Opera Cake

Pencinta cake coklat, rasa rasanya sangat familiar dengan cake asal Perancis yang sudah mendunia ini. Penampilannya minimalis namun tasty maksimal. Nom nom!

Cerita asal mula opera cake memiliki banyak versi. Konon katanya pertama sekali diperkenalkan oleh Clichy di tahun 1903 di acara “Paris Exposition Culinaire”. Namun kala itu, sepertinya Clichy belum berhasil mendongkrak nama opera cake. Hingga di tahun 1955, sebuah rumah pastry di Paris berlabel “Dalloyau” berhasil mempopulerkan opera cake dan menyedot perhatian para penyuka cake bercitra rasa coklat dan kopi. Lalu mengapa sampai diberi nama Opera Cake? Inipun cerita persisnya tidak ada yang tau.

Ada yang bilang kemungkinan karena lapisan dan glazingnya yang mulus mengkilat, serasa mewakili gedung opera yang elegan. Entahlah.

Opera cake terdiri dari beberapa layers. Mulai dari Jaconde (Almond Sponge Cake disiram coffee syrup), coffee buttercream, ganache, dan chocolate glaze. Perpaduan butiran halus almond yang renyah, coklat, butter cream beraroma kopi, menghasilkan citra rasa yang glamour (lebay ihh). Hahaha.5F4E436D-88CA-49EE-931A-6F7045BD3AC7

Idealnya opera cake dibuat dengan ketebalan yang tidak melebihi empat centimeter. Bisa dimaklumi karena masing masing layernya terdiri dari ganache, coffee buttercream hingga chocolate glaze. Dipastikan sangat sanggup membuat kenyang. Jadi jika ketebalannya melebih ukuran idealnya, dikhawatirkan malah bikin eneg. Meski pada kenyataannya, ada saja opera cake yang memiliki ketebalan melebihi empat centimeter.

Nah, beberapa waktu yang lalu dengan segala keberanian tingkat Monas, akhirnya gue berhasil bikin opera cake sendiri. Meski masih jauh dari kata sempurna, seperti kurang rapi, glazingnya kurang mulus (malah terlihat ada sidik jari gue haha). Tapi untuk rasa, beneran deh, mirip di toko bakery. E4007664-226E-406F-806F-E2AF76AD1DFC

Sekilas terlihat mudah, tapi untuk level gue yang masih amatir, beneran ribet banget bikinnya. Nyiapin Jaconde si almond sponge cakenya aja uda riweh, belum ganache, butter cream, coffee syrup, hingga glazing. Apalagi butter creamnya bukan sekedar dikocok semata, tapi suhu dan konsistensinya harus siperhatikan juga. Sebenarnya sih ga susah, tapi mempersiapkan printilan untuk layersnya itu yang bikin berasa ribet. Lumayan capek juga loh.

Untuk resep, gue nyontek resepnya Bruno Albouze. Chef kesukaan gue. Kalau kalian berniat pengen nyobain resep beliau, bisa klik video di bawah.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s