Tällberg, Desa Kecil Yang Unik

 

Sebenarnya gue sudah pernah bercerita tentang keindahan desa kecil yang terkenal ini di rumah gue yang lama (blogspot)Cuma waktu itu foto foto di tulisan lebih dominan winter. Nah, kebetulan di akhir bulan Juli lalu, gue dan suami kembali berkunjung ke desa kece ini. Sampai akhirnya, gue pun memutuskan untuk menulis keindahan Tällberg yang tidak hanya bernuansa winter, tapi summer juga. Dan bagi kamu yang belum pernah membaca tulisan gue sebelumnya, cukup tau dari tulisan yang sekarang aja. Lebih efisien kan.

So, mengapa harus menulis dengan latar belakang dua musim yang berbeda? jawabannya tak lain dan tak bukan karena……………gue kerajinan!! Hahaha. 

Tällberg terletak di propinsi Dalarna Swedia, tepatnya lagi merupakan desa yang menjadi bagian dari pemerintahan kota Leksand. Tällberg adalah desa yang beruntung. Setidaknya itulah pendapat seorang ajheris terhadap desa kecil ini. Dibanding desa lain di propinsi Dalarna, apalagi desa gue, Tällberg ibarat artis papan atas dan desa lain ibarat artis nanggung. Dan desa gue, meniti karir saja pun belum. Belum lagi fans berat Tällberg sebagian besar berasal dari luar kota, seperti Stockholm dan kota kota besar lainnya di Swedia. Bahkan  tidak sedikit wisatawan asing  dari Jerman dan Belanda yang rutin mengunjungi desa ini.

img_7515
Tällberg
img_7516
Tällberg

Meskipun hanya sebuah desa kecil, tapi Tällberg memiliki nama yang lumayan besar. Rasanya tidak ada warga Dalarna yang tidak mengenal Tällberg. Bahkan wisatawan yang sangat menggilai resort bernuansa alam plus bangunan antik, pun sangat mengenal desa nyentrik ini. Dahulu kala misalnya, kaum borju Stockholm sengaja beramai ramai membangun villa dan summer house di sekitar jalanan menuju Tällberg. Kala itu, memiliki Villa tidak jauh dari Tällberg menjadi trend yang bergengsi. Semacam pembuktian status sosial.  Sampai sekarang bangunan bangunan villa dan summer house ini masih bisa dilihat di sisi kiri dan kanan jalanan menuju Tällberg. Bangunan rumah kayu dengan model yang unik. Ibarat Diva, ketenaran Tällberg sampai pada puncaknya, ketika desa kecil ini mendapat kunjungan dari Kung Carl Gustav, raja sekaligus pemimpin negara tertinggi Swedia saat ini.

img_7594
Bangunan summer house  yang tidak terlalu jauh dari desa Tällberg
img_7593
Bangunan summer house yang tidak terlalu jauh dari  desa Tällberg

Lalu apa yang membuat Tällberg sedemikian terkenalnya? Menurut gue ada dua faktor. Salah satunya, Tällberg berada dilingkungan alam pedesaan yang sangat natural, dengan struktur tanah yang sedikit berbukit, membuat landscape alam di sekitar Tällberg menjadi sangat menawan. Belum lagi aliran air danau Siljan (danau terbesar di Dalarna) yang menghiasi sepanjang tubuh desa ini, membuat Tällberg semakin sempurna kecenya.

img_7619
Landscape di desa Tällberg, diantara aliran air danau Siljan 
img_7514
Landscape di desa Tällberg
img_7520
Landscape di desa Tällberg
img_8564
Tällberg di saat winter
img_7587
Tällberg di saat winter

Yang kedua, meskipun disebut desa, sebagian besar wilayah Tällberg justru dipenuhi bangunan hotel, hostel, villa, dan cottage. Konon mengapa Tällberg sarat dengan penginapan, berawal dari niat beberapa petani di desa Tällberg untuk menarik wisatawan berkunjung datang. Demikianlah sampai akhirnya jejak mereka pun diikuti oleh warga lain. Hingga satu demi satu lahan tanah yang mereka miliki disulap menjadi  hotel, cafe dan museum.

Hotel di Tällberg terdiri dari hotel biasa sampai hotel berkelas. Dengan pembayaran permalam yang bisa dibilang tidak terlalu murah. Bahkan biaya menginap permalam di hotel besar Tällberg mampu menyaingi harga hotel di kota besar Swedia. MAHAL!

Berikut di bawah ini beberapa bangunan hotel di Tällberg:

img_7533
Hotel di Tällberg. Unik ya
img_7522
Salah satu hotel di Tällberg
img_7537
Salah satu villa di Tällberg
IMG_7591.JPG
Kawasan hotel di Tällberg
img_7596
Hotel di Tällberg
img_8548
Salah satu hotel di Tällberg
img_7557
Hotel di Tällberg
IMG_7536 (1).JPG
Bangunan hotel di Tällberg
img_8569
Terlihat horor ya
img_8759
Salah satu hotel besar di Tällberg

Inilah yang menjadi daya tarik Tällberg. Desa ini memiliki karakter yang sangat kuat. Jika menyebut kata Tällberg, yang pertama terlintas di kepala adalah bangunan bangunan kayu bergaya vintage, bahkan menjurus horor. Sampai pagar hotel pun terbuat dari kayu. Terkesan tidak  fresh dan dibiarkan seperti aslinya. Rustic banget.

Meskipun begitu, jangan kaget jika harus mengeluarkan kocek sebesar 1300 Sek, bahkan bisa lebih, hanya untuk sebuah penginapan dengan model bangunan yang sangat sederhana. Yang bahkan jika berjalan di lantai atau tangga hotelnya, akan disuguhi suara kayu berdenyit….Ngikkk!…….Hahahah.

img_7518
Sepertinya bangunan ini bersifat privat. Milik salah seorang warga Tällberg 
img_7534
Cafe di Tällberg

Bagi yang tidak paham atau bukanlah seorang penggemar bangunan antik, rasanya rugi harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, hanya untuk sebuah hotel tua dengan model bangunan yang sederhana. Namun berbeda dengan kebanyakan warga lokal di Swedia, nuansa super vintage justru memiliki sensasi tersendiri. Ibarat kata, serasa hidup di abad ratusan tahun silam.

img_7598
Kawasan ini semacam centralnya desa Tällberg
img_7602
Kawasan ini semacam centralnya desa Tällberg
img_7601
Halaman cafe
IMG_8762.JPG
Lobby utama di salah satu hotel besar di Tällberg
IMG_8763 (1).JPG
Bar
IMG_8764.JPG
Lobby hotel di lantai dua salah satu hotel di Tällberg

Nuansa inilah yang ditawarkan Tällberg kepada tamu tamunya. Bangunan boleh tua dan sederhana, tapi mereka mampu mengemas interior ruangan menjadi elegan dan romantis. Bahkan terlihat berkelas. Layaknya hotel besar di kota besar, tidak sedikit hotel di Tällberg yang memiliki fasilitas lengkap seperti ruangan Spa, pool, restoran fine dining, sampai conference room. Tak jarang pertemuan berskala besar diselenggarakan di desa ini.

img_8161
Salah satu bangunan kayu antik yang menghiasi desa Tällberg
img_8162
Museum kecil
img_7513
Mirip rumah di film Hobbit ya

Tak hanya penginapan, cafe dan berbagai museum antik pun cukup lengkap menghiasi desa Tällberg. Di saat summer, duduk santai di kursi dan meja kayu sambil menikmati sepotong roti dan segelas kopi/teh, melihat keindahan alam pedesaan dan aliran air danau Siljan yang membentang luas. Layaknya sebuah lukisan alam. Sangat tenang. Heaven!

img_7511
Salah satu cafe di Tällberg
img_7509
Meja dan kursi kayu yang sederhana. Suasana pedesaannya itu loh, menyejukkan hati
img_7529
Ruangan di dalam salah satu cafe di Tällberg. Kaya film apa ya kalau ngeliat gini. 
img_7620
Bangunan cafe yang Rustic.

Tällberg boleh dibilang tidak hanya mahal di urusan penginapan. Masuk ke toko souvenirnya pun mampu membuat sakit kepala. Bagaimana tidak, harga souvenir yang dijual untuk ukuran buah tangan atau oleh oleh tidak tanggung tanggung. Ribuan Swedish Kronor!

img_7564
Toko souvenir handmade
IMG_7597.JPG
Toko souvenir handmade

Hal ini dikarenakan sebagian besar souvenir merupakan hasil kerajinan tangan (handmade). Kalau pun ada yang lebih murah, jatuhnya bukan handmade lagi. Toko souvenir terbesar di Tällberg adalah Kaffestuga Hemsljöd. Berada  di dalam toko yang mirip museum kecil ini,  cuma bisa bengong. Muahalll!

img_7586
Sendal kayu khas Dalarna
img_7585
Patung kuda Dalahorse. Souvenir paling top di Swedia. Satu kuda berukuran sedang  bisa dihargai hampir 2000 Sek.  Mendekati 3 juta rupiah. 
IMG_8643.JPG
Souvenir yang terbawa pulang, ini sih ga terlalu mahal. Mini home yang bisa dibongkar pasang layaknya sebuah puzzel

Kaffestuga Hemsljöd tidak semata mata menjual barang souvenir saja, tapi secara tidak langsung seperti memperkenalkan kultur budaya Swedia kepada pengunjung yang masuk ke toko ini. Pelayan toko sangat ramah. Dan enaknya lagi, bisa puas melihat barang barang tanpa terbebani harus membeli. Pegawai toko tidak ngintilan kita. Kalau diikuti rasanya gimana ya, seperti ditodong. Harus beli!  Hahahha.

Untuk toko dan museum di Tällberg, kebanyakan dibuka di saat summer. Dan lagi lagi harga barangnya pun bisa gue bilang gila gilaan. Masih terang banget di ingatan gue (efek belum bisa menerima tepatnya), saat perayaan midsummer dua tahun lalu. Ceritanya waktu itu suami berkeinginan membeli boneka kecil dari salah satu toko handmade. Sebenarnya gue ga terlalu suka. Tapi dibilang ga mau ya ga juga. Cuma waktu itu gue ga mikir kalau harga boneka mencapai 500 Sek. Tepatnya waktu itu gue belum paham banget kalau barang handmade di negeri ini dihargai relatif tinggi. Berhubung ga doyan doyan banget, gue sibuk melihat printilan yang lain. Dengan pemikiran kalau suami mau beli ya sudahlah. Namanya juga dibeliin. Dan suami pun memang niat kan. Nah, barulah setelah keluar toko, gue iseng melihat si boneka tadi. Dan ternyata harganya membuat gue bete.

Dan kekurangan gue selalu tidak bisa menyembunyikan ekspresi ketidaksenangan gue. Harusnya gue menghargai niat suami yak. Ditengah kebetean gue itu, suami masih sabar menjelaskan kalau harga boneka itu worth it dengan kualitasnya. Belum lagi ngebuat itu ga mudah. Tangannya capek kata suami. Hmmmm. Tapi sekarang gue jadi suka liat bonekanya. Liat gambarnya deh, lucu ya bulunya.

img_7554
Butik/toko barang handmade. Ini juga mahallll!!

Tapi lagi lagi emang begitulah harga Tällberg. Sebagian besar bisa dibilang mahal untuk ukuran wisata di desa kecil. Mungkin bagi penduduk lokal negeri ini, mahalnya harga di Tällberg sepadan dengan apa yang sudah ditawarkan desa ini. Sebagaimana legowonya suami gue bisa memaklumi harga boneka tadi.

IMG_7561.JPG
Toko lain 
img_7556
Toko di sekitar Tällberg
img_7559
Barisan butik handmade dan museum kecil
img_7558
Permen jadul

Di saat summer, dipastikan Tallberg lebih kebanjiran tamu. Apalagi desa ini selalu mengadakan perayaan Midsummer, sebuah tradisi yang dikenal dengan pesta menari di hari yang paling terang di kurun waktu setahun. Lengkapnya ada di tulisan Midsummer ini.

img_7555
Di saat summer, alun alun Tällberg ini selalu dijadikan sebagai tempat merayakan Midsummer. Ada tiang  Majstång, simbol perayaan midsummer
img_7560
Tiang Majstång, simbol perayaan midsummer

Di mata gue, Tällberg itu ibarat desa metropolitan. Bagaimana tidak, untuk ukuran desa kecil, gue melihat banyak banget plang kayu layaknya informasi jalan di setiap ruas jalanan Tällberg. Ngalahin kota besar.

img_8570
Sebagian dari plang kayu yang ada di jalanan Tällberg. Dan masih banyak yang lainnya lagi

Hal ini dikarenakan banyaknya hotel, cafe, dan museum di Tällberg. Belum lagi di saat winter, Tällberg menjadi desa yang sarat dengan cahaya lampu lampu hotel. Cantik.

img_8757
Di saat winter lampu hotel menjadi terlihat menarik 
img_7577
Salah satu foto favorite gue. Mengingatkan gue pada design christmas card
img_7592
Cottege di antara balutan salju. Seperti negeri dongeng ya
IMG_7589.JPG
Ini juga, seperti di film film. 
img_8561
Ahhhh….mirip kalender
img_8562
Tällberg di saat winter
img_8563
Tällberg di saat winter

Baik winter maupun summer, Tällberg tetap memiliki wajah yang indah. Yang sudah tentu keindahan masing masing musim berbeda. Di saat winter Tällberg ibarat negeri dongeng. Tumpukan salju di mana mana. Di saat summer, desa ini terlihat segar dengan hamparan rumput hijau, bunga dan rumput liar dimana mana, bahkan sampai barisan pohon apel dengan buah yang sangat meng-gemyesss-kan. Pengen metik, masukin karung trus jadi props foto. Hahaha

img_7622
Bunga liar di sekitar Tällberg. Gemes
img_7523
Bunga liar di Tällberg
img_7526
Bunga liar di Tällberg
img_7519
Rumput liar
img_7531
Cottage
img_7566
Tällberg di saat summer. Hijau!  Tidak sedikit bangunan yang menggunakan pagar kayu seperti ini. Tapi malah terlihat unik
IMG_7530.JPG
Tällberg dengan koleksi Härbrenya

Tällberg, desa kecil yang beruntung, wajahmu sarat dengan pesona hotel bintang empat, yang jelas membuat diriku juueles. Kapan desa gue bisa seperti dirimu. Huuuuuuuuu!

img_7506

Untuk  kunjungan kami ke salah satu hotel di Tällberg,  akan gue tulis di tulisan berikutnya.

Salam dari Mora,

Dalarna, Swedia.

See you in my next story.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s