Belanja Diskonan, Hemat Apa Boros?

Siapa yang suka belanja….ayo tunjuk tangan……!!!😎

Kalau gue termasuk orang yang lumayan doyan belanja. Tapi doyannya tergantung mood. Jadi semisal lagi musim diskon, kalau mood belanja lagi tidak oke, tidak terlalu ngaruh. Cuma kebanyakan sih moodnya bagus…..Hahahaha…ya sama aja😛

Jadi ceritanya, salah satu retail store besar dan terkenal di Swedia akan menutup branch storenya di kota Mora. Alasan penutupan dikarenakan perusahaan membuat kebijakan baru. Kota kecil seperti Mora sudah tidak masuk dalam klasifikasi usaha mereka lagi. Dengan kata lain, mereka hanya mendirikan usaha di kota kota besar. Mungkin benefit yang diperoleh sudah tidak memenuhi standard usaha.

Gue termasuk salah satu yang menyayangkan kebijakan tersebut. Bukan apa apa, setiap minggu gue pasti ke Mora, dan hampir selalu menyempatkan waktu untuk masuk ke dalam store ini. Suasananya lebih nyaman dibanding saingan usahanya yang satu lagi, yang sudah menjelajah kemana mana hingga ke Indonesia.

Selain lebih luas, penataannya pun lebih rapi dibanding store sejuta umat yang satu itu. Tidak hanya pakaian dan alat kecantikan saja, peralatan rumah tangga pun lumayan lengkap dijual. Dan enaknya lagi, di lantai dua gedungnya, ada restoran asia. Jadi sehabis makan, bisa cuci matalah ke dalam, dan begitupun sebaliknya.

Walaupun kebanyakan ga beli apa apa. Lumayan sambil nunggu jadwal bus atau dijemput suami, bisa jadiin sebagai tempat persinggahan.

Info yang gue dengar, resminya bulan Pebruari ini ditutup. Tapi sejak beberapa bulan yang lalu, mereka sudah mulai melakukan aksi diskon untuk item item tertentu. Itupun cuma 10 sampai 20 persen. Di saat Black Friday, seingat gue, mereka hanya memberi diskon 30 sampai 50 persen. Dan lagi lagi hanya untuk barang barang tertentu juga. Intinya waktu itu gue tidak terlalu interestlah.

Namun,  pas gue berkunjung di tanggal 1 Pebruari kemaren, gue lumayan kaget. Store kelihatan sudah mulai kosong. Beberapa rak yang biasanya menempel di dinding sudah tidak ada. Dan gue pun melihat tulisan diskon 50 persen bergantungan dimana mana. Awalnya gue masih biasa. Barulah mulai korslet, begitu tau diskonnya berlaku untuk semua item.

IMG_2875.JPG
Suka formula lipsticknya

All item,  mendengar ini sudah jelas membuat  gue happy. Artinya gue berkesempatan bisa membeli barang yang memang gue perlu. Dan kebetulan pula, gue memang harus membelinya karena persedian sudah mulai menipis. Sepertinya baru ini deh gue benar benar menikmati belanja diskon. Di saat Black Friday dan Mellandagsrea pun, kadang gue belum tentu datang atau tidak membeli apa apa.

Dan enaknya lagi, sepertinya harga diskonnya murni dari harga awal. Tidak diakali lebih dulu. Memang sih, secara pastinya gue ga tau. Tapi kebetulan barang yang gue lihat dan beli, tidak mengalami perubahan harga. Gue lumayan ingat harga awalnya.

IMG_2867.JPG
Nyoba beli Max Factor, gue kurang suka. Apalagi eyeshadownya beneran ga enak dipake.

Trus beli apa saja? Pastinya gue membeli yang memang harus gue beli. Seperti  body butter, facial soap dan Night Cream. Tadinya sempat maruk deh, pengen beli masing masing dua. Tapi buat apa coba, yang ada malah kadaluarsa. Pokoknya lumayanlah dapat diskon 50 persen. Berasa hematnya. Kebetulan suami juga lagi nyari topi dan hatbanie, pas pula ada yang cocok. Lumayan juga kan.

Sepertinya kosmetik kecantikan dan parfum menjadi sasaran empuk dibanding pakaian dan sepatu. Apalagi brand seperti Clinique, Clarins, Lancome, Biotherm, Bare Minerals, ketika cuma bayar setengah harga, itu berasa banget (terutama bagi pengguna produknya, yang memang continue akan membeli kembali).

IMG_2870.JPG
Sebagian yang terbawa pulang, dan masih ada lagi ….hahahha aku wanita…

Enaknya lagi, untuk item tertentu yang sudah mendapat diskon 70%, tetap mendapat diskon tambahan sebesar 50%. Seperti dress, syal dan slippers shoes. Bahannya lumayan baguslah. Sayang baju dressnya ga cocok di badan gue. Meskipun jatuhnya jadi murah, kalau tidak cocok ngapai dipaksalah. Belinya pake uang juga kan.

Ketika dihadapkan pada euforia seperti ini, di satu sisi gue merasa lebih hemat karena membeli barang yang memang harus gue beli dengan harga yang sangat bersahabat. Hematlah.

Tapi di sisi lain, sadar atau tidak, jadi terbawa hasrat belanja yang berlebih juga. Membeli karena lapar mata “sayang banget ga dibeli, kapan lagi bisa merasakan diskon all item kaya gini” (bisikan  halus yang datang dari seluruh penjuru store)☠️👻👽

Apalagi jika barangnya lumayan lama diincer tapi malas lihat harganya. Contohnya seperti label Wera Stockholm yang menjadi brand lokal store ini. Sebagai penggila syal, gue sudah lama ngincer beberapa syalnya. Tapi malas aja ngeluarin duit hampir 700 Sek hanya untuk sebuah syal. Begitu tau diskon 50%, langsunglah tergiur. Entahlah mak. Belum lagi jadi merembet kemana mana. Ini bagus, itu bagus, ahhh jadi murah (ngomong ama diri sendir waktu itu). Kalap beneran. Gue bukan khilaf. Beneran sadar melakukannya. Hahahhaha.😬😣

img_2864
Ini dong lucu. Murah banget. Diskonnya dobel.

Intinya, bisa disimpulkan jika belanja kemaren awalnya pengen menghemat harga, yang ada malah ketindih belanja yang lain. Jatuhnya ya boros juga. Tapi lagi lagi untuk mengobati hati, mikirnya gini “ahhh kalau belanja dengan harga normal, uda berapa  duit”🙈… ya sudahlah, dinikmati saja.

Kalau kalian, punya pengalaman seperti gue ga sih, awalnya pengen hemat yang ada malah tergiur ini itu?

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

Semua photo di dalam tulisan ini, merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com.