CARA CEPAT MEMBUAT MOZZARELLA

Sudah lama saya ingin membuat mozzarella tapi selalu terhalang oleh waktu yang sok sibuk. Apalagi jika dipikir pikir keju bertaburan di supermarket Swedia mulai dari harga murah hingga mahal. Tinggal beli saja boleh. Lagian saya memang suka memilih rempong gila sendiri. Tapi tunggu dulu Fulgoso! Semuanya tidak melulu diukur dari ribet praktis. Bikin sendiri punya kepuasan tersendiri. Nambah pengalaman juga. Lebih pinter dikitlah. Terus terapi jiwa juga. Paling tidak menjadi tahulah kalau cara bikin ini an itu begonoh…..noh ternyata.

IMG_4655~photo-full.jpg
Mozzarella dari susu no pasteurisasi

Ketika tahu bahwa saya akan membuat mozzarella, suami lumayan antusias. Dia merasa mengulang memori akan kakek neneknya yang sehari hari memang beternak sapi serta membuat keju di sepanjang hidup mereka.

Sampai sampai dia rela membongkar gudang dan memperlihatkan kepada saya cetakan keju jaman bahela yang sudah berumur ratusan tahun. Ya ampun melihatnya saya sampai terharu bagaimana orang dulu membuat cetakan keju dengan membentuk hiasan pada dasar cetakan agar hasil permukaan keju menjadi cantik. Rencananya saya akan videoin untuk konten youtube saya next time. Unik soalnya. Haha..

IMG_4721~photo-full.jpg
Mozarella difermentasi untuk campuran salad

Mozarella merupakan jenis keju yang berasal dari Italia. Awalnya populer di wilayah selatannya. Saya baru tahu kalau ternyata keju ini awalnya dibuat dari susu kerbau dan bukan cuma dari susu sapi.

Saya langsung teringat dengan “Dali ni Horbo” (susu kerbau) di tanah batak Sumatera Utara. Sedikit mirip dengan mozzarela ini. Meski tidak sama tapi cara pembuatannya sedikit mirip. Era milenial sekarang mereka menyebut Dali ni Horbo sebagai Keju Batak. Next akan saya tulis lebih detail tentang Dali ni Horbo (itupun kalau semangat nulisnya tidak memble).

Gambar di bawah ini adalah mozzarella tanpa rennet. Bentuknya nyaris sama dengan yang menggunakan rennet tapi hasil akhirnya tidak memuaskan karena susah melt.

Dalam proses pembuatannya Mozzarella memerlukan bahan penting. Berikut di bawah uraiannya. 

  1. Rennet

Rennet bisa disebut enzim microba yang dikenal dengan sebutan protease. Enzim ini dihasilkan dari bagian dalam lambung mamalia (lebih sering dari anak sapi yang baru lahir).

Enzim aktif di dalam rennet disebut Rennin. Rennin inilah yang dipercaya ampuh dan efektif mencerna susu agar berubah lebih padat dan merekat. Di Swedia sendiri tidak mudah mendapatkan rennet. Belinya cuma di apotik setau saya.  Beli online pun melalui apotik juga. Mungkin karena sudah jarang orang yang membuat keju sendiri mengingat di supermarket bejibun dijual.

IMG_4682~photo-full
Rennet di Swedia

2.  Citric Acid (asam sitrat)

Merupakan senyawa asam yang bisa bersumber dari buah atau sayuran. Paling sering dari lemon. Penggunaan asam sitrat pada mozzarella membantu rennin bekerja lebih optimal dan lebih cepat, sehingga PH air susu lebih cepat menurun dan mampu membentuk curd/dadih lebih cepat pula (dikutip dari berbagai sumber. Semoga tidak salah menyimpulkan).

IMG_4686~photo-full
Critic Acid

Di jaman modern seperti sekarang mostly penambahan asam sitrat dalam proses pembuatan mozzarella sering digunakan. Karena jika tidak, waktu proses menjadi lebih lama karena asam yang dihasilkan dalam campuran susu dan rennet mau tidak mau harus terbentuk secara alami oleh bakteri.

Tapi di negeri asalnya Italia sana proses pembentukan asam secara alami dalam campuran susu dan rennet masih setia dijalankan di rumah produksi kecil. Kualitasnya pun jauh lebih bagus dari segi rasa. Tapi dibanding jenis keju lain mozzarella memang disebut sebut sebagai keju yang lebih mementingkan tekstur daripada rasa. Bisa jadi benar secara rasa keju ini kan lumayan datar dan tanpa aroma tajam (menurut saya loh). Mungkin karena bukan jenis keju tua juga. Yang penting bisa lumer saja kalau kata orang kita mah.

Padahal keju ini juga bisa disantap tanpa harus dibaking dan lumer. Dijadikan pelengkap salad atau dilalap begitu saja dengan tomat atau basil. Ditabur olive oil dan lada hitam. Difermentasi pun bisa dengan campuran olive oil, garam dan lada serta herbs.

3. Susu Kerbau/Susu Sapi (pasteurisasi atau non pasteurisasi)

Jadi agak keliru juga kalau ada yang menyebut mutlak harus menggunakan susu mentah atau raw milk. Karena dari yang saya baca, banyak industri keju yang justru menggunakan susu pasteurisasi demi menjaga ketahanan dalam pengiriman.

Cuma memang kalau untuk skala kecil, sebaiknya menggunakan susu mentah. Hasilnya lebih enak. Lebih gurih karena selain lemaknya lebih tinggi juga lemak susu masih terjaga dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, bakteri baik dalam susu belum mati dan ini sangat membantu proses pembentukan curd dalam proses pembuatan keju tadi.

IMG_4694~photo-full
Mozzarella menggunakan rennet dan susu non pasteurisasi

Saya sudah mencoba mozzarella dengan menggunakan susu pasteurisasi dan juga yang non pasteurisasi. Dari segi bentuk sih tidak terlihat perbedaan mencolok. Nyaris sama. Tapi kalau dilihat detail ya memang berbeda menurut saya. 

Susu mentah menghasilkan curd/dadih yang lebih soft dan cepat lumer ketika dipanaskan pada suhu yang panas. Dan pastinya tidak butuh waktu lama langsung cepat cepat elastis. Ditarik tidak putus. Lentur dan smooth.

Sedangkan curd pada susu yang dipasteurisasi lebih kokoh dan cepat memadat. Airnya lebih bening karena kadar lemaknya sudah berkurang dan terganggu. Butuh waktu lebih lama untuk bisa elastis. Harus diulang ulang direndam air panas dengan suhu yang sama. Baru bisa elastis.

Ketika dipanggang pun hasilnya kurang lumer dan cenderung lebih padat. Jadi pilihan di tangan anda. Kalau selevel pabrik jangan ditanya. Mereka sudah jauh lebih mengerti mengatasi kekurangan yang saya sebut di atas. 

IMG_4689~photo
Ini curd/dadih dari susu non pasteurisasi. Lebih lembut.
IMG_4692~photo
Ini curd/dadih dari susu pasteurisasi. Lihat bedanya. Lebih padat dan tegas nyata potongannya.
IMG_4690~photo-full
Curd dari susu non pasteurisasi. Lumer banget setelah dipanaskan.
IMG_4693~photo-full
Curd dari susu pasteurisasi. Kurang lumer dan cenderung menggumpal setelah dipanaskan.

4. Garam (Disarankan menggunakan sea salt karena lebih alami dibanding garam dapur biasa).

5. Termometer suhu (ini wajib karena dalam proses pembuatan mozarella ini diperlukan suhu yang berbeda beda).

Demikianlah bahan bahan di atas penting sekali dalam proses pembuatan mozzarella. Dan seperti judulnya, mozzarella yang saya bikin ini seperti yang kebanyakan mozzarella yang dibuat di jaman modern. Lebih cepat karena menggunakan bantuan asam sitrat. Kalau mau tanpa asam sitrat ya harus lebih sabar menunggu proses pembentukan asam secara alami oleh bakteri di dalam campuran susu dan rennet. 

Banyak sekali video beredar di youtube yang menampilkan mozzarella tanpa menggunakan rennet. Mereka menggunakan vinegar atau lemon saja. Hasilnya? Hasilnya sangat kacau menurut saya.

Susu memang mampu membentuk curd tapi tidak bisa elastis. Ditarik seperti ban karet. Dipanggang bandel tak mau lumer….haha….

IMG_4699~photo-full
Mozarella menggunakan rennet dan susu non pasteurisasi. Dari segi penampakan tidak jauh beda dengan yang tidak menggunakan rennet pada gambar di bawah. 
IMG_4747~photo-full
Mozzarella menggunakan susu pasteurisasi dan tanpa rennet. Ini hanya menggunakan vinegar. Ini kurang lentur dan susah melt.
IMG_4751~photo-full.jpg
Mozzarella tanpa rennet dan hanya menggunakan lemon. Kacau hasilnya.

Tapi kalau mau dicoba boleh saja untuk membuat perbandingan. Jadi lebih tahu. Makanya saya juga coba sehingga saya akhirna tahu. Tanpa rennet kejunya tidak smooth dan susah lumer.

Sebenarnya rennet bisa dihasilkan dari tumbuhan katanya. Misalnya getah pepaya atau getah nenas. Bisa jadi benar karena dalam proses pembuatan Dali ni Horbo atau keju batak yang saya sebut di atas, warga batak menggunakan getah pepaya atau nenas untuk merekatkan susunya. Tanpa asam buatan dan lebih alami. Tapi memang hasilnya sebatas dadih atau curd doang. Ga sampai keju beneran.

IMG_4635~photo-full.jpg
Menggunakan mozzarella dari susu non pasteurisasi dan rennet. Hasilnya lumer dan bagus serta berserabut kalau ditarik
IMG_4722~photo-full
Menggunakan mozzarella dari susu pasteurisasi dan rennet. Hasilnya lumer tapi agak padat.
IMG_4679~photo-full
Mozzarella tanpa rennet. Hasilnya jelek dan tidak lumer. Tidak ada serabut sama sekali jika ditarik

Setelah melakukan beberapa trial dan belum berhasil menghasilkan mozarella yang sesuai harapan, akhirnya saya terinspirasi dari resep seorang youtuber luar bernama Cheese52. Sepertinya dia khusus membuat tutorial keju. Akun kecil tapi cara penyampaiannya detail dan tidak buru buru. Saya suka.

Meski untuk takaran bahan saya sesuaikan dengan kebutuhan saya. Nah langsung saja ya saya tulis resepnya. Baca pelan pelan. Anggap saja mengisi kegiatan di masa karantina sekaligus menambah pengetahuan dan pengalaman. Bila perlu kerjakan bersama anak anak. Bikinnya tidak sampai satu jam sudah bisa menghasilkan mozarella. Seru!

BAHAN A :

  1. 4 gram Citric Acid (3/4 sdt)
  2. 115 gram air bersih (disarankan tidak mengandung chlorine/pembersih air/pembunuh bakteri pada air minum)

BAHAN B :

  1. 1,5 gram rennet (1/4 sdt)
  2. 30 gram air bersih (disarankan tidak mengandung chlorine/pembersih air/pembunuh bakteri pada air minum)

BAHAN C : 

  1. 2 liter susu sapi (tidak dipasteurisasi)
  2.  5 gram sea salt

CARA MEMBUAT :

  1. Campur bahan A, aduk rata dan sisihkan
  2. Campur bahan B, aduk rata dan sisihkan
  3. Tuang susu ke dalam panci, masukkan campuran bahan A. Aduk sekitar 30 detik
  4. Panaskan di api kecil hingga suhu mencapai 32 derajat celcius (gunakan termometer suhu)
  5. Setelah suhu mencapai 32 derajat celsius, matikan kompor
  6. Lalu masukkan bahan campuran bahan B
  7. Aduk perlahan selama 30 detik
  8. Lalu tutup panci dan biarkan selama 15 menit
  9. Setelah 15 menit akan terlihat curd (dadih susu). Waktu yang diperlukan sampai curd terbentuk relatif tidak sama. Tergantung kualitas susu. Bisa cuma 5 menit, bisa 15 menit seperti saya atau bahkan lebih.
  10. Lalu potong dadu curd di dalam panci secara perlahan (lihat video youtube di bawah)
  11.  Lalu panaskan kembali curd di api kecil sambil diaduk sangat perlahan dan hati hati hingga mencapai suhu 43 derajat celsius
  12. Setelah suhu mencapai 43 derajat celsius, matikan kompor
  13. Lalu tutup panci dan biarkan selama 5 menit
  14. Setelah 5 menit, buka tutup panci
  15. Curd terlihat lumayan melumer
  16. Lalu ambil curd dengan sendok (lebih bagus sendok yang bolong bolong) dan pindahkan ke wadah baru
  17. Sisa air yang terikut ke dalam curd bisa dituang ke dalam panci pertama
  18. Lalu panaskan sisa air rebusan curd (whey) hingga mencapai suhu 70-87 derajat celsius (saya memilih hingga 87 derajat celsius)
  19. Setelah suhu tercapai, matikan kompor
  20. Masukkan garam ke dalam whey dan aduk rata
  21. Lalu tuang ke dalam wadah berisi curd
  22. Biarkan sekian detik dan aduk pelan sebentar
  23. Kemudian ambil sendok lain dan dengan bantuan sendok ini kumpulkan curd di ke sendok yang pertama (sendok bolong yang agak lebar) agar suhunya tidak terlalu panas ketika dipegang.
  24. Kemudian gunakan sarung tangan dan peras air di dalam curd (merasnya cukup sebentar saja dan tidak perlu kuat).
  25. Lalu tarik sekali dan lipat, tarik lagi dan lipat, kemudian tarik lagi dan lipat (pada saat ditarik harus elastis dan tidak putus).
  26. Lalu masukkan sebentar ke dalam whey dan bentuk bulat seperti membuat pentol bakso.
  27. Kemudian masukkan ke dalam wadah berisi air dingin sekitar 3 menit.
  28. Mozzarella siap digunakan
  29. Bisa langsung disantap atau bisa disimpan di chiller. Bisa tahan kurang lebih seminggu.
  30. Jika ingin lebih berair bisa disimpan dengan sedikit air whey. Masukin chiller.
  31. Jika ingin disimpan di freezer, pastikan air dalam keju sudah diperas dan bungkus dengan plastik wrap. Tahan sebulanan.
  32. Jika menggunakan susu pasteurisasi maka proses menarik dan melipat ini bisa berlangsung lebih lama. Lebih berulang ulang sambil sesekali direndam ulang ke dalam whey dengan suhu yang tetap terjaga antara 70-87 celsius. Jika suhunya kurang maka whey harus dipanaskan kembali.
  33. SELAMAT MENCOBA.

Untuk melihat lebih jelas dan mudah, kalian bisa melihat tutorialnya pada link youtube dapursicongok di bawah ini .

Penggila Jajanan Pasar

Ya Tuhannnnnnnnnnn….!

Blog ini masih ada nafasnya ga sih? Sekian lama ga difeeding…hahaha!

Entah mengapa kok rasanya gue semakin ga punya waktu menulis di blog. Padahal sering kepikiran mau nulis ini itu. Ujung ujungnya tetap stabil di titik “malas”. Iya, semakin hari semakin malas bercerita. Semoga tidak berkepanjangan.

Belakangan ini gue lebih aktif bermain masak masakan dan baking bakingan di instagram @dapursicongok yang gue kelola. Hobby baking dan memasak ternyata lebih menyita perhatian dan waktu gue dibanding ngeblog. Senang aja gue bisa berbagi pengalaman memasak dan baking di sana. Terutama baking. Lagi cinta cinta sangat.

IMG_6350.jpg

IMG_6364.jpg

Berhubung sekarang lagi ramadhan, sepertinya asik nih cerita tentang tajil. Ya hitung hitung blog ini ada tulisan barulah. Biar tidak terlalu lama kelaparan karena ga diberi giji. Haha.

IMG_7093.jpg

Ramadhan sendiri buat gue pribadi merupakan bulan yang sering mengingatkan kenangan masa silam. Meski tidak menjalankan puasa, tapi ramadhan selalu membuat gue gembira. Khususnya sewaktu gue masih stay di Medan. Dari kecil hingga dewasa selalu senang hunting makanan berbuka puasa. Lebih semangat dari yang berpuasa malah. Hahaha.

Kala itu kota Medan selalu ramai dengan penjaja kue tradisional dan jajanan pasar. Pokoknya ramai bangetlah. Senang banget. Mulai dari klepon, lupis, dadar gulung, wajik, talam ketan, kolak, bubur cendil, mie goreng, pecal, berjejer manis membuat tak cuma perut tapi mata juga lapar. Bahkan tak jarang gue sudah menunggu sabar si tukang kue langganan padahal dianya masih beres beres.

Demikian juga dengan lebaran, gue ikutan semangat. Menunggu bedug takbiran lewat dari depan rumah. Meski sudah lama juga tradisi ini tak terlihat lagi. Berhubung teman teman gue lumayan banyak yang muslim, uda gue atur agendanya mau bertandang kemana. Makan lontong pakai rendang, telor dan tauca (ngetik sambil ces cesan). Bahkan pernah naik motor rame rame bareng teman ikutan takbiran. Sampai subuh. Asik banget. Hahaha.

Makanya meski sudah jauh di Swedia, gue suka bikin jajanan pasar di rumah. Kebetulan gue suka banget yang namanya jajanan pasar terkhusus kue kue tradisional. Jadi kalau dibilang homesick akan makanan Indonesia, rasa rasanya sudah tidak terlalu lagilah. Karena mostly sudah bisa dibikin sendiri. Rasa juga nyaris mendekati keinginan lidah.

Bahkan untuk beberapa jenis makanan rasanya sudah lebih enak masakan sendiri dibanding yang dijual di tanah air (pengalaman ketika balik liburan ke tanah air tahun lalu berasa makanan di lidah sudah tidak terlalu nikmat lagi).

Foto foto di dalam tulisan ini adalah jenis kudapan yang paling gue suka. Kolak biji salak, bubur sumsum cendil, lupis, klepon, risol, bubur kacang hijau ketan hitam, es teler, es campur medan, es melon marjan……gleekk!

IMG_6644.jpeg
Kolak Ubi Biji Salak

Apalagi lepat bugis ketan hitam itu. Sampai belain blender ketan hitam beberapa kali untuk mendapatkan hasil tepung yang maksimal. Rasanya sama persis dengan yang dijual. Huaaaaaaaa aku terharu sekali. Gue masukin freezer dan setiap kali pengen baru gue kukus lagi. Maknyusssss sekali mak!

Sebenarnya ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak jajanan pasar yang gue suka. Rasanya sampai kapanpun gue menetap di negeri orang, makanan Indonesia tetap yang terenak buat gue. Wajarlah ya, namanya juga makanan sejak kecil hingga  dewasa. Kalau kalian suka jajanan pasar seperti ini ga sih?

Kalau kalian pengen bikin sendiri jajanan pasar dan resep resep lainnya, bisa follow dan subscribe instagram @dapursicongok dan channel youtube Dapursicongok

IMG_6627

Mari Berkenalan Dengan “Smörgåstårta”

Setiap negara tentulah punya panganan khas masing masing. Tak terkecuali Swedia. Semakin lidah gue terbiasa, makanan di negara ini ternyata lumayan enak.

Salah satunya adalah Smörgås. Semacam open sandwich gitu. Kalau tidak salah, smörgås lumayan popular di negara Nordik. Paling yang membedakan hanyalah bentuk variasi serta sebutan namanya. Smörgås biasanya disantap di kala pagi hari ketika sarapan, menjelang sore atau malah pengganti makan malam.

7CBD068F-5D09-49A7-96A3-A0B5D431B107

Kalau di Swedia, umumnya mereka menggunakan roti yang disebut knäckebröd, roti crispy yang kalau dikunyah kriuk kriuk. Gue kaga suka roti ini. Di mulut sakit. Hahaha. Ada juga yang menggunakan sandwich bread/white bread maupun rye bread. Nah, untuk topping sesuai selera. Umumnya diolesi butter dan diberi sayuran, keju, ham, telur, udang, hati sapi hingga kaviar. Pokoknya sesuai seleralah.

41C3A35F-9E99-45F7-8315-E4B0E89C57B7.jpg
Super leker

Rasa rasanya sebagian besar warga lokal di Swedia sangat menyukai smörgås. Suami gue apalagi. Kayak kecanduan. Smörgås makanan favorite dia banget. Meski sekarang dia harus mengurangi dikarenakan program kesehatan yang sedang dijalani. Meski kadang kadang dia kaga perduli juga. Si bandel. Hahaha.

37260307145_b6cbd969b6_o.jpg

Varian lain smörgås yang sangat terkenal di Swedia adalah Smörgåstårta atau Swedish Sandwich Cake. Disebut smörgåstårta karena bentuknya menyerupai cake. Smörgåstårta juga dihiasi berbagai macam sayuran maupun keju, ham, telur, kaviar, dll. Dan lagi lagi sesuai selera mau dihias pakai apa. Tapi jarang dihiasi dengan buah. Kurang cocok.

FAEE06DB-2D00-44D3-9D49-73E5C44E5EED

Yang membedakannya dengan smörgås biasa, smörgåstårta terdiri dari beberapa layer roti yang diolesi campuran mayones. Umumnya disajikan di acara ulang tahun atau perayaan acara keluarga. Bahkan disajikan sebagai santapan di hari biasa pun sah saja. Di cafe lumayan sering dijual. Bisa dibeli perslice.

Smörgåstårta yang gue bikin terdiri dari enam layer. Kalau mau dibikin empat layer juga bisa. Gue menggunakan jenis roti dari Polarbröd. Bisa lihat di sini. Jenis Polarbröd ini lumayan banyak sih. Pilihlah yang khusus untuk membuat smörgåstårta dengan rasa tawar (tidak manis).

IMG_3641.jpg
Whippy cream cair, sejenis sour cream, dill dan mayones. Tapi untuk dill usahakan yang fresh. Lebih tajam aromanya. 

Smörgåstårta wajib memakai cream mayones agar lapisan roti bisa merekat satu sama lain. Dan hiasan bisa menempel juga.

Mayones bisa dicampur dengan hati sapi, tuna atau sesuai selera. Roti harus disusun horizontal dan vertikal secara bergantian agar proses memotong lebih mudah. Contohnya roti yang gue pakai bentuknya melingkar. Dan umumnya roti yang  dijual sudah dalam kondisi terbagi dua. Jadi ketika menyusun, pertemukan masing masing potongan agar membentuk lingkaran, yang mana bagian tengah mengarah vertikal. Lalu lapisan kedua mengarah horizontal.  Bisa lihat di sini

E9374BF6-A7F3-425B-AB17-A50A1C5549C2.jpg

Konsistensi campuran mayones idealnya tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Intinya seperti membuat lapisan cake saja dan mudah diratakan dengan pisau. Kalau gue, mayonesnya dicampur sedikit sour cream kental (gue pakai creme fraiche) atau bisa juga dengan sedikit whippy cream cair. Jadi hasil konsistensinya lebih bagus menurut gue. Kualitas mayones pun usahakan yang berkualitas. Setiap lembar roti jangan lupa diolesi butter dulu sebelum diberi lapisan campuran mayones.

37117610571_d8349e970f_o.jpg

Dan untuk campuran mayones gue selalu tambahkan dengan tuna kaleng atau hati sapi atau skagenröra. Mengapa? Karena citra rasa dan aromanya klasik dan khas banget. Apalagi skagenröra itu, wajib ada deh kayaknya. Ini yang bikin enak banget. Bisa dibeli di supermarket. Di bawah ini contoh gambar skagenröra yang bisa dibeli di supermarket. Gue ga tau di Indonesia ada apa ga ya. 

Semisal sulit didapat, bisa dibuat sendiri. Terdiri dari mayones dan sourcream, vinegar, mustard, gula, garam, lada bubuk, udang rebus, kaviar, dan jangan lupa Dill. Aroma dill pada smörgåstårta lumayan berasa. Dan herbal ini memang tajam sekali harumnya. Gue sukaaaaaaaaaa banget. Pokoknya main feeling aja. Dont worry. Ga bakal gagal. Karena ini bukan ngebaking. Membuat smörgåstårta ibarat bermain dengan khayalan. Khayalan berkreasi.

6060A90A-C543-4EEB-8D4A-D0A6D496D480 (1)

Smörgåstårta yang gue bikin adalah sebagai berikut :

  • Lapisan roti pertama terdiri dari mayones dicampur dengan hati sapi dan sedikit whippy cream cair
  • Lapisan roti kedua terdiri dari mayones dicampur dengan sour cream dan tuna kaleng
  • Lapisan roti ketiga terdiri dari rödbetssallad (bisa lihat di sini), berupa campuran mayones dan potongan bit merah (tinggal beli di supermarket)  
  • Lapisan keempat terdiri dari campuran skagenröra (sudah gue jelasin di atas)
  • Lapisan yang kelima terdiri dari mayones dicampur sour cream dan tuna kaleng
  • Lapisan keenam terdiri dari campuran mayones dan sour cream. Olesi ke seluruh sisi permukaan roti hingga tertutup rata.
  • Baru hiaslah sesuai selera. Seperti yang ada di foto, warna hijau pada smörgåstårta berasal dari potongan rucola salad dan dill. Selebihnya bisa diberi tomat, timun, ham, udang, kaviar atau terserah anda pemirsah!
  • Atau lebih mudahnya lagi, berkreasi sendiri saja dengan bahan yang ada. Yang paling penting sudah punya gambaran kan, kalau smörgåstårta ini sebenarnya hanya lapisan roti bercampur cream mayones.

7C4D9D6E-5984-42F7-A7C0-A08F96E4B758.jpg

BE0CDF09-97D8-4847-9060-1B918E85E2D3.jpg

Jika ingin melihat berbagai varian hiasan smörgåstårta, BISA LIHAT di SINI