Makan Malam di Åkerblads Tällberg

Seperti janji gue sebelumnya kali ini gue akan bercerita tentang sebuah hotel bernama Åkerblads, salah satu dari sekian hotel besar yang ada di Tällberg. Tällberg sendiri merupakan kawasan wisata yang terkenal memiliki banyak penginapan vintage.

Kunjungan gue dan suami ke Åkerblads sebenarnya bukan untuk bermalam melainkan ingin menikmati makan malam cantik. Cieeee.

Jadi ceritanya tanggal 26 Juli yang lalu kami merayakan anniversary yang kedua. Perayaan standardlah. Pengen dinner berdua. Dan pilihan pun jatuh ke hotel Åkerblads.

“Dont judge a book by its cover”, setidaknya kalimat ini sangat tepat untuk menyadarkan gue, bahwa yang terlihat di luar dan di dalam itu bisa berbeda. Sekilas Åkerblads memang terlihat relatif sederhana. Padahal satu langkah lagi hotel ini bisa menambah koleksi deretan bintang lima di dindingnya. Bahkan raja Swedia pun pernah singgah di hotel yang terkenal dengan fine diningnya ini.

img_8812
Hotel Åkerblads. Terlihat sederhana untuk ukuran hotel berbintang
IMG_8497.JPG
Bangunan hotel paling ujung
IMG_8498.JPG
Masih dari salah satu bagian hotel Åkerblads
IMG_8496.JPG
Masih dari salah satu bagian Åkerblads

Namun dibalik kesederhanaan bangunan luarnya, hotel ini menyimpan daya tarik lain. Khususnya pecinta bangunan dan barang antik, apalagi yang punya hobby photography. Rasanya pengen motoin semua props di sekitar hotel. Mulai dari bangunan kayu berwarna merah, gerobak antik berisi bunga bunga berwarna purple, pagar kayu yang sangat rustic, bangku dan meja bergaya shabby vintage, sampai halaman hotel yang diberi selipan nuansa farmer. Fotogenik banget.

IMG_8494.JPG
Gerobak retro plus bunganya
IMG_8530.JPG
Meja dan kursi di luar hotel
IMG_8521.JPG
Halaman Åkerblads.  Adem

Åkerblads sendiri memiliki bangunan yang sangat panjang. Sehingga wajar hotel ini memiliki fasilitas yang lumayan lengkap layaknya hotel di kota besar. Seperti ruangan spa, restoran fine dining, sampai conference room.

img_8528
Åkerblads berikut pagar rustic

Sewaktu gue masuk ke lobby hotel, gue sempat mikir, kok lobbynya sempit banget. Uda gitu kesannya seperti losmen. Dan puncaknya adalah, ketika kaki melewati tangga hotel. Menurut gue sungguh terlalu. Ada suaranya. Berdenyit…..Ngik!  Hahahhaha.

img_8502
Lobby hotel yang sangat sederhana. Menurut gue tentunya. Padahal menurut suami yang mengerti  barang antik, justru interior lobby ini luar biasa.  Retro yang availabel kata dia. Hahahahha
IMG_8814.JPG
Tangga yang kalau diinjek berdenyit….Ngik!

Barulah setelah sampai di lantai dua, gue merasa sedikit ada yang berbeda. Entah apanya. Pokoknya auranya lebih enak dilihat. Padahal dinding hotel tetep terlihat tua.

img_8503
Lantai dua  sekitar restoran di hotel Åkerblads. Gue lebih suka

Sebelum masuk ke ruangan restoran, kami harus menunggu sebentar. Sedikit mengantri dari tiga pasangan di depan kami. Tidak lama sih. Cuma menunggu pegawai restoran memeriksa daftar nama nama yang sudah mereservasi meja aja. Dan setelah oke, kami pun dipersilahkan masuk.

img_8516
Ruangan fine dining
img_8511
Table

Begitu masuk, gue ga perlu waktu lama untuk langsung terpana dengan interior restoran. Rasanya kalau melihat bangunan dari luarnya, ditambah lobby hotel yang nyaris seperti losmen itu, ga nyangka aja kalau restoran di hotel Åkerblads memiliki interior ruangan seperti ini. Klasik dan elegan. Dan bernuansa romantis tentunya. Cahaya remang lampu diantara meja yang tertutup balutan bahan berwarna hijau pastel, berikut gelas, sendok dan garpu serta serbet yang di tata sedemikian. Lagi lagi standard restoran untuk sebuah fine dininglah. Cuma yang membedakannya, sempat terkecoh dengan bangunan luarnya. Dan jujur, gue memang paling suka memperhatikan interior seperti ini.

img_8513
Ruangan fine dining

Konon katanya, hotel Åkerblads adalah salah satu hotel besar di Tällberg yang memang terkenal dengan restorannya yang oke. Dan memang terbukti sih. Tidak hanya menawan di interior, makanannya pun enak. Bicara soal makanan, selalu deh kalau makan di restoran sekelas ini, beef steaknya minim sauce. Atau kalau emak gue bilang kuah kali ya. Hahahaha

img_8515
Table
img_8508
Appetizer
img_8510
Appetizer

Ya memang sih, idealnya daging dengan kualitas bagus tidak dimakan dengan sauce yang banyak, biar citra rasa asli daging lebih berasa. Tapi namanya gue, setengah udik, jadi kalao sauce tidak tumpah ruah di piring kurang puas. Kebiasan di rumah kalau masak sendiri ya gitu. Langsung main tumpahin. Hahaha

img_8509
Main food

Sehabis fine dining, kami pun berniat menilik hotel ini. Ternyata semakin gue lihat, Åkerblads memiliki style tersendiri untuk menampilkan kesan klasik yang elegan di setiap sudut ruangnya. Kalau kata suami, gue belum paham banget nilai nilai barang antik dan interiornya, jadi terkesan tidak ada yang istimewa. Contohnya seperti lobby hotel yang gue bilang mirip losmen berikut tangga yang berdenyit tadilah. Tapi menurut suami, malah interior seperti itu memperlihatkan keunggulan hotelnya. Memiliki barang antik yang available.  Nilai jualnya justru di situ. Haiiiyaaaaa.

img_8505
Foto keluarga besar pemilik Åkerblads. Sudah generasi kesekian.

Dan semakin percayalah gue, ketika melihat beberapa piagam yang bergantungan di dinding hotel. Ternyata Akerblads sudah banyak menerima penghargaan sebagai hotel terbaik.

img_8504
Piagam penghargaan yang pernah diterima hotel Åkerblads

Namun dibalik itu semua, apapun itu, gue tetap senang bisa menikmati makan malam yang indah berdua suami di tempat ini. Tack så jätte mycket min älskling!!

IMG_8495.JPG
Suka banget lihat dekornya
img_8501
Åkerblads
img_8522
Halaman Åkerblads
img_8526
Bagian belakang hotel
IMG_8527.JPG
Bangkunya pengen minta diangkut deh

IMG_8524.JPG

SORE MENJELANG MALAM di GONDOLEN

Gue lumayan sering menyelipkan review singkat (tidak terlalu detail sih) terhadap restoran, cafe, maupun hotel/penginapan yang pernah gue kunjungi di sebagian besar tulisan gue. Alasannya sih karena gue suka banget memperhatikan interior ruangan hotel maupun restoran/cafe. Termasuk pernak pernik seperti gelas dan sendok bahkan sampai bentuk serbet yang ada di atas meja. Pun makanannya, yang sebagian besar enak menurut gue (Mungkin karena ga pake acara masak sendiri di rumah..hahaha)

IMG_6540.JPG

“Nanti kita makan di Gondolen ya” setidaknya itulah kalimat yang diucapkan  suami jauh hari sebelum kami bermalam di Stockholm menuju Finlandia beberapa waktu lalu. Entah mengapa, setiap suami menyebut nama sebuah restoran, gue selalu percaya aja. Pilihan dia bisa dibilang selalu cocok cocok aja dengan gue. Dibanding gue yang lumayan cuek, urusan kaya gini memang suami lebih banyak tau. Sewaktu suami memberitahu Gondolen semacam restoran gantung dengan view yang lumayan oke, langsung dong gue bilang iyes. Karena gue paling suka melihat landscape kota (termasuk Stockholm) setidaknya dari ketinggian tertentu.

img_6545
Jembatan di Gondolen 

Restoran Eriks Gondolen berada di Stadsgården, Södermalm, Stockholm, Swedia. Dari jauh sudah terlihat bangunan restoran layaknya sebuah jembatan gantung. Biasa aja sih bentuknya. Meskipun berada di ketinggian tertentu, jangan ngebayangin Gondolen layaknya restoran fine dining di Jakarta sejenis The Sky Bar or Altitude The Plaza ya, jauhhhhh. Yang begini ini Asia uda paling topnya. Hahaha.

IMG_6525.JPG
Sambil minum melihat view kota Stockholm dari Gondolen

Bahkan sampai kami tiba di Gondolen, kesan pertama yang gue lihat adalah suasana crowded serta penampakan beberapa sudut tempat yang kurang rapi. Tapi memang, keunggulan Gondolen terletak pada view menawan kota Stockholm yang bisa dilihat dari jembatannya. Cuma lantai jembatannya kurang enak dilihat. Terkesan tidak terawat.

Apa karena terlalu banyak orang yang silih berganti berdatangan ga ngerti juga. Apalagi yang gue lihat, sepertinya tidak sedikit yang datang hanya untuk menikmati keindahan kota Stockholm plus foto foto doang. Di jembatan juga sengaja disediakan beberapa sofa dan meja tinggi. Bahkan lengkap dengan selimut. Kalau mau romantis romantisan juga boleh. Tidak ada yang melarang. Hahahaha.

img_6529
Restoran Gondolen
img_6531
Meja plus pernak perniknya
img_6534
Appetizer
img_6535
Main Food
img_6537
Main food
img_6533
Dessert

Untuk restoran utamanya sendiri terletak pas di lantai bawah jembatan. Ketika masuk ke dalam, terlihat jauh sekali perbedaannya. Tenang, elegan, dan nyaris tidak ada yang ketawa dan bicara keras seperti di cafe atasnya. Makanannya gue akui enak. Ya standard restoran di level yang samalah. Ga beda jauh.

Selain memiliki view yang indah, restoran Gondolen juga dikenal dengan interior ruangan yang dipenuhi kursi kursi retro di setiap mejanya. Gondolen menjadi hiburan kami, di saat sore menjelang malam kala itu. Sambil melihat keindahan kota Stockholm tentunya.  Anda boleh mencoba.

img_6526
Di luar restoran. Gelasnya lucu lucu seram  ya
img_6518
Sajian wajah kota Stockholm dari Gondolen
img_6522
Sajian wajah kota Stockholm dari Gondolen
img_6520
Sajian wajah kota Stockholm dari Gondolen
img_6544
Yang lumayan kedinginan. Anginnya itu lohhh

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

See you in my next story