Rozengrals, Gelap Gelapan di Resto Gokil Ini

Gue penyuka sesuatu  yang unik. Entah itu barang, hotel, resto, cafe, apa sajalah. Pokoknya “sesuatu yang tidak biasa”.

Jadi ceritanya, pas ngetrip ke Riga Latvia beberapa waktu lalu, tepatnya lagi ketika melewati sebuah jalan kecil di kawasan old townnya, tiba tiba mata gue tertarik akan sebuah lingkaran kayu berukuran lumayan besar (mirip drum bir), menempel di sebuah dinding bangunan. Gue ga sempat baca secara jelas tulisan di kayunya. Fontnya mirip tulisan abad pertengahan.  

IMG_7543

Seperti biasa, darah narsis gue langsung menggelora. Mintalah suami untuk motoin. Setelah cekrek mencekrek selesai, gue penasaran dong. Sebenarnya bangunan apa sih. Begitu sampai di depan, gue melihat beberapa drum kayu besar di depan bangunannya, berikut seorang pria berpakaian ala abad pertengahan. Orang orang yang lewat pun lumayan banyak yang kasih perhatian ke bangunan ini. Emang unik banget sih. Lumayan berhasil menarik perhatian turis.

IMG_7542
Bangunan restoran yang tidak biasa

Singkat cerita, barulah gue dan suami tau, ternyata bangunan itu sebuah restoran mak. Gile. Sadis banget interior di dalamnya. Setidaknya menurut gue sih sadis. Lebay yak!

Slogan bertuliskan “Autentik medieval restoran” ternyata bukan bualan semata. Memang benar benar bernuansa abad pertengahan.

IMG_7533

Dari luar sudah kelihatan sih, arsitek bangunan tidak seperti restoran pada umumnya. Kecil, berpintukan kayu tua, dinding kusam, plus daun daun yang tumbuh di dindingnya.

Mencoba masuk, nuansa remang remang langsung menyambut kami. Dinding batunya uda cadas banget umurnya. Jauh dari kesan fresh. Tangganya juga. Terlihat kusam. Aroma bangunan juga lumayan apek. Dan itu masih di pintu masuk loh. Kami belum turun ke bawah. Orang orang pun mulai silih berganti keluar masuk. Dan gue akui, seketika langsung tertarik. Penasaran ruangan di bawah kayak apa.

IMG_7537

Berbeda dengan suami, dia malah ragu ragu. Alasannya tak lain tak bukan, karena dia emang agak phobia bakteri kalau jalan jalan di luar. Padahal suami gue bukan tipikal yang pembersih banget juga. Cuma kalau sudah jalan jalan ke luar atau ke tempat umum yang lumayan ramai, dia suka parno. Entah mengapa.

IMG_7567

IMG_7566
Ruang bawah tanah

Nah, menurut suami, resto ini terlalu gelap. Bersih apa kaga, tidak keliatan. Coba, jauh banget kan sampai mikir ke situ. Gue aja yang lebih pembersih dari dia, ga kepikiran loh sama sekali. Mati ketawa kalau ingat dia bilang itu. Hahahaha.

Tapi namanya gue uda ngebet, rayuan pun berhasil. Esok harinya kami datang kembali ke Rozengrals. Dan seperti dugaan gue,  tempatnya emang gokil. Di Stockholm sebenarnya ada restoran Medieval, tapi karena berdempetan dengan bangunan lain, jadi tidak terlalu mencuri perhatian. Rozengrals ini rada nyentrik menurut gue sih.

IMG_7530

IMG_7549
Enter a caption

Rozengrals merupakan bangunan tua, tepatnya sebuah gudang bawah tanah yang dulunya, sekitar tahun 1200-an dipakai sebagai tempat menyimpan anggur/wine tua. Coba, kebayangkan. Tahun 1200  loh mak! tua banget kan bangunannya. Gue nongol di bumi pun lom tau di urutan ke berapa. Hahaha.

IMG_7546

Dan bisa dibayangkanlah ya kira kira di dalam kayak apa. Dinding batunya kasar butek. Trus pintunya juga, mewakili sejarah Romawi. Bahkan sekilas mirip film Viking/Gladiator. Aromanya agak apek. Dan di awal awal berasa agak panas dan berasa gelap. Cuma ada cahaya lilin di mana mana. Jadi efek lilin di sini agak jauh dari kesan romantis. Memang murni untuk penerangan layaknya mati lampu. Belum lagi nih, para pelayannya berpakaian ala abad pertengahan. Kepalanya pun ketutup kerudung ala Gregorian.

Dan gilanya lagi, toiletnya juga bernuansa medieval. Serasa penjara bawah tanah jaman kerajaan kuno. Autentik bangetlah pokoknya. Jadi bukan restoran modern yang sengaja dipolesi unsur medieval. Tapi aslinya memang uda bangunan abad pertengahan. Makanya mereka percaya diri membuat slogan “Autentik Medieval Restaurant”.

IMG_7556.jpg
Toiletnya dong, unik banget

Gue pernah nonton film Moses. Jadi kebayang pas ngelewati lorong Rozengrals ini, seperti keingat lagi film Moses itu. Serasi banget dengan alunan instrumental medieval yang bersiul siul di dalam. Haahahaha…keren deh pokoknya.

IMG_7565

Sepertinya sebagian besar tamu restoran ini bukan melulu datang untuk sekedar makan, kenyang, trus pulang. Melainkan juga karena sensasi yang didapat dari dalam Rozengrals. Menyantap menu sambil merasakan nuansa abad pertengahan silam. Perut kenyang sambil membawa pulang pengalaman baru pastinya.

IMG_7548
Dindingnya kelihatan tidak rapi ya. Jaman dulu banget

Sekalipun berasa gelap, dan agak suah mendapatkan hasil foto maksimal, para tamu restoran sepertinya tidak mengenal putus asa. Mereka rela dianggap rempong sampai sampai harus memasang blitz di kamera. Sibuk foto sana sini. Berdiri pun okelah. Its true. Gue menyaksikan sendiri. Bulek pun suka narsis kok. Lihat aja hesteknya di Instagram. Termasuk gue juga, ga mau kalah. Berani berbuat, harus berani ngaku dong ya. Hahaha.

Untuk menunya, pun lagi lagi disajikan secara unik. Pertama, kami diberi bungkusan yang terbuat dari kain. Mau tau isinya apa? Cuma roti doang! Tapi itupun jadi menyenangkan membukanya.

Rotinya jelas bercitra rasa klasik. Aroma gandum dan tepungnya masih kental banget. Dan benar benar rasa tepung. Dibilang manis ga, asin juga kaga (menurut lidah gue sih). 

IMG_7550

IMG_7551
Rotinya dibungkus kain

Aura restoran yang memang medieval abis, mau ga mau kesedot juga ke penampakan makanannya. Makanan jadi terlihat klasik. Sedangkan untuk rasa, tidak mengecewakanlah. Memang enak. Dagingnya benar benar empuk. Dan porsinya besar luar biasa.

Cuma sialnya nih, gue sempat kemakan kalimat suami. Dengan cahaya yang lumayan minim, sekilas kami tidak begitu jelas melihat penampakan makanan yang kami makan. Ada perasaan eng ing eng juga di awal awalnya. Tapi lama lama, tancap ajalah. Hahahaha.

IMG_7563

IMG_7562
Ini non halal. Gede bingit. Hahahha. Kaga habis!

Harga makanan sih relatif. Tergantung jenis menu. Kami sendiri dikenakan biaya sekitar 45 euro.

Nah, kalau ada yang berencana berlibur ke kota Riga Latvia, ga ada salahnya mencoba keunikan Rozengrals ini. Lokasinya berada di jalan Rozena, kawasan Old Town Riga.

To be Continued…

“Semua foto merupakan dokumentasi pribadi ajheris.com, hanya diambil dengan menggunakan camera handphone”

7 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s