Natal dan Penghujung Tahun

Meskipun natal sudah berlalu, tidak ada salahnya saya mengucapkan Selamat Natal bagi semua teman pembaca yang turut merayakan. Seperti biasa, saya selalu mengupayakan menulis cerita natal dan akhir tahun sebagai bentuk luapan perasaan saya menghabiskan keseharian di negeri orang dalam kurun waktu satu tahun.

IMG_5150.jpeg

IMG_4582

Sejujurnya semakin lama keriaan perayaan natal yang saya rasakan di Swedia tak lagi terlalu luar biasa. Dari tahun ke tahun hampir sama saja rasanya. Bahkan tahun ini, saya sudah wanti wanti ke suami agar kami tidak membeli makanan natal terlalu banyak.

IMG_3573.jpeg

IMG_4849.jpeg

Tahun ini saya membuat kue kering yang lumayan komplit. Entah mengapa lagi rindu merasakan kue kering layaknya di tanah air. Seperti putri salju, semprit, kue spekuk, nastar dan kastengel. Dan saya tidak menyangka jika kue kering jadul yang saya bikin lumayan disukai suami dan beberapa tetangga. Terutama putri salju. Mungkin karena ada campuran almond dan taburan tepung gulanya. Jadi cocok dengan lidah mereka. Dan kebetulan kerabat saya yang tinggal di Dalarna juga berkunjung di tanggal 26 Desember lalu. Jadi stok kue yang saya bikin sangat mencukupi untuk dijadikan cemilan.

Seperti biasa setiap malam natal, saya dan suami selalu tukaran kado. Dan sejauh ini, kado yang kami peroleh adalah barang yang diperlukan. Saya memberi suami jam tangan karena jam tangan yang sehari hari dia pakai sudah sering bermasalah. Batrenya cepat soak. Saya berinisiatif membeli yang baru. Sedangkan saya sendiri langsung menodong suami untuk membeli mesin food processor karena mesin yang biasa saya pakai sudah terlalu tua (peninggalan mertua) dan cepat banget panas. Dengan kata lain, mesin ini benar benar saya butuhkan untuk mempermudah pekerjaan masak memasak. Terutama jika membuat bakso yang lebih dari setengah kilogram. Dan begitu sampai di rumah, langsung saya buka sekitar satu minggu sebelum natal tiba. Hahaha.

IMG_5135.jpeg

IMG_5123

Sedangkan kado natal lain yang sifatnya hanya untuk meramai ramaikan saja adalah shampo, sabun, body butter, kaos kaki dan printilan lain yang memang kami wajib pakai.

IMG_4488

IMG_4569.jpeg

Sejujurnya ada perasaan kurang spirit menghadapi natal tahun ini. Apa alasannya saya juga kurang tahu. Apa karena saya merasa kondisi setiap tahunnya begitu lagi dan begitu lagi. Meskipun begitu saya tetap melaksanakan kegiatan kegiatan yang biasa saya lakukan menjelang natal. Menghias pohon natal, bikin christmas cake, bantuin suami nyiapin makanan natal, dekor rumah dan sejenisnyalah. Dan tetap menjalankan hobby photography saya. Motoin pernak pernik natal di rumah.

IMG_5314.jpeg
Cake ini biasanya sellau saya buat di setiap perayan natal. English Fruits Cake

Tahun ini natal yang saya lewati benar benar white christmas. Salju sudah sangat tebal dan matahari bersinar sangat cerah. Jadi benar benar cantik banget. Putihnya sangat memantul manjaaaahhhh.

IMG_5512

IMG_5505.jpg

Setiap tahun adalah berkat buat saya dan keluarga. Saya bersyukur bisa melalui tahun 2018 dengan segala suka duka. Saya berkesempatan bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar saya di Indonesia.

IMG_3517

Saya juga kembali menjalin silaturahmi yang sempat terputus dengan kerabat saya. Kembali saling mengunjungi seperti dulu kala. Bisa saling memberi kebahagian dan penghiburan dibalik duka yang melanda. Dan rencananya, kami akan menghabiskan waktu bersama di acara pergantian tahun. Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan dan panjang umur kepada kami. Diberi kesempatan menyambut dan menempuh kehidupan di tahun 2019 dan seterusnya. Doa yang sama saya juga panjatkan ke kalian semua. Selamat menyambut Tahun Baru 2019! 

IMG_3577.jpeg

IMG_4573.jpeg

Julmarknad di Swedia (Pasar Musiman Menjelang Natal Tiba)

Khusus di bulan Desember, sebagian besar negara barat biasanya mulai diramaikan dengan berbagai kegiatan pasar musiman Christmas Market (Julmarknad). Tak terkecuali di Swedia pasar ini mulai ramai di minggu minggu adven. Bahkan sebelum memasuki minggu adven pun beberapa tempat sudah melakukan kegiatan christmas market. Salah satunya seperti di desa tempat gue tinggal. Satu minggu sebelum minggu pertama adven, kegiatan christmas market sudah dilakukan.

Gue lumayan suka mengunjungi christmas market. Sekalipun cuma diadakan di desa kecil dan tidak semeriah di kota besar tapi suasana cristmasnya langsung ngena di hati. Feelnya dapat.

Padahal jauh dari kesan gemerlap dan lampu lampu. Melihat ranting pinus digeletakin begitu saja rasanya natal sudah terwakili. Belum lagi cahaya lilin serta perlengkapan ember kayu antik di sekitarnya langsung melambungkan khayal akan cerita dongeng dan drama natal di film klasik. Autentik sekali.

IMG_4471.JPG

Apalagi barang barang yang dijual masih bertahan dengan model hiasan natal tempo doloe. Dan sebagian besar merupakan barang handmade yang dihasilkan oleh tangan tangan terampil wanita wanita sepuh desa. Dan semuanya lucu lucu.

Meskipun barang handmade harganya juga relatif murah. Bahkan ada yang sangat sangat murah. Sepertinya kegiatan christmas market di desa gue mengejar keuntungan besar bukanlah sebuah prioritas. Melainkan lebih melestarikan tradisi yang sudah berlangsung dari jaman ke jaman. Apalagi dengan adanya kegiatan musiman ini membuka peluang bagi mereka bisa berkumpul dan mengobrol satu sama lain.

Selain handmade, barang non handmade juga ada. Mulai dari titipan orang (minta bantu dijualkan) atau stok barang yang belum laku. Bahkan barang barang yang sudah tidak dipakai lagi atau secondhand juga ada. Itulah mengapa harganya relatif murah.

Berikut di bawah adalah sebagian barang barang yang dijual. Mulai dari bantal handmade, kaos kaki handmade, pernak pernik natal, candleholder sampai patung patung trolls ukuran kecil. Lucu lucu!

IMG_4564.JPG

Meskipun bertajuk christmas market bukan berarti barang yang dijual pernak pernik natal semata. Apa saja boleh. Bisa cookies, roti, aksesoris, karpet tenun. Khusus barang second hand kualitasnya masih terlihat bagus. Sempat sih kepikiran pengen bergabung di acara seperti ini tahun depan karena mengingat banyaknya barang barang yang tidak terpakai di rumah gue.

IMG_0436
Gue suka banget patung patung imut kayak gini. Lucu yak!

Tapi herannya setiap mengunjungi christmas market seperti ini ada saja yang gue beli. Padahal kalau dipikir pikir di rumah juga banyak. Rasa rasanya barang di pasar natal seperti ini kok ya terlihat lebih menarik dibanding pernak pernik antik peninggalan mendiang mertua di rumah.

Biasanya yang suka membuat gue kalap itu adalah printilan printilan kecil seperti candle, santa, atau pernak pernik yang terlihat lucu. Apalagi kualitas barang yang dijual rata rata handmade kan. Dan harganya murah pula.

img_4562
Barang barang yang dijual.
IMG_4565.JPG
Karpet Tenun. Ga tertarik karena di rumah juga banyak ga kepakai. Hahaha

Nah, kemaren gue berhasil memboyong beberapa printilan yang gue suka. Harganya juga membuat takjub. Kebetulan ada satu meja yang khusus menjual candle holders handmade. Hasil kerja tangan seorang wanita yang kebetulan khusus datang dari kota untuk meramaikan kegiatan cristmas market.

IMG_4563

Gue terkesima melihat hasil kerjanya. Rapi banget. Padahal masih muda tapi sudah punya keahlian seperti itu. Mulai dari patung santa, trolls, tempat lilin, semuanya cakep cekep. Harga cuma 60 SEK untuk satu candle holders. Dan dagangan dia laris manis. Lumayan banyak yang beli. Contohnya seperti gambar di bawah.

IMG_4576.JPG
Candle holders berhasil dibawa pulang. Satunya 60 Sek

Gue juga nemu sebuah patung nenek tua berkacamata yang sedang duduk di bangku. Harganya? cuma 10 Sek.  Aduh itu si nenek lucu banget deh. Seperti grandma di kartun disney gitu. Dan bangkunya itu loh yang buat ga nahan.

IMG_4572
Ahhhh…si grandma ini lucu sekali. Bangkunya juga ga nahan. Langsung kebayang grandma di kartun disney kan. Hahaha.

IMG_0430.jpg

Di bagian lain nemu pedagang pernak pernik tomte (santa versi Swedia). Ohh my God! tomtenya pengen gue tempelin di ketiak. Hahaha. Empuk banget dipegang.  Berbahan rajutan dan rajutannya rapi pula. Dikerjai sendiri oleh penjualnya. Ngiri rasanya pengen bisa bikin kaya gituan. Tadinya mau ambil satu doang tapi ga boleh. Karena sepaket. Ada bapak, ibu dan anaknya. Hahhahaha. Untuk tiga santa dihargai 30 Sek. Duh murahnya!

Ada juga sleepers wool handmade. Harganya sekitar 150 Sek. Nyaman banget dipakai di kaki. Dan sudah pasti hangat ya. Ketika gue nawar malah diketawain ama suami dan si penjual. Jangan ditawar lagi katanya. Karena ngebuatnya aja uda ribet banget. Harga 150 Sek  termasuk murah jika harus dibeli di toko handmade. Mahalnya bisa dua atau tiga kali lipat.

Nah, di meja lain ada yang menjual stok barang dagangan yang belum laku dari taon kapan. Nemulah sarung tangan yang lagi lagi berbahan rajutan. Handmade juga. Cuma 50 sek. Ooalaaaa mana warnanya gue suka. Bermotif christmas gitu. Langsung tarik mangggg.

Selain itu ada juga beberapa tempat lilin berukuran mungil. Cuma 10 Sek. Terbuat dari besi. Ada lima buah tempat lilin dengan model dan warna yang sama. Pengen gue beli semua. Tapi buat apa jika model dan warnanya sama *Baguslah ya masih sempat waras*

Itulah enaknya kalau mengunjungi pasar natal di desa kecil. Rata rata yang jualan uda pada sepuh. Dan mereka ini memang jago banget kan urusan kerajinan tangan. Dan uang bukan segalanya lagi buat mereka. Bisa ikut di kegiatan semacam ini uda cukup menyenangkan mereka.

Berikut barang barang yang berhasil gue bawa pulang. Cekidot! Hahahha

img_4567
Tempat lilin dari kayu ini antik dan unik. Suami bilang coba aja bongkar gudang, pasti ada tempat lilin mirip mirip kaya gini. Dan seperti biasa gue pasti tidak terlalu interest. Giliran ada yang jual aja selalu tertarik. Rumput tetangga selalu lebih hijau kan ya. Haha
IMG_4546.JPG
Tomte Family. Imut kan mereka. Rajutan tangan. Cuma 30 Sek!  Sekitar 50 ribu rupiah doang. Imutna kalian nak! 
IMG_4568.JPG
Ahhhh unyuuu sekali mereka ini.
img_4569
Sleepers dari wool. Modelnya cute, hangat dan nyaman banget di kaki. Kebayangkan sleepers ini dikerjakan mulai dari bahan wool sampai bisa menjadi sepatu gini. Lop lop deh
FullSizeRender.jpg
Sukaaakkk
img_4575-1
Sarung tangan seharga 50 Sek. Rajutan tangan.
IMG_4573.JPG
Tempat lilin seharga 10 Sek atau cuma 18 ribu rupiah. Padahal holdernya dari besi loh.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin penulis”