih slow dibanding ragi instan. Apalagi jika levain digunakan untuk jenis crusty bread, mostly butuh waktu nonstop 24 jam untuk bisa menghasilkan roti matang. Karena proofingnya sangat lambat alias slow fermentation. 

Untuk levain yang saya bikin sendiri, 85 persen saya gunakan untuk membuat crusty bread. Jarang sekali saya gunakan membuat softbuns, donat atau cemilan berbahan ragi. Mungkin lain waktu akan saya coba pelan pelan. Saat ini masih fokus membuat crusty bread. Untuk jenis sofbuns dan donat, saya masih menggunakan ragi biasa atau ragi instan.

IMG_0784.jpg

*Dipakai atau tidak dipakai, Levain harus diberi makan (feeding) agar tetap hidup. Idealnya sih feeding secara teratur. Sekali dalam 3 hari sudah cukuplah atau dua kali dalam seminggu. Caranya dengan membuang sebagian levain (kira kira setengah bagian) dan kemudian menambahkan tepung dan air dalam takaran yang sama. Misalnya tepung 50 gram dan air 50 gram. Setelahnya dimasukin ke dalam kulkas dan wadahnya harus ditutup rapat*.

Tapi jika hendak digunakan untuk membuat roti atau makanan lainnya, levain dari dalam kulkas jangan langsung dicampur ke dalam adonan. Karena kondisi levain kemungkinan besar tidak dalam kondisi strong. Ini pengalaman saya. 

Empat hari sebelum hendak membuat roti, cobalah menambah kuantitas feeding lebih teratur lagi secara rutin dua kali dalam sehari selama 3 sampai 4 hari berturut turut. Levain akan lebih strong dan aktif serta aroma dan rasa asamnya pun tidak terlalu tajam.

IMG_0756.jpg

Setelah itu barulah ambil sebagian levain sesuai kebutuhan resep roti dan taruh di wadah baru untuk kembali diberi asupan tepung dan air (feeding terakhir). Sebagai contoh: jika di resep ditulis butuh sekitar 65 gram levain, maka levainnya jangan langsung dikeluarin seberat 65 gram. Cukup keluarin 20 gram saja dari wadah dan taruh di wadah/jar baru. Kemudian lakukan feeding terakhir dengan memberi air sekitar 40 gram serta tepung 40 gram. Biarkan sampai mengembang 3 kali lipat dan suhunya mencapai antara 26 hingga 27 derajat celcius. Kemudian barulah gunakan levain seberat 65 gram seperti yang ditulis di resep. Sisanya yang tinggal sedikit bisa dimasukin ke dalam wadah/jar yang pertama. 

Sedangkan untuk sisa levain di wadah yang pertama bisa disimpan di dalam kulkas dan jangan lupa untuk feeding sekali dalam 3 hari atau 2 kali dalam seminggu agar levain tetap hidup (seperti yang sudah saya jelaskan di atas*).   

Untuk feeding setiap minggu (in case levain dipakai atau tidak) tidak ada ketentuan mutlak harus berapa gram tepung dan air yang digunakan. Feeling juga bermain dan nantinya akan paham sendiri. Ga usah takut takut banget. Cuma saran saya, karena ada sistem buang sebagian dan biar tepung ga mubazir, beri seperlunya aja. Kalau saya lebih sering menggunakan tepung dan air di sekitar 50 gram tepung dan 50 gram air.

Tapi jika levain akan digunakan untuk membuat roti, lakukan feeding seperti yang saya urai di atas. Tingkatkan kuantitas feeding secara rutin 2 kali sehari selama 4 hari berturut. Dan kalkulasi feeding terakhir sesuaikan dengan kebutuhan di resep.

IMG_0794.jpg

Selain levain harus dalam kondisi fresh dan strong, beberapa point penting yang biasanya saya perhatikan sewaktu mengerjakan artisan sourdough bread (khusus yang crusty bread) adalah :

  • Suhu Oven harus benar benar panas berkisar antara 230 hingga 250 derajat celcius)
  • Menggunakan iron cast agar suhu panas lebih stabil
  • Sebelum digunakan untuk memanggang roti, iron cast harus dimasukin ke dalam oven di suhu 230-250 derajat celcius selama 30 menit
  • Menghindari penggunaan bleaching flour (tepung yang menggunakan pemutih kimia) untuk menghindari gangguan pada kinerja levain
  • Memperhatikan suhu levain ketika akan dicampur ke dalam adonan (sekitar 26 hingga 27 derajat celcius).
  • Memperhatikan suhu adonan (sekitar 26 hingga 27 rajat celcius)

46326746405_1fdd18f786_o.jpg

Sedangkan tahap tahap yang paling umum dan sering saya lakukan dalam proses pengerjaan artisan sourdough bread (khusus crusty bread) adalah :

  • Metode Autolyse (tahap penyerapan air oleh tepung sehingga gluten merekat dan menghasilkan adonan yang elastis dan lembut. Waktu yang dibutuhkan bisa bervariasi, ada yang setengah setengah jam, satu jam bahkan 4 jam tergantung suhu ruang juga)
  • Pemberian Strong Levain
  • Pemberian garam
  • Fold (tehnik melipat adonan) 
  • Lamination (tehnik laminasi)
  • Stretch and Fold (tehnik merenggangkan dan melipat adonan) dan tahap ini bisa diulang 3 hingga 4 kali hingga adonan mencapai suhu 26 hingga 27 derajat celcius 
  • Shape (membentuk adonan)
  • Proof (tahap menunggu adonan hingga mengembang sempurna)
  • Bake (tahap memanggang adonan di dalam oven)

IMG_0767.jpg

Butuh waktu setahun agar saya bisa membuat artisan crusty bread yang menghasilkan Open Crumb” secara jelas di bagian dalam. Penampakan bolong bolong di bagian dalam roti yang menjadi impian sebagian besar orang yang hobby membuat roti sejenis ini.

IMG_0862.jpeg
“Open crumb” pada sourdough artisan bread 

Menurut saya tidaklah cukup hanya membaca resep tertulis. Karena tahap demi tahap tidak sesimple pengertiannya. Apalagi tehnik mengaduk adonan, fold, laminasi, merenggangkan dan melipat, membentuk, tidak sesimple yang dibaca dalam tulisan. Prakteknya lebih rumit. Tidak bisa main hantam kromo mainin tangan ke adonan. Serba pelan pelan semua. Salah dikit, biasanya open crumbnya ga nongol.

IMG_0919.jpeg

IMG_0900.jpg

Jadi alangkah baiknya jika langsung melihat tutorial dalam video. Karena kalau hanya membaca tulisan nantinya bisa salah pengertian dan saya pun kurang pintar menjabarkan dalam tulisan. Karena saya tau prakteknya lebih tricky.

Baca pelan pelan tulisan saya agar lebih bisa memahami proses pengerjaan. Percayalah, kelihatannya mudah tapi untuk menghasilkan open crumb itu lumayan susah. Sebenarnya tidak melulu harus open crumb sih. Bukan berarti kalau bolong bolongnya tidak kelihatan langsung dikategorikan gagal. Tanpa open crumb pun sebenarnya bisa dimakan dan tetap enak. Cuma alangkah senangnya hati jika rasa enak dan penampakannya juga paripurna.

Dan mohon diingat, apa yang saya tulis di sini hanya berdasar pengalaman saya sendiri. Bukan berbagi sesuatu yang mutlak benar. Artinya apa yang saya tulis mungkin saja berbeda dengan cara kerja orang lain. Cara bisa berbeda tapi tujuan akhirnya hampir sama….menghasilkan roti yang paripurna. Eaaaaaaaaaaaaa.

IMG_0771.jpg

Video tutorial akan menyusul tayang di channel youtube DAPURSICONGOK

Note : tulisan ini lebih fokus terhadap penggunaan levain untuk artisan crusty bread ya dan murni mengandalkan tangan bukan mesin.

Roti Dengan Rempah Termahal: Lucia Buns (Lussekat/Lussebulle)

Haiiii!

Masih cerita tentang seputaran dunia baking. Lanjut ya….hahaha..

Menjelang natal tepatnya di bulan November hingga Desember, ada satu roti dengan bentuk yang unik dan mudah dikenali mulai meramaikan rak roti di supermarket dan toko roti di Swedia. Namanya Lussekat (Lussebulle) atau Lucia buns.

Lussekat dikenal sebagai salah satu wujud keriaan warga Swedia menyambut hari Santa Lucia yang jatuh pada tanggal 13 Desember setiap tahunnya. Sampai ada pemilihan putri Lucia loh.

IMG_3420

IMG_3424.jpg

Roti Lucia bentuknya menyerupai huruf S atau angka 8. Yang membedakannya dengan roti roti lain adalah warna kuning dan aroma yang berasal dari rempah saffron (rempah termahal di dunia menurut versi barat) yang menjadi bahan wajib di roti ini. Sedangkan teksturnya menurut sayaagak sedikit kering. Mungkin karena dioven di suhu yang lumayan tinggi sekitar 200 derajat celcius.

Saya mencoba membuat sendiri di rumah dan tentunya saya modif dibagian luarnya. Saya olesi butter madu agar tekstur kulitnya lebih lembut dan rich di mulut. Sebenarnya lussekat di tulisan ini sudah sekitar minggu lalu saya buat. Sudah habis malah. Tapi berhubung hari ini bertepatan dengan perayaan Santa Lucia, ya udalah sekalian posting. Hitung hitung biar blog ini terlihat lebih bernafas meski semakin hari isinya tentang wilayah dapur terus. Hahaha.

Seandainya ada yang berminat, resepnya ada di instagram dan youtube @dapursicongok ya.

IMG_3414 (1)

Princes Cake (Prinsesstårta)

Prinsesstårta atau dikenal juga dengan sebutan Princes Cake merupakan cake tradisional yang sangat terkenal di Swedia. Rasa rasanya semua warga yang tinggal di Swedia pasti tahu jenis cake ini. Jika ada perayaan ulang tahun, perkawinan atau perayaan lainnya di Swedia,  umumnya pilihan akan jatuh pada princes cake sebagai pelengkap menu acara.

IMG_3883.jpg

Jika menilik ke belakang, sejarah princes cake awalnya dipublish oleh Jenny Åkerström, seorang guru yang bekerja pada tiga putri dari prince Carl, seorang pangeran asal Swedia. Awalnya princes cake dinamai “green cake” karena dibalut marsipan berwarna hijau. Kemudian sebutan green cake pun berubah menjadi princes cake dikarenakan adanya anggapan bahwa ketiga putri pangeran inilah yang justru pertama sekali benar benar mengidolakan dan menyukai citra rasanya (Wikipedia).

2C4C1CDD-1F13-4938-B9F0-BCFB3D629B57.jpg

Princes cake sangat mudah dikenali. Bulat, dibalut marsipan berwarna hijau ditaburi gula halus dengan ciri khas sekuntum mawar pink menghias permukaannya. Minimalis sekali. Tidak heboh seperti kebanyakan tart yang full dekorasi. Tapi begitu ditilik kebagian dalam, barulah berasa kalau cake ini tidak sesederhana tampilan luarnya. Terdiri dari tiga layer dan semarak dengan lapisan cream.

Penyuka cream harusnya cocok dengan citra rasa cake ini. Creamy sekali.

7E7E1B4B-CDFF-491C-B8DE-EFA4095F7B8B.jpg

Bahan utama princes cake adalah sponge cake, selai rapsberry, pastry cream atau vanila cream, whippy cream dan balutan marsipan yang terbuat dari campuran gula tepung dan kacang almond. 

Seiring waktu, princes cake mulai mengalami pergeseran. Balutan marsipan tidak lagi mutlak berwarna hijau melainkan pink, kuning atau putih. Bentuknya pun tidak melulu bulat melainkan lonjong memanjang. Bahkan ada yang berukuran mini. Toppingnya tak lagi cukup hanya sekuntum mawar, melainkan ditambahkan taburan coklat, buah dan entah apalah itu. Begitupun tetap saja princes cake klasik lebih mendominasi toko bakery di Swedia. Yup, cake ini setiap hari memang tersaji manis di etalase toko toko bakery di negara ini. Banyak peminatnya. Termasuk suami saya.

IMG_3888.jpeg

Saya pernah membaca tulisan dari seorang baker terkenal, terkait resep Swedish Princes Cake yang dia publish mendapat komentar pedas dari penonton channel youtubenya. Tak sedikit yang mengatakan jika resep yang dipublish beliau sangat melenceng dari resep aslinya. Dia dianggap merusak makanan tradsional dari sebuah negara. Hingga akhirnya si baker pun membuat versi klasiknya. Hmmmmmm……dasyat ya.

IMG_3857

IMG_3746.jpeg
Marzipan ini terbuat dari gula halus dan kacang almond yang diblender sampai halus. Kemudian ditambahi putih telur dan vanila.

Saya sendiri sudah lama berkeinginan membuat princes cake. Tapi selalu terhalang oleh rasa kurang percaya diri. Takut gagal. Ada keinginan bila suami berulang tahun, saya ingin menyajikan princes cake buatan tangan saya sendiri. Saya tau dia suka. Dan pasti dia senang.

Sampai akhirnya saya memberanikan diri. Bayangkan, sampai marsipan pun saya bikin sendiri. Padahal yang sudah ready to used banyak dijual di supermarket. Saya bertekat harus bisa bikin sendiri semuanya. Pengen tahu bagaimana cara menghasilkan marsipan yang mulus.

Belum lagi ngebayangin harus bikin sponge cake. Saya lumayan jarang bikin jenis cake seperti ini. Disamping bukan penggemar sponge cake, bikinnya lumayan hati hati menurut saya. Karena kalau pengocokan telur tidak sempurna alamat jelek hasilnya.

5D12C60C-2BA0-45A1-9E30-A8D248EDC12A.jpg

Akhirnya semua saya kerjakan sendiri. Mulai dari membuat marsipan, sponge cake hingga pastry cream. Dan puji Tuhan, untuk ukuran yang baru pertama kali bikin, tidak terlalu buruklah. Meski balutan marsipannya belum terlalu rapi. Tapi berasa amazing bisa menghasilkan marsipan dengan warna hijau yang saya mau. Hijau yang tidak terlalu gelap. Bener bener pakai hati dan lumayan gugup saya pas ngerjai semua. Saya sempat mikir jika marsipan tidak bisa mulus dan bakal lengket. Beneran ga nyangka bisa berhasil meskipun agak ketipisan dikarenakan terlalu lebar menggilasnya.

IMG_3866.jpg

Sponge cakenya pun tidak mengecewakanlah. Artinya memang cocok digunakan sebagai dasar di setiap layer cake. Berhubung saya tidak begitu menyukai whippy cream yang berlebihan, jadi vanila creamnya yang saya banyakin. Saya agak melenceng dari princes cake klasik karena selain rapsberry jam, saya tambahkan juga bluberry jam dan buah rapsberry. Biasa loh langsung dilanda kenorakan. Mudah mudahan saya tidak dikomplain. Di toko bakery juga ada kok yang melenceng (pembelaan). Hahaha.

IMG_3889.jpeg

Menurut suami dan tetangga yang ikutan menyantap cake ini, rasanya sih enak. Lapisan cakenya tidak terlalu tipis. Marsipannya tidak terlalu kemanisan. Whippy creamnya tidak over. Apakah mereka cuma basa basi? yang jelas begitu mereka pulang, cake ini tinggal dua slice.

IMG_3942.jpg

IMG_3940.jpg
Fika bersama

Saya terharu (edisi lebay) pada akhirnya kesampaian mempersembahkan cake kesukaan suami di hari ulang tahunnya. Dia ekspresif sekali memperlihatkan kekagumannya. Katanya bangga ama saya. #uhuk

Belum lagi pas bangun pagi sebelum berangkat kerja, dia ulang lagi kalimat pujian yang sama. Sampai dia bilang jangan dipotong dolo sampai dia pulang kerja. Mau mengajak tetangga untuk fika bersama dan kasih tahu kalau saya bisa bikin Swedish Princes Cake. Ya ampun segitu bangganya dia sampai mau pamer segala. Tapi untungnya mereka suka. Saya bahagia. Rasa takut itu memang bahaya. Selama belum dicoba jangan menyerah. Eaaaaaaaaaaaaaaaaa!

IMG_3872

Happy Birthday älskling!

Random Cooking and Baking

Hai hai…..!

Rasanya sudah lumayan lama tidak menghempaskan aroma aroma makanan di blog ini. Dan mumpung lagi senggang, mari pamer pamer dikitlah (gede juga ga apa) hasil masak memasak dan baking di dapur. Tentunya tidak saya posting semua. Paling beberapa saja. Yang paling syurrrlah menurut saya. Apa saja?

Ini dia….cekidot!

Ayam Panggang Bumbu Semur

Jadi ceritanya, suami saya sukaaaaaaaaaaaaaaa banget menyantap ayam utuh. Belum dipotong potong. Mungkin lebih menyelerakan buat dia. Meski setelah matang, ya harus dipotong potong juga. Kali ini saya pakai bumbu yang terbersit di kepala. Campur campur saja semua. Hasilnya mirip bumbu semur. Tidak mengecewakanlah.

IMG_2624.jpeg
Aku seksehhh

Hekeng (Ngohiong)

Ahhhh….kesampaian juga bikin ini. Sampai bela belain bawa kulit tahu dari Indonesia. Secara di Mora kaga ada dijual. Hekeng konon kuliner khas Pontianak. Tapi sebenarnya di resto cina lumayan sering ada. Dijadikan pelengkap mie goreng.

45187390965_732df04e6d_o.jpg

1E20132D-A1E2-4516-B4FC-CC856FC7E8CA.jpg

A54BA7AE-B8BA-4D33-A177-56FCC7AF0FB2.jpg
Dan ini enak sekali. Bisa pakai ayam udang atau pork udang

Hekeng dikukus saja sudah enak apalagi digoreng. Nah, sewaktu saya posting di instagram, ehhh malah ada yang direct message. Katanya pengen dan langsung orderYa udalah berarti rejeki saya.

Baking Roti Tawar

Sebenarnya saya lumayan sering bikin roti tawar. Tapi baru kali ini ngebaking roti tawar menggunakan cetakan/loaf tertutup. Dan hasilnya bikin gue terpana. Rapi dan bagus banget. Udalah shayyy…buka toko roti aja nyukkk. Hahahaha.

44948516175_6a8a2e08ec_o.jpg
Senang sekali melihat hasilnya. Mirip di toko roti (saya pede…hihi)
45137061464_a57ab9e184_o (1).jpg
Setiap melihat hasil bakingan selalu sumringah sendiri

45137061324_165c31f5b5_o.jpg

44044997740_592ce4083a_o (1).jpg

Trus pernah kebanyang roti tawar Ganda yang ada di Siantar, bikin lagilah roti tawar yang mirip mirip roti tawar Ganda Siantar. Meski hasilnya ga sempurna mirip, tapi setidaknya untuk teksturnya tidak mengecewakanlah. Super lembut dan kempes gitu kalau ditekan. Pengen saya jadikan bantal sangkin gemesnya. Hahaha.

IMG_3453 (1).jpg
Montok montok
IMG_3455
Pengen saya tiduri aja. Hahaha

IMG_3454 (1).jpg

Gila Baking

Hai hai….

Masih berbau santapan, kali ini yang gue publish adalah jenis roti rotian. Hasil baking di dapur beberapa waktu lalu. Pasti uda pada taulah ya roti jadul ini. Roti kasur dan roti coklat pisang. Kesukaan gue. Terutama roti pisang coklatnya. Nyemnyem……yem.

30417774038_a936b3aa89_o

IMG_7140

43567656804_4e0b62085e_o
Sekilas mirip jamur ya

Dan lagi lagi, betapa gue semakin jatuh cinta dan jatuh cintaaaaaaaaahhhhhh dengan dunia per-bakingan. Dan karena lumayan terbiasa, hasil akhirnya semakin dan semakin membuat gue terpana.

7881EBD7-FE55-4BB4-9FD9-DADE185F3443

Seperti yang sudah pernah gue sharing di tulisan sebelumnya, kalau gue lagi doyan doyannya ngebaking dengan menggunakan metode overnight di dalam kulkas. Hasilnya itu beneran amazing loh mak. Lembutnya stabil hingga berhari. Pernah sampai 5 hari masih tetap lembut.

E52F4D5B-9381-4375-804B-7120E0DABD8C

IMG_7808

IMG_7834

3F440A04-334E-4FF3-AF70-3A1C8C4049B6

Nah, di postingan kali ini gue hanya mau pamer foto. Karena ini penting banget untuk publik ketahui. Hahaha….*disoraki massa*.  

Di bawah ini roti sosis pakai mozzarella dan parmesan. Adonan cuma difermentasi di suhu ruang. Leker!

Sekiranya berniat pengen mencoba resep, silahkan meluncur ke instagram atau youtube  @Dapursicongok. Feel free and you don’t have to follow. Happy baking!

43555610414_c66325b0a8_o

44224577162_7c4fc04593_o

Karir Ngebaking Kali Ini: Membuat Puff Pastry

Judullllllnya tolong dikondisikan ya……Karir Ngebaking????? Haha……(sejuta kali).

Jadi sebenarnya sudah lama pengen bikin puff pastry. Berhubung hawa hawanya masih musim panas, jadi agak malas. Tapi kalau nunggu musim dingin kok ya nanggung. Gue pengen ngemil cheese stick. Sebenarnya bisa sih beli adonan puff pastry siap jadi di supermarket. Cuma gue kan gitu mak. Doyan yang ribet. Rajin banget gue. Hahaha.

BFD73D80-C429-4406-A1B7-3DD832D83539

Singkat cerita, akhirnya beberapa hari lalu gue bikin puff pastry. Dan beneranlah, lumayan kewalahan ketika menggilas dan melipat adonannya. Berhubung masih musim panas, sehingga adonan jadi cepat lembek. Bolak balik masuk kulkas biar adonan bisa rileks kembali.

A5BF490C-9894-4C93-A27D-7CDC4933AA20

Akhirnya folding adonan puff pastry butuh waktu lumayan lama. Setiap folding, adonan harus gue masukin dan keluarin kulkas. Kalau dilakukan pas musim dingin, kemungkinan besar proses menggilas dan melipat ini bisa dilakukan lebih dari sekali. Paling ga dua kalilah baru masuk kulkas.

D1ECAC03-8F29-4677-B1BD-0A9F543434D2

2162F76C-1F9D-487C-B8B2-535F2CD0622F

Resep puff pastry yang gue pake ini lebih simple jika gue bandingkan dengan resep puff pastry kebanyakan. Resep ini ga perlu membuat adonan kulit secara terpisah. Jadi tepung langsung dicampur dengan garam, butter dan air. Udah gitu aja.

Sejujurnya sejak berhasil bikin croissant beberapa waktu lalu, gue jadi lebih pede pas bikin puff pastry ini. Setidaknya ketika folding adonan uda ga terlalu gugup. Uda lebih nyantai. Cepat peka ketika adonan mulai lembek. Kapan harus masuk kulkas. Jadi ga monoton harus melihat resep. Namanya juga tergantung suhu ruang.

A74C8B13-26BA-406D-B3F5-5B59B5997DE4

Sebenarnya bikin puff pastry itu menurut gue relatif tidak sulit kok. Dari segi bahan pun ga banyak macam. Cuma tepung, garam, air dan butter. Terus proses pembuatannya juga relatif simpel. Menggilas kemudian melipat. Artinya hanya mengulang tindakan yang sama. Cuma karena adonan harus keluar masuk kulkas, jadi berasa lama dan ribet (terutama kalau orangnya ga sabaran). Kalu gue pribadi sih, karena memang hobby baking, ya gue tinggal aja sambil ngerjai yang lain.

Bedeweiiiii, resep simple puff pastry ini sudah gue share di instagram @dapursicongok. Untuk memudahkan tinggal cari hestek #reseppuffpastrydsc atau #puffpastrydsc. Bebas intipppp tanpa wajib difollow. 

Di tulisan ini gue cuma mau pamer aja. Tepatnya pamer foto. Salam baking pemirsah!

BB5F6C43-8F19-410C-8E2D-4576744798E4