Scandic Hotel Gamla Stan Stockholm. Kangen Interior Lamanya.

Bisa dibilang Scandic adalah hotel tersering yang gue dan suami pilih sebagai tempat menginap ketika trip di sekitaran Skandinavia.

Tidak ada alasan yang terlalu spesifik kenapa harus menginap di Scandic. Salah satunya, selain jumlahnya yang lumayan banyak (hampir di setiap kota besar wilayah Skandinavia dan Nordik hotel ini ada), lokasinya pun gampang dicari. Paling itu aja sih.

IMG_8907.jpg

Dari segi fasilitas, hotel Scandic memang terbilang nyaman. Tapi tidak ada yang terlalu luar biasa untuk diceritakan. Sehingga meskipun lumayan sering menginap di Scandic, gue belum pernah membuat reviewnya.

Terkecuali Scandic yang satu ini. Hotel Scandic Gamla Stan Stockholm. Kenapa? Lagi lagi alasan yang luar biasa pun sebenarnya tidak ada. Hahahha. Cuma memang, Scandic Gamla Stan Stockholm secara personal memiliki story ke gue.

 

IMG_8901

Jadi tahun 2014 lalu, tepatnya pada kunjungan pertama ke Swedia, suami mengajak gue jalan jalan ke Stockholm.  Dan pilihan menginap jatuh pada hotel Scandic Gamla Stan Stockholm. Cuma, waktu itu namanya masih hotel Rica

Perasaan dan kesan pertama sewaktu menginap di hotel Rica sih campur baur. Antara senang dan tidak. Dikarenakan belum terbiasa menginap di hotel bernuansa vintage, jadi gue merasa kurang nyaman dengan interiornya yang sedikit horor. Jujur dalam banyangan gue kala itu, dengan biaya sekitar 3 jutaan rupiah permalam, harusnya kamar sudah lumayan besar, interiornya cerah, layaknya sebagian besar hotel di Indonesia.

 

Bukannya malah kamar kecil berisi pernak pernik yang sedikit menakutkan. Seperti lukisan bahela, pot bunga antik, kursi dan lemari usang. Rasanya seperti berada di museum. Jauh dari kesan hotel yang biasa gue masuki. Belum lagi lobby dan ruang makan hotel yang kecil, lift yang sempit pakai banget. Cuma semeter setengah. Mana kayunya uda terkikis.

 

IMG_8911

Tapi di sisi lain, aura hotelnya memang Eropa banget. Yang secara ga langsung membuat gue merasa beneran lagi jalan jalan di Eropa. Hahahahha. Entah pola pikir apalah itu, ga ngerti juga. Apalagi pas pertama menginap, kebetulan lagi musim dingin. Di hotel inilah pertama sekali gue melihat timbunan salju memenuhi liukan kursi oak di balkon hotel. Cantik sekali. Mirip kalender.

IMG_9362

IMG_9363
Balkon hotel tempat pertama melihat salju. Hahaha

Namanya juga perjalanan pertama gue ke Eropa ya, melihat salju pula. Langsung mendalamlah. Dan berasa special, karena sehari sebelumnya pas kami tiba di hotel, salju belum turun. Begitu bangun pagi dan mau sarapan, diantara heningnya lorong hotel yang tua, tiba tiba gue melihat tumpukan salju yang kecenya idih banget. Siapa juga yang ga terwow. Gue sih maksudnya, terwow banget.

IMG_8152.jpg

 

Tapi waktu itu gue belum paham benar kalau Gamla Stan adalah kawasan kota tua yang ngehits dan turistik banget di Stockholm. Jadi dampaknya pun pasti berasa untuk bayar bayarnya. Harga menginap tiga juta rupiah permalam adalah sesuatu yang standard banget di Gamla Stan. Bahkan banyak yang jauh lebih mahal. Sementara, pengalaman liburan gue waktu itu cuma di seputaran Asia Tenggara, yang untuk mendapatkan kamar hotel berukuran luas tidak semihil di Stockholm. Emang dodol sih ya,  pake ngebandingin gitu. Ya jelas beda kan. Hahaha.

 

Masih di tahun yang sama, pas kakak dan abang gue berkunjung ke Swedia, kami kembali lagi menginap di hotel Rica. Waktu itu, lokasi hotel yang strategis menjadi alasan utama. Dengan pemikiran, kakak dan abang gue bisa dekat jalan kakinya kemana mana. Kalau capek, bisa langsung jalan kaki lagi balik hotel. Gampang kan.

 

Barulah pada kunjungan berikutnya, hotel Rica mulai mendapat tempat di hati gue. Nancepnya uda berasa tajam. Entah mengapa kok ngangenin. Gue kangen kamarnya yang mirip apartemen tua kayak di film film. Pas ngintip dari jendela langsung berhadapan dengan bangunan tua layaknya dalam cerita Zorro. 

 

Padahal kalau dipikir pikir,  waktu itu suasana Rica hotel lebih remang. Warna warna pun dominan lebih gelap. Tapi justru itu yang bikin rindu. Nuansa klasiknya lebih menonjol.

Apalagi gue sangat menyukai kawasan Gamla Stan. Karena segala cafe kozy dan resto romantis di daerah ini buka hampir larut malam. Jadi kalau menginap di Rica hotel berasa lebih aman dan mudah aja semuanya. Tinggal jalan kaki, dan ga pake lama sudah nyampe kamar hotel. Bukan apa apa, gue agak parnoan naik kereta bawah tanah di malam hari. Naik taxi? tetap aja ada perasaan was was. Belum lagi bayarnya yang bikin pusing. Hahahaha.

IMG_9364

Sampai akhirnya, tepatnya kapan gue kagak tau, Rica hotel berubah nama menjadi hotel Scandic. Menurut suami, Rica hotel available banget diambil alih oleh hotel besar sekelas Scandic. Interiornya memang autentik vintage banget. Jadi wajar dilirik ama Scandic. Karena tamu hotel yang menyukai autentik old style memang tak sedikit.

Tapi persis dan detailnya, kami kurang tau pasti apakah pergantian nama menjadi Scandic hotel ini merupakan akuisisi saham atau hanya jual beli gedung. Sejak berganti nama, kami belum pernah menginap lagi di Rica. Barulah pas kunjungan ke Stockholm beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk mengulang nostalgia. Welcome to Scandic Gamla Stan!  

IMG_8153

IMG_8158
Suka banget di kamar ini. Melihat ini rasanya pengen dihempas manjah ke Stockholm. Ayoooo bang!

Suasana di dalam hotel sudah sedikit berbeda. Terpoles nuansa baru yang agak modern tapi beberapa detail interior lama peninggalan Rica hotel masih  dipertahankan. Jadi nuansa klasiknya masih berasa. Kalau awalnya terkesan remang dan dominan berwarna gelap, sekarang lebih cerah.

IMG_8156

Perubahan ini sepertinya untuk menyesuaikan design interior Scandic  yang kebanyakan mengusung tema modern. Yang gue ga suka, kursi klasik di lobby hotel diganti total. Padahal menurut gue, kursi itu elegan banget. Model dan warna kulitnya mewakili era Art Nouveau. Berwarna merah maron. Gue ingat banget, pertama berdua suami pernah berfoto di depan kursi itu. Tepatnya pas nunggu taxi hendak menonton teather. Masa dimana kami berdua masih imut kece. Tidak membengkak seperti sekarang. Huaaaaaaa.

IMG_8906
Lobby Scandic yang sekarang. Wallpaper juga diganti. Dulunya berwarna hijau

Hasil fotonya terlihat tidak seperti di lobby hotel. Mirip ruang tamu bangsawan gitu. Sampai teman gue pernah mengira itu rumah gue. Bukan hotel. Hahaha.

Ahhh, intinya sih gue lebih suka interior yang sebelumnya. Tapi kalau ditanya, mau menginap lagi ga di Scandic Gamla Stan Stockholm? ya jelas mauuuu? Secara strategis banget lokasinya dan dekat kemana mana. 

IMG_8879.jpg

Untuk harga permalam tergantung seasons. Seperti kunjungan terakhir lalu, berhubung musim panas, permalamnya kami dikenai 2500 sek. Tapi kamarnya lumayan besar. Ya ga besar banget juga sih. Di Eropa mau dapat kamar yang benar benar besar, seukuran kami sih belum sanggup bayar. Incesssssslah mak! Hahaha.

IMG_9366 (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s