Akhirnya Melihat Heddal Stave Church Norwegia

Pernah mendengar sebutan Stave Church? Itu loh, gereja kayu yang konstruksi kayunya dibangun secara vertikal (tegak berdiri). Stave church bisa ditemui di beberapa negara Nordik dan Eropa Utara. Tapi dipercaya jika Skandinavia adalah negara pertama yang memiliki bangunan gereja seperti ini.

Norwegia adalah sarangnya bangunan bangunan stave church di dunia. Banyak banget. Mencapai ratusan. Dan rata rata umurnya aji gile. Bisa mendekati 1000 tahun. Bayangin, seribu tahun untuk level bangunan kayu loh. Bukan gereja yang terbuat dari bahan batu seperti kebanyakan gereja gereja di wilayah eropa.

IMG_5732 (1).jpeg

Jauh dari bangunan gereja bergaya gothic dan baroque sudah pasti, karena tampilan stave church di bumi viking ini justru mirip rumah tradisional.  Sebagian besar terlihat seperti segi tiga yang menjulang tinggi.

Jika dilihat dari jauh, atap bangunan dan beberapa sisi dinding menyerupai sisik ular. Jadi jangan heran jika di beberapa tower bangunan stave church yang sudah sangat sangat berumur, memiliki hiasan berbentuk kepala naga atau sejenis kepala binatang (gue ga tau pastinya binatang apa).

IMG_5710
Lihat atap dan dinding bagian atasnya. Mirip sisik ular.

Gue pernah membaca sebuah artikel traveling. Gambarnya memperlihatkan keindahan wisata alam Norwegia. Ada stave church di dalam gambar itu. Perpaduan yang bagus. Landscape dan stave church. Alhasil banyak pembaca di tanah air yang bertanya, apakah daerah itu beneran ada atau cuma editan.

IMG_5159.jpeg

IMG_5149.jpeg

Dan gue mau memastikan jika gambar itu benar adanya. Karena di Norwegia memang lumayan mudah melihat bangunan bangunan stave church yang berdiri elok diantara scenery yang indah. Stave church menjadi salah satu destinasi terkenal di Norwegia.

IMG_5691.jpg

IMG_5731.jpg

IMG_5729.jpgDari sekian banyak stave church terkenal di Norwegia, Heddal Stave Church merupakan salah satunya. Berada di daerah Heddal Notodden, Propinsi Telemark, Heddal Stave Church merupakan stave church terbesar di Norwegia dan satu satunya stave church yang memiliki tiga menara sekaligus. Dari Oslo hanya butuh satu jam berkendara.

E9E16F85-1B7D-4738-A4DC-BAE555F73C36.jpeg

Meski bukan kali pertama mengunjungi Norwegia, tapi baru tahun inilah kami berkesempatan melihat Heddal Stave Church. Akhirnya rasa penasaran gue terhadap gereja ini terjawab sudah. Gereja yang unik dan cantik.

IMG_5157.jpeg

Heddal Stave Church pertama sekali dibangun sekitar abad ke 13. Karena kondisinya yang semakin buruk, pada tahun 1950an, seluruh bangunan gereja pernah dibongkar total untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah itu kayu kayu dipasang kembali seperti semula.

Aroma kayu tua sangat tajam menyambut kami ketika memasuki gereja. Suasana di dalam gereja sangat jauh dari kesan gemerlap layaknya gereja gereja kebanyakan di eropa. Gue lumayan terkesima dengan dinding gereja yang dipenuhi lukisan yang sudah mulai pudar. Wajar saja, hampir seribu tahun. Lukisan mana sekilas mirip wallpaper.

IMG_5718.jpg
Dalam gereja. Lukisan yang mulai memudar di dindingnya sekilas mirip wallpaper.

Heddal Stave Church ternyata memiliki cerita legenda. Jadi konon, ada lima orang petani asal Heddal yang ingin membangun gereja di desa mereka. Suatu hari, Raud, salah satu dari lima orang petani tersebut bertemu dengan orang asing.

Singkat cerita, si orang asing tersebut bersedia membangun gereja hanya dalam tempo 3 hari. Tapi dengan catatan, sebelum gereja selesai dibangun, Raud harus memenuhi satu syarat dari tiga syarat yang diajukan.

  • Mengambil bulan dan matahari dari langit
  • Mempersempahkan darah dan nyawanya
  • atau menebak nama si orang asing tadi.  

IMG_5711.jpeg

IMG_5702.jpg

Raud pun memilih syarat nomor 3 karena dianggapnya bukanlah syarat yang terlalu sulit dan berbahaya. Menebak nama.

Pembangunan gereja pun dimulai. Dan sesuai janjinya, orang asing itu sepertinya berhasil membangun gereja hanya dalam tempo tiga hari. Raud akhirnya ketakutan karena belum bisa menebak siapa nama orang asing tersebut.

IMG_5706.jpg

Hingga tanpa disengaja, ketika Raud menebak nebak nama si orang asing sambil berjalan di sebuah lahan luas, tiba tiba dia mendengar suara wanita yang sedang bernyanyi. Dalam nyanyian tersebut, Raud mendengar sebuah nama disebut.

“Hei anakku, besok Finn akan membawakanmu bulan dan matahari, juga jiwa manusia, dan itu akan menjadi mainan yang menyenangkan buatmu” (kira kira artinya begitu). 

IMG_5731.jpg

Mendengar nyanyian itu, Raud menyadari jika si orang asing tersebut adalah seorang Troll. Esok harinya, Raud bertemu dengan si pria asing. Mereka berjalan ke arah gereja. Dan tanpa membuang waktu, Raud langsung memegang salah satu pilar gereja dan berujar “Hei Finn, sepertinya pilar gereja ini kurang lurus”.

Mendengar namanya disebut, si pria asing langsung kaget. Ternyata Raud bisa menebak namanya. Dia pun berbegas marah meninggalkan Raud. Konon, si pria asing yang tak lain merupakan troll dipercaya tinggal di Svintru, sebuah kawasan pegunungan di Norwegia. Ceritanya menarik juga ya. Serasa baca cerita dongeng.

IMG_5725.jpg

Heddal Stave Church berdiri di sekitar scenery yang lumayan mampu mengacuhkan suhu panas kala kami berkunjung. Panas yang nyaris membuat meleleh. Hamparan ladang gandum yang menguning, rumah rumah kayu, alam pedesaan dan pemandangan kuburan di sekitar yang justru menjadi daya tarik lain dari bangunan gereja. Tak berasa horor sama sekali.

Tak jauh dari gereja, pengunjung bisa naik ke atas bukit dimana terdapat open air museum. Bisa duduk santai di sebuah rumah kayu sambil menyantap ice cream atau sepotong cake. View di sekitar open air museum juga lumayan menarik.

IMG_5737
Open air museum tak jauh dari Heddal Stave Church.

Norwegia tak hanya lekat dengan aurora borealis, fyord, terowongan gunung, trolls, farm mountain yang indah, tapi wisata negara ini juga sangat lekat dengan ratusan stave church yang unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

IMG_5746

IMG_5226

Jika ingin melihat tampilan lain dari stave church di Norwegia dan bisa membuat kamu takjub, coba klik di SINI

Norwegia, Negeri Seribu Terowongan

Hingga saat ini, rasanya tidak berlebihan jika gue menjadikan Norwegia sebagai tempat wisata terfavorite. Alam negara ini sepertinya sangat tau  cara memanjakan mata para tamunya. Tiga kali bertandang ke Norwegia, tiga kali pula gue selalu terwow.

Untuk trip gue ke Norwegia sebelumnya, bisa dibaca di sini dan di siniIMG_5483.jpg

Mungkin masih banyak tempat indah dan menarik di belahan bumi lain, tapi dari sekian tempat yang sudah pernah gue datangi, keindahan alam Norwegia masih is the best. Dan gue berharap di kesempatan yang akan datang, Tuhan ijinkan gue dan suami melihat koleksi ciptaanNya yang lain. Dan gue percaya, masih banyak tempat yang jauh lebih indah di muka bumi sana.

Tapi untuk sekarang, gue cuma mensyukuri kesempatan yang ada. Bisa menghabiskan waktu di tanah Viking yang memiliki banyak keindahan fyord dan terowongan gunung. Yes, Welcome to Norwegia! (again).

IMG_5451 (1).jpg

Norwegia hanya sejarak barisan pinus dari tempat tinggal gue. Ke perbatasan terdekat kurang lebih dua jam. Negeri ini mewakili segala kecintaan gue akan indahnya farm mountain, wooden house di lereng gunung, suara gemericik air dari tebing gunung yang selalu menyapa di hampir setiap jalur jalan yang gue dan suami lewati, dentingan lonceng dari leher kawanan domba, dan lembah hijaunya itu loh..…alamak! Hampir lupa kalau mata gue sudah minus sekian.

IMG_5452.jpg

IMG_5456.jpg

IMG_5466.jpg

Masih jelas di ingatan bagaimana imutnya kawanan domba berlari menghampiri gue, hanya karena gue membidik kamera ke arah mereka. Mungkin mereka mengira, kamera yang gue pegang merupakan jenis rumput dalam kemasan yang berbeda. Menggemaskan sekali. Sewaktu kecil, terbayang pun tidak gue bisa memberi makan domba sedekat itu. Bersentuhan langsung dengan mereka. Meskipun gue akhirnya takut ketika mereka sangat agresif mengambil roti dari tangan. Hahaha.

IMG_5450

IMG_5449

IMG_4909

IMG_5489

Di Dalarna Swedia, peternak domba juga ada. Tapi domba domba tidak dibiarkan bebas di jalanan. Pun jumlahnya masih kalah banyak dengan ternak sapi.

Sedangkan di Norwegia, dari pengamatan gue selama di perjalanan, ternak domba jauh lebih banyak dibanding sapi. Sepertinya (ini menurut logika gue sih), struktur alam Norwegia lumayan berbukit bukit. Sebagian besar agak mencorong ke bawah. Dibanding ukuran sapi yang lumayan besar, domba jauh lebih gampang untuk bisa naik hingga kawasan yang jauh lebih tinggi.

Makanya tak jarang kami melihat ternak domba berkeliaran di lahan yang terjal berbatu. Anteng banget mereka berlari ke sana kemari. Kalau sapi sepertinya sudah agak susah kan. Lagi lagi ini hanyalah kesimpulan abal abal seorang ajheris. Jangan serius kali bacanya coy (mengutip bahasa anak Medan) 🙂

IMG_5486

Norwegia juga tidak melulu soal Aurora Borealis. Masih banyak hal menarik yang bisa dilihat dari negara penghasil minyak terbesar dunia setelah timur tengah ini. Misalnya air terjun yang berasal dari lelehan salju (catat, dari lelehan salju loh). Kebayang kan seberapa tebal saljunya. Meskipun memang ada beberapa air terjun permanen yang berukuran besar, yang bukan berasal dari lelehan salju. 

34989993112_83b4fe525e_o.jpg
Salah satu foto favorite. Gue suka banget barn lapuk dan lembah di bawahnya. Ada dombanya lagi. Mirip serial Heidy 

Jadi jangan kaget, kalau satu tebing gunung memiliki air terjun lebih dari satu. Karena lelehan saljunya berasal dari segala arah. Selain itu, lelehan salju juga mengalir halus dari celah bebatuan gunung. Kami bisa melihat dan mendengar suara airnya sangat dekat dan jelas di telinga. Cukup dari jendela mobil saja. Karena hampir seluruh tubuh pegunungan di Norwegia bisa dilewati oleh kendaraan. Akses jalannya mulus hingga ke puncak pegunungannya.

Ke Norwegia khususnya di awal bulan Juni, sensasi aroma musim panas bernuansa winter juga bisa dinikmati. Kawasan puncak fjället (pegunungan) di negara ini masih memiliki tumpukan salju setinggi tiga meter. Tapi dont worry. Suhunya rata rata sudah di atas 5 derajat celcius kok.

IMG_5497

IMG_5028

Trus apalagi? Ya pastinya Fyord! Norwegia salah satu negara yang memiliki fyord kece,  yang tidak semua negara bisa memilikinya. Bahkan Fyord terpanjang kedua di dunia juga adanya di negara ini dan oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan dunia yang dilindungi.

Sama halnya dengan Swedia, Norwegia memiliki fenomena alam yang dikenal dengan istilah Midnight Sun, yaitu hari hari tanpa adanya malam alias no sunset, dan sebaliknya hari hari tanpa adanya siang alias no sunrise (Polarnight). Kejadian alam ini berlaku di wilayah yang berada di lingkaran Arktik atau Artic Circle. Bagi kalian yang pengen merasakan hari hari yang 24 jam selalu terang maupun sebaliknya, silahkan datang ke Norwegia.

IMG_5499.jpg

IMG_5439.jpg

IMG_5438.jpg

IMG_5498.JPG
Layaknya bangsa Skandinavia kebanyakan, mereka suka dengan sepinya alam. Bangunan penginapan wooden house ini, berdiri gagah di kawasan puncak pegunungan yang di kala winter bisa memiliki ketebalan salju melebhi 5 meter. 

Norwegia juga punya banyak sekali terowongan gunung dengan panjangnya rata rata 6 hingga 25 kilometer lebih. Kebayang kan rasanya di dalam terowongan sepanjang itu. Sehingga tak salahlah jika gue menyebut Norwegia sebagai negeri Seribu Terowongan. Karena tak terhitung jumlah terowongan yang kami lewati. Yang kadang, antara terowongan yang satu dengan terowongan yang lain hanyalah sejarak ratusan meter.

IMG_5458

Banyaknya gunung batu yang berdiri gagah di tanah Norwegia, mengharuskan negara ini membangun terowongan gunung untuk kelancaran transportasi jalanannya. Terowongannya lebar dan nyaman untuk dilewati. Ga kebayang berapa biaya yang dikeluarkan untuk setiap terowongan yang dibuat.

IMG_5504.jpg

IMG_5502

IMG_5472.jpg

IMG_5503.jpg

Tulisan ini hanyalah bom foto hasil bidikan sepasang tangan yang tak kenal kebas. Rasanya seperti ada magnet kuat yang selalu mendorong ingin berhenti dan berhenti membidik kamera. Semua alamnya instragrammable banget. Sayang cuaca kurang bersahabat. Lady rain selalu menyapa kami meskipun datang dan pergi. Tapi tetap tak merubah kecantikan alam Norwegia. Selalu mempesona.

Biarlah gambar demi gambar yang berbicara. Cerita lengkap mengenai short trip gue ke Norwegia beberapa hari lalu, akan gue tulis secara terpisah. See you in my others story.

IMG_5440

IMG_5481.jpg

IMG_5500.jpg

IMG_5485.jpg

Trip gue ke Norwegia sudah tayang di Net Tv. Bisa klik di sini

Salam dari

Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”

Perjalanan Iseng ke Norwegia

Lucu kalau mengingat kegilaan gue dan suami. Ceritanya dua minggu lalu, setelah menghabiskan weekend di Sälen, kami berniat akan pulang ke rumah. Sebelum pulang, rencananya kami pengen singgah melihat salah satu kawasan pegunungan di Sälen yang belum pernah kami kunjungi.

Namun di tengah perjalanan, entah mengapa tiba tiba suami ngomongin kunjungan gue pertama kali ke Swedia sekitar 3 tahun yang lalu. Waktu itu dia mengajak gue ke Sälen, sampai ke wilayah perbatasan antara Swedia dan Norwegia. Di depan tugu perbatasan, gue minta di foto.

Dan pas mau balik ke mobil, terjatuhlah gue diantara tumpukan salju yang tebal. Susah banget waktu itu berdiri. Uda mirip ikan aja, berenang tapi di tumpukan salju. Belum terbiasa. Dan ternyata suami gue ngerekam. Dan dia suka ngulang ngulang liatin video itu. Kocak katanya. Pokoknya ingat bangetlah dia dengan kejadian itu. Sayang videonya kehapus entah karena apa. Atau gue simpan di file mana lupa.

Nah, karena ngomongin kejadian itu, tiba tiba suami gue bilang, kenapa kita ga ngulang aja perjalanan pertama kali kamu ke Swedia. Kita ke perbatasan lagi dan langsung ke Norway. Hahaha dasar si gelo, ya hayuuuulah bang!!

IMG_0803

Dan tanpa rencana ba bi bu, kami cussss jalan ke Norway. Rencana melihat puncak gunung pun berubah seketika. Sampailah kami di perbatasan itu. Ihhhh…emang dia ya, paling jago menimbulkan momen haru. Gue pas berdiri di perbatasan itu lagi, beneran dong jadi ingat kejadian tiga tahun lalu. Ya ampun, ga berasa uda tiga tahun aja. Senang banget gue!

Dan kami pun melanjutkan perjalanan ke Norway, ke kota terdekat dari perbatasan. Sekalian makan siang. Dan lagi lagi, gue bilang ke suami, itu kan rumah yang dulu gue fotoin.

Gue masih ingat banget, tiga tahun lalu, ketika gue melihat tumpukan salju diantara rumah rumah kayu di Norway. Excited banget waktu itu. Mirip foto kalender. Tapi pas kemaren uda ga excited lagi. Hahhaha.

IMG_0761

IMG_0781.JPG

IMG_0764

IMG_0766.jpg

Berhubung hari Minggu, restoran pada tutup. Ketemu penjual donat. Mirip donat kampung. Polos gitu bentuknya ga macem macem. Rasanya enak dan lembut. Aroma butternya berasa. Empat donat dihargai sekitar 80 ribu rupiah. Padahal kecil.

Untungnya ada sebuah hotel yang menerima layanan makan siang. Kami memesen burger. Grrrr burgernya enak mak. Mungkin karena kami sudah lapar ya. Satu burger dikenakan harga 200 Nok kalau ga salah (sekitar 300 ribuanlah).

IMG_0776.jpg
Donatnya enak sih meskipun polos dan sederhana banget bentuknya.

IMG_1771
Burgernya juga enak, dagingnya segar dan lembut

IMG_0780.jpg

Perjalanan dari Sälen ke kota terdekat di Norway cuma satu jam. Deket banget sih. Makanya bisa jalan jalan ke luar negerinya tanpa rencana dan spontan gitu. Sorenya kami sudah nyampe rumah lagi. Gelokk emang. Modal pengen, langsung bisa ke luar negeri. Uda kaya Tangerang Jakarta aja. Berikut di bawah, beberapa foto yang berhasil gue ambil.

IMG_0770.jpg

IMG_0773.jpg

IMG_0771.jpg

IMG_0765

IMG_0772.jpg
Suka melihat batu besar penyanggah jembatan ini

Ternyata jalan jalan spontan tanpa rencana itu asik juga, apalagi seperti perjalanan napak tilas gini. Hitung hitung mengenang masa kemaren. Padahal belom lama juga sih. Hahahaha.

See You in my next story

Salam dari Mora

Dalarna, Swedia