Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Berkunjung ke ICE HOTEL SWEDIA

Tidur di kamar es bersuhu minus 5 derajat celcius? Ini bukan hoax. Sudah tidak terhitung manusia dari berbagai penjuru bumi menjajal tidur di ice room hotel ini. Kecuali saya…haha.

Adalah sebuah desa kecil bernama Jukkäsjarvi. Letaknya 200 kilometer dari bagian utara lingkaran arktik (artic circle). Desa kecil yang damai. Seperti desa dalam buku cerita. Di sinilah pertama sekali berdiri sebuah hotel es terkenal dunia. ICE HOTEL namanya.

IMG_0955

Ice Hotel di desa Jukkasjarvi didirikan berdasarkan ide gila dari seorang pria bernama Yngve Bergqvist. Ide gila yang justru menginspirasi negara lain dan kemudian mengikuti idenya. Meski beberapa negara memiliki ice hotel, tapi Ice Hotel di Jukkasjarvi Swedia selalu dianggap sebagai Ice Hotel Origional pertama di dunia dan menjadi pionir bagi ice hotel di negara lain.

IMG_2846

Ice Hotel di Jukkasjärvi menjadi berbeda karena hotel ini memiliki Torne River. Sungai dengan air yang sangat bersih dan berkontribusi luar biasa besar terhadap berdiri hingga bertahannya Ice Hotel selama kurun waktu 30 tahun ini. Torne river ibarat nyawa bagi Ice Hotel.

IMG_2880
Midnight Sun. Memoto Torne river yang tenang pukul 12 malam lewat. Kebersihan airnya sudah diakui. 

Berdiri tahun 1989 dan resmi dibuka pada tahun 1990, awalnya Ice Hotel hanya menerima tamu di saat musim dingin. Sekitar bulan Desember hingga April. Waktunya memang relatif terbatas (hanya 4 bulan dalam setahun).

IMG_2875
Peace…

Ice Hotel dibangun tepat di samping Torne river. Semua material bangunan hotel berasal dari air natural Torne river yang membeku. Ketika musim dingin, bekuan air Torne river mampu mencapai ketebalan meteran. Hamparan luas air sungai yang membeku inilah yang kemudian dibelah dan dipotong menjadi balok balok es.

 

IMG_2874
View di sekitar Ice Hotel

Balok es inilah yang kemudian digunakan sebagai material dasar membangun kamar hotel, tempat tidur, patung, lampu, lemari, meja, kursi, piring, gelas hingga pernak pernik kecil hotel yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Serba es!

IMG_2849 (1)
Salju yang berubah wujud 

Ketika musim semi tiba, Ice Hotel pun menghilang. Lenyap tak berisisa. Mencair dan mengalir kembali ke habitatnya……..ke Torner river.

Konon pihak Ice Hotel merasa berat hati setiap melihat Ice Hotel mencair dan kemudian mengucapkan kata perpisahan dengan para tamunya “Sampai bertemu di musim dingin berikutnya”.

IMG_2871

IMG_0946
Kumpulan kayu berbentuk kerucut di halaman Ice Hotel. Salah satu ciri khas suku Sami

Mereka tidak lelah memutar otak agar mereka tidak perlu lagi mengucapkan kalimat perpisahan ini setiap kali musim dingin usai. Berkat kecanggihan teknologi, pihak Ice Hotel akhirnya berhasil membuat inovasi. Akhirnya Ice Hotel yang sanggup bertahan lama pun berhasil dibangun.

Mampu bertahan hingga di musim panas sekalipun. Sepanjang tahun!

IMG_2851 (1)
Ice Hotel dengan pernak pernik suku Sami

Tepatnya di tahun 2016, Ice Hotel 365 resmi dibuka. Dengan bantuan mesin dan peralatan canggih, Ice Hotel 365 mampu bertahan dan beroperasi setiap hari sepanjang tahun. Menjadi Ice Hotel permanen pertama di dunia.

IMG_2847
Saya…berdiri di depan Ice Hotel 365

Ice Hotel 365 juga memiliki Ice Bar. Luangkan waktu sekejab minum minum angkuh di sini. Rasakan sensasi bibir cekat cekut ketika bersentuhan dengan gelas es yang super dingin. Minumnya jangan lama lama nanti keburu membeku. Harga di Ice Bar lumayan mahal. Coca cola 50 ml dihargai sekitar 130 ribu rupiah. Ya… namanya juga minum dari gelas es…bikinnya susahhhhh edaaaaaa!

IMG_1067 (1)
Ngewine ngebir nge-cola di Ice Bar
IMG_1394
Mabuk dengan coca cola…hahaha

IMG_1364

Meski Ice Hotel 365 sudah dibangun, Ice hotel temporary bukan berarti berhenti. Tetap dibuka di saat musim dingin. Itulah sebabnya di bulan Maret sebelum musim semi tiba, Ice Hotel rutin mempersiapkan balok balok es dari air Torne river yang masih membeku. Kemudian potongan balok es ini disimpan di sebuah gudang di sekitar hotel untuk nantinya digunakan pada proyek pemahatan pada musim dingin berikutnya.

IMG_1161
Gudang es 

Ice hotel memiliki ice room yang super unik. Dan masing masing ice room punya tema yang berbeda. Ada tema laut, binatang, princes atau apalah itu. Bikin terwoowwww sudah pasti. Superlah.

IMG_1060
Cari kamar pak? 

Semua pahatan es di dalam Ice Hotel merupakan hasil karya para artists dari seluruh penjuru dunia. Setiap tahun di bulan November artists dari berbagai negara ikut terlibat dan datang ke Ice Hotel untuk memperlihatkan hasil kreasi mereka. Pun design art di dalam Ice Hotel tidak pernah sama setiap tahunnya. Selalu berubah. Setiap kamar akan mencantumkan nama sang artists. Tema kamar juga dijelaskan.

IMG_2853 (1)
Ketika tidur ditemani semua dayang dayang ini. Bangun bangun kelilit ubur ubur. Haha
IMG_2864
Kebayang ga sih, mereka mengerjakan ini semua di suhu yang super dingin. Gilak

Ice room di Ice Hotel sudah pasti terbuat dari es. Suhu minus 5 derajat celcius. Pihak hotel akan memberikan sleeping bag yang hangat, tempat tidur berlapis bulu reindeer yang halus dan perlengkapan hangat lain.

IMG_2857
Tenang, ada princes yang temeni kamu tidur

Ruangan kamar tidak memiliki tv, tidak ada kamar mandi atau perlengkapan layaknya hotel regular. Semisalpun ada tv, kemungkinan besar sudah tidak interest menonton. Waktu terkuras pelototin pahatan es di setiap ruangan Ice Hotel. Jadi kalau mandi bisa ke gedung sebelahnya. Ga jauh kok. Pihak Ice Hotel juga akan mengeluarkan sertipikat bagi para tamu yang sudah menginap di ice room.

IMG_2855
Ngegosip di rumah tetangga sudah biasa. Cobalah duduk di sini. Gosip gosip kita sampai plozeen
IMG_2859
Jangan disentuh. Please respect. Tempat tidur incesss itu.

Kamar es biasanya dihuni mulai pukul 6 sore hingga pagi hari. Sedangkan siang harinya sebagian besar ruang kamar bisa dilihat pengunjung. Baik itu tamu yang menginap atau hanya sekedar ingin melihat keindahan ice art di setiap ruangan Ice Hotel.

IMG_1004
Ulalala…sadis kamarnya!

IMG_0969

Tamu yang menginap di Ice Hotel bebas keluar masuk cold room selama jam buka. Sedang pengunjung di luar hotel harus merogoh kocek sekitar 600 ribu rupiah. Di setiap kamar ada bagian art yang bisa disentuh bahkan diduduki. Tapi ada juga yang tidak boleh. Baca saja tulisannya.

IMG_2858

IMG_2854 (1)
Lorong beku

Jika ingin mengitari seluruh ruangan cold room di Ice Hotel, jangan lupa mengenakkan mantel dan sarung tangan yang sudah disediakan. Tak perlu malu malu dan jaim berada di sini. Kalau mau foto silahkan saja. Semua pengunjung on dengan handphone atau kamera ditangan.

Tapi tahan ya…pastikan botol marjan ga kebawa di dalam tas. Entar sampai di ice room malah dindingnya dikorekin trus dicampurin ke sirup bikin es doger. Diminumnya diirekam pula. Pakai apa? pakai boomerang! Hahaha………………..itu mah saya doyan pakai boomerang.

IMG_1033
Ketika halu melanda…buku es pun dibaca #savemembaca #perpustakaan (ketawa guling guling)

Jika berkunjung di saat musim dingin dan berpesawat, dari bandara Kiruna kamu langsung memulai petualangan seru. Tidak perlu naik taxi karena gerombolan husky dog siap membawa kamu bermain sledding dog hingga menuju Ice Hotel. Dari bandara naik sledding dog. Sungguh terlalu! Terlalu unik.

IMG_2895
Katalog Ice Hotel 2019

Di saat musim dingin pun, akan terbuka peluang untuk melihat warna warna Northern Lights (Aurora Borealis) di sekitar Ice Hotel. Biasanya pihak hotel akan membunyikan alarm jika cahaya aurora ini muncul. Duh…….kebayanglah betapa komplit dan spesialnya liburan seperti ini. Dijemput sledding dog dan melihat goyangan aurora.

Ice Hotel punya menu andalan. Harus dicoba. Namanya Renskav. Makanan tradisional suku Sami. Renskav merupakan olahan daging reindeer yang diiris tipis tipis, ditaburi saos jamur dan disantap dengan almond potato serta lingonberry.

IMG_1387
Renskav daging reindeer bertabur saos jamur, lingonberry dan kentang almond

Irisan daging yang tipis ini sebenarnya punya cerita. Dulu banget ketika musim dingin, suku Sami selalu nyetok daging. Daging beku kalau dipotong pasti susah dong. Cara gampangnya cuma dengan mengiris tipis tipis. Mengiris daging yang membeku memang jauh lebih mudah kan. Itulah yang dilakukan suku Sami.

Selain itu Ice Hotel juga punya dessert unik. Kamu bisa makan hjortron atau cloudberry sampai puas. Secara clouberry memang tumbuh subur di wilayah Lapland dibanding wilayah lain di Swedia. Kalau di daerah tempat saya tinggal, cloudberry masuk jenis berry eksklusif. Karena buahnya tidak terlalu banyak dan metiknya lumayan capek.

IMG_1390
Puas makan cloudberry di sini

Tidak seperti blubbery atau lingonberry yang bisa dipetik menggunakan alat. Dapatnya juga langsung banyak. Beda dengan cloudberry harus satu satu. Manual pakai jari. Harganya pun jauh lebih mahal. Cloudberry itu enak banget. Aromanya spesial.

IMG_2890

Ice hotel juga menyediakan penginapan regular. Kabin kabin tipikal nordik skandinavia. Tentunya berada di kamar regular ini dijamin membuat jiwa raga tidak menggigil. Dan sangat cocok dengan saya yang bernyali tempe dan belum berani uji nyali di kamar minus itu.

IMG_2894
Kabin diantara rumput dan bunga liar

Kabin penginapan rata rata ditanami rumput di bagian atapnya. Sekelas rumput liar sekalipun menjadi matching dengan wooden house ini. Rumput liar yang berbunga. Ruangan kamarnya? Nyamanlah.

IMG_2850 (1)

IMG_0956
Ruangan kamar regularnya nyaman

Jika kamu mengunjungi Ice Hotel sekitar bulan Mei hingga pertengahan Juli, cobalah berjalan kaki di sekitar desa Jukkasjärvi. Kamu tidak akan melihat perbedaan antara pagi, siang dan malam. Terangnya maksimal selama 24 jam (midnight sun). Liburanmu dijamin tanpa malam.

IMG_2883
Beginilah pemandangan di sekitar Ice Hotel di desa Jukkasjärvi
IMG_2320 (1)
Gudang rustic, rumput ternak, gundukan gunung dan Torne river. Bawa aku ke sini lagi ….

Suasana di sekitar Ice hotel juga bikin hati adem. Gundukan gunung, wooden house, gudang rustic, bulatan bulatan awan yang rasanya pengen dipetik, hingga ketenangan air Torne river.

IMG_2318

IMG_2884
Refleksi diri…#Torneriver

Ice Hotel sering menjadi tempat upacara pernikahan bagi pasangan dari berbagai negara. Tempat pertemuan besar. Setiap tahun mereka mengeluarkan katalog baru berisi tema tema terbaru design ice roomnya.

Biar lebih nyata, kalian bisa tonton ulasan detail Discovery Channel di bawah tentang Ice Hotel berikut proses pengerjaannya. Saya suka sekali melihat liputannya. Dan memang suka banget tayangan seperti ini. 

Ice Hotel bukan sebatas hotel biasa. Hotel unik ini sekaligus menawarkan wisata briliant dari orang orang yang bekerja keras di belakang layarnya. Gabungan art, keheningan, keunikan peristiwa alam, relax, orang Sami, reindeer dan juga cloudberry dijamin semuanya membuat liburanmu menjadi tidak biasa.

IMG_1132

Dan saya pun merindu jika mengingatnya. Semoga saya bisa datang kembali ke sana di musim yang berbeda. Musim dingin tentunya (Dalarna 2019).

Berikut penampakan ruangan es yang saya rekam ketika menginap di Ice Hotel….. 

“KIRUNA”

KIRUNA…

Sebuah nama yang unik.

Pertama sekali mendengar “Kiruna” ketika saya belajar kursus bahasa di Swedia. Guru di kelas memperkenalkan beberapa kota di propinsi Swedia. Kiruna benar benar kota asing buat saya waktu itu.

Ketika guru menjelaskan letak Kiruna yang sangat jauh ke bagian paling utara Swedia, saat itu juga kota ini langsung mencuri perhatian saya. Kota dengan kehidupan keras di saat musim dingin.

Kiruna termasuk ke dalam wilayah Lapland Swedia. Berada di dalam lingkaran arktik (Artic Circle) menjadikan Kiruna sangat dingin di saat winter. Karena berada pada bagian bumi yang unik inilah wilayah Kiruna berkesempatan mengalami peristiwa “Midnight Sun” dimana manusia bisa melihat sinar matahari nonstop selama 24 jam dalam sehari.

Dan sebaliknya di saat musim dingin (di bulan Desember) Kiruna mengalami peristiwa alam yang disebut “Polar Night”, yang artinya nonstop selama 24 jam sama sekali tidak tersentuh cahaya matahari.

IMG_1083
Kota Kiruna yang sederhana tapi ngangenin

Inilah yang menjadi alasan utama saya berkunjung ke Lapland Swedia beberapa waktu lalu yang tidak lain ingin melihat kota Kiruna dengan segala keunikan wisatanya. Meski saya sedikit kecewa karena belum bisa mengunjungi Kiruna di bulan Desember di saat musim dingin.

Kenapa harus di musim dingin? Karena saya penasaran ingin merasakan liburan tanpa siang. Liburan tanpa matahari. Liburan yang gelap gelapan itu rasanya bagaimana? Bangun tidur gelap, makan siang gelap, kembali tidur juga gelap. Kedengarannya memang kurang asik. Liburan kok gelap gelapan. Tapi ya itulah rasa penasaran saya. Saya paling suka merasakan sesuatu yang tidak biasa dan unik dari hasil kerja alam. Penasaran ingin melihat langsung peristiwa Polar Night. 

IMG_1091
Berjalan kaki di Kiruna sangat nyaman. Kota ini masih jauh dari kesan menakutkan dari orang orang jahat

Meski saya tinggal di Swedia, hingga detik ini saya belum kesampaian melihat keindahan warna warna Northern Lights (aurora borealis). Katanya indah sekali bila dilihat dari sebuah desa kecil bernama Jukkasjarvi yang juga terkenal dengan Ice Hotelnya.

Saya juga penasaran akan sebuah tayangan tv yang beberapa kali saya tonton tentang bagaimana suku Sami mampu mengumpulkan ribuan rusa kutub yang berkeliaran di hutan Lapland Swedia ke dalam satu kandang yang super luas. Juga hak otonomi yang diberikan pemerintah Swedia kepada suku Sami untuk mengelola populasi rusa kutub di wilayah Lapland Swedia.

Meski keinginan berkunjung di saat winter belum terwujud, setidaknya saya masih bisa menginjakkan kaki di Kiruna di musim yang berbeda. Musim panas tepatnya. Dan ternyata di saat summer pun Kiruna mampu membuat saya jatuh cinta.

Keberangkatan kami ke Kiruna mendapat komentar pro dan kontra dari beberapa kerabat. Ada yang bilang : Ke Kiruna? Jauh banget! Jalannya membosankan! Tapi ada juga yang sangat antusias. Kiruna cantik! Kiruna unik! Dan tentunya setiap orang punya selera liburan yang berbeda.

Dari tempat tinggal saya, perjalanan ke Kiruna butuh waktu berhari dengan berkendara. Berangkat hari minggu sore dan tiba di Kiruna hari selasa siang. Tentunya kami menginap masing masing satu malam di dua daerah yang berbeda.

Inilah yang membuat saya merasa jika Kiruna berada diantah brantah mana. Meski sama sama berada di wilayah Swedia, kota ini seperti tidak terjangkau. Memang jauh. Jadi kalau masih banyak warga Swedia yang belum pernah mengunjungi Kiruna, saya bisa maklum. Sebenarnya bisa ditempuh dengan berpesawat atau kereta tapi tetap aja jauh.

Apalagi perjalanan menuju Kiruna lumayan membosankan menurut saya. Sepanjang mata memandang sebagian besar hanya hutan. Rumah rumah pun jarang sekali. Bahkan untuk sekian jarak yang sangat jauh sekalipun tidak ada tanda kehidupan. Dan itu tidak tanggung tanggung loh panjangnya. Bisa bayangkan berjam jam selama perjalanan tidak melihat rumah atau perkampungan.

Tapi lucunya, jalanan yang membosankan ini justru dianggap unik dan menjadi salah satu ciri khas perjalanan menuju Kiruna Lapland Swedia. Setidaknya itulah yang saya baca di salah satu situs resmi trip ke Lapland Swedia.

Jika diperhatikan secara seksama, pohon pohon di sepanjang hutan menuju Kiruna memang berbeda dengan pohon pohon di wilayah Swedia kebanyakan. Terutama pohon pinusnya. Cenderung bantet. Pohon pinus berumur 400-500 tahun saja tingginya seperti pohon pinus yang baru berumur 80 tahun. Relatif pendek bahkan ada yang sangat pendek. Daunnya pun sangat sedikit. Hal ini diakibatkan karena pertumbuhan pohon pohon ini berada di wilayah fjället atau pegunungan yang super dingin di saat winter.

Kiruna bukanlah kota yang cantiknya bikin terwow. Tapi entah mengapa ngangenin. Pusat kotanya berdiri pas di atas pegunungan. Bangunan bangunan di pusat kotanya saling berdekatan. Seperti tembok melingkar. Konon sengaja dibangun sedemikian agar angin yang berhembus di waktu musim dingin tidak terlalu menusuk tulang.

IMG_1077
Kiruna dengan latar pegunungan. Di saat summer pun tetap berasa dinginnya

Meskipun Kiruna berada di ujung bumi mana, saya tidak pernah menyangka jika kota ini lumayan banyak kedatangan tamu. Turisnya banyak. Bus parawisata silih berganti berlewatan. Bahkan wisatawan manca negara pun lumayan banyak. Begitulah……setiap tempat memang memiliki daya tarik tersendiri. Demikian juga Kiruna. Berada di sini memang berasa beda auranya. Makanya jangan heran jika liburan ke Kiruna kamu berkesempatan mendapatkan sertipikat Artic Circle yang menandakan kamu sudah pernah berkunjung ke wilayah bumi yang unik ini. Liburan dapat sertipikat diploma. Haha..

IMG_2719.jpg
Sertipikat sebagai tanda kenang kenangan yang dikeluarkan kantor turis Kiruna. Aggap saja souvenir yang unik dan pastinya seru

Wisata apa saja yang bisa dilihat di wilayah Kiruna sekitarnya?

1. Wisata musim dingin : sledding dog, snow scooter, ski, northern lights (aurora borealis) dan masih banyak lagi.

2. LKAB Tour (Pertambangan Biji Besi).

Ini menjadi salah satu destinasi wisata terkenal Kiruna yang sangat direkomendasikan. Mengunjungi pertambangan biji besi terluas di dunia dan paling modern. LKAB sendiri merupakan perusahaan tambang terbesar di Swedia dan sudah memiliki rekanan perusahaan di banyak negara. LKAB banyak memberi kontribusi dalam perekonomian Swedia.

IMG_1243
LKAB ini bersih dan berasa seperti di lorong carrefour. Haha

LKAB merupakan singkatan dari nama dua gunung di Kiruna bernama Luossavaara dan Kiirunavaara. Panjangnya rute pertambangan LKAB ibarat dari Paris ke Amsterdam. Gile!

LKAB sangat berperan terhadap keberadaan dan perkembangan pusat kota Kiruna. Karena pertambangan inilah kota Kiruna bisa ada hingga seperti saat ini. Dulunya Kiruna cuma dihuni suku Sami. Sampai akhirnya pertambangan ini ditemukan dan Kiruna semakin berkembang. Sebagian besar warga Kiruna bekerja di pertambangan biji besi LKAB. Dan sebagian besar warga memilih bertahan di Kiruna juga karena pertambangan ini. Jika pertambangan ini habis, kemungkinan besar pusat kota Kiruna hanyalah tinggal nama.

IMG_1217
Di dalam area pertambangan 

Logikanya, apa yang harus dipertahankan di Kiruna dengan alam yang super ekstrem di saat musim dingin? Hasil alamya nyaris tidak ada kecuali biji besi. Kayu saja tidak bisa maksimal tumbuh. Bercocok tanam pun susah. Akses juga jauh. Perputaran ekonomi darimana? Memang cuma mengandalkan pertambangan LKAB. Bayangkan saja, sekotak strawberry bisa dihargai 135 SEK di Kiruna. Di tempat saya cuma 35 sek. Kalau lagi murah murahnya malah bisa 23 sek.

IMG_1245
Ini ruangan museum di area bawah tanah pertambangan. Ada cafe juga. 

Saat ini Kiruna lagi berbenah. Kota ini akan dipindahkan sejauh 3 kilometer dari area pertambangan. Karena dikhawatirkan pusat kota Kiruna bisa anjlok ke bawah akibat pergeseran tanah di sekitar pegunungan. Dan mau tidak mau warga harus menerima karena tidak punya pilihan lain. Mereka juga sadar antara mereka dan LKAB seperti satu kesatuan yang saling menguntungkan. Saya menonton cuplikan video singkat ketika mengunjungi pertambangan ini. Warga Kiruna tentunya memiliki perasaan sentimental terkait perpindahan kota mereka. Tapi mereka bilang kalau mereka semua adalah satu society dengan LKAB dan demi kelangsungan ekonomi Kiruna sendiri.

Dan untuk menyenangkan hati warga, LKAB rela memberi kompensasi yang tinggi terkait pemindahan kota ini. Saat ini sudah ada sebagian bangunan yang dipindahkan dan sebagian besar akan dirobohkan. Wih, kalau kalian melihat betapa bagusnya bangunan dan rumah rumah di pusat kota Kiruna, rasanya sayang banget jika harus dirobohkan. Kebayang berapa besar uang yang harus dikeluarkan pihak LKAB sampai bisa memindahkan sebuah kota.

3. Kiruna Church.

Bangunan gereja ini menjadi salah satu objek wisata terkenal di Kiruna karena keunikan, keindahan serta bahan bangunannya yang terbuat dari kayu. Mirip bangunan suku Sami. Kiruna Church merupakan gereja kayu terbesar di Swedia. Berdasarkan penjajakan survey suara (poling), gereja ini berhasil mengumpulkan suara terbanyak untuk dinobatkan sebagai  bangunan terindah di Swedia.

IMG_1276
Model gerejanya tidak seperti gereja kebanyakan di Swedia

4. Jukkasjärvi.

Jukkasjärvi adalah sebuah desa kecil yang sangat menyenangkan. Kalau gampang marah dan naik tensi ada baiknya ke sini saja. Aman sentosa. Sangat tenang dan lengket banget dengan nature. Berada di sini serasa terdampar di belahan bumi bebas polusi. Berdampingan dengan Torne river, sungai yang digadang gadang sebagai sungai terbersih di Swedia.

IMG_0955
ICE HOTEL

Jukkasjärvi bisa dibilang sebagai tujuan wisata paling hits di wilayah Kiruna Lapland Swedia. Mengapa? Karena di desa inilah berdiri Ice hotel permanen pertama di dunia yang terkenal itu. Semua bongkahan es yang dipahat di dalam ice hotel berasal dari air Torne river. Nanti akan saya tulis lebih lengkap di tulisan yang terpisah.

IMG_2323 (1)
Mindnight Sun di Jukkasjärvi

Pertama kali seumur hidup saya, di desa inilah saya tidak pernah melihat yang namanya malam. Benar benar terang benderang sepanjang hari. Hingga pukul 1/2 satu malam saya dan suami masih bisa berjalan santai di sekitar ice hotel layaknya siang hari. Akhirnya saya bisa menyaksikan Midnight Sun yang unik itu. Liburan kami pun sukses tanpa malam dan gelap.

IMG_0987
Berani tidur di sini? Suhu minus 5 derajat celcius
IMG_1067
Ngebir, ngewine di Ice Bar Ice Hotel

IMG_1364

4. Melihat Atmosfir Suku Sami.

Lapland adalah tanah leluhur suku Sami. Tak terkecuali di Kiruna dan sekitarnya. Bau bau suku Sami sangat jelas terlihat. Bangunan berbentuk kerucut, simbol simbol suku sami sangat mudah ditemukan di Kiruna.

Masih dari desa Jukkasjärvi, objek wisata yang wajib dilihat adalah museum perkampungan suku sami “Sami Siida”. Museum ini terbilang sangat natural dan apa adanya. Berkesempatan melihat reindeer, rumah suku sami dan cafe unik bernuansa Sami pastinya. Minumlah kopi ditemani alunan musik dan lagu tradisional suku Sami. Unik.

IMG_2715

IMG_1321
Cafe bernuansa Sami
IMG_1286
Museum Sami

To be Continued

Berikut kumpulan video tentang perjalanan menuju Kiruna.. 

Lapland, Ketika Liburan Tanpa Merasakan Malam

Lapland…

Akhirnya kesampaian juga melihatmu.

Lapland merupakan daratan yang terletak di ujung utara Eropa Utara yang luasnya melintasi empat negara sekaligus, yaitu Finlandia, Swedia, Norwegia dan Rusia. Sehingga tak heran jika sebutan daratan ini biasanya diikuti oleh nama dari ke empat negara di atas. Seperti Lapland Finland, Lapland Swedia, Lapland Norwegia dan Lapland Rusia. 

Lapland identik dengan lingkaran arktik (Artic Circle). Artinya wilayah dari artic circle ke bagian utara artic ada masa dimana sama sekali tidak mengalami malam. Matahari bersinar tiada henti. Nonstop 24 jam terang benderang. Kejadian ini terjadi di bulan bulan musim panas seperti Juni dan Juli. Siang pun menjadi sangat panjang.

Inilah yang dikenal dengan sebutan “Midnight Sun”. Merasakan cahaya matahari hingga tengah malam.

IMG_2318

Sebaliknya, di saat musim dingin sekitar bulan Desember, wilayah artic circle ke bagian utara artic akan mengalami malam yang sangat panjang. Artinya matahari berubah drastis menjadi malas dan sama sekali tidak menampakan wajahnya selama 24 jam penuh. Hari hari penuh dengan kegelapan. Inilah yang dikenal dengan sebutan “Polar Night”.

IMG_2314
Ini adalah salah satu wilayah yang benar benar dilalui oleh artic circle. Dekat sekali ke sebuah desa kecil bernama Jokkmokk di Lapland Swedia. Di saat winter wilayah Jokkmokk bisa mencapai minus 42 derajat celcius bahkan lebih. Dan desa ini menjadi terkenal karena sangat dekat ke artic circle ini. 
IMG_0899
Ketika ngopi di sebuah cafe kozy bernuansa Sami, tepat di wilayah Artic Circle. Sesuatu sekali.

Kalau dipikir pikir memang sangat amazing. Di suatu masa, orang orang yang tinggal di circle artic hingga ujung utaranya sangat lelah dengan malam yang super panjang tanpa adanya siang. Tapi di lain masa, matahari justru menghibur mereka dengan memberi asupan siang yang super panjang tanpa adanya malam. Karya alam yang luar biasa.

IMG_2319

Ibarat Amerika punya suku Indian, Australia punya Aborigin, Siberia dan Alaska punya Eskimo, maka Lapland punya suku Sami. Orang sami adalah suku asli yang pertama sekali mendiami wilayah Lapland. Wajah orang sami dan eskimo agak mirip menurut saya. Mata mereka agak sipit.

IMG_0684

IMG_0685

IMG_0676
Ini rumah suku Sami. Saya akan tulis secara lengkap di tulisan berikutnya. Mudah mudahan otak saya masih waras. Haha..

Lapland menjadi tuan rumah bagi rusa kutub (reindeer). Jangan heran jika di ruas jalan tiba tiba terlihat gerombolan rusa kutub dengan santai berjalan menyeberangi jalanan. Konon ceritanya Santa Clause juga berasal dari Lapland. Makanya sering menunggangi rusa kutub. Hihi..

IMG_2316 (1)
Beberapa kali kami bertemu rusa kutub. Dan ini yang bisa terciduk kamera. Anak rusanya warna putih. Imut sekali. 

Lapland juga sangat identik dengan liburan musim dingin. Christmas market ala suku sami, sledding dog, snow scooter dan ski, jalanan yang super panjang tanpa ada kehidupan kecuali jejeran pohon pinus yang cenderung bantet karena sudah berada di wilayah pegunungan yang tinggi, sangat nature dan jauh dari hingar bingar. Dan pastinya, sebagian wilayah Lapland menjadi sarangnya aurora borealis menari nari di langit.

IMG_2323 (1)
Suatu hari ketika saya dan suami berjalan kaki di pukul 1/2 satu malam. Alam masih benderang menyapa kami. Dan saya pun mengabadikannya. Amazing..

Inilah sebenarnya yang membuat saya memendam keinginan untuk berlibur ke Lapland Swedia. Saya ingin sekali mengunjungi Lapland Swedia di saat winter. Bermain sledding dog, melihat aurora dari jendela kamar ice hotel. Saya penasaran bagaimana rasanya liburan tanpa melihat siang. Liburan yang segelap gelapnya itu seperti apa. Saya juga penasaran pengen melihat secara langsung bagaimana suku sami mengumpulkan ribuan reindeer yang tersebar di hutan Lapland di saat winter.

IMG_2320 (1)

IMG_2322 (1)
Ketika kami beruntung masih bisa merasakan “Midnight Sun” di wilayah Jukkasjärvi Kiruna ini

Tapi apa daya saya harus tau diri. Karena di saat winter suhu di sebagian besar wilayah Lapland ga main main. Khususnya wilayah artic circle ke bagian ujung utaranya. Suhu bisa mencapai minus 45 derajat celcius bahkan lebih. Bernapas saja sakit katanya. Dan pastinya suami pun menolak mentah mentah liburan ke Lapland di saat winter. Liburan kok ke tempat gelap kata dia. Haha..

IMG_2321
Ini juga saya foto ketika kami berjalan kaki di sekitar Ice hotel sekitar pukul 1/2 satu malam. Waktu itu beneran cantik banget semua. Tenang, nature dan benderang. 

Sebaliknya, suami justru tertarik untuk liburan ke Lapland Swedia di saat musim panas. Liburan tanpa malam itu asik kata dia. Bisa merasakan midnight sun di wilayah yang sesungguhnya. Sehingga jadilah kami mengunjungi beberapa wilayah di Lapland Swedia. Dan ternyata di musim panas pun wilayah ini mampu membuat saya jatuh cinta. Seumur hidup saya, baru di Laplandlah saya merasakan hari hari tanpa adanya malam. 

IMG_2318

Liburan kami nonstop 24 jam siang. Tidak ada malam. Tidak ada gelap.  Ternyata saya dan suami masih berkesempatan melihat nikmat alam yang unik ini. Iya…melihat langsung midnight sun di tanah Lapland Swedia.

Sebagian besar gambar di tulisan ini saya foto sewaktu berjalan kaki di sekitar Ice Hotel Jukkasjärvi kurang lebih pukul 1/2 satu malam. Kecuali foto rusa kutub, artic circle dan plank papan bertuliskan Lapland.

Gimana, tertarik mengunjungi Lapland Swedia? Sesekali bernarsis ria di tengah orang lain sudah terlelap tidur itu keren kok. Tenang, cahaya natural matahari siap membantu 24 jam penuh.  

IMG_1128
Di Ice Hotel Jukkasjärvi, late night yang benderang

To be continued..

Mengenal “FÄBOD” Di Dalarna Swedia

Gue yakin kalian pasti asing dengan kata “Fäbod”. Dimaklumi.

Fäbod merupakan sebutan yang sangat familiar dan sudah tidak asing lagi di propinsi Dalarna Swedia. Sudah ada sejak 450 atau 500 tahun silam. Bahkan hingga saat ini (meskipun tidak banyak lagi) masih ada fäbod yang bertahan.

Fäbod merupakan sebuah sejarah. Sejarah peradaban masa silam di sebagian wilayah Dalarna yang mostly menggantungkan hidup dari bertani.

Fäbod bisa dibilang sebuah “kawasan” yang dihuni secara “musiman”. Tepatnya hunian di saat musim panas. Tapi fäbod bukanlah summer house yang identik dengan liburan musim panas, santai, me time atau apalah itu yang menyegarkan badan dan pikiran, melainkan hunian yang dipakai para petani ketika harus tetap menggembalakan ternak mereka.

Mmmm…..bisa diperjelas lagi?

Jadi begini…

Dalarna itu adalah salah satu propinsi di Swedia yang sebagian besar wilayahnya dikelilingi hutan pinus, danau maupun sungai. Dalarna juga relatif lebih dingin dibanding ujung selatan Swedia. Sudah dekatlah ke perbatasan bagian utaranya. Sedangkan lahan lahan kosong untuk pertaniannya pun sebagian besar relatif terbatas.

Faktor geographis ini membuat Dalarna kurang bisa maksimal menghasilkan produksi tanaman pertanian termasuklah rumput untuk bahan pangan ternak. Ditambah lagi Dalarna mengalami musim dingin yang relatif lebih panjang dan lama.

IMG_9720

Ketika musim panas tiba, para petani di sebagian wilayah Dalarna memaksimalkan keterbatasan lahan dengan menanam rumput di sebagian lahan yang mereka punya untuk kemudian digunakan untuk makanan ternak.

Berhubung lahan terbatas, hasil panen di musim panas ini pun otomatis tidak mencukupi stok pangan ternak untuk satu tahun penuh. Kasarnya hanya cukup untuk stok musim dingin. Bahkan rumput liar yang tumbuh di sekitar hutan dekat rumah pun tidak ketinggalan dipotong untuk dijadikan stok pangan ternak.

Lalu masalah pun muncul. Jika rumput liar dan rumput yang sengaja ditanam tidak mencukupi, bagaimana kelangsungan hidup ternak ternak ini di saat musim panas tiba?

Kemudian muncul ide….

Selama musim panas para petani akhirnya tidak membiarkan ternak untuk tinggal di sekitar lingkungan tempat mereka tinggal. Karena jika tidak, otomatis tanaman rumput bakal habis dimakan ternak. Padahal itu akan digunakan untuk stok musim dingin.

Lalu kemana ternak ternak ini dibawa? Ke sebuah wilayah yang lumayan jauh dari tempat tinggal mereka. Seberapa jauh? Bisa 10 hingga 40 kilometer.

Hah? ….Terus setiap hari pulang pergi bawa ternak segitu jauh? 400 tahun silam belum ada kendaraan toh. Bawa ternak sapi pula. Sapi kan gendut gendut. Belum lagi bawa ternak lainnya. Kuda, domba, ayam, itik…ble ble ble.

Nah, itulah gigihnya mereka. Mereka sadar jika harus pulang pergi setiap hari sudah jelas akan sangat merepotkan. Selain tidak efesien di waktu juga akan menguras tenaga. Bisa bisa belum sampai tujuan uda keburu malam.

Sehingga mau tidak mau mereka harus rela membangun hunian baru di kawasan dimana mereka akan menggembalakan ternaknya. Biasanya kawasan yang dipilih adalah dataran yang agak tinggi dan tetap dekat dengan hutan. Di sini mereka bikin rumah sendiri, ngebor air secara manual dan semuanya serba bikin sendiri. Selama musim panas mereka berpindah ke hunian baru ini. Kawasan inilah yang kemudian dinamai FÄBOD.

IMG_9829
Sapi di sebuah kawasan fäbod yang masih bertahan hingga saat ini

Sepanjang musim panas mereka jarang bahkan nyaris tidak menempati rumah di desa mereka. Mereka bekerja menggembalakan ternak agar tetap kenyang menikmati rumput di kawasan fäbod.

Kemudian setelah musim panas usai, mereka pun kembali ke desa berikut dengan seluruh ternak. Saat musim dingin tiba ternak pun tetap kenyang memiliki asupan stok makanan karena di saat musim panas tanaman rumput di sekitar desa sama sekali tidak dimakan ternak.

Setiap desa di sebagian wilayah Dalarna rata rata warganya membangun kawasan fäbod. Bahkan satu desa masing masing warga bisa memiliki fäbod yang berbeda beda. Gue sendiri masih bisa melihat peninggalan fäbod warisan keluarga suami.

Tapi tidak semua wilayah di Dalarna memiliki Fäbod. Jika lahan mereka mencukupi, mereka tidak perlu membangun kawasan fäbod.

Fäbod umumnya ada di wilayah yang lahan pertaniannya terbatas. Lebih banyak hutannya. Contohnya seperti warga di wilayah Selatan Swedia, mereka memang tidak memerlukan Fäbod. Karena wilayah selatan Swedia memiliki lahan pertanian yang lumayan luas dan cuaca yang lebih hangat.

Meskipun ada satu dua fäbod yang masih bertahan hingga saat ini, Fäbod lebih diingat sebagai peninggalan sejarah. Saat ini sistem pertanian sudah sangat canggih. Tapi fäbod mengingatkan generasi ke generasi betapa beratnya usaha petani di masa silam untuk bisa bertahan hidup.

Namun dari sekian banyak Fäbod di Dalarna ada beberapa yang justru menjadi tujuan wisata. Sebut saja seperti Fryksås Fäbod yang sangat terkenal dengan keindahan landskapnya dan Kättboåsen Fabodar. 

IMG_9789
Rumah di kawasan fäbod yang sering gue kunjungi. Dalamnya bersih loh dan antik. Tanpa polesan make up dia. Haha..

IMG_9756

Kättboåsen Fabodar adalah kawasan fäbod yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal gue. Setiap tahun gue dan suami selalu mampir ke sini. Entah mengapa gue selalu suka. Keaslian lingkungan sekitarnya membuat gue seolah lupa jika gue hidup di tahun saat ini.

IMG_9825
Sapi di sekitar fäbod

Kättboåsen Fabodar dikelola pasangan suami isteri yang sangat setia dengan kehidupan jaman bahela. Bayangkan setiap musim panas mereka bener bener menjalankan apa yang dilakukan para petani Dalarna ratusan tahun silam.

IMG_9799
Bunga menjadi lebih cantik ketika berada diantara yang rustic

Mereka meninggalkan rumahnya dan hidup dengan ternak ternaknya selama musim panas di kawasan fäbod milik mereka. Rumahnya beneren ga dipoles. Apa adanya seperti ratusan tahun silam. Perlengkapan peralatan di dalam rumah pun masih orisionil.

IMG_9788
Semakin kusam warna kayunya semakin tertarik orang berkunjung haha

Setiap kami ke sana mereka selalu berpakaian tradisional Dalarna. Masak pakai kayu bakar, cuci tangan di baskom bukan di wastafel. Beneran kehidupan jaman dulu.

Setiap musim panas mereka membuka ruang untuk turis tanpa dipungut biaya. Paling mereka mendapat keuntungan dari hasil menjual roti, keju, cake yang mereka buat sendiri. Kejunya mereka bikin sendiri loh dari ternak sapi mereka. Cakenya juga enak. Beneran deh, apa saja akan menjadi lebih nikmat jika disantap di suasana jadul seperti ini. Karena berasa serba terbatas kan.

IMG_9725
Sekitar halaman fäbod yang adem asri

Ngopi sambil dengerin suara aummm sapi dan kukuruyuk ayam yang super montok, mencium aroma asap kayu bakar, hingga kabin kabin tua yang super rustic. Beneran lupa kalau sekarang uda tahun 2019. Hahaha.

IMG_9740
Nah….di sini ngopinya.. sesimple itu Marimar! Air panasnya dibakar di atas kayu bakar. Lupakan mencari air kemasan botol di sini. 
IMG_9786
Ember kayu jaman dulu dan kuali besi hitam yang masih bertahan

Semua turis yang ke sini tidak pandang umur. Anak anak, remaja, dewasa dan tua. Semua menikmati dan antusias mengelilingi kawasan fäbod. Berikut beberapa gambar di kawasan Kättboåsen Fabodar yang masih bertahan hingga saat ini.

IMG_9835
Mereka juga nanam grain untuk menghasilkan tepung rye
IMG_3927
Ini kucing mereka. Cute banget. Begitu hendak gue foto sepertinya dia tau. Dia berhenti loh dan menoleh gitu. Ini Foto empat tahun lalu dan sampai sekarang si kucing ini masih ada.
IMG_9817
Jerami

IMG_9718

Jaman sekarang tidak sedikit yang menjadikan bangunan rumah di kawasan fäbod yang sudah tidak terpakai lagi menjadi summer house. Dan itu lumayan banyak diincar. Sedangkan untuk fäbod yang masih bertahan biasanya menjadi ajang tempat wisata musim panas.

Note: Semua foto di dalam tulisan ini hanya menggunakan handphone

Bagaimana Cara Membuat “Ragi Natural” Atau Levain?

Tulisan ini saya tulis terkait semakin banyaknya teman teman yang bertanya tentang adonan menggunakan Ragi Natural atau Levain. Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang berbagai macam jenis adonan asam yang berhasil saya bikin. Contohnya seperti gambar di bawah ini.

47309040012_857580c624_o

33485618928_125553d011_o.jpg

Satu hal yang perlu diingat, bergelut dengan ragi natural tidaklah mudah. Butuh waktu dan ada tahapan proses. Dan itu tidak singkat. Tidak cukup membaca satu dua kali segala referensi yang berhubungan dengan adonan asam ini. Butuh berkali kali dan butuh banyak latihan.

Dari gagal dan banyak latihan itulah nantinya secara otomatis akan membantu kita untuk lebih memahami cara kerja si ragi. Dimana kekukarangan adonan yang kita buat. Ingat, kita berhadapan dengan sesuatu yang hidup dan liar. Yang cara kerjanya sesuka mereka. Bukan dengan ragi yang sengaja disetting kemampuan kerjanya layaknya ragi komersial yang beredar di pasaran.

IMG_9649.jpeg

Jadi jika dirasa bingung dan kurang mengerti jangan langsung memble. Jangan cepat cepat menyimpulkan sendiri. Jangan menduga duga. Baca dan tonton tutorialnya dengan seksama.

Jangan melayangkan pertanyaan yang jelas jelas sudah dijelasin di resep dan tutorial. Ulangi dibaca dan bila perlu berkali kali. Boleh bertanya sepanjang pertanyaannya memang benar benar tidak ditemukan jawabannya di tutorial.

Di tulisan ini akan saya jelaskan bagaimana cara membuat ragi natural serta feedingnya. Ragi natural yang akan saya jelaskan ini khusus ragi yang terbuat dari bahan tepung. Bukan dari buah buahan. Jadi kalau ada pertanyaan, tanyalah sesuai dengan yang saya tulis.

Langsung saja …………….

Hari Pertama :

Campur 20 gram air, 20 gram tepung gandum utuh (Whole Wheat Flour) dan 5 gram madu ke dalam jar/toples. Lalu aduk rata. Kemudian diamkan selama 24 jam.

Hari Kedua :

Campur 40 gram air, 40 gram tepung gandum utuh, dan 5 gram madu ke dalam toples berisi campuran di hari pertama. Lalu Aduk rata. Kemudian biarkan selama 24 jam.

Hari Ketiga :

Campur 80 gram air dan 80 gram tepung gandum utuh ke dalam toples berisi campuran di hari kedua. Lalu aduk rata. Kemudian diamkan selama 24 jam.

Hari keempat :

Campur 100 gram air dan 100 gram tepung serba guna ke dalam toples berisi campuran di hari ketiga. Lalu Aduk rata. Kemudian diamkan selama 12 jam atau hingga mengembang 3 kali lipat.

Hari kelima : 

IMG_9659.jpeg

IMG_9648.jpeg

Campuran terlihat mengembang dan berbuih. Artinya ragi natural berhasil dan hidup. Meskipun demikian, ragi ini belum bisa dibilang matang dan dewasa. Artinya belum benar benar aktif untuk digunakan ke dalam sebuah resep adonan. Jika dipaksa malah akan menghasilkan roti yang tidak maksimal. Ibarat bayi baru lahir terus disuruh kerja kan repot.

IMG_9660.jpeg

Lalu bagaimana cara agar si ragi muda ini bisa aktif dan cukup strong untuk digunakan ke dalam sebuah adonan? Jawabannya harus difeeding dengan air dan tepung dalam takaran yang sama. Caranya?

Ambil ragi seberat 100 gram. Masukkan ke dalam sebuah toples baru. Sisa ragi boleh dibuang (tidak diperlukan lagi). Jadi fokus pada ragi seberat 100 gram tadi. Kemudian masukkan air dan tepung masing masing seberat 100 gram. Aduk rata dan biarkan mengembang hingga 3 kali lipat.

Setelah itu ulangi hal yang sama untuk feeding yang kedua. Ingat, di setiap feeding ada sisa yang dibuang. Jadi untuk feeding kedua, ambil 100 gram ragi dari hasil feeding pertama. Sisanya bisa dibuang. Lalu tambahkan air dan tepung masing masing seberat 100 gram. Biarkan hingga mengembang 3 kali lipat.

Hari keenam, lakukan feeding dengan cara yang sama yaitu sistem buang sebagian dari hasil feeding kedua. Cuma takaran tepung dan air cukup 50 gram saja agar tidak terlalu banyak sisa tepung yang terbuang. Lakukan seterusnya hingga total mencapai 14 kali feeding terhitung dari hari kelima. Setelah itu ragi sudah bisa digunakan.

Dan saran saya, cobalah segera membuat adonan roti dan gunakan si ragi untuk mengetahui kinerjanya. Setelah digunakan ke adonan resep, sisa ragi yang tidak terpakai bisa ditutup rapat dan disimpan di dalam kulkas.

Lantas bagaimana kelanjutan sisa ragi yang disimpan di dalam kulkas? 

Tetap harus difeeding. Kalau tidak, bisa bisa si ragi akan mati. Ingat, ragi natural itu hidup. Ada masa dimana dia akan lapar dan haus. Jadi harus difeeding secara berkala. Beri makan dan minum.

Kapan sebaiknya difeeding?

Nah, untuk feeding tidak ada aturan mutlak harus rutin berapa kali sehari atau berapa kali seminggu. Tapi agar kualitas ragi tetap terjaga, pastinya kita harus memberi makan minum dong. Jangan cuma pengen bikin doang tapi feedingnya malas.

Meskipun demikian, saya akan beri contoh atau gambaran agar kalian tidak terlalu pusing urusan feeding ini. Satu hal yang perlu diketahui bahwa kuantitas feeding ragi natural relatif tidak sama. Tergantung kebutuhannya saja.

Contoh :

Jika kalian rutin baking satu kali seminggu, maka feedinglah si ragi natural setiap hari. Cukup satu kali sehari dan tidak perlu lagi masukin ke kulkas. Kenapa? Karena kalian sudah pasti menggunakannya setiap minggu.

Jika ternyata kalian tidak rutin ngebaking, misalnya cuma dua kali seminggu atau satu kali dalam sebulan, maka kalian cukup feeding 1 atau 2 kali seminggu.

Tapi begitu kalian akan gunakan ke resep, sebaiknya tingkatkan kuantitas feedingnya. Minimal 4 hari sebelum kalian baking. Rutinlah feeding sebanyak 3 kali sehari selama 4 hari berturut. Kenapa? Karena sebelumnya raginya relatif lama tidak digunakan dan feedingnya terbatas. Artinya dia belum benar benar kenyang untuk bekerja. Kurang strong karena tidak bertenaga. Jadi idealnya diberi makan minum yang cukup dulu.

Berapa rationya? bisa 1:1:1 atau 1:2:2

Misalnya ragi 50, tepung 50 dan air 50 gram atau ragi 25, tepung 50 dan air 50 gram.

Takaran tidak harus sama persis seperti yang saya sebut. Ini hanya contoh saja. Sesuai kebutuhanlah. Misalnya feeding di awal gunakan ratio 1:1:1 supaya sisa ragi yang terbuang tidak terlalu banyak. Lalu untuk feeding terakhir, ratio bisa ditingkat menjadi 1:2:2.

Pusing? Baca pelan pelan aja. Jangan main kilat bacanya.

Kenapa sih harus ada yang dibuang? jawabannya kalau tidak dibuang sebagian, ragi akan semakin asam dan sangat asam. Ingat, levain itu adonan asam loh. Kalau ditumpuk terus tanpa ada yang dibuang sebagian, roti kalian akan seasam jeruk nipis.

Saya kurang merekomen ragi natural ini jika kalian bakingnya malas malasan. Misalnya bikin roti cuma satu kali 3 bulan. Mubazir membuang buang tepung.

Lantas sisa ragi yang dibuang itu bisa dipakai tidak? Bisa. Tapi ke adonan yang ringan ringan saja seperti jenis kue kuean. Kalau untuk adonan berat seperti donat jangan ya. Karena logikanya sisa ragi yang dibuang adalah ragi yang belum bener bener strong yang dibuang di masa proses feeding masih berlangsung. Adonan donat lumayan berat sama halnya dengan adonan roti.

Selama proses feeding masih berlangsung (misalnya rutin harus difeeding selama beberapa hari), ragi jangan dimasukin ke dalam kulkas ya. Ragi dimasukin ke dalam kulkas setelah proses feeding selesai (Misalnya minggu ini cuma feeding satu kali karena tidak ada rencana baking dalam waktu dekat), baru boleh langsung dimasukin ke dalam kulkas.

Untuk Tutorial Lengkap Cara Pembuatan Ragi Natural berikut feeding, bisa melihat pada tayangan video di bawah. Saya sudah share di channel youtube @Dapursicongok. 

Dikerjai “Brioche”

Pertama sekali bikin Brioche sekitar dua tahun lalu. Berhasil!

Waktu itu adonannya menggunakan starter sourdough (ragi natural). Keberhasilan itu tentunya sukses membuat hati saya berbunga bunga. Montok dan seksi hasilnya. Hanya brioche yang saya bikin waktu itu bisa dibilang brioche ala ala. Butter dan telurnya tidak banyak. Bisa dibilang lebih mirip roti kasur, roti bantal, roti sobek dan konco konconya. Brioche ala Indonesialah.

IMG_9219.jpeg

Berbicara brioche yang sesungguhnya tentu saja sangat identik dengan penggunaan jumlah telur dan takaran butter yang relatif banyak. Artinya penggunaan bahan telur dan butter dalam adonan brioche tidak seperti adonan roti kebanyakan yang penggunaan butter dan telur relatif lebih sedikit. Sehingga tak ayal aroma dan rasa brioche memang melelehkan hati. Apalagi sewaktu dipanggang di dalam oven. Du….du….du …..banget.

IMG_9220.jpeg

IMG_9226.jpeg

Brioche sendiri berasal dari Perancis. Negara yang memang famous sekali dengan kualitas roti roti lezatnya. Selayaknya bikin adonan croissant dan puff pastry, dibutuhkan tingkat kesabaran dan kehati hatian dalam proses pembuatan brioche.

IMG_2435 (2).JPG

Menurut pengalaman saya yang sudah beberapa kali melakukan uji coba dan gagal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dan tidak boleh dianggap sepele. Misalnya seperti suhu ruang, suhu oven, suhu adonan, suhu bahan bahan seperti butter, telur dan cairan air/susu yang harus dingin hingga ukuran loyang yang tepat dengan berat total adonan. 

IMG_9222.jpeg

Karena mengandung bahan telur dan butter yang relatif banyak, proses pengulenan adonan brioche pun otomatis memakan waktu yang relatif lebih lama dari adonan roti biasa. Untuk bisa menghasilkan sebuah adonan yang kalis elastis, setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Meskipun relatif lama, amazingnya adonan tidak over mix dan kering. Tetap smooth dan lentur. Karena apa? ya karena si butter tadilah.

IMG_9221.jpeg

Untuk menghindari suhu adonan cepat naik ketika dimixer, sebaiknya telur, susu atau air dalam kondisi dingin (suhu kulkas). Sedangkan butter mutlak harus dingin (suhu kulkas).

Untuk proses fermentasi wajib overnight di dalam kulkas. Sekitar 12-16 jam. Fungsinya untuk menghasilkan adonan yang jauh lebih padat mengeras serta memudahkannya pada saat dibentuk. Slow fermentasi di dalam kulkas juga akan membuat tasty roti lebih rich, pluffy, berserat halus dan tentunya lebih tahan lama.

IMG_2425 (1).JPG

Sedangkan fermentasi selanjutnya dilakukan di suhu ruang sekitar 3-4 jam. Fermentasi di suhu ruang tetap relatif lama karena ketika akan diproofing suhu adonan masih dingin. Jadi adonan harus menyesuaikan dengan suhu ruang terlebih dahulu barulah setelahnya bisa mengembang sempurna.

Adonan brioche lumayan sensitif menurut saya. Karena kandungan butter yang relatif banyak tadi. Apalagi kalau butter yang digunakan sudah sempat terkena suhu ruang hingga menjadi soft butter, alamat suhu adonan akan cepat naik ketika dimixer. Susah merekat dan permukaan menjadi pecah pecah. Ketika dioven malah terlihat pucat dan mengeras karena si butter kadung cepat meleleh. Warna golden brownnya pun tidak keluar. Jelek!

IMG_2481 (1).JPG

Suhu ideal oven menurut saya sekitar 170 celcius. Saya pernah mencoba di suhu 180 derajat celcius, alhasil permukaan sudah sangat gelap tapi bagian pertengahan adonan masih liat dan belum matang. Bisa jadi juga karena susunan adonan terlalu sempit dan berat dan tidak ideal dengan ukuran loyang. Saya lupa kalau adonan yang mengandung butter yang luamayan banyak akan lebih susah mengembang ke atas.

Belum lagi adonan dirounding terlalu lama. Sehingga permukaannya menjadi lebih tipis dari bagian bawah. Ketika diproofing yang ada permukaan adonan terlihat mau sobek karena terlalu tipis. Padahal bagian bawah masih belum sempurna mengembang. Puncaknya ketika dimasukin ke dalam oven, akhirnya bagian bawah mendorong paksa ke bagian atas. Hasilnya menjadi kurang mulus dan terlihat seperti terbelah di bagian tengahnya. Beberapa kali saya lumayan kecewa dengan hasil yang tidak sesuai keinginan saya. Meski jika dimakan sudah enak. Tapi tetap tak memuaskan.

IMG_2449

Brioche itu warnanya lumayan khas. Golden brownnya lebih gelap dan tajam. Ini efek dari pengolesan kuning telur. Nah…..aroma kuning telur inilah salah satu yang membuat adonan brioche lebih sempurna. Seperti bukan memanggang roti melainkan cake. Ini masih pakai ragi instan loh. Gimana lagi kalau pakai ragi natural. Saya yakin pasti lebih harum.

IMG_9214

Ternyata membuat brioche yang bener bener menggunakan takaran butter dan telur yang banyak itu tidak semudah yang saya bayangkan marimar! Saya gagal beberapa kali!

Namun akhirnya happy ending karena berhasil juga menaklukkan adonannya. Puas banget saya. Hingga hari ketiga brioche tetap enak. Tetap lembut dan aroma butternya lebih keluar. Ini menjadi salah satu roti andalan saya. Enak!

Saya sangat mencintai dunia perbakingan. Beberapa kali gagal tidak membuat saya menyerah. Saya anggap tepung dan konco konconya adalah teman teman saya.

Kalian bisa mencobanya di rumah. Resepnya sudah saya uji coba hingga 4 kali baru berani share. Tutorialnya bisa melihat video di bawah.

Lupiner, Cantik Tapi Berbahaya

Setiap musim panas, ada satu jenis tanaman yang menghiasi beberapa wilayah Swedia. Terkhusus di wilayah Dalarna. Beraroma semerbak dan beraneka warna. Cantik.

Di Swedia orang orang menyebutnya Lupiner. Sedangkan asal katanya berasal dari bahasa Latin yaitu Lupinus yang artinya serigala. Dinamai demikian karena keganasan lupiner yang mampu mengekspansi pertumbuhan tanaman di sekitarnya sehingga sulit berkembang.

IMG_8908 (1)

Awalnya gue berpikir jika tanaman ini hanya tumbuh di wilayah dingin. Ternyata tidak. Malah dari beberapa sumber yang gue baca,  di wilayah panas seperti Indonesia pun lupiner bisa dibudidayakan. Dan gue juga baru tau jika lupiner dianggap berbahaya terhadap kelangsungan hidup species lain di sekitarnya. Karena sifat serigalanya itu tadi.

IMG_8913

Beberapa waktu lalu, pemerhati lingkungan di Swedia mulai dibikin resah oleh ekspansi tanaman ini. Dihimbau agar warga yang melihat lupiner sebaiknya segera menebas dan membakarnya agar tidak membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman liar lain yang dianggap lebih nature.

Walaupun dalam kenyataan yang gue lihat, warga tetap membiarkan bunga ini hidup dan menikmati keindahan warna warninya. Emang cantik sih. Ibarat melengkapi keindahan musim panaslah. Apalagi kalau dilihat dari jauh, warna ungunya mirip bunga lavender.

IMG_8898 (1)
Mirip Lavender

Lupiner aslinya berasal dari Amerika Utara dan Selatan. Konon di sana bunga ini sangat terkenal. Selain di Swedia, lupiner juga tumbh subur di wilayah New Zealand, Afrika Utara dan kawasan Mediterania. Konon biji Lupiner bisa dimakan dan sering menjadi suguhan dalam bentuk  cemilan di wilayah mediterania.

IMG_8911

IMG_8909

Lupiner sangat menyukai air. Makanya tanaman ini lebih subur di tanah yang memiliki kandungan air yang banyak. Seperti di pinggiran sungai, pantai dan danau. Sehingga kalau gue lihat, tanaman ini tumbuhnya memang tak jauh jauh dari sekitar air. Tumbuh di pinggir jalanpun karena jalanan berada tak jauh dari sungai atau danau. Atau di sekitar selokan yang ada aliran airnya. Jadi tanaman ini tidak tumbuh di sembarang tempat.

IMG_8898

Di wilayah eropa lainnya, lupiner ternyata dibudidayakan untuk dijual di toko bunga. Ahhh so lucky me bisa melihat hamparan mereka dan bisa memetik sepuasnya.

IMG_8915

Saat gue menulis tulisan ini, lupiner lagi banyak banyaknya bermunculan. Dan gue pun tak ingin ketinggalan untuk mengabadikan momen cantik ini dalam bentuk video.

Bisa klik video di bawah …

Dikutip dari berbagai sumber termasuk Wikipedia