Kegiatan dan Hiburan di Saat Winter

Helo, ceritanya masih semangat nih cuap cuap tentang winter. Mumpung masih baru winternya, masih hot buat bahan tulisan. Sebelum hati lelah dan mulai letoi dengan keadaan, jadi dilibaskan aja sekarang. Hahaha.

Tidak bisa dipungkiri kalau winter adalah musim yang terberat dari sekian musim yang ada. Artinya di musim ini ada saat dimana aktivitas tidak sebebas musim yang lain. Contohnya di waktu summer, jika pengen ke halaman rumah, cukup dengan pakaian yang melekat di badan. Kasarnya nyeker pun bisa. Nah, kalau winter kan ga. Kudu jaketan, pakai boots, topi, macam macamlah. Ada hal yang lumayan ribet dikerjakan untuk sesuatu yang sebenarnya simpel. Belum lagi ketika suhu ngedrop, dinginnya asoy banget. Trus gelap dan malam pun terasa sangat panjang. Dan aktivitas sehari hari sebagian besar berjalan seperti biasa.

Namun meskipun begitu, bukan berarti winter ga ada manis manisnya. Pasti adalah. Malah beberapa kegiatan justru ditunggu tunggu ketika musim ini tiba. Kegiatan yang bisa dibilang hanya dilakukan di saat winter saja. Apa saja itu? Langsung aja, ini dia!

A. Bermain Snowscooter

Salah satu kegiatan yang lumayan menghibur di saat winter adalah bermain snowscooter. Setiap tahun gue dan suami rutin menikmati winter dengan benda yang satu ini. Dan untungnya di sebelah rumah ada lahan kosong yang lumayan luas. Sangat cocok buat muter muterin snowscooter. Selain itu, hutan juga bisa menjadi alternatif lain untuk memainkan kendaraan salju ini. Dan itu asik banget.  Apalagi ketika bongkahan salju nempel diantara ranting pinus, diantara jarak pohon yang lumayan berdekatan. Adventurenya berasa banget. Seru!

img_4124

Bermain Snowscooter tidak boleh asal main jeplak. Namanya aktivitas di luar ya. Yang selain dingin, waktunya pun lumayan lama. Apalagi jika tempatnya lumayan jauh  dari rumah. Seperti di hutan misalnya. Wajib mempersiapkan segala keperluan dan printilan winternya. Mulai dari perlengkapan di badan, cek mesin sampai handphone pun harus dibawa. Sudah tidak boleh memakai jeans, kaga mempan lagi. Sudah harus berbahan outdoor khusus. Mengapa? Karena yang namanya apes, datangnya ga pernah diduga.

Sebagai contoh misalnya, pernah ada kejadian (sampai masuk berita tv), ketika seorang ayah dan anak bermain snowscooter di hutan. Sepertinya mereka tidak begitu hapal medannya, kehilangan arah dan akhirnya nyasar. Hitungannya sampai 24 jam lebih kalau ga salah mereka di hutan. Untungnya pas ditemukan keduanya selamat. Itulah sebabnya perlengkapan pakaian sangat penting diperhatikan. Ga bisa pakai yang abal abal lagi. Setidaknya membantu menjaga badan agar tetap terjaga kehangatannya. Kebayang kan berada di hutan  selama 24 jam lebih. Di saat winter pula.

IMG_4117.JPG
Late winter tahun lalu, trip ke sebuah area pegunungan di Dalarna. Tapi jangan bayangin seperti gunung di Indonesia ya. Meskipun begitu, tetap aja membuat gue speechless. Serasa bukan di atas gunung.  Seperti di padang datar berwarna putih. Salju semua dan sangat silau. 

Makanya disarankan, jika bermain snowscooter alangkah baiknya jangan sendiri, sebisa mungkin berdua atau berkelompok. Dan bermainlah di kawasan yang memang khusus diperuntukkan untuk itu. Karena jalur dan tanda tanda jalannya sudah jelas.

Kalau pun harus bermain di hutan, seperti gue dan suami misalnya, dipastikan karena sudah menguasai betul lokasi hutannya. Dan hutan yang kami jalani pun memang hutan yang berada di sekitar desa. Namun bukan berarti jadi anggap remeh ya. Yang namanya mesin, pakaian dan handphone tetap harus diperhatikan dan dipersiapkan baik baik.

Seperti yang gue bilang di atas, bermain snowscooter untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, misalnya ke puncak gunung, sebisa mungkin berbarengan dengan teman yang lain. Selain lebih seru, lebih aman juga. Biasanya jika yang satu sudah melaju lebih jauh, dan teman di belakang dirasa kok tidak muncul muncul, pasti mereka akan menghentikan snowscooternya. Dan jika masih tidak nongol juga, mereka pun akan muter balik untuk mencari tau ada apa. Standard bermainnya memang sudah seperti itu.  Karena sekalipun sudah dipersiapkan dengan matang, yang namanya mesin bisa saja mogok. Pun kemungkinan salah melihat jalur jalan. Karena areanya luas banget kan.

IMG_4126.JPG
Aslinya ketika berdiri di salah satu puncak gunung ini, rasanya Oh My God. Landscapenya luas banget. Cuma ada gunung dan berjuta pohon.
img_3887
Istirahat sambil bakar sosis. Bakar sosis di atas salju itu rasanya sesuatu sekali …hahaha

Bermain snowscooter harus menunggu salju benar benar padat dan agak tebal. Agar Snowscooter bisa berjalan mulus dan cepat, dan tidak merusak mesinnya juga. Sebagai hiburan di saat winter, tidak sedikit pebisnis yang menyewakan kendaraan ini. Jadi bagi yang tidak memiliki snowscooter, bisa tetap having fun. Beberapa wilayah pegunungan dijadikan tempat khusus bermain snowscooter. Dikelola secara profesional, lengkap dengan rambu rambu jalannya. Jalur mana yang boleh dilewati dan mana yang tidak boleh. Seperti gambar di atas.

img_4130
Bermain Snowscooter
IMG_4121.JPG
Lenjeh lenjehnya bukan di sofa. Melainkan di atas danau yang membeku. Keren yak! Hahahah. Gue sempat tertidur. Tapi sebentara aja dan rasanya enak banget.  Tetangga  ampe mendengkur. Gue ga bisa jelasin rasanya gimana. Yang pasti karena waktu itu sudah late winter, jadi tidak terlalu berasa dingin. Jaket aja sempat gue buka. Soalnya matahari terik banget dan rasanya dekat banget ke atas kepala. 

Ketika matahari cerah, tidak sedikit yang menghentikan snowscooter untuk sekedar istirahat. Bahkan sampai rebahan di atas salju. Berjemur! Gue pertama ngelihat sampai terheran heran. Ternyata bukan cuma di pantai, di salju pun hayo aja selagi matahari bersinar oke. Kemungkin karena kawasan pegunungan, jadi matahari berasa dekat banget. Dan memang waktu itu sekitar pertengahan bulan April. Aroma musim semi sudah mulai berasa. Meskipun di atas gunung ketebalan saljunya masih ganas aja.

img_3894
Gue pengen balik lagi ke sini. Jika ingin merasakan nuansa Mount Everest tanpa harus letih mendaki, tempat ini adalah salah satunya. Awan dan matahari serasa dekat banget. Seperti bisa digapai pakai tangan.  Indah banget! Kalau yang di bawah ini, adalah foto ketika gue bermain snowscooter di halaman kosong sebelah rumah dan juga di sekitar hutan dekat desa

Selain untuk hiburan di atas, Snowcooter juga dipakai sebagai alat bantu transportasi sehari hari di saat winter. Misalnya dari rumah ke hutan ataupun sebaliknya. Karena di saat jalanan dilapisi salju tebal, mengendarai snowscooter menjadi pilihan yang tepat, karena kendaraan ini mampu berjalan di atas salju tebal dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan di atas danau membeku sekalipun, lajunya tetap oke.

B. Memancing Ikan

Dulu suka bingung, kok dingin dingin pada betah memancing sih? Tapi memang begitulah  kebiasaan orang di saat winter. Apalagi jika matahari bersinar sedikit centil, danau beku menjadi salah satu tujuan pelipur lara. Menurut gue, point utamanya sih bukan harus mendapatkan ikan,  karena memancing di atas air yang membeku, tidaklah sama dengan memancing di air biasa, sensasinya beda. Kebayang kan memancing dan duduk di atas danau. Frozen lake!

IMG_2809.JPG
Gue, memancing ikan di atas danau. Danau membeku tepatnya. 
img_3903
Memancing ikan di atas danau membeku

This slideshow requires JavaScript.

Dan uniknya lagi, sambil memancing mereka menyalakan kayu bakar. Bahkan  memanggang sosis. Meminum kopi dan ngemil.  Gue juga baru tau setelah melihat dan merasakan sendiri sensasinya. Dan tentunya menjadi pengalaman baru buat gue. Walaupun gue belum paham banget dimana nikmatnya. Berasa excited aja ketika tau kalau gue duduk layaknya di atas tanah, bukan di atas danau. Yuhuii!

IMG_4133.JPG
Orang orang yang duduk memancing

Danau yang bisa dijadikan tempat memancing haruslah danau yang tingkat ketebalan bekunya benar benar aman. Seperti danau yang kami kunjungi, bekuan esnya kurang lebih mencapai 2 meter. Dibutuhkan bor untuk membuat lubang kecil, agar tali pancing bisa masuk ke dalam danau. Dan satu hal, ketika selesai memancing, wajib membersihkan area danau dari benda benda yang membuat kotor.

C. Bermain Kick Sled (Spark Winter)

Kick Sled (Spark Winter) merupakan alat transportasi kayu yang masih dipakai di desa gue. Agar tidak mudah terjatuh atau terpeleset, kick sled dipakai ketika berjalan di atas salju atau es yang licin. Istilahnya ada benda yang dijadikan peganganlah ketika berjalan. Kick Sled bisa juga disebut sepedanya musim dingin. Tinggal mengayuh salah satu kaki, maka Kick Sled bisa meluncur cepat, tanpa harus bersusah payah berjalan di atas es yang licin. Bisa lihat video di bawah ini ya. Lumayan seru sih.

Cuma kalau belum terbiasa seperti gue, pertama make berasa tegang sendiri. Sampai sekarang pun masih sih. Takut ga bisa mengendalikan licinnya es. Yang ada malah terjungkal. Hahaha. Tapi pada prinsipnya asik banget kok kalau berhasil meluncur.

D. Membuat Snowman

Si manusia salju yang menjadi cerita klasik di saat winter. Iconic banget. Rasanya sayang aja gitu, di saat winter tidak membuat snowman. Dan tentunya dengan tangan sendiri. Membuat snowman gampang banget. Tinggal ambil sekepal salju, lalu gulung gulung di atas permukaan salju. Dalam hitungan detik akan berubah menjadi bulatan salju yang besar. Idealnya sih ketika membuat snowman, suhu harus di atas nol derajat. Karena di suhu yang tidak minus, biasanya salju memiliki kandungan air. Tidak terlalu kering dan ringan. Jadi bisa dibentuk. Berikut Video singkat ketika gue membuat snowman.

img_4152

E. Bermain Ski

Selain Hockey, bermain Ski merupakan olahraga musim dingin terfavorite di Swedia. Sepakbola kalah pamor dengan kedua olahraga ini. Di saat winter banyak diselenggarakan pertandingan ski berskala nasional maupun internasional. Bahkan beberapa kawasan wisata justru ramainya malah di musim dingin, karena dipenuhi para penggila olahraga yang satu ini.

img_4176
Restoran di atas pegunungan
img_4178
Di dalam restoran. Suasananya membuat perasaan langsung hangat
IMG_4173.JPG
Barisan cablecar menuju puncak gunung. Restorannya terlihat unik ya. Foto gue zoom. Aslinya jauh banget
img_4169
Gue foto ketika berada di atas cablecar
img_4204
Di atas cable car. Asik asik menegangkan
img_4180
Kawasan puncak, area bermain ski
IMG_4168.JPG
Pengen bisa main ski. Tapi malas latihannya hahahha

Gue lumayan suka mengunjungi wisata bermain ski. Bukan karena mahir bermain ski, melainkan karena pemandangan alamnya bagus bagus. Dan biasanya, tempat seperti ini selalu memiliki restoran di puncak gunung. Gue suka aja makan di restoran kaya gini. seru aja rasanya. Apalagi untuk bisa sampai ke atas, harus menggunakan cable car. Sedikit menegangkan.  Berada di ketinggian dengan kaki menggantung. Dingin pula! Tapi  percaya deh. Puas melihat landscapenya.

F. Menyalakan Lilin

Gue suka banget lilin. Menyalakan lilin di saat winter lumayan sering gue lakukan. Dan bukan hanya gue aja sih, menyalakan lilin di saat winter merupakan kegiatan yang wajar. Filosofinya sih sederhana saja. Winter itu gelap dan dingin. Lilin itu memberi cahaya dan kehangatan. Ketika melihat cahaya lilin,  itu berasa tidak hanya menimbulkan perasaan hangat saja, tapi juga membuat suasana menjadi lebih relax. Di tempat gue, biasanya lilin dipasang di dalam, teras atau halaman rumah.

IMG_4185.JPG

fullsizerender

Jika sebuah rumah memasang lilin di sekitar halaman atau teras, biasanya mereka sedang kedatangan tamu/acara makan malam bersama. Dengan memasang lilin, setidaknya orang lain akan tahu dan mengerti, kalau si pemilik rumah sebaiknya jangan diganggu (bertamu tanpa janjian maksudnya).

Namun tidak selamanya menyalakan lilin di luar rumah diartikan sebagai tanda kalau si pemilik rumah sedang menunggu tamu. Melainkan bertujuan untuk sekedar memberi nuansa yang lebih indah di sekitar luar rumah. Biasanya lilin seperti ini digantung atau dibuat di meja teras dalam ukuran yang lumayan kecil.

IMG_4313.JPG
Biasanya kalau memasang lilin dan ditempatkan di tempat lilin seperti ini, dan diletakin di depan teras rumah, menandakan yang punya rumah lagi kedatangan tamu. Meskipun tidak selamanya juga benar. Contohnya gue, ada ga ada tamu sering gue pasang. Habis gue suka banget dengan lilin. Hahaha

G. Mengeluarkan Perlengkapan Winter

Perlengkapan winter maksudnya di sini seperti jaket, baniehat, long john, kaos kaki, slippers, syal, sarung tangan, boots, sampai celana panjang khusus outdoor. Ketika winter tiba, perlengkapan di atas gue keluarin dari dalam lemari. Untuk jaket gue gantung di gantungan, boots di rak sepatu, sedangkan kaos kaki, long john, baniehat, slippers, sarung tangan, gue keluarin sebagian. Gue masukin ke dalam satu box, sesuai kebutuhan gue aja.

Semua perlengkapan di atas gue taruh di ruangan dekat pintu utama (pintu keluar masuk rumah), dan semuanya disusun saling berdekatan. Jadi jika butuh tidak perlu lagi masuk ke kamar. Atau tidak ada istilah, kaos kaki gue mana, sarung tangan gue dimana? karena semua ditempatkan di ruangan yang sama. Sekalipun dalam kondisi buru buru, uda gampang.

Begitupun ketika pulang ke rumah, buka pintu dan langsung buka boots, jaket, hat, sarung tangan, dan letakin ke tempat masing masing  tanpa harus nenteng jauh jauh ke ruangan lain. Tipikal rumah di Swedia sepertinya kebanyakan seperti ini. Gantungan jaket dan rak sepatu selalu berada di dekat pintu masuk rumah.

Semua perlengkapan di atas bisa dibilang pahlawan di saat winter. Karena tanpa mereka mungkin gue dan orang lain akan merasakan kedinginan yang luar biasa. Ga kebayang kalau sampai di suhu minus ga pakai jaket atau boots. Frozen tra la laNamun  perlengkapan ini jugalah yang kadang membuat bete, malas makenya. Rasanya ribet banget di badan. Berlapis lapis dan tiba tiba merasa bobot badan bertambah berat. Gerrrrr.

img_4236
Biasanya perlengkapan yang kira kira gue perlukan, gue buat di dalam satu box kaya gini. Jadi nyarinya gampang. Kalau mau diganti tinggal ambil aja dari lemari utama

Suhu di saat winter tidak selamanya sama. Bisa berubah ubah. Tapi secara keseluruhan dinginnya tetap berasa. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap perlengkapan winter yang digunakan. Biasanya jika suhu berada diantara 0 sampai dengan 5 derajat celcius, gue masih mengenakan jaket biasa. No sarung tangan. Ga pakai hat pun masih kuat. Apalagi long john no way…hahaha.

IMG_4228.JPG
Sweeter seperti ini gue pakai kalau benar benar dingin. Kalau ga ya ngendap di lemari. Sebagian besar berbahan wool.

Berbeda ketika suhu di bawah nol alias minus, barulah gue memakai jaket hangat, kebanyakan terbuat dari bulu murni seperti bulu angsa. Pengalaman gue sih, jaket berbahan bulu angsa itu lumayan stabil ya. Artinya jaketnya bisa beradaptasi dengan suhu sekitar. Di -2 oke, di -24 bukan berarti jadi kurang hangat. Atau jika di -24 oke bukan berarti di -2 jadi kepanasan makenya. Uda gitu, di badan rasanya tidak terlalu berat. Ga berasa kaya robot makenya. So, meskipun wilayah Dalarna (terutama desa gue) lumayan kejam di saat winter, secara keseluruhan, jaket yang gue pakai selama musim dingin itu tidak ada yang terlalu heboh.

Kecuali kalau gue melakukan aktivitas lebih lama di luar rumah, seperti bermain snowscooter seharian ke gunung, barulah gue memakai jaket khusus. Gue cuma punya satu satunya jenis jaket begini. Terbuat dari bulu angsa juga, tapi dibuat lebih tebal lagi. Berasa kaya robot makenya. Bentuknya seperti gambar di bawah ini, jaket berwarna hijau.

img_3771
Di saat winter yang namanya tetap terlihat menarik bolehlah. Misalnya di saat undangan dinner, acara formil/party, gue biasanya memakai coat berbahan wool. Bagian dalamnya juga dibuat semanis mungkin tapi  tetap hangat dipakai. Demikian juga dengan boots, gue memilih yang bahannya hangat tapi tetap terlihat menarik. Jadi meskipun winter masih bisalah gaya gaya dikit.

Perlengkapan winter yang nempel di badan lumayan berlapis. Jadi wajar suka bikin bete. Kalau suhu ngedrop banget, biasanya untuk bagian badan atas, gue memakai sweeter berbahan wool. Kalau tidak terlalu dingin cukup sweeter tipis. Lalu bagian kaki dan paha memakai long john, dilapisi kaos kaki lagi. Kaos kaki juga bervariasi, bisa katun biasa dan bisa berbahan wool, tergantung suhu.

Kemudian barulah memakai jeans. Tapi sekiranya aktivitas di luar rumah lama banget, celana jeans sudah tidak layak dipakai lagi, karena lumayan menyerap dingin. Jadi sudah harus memakai celana khusus outdoor yang tidak menyerap dingin.

Lanjut memakai boots (dalamnya wajib berbulu). Trus jika diperlukan, gue tambahkan lagi alas kaki  berbahan wool ke dalam boots. Biar makin hangat. Baru badan ditutup jaket. Biar lebih dasyat lagi, lilitkan syal dileher. Dan kepala di tutup hatbanie. Bisa bayangin kan rempongnya. Hahahaha.

Pertama datang ke Swedia, tepatnya ketika berada di Stockholm, waktu itu kalau tidak salah suhunya cuma 2 derajat celcius. Tapi gue udah minta ampun kedinginan. Sampai sampai penampilan gue heboh banget. Muka gue tutup syal, uda kaya ninja! Sampai supir taxi nanya suami, apakah gue baik baik saja atau sedang sakit. Dan begitu suami bilang gue kedinginan, sambil tertawa pak supir bilang 2 derajat celcius itu tidak ada apa apanya. Its nothing! Dan semakin ke sini, memang benarlah adanya. Boro boro dua  decel, minus 32 aja sudah gue rasakan. *kepalkan lengan tangan*

H. Membakar Kayu Untuk Pemanas Ruangan

Kegiatan ini bisa dibilang rutin setiap hari gue lakukan di saat winter. Sebenarnya di musim panas pun gue tetap membakar kayu, tapi kuantitasnya hanya sekali 2 hari. Hanya untuk pemanas air. Itupun paling 1 keranjang doang. Berbeda di saat winter, kuantitas membakar kayu bisa melonjak menjadi  tiga kali dalam sehari. Bahkan bisa 4 kali sehari kalau suhunya mencapai minus 24 lebih. Dan sekali membakar bisa habis 3 keranjang.

IMG_4190.JPG
Kayu bakar di gudang rumah gue. Motonya cuma dari pintu doang.
img_4184
Gudang kecil milik warga desa. Biasanya kalau kebutuhan kayunya sedikit begini, karena rumah hanya ditempati di saat summer saja. Atau si pemlik rumah sudah terlalu tua dan lebih banyak menggunakan listrik untuk pemanas ruangan. Urusan bayar listrik yang mahal ditanggung sendiri. Hahaha

Rumah gue membutuhkan kurang lebih 30 kubik kayu pertahunnya. Memenuhi satu gudang setinggi 3 meter berukuran 3×5 meter.  Salah satu teman di blog, Deny, sempat bertanya, bagaimana keseimbangan pertumbuhan kayu di hutan dengan jumlah pemakaian kayu bakar? Apakah persediaan kayunya tetap cukup, mengingat rata rata warga di desa gue, menghabiskan kayu bakar dalam jumlah yang lumayan banyak setiap tahunnya.

Jawabannya adalah  sangat sangat cukup. Jangankan untuk kayu bakar, dijual ke company pun bisa. Menjadi income warga desa. Karena bisnis utama di desa gue ya jual beli kayu. Walaupun kuantitas jual belinya tidak sering ya. Sebagai contoh, rumah gue menghabiskan 30 kubik kayu pertahun, sementara properti hutan per keluarga bisa mencapai 25-30 ribu kubik. Dan setiap tahunnya, kayu akan mengalami pertumbuhan kurang lebih sebanyak 500 kubik.  Jika harus dibandingkan dengan luas dan perkembangan pertumbuhan satuan kubik kayu setiap tahunnya, pemakaian kayu bakar bisa dibilang nothing. Karena pemakaian kayu tidak dilihat dari jumlah pohonnya, melainkan per satuan kubik kayunya (nulisnya sok mahir banget tentang dunia perkayuan, padahal pak suami yang jelasin dan gue cuma ngetik doang…hahhaha)

I. Membersihkan Salju 

Ini kegiatan yang wajib dilakukan di saat winter. Membersihkan salju. Kalau tidak ya alamat terkurung di dalam rumah. Ga semuanya sih dibersihkan, hanya titik lokasi sekitar halaman yang biasa dilewati saja. Misalnya jalanan di depan teras menuju mobil, gudang dan jalur keluar masuk mobil. Jadi tanah yang tidak dilewati ga perlu dibersihkan. Ga masalah mau setinggi apapun. Toh ga dilewati juga. Dan yang pasti, nantinya tumpukan salju akan mencair dengan sendirinya.

IMG_4193.JPG
Traktor sahabat sejati suami di setiap musim. Termasuk di saat winter

Jika salju turun, bukan lantas harus dibersihkan. Selama masih tipis (ketebalannya belum menggangu) dan aman dilewati, ya tidak perlu dibersihkan. Apalagi jika suhu tidak terlalu rendah, kemungkinan salju akan cepat mencair. Untuk membersihkan salju biasanya suami menggunakan traktor. Lebih cepat dan lebih rapi hasilnya. Alat sodok manual hanya dipakai di area kecil, seperti depan teras. Sedangkan untuk jalanan umum di sekitar desa, petugas pemerintah daerah sudah siap untuk itu. Begitu salju turun, mereka tau kapan akan datang. Jadi jalanan tetap aman bisa dilewati.

J. Memberi Makan Burung Liar

Ketika winter, pohon pohon sebagian besar tidak memiliki daun. Ga ada yang namanya buah, bunga, biji bijian atau apalah yang bisa dimakan burung. Meskipun ada yang bisa mereka makan, mungkin sangat sangat terbatas. Hal inilah yang membuat beberapa warga di desa gue punya kebiasaan memberi makan burung liar.

Tempat makanan burung digantung di pohon atau jendela luar rumah. Lumayan sih, kalau gue duduk di meja dapur, suka aja melihat burung burung liar terbang, hinggap dan makan. Rasanya damai banget bisa melihat burung burung ini sangat jelas dari kaca jendela. Kalau dulu di Jakarta, boro boro melihat burung, suaranya aja kaga pernah gue dengar. Makanya bisa  melihat dengan jelas seperti ini rasanya nikmat banget. Gpplah harus mengeluarkan budget khusus perbulan untuk mereka. Mereka senang, gue pun senang.

Satu hal yang sampai sekarang belum terealisasi, gue pengen merasakan Dogsledding. Seru kayanya ya. Walaupun sedikit takut lihat muka anjingnya. Hahaha. Kurang lebih gitu deh kegiatan kegiatan di saat winter. Mudah mudahan  bacanya ga ngebosenin ya.

Kalau pengen melihat gue bermain snowscooter bisa klik di https://youtu.be/MfSlPxgmfx4

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin dari penulis”

Warna Warni Musim Gugur

Ketika gue menulis tulisan ini, suhu udara di tempat gue berkisar 4 derajat celcius. Lumayan dingin. Mendung, dan matahari tidak kelihatan. Mengakibatkan rawan malas. Bukan karena dinginnya sih, ini bisa di atasi dengan heaterlah. Tapi memang gue kurang suka suasana mendung. Apalagi nanti menjelang winter sampai real winter, yang gelapnya ampun ampunan. Ngebayangin uda migran mendadak.

IMG_9534.JPG

Meskipun temperature udara sudah mulai dingin, tapi di sisi lain musim gugur lumayan nyenengin. Mungkin karena suhu tidak sedingin atau se-ekstrem musim dingin. Bagi sebagian kalangan, termasuk gue, musim gugur adalah saat yang lumayan tepat untuk tampil fashionable. Memakai coat, boots dan syal dengan warna warna khas autum. Modelnya memang terlihat lebih kece dibandingkan pakaian musim dingin. Apalagi bahan bahannya masih terbilang tidak terlalu tebal. Nenteng di badan masih enak. Bahkan berjalan dengan boots bertumit pun, masih lumayan nyaman di musim ini. Sekalipun dipakai berjalan jauh.

img_9481-1
Photography
IMG_9502.JPG
Photography
img_9489
Photography

Tidak sedikit orang yang memakai coat dengan syal tebal, menutupi leher bahkan sampai mendekati dagu, meskipun sebenarnya suhu belum dingin dingin amat. Tapi seperti yang gue bilang tadi, itu adalah bagian dari totalitas mereka untuk mengexplore outfitt agar terlihat modis. Dan memang menyenangkan sih ngelihatnya. Apalagi tau sendiri kan, badan bule lumayan proporsional. Jadi meskipun bukan model,  tetap terlihat menarik. Berjalan (baca jalannya cepat) mengenakan coat, boots dan syal berwarna hitam, lengkap dengan aksesoris topi di kepala. Buat gue itu keren. Tapi kalau gue yang pakai, kok terlihat tidak maksimal ya. Mungkin karena gue terlalu smekot (semeter kotor). Ditambah lagi badan gemuk. Sempurnalah kacaunya. Tapi begitu pun masih doyan aja minta difotoin suami. Haha. Ya sudahlah. Yang penting eksisnya dulu. Bagus engganya belakangan.

IMG_9501 (1).JPG
Model yang membuang jauh rasa tidak percaya diri. Haha

Tidak hanya fashion, musim gugur pun menjadi cantik dengan warna warninya. Mulai dari kuning terang, kuning kecoklatan, merah dan orange. Dan mereka pun terlihat sangat indah ketika berkolaborasi memamerkan warnanya.

img_9514
Taken by me
img_9662
Menguning
IMG_9497.JPG
Kolaborasi warna musim gugur
img_9492
Musim gugur di hutan

Jika menyebut musim gugur, yang teringat pasti daun Maple. Daun yang bisa dibilang menjadi simbol autumn. Sampai instagram pun penuh dengan daun ini sebagai props foto. Jika gue bandingkan dengan daun lain, Maple memiliki daun dengan bentuk dan ukuran yang lebih besar. Warnanya juga ngejreng. Jadi wajar terlihat lebih menarik. Apalagi ketika berguguran di atas tanah, jelas sekali tumpukan daunnya.

img_9470
Daun Maple
IMG_9506.JPG
Cantik
IMG_9469.JPG
Daun Maple
IMG_9251.JPG
Pohon Maple
IMG_9508.JPG
Pohon Maple dan daunnya yang berguguran
img_9538
Satu helai, tapi cantik

Bagi yang hobby photography, termasuk gue, musim gugur adalah waktunya hunting foto. Autumn itu fotogenic banget. Gue bahkan sengaja keliling desa, untuk sekedar foto foto. Sekalian cuci mata juga.

img_9494

Ketika daun mulai menguning, dan refleksinya terlihat di air danau, itu kece banget. Apalagi sewaktu berguguran (bayangin jatuhnya dengan efek slow motion). Romantis! Langsung pengen ngajak suami fine dining. Hahaha.

IMG_9495.JPG
Sebuah desa di musim gugur
img_9541
Refleksi musim gugur
img_9272
Skansen Stockholm
IMG_9504.JPG
Gue moto ini di sore hari, indah sekali

Menjelang pergantian musim, biasanya alam di sekitar selalu memberi tanda. Tak terkecuali musim gugur di desa gue. Mulai dari bunga Ljung yang tumbuh liar di tengah hutan, banyak  dan cantik. Bunga yang bisa dibilang hampir menghiasi teras rumah warga desa. Bahkan sebagian besar toko bunga dan supermarket mulai banyak menjual jenis bunga yang satu ini. Lucunya, penduduk desa gue tidak pernah memakai bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan sebagai hiasan rumah. Ternyata bule juga memiliki cerita legenda. Apabila memetik dan membawa bunga Ljung pulang ke rumah, akan mengalami kejadian sedih (seperti kehilangan keluarga dekat). Jadi lebih baik membeli dari toko saja. Namun terlepas dari cerita legenda tersebut, idealnya memang jangan dipetik ya. Jadi hutannya tetap kelihatan cantik .

img_9476
Bunga Ljung yang gue beli dari toko
IMG_9456.JPG
Bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan
img_9455
Bunga Ljung yang tumbuh liar di hutan
IMG_9293.JPG
Bunga Ljung yang dijual di toko bunga. Sedikit berbeda, warna dan bentuknya lebih menarik
img_9487
Mossa (Bryophyte), setiap autum gue pasti memetik tanaman hutan ini. Biasanya gue pakai sebagai penghias keranjang atau pot berisi bunga Ljung.
img_9299
Hasil rangkaian tangan gue. Mossa (Bryophyte) gue selipin diantara bunga Ljung. Not badlah ya.
IMG_9474.JPG
Bunga Ljung
IMG_9475.JPG
Bunga Ljung 

Selain Ljung, berbagai jenis jamur pun tak kalah banyak. Tumbuh liar dimana mana. Dengan warna dan bentuk yang lucu. Ukurannya mulai dari yang mungil sampai melebihi telapak tangan. Besar!

IMG_9536.JPG
Amanita Muscaria. Termasuk jenis Toadstool. Ada yang bilang Toadstool itu ya sama dengan Mushrooms, ada juga yang bilang beda jenis. Ga ngerti jugalah. Yang penting gue suka bentuknya. Salah satu jamur tercantik yang pernah gue lihat. Konon jamur ini sangat beracun. Pertama tama bentuknya seperti di gambar ini. Lalu akan melebar seperti gambar di bawah.
IMG_9521.JPG
Toadstool  Amanita Muscaria setelah melebar
IMG_9660.JPEG
Toadstool Amanita Muscaria mulai melengkung dan retak
img_9452
Jenis jamur yang lain
img_9297
Ini juga lucu banget. Numbuh di lapangan rumput yang bersih. Berbaris rapi dan cenderung bertumpuk tumpuk. Jadi gampang banget melihat tumpukannya diantara warna rumput yang hijau 
img_9464
Cakep ya. Kaya jamur di buku cerita

Tanda tanda lain yang lebih berasa adalah, temperatur udara perlahan mulai menurun, kabut tebal mulai sering menghiasi pagi hari, unggas liar yang biasanya ramai di tepi danau tidak kelihatan lagi, dan puncaknya daun daun mulai menguning.

IMG_9524.JPG
Di saat kabut tebal 

Ketika musim gugur benar benar tiba, temperatur udara dipastikan di bawah 10 derajat celcius. Daun daun tidak lagi sekedar berwarna kuning, tapi sudah berubah kecoklatan dan perlahan lahan gugur meninggalkan rumah sementaranya. Batang dan ranting pohon pun kembali hidup tanpa helai daun.

IMG_9509.JPG
The Birches 
img_9520-2
Freezing
img_9512
Freezing. Kalau keadaan sudah begini, biasanya daun daun uda pada rontok semua. tinggal dikit yang nempel di ranting

Tipikal musim gugur di desa gue lumayan nyentrik. Menjelang malam sampai pagi hari, suhu bisa berada di bawah nol derajat celcius. Mencapai minus 7. Akibatnya rumput di sekitar rumah terlihat putih. Bukan karena salju ya, tapi embun yang membeku. Bahkan sisa tanaman di halaman pun seperti memiliki batu permata putih di permukaannya. Frozen!

IMG_9519.JPG
Freezing. Dan uap air di atas danau pun muncul ketika matahari mulai bersinar cerah. 
IMG_9323.JPG
Mawar di halaman gue. Membeku
img_9533
We’re freezing!!

IMG_9661.JPG

Biasanya kalau sudah begini, kabut tebal akan menghiasi permukaan danau di sebelah rumah. Dan menjelang pukul 10 pagi, berujung pada munculnya matahari dengan sinar yang sangat  cerah. Dan suhu pun kembali naik berkisar 5 sampai 7 derajat celcius. Terus terang, gue lebih suka keadaan yang begini. Ngedropnya itu pas gue lagi tidur. Besoknya cuaca sudah cerah kembali.  Tapi kejadian seperti ini tidak terus menerus sih. 

IMG_9482.JPG
Matahari  akan terbit sangat cerah apabila di waktu  malam  sampai pagi subuh, temperatur udara  mencapai minus derajat celcius
img_9465
Desa gue di musim gugur

Semua musim cantik. Buat gue pribadi, merasakan hidup di negara empat musim, berasa tidak monoton. Ada perubahan yang suka atau tidak, ya harus dijalani. Bahkan malah ditunggu.

Dan lagi, hoby photography sangat membantu mengusir kejenuhan. Semua terlihat menjadi menarik jika harus dihubungkan dengan hobby yang satu ini. Pun ketika menuangkannya dalam bentuk ocehan di blog yang sederhana ini. Semoga kalian suka membacanya.

Berikut beberapa foto musim gugur :

IMG_9751.JPG
Just taken by me
IMG_9507.JPG
Taken by me
img_9310
Landscape sebuah desa tidak jauh dari tempat tinggal gue
IMG_9309.JPG
Landscape musim gugur dari sebuah capel di atas bukit.
IMG_9343.JPG
Foto ini gue ambil menjelang musim gugur. Lagi olahraga sore. Kaya lukisan ya
IMG_9342.JPG
Masih dari tempat yang sama. Kece maksimal ya. Suka banget lihat ketenangan airnya. Warna autumnnya belum terlalu kelihatan. Karena selain berkabut, daun daun juga belum total berubah warna
img_9503
Gue pastinya…haha

img_9480

Note: Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. 

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

See you in my next story