Mengenal Hidangan Khas Natal di Swedia

Meskipun memegang predikat sebagai negara maju, Swedia tetap setia dengan beberapa tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini. Termasuk penyajian berbagai jenis makanan tradisional yang disajikan di saat natal.

Bahkan sebulan sebelum natal tiba, berbagai jenis makanan natal sudah dapat dinikmati di restoran yang mengadakan Julbord.

IMG_8793.JPG

Sebenarnya makanan natal di Swedia sebagian besar dapat ditemukan dan disantap di hari biasa. Bedanya di saat natal makanan yang banyak tersebut disajikan sekaligus dan bersamaan. Jenisnya lumayan beragam tergantung keluarga mau menyajikan lengkap atau seadanya saja.

Apalagi jika bukan keluarga besar seperti kami (gue dan suami), biasanya cukup menyajikan menu yang paling utama saja (baca yang paling hits hahaha). Dan umumnya semua jenis makanan ini dapat dibeli di supermarket dalam keadaan siap saji. Jadi sebagian tinggal dimasukin oven atau microwave. Tapi bagi sebagian orang ada saja yang membeli bahan mentah dan mengolah sendiri di rumah. Termasuklah gue dan suami. Sebagian besar makanan kami olah sendiri. Selain lebih fresh, pun kegiatan menyambut natal jadi lebih berasa.

IMG_2711

fullsizerender

Berikut beberapa jenis makanan natal di Swedia yang lumayan sering disajikan di atas meja.

1. JULSKINKA (SKINKA)

Salah satu makanan khas natal yang paling terkenal (ngehits) di Swedia dan rasa rasanya wajib ada di setiap rumah adalah Julskinka (Skinka). Pork berbentuk bulat memanjang dengan ukuran yang lumayan besar. Julskinka memiliki tekstur daging yang lembut dan gurih, karena diambil dari bagian paha atas. IMG_2579

Umumnya skinka yang dijual di supermarket sudah melalui proses brine (penggaraman dengan air) selama beberapa hari. Jadi ketika dibeli di supermarket tinggal direbus saja. Malah tak sedikit yang dijual dalam kondisi sudah matang direbus.

Proses memasak julskinka bisa dibilang sangat sederhana tapi harus teliti dan hati hati. Apalagi menyangkut tingkat kematangan dagingnya. Karena daging dimasak dalam ukuran lumayan besar. Julskinka direbus di dalam air yang sudah dicampur dengan bawang bombay dan wortel. Sangatlah penting memperhatikan suhu air ketika merebus daging. Disarankan agar menggunakan termometer suhu. Perubahan suhu di dalam daging perlahan lahan bisa dilihat melalui termometer. IMG_2713

Jika suhu termometer sudah berada diantara 72 sampai 80 derajat celcius, barulah daging bisa dikatakan matang. Waktu yang kita perlukan sekitar tiga jam untuk sampai di suhu ini.

Julskinka biasanya dimasak sebelum tanggal 24 Desember atau tepatnya di tanggal 23 Desember. Jadi ada waktu untuk mendinginkan daging dalam waktu sehari. Konon tekstur dan rasa daging akan menjadi lebih enak. Bisa dibuat di dalam kulkas atau di ruangan bersuhu rendah.

IMG_8750.JPG

Esok harinya barulah kulit Skinka diberi lapisan yang terdiri dari campuran kuning telur dan Senap atau mustard. Lalu diberi taburan Ströbröd atau Bread Crumbs. Agar tampilannya lebih bagus, biasanya permukaan ditusuk butiran cengkeh. Kemudian di panggang di dalam oven kurang lebih 20 menit. Rasanya? Gurih dan enak pastinya. Selain sebagai Plat Principal, julskinka juga disantap melengkapi roti natal beraroma kanel atau cinnamon.

2. KÖTTBULLAR (SWEDISH MEATBALLS)

Rasanya warga Swedia tidak ada yang tidak mengenal bakso ini. Dan tentunya menjadi salah satu menu yang familiar di saat natal. Terbuat dari daging sapi yang sudah digiling, dicampur dengar telur, bread crumbs, sedikit krim, merica dan irisan bawang bombay yang sebelumnya sudah ditumis dengan butter. Kemudian dibentuk bola bola dan ditumis dengan butter sampai matang.

fullsizerender

IMG_8801.JPG

Kalau gue lebih sering menggunakan daging moose atau elk, karena stok daging ini lumayan banyak di freezer (dari hasil berburu). Rasanya jauh lebih enak.

Jika di hari biasa warga Swedia menyantap köttbullar/meatballs selalu sepaket dengan taburan saos melimpah plus selai Lingonberry, berbeda halnya dikala natal. Swedish Meatballs disajikan apa adanya. Tanpa embel embel saos dan selai. Kenapa? Karena meatballs dinikmati sepiring dengan manu natal lain yang notabene sudah mengandung banyak krim.

3. LAX  (SALMON)

Salmon juga salah satu menu favorite di acara natal. Khusus di saat natal penyajian salmon sedikit berbeda. Disajikan dalam ukuran yang besar. Jadi tidak seperti salmon yang biasa dimakan sehari hari dengan potongan size kecil.

Ada Smoke Salmon dan ada juga steam salmon. Gue lebih sering menyajikan salmon panggang dengan campuran bumbu sederhana yang terdiri dari perasan lemon, garam, dill, paprika lada bubuk, serta sedikit potongan butter. Rasanya sudah diakui oleh suami dan tetangga gue.

IMG_8797 (1).JPG

Ada juga Gravadlax yaitu daging salmon yang dicampur dengan garam dan beberapa rempah seperti merica dan dill, kemudian ditekan sekuat mungkin menggunakan alat berat dengan tujuan agar air di dalam salmon keluar dan garam cepat menyerap ke dalam. Dan biasanya salmon dibiarkan kurang lebih seminggu tanpa dimasak. Kemudian ketika hendak disajikan, daging salmon diiris tipis tipis. Mirip salmon sushi.

4. SILTA

Silta dulunya berasal dari potongan potongan pork berukuran kecil yang umumnya merupakan sisa daging yang nyaris tak terpakai tapi sayang untuk dibuang. Misalnya ketika kita memotong ternak, kadang ada bagian daging yang tersisa dan melekat di tulang. Bagian inilah yang digunakan untuk membuat Silta.

IMG_8798.JPG

Namun di jaman modern sekarang, kadang  daging utuh malah sengaja dipotong kecil kecil untuk menghasilkan Silta. Biasanya potongan daging dicampur dengan Gelatin dan rempah cengkeh yang sudah dicincang kasar. Lalu didingankan. Seperti membuat puding agar agar . Aromanya sangat khas. Karena mengandung gelatin, jadi berasa sedikit kenyal dan dingin di mulut. Tidak hanya pork, jaman sekarang silta bisa juga dibuat dari irisan daging sapi.

 5. JANSONS FRESTELSE

Ini dia menu natal yang sama hitsnya dengan Skinka. Wajib ada. Bahan utamanya adalah  kentang yang di potong memanjang seperti french fries junckfood. Kemudian dicampur dengan krim dan irisan bawang bombay. Untuk membuat aroma lebih khas biasanya di tambahkan Ansjovis, sejenis ikan Sill yang berukuran kecil yang dapat dibeli dalam kemasan kaleng. Dan terakhir dipanggang di dalam oven. Ini menu kesukaan gue banget. Leker!

6. SILL

Sill merupakan jenis ikan tradisional yang sangat disukai warga Swedia (terutama warga lokalnya). Menurut gue baunya kurang sedap di hidung. Tapi disuruh nyium ikan asin oke oke saja. Hahahaha.

Sill diasinkan dalam waktu yang lama. Ini yang membuat gue berasa geli, layaknya suami gue geli jika melihat ikan asin.

Prosesnya dengan cara mencampur ikan ke dalam air yang sudah diberi garam. Kemudian dibiarkan kurang lebih satu minggu. Tahap selanjutnya ikan diangkat dan diletakin di wadah, lalu disiram dengan air cuka. Tujuannya agar ikan bener bener bersih dari bakteri.

Barulah dibiarkan di dalam kulkas kurang lebih dua hari. Setelah itu sill sudah bisa dikomsumsi. Jangankan di saat natal, di hari biasa pun olahan ikan ini sering disantap. Biasanya sill dimakan bersama Smörgås (Open sandwich ala Swedia). Tapi entah mengapa, ketika Sill berukuran kecil dicampur ke olahan Jansons Frestelse, gue malah ga jijik. Aya aya wae.

7. RÖDBETSSALLAD

Ini merupakan salad favorit gue. Rasanya legit dan asam. Terbuat dari mayones dan irisan bit, sejenis umbian berwarna violet tua cenderung kemerahan.

IMG_2754

8. RÖDKÅL

Daun kol berwarna merah yang biasanya ditumis bersamaan dengan Russin/raisin/kismis, ditambah Ljus Sirap/Light Syrup (sejenis gula sirup) dan air kaldu dari sisa rebusan Julskinka.

IMG_8795.JPG

9. GOBBRÖRA

Makanan ini juga lumayan banyak ditemukan di saat natal. Terbuat dari Gräddfil yaitu sejenis Sour CreamDill dan Ansjovois (ikan sill dalam ukuran kecil). Ketiganya diaduk memakai tangan dengan tempo yang cepat. Lalu ditambahkan dengan irisan telur dan kentang rebus serta bawang merah. Baru diaduk pelan pelan.

IMG_8789.JPG

10. SOSIS

Kalau ini sepertinya sudah tidak asing ya, cukup membeli di supermarket. Dan di rumah tinggal ditumis dengan butter.

IMG_8800.JPG

11. ÄGGHALVOR (HALF EGG)

Telur yang sangat famous dikala natal ini sangat gampang membuatnya. Bentuknya simpel tapi sangat menarik. Terbuat dari telur rebus kemudian kulitnya dibuang dan dibagi menjadi dua bagian (makanya disebut Ägghalvor/Halfegg). 

Permukaan telur diberi mayones, Räkor (sejenis udang) dan Kaviar. Untuk menambah aroma biasanya ditambahkan daun Dill segar. Tapi jika mau dibuat varian lain juga boleh. Mayones yang digunakan sedikit memiliki aroma rempah dan senap/mustard.IMG_2720

12. JULMUST

Minuman musiman yang tidak setiap saat bisa dibeli. Hanya di bulan tertentu saja. Julmust sejenis softdrink yang sangat famous di Swedia dikala natal. Mirip cola tapi tak sama. Must memiliki rasa dan aroma yang khas. Konon selain gula dan carbonated water, ada kandungan rempah/spices di dalam minuman ini.

fullsizerender-10

Julmust mulai banyak dijual di bulan Nopember dan Desember. Selain itu, Must juga dijual menjelang Paskah. Rasanya sama aja sih, cuma beda di warna kemasan dan nama saja. Di saat Paskah dinamai Påskmust, dengan label kemasan berwarna kuning. Intinya minuman ini menjadi minuman pelengkap di saat natal dan Paskah.

 13. GLÖGG

Minuman lain yang tak kalah digemari di saat natal adalah Glögg. Minuman Red Wine dengan kandungan alkohol maupun non alkohol. Glögg sedikit berbeda dengan minuman red wine biasa, karena diramu dengan berbagai jenis rempah, seperti Cinnamon Stick (kayu manis), Star Anise, biji cengkeh dll. Namun Glögg banyak juga tersedia di toko minuman dan tinggal beli saja. Biasanya sebelum diminum, Glögg harus dihangatkan terlebih dahulu. Lalu dicampur dengan biji almond dan raisin.

IMG_8806.JPG
Glögg dan gelas kecil berikut almond dan raisin.

Ada sedikit sensasi ketika meminum Glögg. Selain aroma rempahnya, campuran almond dan raisin memang pas dengan minuman ini. Di mulut ada yang dikunyah gitulah. Glögg biasanya diminum di dalam gelas berukuran kecil atau tidak terlalu besar.

14. KNÄCK

Selain coklat, knäck merupakan permen tradisional yang biasa disajikan sebagai cemilan dikala natal. Berbahan dasar gula pasir, Ljus Sirap/Light Syrup (Sirup Gula), heavy cream, dimasak hingga mengental dengan konsistensi menyerupai karamel. Lalu ditambahkan almond cincang. Uniknya permen ini tidak dibungkus plastik melainkan langsung dituang ke dalam cetakan kertas kecil (seperti mini cup).

Biasanya menjelang natal, knäck lumayan banyak dijual di pasar natal tradisional. Rasanya manis, gurih dan kenyal di mulut. Gue sukaaaaa banget permen ini. Setiap tahun wajib gue bikin. Bahkan kadang sebelum natal tiba, knäck sudah habis gue makan. Termasuk suami tentunya. Hahaha.

IMG_2792.jpg

Sebenarnya masih ada jenis makanan lainnya tapi gue cuma bisa menjelaskan yang kebetulan kami hidangkan di saat natal. Dan memang jenis makanan ini yang paling umum disajikan. Selain roti, keju juga menjadi pelengkap penting di saat natal. Biasanya menjelang natal, keju Holland dengan bungkus plastik berwarna merah menjadi keju sejuta umat. Banyak dijual soalnya. Pelengkap roti/smörgås atau makanan lainnya.

img_8860
Smörgås,  tidak hanya di saat natal, di hari biasa pun menjadi santapan yang sering dimakan. Bedanya di saat natal smörgås wajib diberi  irisan Julskinka. Baru kalau mau ditambahkan yang lain  silahkan. Sesuai selera. 

Barangkali negara barat lain memiliki menu yang sama? Gue kurang tau pasti. Yang jelas seperti itulah jenis makanan dan minuman natal yang biasa disajikan di Swedia.

See you in my next story.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

“Semua foto di dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi ajheris.

Jumat Sore di M/S Waxholm III

Setiap tahun rasanya wajib buat gue dan suami menikmati berbagai jenis menu tradisional yang disajikan secara prasmanan di jamuan Julbord (Christmas Table). Untuk lebih jelasnya, silahkan baca di sini mengenai tradisi Julbord di Swedia. 

Kali ini kami mencoba menikmati Julbord dengan suasana yang sedikit berbeda. Di kota Stockholm, tepatnya di sebuah restoran kapal. Sengaja memilih kota ini karena berdua suami ingin melewati indahnya weekend di Stockholm. Dengan asumsi menjelang perayaan natal pasti banyak ornamen natalnya. Jadi sambil menikmati sajian Julbord sekaligus melihat semarak kota dan sekitarnya. Maklumlah anak desa 🙂

Sebenarnya kami ingin menikmati Julbord di malam hari. Berhubung penuh akhirnya suami membooking meja untuk pukul 2 siang. Dan setelah dipikir pikir waktunya lumayan cocok. Karena bisa menikmati keindahan Stockholm  baik di saat terang maupun gelap. Buat gue, melihat gemerlap lampu di saat winter sangatlah tepat. Kilaunya setajam silet. Syeettttttt!!

img_7650
Table Decoration

Ada beberapa kapal yang mengadakan acara Julbord hari itu. Tapi kami memutuskan memilih M/S Waxholm III. Kapal yang tidak terlalu besar tapi lumayan nyaman. Tepat pukul 2 siang kami masuk ke dalam kapal. Ketika pegawai memperlihatkan meja, senang sekali rasanya. Karena dari sekian meja yang ada, gue dan suami dipilihkan meja yang hanya untuk kami berdua. Tidak gabung dengan orang lain. Dan letaknya juga paling pojok. Wah…ini area yang lumayan cocok untuk melancarkan aksi foto foto tanpa rasa gusar. Tau aja kalau gue punya niat mulia. Setidaknya privacy sedikit terlindungi. Maaf…….ini penting banget soalnya. Hahaha.

Kalau ga salah ada sekitar 15 sampai 20 menit kami menunggu sampai kapal bergerak meninggalkan dermaga. Lumayan lapar sih karena sebelumnya kami sengaja tidak makan siang. Biar puas menikmati menunyalah. Sebelum kapal bergerak, gue menyempatkan waktu untuk mengambil  beberapa foto ala photographer nyasar. Haseeek…lumayan buat pamerin di blog.

IMG_7654.JPG

IMG_7651.JPG

Seperti yang pernah gue tulis sebelumnya ketika berada di Julbord, disarankan terlebih dahulu menyantap menu olahan ikan. Tidak terkecuali dengan Julbord di Waxholm III. Setiap meja sengaja diberi catatan kecil berisi aturan menyantap menu Julbord yang ideal itu seperti apa. Dimulai dan ditutup dengan jenis makanan apa saja.  Mengapa disarankan demikian, gue sudah jelasin di tulisan sebelumnya.

img_7708
Catatan kecil di meja tentang cara ideal memulai santapan menu Julbord. Dimulai dari jenis ikan bernama Sill.

M/S Waxholm III mengenakan harga sekitar 750 Sek perorang. Tapi worth it dengan kepuasan batin yang didapat. Setidaknya buat kami berdua, gue dan suami. Sebelum menyantap menu, kami diberi suguhan Glögg (minuman tradisional natal yang bercitra rasa dan beraroma rempah, berisi kacang almond dan russin).

img_7652
Minuman khas natal Glögg

Dan tidak lama satu persatu menu Julbord dengan manis meluncur di mulut. Enak. Sesekali melihat view di luar kapal. Meskipun masih terbilang sore, suasana di luar sudah terlihat gelap. Kilau lampu merubah Stockholm terlihat semakin cantik.

img_7653
Menu olahan ikan. Ini enak banget
img_7655
Menu olahan daging, plus salad dan kentang
img_7656
Menu olahan daging

Secara keseluruhan menu yang disajikan memang enak. Terutama olahan ikannya. Biasanya gue hanya memilih olahan ikan salmon, tapi kali ini jenis ikan lain pun gue coba. Dan itu gue akui memang enak. Tapi ada beberapa menu yang masih kalah rasa, jika gue bandingkan dengan restoran yang sudah pernah kami coba sebelumnya. Untuk dessert, M/S Waxholm III memang menampilkan berbagai jenis cake, coklat, puding dalam banyak varian. Meskipun tidak semuanya bercitra rasa sempurna.

IMG_7657.JPG
Desserts

Tapi yang jelas, kami sangat menikmati waktu di dalam kapal. Makan enak sambil melihat keindahan Stockolm di saat winter. Buat penikmat makanan non halal, quality time seperti ini bisa menjadi pilihan ketika berada di Stockholm, khususnya di bulan Desember. Jika ingin melihat dan menikmati berbagai jenis makanan tradisional Swedia dalam waktu yang bersamaan, datanglah ke Julbord.  Apalagi diadakan di kapal seperti M/S Waxholm ini, tentu memberi nuansa hiburan yang sedikit berbeda. See you in my next story.

img_7662
View di luar kapal
IMG_7661.JPG
View di luar kapal
img_7658
View di luar kapal

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.comDilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”

“Julbord” (Tradisi Makan Kenyang di Bulan Desember)

Di Indonesia perayaan hari raya besar keagamaan pastilah identik dengan makanan khas masing masing. Sebut saja seperti ketupat dan makanan bersantan di saat lebaran. Atau seperti keluarga gue misalnya, di saat natal selalu menyediakan ikan mas arsik atau kembang loyang.

Tapi umumnya penyediaan makanan tersebut terbatas hanya di rumah. Rasanya gue belum pernah melihat ada restoran yang dengan sengaja menjual makanan khusus khas natal atau lebaran yang digelar dan bisa temui di banyak restoran hampir sebulan penuh. 

IMG_0246.jpg

IMG_0242.jpg
View dari sebuah kapal di Stockholm yang mengadakan jamuan Julbord.

Di Swedia tepatnya di minggu minggu adven, ada semacam kebiasaan atau tradisi dimana berbagai restoran di negara ini dengan sengaja membuat pengumuman atau iklan, baik di website maupun koran yang isinya memberitahu jika mereka akan mengadakan  Julbord. 

fullsizerender-11
Salah satu restoran di kota Rättvik yang mengadakan jamuan Julbord

Julbord sendiri bisa diartikan sebagai Jamuan Meja Natal (Christmas Table). Terdiri dari berbagai macam makanan yang disajikan secara bersamaan dengan sistem prasmanan. Sebagian besar restoran masih bertahan dengan penyajian menu Swedish Traditional Food.  Meskipun beberapa restoran oriental dan eropa timur juga suka mengadakan Julbord dengan menu khas masing masing.

Tapi yang jelas konsep Julbord sendiri pada awalnya selalu berkiblat pada menu menu yang terdiri dari Swedish Traditional Food. Dan pastinya christmas table di dalam tulisan ini  pun mengacu pada  menu menu tradisional versi Swedia.

IMG_5657.JPG

Biasanya yang mengadakan Julbord adalah restoran restoran yang lumayan besar. Tentu saja dengan harga yang bervariasi. IKEA sebagai salah satu retail besar di Swedia juga tidak ketinggalan ambil bagian dalam tradisi ini. Cuma memang menunya lebih simple dan sederhana. Harga juga relatif lebih murah. Kualitas rasa juga relatif standard. Ini sih gue tau dari suami, tetangga dan beberapa orang yang gue kenal dan sudah pernah mencoba Julbord IKEA. Gue sendiri belum pernah mencoba. Tapi kembali ke selera masing masing lagi.

Setiap tahun bisanya gue dan suami mengunjungi Julbord. Karena suami gue penggemar berat makanan makanan yang disajikan. Dari beberapa restoran yang kami datangi, rata rata membuka harga dikisaran 500 Sek sampai 750 Sek per orang. Lumayan mahal memang. Tapi kualitas rasa relatif memuaskan. Dan tentu saja jenis makanan yang disajikan pun terbilang lengkap.

IMG_0245

Julbord menggunakan konsep All You Can Eat dengan jenis hidangan yang beraneka ragam dan menarik. Pengaturan ruangan sampai penataan menu makanan diatur sedemikian. Tidak hanya itu, meja makan untuk pengunjung pun ditata secantik mungkin. Mulai dari taplak meja yang umumnya berwarna merah, candle light, bunga, sampai berbagai gelas kaca yang tersusun rapi. Cakeplah.

Setiap meja bisa dipakai untuk empat orang, 8 orang bahkan belasan orang.

FullSizeRender (10).jpg
Christmas Table Decoration

Berbagai menu disusun di meja yang berbeda. Dan setiap meja terdiri dari jenis makanan yang berbeda pula. Biasanya meja pertama yang dilalui adalah meja yang terdiri dari berbagai jenis olahan ikan. Seperti Sill, olahan ikan tradisional yang diramu dengan air, gula dan rempah. Menurut gue baunya agak amis. Masih mending ikan asin versi Indonesia. Meskipun amis tapi kering. Ini uda amis berarir pula. Entah mengapa suami gue suka banget. Sebagaimana gue sangat menyukai ikan asin juga.

Tapi ada satu jenis makanan yang mengandung campuran Sill yang gue lumayan doyan. Dan biasanya disajikan di acara Julbord. Namanya Jansons Frestelse, berupa irisan kentang, bawang bombay, krim dan sill ukuran kecil. Rasanya gurih dan leker.

FullSizeRender (13).jpg
Salah satu meja dengan olahan ikan salmon

Jenis ikan lainnya adalah Salmon. Mulai dari Smoked Salmon, Steam Salmon, semuanya berukuran besar. Ada juga Gravadlax, daging salmon mentah yang diiris tipis, dicampur dengan garam dan  Dill.

Meja berikutnya terdiri dari menu Daging. Mulai dari Silta, daging olahan pork yang diiris tipis. Ada juga Julskinka, pork dengan rasa gurih yang direbus dalam bentuk bulat utuh dan agak memanjang. Kemudian Röktkött (sejenis daging asap) dan berbagai olahan sosis berukuran besar dan kecil. Tidak ketinggalan Köttbullar atau Meatballs, sampai olahan daging pork yang dimasak dengan bumbu kayu manis, mirip semur daging. Masing masing meja dilengkapi juga dengan berbagai jenis saos maupun krim.

FullSizeRender (12).jpg
Meja bagian daging

Bahan makanan dari telur juga ada, seperti Eggröra atau lebih familiar dengan sebutan Srcambled Eggs. Kemudian yang paling famous adalah Half Eggs, telur rebus yang dibagi dua dan permukaannya diberi kaviar serta räkor (sejenis udang rebus).

Jenis salad juga turut melengkapi Julbord. Contohnya Rödbetssallad, salad berwarna pink keunguan dengan irisan bit merah yang dicampur krim. Gue suka banget. Perpaduan rasa yang sedikit asam dengan krim yang legit.

Meja terakhir adalah Meja Desserts, berisi berbagai jenis buah, cake, coklat, permen dan tidak ketinggalan kopi.

img_5772
Julskinka. Daging pork yang wajib ada di Julbord.
IMG_5770.JPG
Silta. Berasal dari sisa potongan potongan kecil pork yang sayang dibuang. Dicampur dengan gelatin. Gue kurang suka. 
IMG_0241.jpg
Menu daging dagingan plus salad bit. Salad bit ini juara rasanya. Enak banget. Legit, asam tapi segar di mulut. 

Sebenarnya jenis makanan yang disajikan di Julbord, sehari harinya bisa juga ditemui di supermarket bahkan  disantap di hari biasa sekalipun.  Yang membedakannya hanyalah berbagai ragam jenis makanan di Julbord disajikan secara bersamaan atau serentak. Dengan kata lain jika ingin melihat dan menikmati semua makanan tradisional Swedia dalam waktu yang bersamaan ya adanya di Julbord!

img_6030-1

Ada sebutan yang menyebut “ketika berada di Julbord mulailah menyantap menu olahan ikan terlebih dahulu”. Konon ikan tidak gampang membuat kenyang dibanding daging dagingan. Sehingga tidak heran jika sebagian besar susunan meja di acara Julbord biasanya selalu dimulai dengan meja berisi olahan ikan. 

Gue suka memperhatikan suami dan beberapa teman yang bergabung dengan kami,  rata rata porsi makanan yang diambil lumayan banyak. Porsi yang tidak pake istilah malu malu!

IMG_0240.jpg
Jenis menu ikan ikanan. Ga ngerti diapain ini. Enak banget.

Wong ini bayarnya mahal kok, begitu kata mereka. Cuma caranya ga brutal. Tetap santai. Biasanya mereka makan sangat perlahan lahan sambil diselingi ngobrol. Dan satu lagi, piring akan bersih ludes. Ga ada yang tersisa. Artinya makanan yang diambil sudah diperhitungkan sesuai kesanggupan perut. Jadi tidak lapar mata. Pelayan juga akan dengan sigap mengambil piring yang ada di meja apabila sudah terlihat kosong.

Biasanya kalau menu pertama sudah habis, mereka ngobrol santai dulu. Lumayan lama juga ngobrolnya. Ga buru burulah. Kalau dirasa rasa sudah waktunya nambah, barulah melanjutkan makanan berikutnya ke meja olahan daging. Logikanya sih dengan memberikan jedah, perut tidak berasa penuh dan makanan lain masih bisa masuk dengan nyaman. Jadi walaupun prinsipnya sudah dibayar mahal, bukan berarti main sikat aja padahal perut sudah tidak bisa menerima.

Tapi bukan berarti semboyan di atas wajib dilakukan ya. Suka suka aja. Mau langsung ke meja olahan daging okeh, mau nyampur ikan dan daging juga okeh. Ga ada larangan. Gue juga gitu kok. Gue campur aja mana yang gue suka. Hahahaha.

IMG_5766.JPG
Salah satu minuman khas natal mirip softdrink Cola. Bedanya minuman ini sedikit berbau rempah. Pokonya aroma lebih tajam sedikit dari Cola. Dan gue lebih suka ini. Namanya Must. Biasanya must  mulai ramai dijual menjelang  natal dan Paskah. Di saat natal  namanya Julmust. Dan di saat Paskah disebut Påskmust. Rasanya ya sama aja. Paling beda di warna kemasannya. Kalau Julmust kemasannya dominan merah sedangkan Påskmust dominan kuning.

Kalau gue hitung waktu makannya lumayan lama juga. Mulai dari pukul 7 malam hingga pukul 10 bahkan lebih. Sepertinya sudah di setting seperti itu oleh pihak restoran. Dan biasanya pihak restoran hanya menerima pengunjung yang sudah ngeboking meja jauh hari sebelumnya. Jadi tidak menerima pengunjung on the spot lagi. Dan memang selalu penuh sih.

Beberapa perusahaan di Swedia pun tidak sedikit yang mengadakan Julbord. Seperti kantor suami gue misalnya, hampir setiap tahun mengadakan acara jamuan seperti ini. Dan biasanya pihak perusahaan menggunakan jasa restoran untuk mempersiapkan menunya.

IMG_0239.jpg
Glögg. Minuman khas natal kaya rempah. Kalau di Swedia selalu disajikan di gelas kecil bertangkai.

Sebenarnya beberapa restoran yang tidak terlalu besar pun kadang kadang suka mengadakan Julbord. Cuma biasanya jenis makanan yang disajikan tidak terlalu banyak dan lumayan terbatas. Dan kalau beruntung biasanya bisa langsung datang tanpa ngebooking meja terlebih dahulu. Bahkan ada yang mengadakan acara Jultallrik, jamuan natal yang langsung dijatah di piring. Sistem ini sepertinya kurang banyak diminati.

Tahun ini kami mencoba Julbord yang diadakan oleh sebuah restoran kecil tidak jauh dari rumah. Restoran tua yang hanya aktif di saat musim panas saja.

Entah mengapa tahun ini mereka berniat mengadakan Julbord. Harganya relatif murah. Sekitar 250 Sek perorang. Tapi seperti yang gue bilang di atas, jenis makanannya terbatas. Kualitas makanan jujur memang agak jauh ketinggalan dibanding restoran besar yang biasa mengadakan acara seperti ini. Chef yang nangani beda kali ya. Tapi suasananya itu loh, gue suka banget.

Letaknya menyendiri di pinggir jalan dan di sekitarnya hutan. Sepi banget. Serasa makan di antah brantah mana, tapi kok ya kaya di film film juga. Gimana dong. Hahaha.

Baik luar maupun dalamnya klasik banget. Dinding bangunan terbuat dari  batu tua. Tetapi begitu masuk ke dalam semuanya dominan kayu. Kayu tua yang masih autentik. Aroma kayu dan hangatnya ruangan yang bersumber dari sebuah fire place bahela. Aroma kayu bakarnya juga enak dicium. Tradisional bangetlah. Mejanya dikasih pot rustic berisi rumput hutan. Tak lupa lilin tentunya. Ahhh suka 🙂

Julbord juga bisa dinikmati di kapal kapal kota besar seperti Stockholm. Cerita lengkapnya bisa klik di sini. 

Jika kamu berkunjung ke Swedia di bulan Desember, cobalah menikmati makanan tradisional ala skandinavia yang tersaji secara lengkap di Julbord. Anggap saja sekalian memperkaya dunia kuliner kamu. See you in my next story.

FullSizeRender (10).jpg
Restoran tua yang rustic banget. Lihat deh potongan kayu dan  lilin di depan pintunya. Padahal biasa banget kan. Tapi enak aja dilihat.
IMG_5650.JPG
Christmas Table Decoration
IMG_5658.JPG
Simple dan klasik

img_5654

“Semua foto di dalam tulisan ini adalah dokumentasi pribadi ajheris.com. Dilarang menggunakan tanpa seijin yang bersangkutan”