Bolu Gulung Klasik!

Helooouuuu !

Ketika saya menulis tulisan ini, suhu di tempat tinggal saya lumayan ekstrem berkisar minus 23 derajat celcius. Bawaan pengen membungkus diri dengan selimut. Tapi ngapai juga yeeeeekan. Mending menulis di blog ini agar tetap berkesinambungan nafasnya.

Jadi seperti biasa, beberapa waktu lalu saya ngebaking bolu gulung. Bolu gulung klasik tepatnya. Saya sebut bolu gulung klasik karena sejak saya masih kecil, bolu gulung yang saya bikin ini sudah. Kebetulan kedua jenis bolu gulung inilah yang paling saya suka. Bolu gulung nenas dan bolu gulung mocca ceres. 

478CBE11-46BD-4337-82D9-BCF4535418A8.jpg

Menurut saya, bikin bolu gulung susah susah gampang. Menjadi relatif lebih mudah jika sudah terbiasa dan mengerti triknya dan menjadi relatif susah buat pemula yang rasa percaya dirinya suka hilang karena dilanda takut gagal terlebih dahulu.

Menurut saya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketikan membuat bolu gulung. Saya sendiri pun bukan seorang yang expert banget. Masih tetap harus banyak latihan.

Lebar dan tinggi cetakan harus pas sesuai takaran adonan. Biar pada saat dioven, waktu yang dibutuhkan juga pas. Matangnya tidak kelamaan ataupun kecepatan. Terlalu lama dioven bisa berakibat permukaan bolu gulung menjadi kering. Dan ketika digulung resiko retak akan semakin lebih besar.

Suhu rata rata yang ideal untuk ngebaking bolu gulung yang sering saya gunakan berkisar antara 175-200 derajat celcius (tergantung jenis ovennya juga). Untuk waktunya dibutuhkan kurang lebih 15-25 menit (tergantung tingkat ketebalan adonan).

IMG_6403.jpeg

Berdasarkan pengalaman saya, agar bolu gulung tetap lentur ketika digulung dan tidak retak ada beberapa hal yang harus dilakukan. Begitu keluar dari oven, permukaan bolu langsung diolesi dengan sedikit butter, lalu dikeluarkan dari cetakan, kemudian ditutup dengan serbet atau wadah apa sajalah kurang lebih selama 2 menit. Tujuannya agar tidak terkena udara. Jadi permukaan roti tidak sempat mengering.

Jika hendak menggunakan jenis selai selaian sebagai isian bolu gulung, tidak harus atau tidak perlu menunggu lama sampai bolu gulung dingin. Langsung saja digulung dalam kondisi masih hangat/panas.

IMG_6933.jpg

Kalau isiannya butter cream otomatis harus menunggu bolu gulung dingin agar si butter cream tidak meleleh. Trus kalau kondisi dingin apakah bisa tetap digulung? bisa! Jadi kalau ada yang bilang ga bisa ya salah. Jadi seperti yang saya tulis di atas, asalkan begitu dikeluarkan dari oven, permukaan bolu gulung langsung diolesi butter dan dikeluarkan dari cetakan.

Jangan lupa meja kerja harus diberi lapisan kertas roti. Begitu dikeluarkan dari cetakan, tutup kembali dengan cetakan bolu atau wadah apa sajalah agar bolu tetap lembab. Tutup sekitar 10 menitan aja. Kemudian biarkan terbuka selama 5 menit. Setelah itu baru ditutup kembali dengan serbet sampai bolu mencapai suhu ruang. Olesi butter cream dan gulung. Ga bakal retak!

IMG_6401.jpeg

Saya sangat puas dengan citra rasa bolu yang saya bikin ini. Tekstur dan rasanya autentik. Mengingatkan saya dengan bolu jaman bahela. Selai nenasnya saya bikin sendiri yang proses pengerjaannya pun lumayan memakan waktu. Tapi hasilnya worthit.

Demikian juga dengan bolu gulung mocca ceres. Pasta mocca dan ceresnya saya bawa langsung dari Indonesia. Untuk mendapatkan bolu gulung mocca klasik, saya tambahin sedikit banana essence. Sesuai keinginan sayalah. Saya sukaaaaaaaaaa!

IMG_6926.jpg

IMG_6918.jpg

IMG_6951.jpg

img_6908

Saya berbagi cerita lengkap tentang masakan dan hasil ngebaking di channel YouTube dan Instagram  saya @dapursicongok

5 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s