10 Hal Tentang Praha

Sebelumnya gue sudah menulis tentang keindahan kota Praha yang belum mampu mencuri hati gue.  Akan tetapi bukan berarti selama liburan itu gue tidak menikmati liburan sama sekali. Dan sesuai janji, kali ini gue akan menulis tentang apa yang bisa gue ceritakan terkait pengalaman berlibur di kota bertabur kristal ini.

1. Polisi di kota Praha itu nyaris ada di mana mana

Berhubung tinggal di desa kecil, yang kalau berkendara ke kota pun cuma sebatas kota kecil juga, rasa rasanya jarang banget gue melihat polisi. Bahkan selevel kota Stockholm yang notabene sebuah ibukota negara pun jarang. Paling sebatas suara sirene mobil polisi. Sampai sempat mikir, Swedia punya polisi ga sih? Dan ternyata punya. Hahaha.

28838503708_42353424e0_o

Nah, pas di Praha malah sebaliknya. Gampang banget melihat sosok polisi. Dimana mana nyaris ada. Terutama di kawasan yang ramai pelancong. Bahkan mereka melakukan security check di beberapa objek wisata. Para turis wajib membuka tas yang berimbas antrian menjadi panjang banget. Alasan jelasnya gue kurang paham mengapa sampai sedemikian. Jawaban paling mudah ya sudah pasti alasan keamanan. Mengingat beberapa serangan teror di beberapa kota eropa belakangan ini. Dan jumlah turis di Praha itu kan aji gile banyaknya. Logikanya sih rentan sasaran teror. Mungkin itu yang menjadi alasan mereka (menurut pemikiran gue sih). Tapi lebih baik mencegah kan daripada kejadian.

2. Pengemis bersujut

Pengemis tidak hanya ada di negara berkembang, di negara negara barat juga banyak. Termasuk di kota Praha. Tapi gaya meminta minta para pengemis di kota ini lumayan beda menurut gue. Setidaknya baru kali ini gue lihat. Dan itu ada di kota Praha.

Mereka seperti bersujut, tangannya diposisikan ke depan. Lihat gambar di bawah aja ya. Bahkan ada loh yang bersujut sambil menundukkan wajah nyaris ke atas tanah. Gue pertama melihat kok ya miris. Ga tega banget. Pas gue mengulurkan tangan sekedar memberi, terlihat sepasang muda mudi seperti terheran dengan apa yang gue lakukan. Apa salah ya menolong orang lain?

IMG_9503.jpg
Setidaknya masih ada manusia lain yang perduli

Dan ternyata setelah beberapa hari di Praha, pemandangan seperti ini menjadi biasa. Bukan cuma satu, tapi banyak pengemis yang gaya minta mintanya seperti itu. Sepertinya mereka sudah akur dan idem memutuskan gaya meminta yang sedemikian. Tapi terlepas dari apapun masalah dan alasan mereka melakukannya, gue percaya banget kalau mereka juga tidak mau hidup di posisi demikian.

3. Toko permen unik

Jika biasanya permen dijual di dalam kotak tertutup, maka toko permen di Praha lumayan beda. Permennya disusun di atas drum kayu layaknya cemilan. Bentuknya pun lucu lucu. Strawberry, macarons, pizza, lemon, cherry, telor mata sapi, buah pisang dan masih banyak lagi. Toko permen bernama “Captai Candy” ini lumayan cepat mencuri perhatian turis karena konsep jualnya yang berbeda.

Cuma ya itu, harga permennya terbilang mahal. Sampai suami gue ketawa sewaktu selesai membayar di kasir. Cuma duapuluh biji, harga nyaris duaratus ribu rupiah. Sehingga tak ayal, ramainya turis di dalam toko cuma mau motoin doang.

74FFE21A-FC43-4BBE-8937-1BA4E6FDC502.jpg

IMG_9903.jpg

IMG_8253

Ya dimaklumilah, mengingat bentuk permennya artistik banget semua. Kan butuh akal dan tenaga membuatnya. Dalam tokonya juga asik. Berasa di dalam kapal bajak laut. Banyak drum kayunya. Makanya diberi nama captain candy kali ya. Toko permen ini mudah dijumpai di kawasan old town square kota Praha.

4. Trdelnik

Yup, cemilan pastry ini menjadi pemandangan yang sohor banget di Praha. Gampang dicari karena dimana mana nyaris ada yang menjual. Orang orang yang berjalan sambil memegang dan mencicipi trdelnik menjadi pemandangan biasa di kota Praha. Bercitra rasa manis, trdelnik terbuat dari adonan pastry, digulung di kayu, dibakar di atas arang dan ditaburi gula serta walnut.

F028014C-44F4-4D7E-A321-E8F8E05AE2C6.jpg

Kalau mau diberi varian isi juga boleh seperti caramel apel dan cinnamon, nutela, hingga ice cream. Gue sih lebih suka ice creamnya karena rasanya tidak terlalu manis. Untuk rasa dari kulit trdelniknya sendiri, menurut gue biasa aja. Beda dengan suami, dia doyan banget trdelnik ini. Setiap hari dibeli.

5. Makan daging bebek dan Knödel (Knedliky)

Gue lumayan suka makanan di Praha. Apalagi menu di restoran tradisionalnya. Gampang banget nemu daging bebek. Dan mostly disajikan dengan knödel, sejenis dumpling dari bahan roti maupun kentang atau daging dagingan. Bentuknya seperti bakso yang dipotong potong.

41968688784_220603d039_o.jpg
Daging bebek dengan knödel

6. Bir Tradisional

Iyes, Praha punya banyak bir tradisional. Rasanya enak segar. Dan alkoholnya tidak terlalu kuat. Ke Praha rasanya wajib mencoba birnya (bagi yang mau minum ya). Sehingga tak heran, jika salah satu souvenir di kota ini berbentuk gelas berisi bir. Bahkan tempat wisata mengunjungi museum bir, pembuatan permentasi bir hingga berkesempatan merasakan berbagai macam jenis bir menjadi penawaran menarik di banyak brosur wisata di kota Praha.

BEB259EE-69E3-48B9-94E1-77CA29A1B0B2.jpg

IMG_2574.jpg
Souvenir gelas berisi bir

7. Surganya kristal

Czech Republik dikenal memiliki produksi kristal rumah tangga dari wilayah Bohemia. Dan produk kristal dari daerah Bohemia ini bertabur di toko kristal kota Praha. Bikin mata kelilipan sudah pasti. Syantik syantik tapi bukan syoksyantiiik. Bahkan barang barang souvenir pada umumnya terkesan tenggelam oleh kristal yang mendominasi. Harganya pun bervariasi. Tetapi terbilang relatif mahal. Meskipun begitu masih ada yang terjangkaulah. Dan kita diberi sertipikat juga. Kalau mau yang kelas premium juga ada. Harganya membuat lidah pengen jilatin puncak monas (hubungannya???????). Jiwa langsung terhempas passssssssss…….! Layaknya batu mulia, harga menyesuaikan design, tingkat kesulitan pengerjaan dan kualitas batunya.

41812649335_2ee0eaefae_o.jpg

1FBFAE88-F5B0-4C1B-8354-CE58FB90EA6D.jpeg
Salah satu contoh produk kristal dari daerah Bohemia

Dan satu lagi, pencita asesoris kristal berlabel swarovski, bisa jejerit di sini. Buanyak banget dan murahhhhhhhh! Kalau nyampe Indonesia jelas harganya sudah meroket jauh. Meski asalnya dari Austria, tapi swarovski bisa dibilang membanjiri toko toko kristal di kota Praha. Mungkin tuntutan pangsa pasar yang membuat demikian. Gue bukan pencinta asesoris kristal. Tapi pas melihat warna warni kristal di kota Praha lumayan mampu bikin panik. Dan akhirnya gue beli untuk oleh oleh keluarga di tanah air. Lumayanlah harga terjangkau ya kan.

IMG_2570

8. Mobil Antik dan Kereta kuda

Praha sepertinya sangat jeli mengumpulkan pundi pundi dari para pelancong. Sebut saja mobil mobil antik yang hilir mudik membawa turis keliling kota. Dan konon mobil mobil ini bukan mobil antik beneran loh. Melainkan mobil jaman now yang sengaja didesign antik.

Sedangkan untuk kereta kudanya juga tak kalah antik. Mirip kereta kencana. Kereta princes! Hahaha. Gue lumayan tertarik loh naik kereta kuda. Apalagi keliling kota dengan kereta kuda jauh lebih nikmat dibanding bus atau mobil. Karena kereta kuda jalannya lambat. Jadi beneran bisa menikmati pemandangan yang dilewati. Naik kereta kencana melewati lorong kecil, gedung tua bergaya jugen style atau art nouveau. Berasa seperti Meghan Markle dan Prince Harry. Cuma beda kolor aja. Hahaha. Intinya asiklah naik kereta kuda ini. Gue suka. Biayanya kurang lebih sekitar 650 ribu rupiah per satu jam.

28838505928_ffa9f098b0_o.jpg

42712291661_df9d04ea1a_o

10. Cafe restoran

Gue sangat menyukai cafe restoran dengan konsep yang unik dan beda. Vintage, kozy dan banyak bunganya sudah menjadi selera gue. Meski bunga bunga di cafenya tidak terlalu banyak, tapi lumayan juga untuk dijadikan tempat nongkrong. Berikut beberapa contoh cafenya. Nama namanya ga ingat.

28813215948_0bb8f2f9f4_o

42637571092_de59e162b0_o
Ini kece restorannya

Selesai mengunjungi St Vitus Cathedral di kastil Praha, kami pulang melewati sebuah jalan kecil yang kiri kanannya terdapat banyak cafe restoran yang lumayan sanggup membuat hati sumringah. Meski tidak sampai terwow juga. Kebetulan pas kami berjalan di sekitar area ini, turis tidak terlalu banyak. Jadi nyaman aja berjalan di sekitar bangunan tuanya.

42633078632_5b7abe71bf_o.jpg

40877327290_b661a95920_o

Dan sambil berjalan, secara tak sengaja kami melihat segerombolan turis berjalan ke arah jalan kecil. Pas kami lewati, ternyata ada sebuah dinding yang penuh dengan coretan warna. Dinding yang dikenal dengan John Lenon Wall. Ya ampunnnnnnn itu yang pada foto foto bunyak banget silih berganti. Sampai badan ketemu badan. Geli sendiri gue melihat. Hahahha. Tapi ironisnya gue ikutan latah. Ikutan foto juga. Dan lucky banget, pas giliran gue, kiri kanan gue kosong. Hahahha. Mungkin pada males kali ya barengan muka gue fotonya.

BF82385E-F07E-4833-93E0-E6C51E015930

4 Comments

  1. Wah, keren. Lengkap sekali ceritanya menggambarkan suasana. Bahkan ada John Lennon pub. Cemilannya bikin mupeng, deh. Sempat berkunjung ke museum2 nggak, mbak selama disana?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s