Mengunjungi Air Terjun Tertinggi di Swedia

Minggu lalu suami mengajak gue ke kawasan Fulufjället National Park yang terletak di wilayah Älvdalen, Dalarna. Sebenarnya ini ajakan yang kesekian kalinya. Dan baru gue iyakan setelah beberapa kali memberi respon ogah ogahan.

Tempat yang akan kami datangi merupakan kawasan naturum. Ada air terjunnya. Air terjun tertinggi di Swedia pula. Berhubung sudah pernah melihat air terjun setinggi langit di Indonesia, jadi suka ogah ogahan kalau diajak melihat air terjun. Suka ga percaya kalau Swedia punya air terjun yang tinggi juga.

IMG_2546.jpg

Menurut suami, dia suka ga pede kalau ngenalin pegunungan, danau atau air terjun di Swedia ke gue.  Tidak ada apa apanya dibanding Indonesia katanya. Karena dia sudah pernah melihat danau Toba, air terjun si Piso Piso, sampai gunung di Indonesia yang menurut suami runcing dan tinggi banget. Padahal sebenarnya setiap negara kan punya kelebihan alam masing masing ya. Dan menurut gue sih cantik cantik aja. Rumput tetangga biasanya memang lebih gurih dan menggoda. Hahaha.

IMG_2548.jpg

Sementara di Dalarna sendiri, pegunungan cenderung agak datar. Bagian puncaknya pun sudah susah ditumbuhi tanaman, alias gundul. Pegunungan seperti inilah yang dikenal dengan sebutan Fjället. Jadi yang kami datangi merupakan kawasan di sekitar fjället yang terkenal tidak hanya di Dalarna, tapi juga di Swedia bahkan negara tetangga. Kami lumayan banyak berpapasan dengan turis asing di tempat ini. 

IMG_2493

Singkat cerita, tibalah kami di Fulufjället National Park. Perjalanan kurang lebih 2, 5 jam dari tempat gue. Namanya juga kawasan pegunungan ya, dinginnya jauh lebih berasa. Sampai sampai uda berasa banget real autumnnya. Kuning dimana mana, dan berguguran.

IMG_2487.jpg

Fulufjället National Park merupakan kawasan naturum yang dilindungi oleh pemerintah Swedia. Diresmikan langsung oleh raja Swedia saat ini Carl XVI Gustav pada tahun 2002  dan disaksikan oleh ribuan orang. Selain air terjun tertinggi di Swedia, setidaknya terdapat berbagai jenis burung liar, beruang coklat, hingga tanaman unik yang hidup di national park ini.

IMG_2547

Perjalanan di kawasan FulufJället bener bener sangat terbantu dengan adanya fasilitas jalan yang terbuat dari papan kayu. Papan kayu yang memang sengaja dibangun di sepanjang ruas fjället. Setidaknya kaki hanya berjalan di atas kayu yang datar. Seandainya tidak, capeknya pasti lebih berasa. Kebayang kan jalan di pegunungan. Batu batunya kan banyak. Belum lagi kalau tanahnya agak lembek.

IMG_2494.jpg

Selain itu, pengunjung pun tidak lagi ribet dengan resiko salah jalan, karena tinggal mengikuti jalanan dari kayu saja. Hebatnya lagi, jalanan ini dibuat agar pengguna wheelchair juga bisa menikmati naturenya Fulufjället. Meskipun tidak sampai ke kawasan air terjunnya ya, tapi setidaknya mereka berkesempatan bisa masuk dan melihat keindahan alamnya.

IMG_2508.jpg
Terapi

Kalau jalanannya oke, otomatis menikmati alam sekitar pun bisa lebih rilex ya. Mendenger suara air di bebatuan itu, telinga berasa bebas congek. Sepanjang kaki melangkah, suguhan kuning daun birches, jembatan kayu dengan aliran air di bawahnya, diantara barisan pohon gran dan pinus yang lebat, sampai kompaknya suara  kuncuran air yang mengalir deras dari sela bebatuan, beneran multi vitamin dari alam yang masih perawan. Duh, pokoknya nature banget. 

Uniknya, di wilayah tertentu kawasan Fulufjället, pertumbuhan pohon pinus terbilang tidak wajar layaknya sebagian besar pohon pinus di Dalarna. Pertumbuhan pinus di Fulufjöllet cenderung terlihat kerdil dan susah meninggi. Kalaupun meninggi, mentok sampai sekian meter saja dengan pucuk pohon yang tumpul seperti leher tanpa kepala. Semuanya cenderung melebar ke samping dengan ranting yang super besar. Rantingnya cenderung melilit.

IMG_2502
Salah satu contoh pohon pinus yang pertumbuhannya tidak wajar. Pucuk pohon tak jelas yang mana. Seperti tumpul. Pohon terlihat kecil tapi rantingnya sudah meliuk liuk.

Bahkan sejenis pohon birches pun sebagian ada yang tidak bisa tegak lurus ke atas, melainkan membengkok ke samping. Konon hal ini disebabkan suhu di kawasan Fjället yang terlalu dingin. Terutama di saat winter.

IMG_2505

IMG_2550

Berjalan di kawasan pegunungan, kemudian tiba tiba nemu bangunan wooden house tempo dulu, lengkap dengan perapian, bawaannya langsung ademlah. Begitulah fasilitas yang sengaja disediakan di Fulufjället ini. Jika suhu mulai dingin di musim gugur apalagi winter, setiap pengunjung bisa menghangatkan badan di dalam kabin kayu. Selain itu tersedia juga tempat khusus untuk sekedar duduk sambil memanggang sosis.

IMG_2503
Rumah perapian

Memasuki Fulufjället tak terlepas dari banyaknya larangan yang dikeluarkan pemerintah setempat. Seperti dilarang merokok, menghidupkan api di sembarang tempat (kecuali di tempat yang sudah ditentukan seperti membakar sosis), dilarang menembak binatang karena bukan kawasan berburu, membawa kuda, membawa anjing tanpa pengikat, merusak tanaman, bermain snowscooter kecuali dibulan Januari sampai Maret saja, dan masih banyak lagi.  Wajar saja banyak larangan, karena Fulufjället merupakan kawasan nature yang dilindungi.

IMG_2485.jpg

IMG_2484.jpg

Untuk air terjunnya sendiri bernama Njupeskar. Memiliki tinggi 93 meter  dan merupakan air terjun tertinggi di Swedia. Meskipun tidak setinggi air terjun di Indonesia, tapi jika dilihat dari dekat ya lumayan tinggi juga. Untuk bisa melihat air terjun ini, pengunjung bisa memilih jalur jalan yang lumayan mendaki, agar bisa melihat landscape lebih sempurna dari ketinggian. Pun bisa juga memilih jalur terdekat, dengan menuruni anak tangga yang sudah disediakan. 

IMG_2491

IMG_2509

Lagi lagi nih, fasilitas tangga yang tersedia sangat membantu, ga harus bersusah payah berjalan di atas batu. Kasarnya ga peer banget jalan ke bawahnya. Kebayang kalau tangga kaga ada, lumayan curam juga.

IMG_2511
Tangga menuju air terjun
IMG_2492
Jalanan menuju air terjun berikut pecahan batu batu di sampingnya

Bahkah sampai mendekati air terjun pun, jalanannya masih dipasang papan kayu. Karena di sekitar air terjun buaaanyak banget pecahan batu yang konon sudah ada sejak jaman es jutaan tahun silam. Mirip batu batu kerikil tapi size besar. Kebayang kan kalau berjalan langsung di atas batu, repot banget. Untuk bisa masuk ke Fulufjället cukup dengan melenggang saja, alias gratis!!

IMG_2497

IMG_2486

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s