Roti Dengan Rempah Termahal: Lucia Buns (Lussekat/Lussebulle)

Haiiii!

Masih cerita tentang seputaran dunia baking. Lanjut ya….hahaha..

Menjelang natal tepatnya di bulan November hingga Desember, ada satu roti dengan bentuk yang unik dan mudah dikenali mulai meramaikan rak roti di supermarket dan toko roti di Swedia. Namanya Lussekat (Lussebulle) atau Lucia buns.

Lussekat dikenal sebagai salah satu wujud keriaan warga Swedia menyambut hari Santa Lucia yang jatuh pada tanggal 13 Desember setiap tahunnya. Sampai ada pemilihan putri Lucia loh.

IMG_3420

IMG_3424.jpg

Roti Lucia bentuknya menyerupai huruf S atau angka 8. Yang membedakannya dengan roti roti lain adalah warna kuning dan aroma yang berasal dari rempah saffron (rempah termahal di dunia menurut versi barat) yang menjadi bahan wajib di roti ini. Sedangkan teksturnya menurut sayaagak sedikit kering. Mungkin karena dioven di suhu yang lumayan tinggi sekitar 200 derajat celcius.

Saya mencoba membuat sendiri di rumah dan tentunya saya modif dibagian luarnya. Saya olesi butter madu agar tekstur kulitnya lebih lembut dan rich di mulut. Sebenarnya lussekat di tulisan ini sudah sekitar minggu lalu saya buat. Sudah habis malah. Tapi berhubung hari ini bertepatan dengan perayaan Santa Lucia, ya udalah sekalian posting. Hitung hitung biar blog ini terlihat lebih bernafas meski semakin hari isinya tentang wilayah dapur terus. Hahaha.

Seandainya ada yang berminat, resepnya ada di instagram dan youtube @dapursicongok ya.

IMG_3414 (1)

Princes Cake (Prinsesstårta)

Prinsesstårta atau dikenal juga dengan sebutan Princes Cake merupakan cake tradisional yang sangat terkenal di Swedia. Rasa rasanya semua warga yang tinggal di Swedia pasti tahu jenis cake ini. Jika ada perayaan ulang tahun, perkawinan atau perayaan lainnya di Swedia,  umumnya pilihan akan jatuh pada princes cake sebagai pelengkap menu acara.

IMG_3883.jpg

Jika menilik ke belakang, sejarah princes cake awalnya dipublish oleh Jenny Åkerström, seorang guru yang bekerja pada tiga putri dari prince Carl, seorang pangeran asal Swedia. Awalnya princes cake dinamai “green cake” karena dibalut marsipan berwarna hijau. Kemudian sebutan green cake pun berubah menjadi princes cake dikarenakan adanya anggapan bahwa ketiga putri pangeran inilah yang justru pertama sekali benar benar mengidolakan dan menyukai citra rasanya (Wikipedia).

2C4C1CDD-1F13-4938-B9F0-BCFB3D629B57.jpg

Princes cake sangat mudah dikenali. Bulat, dibalut marsipan berwarna hijau ditaburi gula halus dengan ciri khas sekuntum mawar pink menghias permukaannya. Minimalis sekali. Tidak heboh seperti kebanyakan tart yang full dekorasi. Tapi begitu ditilik kebagian dalam, barulah berasa kalau cake ini tidak sesederhana tampilan luarnya. Terdiri dari tiga layer dan semarak dengan lapisan cream.

Penyuka cream harusnya cocok dengan citra rasa cake ini. Creamy sekali.

7E7E1B4B-CDFF-491C-B8DE-EFA4095F7B8B.jpg

Bahan utama princes cake adalah sponge cake, selai rapsberry, pastry cream atau vanila cream, whippy cream dan balutan marsipan yang terbuat dari campuran gula tepung dan kacang almond. 

Seiring waktu, princes cake mulai mengalami pergeseran. Balutan marsipan tidak lagi mutlak berwarna hijau melainkan pink, kuning atau putih. Bentuknya pun tidak melulu bulat melainkan lonjong memanjang. Bahkan ada yang berukuran mini. Toppingnya tak lagi cukup hanya sekuntum mawar, melainkan ditambahkan taburan coklat, buah dan entah apalah itu. Begitupun tetap saja princes cake klasik lebih mendominasi toko bakery di Swedia. Yup, cake ini setiap hari memang tersaji manis di etalase toko toko bakery di negara ini. Banyak peminatnya. Termasuk suami saya.

IMG_3888.jpeg

Saya pernah membaca tulisan dari seorang baker terkenal, terkait resep Swedish Princes Cake yang dia publish mendapat komentar pedas dari penonton channel youtubenya. Tak sedikit yang mengatakan jika resep yang dipublish beliau sangat melenceng dari resep aslinya. Dia dianggap merusak makanan tradsional dari sebuah negara. Hingga akhirnya si baker pun membuat versi klasiknya. Hmmmmmm……dasyat ya.

IMG_3857

IMG_3746.jpeg
Marzipan ini terbuat dari gula halus dan kacang almond yang diblender sampai halus. Kemudian ditambahi putih telur dan vanila.

Saya sendiri sudah lama berkeinginan membuat princes cake. Tapi selalu terhalang oleh rasa kurang percaya diri. Takut gagal. Ada keinginan bila suami berulang tahun, saya ingin menyajikan princes cake buatan tangan saya sendiri. Saya tau dia suka. Dan pasti dia senang.

Sampai akhirnya saya memberanikan diri. Bayangkan, sampai marsipan pun saya bikin sendiri. Padahal yang sudah ready to used banyak dijual di supermarket. Saya bertekat harus bisa bikin sendiri semuanya. Pengen tahu bagaimana cara menghasilkan marsipan yang mulus.

Belum lagi ngebayangin harus bikin sponge cake. Saya lumayan jarang bikin jenis cake seperti ini. Disamping bukan penggemar sponge cake, bikinnya lumayan hati hati menurut saya. Karena kalau pengocokan telur tidak sempurna alamat jelek hasilnya.

5D12C60C-2BA0-45A1-9E30-A8D248EDC12A.jpg

Akhirnya semua saya kerjakan sendiri. Mulai dari membuat marsipan, sponge cake hingga pastry cream. Dan puji Tuhan, untuk ukuran yang baru pertama kali bikin, tidak terlalu buruklah. Meski balutan marsipannya belum terlalu rapi. Tapi berasa amazing bisa menghasilkan marsipan dengan warna hijau yang saya mau. Hijau yang tidak terlalu gelap. Bener bener pakai hati dan lumayan gugup saya pas ngerjai semua. Saya sempat mikir jika marsipan tidak bisa mulus dan bakal lengket. Beneran ga nyangka bisa berhasil meskipun agak ketipisan dikarenakan terlalu lebar menggilasnya.

IMG_3866.jpg

Sponge cakenya pun tidak mengecewakanlah. Artinya memang cocok digunakan sebagai dasar di setiap layer cake. Berhubung saya tidak begitu menyukai whippy cream yang berlebihan, jadi vanila creamnya yang saya banyakin. Saya agak melenceng dari princes cake klasik karena selain rapsberry jam, saya tambahkan juga bluberry jam dan buah rapsberry. Biasa loh langsung dilanda kenorakan. Mudah mudahan saya tidak dikomplain. Di toko bakery juga ada kok yang melenceng (pembelaan). Hahaha.

IMG_3889.jpeg

Menurut suami dan tetangga yang ikutan menyantap cake ini, rasanya sih enak. Lapisan cakenya tidak terlalu tipis. Marsipannya tidak terlalu kemanisan. Whippy creamnya tidak over. Apakah mereka cuma basa basi? yang jelas begitu mereka pulang, cake ini tinggal dua slice.

IMG_3942.jpg

IMG_3940.jpg
Fika bersama

Saya terharu (edisi lebay) pada akhirnya kesampaian mempersembahkan cake kesukaan suami di hari ulang tahunnya. Dia ekspresif sekali memperlihatkan kekagumannya. Katanya bangga ama saya. #uhuk

Belum lagi pas bangun pagi sebelum berangkat kerja, dia ulang lagi kalimat pujian yang sama. Sampai dia bilang jangan dipotong dolo sampai dia pulang kerja. Mau mengajak tetangga untuk fika bersama dan kasih tahu kalau saya bisa bikin Swedish Princes Cake. Ya ampun segitu bangganya dia sampai mau pamer segala. Tapi untungnya mereka suka. Saya bahagia. Rasa takut itu memang bahaya. Selama belum dicoba jangan menyerah. Eaaaaaaaaaaaaaaaaa!

IMG_3872

Happy Birthday älskling!

Random Cooking and Baking

Hai hai…..!

Rasanya sudah lumayan lama tidak menghempaskan aroma aroma makanan di blog ini. Dan mumpung lagi senggang, mari pamer pamer dikitlah (gede juga ga apa) hasil masak memasak dan baking di dapur. Tentunya tidak saya posting semua. Paling beberapa saja. Yang paling syurrrlah menurut saya. Apa saja?

Ini dia….cekidot!

Ayam Panggang Bumbu Semur

Jadi ceritanya, suami saya sukaaaaaaaaaaaaaaa banget menyantap ayam utuh. Belum dipotong potong. Mungkin lebih menyelerakan buat dia. Meski setelah matang, ya harus dipotong potong juga. Kali ini saya pakai bumbu yang terbersit di kepala. Campur campur saja semua. Hasilnya mirip bumbu semur. Tidak mengecewakanlah.

IMG_2624.jpeg
Aku seksehhh

Hekeng (Ngohiong)

Ahhhh….kesampaian juga bikin ini. Sampai bela belain bawa kulit tahu dari Indonesia. Secara di Mora kaga ada dijual. Hekeng konon kuliner khas Pontianak. Tapi sebenarnya di resto cina lumayan sering ada. Dijadikan pelengkap mie goreng.

45187390965_732df04e6d_o.jpg

1E20132D-A1E2-4516-B4FC-CC856FC7E8CA.jpg

A54BA7AE-B8BA-4D33-A177-56FCC7AF0FB2.jpg
Dan ini enak sekali. Bisa pakai ayam udang atau pork udang

Hekeng dikukus saja sudah enak apalagi digoreng. Nah, sewaktu saya posting di instagram, ehhh malah ada yang direct message. Katanya pengen dan langsung orderYa udalah berarti rejeki saya.

Baking Roti Tawar

Sebenarnya saya lumayan sering bikin roti tawar. Tapi baru kali ini ngebaking roti tawar menggunakan cetakan/loaf tertutup. Dan hasilnya bikin gue terpana. Rapi dan bagus banget. Udalah shayyy…buka toko roti aja nyukkk. Hahahaha.

44948516175_6a8a2e08ec_o.jpg
Senang sekali melihat hasilnya. Mirip di toko roti (saya pede…hihi)
45137061464_a57ab9e184_o (1).jpg
Setiap melihat hasil bakingan selalu sumringah sendiri

45137061324_165c31f5b5_o.jpg

44044997740_592ce4083a_o (1).jpg

Trus pernah kebanyang roti tawar Ganda yang ada di Siantar, bikin lagilah roti tawar yang mirip mirip roti tawar Ganda Siantar. Meski hasilnya ga sempurna mirip, tapi setidaknya untuk teksturnya tidak mengecewakanlah. Super lembut dan kempes gitu kalau ditekan. Pengen saya jadikan bantal sangkin gemesnya. Hahaha.

IMG_3453 (1).jpg
Montok montok
IMG_3455
Pengen saya tiduri aja. Hahaha

IMG_3454 (1).jpg

Gila Baking

Hai hai….

Masih berbau santapan, kali ini yang gue publish adalah jenis roti rotian. Hasil baking di dapur beberapa waktu lalu. Pasti uda pada taulah ya roti jadul ini. Roti kasur dan roti coklat pisang. Kesukaan gue. Terutama roti pisang coklatnya. Nyemnyem……yem.

30417774038_a936b3aa89_o

IMG_7140

43567656804_4e0b62085e_o
Sekilas mirip jamur ya

Dan lagi lagi, betapa gue semakin jatuh cinta dan jatuh cintaaaaaaaaahhhhhh dengan dunia per-bakingan. Dan karena lumayan terbiasa, hasil akhirnya semakin dan semakin membuat gue terpana.

7881EBD7-FE55-4BB4-9FD9-DADE185F3443

Seperti yang sudah pernah gue sharing di tulisan sebelumnya, kalau gue lagi doyan doyannya ngebaking dengan menggunakan metode overnight di dalam kulkas. Hasilnya itu beneran amazing loh mak. Lembutnya stabil hingga berhari. Pernah sampai 5 hari masih tetap lembut.

E52F4D5B-9381-4375-804B-7120E0DABD8C

IMG_7808

IMG_7834

3F440A04-334E-4FF3-AF70-3A1C8C4049B6

Nah, di postingan kali ini gue hanya mau pamer foto. Karena ini penting banget untuk publik ketahui. Hahaha….*disoraki massa*.  

Di bawah ini roti sosis pakai mozzarella dan parmesan. Adonan cuma difermentasi di suhu ruang. Leker!

Sekiranya berniat pengen mencoba resep, silahkan meluncur ke instagram atau youtube  @Dapursicongok. Feel free and you don’t have to follow. Happy baking!

43555610414_c66325b0a8_o

44224577162_7c4fc04593_o

Karir Ngebaking Kali Ini: Membuat Puff Pastry

Judullllllnya tolong dikondisikan ya……Karir Ngebaking????? Haha……(sejuta kali).

Jadi sebenarnya sudah lama pengen bikin puff pastry. Berhubung hawa hawanya masih musim panas, jadi agak malas. Tapi kalau nunggu musim dingin kok ya nanggung. Gue pengen ngemil cheese stick. Sebenarnya bisa sih beli adonan puff pastry siap jadi di supermarket. Cuma gue kan gitu mak. Doyan yang ribet. Rajin banget gue. Hahaha.

BFD73D80-C429-4406-A1B7-3DD832D83539

Singkat cerita, akhirnya beberapa hari lalu gue bikin puff pastry. Dan beneranlah, lumayan kewalahan ketika menggilas dan melipat adonannya. Berhubung masih musim panas, sehingga adonan jadi cepat lembek. Bolak balik masuk kulkas biar adonan bisa rileks kembali.

A5BF490C-9894-4C93-A27D-7CDC4933AA20

Akhirnya folding adonan puff pastry butuh waktu lumayan lama. Setiap folding, adonan harus gue masukin dan keluarin kulkas. Kalau dilakukan pas musim dingin, kemungkinan besar proses menggilas dan melipat ini bisa dilakukan lebih dari sekali. Paling ga dua kalilah baru masuk kulkas.

D1ECAC03-8F29-4677-B1BD-0A9F543434D2

2162F76C-1F9D-487C-B8B2-535F2CD0622F

Resep puff pastry yang gue pake ini lebih simple jika gue bandingkan dengan resep puff pastry kebanyakan. Resep ini ga perlu membuat adonan kulit secara terpisah. Jadi tepung langsung dicampur dengan garam, butter dan air. Udah gitu aja.

Sejujurnya sejak berhasil bikin croissant beberapa waktu lalu, gue jadi lebih pede pas bikin puff pastry ini. Setidaknya ketika folding adonan uda ga terlalu gugup. Uda lebih nyantai. Cepat peka ketika adonan mulai lembek. Kapan harus masuk kulkas. Jadi ga monoton harus melihat resep. Namanya juga tergantung suhu ruang.

A74C8B13-26BA-406D-B3F5-5B59B5997DE4

Sebenarnya bikin puff pastry itu menurut gue relatif tidak sulit kok. Dari segi bahan pun ga banyak macam. Cuma tepung, garam, air dan butter. Terus proses pembuatannya juga relatif simpel. Menggilas kemudian melipat. Artinya hanya mengulang tindakan yang sama. Cuma karena adonan harus keluar masuk kulkas, jadi berasa lama dan ribet (terutama kalau orangnya ga sabaran). Kalu gue pribadi sih, karena memang hobby baking, ya gue tinggal aja sambil ngerjai yang lain.

Bedeweiiiii, resep simple puff pastry ini sudah gue share di instagram @dapursicongok. Untuk memudahkan tinggal cari hestek #reseppuffpastrydsc atau #puffpastrydsc. Bebas intipppp tanpa wajib difollow. 

Di tulisan ini gue cuma mau pamer aja. Tepatnya pamer foto. Salam baking pemirsah!

BB5F6C43-8F19-410C-8E2D-4576744798E4

Opera Cake

Pencinta cake coklat, rasa rasanya sangat familiar dengan cake asal Perancis yang sudah mendunia ini. Penampilannya minimalis namun tasty maksimal. Nom nom!

Cerita asal mula opera cake memiliki banyak versi. Konon katanya pertama sekali diperkenalkan oleh Clichy di tahun 1903 di acara “Paris Exposition Culinaire”. Namun kala itu, sepertinya Clichy belum berhasil mendongkrak nama opera cake. Hingga di tahun 1955, sebuah rumah pastry di Paris berlabel “Dalloyau” berhasil mempopulerkan opera cake dan menyedot perhatian para penyuka cake bercitra rasa coklat dan kopi. Lalu mengapa sampai diberi nama Opera Cake? Inipun cerita persisnya tidak ada yang tau.

Ada yang bilang kemungkinan karena lapisan dan glazingnya yang mulus mengkilat, serasa mewakili gedung opera yang elegan. Entahlah.

Opera cake terdiri dari beberapa layers. Mulai dari Jaconde (Almond Sponge Cake disiram coffee syrup), coffee buttercream, ganache, dan chocolate glaze. Perpaduan butiran halus almond yang renyah, coklat, butter cream beraroma kopi, menghasilkan citra rasa yang glamour (lebay ihh). Hahaha.5F4E436D-88CA-49EE-931A-6F7045BD3AC7

Idealnya opera cake dibuat dengan ketebalan yang tidak melebihi empat centimeter. Bisa dimaklumi karena masing masing layernya terdiri dari ganache, coffee buttercream hingga chocolate glaze. Dipastikan sangat sanggup membuat kenyang. Jadi jika ketebalannya melebih ukuran idealnya, dikhawatirkan malah bikin eneg. Meski pada kenyataannya, ada saja opera cake yang memiliki ketebalan melebihi empat centimeter.

Nah, beberapa waktu yang lalu dengan segala keberanian tingkat Monas, akhirnya gue berhasil bikin opera cake sendiri. Meski masih jauh dari kata sempurna, seperti kurang rapi, glazingnya kurang mulus (malah terlihat ada sidik jari gue haha). Tapi untuk rasa, beneran deh, mirip di toko bakery. E4007664-226E-406F-806F-E2AF76AD1DFC

Sekilas terlihat mudah, tapi untuk level gue yang masih amatir, beneran ribet banget bikinnya. Nyiapin Jaconde si almond sponge cakenya aja uda riweh, belum ganache, butter cream, coffee syrup, hingga glazing. Apalagi butter creamnya bukan sekedar dikocok semata, tapi suhu dan konsistensinya harus siperhatikan juga. Sebenarnya sih ga susah, tapi mempersiapkan printilan untuk layersnya itu yang bikin berasa ribet. Lumayan capek juga loh.

Untuk resep, gue nyontek resepnya Bruno Albouze. Chef kesukaan gue. Kalau kalian berniat pengen nyobain resep beliau, bisa klik video di bawah.

Berhasil Bikin Croissant!

Inilah puncak kegembiraan gue sepanjang karir ngebaking di dapur. Akhirnya gue berhasil menaklukkan keraguan yang selama ini menjadi penghalang untuk tidak merasa minder dengan kemampuan diri sendiri. Mengingat proses pembuatannya yang lumayan tricky. Adonan bolak balik keluar masuk chiller, laminating yang tepat agar butter tidak meluber kesana kemari, hingga proses folding yang beberapa kali cukup membuat gue maju mundur di tempat. Sampai akhirnya gue memberanikan diri untuk mencoba. Dan yaiiiii………………gue berhasil bikin croissant!

Adrenalin gue berasa terpacu selama proses ngebaking berlangsung. Antara takut gagal dan berhasil. Dan kalaupun berhasil, hasilnya akan seperti croissant di toko rotikah? Bahkan ketika searching resep sana sini, pusingnya uda lumayan berasa. Bingung mau pilih yang mana. Yang jelas gue butuh resep yang bisa dimengertilah. Tidak terlalu riweh dan ngejlimet. Dan yang terpenting adalah resultnya. Sejujurnya ada beberapa resep yang kurang cocok di hati gue. Alasannya sih sederhana.

Namanya juga pemula, tampilan croissant secara kasat mata sangat berpengaruh kan. Ada beberapa resep dimana croissant terlihat kurang mengembang sempurna. Kulitnya kelihatan tebal. Layernya kurang kelihatan. Juga terkesan tidak flaky.

6AEAB92A-9152-417B-AB9E-639F13E2A864 (1).jpg

A8362CD1-E6FA-4F90-A55A-B5C3DD4B5659

Sampai akhirnya gue menemukan satu resep yang cocok di hati. Sangkin tidak ingin gagal, gue mencari tau background si pemilik resep. Ternyata beliau memang pernah sekolah boga di Perancis dan berkarir di negeri asal croissant itu. Dan sekarang menetap di US. Melihat cara dia memasak dan ngebaking, gue langsung tersugesti jika beliau ini adalah seorang profesional. Tangannya cekatan. Langsung gue subscribe. Resepnya menarik semua. Ditambah lagi orangnya lucu dan sedikit sableng di setiap videonya. Makin mantaplah hati gue untuk memilih dan mencoba resepnya. Hahaha.

E4BE882B-716B-4D63-BE0E-B2DB20614F38.jpg

Hingga akhirnya gue menyimpulkan jika gue tak salah tersugesti oleh backround pendidikan dan pengalaman beliau. Resepnya memang jitu. Ya okelah, anggap gue lagi lucky. Mencoba perdana langsung berhasil. Gue ga bilang sempurna ya. Tapi sebodo amat kan, namanya juga perdana dan langsung berhasil pula. Masa gue tega bilang kalau resepnya abal abal? Dan yang terpenting, resep beliau ini tidak terlalu ribet dibanding yang lain. Masih bisa dimengerti. Penyampaian informasi dan tipsnya lumayan lengkap (setidaknya menurut gue sih begitu).

A01E02A1-161D-4F73-BCCC-1BEF9F72AF5D

Menurut beliau, croissant bukan brioche. Jadi tidak perlu menggunakan air susu dan telur. Gue melihat ada beberapa resep lain yang menggunakan cairan susu dan telur. Kebetulan atau tidak, yang ada tampilan layer croissant malah kurang terlihat dan terkesan tidak flaky. 

Hal penting lainnya, untuk adonan tepung dan butter yang dimasukin terpisah ke dalam chiller, harus memiliki konsistensi yang sama ketika proses laminating antara butter dan adonan dilakukan. Artinya sebelum tahap ini, butter harus dikeluarkan dari chiller ke suhu ruang agar konsistensinya menjadi lebih lembut (bukan melting ya). Selain itu, adonan tepung harus melalui proses proofing terlebih dahulu sebelum dimasukin ke chiller. Jadi sehabis diuleni, tidak langsung dimasukin ke kulkas. 

F6184621-0DCE-4212-874E-19F106451127.jpg

Menurut gue kesabaran tingkat tinggi benar benar diuji selama proses pembuatan berlangsung. Terutama untuk hasil akhir proofing. Pastikan benar benar mengembang untuk menghasilkan rongga di bagian dalam dan flaky di bagian luar. Butter juga harus berkualitas bagus. Standart eropa kalau bisa (begitu saran si pemilik resep). Adonan bisa diuleni manual pakai tangan (seperti di resep asli) tapi gue pakai mesin.

Resep yang gue share di sini hanyalah penyesuaian dari resep aslinya. Artinya ada beberapa bagian yang gue sesuaikan dengan kemampuan gue. Untuk ukuran panjang dan lebar, mungkin ada sedikit selisih. Tapi at least, meski beda beda dikit, croissant gue lumayan berhasil kok. Gue share resepnya ya!

0C6E3998-E68E-4DAC-83D5-048833733261
Proses proofing dimulai

Bahan I :

  • 250 gr air (suhu ruang 25 derajat celcius)
  • 14 gr ragi kering
  • 500 gr unbleached bread flour
  • 12 gr garam
  • 50 gr gula pasir (butiran halus)
  • 100 gr butter (harus kualitas bagus)

Bahan II :

  • 250 gr softened unsalted butter(gue pakai normal salted butter tidak masalah). Softened di sini maksudnya bukan melting ya. Tapi konsistensinya padat lembut agar mudah dirolling)

Bahan III : 

Telur untuk olesan (kocok rata)

46CEE844-C9D6-4F50-98E8-C7543BD90C8E.jpg

Cara membuat :

  • Campur rata tepung, garam dan gula  ke dalam wadah mesin roti
  • Lalu di bagian lain, campur dan kocok rata ragi dan air. Segera masukkan ke dalam campuran tepung di mesin roti
  • Hidupkan mesin di level rendah selama 1 menit agar adonan tercampur rata
  • Kemudian masukkan butter dan naikkan level mesin ke level tinggi (saya dari level 1 ke level 2)atau kenali mesin roti masing masing ya. Biasanya kalian menggunakan maksimal di level berapa untuk mengadon roti.
  • Adon di mesin hingga 5 menit
  • Keluarkan adonan dari mesin. Bulatkan dan taruh di dalam wadah bertutup
  • Biarkan mengembang di suhu ruang (sekitar 24 derajat celcius adalah suhu yang ideal untuk resep). Kurang lebih waktunya sekitar 2 jam. Atau supaya lebih mudah, untuk acuan lihat saja adonan berubah menjadi double size
  • Setelah mengembang sempurna, tabur tepung secukupnya di atas meja kerja
  • Taruh adonan di atas meja yang sudah ditaburi tepung.
  • Ratakan adonan hingga membentuk persegi panjang
  • Pertemukan bagian sisi kiri dan kanannya hingga masing masing pinggirannya bertemu.
  • Lalu lipat bagian ujung atas dan bawahnya saling tindih.
  • Ratakan lagi dengan tangan membentuk persegi.
  • Bungkus dengan plastic wrap.
  • Masukin ke dalam kulkas (chiller).
  • Biarkan overnight (12 hingga 16 jam)
  • Siapkan bahan II
  • Siapkan plastik dengan lebar 21-22 cm
  • Masukkan butter ke dalam plastik.
  • Ratakan pelan pelan dengan rolling pin.
  • Ratakan sampai menghasilkan panjang 18 cm dan lebar 21-22 cm
  • Masukin ke dalam kulkas (chiller)
  • Esok harinya, keluarkan adonan butter dari chiller dan biarkan sesaat di suhu ruang agar menghasilkan konsistensi yang lembut. Ingat, konsistensi butter harus sama dengan adonan bahan I (adonan tepung) agar pada saat dirolling lebih mudah dan smoother (menurut gue feeling bermainlah ya).
  • Jika butter sudah terlihat tidak mengeras lagi, keluarkan adonan dari chiller.
  • Ratakan adonan dengan rolling pin hingga membentuk persegi dengan panjang 38 cm
  • Lalu letakin butter di satu sisi adonan dan lipat sisa adonan ke bagian atas butter.
  • Tekan pelan pelan adonan dengan rolling pin dari ujung ke ujung
  • Ratakan lagi hingga menghasilkan panjang 60 cm dan lebar 20 cm
  • Lalu lipat bagian ujung adonan sepanjang 45 cm. Dan sisanya lipat ke sisi lipatan pertama (saling bertemu).
  • Ratakan kembali
  • Lalu lipat ujung yang satu dengan yang lain saling bertindihan
  • Tekan pelan dengan rolling pin dan ratakan lagi hingga menghasilkan panjang 60 cm dan lebar 20 cm
  • Lalu lipat ujung yang satu dengan yang lain saling bertindihan
  • Ratakan kembali dengan panjang sekitar 40 cm dan lebar 20 cm
  • Bungkus denga plastic wrap dan masukin kulkas (chiller) selama 1 jam
  • Setelah satu jam, keluarkan adonan
  • Ratakan dengan rolling pin hingga menghasilkan panjang 60 cm dan lebar 20 cm
  • Lalu bagi menjadi  dua bagian
  • Satu bagian biarkan di meja kerja dan sisanya masukin kembali ke kulkas agar tidak kelamaan di suhu ruang (menghindari butter menjadi meleleh)
  • Lalu ratakan adonan di meja kerja hingga menghasilkan panjang 46 cm dan lebar 23 cm.
  • Buang pinggiran adonan yang sekiranya terlihat tidak rata
  • Potong adonan berbentuk segitiga (lebarnya kira kira 5 cm)
  • Sebelum digulung, stretch (renggangkan) adonan pelan pelan dari ujung ke ujung
  • Lalu gulung dari bagian yang paling lebar hingga ke bagian paling runcing
  • Susun di baking ray berlapis baking paper
  • Biarkan mengembang hingga double size (tergantung suhu ruang masing masing)
  • Olesi permukaan croissant dengan lapisan telur yang sudah dikocok rata (putih plus kuningnya)
  • Siapkan oven di suhu 200 derajat celcius
  • Masukkan adonan dan oven selama 10 menit
  • Setelah 10 menit, turunkan suhu ke 180 atau 185 derajat celcius
  • Lanjutkan dioven selama 12-15 menit (tergantung jenis oven ya. Jadi rajin rajin aja mantengin)
  • Croissant siap disajikan. Good Luck!

3C369240-1DCC-45F9-A781-86C08D2D8008.jpg

Note : 

  • Ketika baru keluar dari oven, tampilan rongga di bagian dalam croissant belum terlalu kelihatan karena butter masih melting. Kalau mau memotong croissant, lakukan setelah benar benar dingin.
  • Pastikan ketika meratakan adonan, selalu ada tepung di meja kerja agar tidak lengket
  • Tapi setiap melakukan folding (lipatan) pastikan sisa tepung di permukaan adonan harus dibersihkan. 
  • Demikian juga ketika menggulung dan membentuk croissant, pastikan tidak ada tepung di permukaannya agar adonan bisa digulung sempurna.
  • Kalau adonan dikerjakan manual pakai tangan, pastikan pada saat menguleni, tidak ada tepung di atas meja kerja. Penggunaan tepung di atas meja kerja hanya diperlukan pada saat meratakan adonan (supaya tidak lengket) 
  • Croissant ini disantap dalam kondisi masih hangat ueeenak banget. Fluffy di bagian dalam, flaky di bagian luar, dan buttery banget. Tapi kalau mau divariasikan juga boleh. Dengan menambahkan tuna, ham, chicken, sayuran, seperti yang ada di foto juga boleh. Tapi harus bener benar dingin dulu ya croissantnya.
  • Menurut gue, kalau cuma melihat, membaca dan mengikuti resep melalui tulisan agak sulit ya. Apalagi resep yang gue share ini tidak dilengkapi foto tutorial. Jadi saran gue sih tidak ada salahnya melihat video si pemilik resep. Gue share resep di blog karena beberapa followers di instagram minta dibuatin resep (versi Indonesia). Itupun lumayan riweh nulisnya. Panjang banget. Hahaha. Semoga bergunalah ya. Kalau ada yang kurang harap maklum. 
  • Di bawah ini gue sertakan link video si pemilik resep. Mr. Bruno Albouze

https://www.youtube.com/watch?v=2OAUM0MRgQw