Hytte, Penginapan di Norwegia ini Wajib Dicoba

Salah satu yang gue rindukan dari wisata alam di Norwegia adalah penginapannya. Apagi kalau bukan Hytte!

Selain bentuknya yang membuat perasaan menghayal entah ke film film apalah itu, landscape di sekitar Hytte mostly cihuy banget. Hadeh, tak sempatlah mikir berat (Lah liburan ngapai juga mikir berat?)

IMG_6948.jpg
Hytte dengan rumput di atapnya

Di Norwegia, khususnya di wilayah pegunungan dan Fjord, Hytte merajalela banget. Sadisnya ada dimana mana. Mulai di pinggiran fjord, lembah bukit, sampai mendekati kawasan puncak pegunungan pun ada.

IMG_6369 (1).jpg

IMG_6523.jpg
Jatuh cinta dengan kabin kabin Hytte ini. Cantik banget diantara balutan salju di kawasan pegunungan

Itu ya, pas melihat kabin kabin berserak di ketinggian gunung, (kebetulan waktu itu salju masih cinta banget dengan bumi Norwegia meskipun sudah memasuki awal musim panas), sontak gue minta suami berhenti.

IMG_6367

IMG_6366

Entah mengapa gue terperangah banget melihatnya. Oiimak…cakep banget. Serasa di planet mana gitu. Sepi banget kan. Seperti sebuah komplek perumahan suku asing yang terisolasi. Ibarat film the Beach atau Kong, nemu sebuah pulau dengan pemandangan yang cakep tapi magis. Halah!

Tapi beneran. You have to be there to believe it!

Gambar yang ada pun rasanya tak cukup mewakili keindahannya. Harus dilihat langsung. Gue nih, yang notabene sehari hari menyantap tebalnya salju everyday di saat winter, tetap aja loh terhipnotis dengan kumpulan kabin diantara salju itu. Kalau dipaksakan, ya anggap saja gue lagi berada di wilayah semi artic. Halah….(lagi)

IMG_6946

IMG_6952

IMG_6954

Hytte itu bentuknya seperti rumah kayu atau kabin. Uniknya lagi, atap bangunannya kebanyakan ditanami rumput dan bunga.

Sebenarnya di wilayah Eropa lain, penginapan seperti ini juga ada. Berdiri tak jauh dari nature. Dikenal dengan kawasan camp nature. Gue pernah mencoba penginapan seperti ini di Finlandia, Swedia dan Denmark. Yang di Denmark lebih mirip cottage privat gitu deh. Tapi sejauh ini, Hytte di Norwegia jauh lebih yuhui.

IMG_6950

IMG_6945
View dari pintu Hytte. Kece

IMG_6949

Hytte sepertinya menjadi pilihan utama menginap di kawasan nature Norwegia. Bukan alternative kedua. Menurut gue, hotel kalah pamor dilibas oleh Hytte. Sekalipun ukuran sebuah kota, jika masih dekat ke kawasan nature tetap aja hotelnya jauh lebih sedikit dibanding Hytte. Setidaknya inilah yang terlihat  mata gue selama di perjalanan.

IMG_6532.jpg
Bangunan di lereng itu semuanya Hytte. Bukan rumah penduduk loh

IMG_6533.jpg

Bahkan, ada satu kota yang isinya 90 persen Hytte. Nyaris tak terlihat rumah penduduk. Di kota Lom misalnya. Ampun, itu kota cakep banget. Kabinnya berdiri bertingkat di dinding bukit. Warnanya seragam. Coklat!

Dan hotelnya cuma ada satu, selebihnya Hytte semua. Landscapenya lagi lagi bikin hati menggelora.

IMG_6957
Hytte di kota Lom

IMG_6956

Para pebisnis penginapan di Norwegia pun sudah tau banget bagaimana cara memanjakan para tamunya. Jadi pemandangan di sekitar Hytte sepertinya sudah harga mati. Ya harus cakep. Misalnya seperti gambar di bawah ini.

Kawasan Hytte bahkan bisa hanya memiliki 3 atau 5 bangunan saja. Bahkan yang ukurannya kecil banget. Jauh dari pusat kota. Tapi tetap aja laris manis. Sedangkan kawasan penginapan berskala besar, biasanya terdiri dari bangunan hotel dan Hytte. Hotelnya pun berbahan material yang dominan terbuat dari kayu.

IMG_6530
View di sekitar Hytte
IMG_6377
Hytte ini kelihatannya kecil yak. Tapi dalamnya bertingkat loh. 

Ukurannya? ya bervariasi. Ada yang besar maupun kecil. Tapi yang membuat gemes, dari luar penampakannya seperti rumah liliput. Mungil mungil layaknya rumah mainan. Begitu masuk, merasa tertipu. Mereka bisa memaksimalkan semua ruangan agar benar benar berfungsi. Jadi ada kamar, living room/dapur, bahkan toilet. Contoh gambar di bawah ini.

Harga? juga bervariasi. Tergantung daerah/lokasi mapun ukuran dan kelengkapan Hytte juga. Kalau berada di sekitar fjord, sepertinya lebih mahal.

Rata rata sih berkisar 650 Nok (setara 1 juta rupiah untuk konversi IDR saat ini), hingga 1000 Nok (setara 1 juta enamratus ribu rupiah), atau mungkin bisa juga lebih ya. Yang kami coba sih rata rata di harga segitu.

IMG_6346.jpg

Sebagai perbandingan, untuk Hytte seharga 650 Nok, kurang lebih fasilitasnya seperti di bawah ini:

  • Kamar bisa satu dan bisa juga dua.
  • Tempat tidur bertingkat, dan mostly muat untuk satu orang
  • Bantal dan selimut belum dilengkapi sarung. Tapi bisa disewa atau bawa sendiri dari rumah.
  • Ruang nonton tv sekaligus dapur
  • Peralatan dapur seperti gelas, piring, teflon hingga microwave (untuk microwave ga selalu ada)
  • Kulkas
  • Air kran bisa ada dan bisa juga tidak ada. Kalau tidak ada, harus ambil sendiri dari air ledeng utama di sekitar hytte.
  • Toilet di luar.

Sedangkan Hytte dengan harga 900 hingga 1000 Nok, berikut fasilitasnya :

  • Kamar dua.
  • Tempat tidur lebih lebar dan tidak bertingkat
  • Bantal dan selimut ada yang sudah dilengkapi sarung, tapi ada juga yang belum. Jadi semua tergantung kebijakan pengelola penginapannya.
  • Ruang nonton tv sekaligus dapur
  • Peralatan dapur seperti gelas, piring, teflon hingga microwave
  • Kulkas
  • Air kran ada
  • Toilet di di dalam kamar
IMG_6378.jpg
Hytte dengan ruangan dapur sekaligus ruang tv

Tapi fasilitas yang gue sebut di atas sifatnya tidak fix ya. Karena meskipun harganya sama, belum tentu fasilitasnya sama. Tergantung kebijakan pengelola. Seperti yang gue sebut di atas, lokasi juga mempengaruhi tingkat harga dan kelengkapan fasilitas. Di daerah A misalnya, untuk harga 1000 Nok mungkin fasilitasnya sudah sangat lengkap. Tapi belum tentu di daerah B demikian. Seperti itu kira kira.

IMG_6355

Saran gue sih, bawalah piring dan gelas plastik. Jadi ga perlu banyak cucian. Trus kalau mau repot sedikit, siapin aja bahan makanan yang agak tahan lama. Tergantung berapa lama juga sih tripnya. Tapi setidaknya lumayan terbantu untuk beberapa hari kan.

IMG_6937

Misalnya seperti ayam goreng dan rendang agak kering. Nanti tinggal masukin kulkas. Pas makan tinggal masukin microwave atau tinggal panasin. Malah gue bawa beras loh. Masak manual kayak jaman dulu. Kelupaan bawa magiccom. Hahaha.

Tapi yang namanya menginap di Hytte, ya kebanyakan seperti itu. Itulah fungsinya dikasih dapur plus peralatannya. Apalagi di sekitar Hytte biasanya restoran ga banyak. Malah kadang adanya cuma satu, ya restoran dari pemilik penginapan.  Mungkin karena itu tadi, tamu yang menginap kebanyakan bikin/masak sendiri.

IMG_6943

IMG_6942
Bangunan Hytte plus tanaman rumput di atasnya

Ya anggap sajalah lagi main masak masakan di rumah liliput. Tapi ga perlu sampai masak berat juga. Kayak menggoreng atau ngulek sambal. Apalagi goreng ikan asin. Cukuplah tinggal manasin atau masak mie instan.

IMG_6382
Hytte dengan model yang lebih modern. Pas di tepian fjord. Viewnya bisa dilihat di gambar bawah

Selain itu, lumayan menghemat juga. Bukan apa apa, Norwegia itu termasuk salah satu negara dengan biaya yang relatif mahal.

Terkhusus di saat lunch. Seperti kami misalnya, mau ga mau harus makan siang di restoran. Karena di jam segitu pastinya sudah mulai jalan kemana mana kan. Repot kalau makan di mobil. Karena kendaraan yang kami gunakan bukan mobil karavan.

IMG_6399.jpg
Mobil Karavan yang menyewa tempat di kawasan Hytte
IMG_6526.jpg
Ihhh…kawasan ini indah banget. Di sekitar Eidfjord

Untuk makan siang, rata rata perorang dikenakan 175 Nok sampai 200 Nok (setara 300 ribu rupiah). Kita bicara makanan standard ya. Bukan dinner cantik. Misalnya nih, 3 tusuk sate plus nasi segenggam dihargai hampir 300 ribu rupiah. Belum lagi rasa makanan di Norwegia itu pas pasan banget (ini menurut standard lidah gue dan suami ya, bahkan warga di desa gue pun rata rata bilang begitu)

IMG_6398.jpg

IMG_6387
Taman yang asri di sekitar Hytte dan hotel di Aurlandfjord

Jika gue bandingkan dengan harga di Swedia, sebenarnya tidak jauh berbeda. Terkhusus untuk makan malam. Tapi untuk makan siang, di Swedia lumayan terbantu. Karena sebagian besar restoran menggunakan sistem all you can eat dengan harga yang relatif ramah di kantong.

IMG_6392
Kawasan penginapan di Aurlandfjord

Hanya berkisar antara 90 hingga 110 Sek, sudah bisa makan sepuasnya including coffee dan cookies. Kalau beruntung, bisa nemu restoran yang menyediakan desserts sederhana. Tapi memang biasanya dilimit dari pukul 11 pagi hingga pukul 2 siang. Lewat dari situ harga melambung dua kali lipat bahkan lebih.

IMG_6531
Kawasan penginapan di Aurlandfjord. Kece yak!

Untuk dinner, harga di Norwegia dan Swedia ga jauh beda, masing masing memiliki harga yang kurang ramah di kantong. Bedanya, rasa makanan di Norwegia sekalipun sekelas hotel, tetap ajalah mak, kok di mulut ga berasa nikmat apa apa. Flat banget rasanya. Tapi selera lidah setiap orang ga sama sih. Jangan digeneralisasi.

IMG_6386
Hotel di kawasan penginapan Aurlandfjord
IMG_6388
Ruangan sarapan. Interior shabby vintagenya gue suka.
IMG_6389
Look at this! Barang antik yang menghiasi lobby hotel.

Nah, agar memblenya ga doble, mending sebisa mungkin dihemat kan. Kalau setiap hari harus menghabiskan uang sebanyak satu juta tigaratus ribu rupiah hanya untuk urusan makan, selama gue bisa bawa rendang dan ayam kenapa ga? Hahahha.

Lain cerita kalau ga bisa ya. Mau ga mau ya dinikmati aja meskipun mahal. Intinya sih semua sesuai kondisi. Namanya juga liburan toh.

IMG_6354

Kalau mau menginap di hotel pun bisa. Kami juga pernah mencoba penginapan hotel. Tepatnya di kawasan Aurland. Hotel di kawasan nature Norwegia juga asik. Suasananya homey banget. Karena materialnya berbahan kayu juga. Interiornya mengusung tema shabby vintage. IMG_6936

Tak hanya landscape, model bangunan di sekitarnya pun bikin gemes. Warna putihnya sukaak! Mirip rumah di majalah home design gitu. Pengen gue cabutin trus pindahin ke halaman sebelah rumah. Hahaha.

Kebayang kan, buka jendela langsung melihat gunung. Belum lagi aliran air fjordnya yang super tenang. Rasanya ga pengen pulang. Rekomen banget tempatnya. Untuk harga hotel berkisar 1400 Nok atau setara dua juta duaratus ribu rupiah. Bisa lihat gambar di bawah ini.

Ke Norwegia, pokoknya kudu nyobain Hytte deh.  Berkesempatan merasakan liburan ala ala serial Heidy. Banyak gunung, lembah hijau bahkan domba pun ada. Heaven.

IMG_6529
Hotel di kawasan Eidfjord. Hotel ini besar tapi karena berbahan kayu jadi cakep banget

Salam dari

 

Dalarna, Swedia.

“Semua photo adalah dokumentasi pribadi ajheris.com”

Menjelajah Keindahan Bumi Norwegia!

Norwegia! Sudah pada tau kan negara Skandinavia yang satu ini. Meskipun tidak setenar  negara negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Italy, Swiss, Perancis, Austria, atau beberapa negara anggota Schengen lainnya.

Norwegia adalah negara kerajaan yang memiliki  tingkat kemakmuran, harapan serta kualitas hidup yang tinggi. Sejak menemukan minyak dan gas alam puluhan tahun silam, Norwegia sontak meroket menjadi negara kaya.

Sebagai negara penghasil minyak dan gas alam terbesar di dunia setelah Timur Tengah, Norwegia selalu masuk dalam peringkat teratas/terbaik berbagai survey kesejahteraan dan kelangsungan hidup sebuah negara. Dengan hasil minyak dan gas alam yang melimpah, didukung tingkat kepadatan penduduk yang relatif rendah, menjadikan Norwegia bertumbuh menjadi sebuah negara yang tidak terlalu sulit mempertahankan income negara dari hasil kekayaan sumber alamnya.

Norwegia tidak begitu jauh dari tempat tinggal gue, jika mengendarai mobil, kurang lebih hanya 3 jam sudah sampai ke perbatasan terdekat. Buat gue, keindahan alam Norwegia luar biasa mempesona. Setidaknya untuk sebuah negara yang sudah pernah gue kunjungi. Tidak hanya indah, tapi juga bersih dan sangat nature. Dua tahun silam, gue dan suami berkunjung ke alam Norwegia yang dasyat itu. Tempat yang menjadi tujuan utama kami adalah Geirangerfjord dan Trollstigen.

FullSizeRender (19).jpg
Gue foto dari mobil.

Kami tiba di Norwegia melalui perbatasan Riksgräns Norge. Entah mengapa gue suka banget berada di perbatasan seperti ini. Seru! Gimana ga seru, kaki gue menginjak bumi diantara Dua Negara. Dua negara yang hanya dipisahkan sebuah tugu. Begeser sedikit saja, ibarat ngebalikin telapak tangan, huppp….gue nyampe di Norwegia!

Gue tidak menyia-nyiakan kesempatan bernarsis ria di perbatasan ini. Bagi gue berfoto di tempat unik seperti ini tidak boleh dilewatkan. Karena jarang jarang liburan harus melewati perbatasan. Biasanya kalau sudah terlalu jauh, pasti naik pesawat. Ternyata berfoto di tempat yang tidak terlalu biasa itu asik juga.

Setidaknya dibanding menara Eiffel yang sudah kemana mana fotonya. But eitsss tunggu dulu ya, bukan berarti gue ga ngimpi  berfoto di menara Eiffel, cuma untuk sekarang belum masuk list liburan gue. Haiyaaaaaa gayakkk! Naik pesawat aja takoottt!

img_0005
Di belakang gue Swedia dan di depan gue Norwegia.

Yang lebih seru lagi, sebagai bukti jika tugu perbatasan sangat nyata berfungsi, hanya dalam hitungan detik  ketika mobil meninggalkan perbatasan,  gue langsung kehilangan sinyal internet. Baru nyadar beneran, kalau gue sudah berada di bumi Norwegia. Padahal Swedia masih jelas terlihat di belakang gue. Jaraknya cuma hitungan langkah. Ahhh, buat gue itu pengalaman pertama yang seru banget!IMG_0006.JPGIMG_0401.JPGSepanjang perjalanan, gue sangat menikmati pemandangan alam Norwegia. Rugi kalau harus menutup mata. Biasanya gue lumayan cepat jenuh jika terlalu lama berada di dalam mobil dan gampang diserang kantuk. Perjalanan kali ini lumayan berbeda, sepanjang jalan gue sangat menikmati pemandangan yang kami lewati. Rumah rumah kayu khas Norwegia diantara lereng bukit yang hijau, air danau, gunung gunung yang masih diselimuti salju sekalipun saat itu sudah memasuki summer, peternakan biri biri lengkap dengan suara lonceng yang diikat di leher, kelompok sapi yang sedang memakan rumput, sempurna layaknya di film film. Damai banget rasanya.

img_0413
Ketika melewati hutan, mobil kami berpapasan dengan Reindeer ini. Di hutan sekitar tempat tinggal gue, tidak ada jenis rusa seperti ini. Excited melihat mereka bebas berkeliaran di pinggir danau sekitar hutan.
FullSizeRender (17).jpg
Kawanan domba di bukit kecil nan hijau. Suara bunyi lonceng dari leher mereka membuat gue meminta suami menghentikan mobil. Namanya Road Trip ya, apa saja yang menarik perhatian pasti kami akan berhenti. 
IMG_0007.JPG
Rumah rumah kayu di lereng bukit tepi danau. Ahhh sempurna seperti cerita dongeng.

Roros adalah kota pertama yang kami singgahi, langsung cari paket internet, gatal rasanya hidup tanpa internet sekalipun holiday. Lumayan ribet proses register kartunya, si pemilik toko pake minta paspor segala, untung gue bawa. Kami memutuskan  mengisi perut di sebuah restoran Thailand, dan lanjut jalan kaki melihat kota Roros sebentar. Sekilas kota ini seperti kota mati, sedikit banget orang yang lewat. Memang sih toko toko sudah pada tutup, karena sudah pukul 5 sore waktu itu. Berasa horor karena model bangunan tua di sekitarnya. Tinggal nunggu zombienya keluar.

img_0009

img_0010
Kota Roros yang sepi.

Dari Roros kami menempuh perjalanan sekitar 4 jam ke kota Trondheim. Sesampainya di Trondheim sekitar pukul setengah sebelas malam. Berhubung memasuki awal summer, jadi pukul segitu pun masih berasa terang. Check in dan untung masih ada kamar kosong.

Paginya after breakfast, kami langsung berkunjung ke Nidaros Cathedral. Terlihat sudah banyak turis yang mengantri.

Nidaros Cathedral merupakan bangunan gereja abad pertengahan yang dibangun sekitar tahun 1066. Harga tiket seharga 79 Nok berdua suami. Taman di sekitar gereja bagus, ditata rapi lengkap dengan hamparan bunga tulip. Bangunan gereja sangat indah, baik di dalam maupun luar, arsitek bangunan gereja penuh dengan relief dan ukiran. Sayang tidak diperbolehkan menggunakan kamera. Walaupun tidak sedikit turis yang mencoba curi curi kesempatan. Setelah cukup puas mengitari gereja, kami menyempatkan melihat kota Trondheim, khususnya rumah panggung warna warni yang menjadi ciri khas kota ini.

IMG_0013.JPG
Rumah panggung warna warni

Dari Trondheim, lanjut ke kota Molde. Perjalanan kurang lebih 5 jam. Sumpah, gue suka banget kota ini. Bersih banget dan semuanya terlihat so fresh! Baik lingkungan, gedung, rumah dan toko. Uniknya sebagian besar terbuat dari kayu. Ahhh kecelah!

IMG_0014.JPG
Menikmati malam yang masih terang di kota Molde yang bersih. Suka bangunan gedung kayu di belakang gue. 

Di kota Molde, kami mencoba penginapan khas Norwegia yang disebut Hytte. Ke Norwegia sayang rasanya jika tidak mencoba penginapan Wooden House  yang terkenal ini.  Sekilas Hytte kelihatan kecil dari luar, begitu masuk berasa luas. Tipikal bangunan Skandinavialah. Dalamnya lengkap, ada dapur, kamar mandi, teras, ruang tamu, dan kamar tidur. Peralatan memasak seperti piring, gelas, sendok semuanya sudah disediakan. Sebaiknya jangan lupa membawa sprei dan sejenisnya dari rumah. Karena kebanyakan tidak tersedia. Kalau pun ada harus bayar lagi. Sebenarnya kasur bantalnya bersih, cuma ga enak aja tidur tanpa sprei dan sarung bantal.

img_0016
Seperti rumah mini ya.

fullsizerender-15Jenis Hytte bervariasi, tergantung harga. Mulai dari ukuran kecil hingga lumayan besar. Ukuran kecil biasanya nihil toilet, harus gabung dengan toilet umum.  Nah, yang ukuran sedang dan lumayan besar, sudah including toilet di dalam. Berhubung toilet ‘sesuatu’ banget, jadi kami memilih Hytte plus toilet di dalam. Harga permalam sekitar 650 Nok (harga Hytte di setiap daerah tidak selalu sama).

img_0008
 Jika kamu liburan ke Norwegia (khusus wisata alamnya), akan mudah melihat bangunan seperti ini. Mostly  dengan tanaman rumput di atapnya!

Paginya kami membuat sarapan sendiri. Gue bawa indomie, telor dan roti. Berada di dalam Hytte menurut gue unik. Serasa berada di rumah mainan. Sepertinya ahli bangunan di negara ini mampu memaksimalkan ruangan dengan luas yang terbatas.

Dari teras Hytte, kami bisa memandang laut yang di kelilingi gunung bersalju. Rasanya baru di Norwegia gue bisa melihat pemandangan seperti ini. Laut diantara gunung bersalju! Seperti iklan coklat (coklat merk apa lupa). Pokoknya cakeplah.

IMG_0015.JPG

Malam itu sekitar pukul sembilan, dan masih terang. Kami berinisiatif mengelilingi kota Molde. Dan berhenti di sebuah kawasan bernama Aker Stadium. Seperti pelabuhan. Kenapa gue bilang pelabuhan, karena lokasinya seperti berada di tepi laut,  dengan sebuah kapal besar yang sedang bergerak meninggalkan dermaga kecil.  Tapi yakin ga yakin sih beneran pelabuhan apa ga. Soalnya kalau beneran pelabuhan, gila banget deh. Cantik dan bersih sekali. Apalagi kalau harus ngebandingin dengan pelabuhan Tanjung Priok. Rasanya sirik tra la la. Mungkin tempat ini hanyalah pelabuhan main main saja. Hahahaha!

FullSizeRender (17).jpg
Tepi dermaga diantara gunung bermahkota salju. Masih terang meskipun sekitar pukul  9 malam.
IMG_0414.JPG
Sekitar dermaga. Bersih banget kan mak!

Dari kota Molde, paginya kami menuju Solsnes. Sebuah kota kecil atau tepatnya bisa dibilang desa. Dari sini kami menyeberang menuju Trollstigen. Dengan menumpang kapal ferry, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke seberang. Dalamnya nyaman dan lengkap, ada resto/cafe. Dan lagi lagi gue sangat terkesima dengan kebersihan kapal penyeberangan ini.

IMG_0018.JPG
Kapal penyeberangan dengan jarak  waktu hanya 20 menit. Besar, lengkap dan bersihnya seperti ini. Ck ck ck!

Singkat cerita, kami sampai juga di Trollstigen. Kawasan wisata alam dengan jalanan yang berkelok kelok di tebing gunung. Dari jalanan yang rendah sampai meninggi. Sungguh pemandangan yang menakjubkan. Apalagi ketika berada di ketinggian sambil melihat ke bawah, awesome!

Gunung serasa pas di depan wajah, besar banget mak! Kaya nempel di muka gue. Excited banget. Mungkin berasa besar karena mobil berada langsung melewati tebingnya. Jadi bukan melihat dari kejauhan. Di Puncak Trollstigen sudah tersedia mulai dari halaman parkir yang luas, restoran yang besar dengan arsitek bangunan yang unik, hingga jumlah toilet yang sangat banyak dan bersih. Pokoknya teratur deh.

IMG_0019.JPG

FullSizeRender (18).jpg

Dari kawasan puncak Trollstigen, kami bisa menatap view yang super bagus. Apalagi di tempat ini sudah disediakan spot khusus untuk bisa berdiri dan mengambil foto. Tangga tangganya juga kuat. Intinya kami hanya bisa berdiri ditempat yang sudah disediakan. Tulisan tanda peringatan juga jelas, yang artinya untuk area tertentu pengunjung tidak diperbolehkan berdiri.

FullSizeRender (15).jpg
Dari sini bisa menikmati keindahan Trollstigen. Bahkan tempat penatapan lain, sengaja lantai diberi kaca, dan pemandangan curam di bawah jelas terlihat. Ngeri ngeri wow sih. Suami gue ga berani, karena dia sebenarnya agak takut ketinggian.

Jadi ingat deh kalau ke danau Toba, di kota Prapat, Sumatera Utara. Begitu indahnya danau itu, tapi tempat penatapannya ga jelas dimana.  Paling harus singgah ke warung kopi di pinggir jalan atau di beberapa titik yang tidak ada pagar pembatasnya. Kalau dipikir pikir rawan kecelakaan. Dan hebatnya, meskipun tanpa pagar pembatas, sampai saat ini masih aman terkendali aja semua. Indonesia gitu. Kangen Danau Toba gue.FullSizeRender (17).jpgIMG_0020.JPG

Di sekitar halaman Parkir Trollstigen terdapat beberapa toko yang menjual souvenir. Jangan kaget jika hampir semua toko menjual boneka berwajah seram serta hidung mancung menjulur ke bawah. Sepertinya boneka ini menjadi salah satu symbol di kawasan Trollstigen. Boneka Troll, si manusia penyihir yang baik (mitosnya gitu).

IMG_0021.JPG
Pencet ah hidungnya!

Trollstigen juga memiliki restoran besar dengan arsitek yang lumayan menarik dan unik. Berdiri diantara bebatuan dan aliran air yang sangat photogenik. Yang suka photography, gue jamin Trollstigen surganya banget.

Cuma ketika berkunjung ke Trollstigen, gue lebih banyak menggunakan camera handphone. Karena waktu itu, gue belum terkena arus tegangan tinggi hobby photography.  Kamera beneran malah banyakan mengantung di tangan suami. Malas diutak atik. Kalau sekarang jangan ditanya, cepat banget korslet. Iler pun bisa gue foto 🙂

Makan siang di restoran ini untuk satu porsi menu salmon dan satu porsi menu bubur dikenakan 380 Nok.

FullSizeRender (17).jpg
Unik ya arsitek restorannya. Belum lagi berada diantara lereng gunung, bebatuan, dan aliran air. Kece!
IMG_0022.JPG
Pengen ke sini lagi.

Tujuan berikutnya adalah  Geirangerfjord. Selain Amerika Utara seperti Kanada dan Alaska, Norwegia juga memiliki Fjord yang besar dan terkenal indah. Katakanlah seperti Sognefjord sebagai Fjord terpanjang kedua di dunia. Ke Norwegia kurang sah rasanya jika tidak melihat keindahan fjordnya. Wisata alam Norwegia berarti identik dengan Fjord. Walaupun belum bisa berkunjung ke Sognefjord (terlalu jauh),  tapi kami masih bisa berkesempatan melihat Geirangerfjord. Sekilas Geirangerfjord terlihat biasa saja. Seperti sebuah danau kecil yang dikelilingi tebing bukit. Lantas apanya yang menarik?  Dan mengapa Fjord menjadi “sesuatu” yang harus dilihat ketika berwisata ke Norwegia?

IMG_0023.JPG
Geirangerfjord diantara tebing yang saling berdekatan. Meskipun tidak luas, namun kapal besar mampu melewati fjord ini. Konon kedalaman airnya menyerupai kedalaman air laut.
IMG_0004.JPG
Cantik ya

Dari info yang gue baca, kira kira gue menyimpulkan seperti ini. Mudah mudahan tidak salah. Jadi sebenarnya,  Fjord bukanlah danau, bukan teluk dan bukan pula bayFjord ada karena sebuah kejadian alam. Kejadian alam yang bukan cuma setahun atau belasan tahun, melainkan sudah jutaan tahun silam.

Fjord terbentuk akibat erosi Gletser yang super tebal, yang membentuk landscape dari beberapa jaman es, yang mampu menampung aliran air laut yang super dalam. Untuk sebagian kasus,  ciri khas Fjord bisa dilihat dari sangat dekatnya pertemuan antara tebing yang satu dengan tebing yang lain. Nyaris seperti bertemu. Salah satunya seperti Geirangerfjord ini.

FullSizeRender (19).jpg

IMG_0026.JPG

IMG_0024.JPG
Lokasi penatapan yang khusus dipersiapkan bagi turis. Bersih, rapi, dan terlihat kokoh.

Uniknya, akibat hentakan gletser yang super dasyat itu, kedalaman air Fjord mampu menyerupai kedalaman air laut. Bahkan bisa lebih dalam. Hal inilah yang mengakibatkan kapal kapal besar mampu melewati fjord yang tidak terlau luas.Fjord hanya ada di negara bersalju. Jadi negara yang tidak mengalami musim dingin, dipastikan tidak memiliki Fjord. Akan tetapi, tidak semua negara bersalju atau yang mengalami musim dingin memiliki Fjord. Hanya ada beberapa negara di dunia, salah satunya adalah Norwegia. Kejadian alam yang unik inilah, yang banyak menarik perhatian turis mengunjungi Fjord. Kurang lebih begitu yang bisa gue jelaskan.

IMG_0025.JPG
Geirangerfjord. Kecil tapi mampu menyedot wisatawan berkunjung.
FullSizeRender (18).jpg
Lihat kapal besar itu. Bandingkan dengan luas Geirangerfjord yang kecil.
IMG_0375.JPG
Sekitar Geirangerfjord.

Geirangerfjord terletak di sebuah tempat bernama Geiranger, kawasan wisata yang tidak terlalu luas, hanya terdiri dari restoran, toko souvenir dan hotel. Berkunjung ke Norwegia harus siap dengan bayar membayar yang relatif mahal.

Well, Skandinavia emang lumayan terkenal mahal disegala penjurunya, cuma pengalaman gue ketika jalan jalan di sekitar Swedia dan Denmark, tidak ada perbedaan harga yang terlalu signifikan diantara kedua negara. Berbeda dengan Norwegia, perbedaan harganya lumayan berasa. Terutama di tempat wisata seperti Geiranger Fjord. Makan berdua dengan menu dan rasa yang standard, seperti daging dan sepiring piza, dihargai sekitar 450 Nok.

IMG_0378.JPG
Cafe restoran di Geirangerfjord.
FullSizeRender (15).jpg
Toko di Geiranger.  Sekilas seperti rumah gubuk, begitu masuk, dalamnya bagus. Lihat atap bangunanya, ada rumput dan bunga bunga.  

Setelah puas berada di Geirangerfjord,  kami menuju kota Lom. Kota yang sangat unik. Gue bilang unik, karena sebagian besar hanya terdiri dari Hytte. Sepertinya kota Lom memang strategis sebagai tempat perhentian para wisatawan yang ingin bermalam dan beristirahat. Letak Hytte berada di kawasan berbukit. Sehingga bila dilihat dari jauh, seperti sebuah pemukiman dengan bentuk dan warna rumah yang seragam. The Brown Wooden House! 

FullSizeRender (18).jpg

Landscape di sekitarnya juga sadis. Gunung dan dataran yang dipenuhi bangunan Hytte. Kece topan bukan badai lagi. Ukuran hytte juga lumayan besar. Harganya sekitar 900 Nok/malam.

Sejauh yang gue lihat,  lokasi wisata alam Norwegia sebagian besar lebih menyediakan penginapan jenis Hytte daripada hotel. Sehingga tidaklah heran, jika sangat mudah melihat dan menemukan penginapan sejenis ini. Di Swedia pun sebenarnya ada, cuma ga sewowww di Norwegia.

img_0028

fullsizerender-19

IMG_0030.JPG
Lom diantara penginapan Hytte. Model dan warnanya hampir sama semua. Landscape di sekitar juga bagus.

Kenapa Hytte sangat digemari di Norwegia, alasannya sih sederhana. Ketika Spend Time Arround Nature, menginap di Hytte sangatlah tepat. Lebih sensasional ketiban di hotel. Karena selain lebih bebas, juga lebih efisien. Bisa masak sendiri, bisa kumpul satu rumah dengan anggota keluarga, bisa keluar masuk ruangan dengan cepat tanpa harus naik turun tangga atau keluar masuk lift hotel, bisa duduk santai di terasnya sambil memandang alam sekitar. Namanya juga liburan di dekat alam, pastinya pengen dong menikmati lingkungan sekitar lebih leluasa.

img_0017
Ruangan Hytte

Esoknya kami menyempatkan melihat gereja tua berumur sekitar seribu tahun, bernama Lom Church. Gereja yang sangat identik dengan budaya Viking. Gereja yang unik. Tidak seperti gereja gereja kebanyakan di Eropa. Sekilas bangunannya seperti rumah adat. Gue belum pernah melihat bangunan gereja seperti ini di Swedia. Norwegia memang terkenal dengan Stave Church,  gereja yang dibangun dengan bahan dasar kayu.

IMG_0027.JPG
Lom Church berumur hampir seribu tahun. Aroma budaya Viking masih jelas terlihat. Seperti warna dan design atap yang menyerupai sisik ular serta  kepala naga.

Begitu masuk, aroma tajam kayu lapuk sangat jelas tercium. Dinding  dan bangku kayu gereja juga sudah buram, tapi masih terurus.  Kelihatan umurnya yang mendekati seribu tahun itu.

Sehingga tidak heran beberapa kali gereja ini mengalami maintenance bangunan. Tidak sedikit penduduk kota Lom yang merantau di Amerika, menggalang dana untuk kelestarian dan ketahanan bangunan Lom Church.

Selain itu, sisa sisa keindahan lukisan di atap gereja masih bisa dilihat meskipun sudah mulai memudar. Jika kamu memperhatikan foto di atas, akan terlihat beberapa kepala naga menghiasi bagian atap gereja. Simbol yang sangat identik dengan peradaban bangsa Viking di jamannya.

Dari kota Lom kami menuju perjalanan pulang. Selama perjalanan kami melewati bongkahan salju di kiri kanan jalan. Melebihi tinggi badan gue. Semuanya serba putih. Kami serasa berada sebuah negeri langit tanpa nama. Sudah tinggi banget. Gunung rasanya sudah sejajar dengan kami. Sepi, tidak ada rumah dan bangunan lain. Sesekali kami hanya melihat rumah kayu kecil menyendiri. Ahhh seperti berada di acara liputan National Geographic. Pengalaman yang sangat mengesankan. Pengen gue ulang.

FullSizeRender (15).jpg
Ketika kami berhenti menikmati alam.
FullSizeRender (17).jpg
Jalanan pegunungan yang kiri kanannya hanya tumpukan salju mengeras. Serba putih, berasa di atas langit, tidak ada kehidupan dan bangunan. Serasa di liputan National Geographic!
FullSizeRender (15).jpg
Me! dengan tumpukan salju melebihi tinggi gue.

Sampai akhirnya kami tiba di sebuah kota kecil Lillehammer. Cuci mata sejenak, keluar masuk toko mana tau ada yang murah. Ternyata nyari yang murah dan cocok itu pun susah. Hahaha.

Di Lillehammer kami sangat susah menemukan restoran yang menyajikan menu  lengkap. Kebanyakan kebab, burger, pizza. Apa mungkin karena kami tidak memiliki waktu yang cukup, untuk bisa lebih lama mencari restoran yang lain. Tapi perasaan uda dikelilingi deh, sampai sempat menggerutu karena lapar.Menurut keterangan suami dan beberapa tetangga yang sudah pernah berlibur ke Norwegia, untuk beberapa tempat di wilayah negara ini, memang lumayan susah menemukan jenis restoran dengan menu makanan yang lengkap. Artinya menu dengan beberapa pilihan. Seperti steak daging atau steak ikan. Bukan jenis makanan siap saji seperti kebab, burger dan pizza. Ada benernya sih, kalau gue bandingkan dengan restoran di kota Mora, Swedia. Cuma kota kecil, tapi restorannya lumayan banyak. Tapi ini masih menurut guelah, jangan di generalisasi. Bisa saja secara kebetulan memang kami susah menemukan restorannya. 

Dari Lillehammer kami singgah ke rumah lilin bernama Loiten Lys. Ya ampun  gue kalap di sini sodara sodara. Gedungnya sangat besar sampai tiga lantai.  Dan isinya lilin semua! Gue nyaris kehilangan keseimbangan, untungnya cepat nyadar.

IMG_0421.JPG

IMG_0416.JPG

Baik bentuk maupun warna lilin semuanya menarik. Pun setiap ruangan temanya berbeda. Ada wedding party, dinner, segala bentuk cake, jenis jenis buah, shabby style, dan masih banyak lagi. Dan ditambah pula, setiap tema dilengkapi props seperti gelas kristal, bunga dan tissue bermotif. Pokoknya yang suka lilin rekomen banget deh.

fullsizerender-17

IMG_0341.JPG

img_0033

Dan satu lagi, Loiten Lys pun memiliki satu ruangan khusus bertema horor. Dengan ruangan yang sengaja dibuat gelap layaknya sebuah gua, dilengkapi pernak pernik lilin berbentuk tengkorak dan props horor lainnya. Ihhh..niat banget pokoknya. Keren!

IMG_0381.JPG

FullSizeRender (15).jpg

Akhirnya wisata ke Norwegia pun berakhir. Negara yang sangat meninggalkan kesan. Pemandangan alam negeri ini sungguh luar biasa. Bersih, nyaman dan sangat natural.

Suatu saat,  gue pengen kembali ke bumi Norwegia. Masih banyak tempat indah yang belum gue lihat di sini. Mengunjungi tempat yang tidak ‘biasa’ itu sensansinya menjadi ‘luar biasa’. 

Dan sampai waktunya kami pulang, menyadari jika kami sudah tiba di hutan Swedia. Terbukti dari  jejeran pinus di sepanjang jalan. Welcome Home !!!  See you in my next story.

fullsizerender-18

img_0031
Ahhhh gunung salju itu…
“Tulisan ini merupakan revisi dari tulisan sebelumnya. Segala penampakan wajah gue, mohon diabaikan. Dan semua photo hanya menggunakan camera Handphone”  

 

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com”