Midsummer, Perayaan yang Selalu Ditunggu di Swedia

Jika ada perayaan besar yang selalu ditunggu di Swedia, dipastikan salah satunya adalah perayaan Midsummer. 

Bahkan ada yang bilang, perayaan Midsummer Eve yang diadakan setiap hari Jumat antara tanggal 19 dan 25 Juni setiap tahunnya, adalah The Real National Daynya orang Swedia. Karena perayaan tahunan ini jauh lebih meriah dan lebih berasa dimana mana. 

Midsummer atau Summer Solstice, dirayakan sebagai bentuk luapan kegembiraan akan hari yang dianggap spesial. Dianggap spesial,  karena hari itu merupakan hari dengan siang terpanjang dalam satu tahun. Yang akibatnya, malam hari pun terasa sangat pendek.    

Tentu saja kejadian seperti ini hanya berlangsung sekali dalam setahun. 

Merasakan malam yang tidak benar benar malam. Bagaimana tidak, pukul 12 malam pun pemandangan masih terlihat lumayan terang.  

IMG_8156.jpg
Foto ini gue ambil menjelang tanggal 21 Juni 2017, tepatnya pukul setengah duabelas malam. No filter. Masih terang.

Summer Solstice tahun ini terjadi pada tanggal 21 Juni 2017. Dan gue pun bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana alam sekitar terlihat masih lumayan terang menjelang pukul setengah 12 malam. Bahkan tahun lalu, gue sempat mengambil foto dengan view langit layaknya seperti sunset di sore hari. 

IMG_4446.JPG
Foto ini gue ambil tahun 2016 lalu. Mendekati pukul 12 malam. Cantik banget. Layaknya sunset di sore hari.
Sebenarnya hari yang paling terang ini tidak serta merta terjadi seperti membalikkan tangan. Lambat namun pasti (bisa bulanan), suasana tergelap di saat Winter Solstice berangsur angsur akan menghilang. Tergantikan dengan keadaan alam yang lebih terang dari hari ke hari (the lighter of the day).

Sehingga tidak heran, di saat The Lighter of The Day terjadi, pukul 8 malam serasa pukul 4 sore. Dan puncaknya pada saat Summer Solstice tadi, matahari sangat jauh dari garis Equator, yang menjadikan hari ini menjadi hari yang paling terang di tahun berlangsung.

IMG_4849.JPG

IMG_8132 (1).jpg

Tentu saja hari yang paling terang ini disambut sukacita oleh warga Swedia. Merayakan Midsummer secara besar besaran serentak di banyak tempat. Mengapa mereka harus merayakannya? ya karena hari yang paling terang tadi. Dengan kata lain, kondisi yang paling terang ini tidak berlangsung setiap hari. Ada masa masa dimana mereka hidup dengan malam yang sangat panjang. 

Jadi proses alamnya kira kira seperti ini:

Setelah Midsummer, lambat namun pasti (prosesnya sangat lama dan nyaris tidak berasa), keadaan yang paling terang ini berangsur angsur akan berkurang. Sampai akhirnya ketika winter kembali datang, matahari akan semakin sedikit bersinar. Dengan kata lain, kegelapan kembali lagi mendominasi hari demi hari.

Seperti yang gue bilang, di saat summer, pukul 8 malam layaknya pukul 4 sore, maka di saat winter keadaan ini berbanding terbalik. Pukul 4 sore serasa pukul 8 malam. Dan puncak kegelapan itu terjadi di saat Winter Solstice. Dimana malam sangat panjang dan siang sangat pendek. 

Demikianlah kondisi seperti ini berlangsung secara terus menerus setiap tahun.

IMG_8133

Secara keseluruhan, perayaan terbesar Midsummer di Swedia jatuh pada hari Jumat. Dikenal sebagai Midsummer Eve, yang resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Meskipun begitu, tidak sedikit  tempat yang merayakannya setelah hari Jumat atau sebelum hari Jumat. Seperti desa gue misalnya, perayaan Midsummer dilakukan di hari Minggu.

Intinya adalah, perayaan dilakukan dengan selisih hari yang tidak begitu jauh dari tanggal terjadinya Summer Solstice.  

Perayaan Midsummer biasanya identik dengan tarian dan alat musik tradisional.  Sebagian dari mereka mengenakan pakaian tradisional khas Swedia.
Mereka saling berpegangan tangan, membentuk lingkaran sambil mengelilingi Majstång, tiang pohon yang menjadi simbol utama perayaan Midsummer. Majstång bisa diartikan sebagai lambang kekuatan dan keseimbangan.
IMG_4873
Tiang Majstång biasanya dililit oleh daun birches. Lalu dibuat masing masing satu buket seperti di gambar ini. Kemudian buket diikat memanjang secara rapat.
IMG_4864
Setelah buket diikat memanjang, maka hasilnya seperti di gambar.
IMG_4844
Lalu dilitkan ke tiang Majstång

Majstång terdiri dari tiang kayu yang sangat tinggi dan lumayan berat. Tiang ini nantinya dililit dengan hiasan tali besar memanjang, yang terbuat dari rangkaian daun segar yang berasal dari pohon Birch. Masing masing daun disusun dan diikat secara memanjang, dari bagian awal sampai bagian akhir ikatan. Cara menyusun daun yang lumayan unik.

Sebelum acara dimulai, biasanya ada prosesi terhadap tiang Majstång. Dan dari beberapa tempat yang pernah gue datangi, masing masing memiliki tradisi yang berbeda. Ada yang mengarak arak Majstång di jalanan diiringi alunan musik, namun ada pula yang langsung meletakkan Majstång di tengah lapangan tanpa prosesi arak arakan.

Puncak dari acara Midsummer yang lumayan ditunggu dan memancing tepuk tangan serta sorak sorai adalah, ketika tiang Majstång  sempurna bisa didirikan.

Untuk mendirikan tiang ini tidaklah mudah. Karena selain panjang, Majstång  juga memiliki berat yang lumayan. Setidaknya diperlukan tenaga beberapa pria untuk bisa mendirikannya.

IMG_8138.jpg

Dan itupun masih memerlukan bantuan tambahan berupa kayu kecil. Jadi tidak bisa asal asalan. Masing masing ujung kayu berbentuk huruf X, layaknya sebuah ketapel. Ujung kayu kemudian ditancapin ke batang Majstång.

Jadi Majstång bisa berdiri bukan karena menggunakan tali, melainkan karena kayu kayu penyanggah tadi.

Kayu kayu inilah yang nantinya menjaga keseimbangan dalam proses mendirikan tiang Majstång. Karena Majstång tidak serta merta bisa berdiri dalam sekali angkat saja. Harus pelan pelan dan lumayan membutuhkan waktu lama.

Karena jika salah sedikit, Majstång bisa oleng dan jatuh lagi sebelum berdiri sempurna. Sehingga tak heran, jika warga yang menyaksikan proses pendirian Majstång sangat antusias. 

Sampai akhirnya, ketika Majstång berhasil berdiri sempurna, tak pelak lagi, semua bersorak dan bertepuk tangan. 

Acara pun berlanjut dengan tari tarian. Semua saling berpegangan tangan sembari mengelilingi Majstång dan menyanyikan lagu Midsummer “Små Gordona”

IMG_8139.jpg

Små Gordona merupakan lagu yang bercerita tentang seekor katak kecil. Mereka menari dengan melompat layaknya seekor katak, tiba tiba berpencar dan membentuk kelompok, masing masing menundukkan kepala seperti berbisik satu sama lain. Lucu!

Lucu karena yang ngelakuin ini bule. Hahahahahha.

Selain acara menari, biasanya mereka juga Fika (Coffee Break). Duduk santai bersama menikmati secangkir kopi/teh dan beberapa jenis cake manis. 

IMG_8097.jpg

IMG_8081

Seiring dengan bergulirnya waktu, perayaan Midsummer juga mulai dimasuki unsur modern, dimana para penggila mobil mobil tua beramai ramai membuat pawai.  Kebetulan teman suami salah satu anggota club mobil tua ini. Jadi tahun lalu, gue dan suami berkesempatan ikutan pawai. Asik loh!

Bisa melihat kerian perayaan Midsummer di beberapa tempat. Walaupun hanya lewat doang. Sesekali berpapasan dengan mobil lain yang berisi anak muda, lengkap dengan crown flowers di kepala. Tak cuma wanita tapi pria juga. Mobil yang mereka gunakan juga tidak tanggung tanggung. Traktor, gerobak tua sampai truk butut antik yang dihiasi daun daun. Gaya anak muda, mereka pun berteriak keras mengucapkan Glad Midsommar. Serulah.

IMG_4491.JPG

Kadang kadang, terlihat beberapa wanita dan pria memetik bunga liar di tepi jalan. Sepertinya mereka akan membuat crown flowers. 

Belum lagi pemandangan Midsummer Party di beberapa desa yang kami lewati. Mendirikan rumah plastik berwarna putih lengkap dengan meja panjang, kursi dan perlengkapan piring.

Orang orang berdiri dengan style yang lagi lagi memakai crown flowers. Ahhh crown flowers mereka cantik cantik.

Trus pakaian wanitanya lucu lucu. Gaun panjang motif bunga bunga. Modelnya simpel tapi pas banget ke badan mereka. Mirip di foto majalah dan Pinterest. Sukaaaaaa!

IMG_8143.jpg

IMG_8142.jpg

IMG_8140.jpg

IMG_8134.jpg

Gue bisa melihat dengan jelas, karena mobil antik yang kami tumpangi ga melaju kencang. Apalagi yang dilewati juga kawasan pedesaan. Memang ga boleh berkendara dengan kencang kan.

Selain suasana party, tak sedikit orang yang hanya duduk di halaman rumah, menikmati Midsummer dengan kumpul keluarga. Duduk santai sambil ngopi sepertinya. Bahkan ada yang tidak terlalu perduli, asik dengan mesin pembabat rumputnya. Hahaha.

Suka aja gue melihat semua. Gue nikmati banget.

Serunya lagi, setiap kami melewati daerah perkotaan, terlihat orang orang sudah berdiri di pinggir jalan. Mengarahkan handphone ke arah rombongan mobil antik yang kami ikuti. Sepertinya mengambil video atau gambar. 

Dan itu…..tak sedikit yang mendadah dadaaah!

Huaaaa gue kan malu. Apalagi mobil antik yang kami tumpangi ga ketutup gitu, serasa jadi artis dadakan kan didadah gitu. Hahaha. Tapi jujur emang seru banget. Bahkan di jalanan sepi sekalipun, kalau pas ketemu orang yang berdiri di jalan, pasti ngedadah.

IMG_4566

Wajar saja, mengingat penggemar mobil antik di Swedia itu lumayan banyak. Khususnya di propinsi Dalarna, hampir setiap tahun menyelenggarakan pawai besar mobil antik.

Sedangkan di desa gue sendiri, perayaan Midsummer digabung dengan beberapa desa yang tidak jauh dari tempat tinggal gue. Sehari sebelumnya, penduduk desa beramai ramai mempersiapkan hiasan untuk tiang Majstång. Ukuran tiang Maypole di desa gue lumayan tinggi dan berat. Mencapai 20 meter, yang berasal dari batang pohon Gran. Sejenis pohon yang bentuknya mirip pohon natal.

Sedangkan untuk hiasannya diambil dari ranting dan helai daun Björk/birches. Dipadu padan dengan berbagai bunga liar. Seperti gambar di atas. 

Ngegrill, party di kalangan muda sampai berada di luar hingga larut malam, adalah bentuk dan cara lain menikmati Midsummer di Dalarna. Rasanya sayang tidur terlalu cepat ketika perayaan Midsummer tiba. Itu kata suami gue.

Ada benarnya, tahun lalu, ketika kami pulang dari kota Mora, menghabiskan acara dinner party sehabis pawai, terlihat beberapa orang yang masih wara wiri di jalanan pusat kota. Bahkan ada yang berolahraga dengan mengendarai sepeda.

Belum lagi sepasang orang tua yang duduk santai di kursi taman. Begitu nikmatnya keadaan malam yang masih terlihat terang. Tak terkecuali suami, selalu semangat merayakan yang beginian. Makanan Midsumer pun wajib dia buat.

Sedangkan tahun ini, rumah gue menjadi tempat ajang berkumpul makan makan dan minum warga desa.

IMG_4861
Midsummer biasanya juga diisi dengan makan bersama keluarga di halaman. Kalau cuaca mendukung ya dan tidak hujan.

Dulu pertama tiba di Swedia, gue pikir yang namanya perayaan tradisional sudah dilupakan oleh bangsa ini. Sehingga ketika pertama sekali menyaksikan perayaan Midsummer di tahun 2014, gue lumayan kaget. 

Melihat tiang Majstång, serasa melihat pohon pinang di acara 17 Agustus. Pohon panjat pinang versi Swedia. Hahahhaha.

IMG_8092

Akhirnya selesai juga perayaan Midsummer tahun ini. Yang kalau mau jujur, ada perasaan ga enaknya. Karena proses The Lighter of The Day sudah habis tahun ini.

Dan gue harus rela dan siap, perlahan namun pasti, lamban laun situasi yang terang ini akan semakin berkurang. Dan siap bertempur dengan kegelapan di saat winter nanti. Semangat!!!

Video perayaan Midsummer 2017 bisa dilihat di Net Tv

Salam dari,

Mora, Dalarna, Swedia.

5 Comments

  1. Seru ya klo ditempat kaka,klo ditempatnya rick cuma ngerayain makan dan kumpul2 bersama keluarga aja tp klo aku liat difoto2 ka helena kayanya lebih seru banget ya?? Dan itu tiang nya memang spt simbol ya?

    Like

    1. Sebenarnya tergantung personnya sih Fa, ada yang merayakan cuma kumpul dan makan bersama. Seperti yang aku tulis, ada juga yang malah membabat rumput ga gt peduli hahahha. Tapi mostly ikutan merayakan melihat tiang itu dipasang. Majstång itu emang tiang simbol midsummer. Biasanya kalau desa kecil, digabung jadi satu acaranya untuk region yang sama.

      Like

    1. Hehe, kalau suka nature emang cocok tinggal di wilayah country sidenya. Apalagi sekarang lagi banyaknya bunga liar. cakep cakep. Uda liat kan videonya😊 semoga menghibur ya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s